|
Mereka yang memiliki
iman
yang sama dengan para rasul
<Kisah Para Rasul 3:19>
“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya
dosamu dihapuskan.”
Iman yang bagaimanakah
Yang dimiliki para rasul? |
Mereka percaya kepada baptisan Jahshua
Dan darahNya di kayu salib. |
Looking at the disciples of Jesus Christ, the
extent of their faith when they had the indwelling of the Holy Spirit was clearly
different from their faith when they did not. Their flesh did not look any different,
but after receiving the Holy Spirit, their lives were totally changed by the
light of Jesus Christ.
Kota tempat tinggal saya memiliki gunung-gunung
dan danau yang indah. Kalau saya memandang pemandangan yang indah itu, saya
merasakan kepuasan dan takjub sehingga syaa hanya bisa bersyukur kepada Jahweh
atas ciptaanNya itu. Air yang jernih dan berkilauan ditimpa sinar matahari membuat
hati saya penuh dan dunia sekitar saya nampak seperti emas.
Tetapi ada beberapa tempat dimana keindahannya
tidak muncul secara langsung. Ada tempat-tempat dimana langitnya nampak sangat
cerah dan sangat indah, tetapi air yang terkena sinar matahari justru nampak
seperti rawa yang kotor. Tidak ada kejernihan yang nampak. Ketika saya melihat
danau yang seperti ini, saya sungguh bersyukur atas Injil yang indah yang menghapuskan
dosa saya dan memampukan saya menerima Roh Kudus berdiam di dalam hisup saya.
Seperti permukaan air yang seperti rawa yang kotor
tidak bisa memantulkan keindahan cahaya, kita juga jauh dar terang Jahweh dan
tanpa bisa dihindari menuju ke akhir yang tidak kita ketahui karena hakekat
dosa kita. Tetapi kalau Roh Kudus berdiam di dalam hati kita, kita akan dinyatakan
sebagai anak Jahweh dan dituntun untuk mengabarkan Injil kepada orang-orang
lain. Karena kita menerima terangNya, kita dimampukan untuk bersinar terang.
Demikian juga, setelah kebangkitan Jahshua, murid-muridNya
menerima Roh Kudus dan menjadi rasul dan anak-anak terang. Terang dari Roh Kudus
adalah berkat yang sangat besar bagi semua dan karena itu kebanyakan orang mengharapkan
untuk menerima Roh Kudus.
Iman rasul Paulus
Iman yang bagaimana yang dimiliki Paulus? Paulus,
dalam pengakuan imannya berkata bahwa ia terpelajar dan terdidik di bawah pengawasan
Gamaliel, salah satu guru hukum Taurat yang terhebat di masa itu. Tetapi ia
mengakui bahwa meskipun mengenal hukum Taurat ia tidak bisa diselamatkan dari
dosa-dosanya dan bahkan ia adalah penganiaya Jahshua, Juruselamat kita. Suatu
hari ia bertemu dengan Jahshua di jalan yang menuju ke Damsyik dan menjadi salah
seorang pekabar Injil. Ia memiliki iman kepada Jahshua Kristus sebagai Anak
Jahweh, yang telah datang ke dalam dunia ini, dibaptis oleh Yohanes untuk membasuh
segala dosa dunia dan mencurahkan darah di kayu salib untuk menanggung segala
hukuman bagi dosa. Dengan kata lain, Paulus memiliki iman di dalam hatinya akan
pengampunan dosa.
Murid-murid Jahshua percaya bahwa baptisan Jahshua
oleh Yohanes dan darahNya di kayu salib adalah untuk mengampuni segala dosa
mereka. Paulus memiliki iman yang sama dengan murid-murid Jahshua yang lain
dan karena itu diselamatkan dari segala dosanya.
Paulus berkata dalam Galatia 3:27, “Karena
kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus,” dan
engakui imannya kepada baptisan Jahshua sebagai keselamatannya. Juga, Petrus
berkata dalam 1 Petrus 3:21, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya,
yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan
untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Jahweh -- oleh kebangkitan Jahshua
Kristus,” dan ia menunjukkan Injil yang indah mengenai baptisan Jahshua
di dalam ayat ini. Murid-murid Jahshua percaya bahwa baptisanNya oleh Yohanes
menghapuskan segala dosa dunia. Mereka diampuni dari segala dosa mereka dan
tidak lagi berada di bawah kutuk hukum Taurat dengan percaya kepada kebenaran
ini.
Mereka percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya
di kayu salib. Terbukti bahwa iman seperti itu sangat penting sebagai persyaratan
bagi para rasul. Dalam Kisah Para Rasul 1:21-22 dikatakan, “Jadi harus ditambahkan
kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami
selama Tuhan Jahshua bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes
sampai hari Jahshua terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi
dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” Proses menjadi rasul dimulai dengan
kepercayaan kepada baptisan Yohanes.
Kebenaran yang kita butuhkan untuk menerima pengampunan
dosa adalah iman di dalam baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib. The truth
we need in order to be forgiven for our sins is faith in the baptism of Jesus
and His blood on the Cross. ““Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus,
telah mengenakan Kristus” (Galatia 3:27). Paulus juga percaya kepada baptisan
Jahshua oleh Yohanes dan darahNya di kayu salib.
Mari kita lihat Titus 3:5. “pada waktu itu
Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan,
tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan
yang dikerjakan oleh Roh Kudus.” Disini, frase, “permandian kelahiran
kembali” berarti bahwa dosa seluruh dunia dibasuh pada saat Jahshua dibaptiskan
oleh Yohanes. Demikian juga, kalau anda mau menerima pengampunan dosa, anda
harus percaya kepada Injil yang indah itu, yang mengatkan bahwa dosa-dosa anda
ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya oleh Yohanes. Alasan mengapa
Jahshua disalibkan dan mencurahkan darah sampai mati adalah karena Ia menanggung
dosa-dosa kita melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes. Percaya kepada
kenyataan ini sudah cukup untuk menerima Roh Kudus berdiam di dalam hidup kita.
Paulus mengakui bahwa ia juga percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di
kayu salib.
Mari kita melihat Ibrani 10:21-22, yang berkata,
“Dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Jahweh. Karena
itu marilah kita menghadap Jahweh dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan
iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang
jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” Di sini, “dibasuh
dengan air yang murni” menunjuk kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes, yang
membasuh segala dosa manusia.
Karena itu, baik dalam Perjanjian Lama maupun
Perjanjian Baru kita bisa menemukan bahwa perkara yang paling pokok dari Injil
yang indah adalah baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu salib. Anda juga
harus memiliki iman yang sama dengan iman Paulus.
Sekarang ini, banyak orang Kristen percaya kepadaNya
secara sia-sia tanpa mengetahui bahwa pada saat Yohanes membaptis Jahshua, segala
dosa dunia dihapuskan. Banyak teolog yang berkata bahwa semua orang harus dibaptis
ke dalam air untuk mendapatkan pengampunan dosa. Pernyataan ini kemungkinan
dikatakan tanpa mengetahui Injil yang benar, yaitu Injil air dan Roh, seperti
yang tertulis di dalam Alkitab. Dosa-dosa kita tidak bisa diampuni dengan sekedar
upacara baptisan kita di air. Iman dalam baptisan Jahshua dan darahNya, itulah
yang membasuh segala dosa kita. Hanya mereka yang percaya di dalam Injil yang
indah itu saja yang menerima pengampunan dosa. Dan dengan percaya kepada darahNya,
mereka sudah dilunasi segala hutangnya. Hanya mereka yang memiliki iman yang
demikian yang bisa menerima Roh Kudus.
“Karena itu marilah kita menghadap Jahweh dengan
hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita
telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan
air yang murni” (Ibrani 10:22). Penulis kitab Ibrani mengajak kita untuk
menghadap Jahweh dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh.
Anda juga bisa menghadap Jahweh dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan
iman yang teguh kepada Injil yang indah itu.
Sekarang ini, banyak orang Kristen dengan tulus
berharap untuk menerima Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan mereka. Tetapi
Roh Kudus hanya berdiam di dalam kehidupan mereka yang telah menerima pengampunan
dosa. Banyak orang yang tidak mengetahui hal itu dan karena itu berharap untuk
menerima Roh Kudus tanpa percaya kepada Injil yang indah tentang baptisan Jahshua
dan darahNya. Mereka yang sudah percaya kepada Jahshua tetapi belum percaya
kepada baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib tidak bisa menerima Roh Kudus.
Alasannya adalah karena mereka tidak memiliki hati yang tulus ikhlas.
Paulus percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya
di kayu salib dan karena itu menerima Roh Kudus. Selanjutnya, ia mengabarkan
kepercayaan ini dan dianiaya karena dianggap penyesat. Tetapi karena Roh Kudus
berdiam di dalam hatinya, ia bisa terus mengabarkan Injil air dan Roh sampai
akhir hidupnya. “Segala sesuatu dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Karena pertolongan Roh Kudus yang berdiam
di dalam kehidupannya, ia bisa melayani Jahweh dan hidup di bawah perlindungan
Roh Kudus sampai ia kembali kepada Jahweh. Hanya mereka yang memiliki iman seperti
Paulus yang bisa menerima Roh Kudus.
Mari kita melihat iman Paulus. Dalam Kolose 2:12
dikatakan, “Karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam
Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Jahweh,
yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.” Paulus sudah menerima pengampunan
dosa karena ia percaya kepada Jahshua, yang dibaptiskan oleh Yohanes.
Bagaiaman kekristenan berubah sejak jaman dahulu?
Sekarang, mari kita melihat pengakuan seorang
saudari yang menjadi seorang murid setelah menerima Roh Kudus di dalam Jahshua
Kristus.
“Saya sudah tua, tetapi belum memiliki anak, sehingga
agar saya menerima berkatNya melalui doa saya pergi dari satu gereja ke gereja
yang lain. Bahkan di rumah saat seorang diri saya berdoa meminta anak selama
paling satu atau dua jam, dan hal itu menjadi pola yang menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari saya.
Saat saya menghidupi kehidupan keagamaan yang
demikian, saya bertemu dengan seorang wanita yang sudah berusia lanjut. Ia berkata
bahwa kalau saya mau meminta agar Jahweh memberikan seorang anak kepada saya,
saya harus menerima dosa penumpangan tangan darinya. Saya pernah mendengar bahwa
wanita ini memang hamba Tuhan, dan karena itu saya mengijinkannya melakukan
penumpangan tangan ke atas saya. Saat itu, saya merasakan pengalaman yang belum
pernah saya alami sebelumnya. Lidah saya mulai bergetar dan saya mengucapkan
kata-kata dalam bahasa asing dan saya merasa ada suatu kekuatan yang aneh dan
hangat mengangkat saya.
Saya menganggap bahwa pengalaman ini berarti bahwa
saya telah menerima Roh Kudus dan bahwa hal itu adalah jawaban atas doa-doa
saya. Wanita yang menumpangkan tangannya ke atas saya nampaknya memiliki karunia
dari Roh Kudus dan bisa bernubuat serta menyembuhkan orang sakit. Ia tidak pernah
belajar Firman Jahweh secara khusus, tetapi dengan kuasa Roh Kudus, ia menolong
banyak hamba Tuhan dan mereka yang memiliki pendidikan teologi untuk menerima
Roh Kudus melalui penumpangan tangan.
[3] Lihat halaman selanjutnya
Kebangunan Rohani yang sesungguhnya adalah suatu bagian yang wajar
dan sangat perlu di dalam kehidupan Kristen, dan hal itu membawa kedewasaan
rohani, yang dibuktikan dengan adanya buah-buah roh. Tetapi di tahun-tahun
belakangan ini, beberapa kegiatan sudah menyebut "kebangunan rohani"
sedemikian rupa sehingga hal itu tidak memiliki hubungan dengan proses
kedewasaan yang dijelaskan di dalam Alkitab. "Kebangunan rohani" mereka
itu, yang menghasilkan perasaan yang tidak terkendali, ditandai dengan
segala macam manifestasi yang bisa dicurigai, dan disertai dengan
pengajaran dan praktek yang ekstra-Alkitabiah atau bahkan tidak-Alkitabiah.
Beberapa contoh dari pengajaran dan praktek yang bermasalah yang diajarkan
di dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR): penekanan yang berlebihan
kepada pengalaman-pengalaman karismatik di dalam Alkitab, manifestasi-manifestasi
palsu, pengajarann palsu, nubuat palsu, kejaiban dan mujizat palsu
dll. Tetapi, aspek yang paling berbahaya untuk gerakan-gerakan itu
adalah bahwa gerakan itu mengakibatkan banyak orang salah paham mengenai
kebenaran tengan menerima Roh Kudus dan mengabaikan Injil yang indah
itu. |
|
Sejak itu, saya mulai menghadiri pertemuan-pertemuan
seperti itu, yang salah satunya disebut “3 Kebaktian Kebangunan
Rohani (KKR). Dalam salah satu persekutuan doa seperti ini, saya merasa
gemetar di seluruh tubuh saya dan hati saya terbakar dengan kasih kepada Jahweh
dan sesama. Hal yang sama terjadi juga kepada orang-orang lain dan orang mulai
berjatuhan dan berbahasa roh. Di sana ada beberapa orang yang kerasukan dan
pemimpin persekutuan itu mengusir roh jahat yang merasuk. Tujuan dari KKR seperti
ini adalah untuk menolong orang memiliki pengalaman dengan Roh Kudus melalui
hal-hal seperti gemetar, bernubuat, mengusir roh jahat, dan berbahasa roh. Tetapi
meskipun ada semua pengalaman itu, saya masih memiliki dosa, dan dosa di dalam
hati saya membuat hati saya merasa takut dan malu.
Karena itu, setiap kali saya berdoa, saya berdoa
dengan sungguh-sungguh agar saya bisa menghilangkan masalah dosa saay itu. Saya
mengakui bahwa saya berbuat dosa tetapi banyak orang menganggap saya hidup seperti
malaikat. Saya rasa saya memiliki iman yang baik, tetapi saya salah. Kalau saya
tidak menyadari kesalahan saya, mungkin saya tidak akan pernah mendapat kesempatan
untuk menerima Roh Kudus.
Setelah itu, saya bertemu dengan mereka yang mengabarkan
Injil air dan Roh dan menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada Firman
Jahweh. Sekarang, saya sungguh-sungguh bersukacita. Saya percaya kepada Injil
air dan Roh dan sudah menerima Roh Kudus. Saya bersyukur kepada Jahweh. Saya
berharap bahwa orang-orang Kristen di seluruh dunia akan percaya kepada Injil
yang indah itu dan menerima Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan mereka. Saya
bersyukur kepada Jahweh.”
Disini kita melihat bahwa untuk menerima Roh Kudus,
kita membutuhkan Injil air dan Roh. Kalau anda mau menerima pengampunan dosa,
anda harus memiliki iman kepada baptisan Jahshua oleh Yohanes. Mari kita lihat
Efesus 4:5: “Satu Tuhan, satu iman, satu baptisan.” Dalam ayat itu dikatakan
bahwa hanya ada satu Tuhan dan satu baptisan yang kita percayai. Kita semua
harus percaya kepada baptisan Jahshua oeh Yohanes dan darahNya di kayu salib
untuk bisa menerima Roh Kudus Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan kita. Kalau
tidak, maka Roh Kudus tidak akan pernah berdiam di dalam hidup kita.
Suatu saat ada beberapa orang yang diajar dan
percaya bahwa Gerakan Pengudusan dan Kemurnian akan menolong mereka menerima
Roh Kudus. Tetapi, apakah anda berpikir bahwa Roh Kudus akan datang kepada kita
kalau kita mengikuti gerakan-gerakan semacam itu? Kalau memang ada kemungkinan
untuk itu, maka akan sangat bijaksana kalau anda tidak usah memiliki iman. Tetapi
kalau Roh Kudus datang kepada anda karena alasan itu, maka Jahshua tidak perlu
datang ke dunia ini dan menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan tidak perlu
dibaptis atau menjalani penyaliban.
Penerimaan berdiamnya Roh Kudus adalah anugerah
atas iman kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya, yang memberikan pengampunan
dosa kepada anda. Berdiamnya Roh Kudus adalah anugerah yang diberikan kepada
mereka yang dosa-dosanya telah dihapuskan melalui Injil yang benar.
Sekarang ini, di antara mereka yang terlibat di
dalam KKR-KKR, ada yang percaya bahwa doa pertobatan yang terus menerus akan
menolong mereka untuk menerima Roh Kudus. Mereka berkata bahwa merkipun seseorang
memiliki dosa di dalam hati, kalau ia menaikkan doa pertobatan, maka ia akan
menerima Roh Kudus.
Gerakan Pantekosta Karismatik, yang telah berkembang
keseluruh dunia, dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1800-an. Gerakan ini
terjadi sekitar masa-masa Revolusi Industri dimana etika dan moral manusia hancur
sama sekali. Gerakan ini mencapai puncaknya ketika hati banyak orang kacau balau
karena adanya Masa Depresi Besar. Sejak itu, iman kepada Firman Jahweh mulai
menurun dan suatu gerakan keagamaan baru mulai muncul. Gerakan Pantekosta Karismatiklah
yang bertujuan untuk merasakan pengalaman fisik dengan Roh Kudus (Jahweh) –
melihat karya Jahweh dengan mata jasmani dan mengalami kuasa Firman Jahweh dengan
pikiran dan tubuh.
Tetapi kesalahan yang fatal dari gerakan ini adalah
bahwa gerakan ini menjauhkan orang-orang percaya dari Firman Jahweh dan menjadi
sebuah agama yang menekankan berkat-berkat jasmani. Sebagai akibatnya, pengikut-pengikut
dari agama baru ini menjadi pendukung dari kegiatan perdukunan. Bahkan sampai
hari ini, mereka yang melibatkan diri dalam Gerakan Pantekosta Karismatik percaya
bahwa kalau seseorang memiliki iman kepada Jahshua, ia akan menjadi kaya, sakitnya
akan sembuh, ia akan makmur dalam segala sesuatu, ia akan menerima Roh Kudus
dan berbahasa roh serta memiliki kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Gerakan
Pantekosta Karismatik sudah berkembang ke seluruh penjuru dunia. Gerakan ini
sudah menjadi penghalang bagi banyak orang untuk mengenal Injil yang benar dan
kemungkinan untuk mereka menerima Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan mereka.
Kekristenan modern diawali dengan kepercayaan
Luther dan Calvin sekitar 500 tahun yang lalu. Tetapi di dalam lingkup kekristenan,
penyelidikan Alkitab mengenai berdiamnya Roh Kudus tidak ditanamkan secara kuat.
Masalahnya adalah bahwa sejak awal dari kekristenan modern, banyak orang Kristen
yang percaya kepada Jahshua tanpa menyadari pentingnya baptisanNya dan kematianNya
di kayu salib. Dan hal itu diperparah lagi dengan munculnya orang-orang Kristen
yang secara salah menekankan kepada pengalaman fisik semata-mata. Semua orang
Kristen harus percaya kepada Injil yang indah yang berkata bahwa Jahshua dibaptiskan
oleh Yohanes untuk menanggung dosa dunia dan bahwa Ia disalibkan untuk menanggung
hukuman bagi dosa-dosa itu. Kepercayaan ini akan membuat anda menerima Roh Kudus.
Sekarang ini, alasan mengapa kekristenan menjadi
begitu terbelakang adalah karena banyak orang Kristen cenderung untuk mengabaikan
kebenaran tentang baptisan Jahshua yang diterimaNya dari Yohanes dan darahNya
di kayu salib. Jahshua menyuruh kita untuk mengenal kebenaran. Percaya kepada
baptisan Jahshua oleh Yohanes dan darahNya di kayu salib berarti percaya kepada
Injil air dan Roh. Kalau anda mau menerima Roh Kudus, maka percayalah bahwa
pada waktu Yohanes membaptiskan Jahshua, dosa-dosa anda ditanggungkan kepadaNya
dan bahwa darahNya adalah untuk menanggung hukuman dan memberikan pengampunan
dosa kepada anda. Setelah itu anda akan menerima Roh Kudus.
Banyak orang Kristen hanya percaya kepada darah
Jahshua saja sebagai Injil penebusan. Tetapi apakah orang-orang yang percaya
hanya kepada darah Jahshua dapat dibebaskan dari dosa? Bisakah anda dibebaskan
dari dosa? Kalau anda berpikir bahwa anda bisa dibebaskan dari dosa, mungkin
anda hanya memiliki pemahaman yang samar mengenai makna baptisan Jahshua yang
sesungguhnya. Dengan demikian itu menunjukkan masih adanya dosa di dalam hati
anda. Hanya kalau anda memiliki hubungan dengan baptisan Jahshua dan darahNya
sebagai satu kesatuan iman sajalah anda dapat diselamatkan dari dosa dan menerima
Roh Kudus. Alkitab berkata bahwa hanya ada satu Injil yang menolong kita mengalahkan
dunia. The Bible says this is the only true gospel that helps us to overcome
the world. “Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi: Roh dan air dan
darah dan ketiganya adalah satu” (1 Yohanes 5:8). Karena itu kita harus
tahu bahwa di dalam kehendakNya untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita,
Jahweh membuat Yohanes membaptiskan Jahshua dan kemudian Jahshua harus menanggung
salib.
Alasan mengapa banyak orang Kristen tidak menerima
pengampunan dosa meskipun mereka telah percaya kepada Jahshua adalah karena
mereka tidak percaya kepada Injil yang indah itu yang digenapi dengan baptisan
Jahshua dan darahNya di kayu salib. Mereka yang percaya kepada kedua hal itu
akan menerima pengampunan dosa dan Roh Kudus akan berdiam di dalam hati mereka.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Roh Kudus?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
anda tentang Roh Kudus. |
|
 |
 |
Pada saat seseorang menyadari bahwa
dosa-dosa mereka telah dibasuh, hati mereka menjadi penuh dengan
damai dan tenang seperti air yang tenang. Pada saat Roh Kudus berdiam
di dalam hati seseorang, damai akan mengalir seperti sungai ke dan
dari dalam hatinya. Kita bertemu dengan Tuhan melalui percaya kepada
kebenaran ini dan berjalan dalam Roh pada saat kita mengabarkan
Injil perihal menerima Roh Kudus. Hati kita tidak pernah merasakan
damai sejahtera yang seperti ini sebelumnya. Sejak saat kita percaya
kepada Injil air dan Roh, kehidupan kita menjadi tenteram dan hati
kita memiliki sukacita yang sempurna. Kita tidak bisa berpaling
dari Injil yang indah ini. Roh Kudus selalu berada di dalam hati
kita, mendorong kita untuk mengabarkan firmanNya dan menolong orang
lain yang percaya kepada hal itu dan menerima Roh Kudus.
Karena kita percaya kepada Injil yang indah tentang
baptisan Jahshua dan darahNya di kayu salib, kita diberkati dengan Roh Kudus.
Sekarang anda harus memiliki iman di dalam baptisan Jahshua dan darahNya di
kayu salib agar dapat menerima Roh Kudus. Sangat penting bahwa semua orang di
seluruh dunia akan memulai proses percaya kepada Firman Jahweh bahwa Jahshua
dibaptis oleh Yohanes untuk menanggung dosa dunia dan bahwa Ia mati di kayu
salib untuk dihakimi atas dosa-dosa mereka. Kalau sudah demikian, mereka akan
menerima Roh Kudus.
Kembali ke Daftar
|