Copyright © 2001 - 2014The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.


 

Memandang Kepada Jahshua Yang Duduk di Tahta Jahweh


< Wahyu 4:1-11 >

“Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyalaNyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Jahweh. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam:

‘Kudus, kudus,

kuduslah Tuhan Jahweh, Yang Mahakuasa,

yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.’

Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

‘Ya Tuhan dan Jahweh kami,

Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa;

sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;

dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.’”



Eksegese

Ayat 1: “Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”

Pintu gerbang Surga sudah ditutup sebelumnya. Tetapi pintu itu terbuka ketika Jahshua melepaskan orang-orang berdosa dari kesalahan mereka dengan datang ke dunia ini, dibaptiskan oleh Yohanes, mati di kayu Salib, dan bangkit lagi dari kematian. Melalui malaikat-malaikatNya, Jahweh menyatakan kepada rasul Yohanes apa yang akan terjadi di dunia ini pada akhir jaman.


Ayat 2: “Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.”

Melalui pintu yang terbuka itu, Yohanes melihat ada tahta terdiri di Surga, dan bahwa di tahta itu duduk Seorang yang tidak lain adalah Jahshua Kristus. Di sekitar tahta itu ada duapuluh empat makhluk, 24 tua-tua, dan ketujuh Roh Jahweh.

Tuhan menerima tahta Jahweh dari Bapa setelah penggenapan karyaNya dalam menyelamatkan orang-orang berdosa dari segala dosa dunia. Ketika ada di bumi ini, Tuhan menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya dengan menerima baptisan dari Yohanes Pembaptis, dan membebaskan semua orang berdosa dari kesalahan mereka dengan mati di kayu Salib dan bangkit kembali dari kematian. Inilah sebabnya Jahweh Bapa memberikan tahta di Surga ini untuk AnakNya.

Ada kecenderungan untuk memandang Jahshua dalam lingkup yang sangat terbatas, mengakui Dia sebagai Anak Jahweh, tetapi tidak lebih dari itu. Tetapi Jahshua Kristus sekarang ini duduk di tahta Jahweh sebagai Raja yang berdaulat yang memerintah atas Surga.

Ini tidak berarti, tentu saja, bahwa Jahshua merebut tahta dari Bapa. tahta Jahweh Bapa masih ada di sana. Ia membiarkan ada tahta lain di Surga bagi AnakNya, memahkotai Dia sebagai Raja Surga dan menetapkan Dia sebagai Hakim atas semua yang melawan Jahweh. Bapa mengangkat Jahshua Kristus tinggi mengatasi segala sesuatu di Surga dan di bumi sebagai Jahweh. Jahshua Kristus saat iniadalah Jahweh, setara dengan Bapa. Karena itu kita harus memuji dan menyembah Jahshua, yang adalah Juruselamat dan Jahweh kita.


Ayat 3: “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.”

Ayat ini menjelaskan kemuliaan Jahweh duduk di tahta yang baru.


Ayat 4: “Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.”

Di sekeliling tahta Jahshua Kristus Jahweh kita duduk para pelayanNya. Dikatakan di sini bahwa tahta Jahweh dikelilingi oleh 24 tahta yang lain lagi, dan di tahta-tahta itu duduk 24 tua-tua dengan mahkota emas di kepala mereka. Berkat yang sangat besar dari Jahweh bahwa tua-tua itu diijinkan untuk duduk di 24 tahta yang ada. Mereka adalah tua-tua yang, ketika di dunia ini, bekerja dan menjadi martir bagi Kerajaan Tuhan. Firman ini mengatakan bahwa Kerajaan Surga sekarang ini menjadi Kerajaan Tuhan Jahweh kita, yang ada sampai selamanya di bawah pemerintahanNya.


Ayat 5: “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyalaNyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Jahweh.”

Jahweh adalah Dia yang menciptakan dan menguasa semua roh.


Ayat 6: “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.”

Keempat makhluk itu,sama seperti 24 tua-tua, juga para pelayan Kerajaan Jahweh. Mereka senantiasa mencari kehendak Jahweh dan memuji kekudusan serta kemuliaanNya. Dan mereka adalah yang melakukan kehendak Jahweh dengan penuh ketaatan.


Ayat 7: “Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.”

Keempat makhluk itu adalah para pelayan Jahweh yang masing-masing melakukan tugas yang berbeda yang diberikan kepada mereka, yang kemudian dengan setia melayani segala kehendakNya.


Ayat 8: “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: ‘Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Jahweh, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang!’”

Sama seperti Jahweh tidak pernah tertidur, keempat makhluk itu juga senantiasa berjaga di sisiNya, dengan tidak berhenti-hentinya memuji Dia atas kemuliaan dan kekudusanNya. Mereka memuji kesucian Jahweh yang menjadi Anak Domba dan kuasaNya yang ajaib. Mereka memuji Jahweh sebagai Dia yang sudah ada, yang ada, dan yang akan datang. Dia yang mereka puji itu adalah Jahweh Bapa dan Jahshua Kristus, yang juga adalah Jahweh.


Ayat 9: “Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,”

Para pelayan Jahweh dengan demikian memberikan puji-pujian, hormat, dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di tahta itu sampai selama-lamanya.


Ayat 10: “Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:”

Ketika keempat makhluk itu memuji Jahweh, para tua-tua yang duduk di 24 tahta juga melemparkan mahkotanya di hadapan Jahweh dan memuji Dia, “Engkau layak, O Tuhan, untuk menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.


Ayat 11: “Ya Tuhan dan Jahweh kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendakMu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Pujian yang diberikan oleh 24 tua-tua itu kepada Jahweh berasal dari iman mereka bahwa Jahweh layak menerima semua puji-pujian, hormat, dan kuasa, karena Ia yang menciptakan semuanya dan semuanya ada karena Dia.


Copyright © 2001 - 2014The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.