|
Bukankah berbicara dalam bahasa roh merupakan bukti berdiamnya Roh Kudus?
Kalau tidak demikian bagaimana kita bisa tahu bahwa Ia berdiam di dalam
kehidupan kita?
Kita tidak bisa memastikan bahwa seseorang
memiliki Roh Kudus di dalam hatinya hanya karena mereka berbicara dalam
bahasa roh. Bahkan orang-orang yang kerasukan roh jahat bisa berkata-kata
demikian. Anda harus tahu bahwa Iblis bisa membuat manusia berbicara dalam
bahasa-bahasa asing dengan lancar di dalam nama Jahshua Kristus.
Kalau kita berbkata bahwa berbahasa roh merupakan tanda bahwa Roh Kudus
berdiam di dalam diri seseorang, maka apa yang kita katakan itu merupakan
sesuatu yang keliru dalam pandangan Alkitab dan membuat kita berdosa menghujat
Roh Kudus. 1 Korintus 12:30 berkata, "Adakah mereka semua rasul, atau
nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan
mujizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa
roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh.," Karena Roh Kudus adalah
Roh Jahweh, mala Ia sama sekali tidak bisa bersama-sama dengan dosa dan
juga tidak bisa berdiam di dalam seseorang yang memiliki dosa di dalam
hatinya.
Kita seharusnya tidak percaya bahwa seseorang sudah menerima Roh Kudus
hanya karena ia berkata-kata dalam bahasa roh, tetapi kita harus pertama-tama
menguji apakah ia sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada
Injil air dan Roh. Kalau seseorang berpikir bahwa ia sudah menerima Roh
Kudus hanya karena ia memiliki pengalaman khusus, seperti berkata-kata
dalam bahasa roh, dapat dikatakan bahwa ia telah tertipu oleh dusta Iblis
yang licik (2 Tesalonika 2:10). Roh Kudus adalah karunia yang diberikan
Jahweh kepada orang-orang yang sudah menerima pengampunan dosa melalui
firmanNya.
Dalam jawaban kepada pertanyaan kedua dikatakan bahwa Roh Kudus adalah
Jahweh sendiri dan juga Roh Kebenaran. Karena itu, Ia bekerja bersama
dengan Injil air dan Roh. Ia tidak bekerja beradasarkan kehendak manusia.
Ia memimpin orang-orang berdosa untuk percaya kepada Injil air dan Roh,
mengajarkan kebenaran kepada orang-orang benar, dan juga dengan diam-diam
memberitakan Injil, yang adalah kehendak Jahweh, bersama-sama dengan mereka.
Ia tidak datang dengan membawa perasaan seperti api atau bergetarnya tubuh
seseorang. Jahweh memberikan Roh Kudus kepada orang-orang benar, yang
dosanya telah dihapuskan dengan taat kepada Injil air dan Roh. Ia mengajarkan
kepada mereka bahwa mereka sudah menjadi anak-anak Jahweh. Roh Kudus bersaksi
di dalam hati orang-orang benar bahwa mereka sudah menjadi orang yang
tidak berdosa dan sungguh-sungguh benar melalui Injil air dan Roh.
Karena itu, kalau seseorang berbahasa roh tetapi masih memiliki dosa di
dalam hati, roh di dalam dirinya pasti bukanlah Roh Kudus, tetapi roh
jahat. Kalau anda mau memiliki Roh Kudus berdiam di dalam diri anda, anda
harus percaya di dalam Injil air dan Roh. Kemudian Jahweh akan memberkati
anda dan Roh Kudus akan berdiam di dalam kehidupan anda.
|