|
Keselamatan Dari Dosa Hanya Oleh
Iman
< Roma 3:1-31 >
“Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi
dan apakah gunanya sunat? Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama:
sebab kepada merekalah dipercayakan firman Jahweh. Jadi bagaimana, jika di antara
mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan
Jahweh? Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Jahweh adalah benar, dan semua manusia
pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala
firmanMu, dan menang, jika Engkau dihakimi.” Tetapi jika ketidakbenaran kita
menunjukkan kebenaran Jahweh, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Jahweh
-- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murkaNya? Sekali-kali
tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Jahweh dapat menghakimi dunia? Tetapi
jika kebenaran Jahweh oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa
aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Bukankah tidak benar fitnahan
orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat,
supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat
hukuman. Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain?
Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun
orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis:
“Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorang pun yang berakal
budi, tidak ada seorang pun yang mencari Jahweh. Semua orang telah menyeleweng,
mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga,
lidah mereka merayu-rayu,
bibir mereka mengandung bisa.
Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan
di jalan mereka,
dan jalan damai tidak mereka kenal;
rasa takut kepada Jahweh tidak ada pada orang
itu.”
Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang
tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum
Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman
Jahweh. Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Jahweh oleh
karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal
dosa. Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Jahweh telah dinyatakan,
seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, yaitu
kebenaran Jahweh karena iman dalam Jahshua Kristus bagi semua orang yang percaya.
Sebab tidak ada perbedaan. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan
kemuliaan Jahweh, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
penebusan dalam Kristus Jahshua. Kristus Jahshua telah ditentukan Jahweh menjadi
jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan
keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu
pada masa kesabaranNya. MaksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa
ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada
Jahshua. Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan
apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin,
bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
Atau adakah Jahweh hanya Jahweh orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Jahweh
bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Jahweh bangsa-bangsa lain! Artinya,
kalau ada satu Jahweh, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena
iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah
kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami
meneguhkannya.”
Ketidaksetiaan manusia tidak bisa membatalkan kesetiaan Jahweh
Rasul Paulus mengatakan bahwa penggenapan hukum
dan penebusan anugerah Jahweh tidak diberikan kepada kita berdasarkan perbuatan
kita, tetapi melalui iman. Kita diselamatkan dari dosa kita dan menjadi orang
benar karena keselamatan Jahweh. “Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi
dan apakah gunanya sunat? Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama:
sebab kepada merekalah dipercayakan firman Jahweh. Jadi bagaimana, jika di antara
mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan
Jahweh? Sekali-kali tidak!” (Roma 3:1-4).
Keuntungan menjadi orang-orang Yahudi adalah karena
firman Jahweh diberikan kepada mereka. Mereka hidup sambil mendengarkan firmanNya
dari nenek moyang mereka. Karenaja memberikan firmanNya kepada mereka dan itu
diturunkan kepada mereka, mereke berpikir bahwa mereka lebih baik daripada orang-orang
non Yahudi. Namun, Alkitab mengatakan bahwa Jahweh meninggalkan orang-orang
Yahudi karena mereka tidak percaya kepada Jahshua yang sudah membebaskan mereka
dari dosa-dosa mereka.
Paulus mengatakan, “Jadi bagaimana, jika di
antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan
kesetiaan Jahweh? Sekali-kali tidak!” Ketidaksetiaan manusia tidak bisa
membatalkan kesetiaan Jahweh. “Kesetiaan Jahweh” berarti “kebaikan Jahweh.”
Yang dimaksudkannya adalah bahwa kebaikan Jahweh tidak bisa batal bahkan meskipun
orang-orang Yahudi tidak percaya kepada hal itu. Firman perjanjian Jahweh bahwa
Ia akan menyelamatkan siapa saja yang percaya tidak akan batal meskipun seandainya
mereka tidak percaya.
Orang-orang non Yahudi akan percaya kalau orang-orang
Yahudi tidak percaya. Jahweh berkata bahwa siapa saja yang percaya akan diselamatkan
dari dosa. Karena itu, Jahweh meninggalkan orang-orang Yahudi karena mereka
tidak percaya kepada firman kebenaran yang digenapi sesuai dengan janji Jahweh,
meskipun Jahweh mempercayakan firmanNya kepada mereka.
Penegasan Rasul Paulus adalah sebagai berikut:
Jahweh memberikan anugerah keselamatan kepada semua manusia. Jahweh mengatakan
bahwa berjanji di dalam Perjanjian Lama dan menggenapinya dengan mengutus Jahshua
Kristus, Anak TunggalNya, ke dunia ini. Beberapa orang percaya kepada Injil
Jahweh, beberapa lagi tidak. Jadi, siapa saja yang percaya diberkati menjadi
anak-anak Jahweh, seperti yang dijanjikanNya. Dan berkat-berkat Jahweh tidak
bisa dibatalkan seberapapun banyaknya orang yang tidak percaya.
Siapa saja yang percaya kepada kebenaran bisa menerima kasihNya
yang besar
Siapa saja yang mendengar firman kebenaran dan
percaya kepadanya bisa menerima kasih Jahweh yang besar, tetapi orang-orang
yang tidak percaya menuduh Jahweh sebagai pendusta. Sebenarnya, Jahweh menggenapi
janjiNya, tetapi orang-orang yang tidak percaya tidak berada didalam keselamatan
Jahweh karena mereka tidak percaya kepada anugerah pengampunan dosa.
Paulus mengatakan, “Dapatkah ketidaksetiaan
itu membatalkan kesetiaan Jahweh? Sekali-kali tidak!” Jahweh berjanji satu
kali dan dengan setia memberikan anugerah keselamatan dan kemuliaanNya kepada
semua manusia.
Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai anugerah
Jahweh itu? Alkitab mengatakan bahwa Jahweh, sang Bapa, mengutus AnakNya yang
Tunggal dan memberikan anugerah untuk menjadi anak-anakNya kepada mereka yang
percaya kepada pengampunan dosa melalui AnakNya. Bahkan sebelum dasar dunia
diletakkan, Ia merancangkan bahwa Ia akan memberikan kepada semua manusia kemuliaan
menjadi anak-anakNya dan keselamatan dari dosa melalui kebenaranNya. Dan Ia
menggenapi semuanya dengan setia. Karena itu, orang-orang percaya diberkati
sesuai dengan firman Jahweh, tetapi orang-orang tidak percaya dihukum karena
hal itu.
Sangat layak bagi orang-orang tidak percaya untuk
masuk neraka. Jahweh menetapkan hukum sehingga kita bisa diselamatkan oleh iman
kepada firmanNya. Ia juga mengatakan bahwa kesetiaan Jahweh tidak akan pernah
dibatalkan, bahkan meskipun manusia tidak percaya. Kita diberkati dengan menerima
kesetiaan keselamatan Jahweh. Jahweh berkata, “Jahweh adalah benar, dan semua
manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam
segala firmanMu, dan menang, jika Engkau dihakimi’” (Roma 3:4).
Semua manusia adalah pembohong. Jahweh adalah
benar. Mengapa? Karena Jahweh mengatakan, “Seperti ada tertulis: “Supaya
Engkau ternyata benar dalam segala firmanMu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
Jahweh mengatakan bahwa Ia sudah berjanji dan memberkati mereka yang mau
diberkati dan mengutuk mereka yang mau dikutuk. Sangat adil bagi Jahweh untuk
memberkati orang percaya dan mengutuk orang yang tidak percaya. “Jahweh adalah
benar, dan semua manusia pembohong.”
“Supaya Engkau ternyata benar dalam segala
firmanMu, dan menang, jika Engkau dihakimi.” Ia mengatakan bahwa Ia akan
menyelamatkan manusia sesuai dengan firmanNya. Firman itu sudah menjadi manusia,
berdiam di antara kita dan menyelamatkan kita. Karena itu, Tuhan adalah benar
sesuai firmanNya.
Tuhan mengalahkan Iblis dengan firman Jahweh yang
tertulis. Tuhan itu adil dan tulus di hadapan diriNya sendiri, Iblis dan semua
makhluk rohani karena Ia menggenapi apa yang dijanjikanNya. Namun, manusia tidak
tulus. Tingkah laku mereka akang cepat berubah kalau mereka merasa tidak menguntungkan.
Sebaliknya, Jahweh tidak pernah melanggar janji-janjiNya. Karena itu Rasul Paulus
mengatakan bahwa iman kita harus didasarkan kepada firman Jahweh.
Ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Jahweh
Roma 3:5 menegaskan, “Tetapi jika ketidakbenaran
kita menunjukkan kebenaran Jahweh, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah
Jahweh -- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murkaNya” Semua
manusia tidak benar, tetapi apa yang akan kita katakan kalau ketidakbenaran
mereka menunjukkan kebenaran keselamatan Jahweh? Apa yang akan kita katakan
kalau dosa-dosa kita menunjukkan kebenaran Jahweh?
Kebenaran Jahweh semakin dinyatakan karena dosa-dosa
dan ketidakbenaran kita. Jahweh sungguh-sungguh tulus. Ia adalah Tuhan keselamatan,
Juruselamat dan Jahweh sejati yang berjanji menyelamatkan kita dengan firmanNya
dan menggenapi apa yang dijanjikanNya. Apa yang akan kita katakan kalau kebenaran
Jahweh dinyatakan karena kelemahan kita? Kekurangan kita semakin menyatakan
kebenaran Jahweh karena kita melakukan dosa sampai kita mati.
Bagaimana kita tahu bahwa Jahweh adalah Tuhan
penuh kasih? Kita bisa mengetahuinya dari kekurangan kita. Kasih Jahweh dinyatakan
melalui kita karena kita melakukan dosa sampai hari terakhir di dalam kehidupan
kita. Tuhan mengatakan bahwa Ia menanggung dosa dunia sekali untuk seterusnya.
Kasih Jahweh akan menjadi tidak sempurna kalau Ia hanya mengasihi orang-orang
yang baik yang tidak melakukan dosa. Karena kasihNya yang sejati Jahweh menerima
dan berhubungan dengan kita orang-orang berdosa yang tidak pernah bisa dikasihi.
Kita umat manusia tidak benar dan mengkhianati
Jahweh. Kita tidak percaya kepadaNya dan tidak memiliki apapun yang layak dikasihi
Jahweh. Orang-orang berdosa adalah orang-orang yang hanya melakukan kejahatan,
tetapi Jahshua, yang menyelamatkan kita dari segala dosa dan kelemahan kita,
sudah menggenapi kasih Jahweh kepada kita.
Jahweh mengatakan bahwa melalui kebenaran dan
kasihNya Ia mengutus AnakNya yang Tunggal kepada kita untuk menyelamatkan kita
dari kegelapan dan kutuk Iblis, ketika manusia berdosa dan ditentukan masuk
ke neraka karena tipu daya Iblis. Itulah kasih dan anugerah Jahweh.
“Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan
kebenaran Jahweh, apakah yang akan kita katakan?” kata Rasul Paulus. Pemahaman
mengenai orang percaya dan orang yang tidak percaya dipisahkan dalam bagian
ini. Orang yang tidak percaya berusaha untuk menjadi baik untuk bisa masuk ke
dalam Kerajaan Surga dan diberkati oleh Jahweh. Tetapi Paulus membuat pernyataan
yang sebaliknya, yang mengatakan, “Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan
kebenaran Jahweh, apakah yang akan kita katakan?” Paulus mengatakan bahwa
kita manusia tidak bisa melakukan kebenaran Jahweh tetapi hanya bisa melakukan
dosa do hadapanNya, dan bahwa kejahatan kita menunjukkan kasih Jahweh yang sejati.
Ya. Itu benar. Semua manusia jahat dan tidak bisa menjadi orang benar, tetapi
Tuhan menyelamatkan mereka dari segala dosa mereka.
Kita diselamatkan oleh kebenaran Jahweh
Rasul Paulus mengatakan bahwa manusia tidak bisa
menjadi orang benar dan terjebak dalam jerat dosa. Tuhan menyelamatkan orang-orang
berdosa yang demikian dari dosa-dosa mereka dan mengasihi mereka. Kita membutuhkan
kesempurnaan kasihNya karena kita tidak bisa menghindari dari dosa setiap hari.
Kita diselamatkan hanya oleh kasih Jahshua yang mutlak, anugerah yang cuma-cuma,
dan anugerah keselamatan melalui Jahshua Kristus.
Rasul Paulus mengatakan bahwa keselamatannya adalah
karena kebenaran Jahweh. Apa yang dilakukan Jahweh untuk menyelamatkan semua
orang berdosa menunjukkan kebenaranNya. Paulus mengatakan bahwa kepercayaannya
kepada Injil menyelamatkannya. Kebenaran Jahweh dinyatakan di dalam Injil air
dan Roh. Keselamatan kita tergantung kepada tindakan kebenaran yang dilakukan
Jahweh untuk kita. Karena itu, orang berdosa diselamatkan dari dosa mereka oleh
iman. Mereka yang tidak dilahirkan kembali berpikir bahwa mereka perlu melakukan
kebaikan supaya mereka bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Paulus tidak bermaksud bahwa kita boleh dengan
sengaja melakukan kejahatan, tetapi banyak manusia yang akhirnya berakhir di
neraka karena mereka berusaha melakukan perbuatan baik tanpa menerima kebenaran
Jahweh. Mereka harus menyesali dosa untuk bertobat dan percaya kepada keselamatan
yang diberikan Jahweh kepada mereka untuk bisa lepas dari neraka.
Siapa yang bisa melakukan kebaikan di hadapan
Jahweh? Tidak ada. Lalu bagaimana orang berdosa bisa dibebaskan dari dosa-dosanya?
Ia harus mengubah pemikirannya. Rasul Paulus mengatakan bahwa ia diselamatkan
oleh iman. Tetapi apa yang dipikirkan manusia? Mereka berpikir bahwa mereka
bisa diselamatkan melalui perbuatan baik. Itulah sebabnya mereka tidak bisa
dibebaskan. Mereka yang diselamatkan dari dosa dengan percaya kepada Jahshua
dan memiliki pengampunan dosa yang sempurna, hanya memegahkan kebenaran Jahweh
dan membiarkan hal itu ditinggikan.
Namun, mereka yang belum dilahirkan kembali, meskipun
mereka percaya kepada Jahshua, berpikir bahwa mereka bisa masuk ke dalam Kerajaan
Surga melalui perbuatan baik, dan akan masuk neraka kalau tidak melakukan perbuatan
baik. Iman mereka salah. Iman Rasul Paulus sama dengan iman mereka yang sudah
dilahirkan kembali. Mereka yang belum dilahirkan kembali, meskipun mereka berpikir
bahwa mereka percaya kepada Jahshua, memiliki iman yang salah karena mereka
berusaha menambahkan perbuatan baik kepada iman mereka. Kita tidak diselamatkan
karena menambahkan perbuatan baik kepada iman kita, tetapi dengan percaya kepada
kebenaran Jahweh: baptisan Jahshua dan kematianNya di kayu Salib.
Orang benar tidak bisa sengaja melakukan dosa
“Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan
kebenaran Jahweh, apakah yang akan kita katakan?” Alkitab mengatakan bahwa
ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran dan kasih Jahweh. Alkitab mengatakan,
“Tetapi jika kebenaran Jahweh oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya,
mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Bukankah tidak benar
fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang
jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya
mendapat hukuman” (Roma 3:7-8). Nama orang-orang yang tidak percaya dituliskan
di dalam Kitab Penghakiman dan mereka akan dilemparkan ke dalam lautan api.
Karena itu, mereka harus menyesali dosa untuk bertobat dan percaya kepada keselamatan
yang digenapkan di dalam air dan darah.
Rasul Paulus mengatakan, “Tidak adilkah Jahweh
-- aku berkata sebagai manusia -- jika Ia menampakkan murkaNya? Sekali-kali
tidak!” Manusia menolak, dan berkata, “Bukankah tidak adil kalau Jahweh
menampakkan murkaNya kepada orang yang tidak percaya dan membuang mereka ke
neraka hanya karena mereka tidak percaya bahwa Jahshua sudah menyelamatkan mereka
dari dosa-dosa mereka?” Tetapi Paulus berkata, “Tidak adilkah Jahweh kalau Ia
menampakkan murkaNya? Sangat adil kalau orang yang tidak percaya masuk neraka
karena mereka tidak percaya kepada kebenaran. Jahweh bukannya tidak adil.”
Roma 3:7 mengatakan, “Tetapi jika kebenaran
Jahweh oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi
lagi sebagai orang berdosa?” Banyak orang mungkin akan berkata, “Apa? Apakah
engkau akan sengaja melakukan dosa karena engkau sudah menerima pengampunan
dosa? Engkau semakin banyak berdusta karena engkau diselamatkan oleh kebenaran
Jahweh. Apakah engkau akan semakin banyak sengaja melakukan dosa?” Tetapi Alkitab
mengatakan bahwa mereka melakukan hal itu karena hati yang jahat, dan tidak
mengenal keselamatan Jahweh dan juga tidak percaya kepada kasihNya.
Karena itu, Paulus mengatakan bahwa kebenaran
Jahweh sudah berlimpah dalam kemuliaanNya, karena keberdosaan dan dusta kita.
Tetapi manusia bingung oleh pernyataan Paulus dan dengan pemikiran sendiri berpikir,
“Engkau mungkin melakukan semakin banyak dosa kalau engkau percaya bahwa engkau
diselamatkan oleh iman tanpa perbuatan.” Tidak benar bahwa manusia melakukan
dosa hanya karena keinginan untuk melakukan dosa. Mereka memang tidak bisa menghindar
dari melakukan dosa karena mereka dilahirkan sebagai orang berdosa. Sangat wajar
bagi pohon apel untuk berbuah apel. Alkitab mengatakan bahwa sangat wajar bagi
manusia yang dilahirkan dalam keadaan berdosa untuk terus melakukan dosa. Tuhan
mengatakan orang berdosa yang demikian dengan kebenaranNya, dan mereka bisa
dibebaskan hanya dengan menerima keselamatan dari Tuhan.
“Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan,
bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul
dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman” (Roma 3:8).
Mereka yang berada di bawah tipu daya guru palsu saat menganggap bahwa mereka
percaya kepada Jahshua dengan cara ini. Surat kepada jemaat Roma ditulis oleh
Rasul Paulus sekitar 2.000 tahun yang lalu. Banyak orang yang pada saat itu
berpikir demikian, sama seperti orang yang tidak percaya pada masa sekarang.
Orang percaya palsu berpikir sama dengan orang yang tidak percaya pada masa
Paulus, yang berkata, ‘Apakah engkau akan semakin banyak berbuat dosa dengan
sengaja kalau engkau memiliki pengampunan dosa, tidak berdosa, dan mengetahui
bahwa dosa-dosa masa depanmu sudah diampuni?’
Orang yang tidak percaya bertindak berdasarkan
pemikiran kedagingan yang tidak beriman. Mereka tidak bisa masuk ke dalam kebenaran
keselamatan Jahweh karena karena pemikiran kedagingan mereka yang palsu. Tentu
saja, meskipun orang benar masih melakukan dosa setelah mereka menerima pengampunan
dosa, tetapi ada batasnya. Alkitab mengatakan bahwa orang berdosa terus melakukan
dosa karena mereka tidak menyadarinya dan tidak tahu bahwa hal itu dosa sebelum
mereka dilahirkan kembali oleh air dan Roh. Namun, Alkitab mengatakan bahwa
orang benar tidak bisa sembarangan melakukan dosa karena mereka berada di bawah
pengendalian Jahweh.
Beberapa orang berkata kepada Rasul Paulus, “Tidakkah
engkau melakukan kejahatan supaya yang baik datang karena Jahweh menyelamatkan
engkau dari dosa-dosamu? Lebih baik engkau melakukan semakin banyak dosa supaya
kebenaran Jahweh semakin dinyatakan.” Paulus mengatakan bahwa kebinasaan bagi
mereka adalah sesuatu yang adil. Maksudnya adalah bahwa sangat tepat kalau mereka
dihukum dan masuk neraka. Mengapa? Karena mereka tidak bersandar kepada iman,
tetapi kepada perbuatan mereka sendiri.
Kesetiaan Jahweh tidak pernah dibatalkan
Rasul Paulus mengatakan, “Jadi bagaimana, jika
di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan
kesetiaan Jahweh?” Apakah ketidaksetiaan mereka membuat keselamatan Jahweh
dibatalkan hanya karena mereka tidak percaya kepada keselamatan Jahweh itu?
Manusia akan diselamatkan kalau mereka percaya, tetapi mereka kehilangan anugerah
pengampunan dosa kalau mereka tidak percaya. Kebenaran Jahweh akan berdiri kokoh.
Apakah anda mengerti? Mereka yang masuk neraka masuk neraka dengan sukarela
karena mereka memiliki untuk tidak percaya. Pekerjaan Jahweh dan anugerah keselamatan
dari dosa tidak pernah dibatalkan. Semuanya itu berdiri kokoh.
Keselamatan dari Tuhan tidak ada hubungannya dengan
usaha manusia, tidak didasarkan kepada perbuatan hukum Taurat. Hubungannya hanya
dengan orang percaya. Orang percaya diselamatkan sesuai dengan kebenaran Jahweh,
tetapi orang yang tidak percaya akan masuk neraka karena mereka tidak diselamatkan
dengan menolak kebenaranNya. Jahweh meletakkan, “batu sandungan dan batu
sentuhan” (Yesaya 8:14). Siapa saja yang percaya kepada Jahshua menjadi
orang benar dan memiliki hdiup kekal, betapapun jahatnya dia. Siapa saja yang
tidak percaya kepada Jahshua akan masuk neraka karena upah dosa, betapapun baiknya
dia. Jahshua adalah batu sandungan dan batu sentuhan bagi mereka yang tidak
percaya kepada pengampunan dosa.
Tidak ada orang benar yang memiliki dosa
Rasul Paulus berbicara mengenai iman kepada keselamatan
kepada mereka yang berpura-pura baik, sehingga orang bisa melihat bahwa surat
Roma adalah firman Jahweh yang berbicara mengena iman. Beberapa orang heran
mengenai orang-orang yang mengidentifikasikan dirinya sebagai orang benar. Sebenarnya,
mereka yang dosa-dosanya diampuni oleh Jahshua adalah orang benar karena segala
dosa mereka sudah diampuni. “Jahshua setia” berarti “Ia dengan setia menyelamatkan
orang berdosa dari dosa-dosa mereka.” Beberapa orang mengatakan bahwa mereka
adalah orang berdosa yang ‘dibebaskan,’ tetapi tidak ada orang-orang yang demikian
di hadapan Jahweh. Bagaimana seseorang bisa tetap menjadi orang berdosa setelah
ia dibebaskan dari dosa? Kita diselamatkan kalau Jahshua menyelamatkan kita
dan kita orang berdosa kalu Jahshua tidak menyelamatkan kita. Tidak ada ‘jalan
tengah’ di dalam keselamatan.
Apakah ada orang benar yang memiliki dosa? Tidak
ada orang benar yang memiliki dosa. Seseorang adalah orang berdosa kalau ia
memiliki dosa, tetapi orang benar yang tidak berdosa kalau ia percaya kepada
Jahshua. Bagaimana kita bisa menyelesaikan masalah dosa-dosa harian dan masa
depan kita? Banyak orang berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang tidak
bisa terhindar dari keadaan menjadi orang berdosa karena mereka melakukan dosa
setiap hari dan akan terus melakukan dosa sampai mereka mati. Namun, kita menjadi
orang benar dengan percaya kepada Injil yang mengatakan bahwa Jahshua menanggung
dosa dunia, termasuk dosa masa depan, di sungai Yordan dan disalibkan.
“Orang benar yang memiliki dosa” sama sekali tidak
masuk akal. Apakah masuk akal mengatakan seseorang masih memiliki hutang setelah
ia membayar hutang-hutangnya? Mari kita bayangkan ada seseorang yang punya banyak
uang, tetapi anaknya memiliki kebiasaan buruk membeli semua permen yang ada
di semua toko di kota itu setiap hari. Namun, karena ayahnya yang kaya sudah
membayar uang yang cukup yang melebihi hutang anak itu seumur hidupnya kepada
semua toko yang ada, anak itu tidak pernah menjadi orang yang memiliki hutang
walaupun ia tetap bisa memakan permen setiap hari tanpa membayarnya sampai hari
kematiannya.
Tuhan menyelamatkan kita dengan kebenaran menanggungkan
segala dosa kita kepadaNya satu kali untuk selamanya di sungai Yordan. Ia secara
sempurna menyelamatkan kita semua. Karena itu, kita tidak pernah menjadi orang
berdosa lagi, betapapun kita lemah. Jahweh mengatakan bahwa kita menjadi orang
benar kalau kita tidak menyangkal apa yang dilakukanNya.
Manusia tidak bisa percaya kepada Injil dan tidak bisa dilahirkan
kembali dengan pikiran duniawi
Orang-orang Kristen yang menyebut dirinya orang
berdosa yang “dibebaskan” berpikir menggunakan pikiran duniawi. Untuk memiliki
pikiran yang rohani berarti percaya kepada firman Jahweh. Pikiran duniawi adalah
pikiran manusia. Itu adalah hikmat manusia. Daging tidak bisa tidak melakukan
dosa, tetapi kita bisa menjadi orang benar dengan percaya kepada baptisan dan
salib Jahshua. Alkitab mengatakan bahwa kita tidak akan pernah bisa menjadi
orang benar dan dikuduskan dengan berusaha untuk tidak melakukan dosa.
Bisakah seseorang masuk ke dalam Kerajaan Surga
dengan menjadi orang kudus yang tidak pernah melakukan dosa setelah ia percaya
kepada Jahshua? Atau mungkinkah hal itu hanya terjadi dengan keselamatan yang
sekali untuk selamanya? Apakah orang berdosa sungguh-sungguh menjadi orang benar
melalui anugerah pengampunan dosa? Sangat tidak mungkin bagi anda untuk menjadi
orang benar dengan pikiran duniawi anda. Daging tidak pernah bisa menjadi benar.
Daging selalu menginginkan makanan kalau ia merasa lapar.
Tidak mungkin bagi daging untuk dikuduskan karena
daging memiliki nafsu dan keinginan. Karena itu, kita menjadi orang benar hanya
dengan percaya kepada air dan darah Jahshua. Bisakah kita masuk ke dalam Kerajaan
Surga dengan tidak melakukan dosa lagi dan membasuh diri kita menjadi seputih
salju? Sangat sombong untuk memikirkan bahwa manusia, yang memiliki nafsu dan
keinginan daging, bisa menjadi kudus dengan menghindari dosa. Sangat tidak mungkin.
Manusia tidak bisa percaya kepada Injil dan tidak
bisa dilahirkan kembali kalau mereka berpikir mengenai iman dengan pikiran duniawi.
Jahshua mengatakan, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan
apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh” (Yohanes 3:6).
Sangat tidak mungkin menjadi orang benar dengan
pikiran duniawi. Mungkin anda juga berpikir bahwa hal itu tidak mungkin karena
anda akan melakukan dosa lagi besok, meskipun anda sungguh-sungguh menyesali
dosa dan percaya kepada Jahshua hari ini. Mungkin anda berpikir, ‘Bagaimana
saya bisa berkata kalau saya tidak berdosa kalau saya terus menerus melakukan
dosa sampai sekarang ini? Mungkinkah anda menjadi orang benar kalau anda berpikir
secara duniawi, seperti yang dilakukan daging? Tidak mungkin untuk menjadi kudus
karena daging.
Namun, Jahweh bisa membuat kita menjadi orang benar
Namun, Jahweh bisa dengan sempurna menyelamatkan
kita meskipun kalau manusia tidak bisa. Jahweh bisa membersihkan hati nurani
kita dan membuat kita mengakui bahwa kita orang benar dan bahwa Ia adalah Bapa
dan Juruselamat kita. Anda harus mengenal bahwa iman dimulai dari percaya kepada
firman yang benar di dalam hati anda. Hal itu dimulai dengan percaya kepada
firman kebenaran. Kita menjadi orang benar dengan percaya kepada firman kebenaran
di dalam hati kita. Kita tidak akan pernah menjadi orang benar dengan perbuatan
daging kita.
Namun, mereka yang tidak dilahirkan kembali tidak
bisa membebaskan diri mereka dari pemikiran mereka sendiri karena mereka terjebak
oleh pemikiran mereka sendiri. Mereka tidak pernah bisa mengatakan bahwa mereka
orang benar karena mereka berpikir dengan pikiran duniawi. Sebaliknya, iman
yang dengannya kita bisa mengatakan bahwa kita orang benar dimulai dengan mengenali
kebenaran firman Jahweh. Kalau anda sungguh-sungguh ingin untuk dilahirkan kembali,
anda bisa sungguh-sungguh dilahirkan kembali hanya dengan mendengar kepada firman
kebenaran melalui seseorang yang sungguh-sungguh sudah dilahirkan kembali karena
Roh yang ada di dalam orang kudus senang bekerja dengan kebenaran dan “sebab
Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Jahweh”
(1 Korintus 2:10). Manusia bisa dilahirkan kembali kelau mereka mendengar
firman Jahweh melalui orang-orang benar karena Roh Kudus berdiam di dalam diri
orang benar, yang sudah dilahirkan kembali. Saya ingin anda mengingat hal ini
di dalam hati anda. Anda harus bertemu dengan orang benar, kalau anda ingin
menerima anugerah dilahirkan kembali.
Abraham memperanakan Ismail dan Ishak. Ismail
dilahirkan dari seorang perempuan budaj. Ismail sudah berusia 14 tahun ketika
Ishak lahir. Ismail menganiaya Ishak, yang lahir dari perempuan merdeka. Siapa
yang sesungguhnya memiliki hak pewarisan? Ishak, yang dilahirkan dari perempuan
merdeka, Sarah, yang memiliki hak pewarisan.
Ishak memiliki hak pewarisan dan disetujui meskipun
Ismail lebih tua dan lebih kuat tubuhnya dibandingkan dengan Ishak. Mengapa?
Ishak dilahirkan karena firman Jahweh. Iman yang ditetapkan berdasarkan pemikiran
manusia adalah seperti benteng pasir. Manusia bisa dilahirkan kembali hanya
kalau mereka mengenal kebenaran firman Jahweh dan percaya kepada hal itu.
“Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan
dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik
orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorang pun tidak”” (Roma 3:9-10).
Apa arti bagian ini? Apakah bagian ini mengindikasikan mengenai kehidupan
manusia sesudah dilahirkan kembali atau sebelum dilahirkan kembali? Kita semua
adalah orang berdosa sebelum kita dilahirkan kembali. “Tidak ada yang benar”
adalah keadaan manusia sebelum Jahshua menanggung segala dosa dunia. Seseorang
tidak akan pernah bisa dikuduskan tanpa percaya kepada Jahshua.
Kata “pengudusan bertahap” datang dari penyembah
berhala agama kafir. Alkitab mengatakan, “Tidak ada yang benar, seorangpun
tidak.” Bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi kudus dengan melatih dirinya
sendiri? Manusia tidak bisa menjadi orang benar karena dirinya sendiri. Tidak
ada seorangpun yang akan menjadi orang benar atau yang sudah menjadi orang benar
karena usaha dirinya sendiri. Hal itu hanya bisa terjadi oleh iman kepada firman
Jahweh. Alkitab mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang berakal budi, tidak
ada seorang pun yang mencari Jahweh” (Roma 3:11).
Semua telah menyeleweng
“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua
tidak berguna” (Roma 3:12). Apakah manusia berguna di hadapan Jahweh? Manusia
tidak ada gunanya di hadapan Jahweh. Semua mereka yang belum dilahirkan kembali
tidak berguna di hadapan Jahweh. Bukankah mereka menunjuk jari mereka ke langit
ketika mereka melawan dan mengutuki Jahweh, merasa marah kepadaNya karena tidak
mengirimkan hujan meskipun mereka semua juga diciptakan olehNya?
“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua
tidak berguna,” kata Jahweh. Bagaimana seseorang yang masih memiliki dosa
di dalam hatinya mempermuliakan Jahweh? Bagaimana seorang berdosa, yang tidak
bisa menyelesaikan masalah dosa, memuji Tuhan? Orang berdosa tidak bisa memberikan
kemuliaan kepada Jahweh.
Pelayanan pujian banyak kita temui sekarang ini.
Orang-orang berdosa biasa menuliskan syair untuk lagu pujian, dengan mengutip
Alkitab dari kitab Wahyu. “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak
Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”
(Wahyu 5:13). Tentu saja Tuhan layak dipuji, tetapi hanya orang-orang benar
yang bisa memuji Jahweh. Apakah anda berpikir bahwa Jahweh akan menerima pujian
dari orang-orang berdosa dengan sukacita? pujian orang-orang berdosa adalah
sama dengan persembahan Kain. Pujian mereka sia-ska dan dinaikkan ke langit
yang kosong, meskipun mereka berpikir bahwa mereka memuji Tuhan. Mengapa? Karena
Jahweh tidak bersukacita atas pujian itu. Jahweh tidak pernah mendengar doa-doa
orang berdosa (Yesaua 59:1-2).
Alkitab mengatakan bahwa mereka sudah menyeleweng
dan menjadi tidak berguna. Kata “semua sudah menyeleseng” berarti bahwa
mereka percaya kepada pemikiran mereka sendiri, menolak firman Jahweh. Penghakiman
yang benar dibuat oleh firman Jahweh. Hanya Jahweh yang layak menghakimi. Manusia
tidak bisa melakukannya. Kata “semua telah menyeleweng” berarti bahwa mereka
berpaling kepada pemikiran mereka sendiri. Mereka selalu mengatakan hal-hal
seperti, “Saya berpikir seperti ini dan percaya seperti ini.” Mereka yang tidak
menanggalkan pemahaman sendiri sedang menyerah kepada pemikiran sendiri, dan
karena itu mereka tidak kembali kepada firman Jahweh.
Mereka yang belum dilahirkan kembali berpikir
bahwa mereka adalah hakim atas diri mereka sendiri. Bagi mereka tidak penting
apa yang tertulis di dalam firman Jahweh. Mereka berpegang kepada pemikiran
mereka sendiri dan menghakimi apa yang mereka setujui sebagai benar atau salah,
dan berkata, “Saya berpikir seperti ini dan percaya seperti ini.” Bagaimana
mereka bisa menemukan kebenaran? Jahweh mengatakan bahwa semua manusia sudah
menyeleweng kepada pemikiran mereka sendiri. Kita harus mengesampingkan pemikiran
pribadi kita sendiri. Kita justru harus kembali kepada Tuhan. Kita harus diselamatkan
dengan cara yang demikian. Kita harus dihakimi di hadapan firman kebenaran.
Kemudian, apakah kebenaran itu?
Kita harus dilahirkan kembali oleh firman Jahweh
Kebenaran adalah firman Jahweh, yang adalah kebenaran.
Firman Jahweh adalah kanon, yang menunjuk kelapa ‘tongkat pengukur.’ Kita harus
tahu bahwa firman Jahweh adalah ukuran atau patokan. “Pada mulanya adalah
Firman” (Yohanes 1:1). Siapakah yang bersama dengan Jahweh, sang Bapa dan
Roh Kudus? Ia adalah Jahweh, sang Firman. Firman itu adalah Jahweh. Jahshua
Kristus, Juruselamat kita dan Raja di atas segala raja, adalah Firman, Jahweh
kita.
Ada tertulis bahwa Firman itu bersama-sama dengan
Jahweh pada mulanya. Siapakah yang bersama-sama dengan Jahweh? Firman. Jadi
Firman itu adalah Jahshua, Juruselamat dan Jahweh kita. Firman adalah Jahweh.
Wakil yang paling tepat untuk hakekatNya adalah sang Firman. Karena itu firman
Jahweh berbeda dengan pemikiran kita karena Firman itu adalah Jahweh. Sangat
bodoh bagi manusia untuk berusaha memahami firman Jahweh dengan pemikiran duniawinya.
Karena itu, Jahweh akan memakai orang-orang yang
berdiri teguh di dalam firmanNya dan di dalam iman. Orang yang berdiri teguh
dalam firman Jahweh adalah setia dan berguna di hadapan Jahweh, dan Jahweh memberkati
orang yang demikian.
Bisakah seseorang melakukan apa yang baik? Firman,
yan adalah Jahweh mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang berbuat baik, tidak,
tidak seorangpun. Namun, ada orang-orang yang berpikir, ‘Kelihatannya ada seseorang
yang melakukan kebaikan.’ Pada kenyataannya manusia bersikap munafik di hadapan
Jahweh. Kita harus mengetahui bahwa kita tidak memiliki sisi kebenaran sebelum
kita dilahirkan kembali.
Semua manusia memberontak kepada Jahweh. Mereka
saling mendustai dan bahkan mendustai Jahweh sambil berpura-pura suci, baik
dan penuh belas kasihan. Ketika mereka berpura-pura baik, itu berarti mereka
menantang Jahweh. Hanya Jahweh yang baik. Hal itu berarti menantang Jahweh dan
memberontak terhadap kebenaranNya yaitu ketika berpura-pura untuk menjadi baik
tanpa dilahirkan kembali dan percaya kepada kasih dan kebenaranNya.
Apakah anda berpikir hanya dosa-dosa yang serius
yang dihukum Jahweh? Siapa saja yang belum dilahirkan kembali, meskipun ia orang
Kristen, tidak bisa menghindar dari murka Jahweh. Karena itu, buanglah semua
cara kehidupan yang munafik dan dengarkanlah firman Jahweh. Hendaklah anda dilahirkan
kembali. Sesudah itu anda bisa lepas dari penghukuman Jahweh.
Pernahkah anda melihat orang jahat yang tidak
penuh dengan keinginan untuk menjadi baik di antara mereka yang belum dilahirkan
kembali? Manusia penuh dengan keinginan untuk menjadi baik. Siapa yang mengajarkan
hal itu? Iblis. Manusia sebenarnya tidak akan pernah bisa menjadi baik. Manusia
bisa menjalani kehidupan yang baik ketika dosa-dosanya sudah dihapuskan di hadapan
Jahweh. Lalu, apakah Jahweh memerintahkan agar kita dengan sengaja melakukan
kejahatan? Tidak. Jahweh memerintahkan agar kita menerima pengampunan dosa karena
kita memang sudah dicemari oleh dosa sejak sebelum kita lahir dan ditentukan
untuk masuk ke dalam neraka. Jahweh ingin agar kita menerima firman kebenaranNya
sehingga kita bisa diselamatkan.
Iblis selalu mengucapkan dusta melalui orang yang tidak percaya
“Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga,
lidah mereka melakukan dusta, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh
dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan
dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka
kenal; rasa takut kepada Jahweh tidak ada pada orang itu” (Roma 3:13-18).
“Lidah mereka melakukan dusta.” Semua manusia
sangat pandai berdusta. Jahweh berbicara mengenai Iblis, “Kalau ia berdusta,
ia berdusta dari dirinya sendiri” (Yohanes 8:44). Semua yang belum dilahirkan
kembali mengatakan, “Saya sungguh-sungguh mengatakan kebenaran. Ini kebenaran,”
tetapi perkataan mereka semuanya kebohongan.
Mereka yang menekankan bahwa perkataan mereka
itu benar sebenarnya adalah pembohong. Pernahkah anda mendengar seorang penipu
berkata, “Saya pembohong dan penipu,” kalau mereka sedang berusaha mendustai
orang lain? Mereka berkata bahwa semua yang mereka katakan adalah kebenaran.
Mereka bisa dengan sangat meyakinkan berkata, “Saya mau mengatakan sesuatu kepadamu.
Kalau engkau menginvestasikan uangmu dalam hal ini, engkau akan mendapatkan
uang sangat banyak. Kalau engkau menginvestasikan satu juta dolar, itu akan
kembali modal dan engkau akan mendapatkan sepuluh juta dolar dalam beberapa
tahun saja. Ini adalah investasi yang luar biasa. Apakah engkau meu menginvestasi?”
Mereka yang belum dilahirkan kembali selalu melakukan dusta dengan lidah mereka.
Ketika Iblis mengucapkan dusta, ia berdusta dari
dirinya sendiri. Seorang pengkhotbah yang belum dilahirkan kembali selalu mengatakan
dusta. Ia mengklaim bahwa seseorang bisa kaya kalau memberikan perpuluhan dalam
jumlah besar. Apakah ada di dalam Alkitab yang mengatakan bahwa seseorang bisa
menjadi kaya kalau ia menjadi penatua? Lalu mengapa orang-orang berusaha untuk
menjadi penatua? Mereka berusaha untuk menjadi penatua karena mereka didorong
untuk percaya bahwa kalau mereka menjadi penatua, Jahweh akan memberikan kepada
mereka berkat-berkat duniawi. Mereka terkena tipu daya karena mereka percaya
bahwa mereka bisa memiliki anugerah kekayaan kalau mereka menjadi penatua. Mereka
terjebak dalam jerat tipu daya.
Pernahkah anda menjadi penatua karena terjebak
tipu daya itu? Banyak orang yang hidup seperti pengemis setelah menjadi penatua.
Saya mengenal beberapa di antara mereka di sekitar saya. Nabi-nabi palsu yang
tidak dilahirkan kembali menunjuk orang-orang kaya menjadi penatua gereja mereka.
Mengapa? Karena mereka ingin agar penatua itu memberikan sumbangan yang besar
kepada gereja mereka. Kadangkala mereka menunjuk orang-orang yang tidak memiliki
uang sebagai penatua karena mereka ingin menjadikan mereka pengikut yang buta.
Yang dikatakan banyak orang, “Seseorang akan diberkati
dengan kekayaan kalau ia menjadi penatua,” adalah dusta. Tidak ada disebutkan
tentang hal itu di dalam Alkitab. Alkitab mengatakan bahwa hamba Jahweh justru
akan dianiaya dan bukannya mendapatkan anugerah kekayaan. Tuhan mengatakan,
“Tetapi carilah dahulu kerajaan Jahweh dan kebenaranNya, dan semuanya itu
akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).
“Bibir mereka mengandung bisa,” kata Alkitab.
Manusia memang sungguh-sungguh memiliki bisa. Apa yang dikatakan oleh mereka
yang belum dilahirkan kembali kepada orang percaya? Mereka mengutuki orang percaya
dan perkataan mereka seperti bisa. Alkitab mengatakan, “kaki mereka cepat
untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan
mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Jahweh tidak ada
pada orang itu.”
Apakah tujuan hukum Taurat?
Perkataan, “Seperti ada tertulis,” berarti
bahwa hal itu adalah kutipan dari Perjanjian Lama. Rasul Paulus mengutip dari
Perjanjian Lama beberapa kali. Ia mengatakan, “kaki mereka cepat untuk menumpahkan
darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan
damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Jahweh tidak ada pada orang itu.”
Saya merasa kasihan dengan mereka yang akan masuk neraka tanpa mengetahui
cara untuk dilahirkan kembali.
Roma 3:19 mengatakan, “Tetapi kita tahu, bahwa
segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang
hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia
jatuh ke bawah hukuman Jahweh.” Jahweh menyatakan murkaNya sesuai dengan
hukum Taurat. Alasan Paulus mengatakan, “segala sesuatu yang tercantum dalam
Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat” adalah
karena Jahweh memberikan hukum Taurat kepada mereka yang tidak dilahirkan kembali,
yang tidak mengenal apa itu dosa dan yang tidak menganggap dosa sebagai dosa,
untuk memberikan penerangan kepada orang-orang berdosa, yang tidak bisa mentaati
hukum Taurat, dalam keberadaan mereka yang sesungguhnya. Jahweh tidak memberikan
hukum Taurat kepada kita supaya kita mentaatinya. Ia memberikan hukum Taurat
kepada kita melalui Musa untuk memberikan pengetahuan kepada kita mengenai dosa-dosa
kita. Ia tidak memberikannya kepada kita supaya kita mentaatinya. Hukum Jahweh
memiliki fungsi mengajarkan kepada kita betapa berdosanya kita.
Tidak ada seorangpun dibenarkan karena perbuatan hukum Taurat
Roma 3:20 mengatakan, “Sebab tidak seorang
pun yang dapat dibenarkan di hadapan Jahweh oleh karena melakukan hukum Taurat,
karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Orang Kristen yang
dilahirkan kembali tahu bahwa tidak ada manusia yang akan dibenarkan karena
perbuatan hukum Taurat. Rasul Paulus dan semua hamba Jahweh mengatakan, “Tidak
ada orang yang akan dibenarkan karena hukum Taurat.” Tidak ada seorangpun yang
mentaati hukum Taurat dan yang akan tetap mentaatinya di masa yang akan datang.
Karena itu, kita harus mengakui bahwa kita tidak akan pernah bisa dibenarkan
karena perbuatan hukum Taurat. Perbuatan kita tidak akan bisa menjadikan kita
orang benar.
Rasul Paulus mengetahui dan percaya kepada hal
ini. Bisakah kita dibenarkan karena melakukan hukum Taurat? Dapatkan hukum Taurat
membenarkan kita? Kalau anda membaca Kitab Suci, apakah anda pikir benar untuk
percaya bahwa daging kita berubah untuk menjadi benar dan masuk ke dalam Kerajaan
Surga dengan melakukan perbuatan baik setelah percaya kepada Jahshua? Tidak,
itu tidak benar. Itu dusta. Kenyataan yang mengatakan bahwa seseorang bisa masuk
Kerajaan Jahweh dengan cara bertahap menjadi orang benar adalah dusta. Semua
manusia yang tidak dilahirkan kembali berada di bawah hukum Taurat karena mereka
merasa harus mentaati firman Jahweh dengan perbuatan mereka. Hal itu membuat
mereka berusaha untuk mentaati hukum Taurat dan beroda meminta pengampunan setiap
hari. Itu karena mereka memang sejak awal salah paham. Hukum Taurat memberikan
kepada kita pengenalan akan dosa. Usaha orang-orang berdosa untuk mentaati hukum
Taurat adalah karena ketidaktahuan mereka dan karena pemikiran mereka sendiri,
yang bertentangan dengan keselamatan kebenaran dan berasal dari daging mereka
sendiri. Itu adalah iman yang salah arah.
Doktrin Pengudusan, yang mengatakan bahwa kita
secara bertahap diubahkan untuk menjadi orang benar, juga bisa ditemukan dalam
agama sekuler lainnya di dunia. Agama Budha memiliki doktrin yang mirip, doktrin
Nirwana sama seperti doktrin Kristen tentang pengudusan bertahap. Banyak orang
mengatakan bahwa daging mereka bisa menjadi semakin kudus dan mereka suatu saat
nanti bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Tetapi yang benar adalah bahwa Tuhan
menguduskan roh kita sekali untuk selamanya.
Bahkan orang-orang benar tidak bisa dikuduskan
oleh daging. Mereka yang tidak memiliki Roh Kudus tidak bisa menjadi kudus.
Semakin mereka berusaha untuk melakukan kebaikan, semakin mereka menjadi orang
berdosa. Hal itu karena mereka memiliki dosa di dalam hati mereka. Sesuatu yang
kotor seringkali keluar dari diri mereka dan membuat diri mereka kotor, betapapun
kerasnya mereka berusaha untuk membersihkan diri mereka dari luarnya, karena
mereka memang penuh dengan dosa di dalam batin mereka. Inilah keberadaan yang
sesungguhnya dari orang berdosa.
Keberadaan yang demikian bertentangan dengan mereka
yang sudah menerima pengampunan dosa. Mereka bisa menjalani kehidupan yang bersih
meskipun mereka tidak bisa tidak melakukan dosa dengan daging mereka. Orang-orang
berdosa yang lahir dalam keadaan tercemar dosa menyebarkan dosa sepanjang kehidupan
mereka karena dosa keluar dari kehidupan mereka tanpa mereka kehendaki. Mereka
tidak memiliki pilihan selain harus mendapat suntikan penyembuh yang bisa menghapuskan
dosa mereka sekali untuk selamanya. Suntikan itu adalah Injil kebenaran Jahweh.
Mereka bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka dengan mendengarkan firman pengampunan
dosa. Saya ingin anda mendengar firman kelahiran kembali dan menerima pengampunan
dosa.
Siapa yang bisa sepenuhnya hidup oleh hukum Taurat?
Siapa yang bisa dengan sempurna hidup menurut hukum Taurat meskipun ia sudah
dilahirkan kembali? Tidak ada. Dalam surat Roma, ada tertulis, “Justru oleh
hukum Taurat orang mengenal dosa.” Begitu sederhana. Adam dan Hawa terkena
tipu daya Iblis ketika mereka belum berdosa dan kemudian terjual kepada dosa.
Dosa itu kemudian diturunkan kepada anak cucu mereka yang tidak mengenal firman
Jahweh. Mereka tidak tahu bahwa mereka dilahirkan sebagai orang berdosa meskipun
mereka mewarisi dosa.
Setelah jaman Abraham dan Yakub, bangsa Israel
lupa mengenai iman dan keberadaan dosa mereka meskipun nenek leluhur Abraham
dibenarkan karena iman. Karena itu Jahweh memberikan hukum Taurat kepada mereka
supaya mereka bisa memiliki pengetahuan akan dosa dan Ia ingin agar mereka menerima
pengampunan dosa dengan percaya kepada janjiNya. Apakah anda percaya kepada
hal ini?
Tetapi sekarang kebenaran Jahweh tanpa hukum Taurat dinyatakan
Roma 3:21 mengatakan, “Tetapi sekarang, tanpa
hukum Taurat kebenaran Jahweh telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam
Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi.” Rasul Paulus mengatakan bahwa kebenaran
Jahweh, tanpa hukum Taurat, telah dinyatakan. “Seperti yang disaksikan dalam
Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,” menunjuk kepada Perjanjian Lama.
Injil air dan Roh adalah kebenaran Jahweh, yang dinyatakan melalui sistem korban.
Injil menyatakan kebenaran yang membawa kita untuk menerima pengampunan dosa
melalui korban penghapus dosa.
Roma 3:22 mengatakan, “yaitu kebenaran Jahweh
karena iman dalam Jahshua Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak
ada perbedaan.” Iman kita adalah di dalam hati kita. Yang memimpin kita
dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan adalah Jahshua
Kristus. Ibrani 12:2 mengatakan, “memandang kepada Jahshua, yang memimpin
kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” Yang
memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan
adalah Jahshua dan kit percaya kepada firman yang sejati, yang adalah Jahweh.
Kita harus mengenal dan percaya kepada firman kebenaran Alkitab dari hamba-hamba
Tuhan yang dilahirkan kembali untuk bisa diselamatkan dari dosa dan hidup oleh
iman. Kita harus percaya kepada Jahshua dengan hati kita.
Jahweh mengatakan, “Yaitu kebenaran Jahweh
karena iman dalam Jahshua Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak
ada perbedaan.” Karena itu, kita menjadi orang-orang benar dengan percaya
kepada firman yang sejati dengan hati kita dan memiliki peneguhan keselamatan
yang sempurna dengan mengakuinya dengan mulut kita. Kita tidak bisa diselamatkan
dengan perbuatan kita sendiri, tetapi oleh iman. Kita bersyukur hanya kepada
Tuhan dan gereja Jahweh.
Apakah anda sekarang sedang terikat oleh perbuatan
anda meskipun segala dosa anda sudah dihapuskan? Anda adalah orang-orang benar
meski daging anda lemah kalau anda percaya kepada Jahweh dengan hati anda. Roh
Kudus menyaksikan firman Jahweh di dalam hati anda dan berkata, “Engkau orang
benar,” karena Ia membawa kita untuk mengerti fieman yang sejati ketika kita
mendengar firman itu. Apakah anda diselamatkan oleh iman setelah anda mendengar
firman Jahweh?
“Yaitu kebenaran Jahweh karena iman dalam Jahshua
Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.” Siapa
saja yang mengenal dan percaya kepada firman Jahweh, yang adalah kebenaran,
bisa diselamatkan dari segala dosanya.
Jahshua menghapus segala dosa dari permulaan sampai akhir dunia
Roma 3:23-25 mengatakan, “Karena semua orang
telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Jahweh, dan oleh kasih karunia
telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Jahshua. Kristus
Jahshua telah ditentukan Jahweh menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam
darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan
dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”
Alkitab mengatakan bahwa semua sudah berbuat dosa
dan kehilangan kemuliaan Jahweh. Kita menerima pengampunan dosa dan menjadi
orang benar secara cuma-cuma karena anugerah dan kasihNya sementara orang-orang
berdosa akan masuk neraka. Kita mencapai kemuliaan Jahweh dan kemudian dibenarkan.
Jahweh menentukan Jahshua untuk menjadi pendamaian dengan darahNya melalui iman.
Ayat 25 dan 26 mengatakan, “Kristus Jahshua
telah ditentukan Jahweh menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya.
Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan
dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya. MaksudNya ialah
untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan
juga membenarkan orang yang percaya kepada Jahshua.” Di sini, perkataan,
“ditentukan,” artinya bahwa Jahweh mengutus AnakNya Jahshua untuk menjadi
pendamaian untuk pengampunan dosa bagi seluruh alam semesta.
Jahshua menanggung dosa dunia ini melalui baptisanNya.
Jahshua adalah Alfa dan Omega. Mari kita berpikir mengenai awal dan akhir dunia
ini. Jahweh membebaskan kita dengan iman yang menghapus dosa kita sejak awal
sampai akhir jaman. Jahweh menjadikan Jahshua sebagai pendamaian melalui iman
kepada kebenaran. Baru setelah saya percaya kepada Injil, saya menyadari arti
firman ini, “Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah
membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya.”
Segala dosa kita dihapuskan ketika kita percaya
kepada firman yang mengatakan bahwa Jahshua menghapus dosa kita dengan baptisan
dan darahNya. Kita menerima pengampunan dosa sekali untuk selamanya, tetapi
daging kita tetap melakukan dosa. Daging kita tetap melakukan dosa karena kelemahan
kita. Namun, Alkitab mengatakan, “Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah
terjadi dahulu.” Dosa-dosa yang dilakukan daging bahkan di masa sekarang
dan masa yang akan datang termasuk dalam dosa-dosa yang terjadi dahulu kalau
dilihat dari sudut pandang Jahweh.
Mengapa? Jahweh membuat baptisan Jahshua sebagai
titik awal yang paling utama untuk keselamatan kita. Karena itu, dosa-dosa daging
masa kini kita adalah dosa-dosa yang terjadi dahulu, dalam pandangan Jahweh,
karena pengampunan dosa sudah digenapkan oleh Jahshua Kristus sekali untuk selamanya.
Dosa-dosa sekarang adalah dosa-dosa yang juga sudah dihapuskan. Firman, “Ia
telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu,” berarti bahwa “Ia
sudah membayarkan upah dosa yang ada di seluruh dunia.” Segala dosa dunia sudah
diampuni melalui baptisan dan salib Jahshua.
Karena itu, Jahweh sudah menanggung segala dosa
yang dilakukan sejak awal sampai akhir dunia. Karena itu segala dosa dianggap
sebagai dosa yang dilakukan dahulu di dalam pandangan Jahweh. Manusia di dalam
dunia melakukan dosa yang sudah dihapuskan oleh Anak Jahweh. Jahshua sudah menghapus
dosa yang akan dilakukan pada tahun 2002 sekitar 2.000 tahun yang lalu. Apakah
anda mengerti akan hal ini?
Jahweh sudah menanggung segala dosa dunia, termasuk
dosa-dosa anda dan saya. Apakah anda bisa mengerti apa maksud hal ini? Anda
mungkin bingung ketika anda mengabarkan Injil kepada orang lain kalau anda sendiri
tidak mengerti. Firman, “Jahweh telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi
dahulu” berarti bahwa Jahweh membiarkan segala dosa karena Ia telah menghapuskan
semuanya sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dosa-dosa semua manusia sudah dihakimi
karena Jahshua dibaptiskan di sungai Yordan dan disalibkan. Jahweh menanggung
segala dosa karena Jahshua sudah diutus ke dalam dunia dan secara sempurna membenarkan
semua manusia sekali untuk selamanya. Karena itu, Jahweh tidak menuntut semua
dosa-dosa yang dilakukan oleh semua manusia di dalam dunia dan yang sudah dihapuskan
olehNya, tetapi karena ketidakpercayaan mereka kepada baptisan dan salib Jahshua.
Apakah anda memahami apa yang dimaksud oleh Rasul
Paulus? Hal itu sangat penting bagi kita yang diselamatkan. Mereka yang belum
dilahirkan kembali akan masuk neraka karena mereka mengabaikannya. Kita harus
mendengar dan memiliki pengetahuan yang benar mengenai firman. Hal itu akan
sangat menolong untuk iman anda dan pengabaran Injil anda kepada orang lain.
Apa dasarnya untuk bermegah?
Alkitab mengatakan, “Hal ini dibuatNya untuk
menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi
dahulu pada masa kesabaranNya.” Jahweh mengajarkan kepada kita bahwa dosa-dosa
yang telah terjadi dahulu sudah dihapuskan karena Jahweh mengutus Jahshua untuk
menjadi pendamaian. Karena itu, kita menjadi orang berdosa karena iman.
Ayat 26 mengatakan, “MaksudNya ialah untuk
menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga
membenarkan orang yang percaya kepada Jahshua.” “Pada masa ini” Jahweh memberikan
kepada dunia ini kehidupan kekal sehingga dunia tidak akan pernah binasa. Pada
masa ini, Jahweh mengutus Jahshua Kristus untuk menunjukkan kebenaranNya dan
menggenapi apa yang dijanjikanNya. Tuhan menunjukkan kebenaranNya. Jahweh mengutus
Anak TunggalNya dan mengijinkan Dia dibaptiskan dan disalibkan untuk menunjukkan
kasihNya kepada kita melalui keselamatan kebenaran.
Tuhan datang kepada orang-orang berdosa sebagai
Juruselamat mereka, “MaksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa
ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada
Jahshua.” Jahweh adalah adil dan Ia menghapuskan dosa-dosa dunia sekali
untuk selamanya. Kita percaya kepada Jahshua di dalam hati kita, sehingga kita
tidak memiliki dosa. Mereka yang percaya kepada Jahshua secara sungguh-sungguh
menjadi tidak berdosa karena Ia membasuh segala dosa itu dan bahkan menyelamatkan
mereka dari dosa-dosa masa depan mereka. Percaya kepada apa yang dilakukan Jahshua
dengan sepenuh hati kita akan menyelamatkan kita. Perbuatan kita tidak diperhitungkan,
bahkan sekalipun hanya 0,1%, dalam iman kepada keselamatanNya.
Roma 3:27-31 mengatakan, “Jika demikian, apakah
dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan?
Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan
karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. Atau adakah Jahweh
hanya Jahweh orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Jahweh bangsa-bangsa
lain? Ya, benar. Ia juga adalah Jahweh bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada
satu Jahweh, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun
orang-orang tak bersunat juga karena iman. Jika demikian, adakah kami membatalkan
hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”
Perkataan, “Kami meneguhkannya” berarti
bahwa kita tidak bisa diselamatkan karena perbuatan-perbuatan kita. Kita tidak
sempurna dan lemah dan harus masuk neraka karena hukum Taurat. Namun, firman
Jahweh menjadikan kita sebagai orang benar dan sempurna karena kita diselamatkan
oleh firmanNya. Tuhan mengatakan kepada kita bahwa daging kita masih tidak sempurna
bahkan setelah kita diselamatkan dari dosa, tetapi Ia secara sempurna membebaskan
kita dari segala dosa kita. Kita bisa mendekat kepada Jahweh dengan percaya
kepada bahwa Jahshua menyelamatkan kita.
“Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah?
Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan
iman.” Kita harus mengenal hukum yang ditetapkan Jahweh dan bahwa hukum
itu adalah kekekalan di dalam kerajaanNya. “Berdasarkan apa? Berdasarkan
perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman,” kata Jahweh. Apakah anda
bisa menangkap hal ini? Jahweh menyelamatkan kita dari segala dosa dunia. Kita
diselamatkan ketika kita percaya sesuai dengan kebenaran. Kita harus mengingat
bahwa perbuatan kita sesuai hukum Taurat tidak akan bisa menyelamatkan kita.
Jahweh berbicara mengenai hukum iman melalui Rasul
Paulus dalam surat Roma pasal 3. Jahweh berkata, “Dapatkah ketidaksetiaan
itu membatalkan kesetiaan Jahweh?” (Roma 3:3). Orang percaya akan berdiri
kokoh di dalam iman, tetapi orang yang tidak percaya akan runtuh. Mereka yang
tidak memiliki iman yang lengkap di dalam Injil kebenaran akan masuk neraka,
meskipun mereka merasa bahwa mereka percaya kepada Jahshua.
Jahweh secara sempurna menyelamatkan kita dari segala dosa
Jahweh menetapkan hukum Jahweh bahwa mereka yang
percaya kepada pemikirannya sendiri akan tersandung oleh hukum iman. Surat Roma
pasal 3 berbicara mengenai hukum iman. Kita diselamatkan oleh percaya kepada
firman kebenaran. Kita mewarisi Kerajaan Surga dan memiliki damai oleh iman.
Orang yang tidak percaya tidak bisa memiliki damai. Bahkan, mereka akan masuk
neraka. Apakah alasannya? Yang pertama, karena mereka dihakimi berdasarkan hukum
kebenaran Jahweh karena mereka tidak menerima firman kebenaran Jahweh. Keselamatan
datang dari kasih Jahweh dan kita diselamatkan karena mengenal kebenaran dan
karena percaya kepada apa yang dilakukan Tuhan dengan hati kita. Apa anda mengerti?
| Ingin
tahu lebih banyak tentang kitab surat Roma?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
tentang kitab surat Roma. |
|
 |
 |
Saya memuji Tuhan yang memberikan
kepada kita iman dan gerejaNya di bumi ini. Saya bersyukur kepada
Tuhan yang memberikan kepada kita kebenaran, iman dan firman, yang
dimiliki Rasul Paulus, dan yang menyatakan rahasia pengampunan dosa
kepada gerejaNya. Saya memuji Dia dari lubuk hati saya.
Kita bersyukur kepada Tuhan karena Ia menyelamatkan
kita melalui baptisan dan kematianNya di kayu Salib. Kita tidak memiliki pilihan
lain selain masuk neraka tanpa iman ini dan gerejaNya. Kita pada dasarnya adalah
orang-orang berdosa, yang tidak bisa diselamatkan begitu saja, tetapi kita percaya
kepada kebenaran dengan sepenuh hati kita. Kita menjadi anak-anakNya yang percaya
kepada kebenaran dengan hati kita dan menyatakan keselamatan itu dengan pengakuan
mulut kita (Roma 10:10)
Kembali ke Daftar
|