|
Alasan Mengapa Kita Bisa Memuji
Tuhan
< Roma 7:5-13 >
“Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging,
hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota
tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. Tetapi sekarang kita telah dibebaskan
dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga
kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan
lama menurut huruf hukum Taurat. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan?
Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum
Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan,
kalau hukum Taurat tidak mengatakan: “Jangan mengingini!” Tetapi dalam perintah
itu dosa mendapat kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku rupa-rupa keinginan;
sebab tanpa hukum Taurat dosa mati. Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan
tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup, sebaliknya aku mati. Dan
perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa
kepada kematian. Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu
aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku. Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan
perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik
itu menjadi kematian bagiku? Sekali-kali tidak! Tetapi supaya nyata, bahwa ia
adalah dosa, maka dosa mempergunakan yang baik untuk mendatangkan kematian bagiku,
supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa.”
Saya memuji Tuhan yang sudah memimpin saya sampai sekarang
Saya memuji Tuhan yang sudah memimpin saya bertemu
anda, umat Jahweh yang berharga. Saya dengan tulus bersyukur kepada Tuhan karena
memberkati saya dengan kehidupan yang bahagia sampai hari ini. Jahweh selalu
menyertai saya dan memberi anugerah kepada saya, meskipun ada saatnya sata merasa
lemah, mengalami kesulitan, penderitaan dan kelemahan di dalam diri saya dalam
banyak peristiwa. Ia sudah hidup dan menyertai saya sepanjang kehidupan saya,
baik dalam masa sulit maupun sukacita saya. Tidak ada satu saatpun dimana Ia
meninggalkan saya sendiri, tidak sedetikpun.
Betapa Jahweh memberkati kita. Kalau Jahweh itu
seperti kita, mungkin Ia akan memberi anugerah kepada kita dua atau tiga kali,
tetapi kemudian akan kehabisan kesabaran. Tetapi Jahweh itu bukan manusia, dan
kesabaranNya tidak ada batasnya. Ia senantiasa mencurahkan kepada kita anugerah
yang tidak ada hentinya bagi kita, apakah kita sedang melakukan kebaikan atau
tidak, apakah kita taat kepada FirmanNya atau tidak. Dengan Jahweh yang mengasihi
demikian, kita tidak bisa tidak memuji, menyembah dan melayani Dia. Raja Daud
memuji Tuhan sepanjang kehidupannya, bersyukur kepadaNya karena memperhatikan
dia setiap kali ia mengalami kesulitan dan masalah di dalam kehidupannya. Ia
mengakui, “Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dan dengan
Jahwehku aku berani melompati tembok” (Mazmur 18:30).
Betapa Jahweh memberkati kita! Kita tidak akan
pernah cukup memuji Dia. Apakah kita puas kalau kita membangun gereja yang sampai
ke langit? Tentu saja tidak! Kita bisa membangun gereja yang paling besar dan
paling indah yang bisa kita bayangkan, tetapi bukan ukuran dan keindahan gereja
yang menjadi masalah, tetapi kenyataan bahwa Jahweh bekerja dengan sangat berharga
dalam memanggil jiwa-jiwa, menjadikan mereka mendengar firmanNya dan membuat
mereka dilahirkan kembali melalui percaya kepada FirmanNya. Dan tidak ada yang
bisa kita lakukan kecuali memuji Tuhan untuk semua berkatNya. Kita bersyukur
kepada Jahweh karena mengijinkan kita melayani Dia, menghasilan buah-buah roh
pekerjaanNya dari apa, yang pasti, akan terbuang kalau kita tidak hidup demikian.
Tidakkah anda bersyukur bahwa Jahweh mengijinkan
anda duduk di sebuah pusat retreat? Jahweh kita sudah memberkati kita dengan
anugerahNya yang tidak terbatas dan yang sudah menjaga kita seperti biji mataNya.
Siapakah kita dan apakah yang kita lakukan sampai kita layak mendapat kasihNya?
Kita bukan siapa-siapa, dan kita tidak melakukan apa-apa. Tetapi Jahweh sudah
menjadikan kita berharga di hadapanNya, bukan karena kita memiliki apa-apa untuk
kita tunjukkan, tetapi karena kita sudah dilahirkan kembali. Kita sama sekali
tidak berharga sebelum kita bertemu Jahshua Kristus. Jahweh menjadikan kita,
yang melayang-layang dalam kemarahan kita dan tersesat di padang gurun, ditentukan
untuk mati dan lenyap menjadi debu dan tanah, sebagai anak-anakNya.
Betapa indah dan ajaibnya kasih yang diberikan
Jahweh kepada kita! Puji Tuhan! Dari semua jiwa yang ada di dunia ini, Jahweh
sudah menyelamatkan kita dengan kasihNya yang tidak bersyarat dalam kebenaranNya.
Ada banyak hal lain di dalam keselamatan selain pembebasan. Itu berarti bahwa
kasihNya sekarang menjadi milik kita. Itu berarti bahwa berkat-berkatNya, juga,
milik kita yang bisa kita mintakan.
Dengan bimbingan dan penghiburan yang ajaib dari
Jahweh saja kalau kita masih bisa menemukan diri kita di dalam gerejaNya. Kalau
bukan Jahweh yang menjaga kita di sini, dimana kita akan berada? Kalau bukan
Dia yang mengasihi dan memberkati kita, bagaimana kita bisa memberitakan Injil
dan melayani Dia? Kita bisa melayani Jahweh karena Dia hidup, menyertai kita,
dan memberkati kita.
Kalau Tuhan tidak menjaga dan memberkati kita,
kita tidak akan bisa memuji Dia sebelumnya, dan juga sekarang ini. Jahweh sudah
mengasihi, memberkati, mendorong dan menyelimuti kita dengan tangan belas kasihanNya
sehingga kita bisa melayani, mengikuti, memuji dan menyembah Dia. Benar bukan?
Kita memuji Tuhan dengan segenap hati kita karena pekerjaanNya yang ajaib dan
kasihNya yang tidak berkesudahan untuk kita.
Jahweh sudah melakukan begitu banyak bagi mereka
yang diselamatkanNya. Bahwa Ia sudah membebaskan kita, dan bahwa Ia terus menguatkan
iman orang-orang kudus yang dilahirkan kembali, adalah bukti bahwa Jahweh masih
memegang kita, dan bahwa Ia menjaga kita. Jahweh bekerja dan menggenapi kehendakNya
melalui kita.
Saya percaya bahwa Jahweh sudah memberkati semua
gerejaNya, jemaat orang-orang yang dilahirkan kembali, di seluruh dunia dan
akan memberkati mereka selamanya. Kita sudah mengalami banyak kesulitan, tetapi
Jahweh senantiasa beserta dengan kita, membuat kita bertahan dan senantiasa
melakukan pekerjaanNya, menguatkan roh kita dan mempersiapkan hati kita untuk
memiliki iman yang diperlukan untuk menerima lebih banyak berkat. Betapa agung
anugerahNya! Saya bersyukur kepada Tuhan sekali lagi.
Kita bisa memuji Tuhan dengan segenap hati kita
“Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging,
hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota
tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. Tetapi sekarang kita telah dibebaskan
dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga
kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan
lama menurut huruf hukum Taurat” (Roma 7:5-6). Alkitab mengatakan bahwa
ketika kita ada di dalam daging, kehendak dosa yang dibangkitkan oleh hukum
bekerja di dalam anggota tubuh kita untuk menghasilkan buah-buah kematian. Tetapi,
Alkitab mengayakan juga, “Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum
Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang
melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut
huruf hukum Taurat.”
Bisakah daging dibebaskan dari kehendak dosa?
Manusia memiliki dua sisi keberadaan. Yang pertama adalah daging dan yang kedua
hati. Daging tidak bisa mencapai kebenaran Jahweh bagaimanapun kerasnya ia berusaha.
Juga tidak bisa mentaati hukum Jahweh. Daging kita tidak pernah bisa mentaati
hukum Jahweh meskipun setelah kita dilahirkan kembali, bagaimanapun kerasnya
kita berusaha. Itulah sebabnya Paulus mengatakan, “Sebab waktu kita masih
hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja
dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut. Tetapi sekarang
kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang
mengurung kita.”
Roma 4:15 mengatakan, “Karena hukum Taurat
membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada
juga pelanggaran.” Kita harus memuji Jahweh dari dalam hati kita. Jahweh
membuat kita memuji Dia dengan pembaharuan Roh, bukan dengan keadaan lama menurut
huruf hukum Taurat, karena kita yang dikuasa hukum Taurat sudah dikutuk dengan
murka hukum Taurat.
Daging berbeda dengan hati. Daging terbatas tetapi
hati bisa menerima firman Jahweh dan memuji Dia dengan iman. Hati juga bisa
dibebaskan dari dosa.
Kita sudah mati untuk hukum Taurat. Saya mati
karena saya sudah mati kepada apa yang mengurung saya. Daging kita sudah mati
terhadap Jahweh. Dengan daging, kita tidak bisa menjangkau kebenaranNya dan
tidak bisa dibenarkan di hadapan hukum Jahweh. Daging tidak bisa menghindar
dari hukuman. Tetapi Jahweh Bapa mengutus anakNya yang Tunggal, Jahshua Kristus
dan menanggungkan semua murka hukum Taurat kepadaNya, yang kemudian disalibkan
menggantikan kita. Jahweh dengan demikian memampukan kita untuk melayani Tuhan
dengan iman di dalam pembaharuan Roh, bukan dengan keadaan lama menurut huruf
hukum Taurat, yang membuat kita yang terkurung oleh hukum Taurat, berada di
mawah hukuman.
Kita sekarang bisa memuji Tuhan dengan iman. Hati
bisa memuji Tuhan, meskipun kita masih ada di dalam daging. Hati kita bisa percaya
bahwa Tuhan mengasihi kita. Kita bisa memuji Tuhan kita karena kita percaya
bahwa kita sudah mati di dalam Kristus. Jahweh sudah menyelamatkan kita dari
hukuman hukum Taurat. Jahweh Bapa mengutus AnakNya Yang Tunggal untuk kita,
yang terikat oleh kutuk hukum Taurat dan penghukuman Jahweh, dan ketika saatnya
tiba, Ia menanggungkan segala dosa kita dan murka hukum Taurat kepada AnakNya.
Jahweh dengan demikian menyelamatkan mereka yang menerima kasihNya dan percaya
kepadaNya dari segala dosanya, penghukumanNya, dan murka hukum Taurat. Kita
memuji Tuhan yang sepenuhnya menyelamatkan kita dari segala dosa kita.
Kita percaya dengan sepenuh hati bahwa Jahweh
sudah menyelamatkan kita kepada kebenaranNya. Kita mengucap syukur, memuji dan
memuliakan Jahweh dengan segenap hati karena kasihNya. Tetapi apakah kita bisa
melakukan semuanya itu dengan daging kita? Tidak. Ketika kita ada di dalam daging,
kehendak daging, yang didorong oleh hukum Taurat, bekerja di dalam anggota tubuh
untuk menghasilkan buah kematian. Daging hanya berdiam di bawah murka Jahweh.
Sekarang kita dibebaskan dari murka hukum Taurat
ini dengan iman. Jahweh membuat kita melayani Dia dengan iman kita kepada kasih
dan keselamatanNya, bukan dengan keadaan lama menurut huruf hukum murka Jahweh,
meskipun kita harus dihakimi oleh hukum Taurat.
Tidak ada seorangpun yang bisa melayani Tuhan
dengan perbuatan kita. Meskipun kita sudah dilahirkan kembali, kita tidak bisa
melayani Dia dengan daging kita. Apakah ada di antara kita yang pernah kecewa
ketika mencoba melayani Tuhan dengan daging? Kita tidak pernah bisa melayani
Tuhan dengan daging. Kehendak dosa selalu menguasai daging. Kita tidak bisa
melayani Tuhan dengan kekuatan daging kita meskipun kita sudah dilahirkan kembali.
Kita hanya bisa memuji Jahweh dan melayani Dia di dalam hati kita dengan iman.
Karena itu, ketika anda memuji Jahweh, percaya di dalam hati anda dan berikan
syukur atas kasihNya. Kemudian, daging bisa menjadi alat yang mengikuti iman.
Saya memuji Tuhan yang menyelamatkan kita dari
segala murka hukum Taurat, karena saya percaya kepadaNya dengan hati saya. Saya
bersyukur kepada Tuhan. Ia sudah menyelamatkan saya sepenuhnya. Ia sudah membebaskan
saya dari dosa-dosa harian saya dan dari kutuk hukum Taurat. Janganlah ada keraguan:
Tuhan kita sudah menyelamatkan kita. Apapun kelemahan dan kekurangan kita, Jahweh
sudah menyelamatkan kita karena Ia mengasihi kita. Betapa ajaibnya bahwa Jahweh
menjadikan kita orang benar, meskipun kita penuh kekurangan? Betapa luar biasa
bahwa Jahweh mau menjadikan kita hamba-hambaNya?
Kita bisa memuji Jahweh karena Ia sudah menyelamatkan
kita dari murka hukum Taurat. Kita bisa melayani Tuhan dengan Roh dan dengan
hati kita. Kita bisa mengikut Tuhan, yang sudah membebaskan kita dari dosa-dosa
dan murkaNya. Apakah kita bersyukur kepadaNya? Apakah keselamatan kita tidak
menyatakan betapa lemahnya kita? Berapa banyak kali kita gagal hidup seturut
kehendakNya, meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga kita? Berapa banyak
kali kita menyombongkan diri? Berapa banyak kelemahan yang kita miliki? Kita
tidak pernah bisa memuji Tuhan dengan daging dan perbuatan kita, tidak sekarang,
tidak juga di masa yang akan datang. Kita memuji Jahweh atas apa yang sudah
dilakukanNya dengan hati kita. Hanya dengan hati dan oleh iman kita bisa memuji
Tuhan.
Kita tidak bisa memuji Tuhan dengan daging kita
Kebenaran kita sendiri akan hancur berantakan
ketika kita mengikuti Tuhan. Dunia pikiran dan dunia kedagingan harus dipisahkan.
Inilah pemisahan antara roh dengan daging.
Apakah anda percaya kepada hal ini? Tidak ada
gunanya bagi kita untuk mencoba dengan daging. Ketika kita menyanyi, bersukacita,
memuji, percaya dan mengucap syukur dengan hati kita, daging kita bisa melayani
Tuhan, tunduk kepada hati kita. Kita memuji Tuhan dan mengucap syukur kepadaNya
atas keselamatan kita, dan menyanyi, “♬Semua dosa-dosa saya sudah lenyap,
karena Kalvari; Hidup dipenuhi pujian, semua karena Kalvari; Kristus Juruselamatku
hidup untuk membebaskan aku dari dosa; Suatu hari, Ia akan kembali O betapa
indah harinya! Semua, ya, semua karena Kalvari.♬” Tetapi kita kadangkala
tersandung karena daging. Kita berpikir mengenai diri kita, “Mengapa aku begitu
lemah, meskipun aku tidak memiliki dosa?” Kemudian kita mulai bertanya kepada
diri kita, “‘♪Segala dosaku sudah lenyap ♪’—itu benar—‘♪Hidup
dipenuhi pujian ♪’—itu benar juga— ‘♪Semua karena Kalvari
♪’—semua itu benar, tetapi apa sebabnya aku begitu penuh kelemahan?
Akh, dagingku yang memelas sekali!”
Ketika kita merasa sedih, Jahweh mengatakan kepada
kita, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku? Tidakkah engkau tahu bahwa Aku JuruselamatMu?
Aku membuat engkau menjadi orang benar.” Kita tidak bisa melayani atau mengikuti
Jahweh dengan daging kita. Kita bisa melayani Jahweh dengan percaya kepada apa
yang dilakukanNya untuk menyelamatkan kita, dengan mengasihi Dia, bersyukur
dan memuliakan Dia dengan hati kita.
Saya ingin agar anda memuji Jahweh dengan hati
anda. Saya juga ingin anda percaya dan mengucap syukur kepadaNya dengan hati
anda. Hal-hal itu hanya mungkin melalui hati kita. Semua itu tidak mungkin melalui
daging. Daging selalu tidak berubah bahkan setelah kita diselamatkan. Yang dikatakan
Rasul Paulus di dalam bagian di atas bisa diaplikasikan dalam keadaan sebelum
dan sesudah diselamatkan. Firman Jahweh adalah sama untuk mereka yang diselamatkan
dan yang belum diselamatkan.
Apakah anda terus menyenangkan Jahweh dengan daging setelah
anda diselamatkan?
Apakah anda terus menyenangkan Jahweh dengan daging
setelah anda diselamatkan? Apakah anda berpikir anda bisa menyenangkan Jahweh
karena anda berbeda dengan yang lain dan anda melayani Jahweh lebih dibandingkan
dengan mereka? Mereka yang dipenuhi kebenaran mereka sendiri akan suatu hari
jatuh ke dalam lumpur. Ada beberapa orang yang sudah mengalami jatuh ke dalam
lumpur dan lubang kotoran.
Ada seorang saudari yang jatuh ke dalam lubang
kotoran dalam Pertemuan Alkitab Musim Panas ini. Maksud saya ini sungguh-sungguh
kakus, dan untungnya lubang itu belum dipakai. Kalau ada seseorang yang sudah
memakainya, maka ia akan masuk ke dalam masalah yang besar. Kami menggali lubang
yang cukup dalam dan membuat beberapa kakus di perbukitan itu kalau kami mempersiapkan
Pertemuan Alkitab di alam terbuka ini. Kemudian, kami akan meletakkan pijakan
kaki di masing-masing toilet itu, tetapi kami belum memantapkan semua pijakan
untuk setiap kakus. Karena itu, saudari ini terpeleset dan jatuh ke dalam sebuah
lubang. Jahweh sudah menggali lubang yang demikian bagi mereka yang dipenuhi
dengan kebenaran mereka sendiri. Jahweh ingin agar kita hanya memuliakanNya.
Jiwa saya merasa tidak nyaman dan tidak puas kalau
saya menyimpang dari jalan yang benar setelah diselamatkan. Kalau saya memikirkan
mengenai apa sebabnya saya merasakan hal ini, saya menyadari bahwa pakaian saya
dicemari oleh kenajisan. Saya kemudian mengerti bahwa saya tidak seharusnya
menempuh jalan itu, tetapi saya dengan cepat lupa kembali. Segera setelah saya
menyadarinya saya bertobat dan mengatakan, “Saya seharusnya tidak melakukan
hal ini. Apa yang ada di dalam pikiranku? Oh, Tuhan. Aku memuji Engkau karena
menghapus segala dosaku.” Tetapi saya melakukan dosa lagi dalam sekejap saja.
Kadangkala saya ada di dalam anugerah Jahweh dan tiba-tiba saja jatuh ke dalam
dosa. Kemudian, saya mendapati diri saya lari dari dosa menuju kepada anugerah
Jahweh. Bolak-balik saya terombang-ambing. Karena itu saya mengeluh dengan duka
dan keputusasaan atas keberadaan saya.
Saya kemudian mengenal bagaimana kotornya saya
setelah dosa-dosa saya diampuni. Saya sampai kepada pemahaman yang dalam dan
berpikir, “Ini mengerikan. Mengapa saya begitu banyak kelemahan dan lemah, meskipun
saya percaya kepadaMu, Jahweh?” Kehendak dosa, yang didorong oleh hukum Taurat,
bekerja di dalam anggota tubuh kita. Saya menyadari bahwa semakin saya berusaha
untuk hidup seturut hukum Taurat, semakin daging saya jatuh ke dalam kehendak
dosa. Saya kemudian tahu bahwa daging tidak akan pernah bisa mengikut Jahweh.
Saya kemudian bisa melayani Jahweh dengan mempersembahkan daging saya sebagai
alat kebenaran Jahweh dan memuji apa yang diberkati Jahweh setelah percaya kepadaNya
dengan hati saya.
Daging hanyalah segumpal kehendak dosa
Mereka yang tidak tahu bahwa dirinya hanyalah
segumpal kehendak dosa menjadi terkejut karena cepatnya mereka jatuh ke dalam
dosa ketika mereka sementara berhenti melayani Tuhan. Kita harus percaya kepada
Tuhan, memuliakan Dia dan mengikuti Dia dengan hati kita. Mengikut Dia dengan
hati adalah berkat anugerah Tuhan. Hanya ketika kita percaya kepadaNya dengan
hati kita saja kita bisa mengikut Dia. Ketika kita di dalam daging, kehendak
dosa, yang didorong oleh hukum Taurat, bekerja di dalam anggota tubuh kita untuk
menghasilkan buah kematian. Ketika kita tidak memuji atau mengikuti Tuhan dengan
hati kita, daging kita dengan cepat jatuh ke dalam kehendak dosa. Kita semua
memiliki kecenderungan ini, demikian juga Rasul Paulus.
Paulus terus membujang sepanjang hidupnya, memberitakan
Injil. Tetapi ia bisa tahu bahwa dosa terus ada melalui kehendak dosa di dalam
daging. Ia mungkin juga berpikir, “Saya takut. Saya dipenuhi dengan sukacita
beberapa saat yang lalu, tetapi mengapa sekarang aku begitu murung? Apa yang
salah denganku? Aku begitu rohani beberapa saat yang lalu, sementara aku merasa
seperti sampah sekarang.” Setelah memikirkannya, ia kemudian memahami bahwa
ia tidak bisa melayani Tuhan tanpa memisahkan antara daging dari hati. “Aku
manusia celaka! Aku tidak bisa melakukan kebaikan dengan dagingku.”
Daging tunduk kepada hati ketika kita memuji dan
mengikuti Jahweh dengan hati kita. Paulus menyadari kebenaran ini. Kita tidak
bisa tidak melakukan dosa. Apakah anda mengerti hal ini? Ketika orang tidak
berdosa memuji, percaya dan mengikuti Tuhan dengan hati, daging mengikuti kehendak
hati. Seseorang mungkin sebelumnya berpikir, “Aku sudah diselamatkan dari dosa.
Haleluya. Aku sangat bahagia.” Tetapi semakin banyak kehendak dosa dinyatakan
dari orang itu sejalan dengan waktu. Mereka yang penuh dengan kebenarannya sendiri
akan lebih mudah dikecewakan oleh dirinya sendiri ketika kehendak dosa keluar
sedikit demi sedikit. Meskipun mungkin mereka tidak berpikir demikian, mereka
sungguh-sungguh lebih buruk dibandingkan dengan pikiran mereka mengenai dirinya
sendiri.
Kita harus tahu bahwa daging kita adalah segumpal
kehendak dosa. Kita tidak memiliki keyakinan di dalam daging, anda tidak bolseh
bersandar kepadanya. Justru, percaya kepada anugerah Jahweh, muliakan Tuhan,
dan ikuti Dia dengan segenap hati anda. Hal itu hanya bisa terjadi dengan hati.
Puji Tuhan, karena anugerah Jahweh yang memungkinkan saya, yang memiliki kelemahan
dalam berbicara dan penuh dengan kebenaran diri sendiri, untuk memberitakan
Injil! Bagaimana saya bisa melakukannya tanpa anugerah Tuhan? Saya hanya bisa
memuji Tuhan saya.
Saya bersyukur kepada Tuhan yang memampukan saya memuji Dia
Saya bersyukur kepada Tuhan yang sudah menghapus
segala dosa saya dan memberikan Roh Kudus kepada kita yang memampukan kita memuji
Dia dengan hati kita, bukan dengan daging kita. Kita bisa memuji dan memuliakan
Dia karena kita percaya kepadaNya di dalam hati kita.
“Maka oleh karena itu hati kami senantiasa
yakin, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih
jauh dari Tuhan” (2 Korintus 5:6). Saya memuji Tuhan yang menyelamatkan
kita dari segala dosa. Saya memuji dan bersyukur kepada Tuhan. Saya memuliakan
dan percaya kepadaNya. Tuhan menyelamatkan kita dari segala dosa, meskipun kita
ditentukan untuk mati setelah menjalani kehidupan yang penuh kehendak dosa.
Ia mengijinkan kita untuk diselamatkan dengan percaya kepada Jahweh dengan hati
kita. Ia memungkinkan kita memuji Dia dan memberikan sukacita kepada kita.
Jangan mencoba melayani Jahweh dengan kekuatan
daging—itu tidak mungkin. Hangan berusaha mencapai kesalehan dengan daging—itu
tidak bisa dicapai. Berhentilah dari semua usaha daging. Bagaimana, kemudian,
kita bisa mengikut Jahweh? Jawabannya adalah dengan menggunakan hati kita. Kita
bisa melayani Dia dengan hati, dalam pembaharuan Roh. Jahweh kita sudah menyelamatkan
kita, karena itu ikutilah Dia dengan hati anda, yang memampukan anda menerima
keselamatan.
Saya memuji Jahweh. Berapa banyak orang yang meratapi
dirinya? Mereka mengeluh dengan sedih dan menyiksa diri sambil berkata, “Mengapa
aku bertindak demikian?” Jangan seperti mereka. Sangat tidak mungkin bagi anda
untuk tidak melakukan dosa dengan daging anda. Jangan mencoba melakukan apa
yang tidak mungkin menjadi mungkin. Saya ingin anda percaya kepada Jahweh dan
memuji Dia dengan hati anda. Daging kemudian akan mengikuti hati. Sudahkah anda
berusaha mengikuti Tuhan dengan daging anda dalam waktu lama setelah anda diselamatkan?
Apakah anda memiliki masalah melakukan apa yang seharusnya tidak anda lakukan?
Kalau demikian, masalahnya adalah bahwa anda sudah berusaha untuk melayani Tuhan
dengan daging, bukan dengan hati. Apakah anda tahu apa yang dikatakan oleh mereka
yang tidak menghargai dan pemfitnah? Mereka mentertawakan saya, mengejek saya.
Tetapi saya hanya tersenyum kepada mereka, karena saya tahu bahwa mereka tidak
tahu apa yang terjadi dengan saya.
Saya bisa memberitakan Injil karena Tuhan sudah
menghapus segala dosa saya. Kalau Tuhan belum menghapus segala dosa saya, saya
akan dihukum dan mati bagi Jahweh. Jahweh menjadikan kita sempurna dengan membuat
kita satu dengan Roh. Ia membuat kita orang-orang yang memuji Dia. Ia membuat
kita hidup dengan pikiran yang penuh ucapan syukur. Ia membuat kita bersukacita
di dalam berkatNya. Puji Tuhan! Puji Tuhan yang menjadikan kita anak-anakNya!
Kiranya semua kemuliaan menjadi milikNya dan hanya milikNya.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang kitab surat Roma?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
tentang kitab surat Roma. |
|
 |
 |
Tidak pernah terlambat. Tinggalkan
keyakinan anda kepada daging anda. Kehendak dosa muncul dari kehidupan
kita dalam kesempatan pertama walaupun hanya sangat kecil saja.
Daging selalu berusaha untuk membuat dirinya sebagai prioritas melebih
kehendak Jahweh. Inilah sebabnya mengikut Jahweh hanya mungkin melalui
iman. Itu tidak mungkin dilakukan dengan daging. Jangan mendustai
diri anda setelah anda diselamatkan. Masih mungkin bagi anda untuk
jatuh, meski ada keselamatan kita, karena kita tahu dengan baik
bahwa daging senantiasa tidak sempurna dan lemah.
Kita adalah orang-orang Roh, orang-orang iman.
Jangan letakkan keyakinan anda di dalam daging anda. Ulangi perkataan saya:
“Daging saya adalah seperti keranjang sampah.” Saya ingin anda mengingat ini.
Jangan percaya kepada diri anda sendiri. Kita harus percaya dan mengikuti Jahweh
dengan hati kita. Saya bersyukur kepada Tuhan dan memuji Dia karena menyelamatkan
kita dari semua murka hukum Jahweh. Haleluya!
Kembali ke Daftar
|