|
Siapakah Dua Pohon Zaitun dan
Dua Orang Nabi?
< Wahyu 11:1-19 >
“Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh,
seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah
dan ukurlah Bait Suci Jahweh dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.
Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau
mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka
akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.” Dan Aku akan
memberi tugas kepada dua saksiKu, supaya mereka bernubuat sambil berkabung,
seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan
kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada
orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan
semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka
orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya
jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas
segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala
jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya. Dan apabila mereka telah
menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut,
akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Dan mayat mereka
akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom
dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala
bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari
lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan. Dan
mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan
berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan
bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tiga setengah hari kemudian masuklah
roh kehidupan dari Jahweh ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua
orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar
suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: “Naiklah ke mari!”
Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh
mereka. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan sepersepuluh bagian
dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang
lain sangat ketakutan, lalu memuliakan Jahweh yang di sorga. Celaka yang kedua
sudah lewat: lihatlah, celaka yang ketiga segera menyusul. Lalu malaikat yang
ketujuh meniup sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam
sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang
diurapiNya, Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” Dan kedua
puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan Jahweh di atas takhta mereka, tersungkur
dan menyembah Jahweh, sambil berkata:
“Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan, Jahweh,
Yang Mahakuasa,
yang ada dan yang sudah ada,
karena Engkau telah memangku kuasaMu yang besar
dan telah mulai memerintah sebagai raja
dan semua bangsa telah marah,
tetapi amarahMu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi
dan untuk memberi upah kepada hamba-hambaMu, nabi-nabi dan orang-orang kudus
dan kepada mereka yang takut akan namaMu,
kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar
dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.”
Maka terbukalah Bait Suci Jahweh yang di sorga,
dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat
dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.”
Firman di dalam Kitab Wahyu 11 sangat penting
bagi kita, sebagaimana di dalam semua firman Jahweh. Untuk membinasakan dunia
ini, ada karya yang sangat penting yang harus dilakukan Jahweh terlebih dahulu.
Hal itu adalah untuk menuai dari antara bangsa Israel untuk yang terakhir kalinya.
Jahweh juga memiliki pekerjaan yang lain bagi bangsa Israel maupun bangsa-bangsa
lain, dan itu adalah untuk membuat mereka terlibat di dalam kebangkitan yang
pertama dan pengangkatan dengan cara menjadi martir.
Karena Alkitab menyediakan gambaran yang menyeluruh
mengenai issu ini, kita perlu mengetahui bagaimana keselamatan Jahweh dari pengampunan
dosa digenapi di dalam Perjanjian Baru. Alkitab mengatakan kepada kita tentang
pokok ini karena kalau kita tidak menyelidikinya secara seksama, kita akan menjadi
bingung tentang orang-orang kudus, para hamba Jahweh, dan bangsa Israel yang
kita lihat di dalam Kitab Wahyu.
Eksegese
Ayat 1: Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang
buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah
dan ukurlah Bait Suci Jahweh dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.”
Di sini dikatakan bahwa karya penyelamatan bangsa
Israel dari dosa oleh anugerah Jahweh sudah ditentukan untuk dimulai. “Ukurlah”
di sini berarti bahwa Jahweh akan secara pribadi turun tangan untuk menyelamatkan
bangsa Israel dari ddd mereka di akhir jaman.
Di dalam bagian utama pasal 11, kita haru menempatkan
fokus kepada keselamatan bangsa Israel dari dosa. Firman ini mengatakan bahwa
Injil air dan Roh akan diberitakan di antara orang-orang Israel sejak saat itu,
yang menandakan dimulainya karya Jahweh yang akan menjadikan bangsa Israel sebagai
umat Jahweh diselamatkan dari dosa mereka melalui anugerah keselamatan yang
diberikan oleh Jahshua Kristus. Jahweh menuliskan di dalam Wahyu 11 juga memberikan
pengampunan dosa dariNya kepada bangsa Israel di akhir jaman. “Mengukur” di
dalam ayat 1 dan 2 juga berarti menetapkan standar bagi segala sesuatu. Tujuan
Jahweh di dalam mengukur BaitNya adalah untuk mengetahui, sesudah merencanakan
untuk menyelamatkan bangsa Israel, apakah hati mereka siap untuk menerima keselamatan
mereka. Dan kalau hati mereka belum siap, maka harus disiapkan, sehingga hati
mereka bisa diluruskan.
Ayat 2: “Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci
yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan
kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh
dua bulan lamanya.”
Jahweh memberikan kepada Iblis kuasa untuk menginjak-injak
bangsa-bangsa lain selama tiga setengah tahun. Karena itu, bangsa-bangsa lain
harus menerima ke dalam hati mereka Injil air dan Roh, Firman penebusan, secepat
mungkin di dalam masa tiga setengah tahun pertama dari tujuh tahun Masa Kesengsaraan
Besar. Sejarah dunia akan berakhir ketika Masa Kesengsaraan Besar mencapai titik
tengahnya dan masuk ke dalam setengah masa yang kedua. Dengan segera, akan datang
saatnya dengan cepat ketika semua bangsa-bangsa lain, dan juga orang-orang kudus
yang sudah diselamatkan dari dosa mereka diinjak-injak oleh Iblis.
Bangsa-bangsa lain dengan itu harus menerima pengampunan
dosa mereka dan mempersiapkan iman kemartran merea sebelum masa tiga setengah
tahun pertama dan Kesengsaraan itu melewati mereka. Pada saat ini, bangsa Israel
jugaakan menderita di bawah Kesengsaraan yang menakutkan selama masa tiga setengah
tahun yang pertama. Tetapi mereka kemudian juga akan menerima kenyataan bahwa
Jahshua adalah Juruselamat mereka pada saat ini. Pada akhirnya, bangsa Israel
akan menerima keselamatan mereka dari segala dosa mereka selama masa tiga setengah
tahun pertama dari Masa Kesengsaraan Besar. Kita harus menyadari bahwa Jahweh
akan mengijinkan adanya pengampunan dosa bagi bangsa Israel bahkan selama Masa
Kesengsaraan Besar ini.
Ayat 3: “Dan Aku akan memberi tugas kepada
dua saksiKu, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam
puluh hari lamanya.”
Jahweh secara khusus akan membangkitkan dua orang
saksi sebagaihamba-hambaNya bagi bangsa Israel. Kedua orang nabi yang akan dibangkitkan
Jahweh bagi bangsa Israel diberi kuasa dua kali lipat dibandingkan dengan emua
nabi yang dahulu, dan melalui perkataan kesaksian mereka, jaakan mulai bekerja
di antara bangsa Israel sehingga mereka bisa menerima Jahshua Kristus sebagai
Juruselamat mereka. Melalui pekerjaan kedua nabi itu, banyak orang Israel akan
menjadi orang-orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali sebagai umat Jahweh.
Dengan adanya dua nabi itu, yang akan diutus Jahweh
pada masa akhirjaman untuk menyelamatkan bangsa Israel dari dosa-dosa mereka,
melakukan mujizatMujizat dan keajaiban, Ia akan membuat bangsa Israel, yang
kemudian akan dipimpin oleh kedua nabi itu, kembali kepada Kristus dan percaya
kepadaNya sebagai Juruselamat mereka. Kedua nabi itu kemudian akan memberi makan
firman Jahweh kepada bangsa Israel selama 1.260 hari sepanjang tiga setengah
tahun pertama dari Masa Kesengsaraan Besar. Dengan memberikan Injil air dan
Roh kepada bangsa Israel dan membuat mereka mempercayainya,jaakan mengijinkan
mereka memiliki keselamatan yang sama yang sudah menyelamatkan bangsa-bangsa
lain di masa Perjanjian Baru dari segala dosa mereka melalui iman.
Ayat 4: Mereka adalah kedua pohon zaitun dan
kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam
“Kedua pohon zaitun” di sini menunjuk kepada kedua
nabi Jahweh (Wahyu 11:10). “kedua kaki dian,” di lain pihak, menunjuk kepada
Gereja Jahweh yang didirikanNya di antara bangsa-bangsa lain, dan Gereja yang
Ia ijinkan bagi bangsa Israel. Jahweh sudah membangun GerejaNya di antara orang-orang
Yahudi dan juga bangsa-bangsa lain, dan Ia akan terus melanjutkan karyaNya menyelamatkan
jiwa-jiwa dari dosa sampai kepada hari yang terakhir.
Dengan “kedua pohon zaitun” dan “kedua kaki dian,”
Jahweh mengatakan kepada kita bahwa sama seperti Ia sudah membangkitkan nabi-nabiNya
di dalam Perjanjian Lama untuk menyelamatkan bangsa Israel dari dosa-dosa mereka
dan sudah berkarya melalui mabi-mabi itu dengan berbicara kepada mereka, ketika
akhir jaman tiba, Ia juga akan membangkitkan dari antara bangsa Israel dua orang
nabi yang akan memberitakan firmanNya, dan memimpin bangsa Israel kepada Jahshua
melalui kedua nabi itu.
Bangsa Israel sudah gagal untuk menerima dengan
serius para hamba Jahweh yang berasal dari bangsa-bangsa lain, dan mereka tidak
mau mendengar apa yang dikatakan para hamba Jahweh ini kepada mereka. Karena
mereka mengetahui segala sesuatu tentang tata cara pengorbanan dan nubuat di
dalam Perjanjian Lama, di masa akhir jaman nabi-nabi Jahweh perlu dibangkitkan
dari antara bangsa mereka sendiri yaitu bangsa Israel. Bangsa Israel begitu
memahami ayat-ayat di dalam Alkitab sehingga mereka bisa menyebutkan keseluruhan
isi Taurat walaupun mereka sedang berlari. Inilah sebabnya mereka tidak pernah
percaya kepada apa yang dikatakan para hamba Jahweh dari bangsa-bangsa lain
kepada mereka.
Tetapi para hamba Jahweh, yang mendengar Injil
air dan Roh yang anda dan saya beritakan saat ini, akan dibangkitkan dari antara
bangsa mereka sendiri. Ketika orang-orang yang percaya kepada Injil air dan
Roh bangkit dari antara mereka sendiri, dan kemudian dari antara mereka bangkit
dua orang nabi yang akan ditetapkan oleh Jahweh yang akan menjelaskan serta
memberitakan firman Jahweh kepada mereka, hanya saat itulah bangsa Israel akan
bisa menjadi percaya.
Bangsa Israel akan mengetahui bahwa kedua saksi
itu adalah nabi-nabi yang dibangkitkan oleh Jahweh sendiri untuk menyelamatkan
mereka dari dosa-dosa mereka di akhir jaman. Nabi-nabi itu akan menunjukkan
kuasa mereka yang luar biasa, sama seperti para hamba Jahweh di masa Perjanjian
Lama, yang sangat dikenal dan dipercayai oleh bangsa Israel, melakukannya sebelumnya.
Bangsa Israel kemudian akan melihat dengan mata mereka sendiri keajaiban kuasa
yang akan sungguh-sungguh ditunjukkan oleh kedua orang saksi itu. Dari sini,
bangsa Israel akan kembali kepada Jahshua Kristus dan percaya kepada Tuhan.
Ketika mereka mengenali Jahshua Kristus sebagai Anak Jahweh dan Juruselamat
mereka, sama seperti yang kita lakukan, mereka akan memiliki iman yang sama
dengan kita—yaitu, mereka, juga, akan diselamatkan dengan percaya kepada Injil
air dan Roh.
Kedua saksi itu akan menjelaskan firman Jahweh
dan memberikannya sebagai makanan bagi bangsa Israel selama 1.260 hari Masa
Kesengsaraan Besar yang tujuh tahun itu. Sama seperti anda dan saya, yang adalah
bangsa-bangsa lain di masa Perjanjian Baru, Jahweh juga akan mengijinkan bangsa
Israel untuk diselamatkan di masa akhir jaman dengan percaya kepada Injil air
dan Roh.
Sebagaimana dikatakan ayat 4, “Mereka adalah
kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta
alam,” Alkitab menyebut kedua saksi itu sebagai “dua pohon zaitun.” Kedua
pohon zaitun itu menunjuk kepada dua orang nabi di masa akhir jaman. Di dalam
ayat 10, dituliskan, “Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita
atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu
telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.” Di sini,
kita harus mencoba memahami Firman ini dengan memusatkan perhatian kita kepada
kedua pohon zaitun itu.
Pohon zaitun dipakai pada masa Perjanjian Lama
untuk menguduskan perabotan tempat kudus dan mezbah di Bait Jahweh dengan mengurapinya
dengan minyak itu. Minyak zaitun ini dipakai untuk tujuan yang lain juga, seperti
untuk penerangan dari lampu-lampu di Bait Jahweh. Mereka hanya diperbolehkan
menggunakan minyak zaitun murni di Bait Jahweh. Jahweh tidak mengijinkan minyak
apapun dipergunakan di BaitNya, dan Ia memastikan bahwa hanya minyak zaitun
yang boleh digunakan. Jadi, kita harus memahami bahwa minyak zaitun, sebagaimana
pohon ara, juga melambangkan mengenai bangsa Israel.
Ada banyak penafsiran tentang kedua pohon zaitun
dan kedua kaki dian itu. Beberapa orang bahkan mengatakan bahwa mereka sendirilah
pohon zaitun itu. Tetapi pohon zaitun itu menunjuk kepada yang diurapi. Di dalam
masa Perjanjian Lama, orang-orang diurapi kalau mereka ditetapkan sebagai nabi,
raja, atau imam. Ketika seseorang diurapi demikian, Roh Kudus turun ke atasnya.
Dengan demikian, pohon zaitun menunjuk kepada Jahshua Kristus yang sudah dikandung
karena Roh Kudus (Roma 11:24). Tetapi manusia memiliki banyak kesalahpahaman
dalam bidang ini.
Akan tetapi, kedua pohon zaitun itu, yang adalah
kedua saksi yang disebutkan di sepanjang bagian utamanya, menunjuk kepada kedua
hamba Jahweh yang akan dibangkitkanNya secara khusus bagi keselamatan bangsa
Israel.
Inilah yang dijelaskan oleh ayat 4 kepada kita.
Dan kedua kaki dian di sini menunjuk kepada Gereja Jahweh yang diijinkanNya
ada di antara bangsa-bangsa lain, dan Gereja juga diijinkan ada di antara bangsa
Israel. Di masa Perjanjian Lama, bangsa Israel memiliki Gereja Jahweh yang aslinya.
Tetapi sejak jaman Perjanjian Baru, mereka tidak lagi memiliki Gereja Jahweh
ini. Mengapa? Karena mereka tidak mengenali Jahshua Kristus, dan juga tidak
memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka.
Saat mereka tidak mau menerima Injil air dan Roh
dan juga Jahshua Kristus, Gereja Jahweh tidak ada lagi di antara mereka. Namun,
sebelum masa akhir dunia ini, di masa tiga seetengah tahun pertama Masa Kesengsaraan
Besar, Jahweh akan mengijinkan GerejaNya ada di antara bangsa Israel juga. Inilah
sebabnya Alkitab mengatakan kepada kita tentang dua pohon zaitun, yang adalah
dua orang saksi itu.
Tuhan akan menetapkan GerejaNya dan melakukan
pekerjaanNya menyelamatkan jiwa dari dosa baik di antara orang-orang Yahudi
maupun bangsa-bangsa lain. Dan melalui gereja-gereja ini, Ia akan membuat mereka
melayani pekerjaan rohani menyelamatkan jiwa sampai datangnya Antikristus. Ini
berarti bahwa Jahweh akan menjadikan orang-orang kudus itu sebagai bejana, anggota-anggota
dari GerejaNya, untuk membuat mereka melakukan pelayanan menyelamatkan jiwa-jiwa
yang hilang di dalam dosa. Karena itu kita harus dengan tekun melakukan pelayanan
kita yang masih ada dengan iman.
Ayat 5: Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti
mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan
jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara
itu.
Jahweh memberikan kuasa ini kepada kedua orang
nabi supaya mereka melaksanakan missi mereka yang sangat khusus ini. Untuk membuat
bangsa Israel bertobat dan mengalahkan Iblis di akhir jaman, Jahweh menunjukkan
kepada kita bahwa siapa saja yang berusaha untuk membunuh kedua saksi itu akan
sakit sendiri, dan bahwa kuasa dari FirmanNya akan senantiasa menyertai kedua
saksi itu.
Demikianlah, bangsa Israel, yang percaya kepada
pengajaran dua orang nabi itu, akan kembali kepada Jahshua Kristus. Inilah sebabnya
Jahweh akan mengijinkan kedua pohon zaitun itu—yaitu, kedua saksi—kepada bangsa
Israel, supaya mereka bisa diselamatkan dari dosa di masa akhir jaman.
Ayat 6: Mereka mempunyai kuasa menutup langit,
supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa
atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan
segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya
Karena bangsa Israel tidak mau bertobat kecuali
kalau para hamba Jahweh yang dibangkitkanNya bagi mereka melakukan tindakan-tindakan
penuh kuasa, Jahweh akan mengijinkan kedua saksi itu untuk bekerja dengan kuasaNya.
Kedua orang nabi itu tidak hanya akan membawa bangsa Israel kepada Jahshua,
tetapi mereka juga akan mengalahkan musuh-musuh Jahweh dengan kuasa dan menggenapi
semua karya panggilan mereka. Jahweh akan memberikan kepada mereka kuasa yang
khusus supaya mereka bisa memberitakan semua Firman nubuatan kepada bangsa Israel,
menyaksikan bahwa Jahshua Kristus adalah Mesias yang telah lama mereka nantikan,
dan membuat mereka percaya.
Ayat 7: Dan apabila mereka telah menyelesaikan
kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi
mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
Firman ini menjelaskan bahwa Antikristus akan
muncul di dunia ini ketika masa tiga setengah tahun pertama dari Masa Kesengsaraan
Besar sudah berlalu. Pada saat inilah orang-orang yang percaya kepada Jahshua
Kristus sebagai Mesias yang mereka nantikan akhirnya akan bangkit dari antara
bangsa Israel. Tetapi banyak di antara mereka yang akan menjadi martir untuk
mempertahankan iman mereka dari Binatang itu, yang adalah Antikristus, dan para
pengikutnya. Dua orang nabi itu juga akan menjadi martir ketika mereka menyelesaikan
pekerjaan panggilan mereka.
Bahwa kedua saksi itu akan dibunuh oleh oleh Antikristus
adalah sesuatu yang dikehendaki oleh Jahweh. Mengapa? Karena Jahweh juga ingin
memberikan pahala dariNya kepada mereka sebagai martir. Pahala ini adalah bahwa
mereka akan ambil bagian di dalam kebangkitan yang pertama, ikut serta di dalam
perjamuan kawin Anak Domba, bersukacita selamanya, dan menerima kehidupan kekal.
Untuk memberikan berkat ini kepada semua orang-orang kudus, Jahweh ingin agar
mereka menjadi martir untuk iman mereka. Semua orang-orang kudus, dengan demikian,
tidak boleh takut atau menghindari kemartiran mereka, dan justru menguatkan
iman dan menerima pahala yang keberkatan.
Ayat 8: Dan mayat mereka akan terletak di atas
jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga
Tuhan mereka disalibkan.
Ayat ini menjelaskan bahwa “kedua saksi” adalah
tepat berasal dari antara bangsa Israel. Kedua hamba Jahweh yang akan dibangkitkan
untuk bangsa Israel bukan berasal dari bangsa-bangsa lain, tetapi dari antara
bangsa Israel sendiri. Dengan demikian, kedua saksi itu dibunuh di tempat yang
sama dengan tempat di mana Jahshua disalibkan. Kenyataan ini menjelaskan bahwa
kedua saksi itu memang orang Israel. Bagi bangsa Israel, mereka adalah hamba-hamba
Jahweh.
Bagi bangsa Israel, yang secara rohani adalah
seperti orang-orang Sodom dan Mesir, Jahweh akan menetapkan dua orang nabiNya,
memberikan kuasa kepada mereka, dan membuat mereka bersaksi bahwa Jahshua adalah
Mesias yang untuknya selama ini bangsa Israel menanti, sehingga bangsa Israel
bisa bertobat dan percaya kepada Jahshua.
Antikristus kemudian akan membunuh kedua hamba
Jahweh di teempat Golgota, dimana Jahshua dulu disalibkan. Karena para pengikut
Antikristus memiliki roh jahat, mereka sangat membenci kedua saksi yang percaya
kepada Jahshua dan bersaksi bagi Dia. Seperti tentara Romawi yang menyalibkan
Jahshua dan menusuk lambungNya dengan tombak sebelumnya, mereka yang memiliki
roh jahat tidak hanya akan membenci Jahshua, tetapi mereka juga akan membenci
kedua saksi Jahweh dan membunuh mereka.
Ayat 9: Dan orang-orang dari segala bangsa
dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya
dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
Di antara bangsa Israel juga, ada orang-orang
yang tidak percaya kepada Jahshua Kristus sebagai Juruselamat mereka. Melihat
kematian daging yang dialami kedua hamba itu (dua pohon zaitun), orang-orang
itu akan dikuasai oleh rasa kemenangan mereka, dan untuk menambah dalam rasa
kemenangan itu, mereka bahkan tidak mau memberikan penguburan yang layak kepada
korban mereka. Tetapi kemenangan mereka akan dihancurkan berkeping-keping ketika
Jahweh membangkitkan “kedua saksi” itu lagi, dan mereka kemudian akan memiliki
rasa takut akan Jahweh.
Mungkin mereka merasa sangat puas diri dengan
kematian kedua hamba Jahweh itu, tetapi hal itu tidak akan bertahan lama, karena
mereka dengan segera akan menyadari bahwa Antikristus bukanlah tandingan bagi
Jahshua Kristus—kekecewaan dan rasa kosong kemudian akan menguasai mereka.
Orang-orang itu tidak menyukai firman Jahweh nubuat
yang diberitakan oleh dua orang nabi itu. Dengan berdiri melawan kedua hamba
yang dibangkitkan Jahweh, mereka pada akhirnya akan dipangkas dari panen akhir
keselamatan dan kemudian menjadi pengikut-pengikut Iblis.
Ayat 10: Dan mereka yang diam di atas bumi
bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim
hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang
diam di atas bumi.
Karena mereka akan memberitakan firman Jahweh
yang berisi nubuatan, kedua saksi itu akan menjadi sesuatu yang terasa menyakitkan
bagi para pengikut Iblis. Dengan demikian, mereka semua akan bersukaria dengan
kematian kedua saksi itu dan saling mengirimkan hadiah sebagai tanda saling
memberi selamat.
Kita, juga, akan merasa senang kalau sesuatu yang
mengganggu kita dilenyapkan. Antikristus dan para pengikutnya akan merasa marah
ketika kedua saksi itu dibangkitkan Jahweh untuk memberitakan FirmanNya. Setiap
kali mereka mendengar firman Jahweh, roh mereka akan dikuasai oleh kesusahan.
Karena mereka merasa selalu tersiksa setiap kali kedua saksi itu berbicara kepada
mereka mengenai Jahshua, mereka kemudian bersukaria ketika mereka melihat keduanya
dibunuh oleh Antikristus. Inilah sebabnya mereka akan saling mengirimkan hadiah
sebagai tanda saling memberi selamat.
Ayat 11: Tiga setengah hari kemudian masuklah
roh kehidupan dari Jahweh ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua
orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.
Jahweh, bagaimanapun, akan membuat kedua saksi
itu ambil bagian di dalam kebangkitan yang pertama. Firman ini adalah bukti
akan kenyataan bahwa orang-orang kudus, yang menjadi martir untuk mempertahankan
iman mereka setelah diselamatkan dari dosa mereka dengan percaya kepada Firman
keselamatan yang diberikan oleh Tuhan, akan ambil bagian di dalam kebangkitan
yang pertama.
Bahwa roh kehidupan akan dimasukkan ke dalam mereka
“tiga setengah hari kemudian” menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan akan mengijinkan
mereka bangkit kembali tidak lama kemudian, sama seperti Ia sendiri dibangkitkan
dari kematian dagingNya. Bahwa Jahweh memberikan kepada orang-orang kudus iman
akan kebangkitan yang pertama ini, bagi orang-orang kudus itu sendiri, suatu
berkat yang besar dari Jahweh, tetapi bagi orang-orang berdosa, hal itu akan
membawa kepada mereka keputusasaan dan ketakutan. Kebangkitan yang pertama orang-orang
kudus adalah janji Jahweh dan pahalaNya bagi iman mereka.
Ayat 12: Dan orang-orang itu mendengar suatu
suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: “Naiklah ke mari!” Lalu
naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.
Firman ini menunjukkan kebangkitan dan pengangkatan
orang-orang kudus. Karena percaya kepada Firman nubuat Tuhan, mereka yang sudah
diselamatkan dari dosa mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali menjadi martir
untuk mempertahankan iman mereka. Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan
akan membangkitkan semua orang kudus itu dan mengangkat mereka. Orang-orang
kudus dan para hamba Jahweh yang menjadi martir di dalam kesetiaan mereka kepadaNya
akan diberkati dengan diangkat ke angkasa (pengangkatan) karena iman mereka
kepada Tuhan. Kita tidak bisa tidak mengucapkan syukur kepada Tuhan yang memberikan
kepada kita kebangkitan dan pengangkatan sebagai pahala atas kemartiran kita
sesudah diselamatkan karena percaya kepada pengampunan dosa yang sudah diberikanNya
kepada kita.
Jahweh Bapa akan mengijinkan kebangkitan dan pengangkatan
bagi semua orang yang melawan Antikristus dan menjadi martir karena percaya
kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Jahshua Kristus. Kita harus percaya
kepada kenyataan ini. Kebangkitan dan pengangkatan orang-orang kudus yang menjadi
hasil dari keselamatan mereka melalui iman kepada Injil air dan Roh diberikan
oleh Jahweh. Iblis dan pengikut-pengikutnya di akhir jaman akan menemykan bahwa
usaha mereka menguap lenyap begitu saja ketika mereka melihat orang-orang kudus,
yang sudah mereka aniaya dan mereka bunuh, dibangkitkan dan diangkat.
Jahweh akan membangkitkan dan mengangkat orang-orang
kudus yang menjadi martir, tetapi Ia akan membinasakan orang-orang yang masih
ada di dunia ini dengan mencurahkan malapetakan ketujuh cawan. Ketika pekerjaan
ini dengan cepat diselesaikan, Ia akan datang ke dunia ini dengan orang-orang
kudus dan mengundang orang-orang benar ke pesta perjamuan kawin Kristus. Tuhan
kita akan mengadakan pesta perjamuan selama seribu tahun. Ketika masa seribu
tahun ini selesai, Ia akan membiarkan Iblis bangkit dari lubang tak berdasar
dalam waktu singkat dan melawan Jahweh serta orang-orang kudusNya, tetapi pada
akhirnya Ia akan membinasakan Iblis dan pengikut-pengikutnya dan menghukum mereka
dengan melemparkan mereka ke api yang kekal. Orang-orang benar, bagaimanapun,
akan masuk ke dalam Kerajaan Surga Tuhan dan hidup bersama dengan Dia selama-lamanya.
Ayat 13: Pada saat itu terjadilah gempa bumi
yang dahsyat dan sepersepuluh bagian dari kota itu rubuh, dan tujuh ribu orang
mati oleh gempa bumi itu dan orang-orang lain sangat ketakutan, lalu memuliakan
Jahweh yang di sorga.
Sesudah kemartiran, kebangkitan, dan pengangkatan
dari dua orang nabi yang akan dibangkitkan Jahweh bagi keselamatan bangsa Israel,
Ia akan mengijinkan malaikat-malaikatNya untuk secara bebas mencurahkan malapetaka
ketujuh cawan ke dunia ini. Orang-orang yang masih ada di dalam dunia ini setelah
pengangkatan orang-orang kudus akan menerima malapetaka ketujuh cawan sebagai
upah bagi mereka. Hanya saat itu mereka baru diliputi oleh ketakutan dan memberikan
kemuliaan kepada Jahweh, tetapi hal itu sudah tidak ada gunanya bagi mereka,
karena hal itu bukanlah tindakan iman yang benar di dalam kasih Jahweh.
Ketika dunia ini dibinasakan, orang-orang benar
akan memiliki Surga kekal mereka, kebangkitan kekal, dan berkat kekal, bagi
orang-orang benar, hanya penderitaan api kekal di neraka yang akan menanti mereka.
Inilah sebabnya semua mausia harus menerima pengampunan dosa dengan percaya
kepada Injil air dan Roh. Dan karena mereka yang sudah diselamatkan dari dosa
mereka kemudian percaya kepada dunia baru yang dijanjikan Jahweh bagi mereka,
mereka mengabarkan Injil air dan Roh kepada semua manusia.
Ayat 14: Celaka yang kedua sudah lewat: lihatlah,
celaka yang ketiga segera menyusul.
Bagi bangsa-bangsa lain dan juga bangsa Israel,
celaka yang ketiga dari Jahweh akan menantikan semua manusia kecuali mereka
yang ikut ambil bagian di dalam kebangkitan dan pengangkatan dengan diselamatkan
dan menjadi martir.
Malapetaka yang terjadi di antara bunyi sangkakala
yang keenam sampai kepada awal malapetaka ketujuh cawan dengan dibunyikannya
sangkakala ketujuh disebut sebagai celaka yang kedua. Malapetaka ketujuh sangkakala
dibagi menjadi tiga periode—periode awal, pertengahan dan akhir. Malapetaka
alam dan kemartiran orang-orang kudus oleh Antikristus termasuk ke dalam celaka
yang pertama dan celaka yang kedua. Celaka yang ketiga, di lain pihak, adalah
malapetaka yang akan membinasakan sepenuhnya dunia ini. Celaka yang ketiga ini
adalah cawan murka Jahweh yang akan dicurahkan kepada orang-orang berdosa yang
masih berada di dalam dunia ini.
Ayat 15: Lalu malaikat yang ketujuh meniup
sangkakalanya, dan terdengarlah suara-suara nyaring di dalam sorga, katanya:
“Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapiNya, dan
Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya!”
Kalimat “ terdengarlah suara-suara nyaring
di dalam sorga” menunjukkan bahwa orang-orang kudus dan para hamba yang
sudah diselamatkan dari segala dosa sudah akan ada di Surga pada saat malapetaka
ketujuh cawan dimulai di dalam dunia ini. Dengan demikian, umat Jahweh tidak
akan lagi ditemukan di dalam dunia pada saat ini. Kita harus menyadari hal ini,
“Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapiNya,
dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya!”
Pada saat ini, orang-orang kudus akan memuji Tuhan
di Surga, tetapi setelah semua malapetaka ketujuh cawan dicurahkan, mereka juga
akan turun ke dunia ini bersama dengan Tuhan dan memerintah bersama dengan Dia
selama seribu tahun di dunia ini. Hal ini kemudian akan diikuti dengan peristiwa
Tuhan bersama orang-orang kudus memerintah selama-lamanya di Langit Baru dan
Bumi Baru.
Untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita,
Tuhan kita sudah melayani kita sebagai hamba selama beberapa waktu, dan bukan
memerintah atas kita sebagai Raja. Ia sudah mencurahkan kepada kita anugerahNya
yang menjadikan orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh sebagai keselamatan
mereka sebagai akhir jaman. Karena Tuhan juga adalah Raja kita yang kekal, Ia
juga akan membuat umatNya memerintah untuk selama-lamanya. Haleluya! Puji Tuhan!
Ayat 16: Dan kedua puluh empat tua-tua, yang
duduk di hadapan Jahweh di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah Jahweh.
Jahweh layak untuk menerima semua kemuliaan. Sangat
patut bagi mereka yang sudah diselamatkan dari dosa untuk jatuh tersungkur,
dan memuji serta menyembah Jahweh. Tuhan kita, yang sudah melakukan semua karya
penyelamatan orang-orang berdosa ini, adalah layak untuk menerima pujian dan
penyembahan dari semua orang-orang kudus dan semua makhluk dari selama-lamanya
sampai selama-lamanya.
Ayat 17: sambil berkata: “Kami mengucap syukur
kepadaMu, ya Tuhan, Jahweh, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena
Engkau telah memangku kuasaMu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai
raja.”
Untuk memerintah bersama dengan umatNya selama-lamanya
sejak saat itu, Tuhan kita akan menaklukan Iblis dan menerima kuasa yang besar
dari Jahweh sang Bapa. Dengan demikian, Tuhan akan memerintah bersama-sama.
Ia layak melakukannya. Saya memberikan kemuliaan kepadaNya, karena Tuhan yang
sudah membuat segala dosa dunia dilenyapkan, yang sudah menyelamatkan semua
orang yang percaya kepada Injil air dan Roh, dan yang sudah menghukum musuh-musuhNya,
layak untuk menerima semua kuasa yang luar biasa dan memerintah selamanya. Dengan
demikian, semua orang yang mengakui kedaulatan Jahweh akan mengenakan kemuliaan
pada saat memuji Jahweh selamanya dengan kuasa dan kasih Tuhan yang penuh keagungan.
Ayat 18: “dan semua bangsa telah marah, tetapi
amarahMu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk
memberi upah kepada hamba-hambaMu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada
mereka yang takut akan namaMu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar
dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.”
Langsung setelah dicurahkannya malapetaka ketujuh
cawan kemudian datanglah kebinasaan daging dari orang-orang yang masih tetap
menjadi bangsa-bangsa lain secara rohani. Firman ini mengatakan bahwa kemudian
akan datang saat bagi Jahweh untuk menghukum semua manusia sebagai Hakim atas
segalanya, memberi pahala kepada para hamba dan nabi-nabiNya, orang-orang kudus,
dan mereka yang takut akan Dia, dan membinasakan mereka yang melawan dan tidak
mentaati kehendakNya. Tuhan akan membawa penghukuman kepada mereka yang tidak
mengakui kedaulatanNya, tetapi Ia akan mengijinkan orang-orang kudus untuk dipermuliakan
bersama-sama dengan Dia. Ini berarti bahwa Tuhan sudah menjadi Hakim atas semuanya,
yang baik ataupun yang jahat.
Ketika Tuhan duduk di tahtaNya sebagai Raja atas
orang-orang yang dilahirkan kembali dan menghakimi semua manusia, semua orang
berdosa dan orang-orang benar di dunia ini akan menerima penghakiman yang adil.
Pada saat ini, sebagai hasil dari penghakimanNya, Tuhan akan memberikan Surga
dan kehidupan kekal kepada orang-orang kudus, tetapi kepada orang-orang berdosa
Ia akan memberikan kebinasaan yang kekal dan penghukuman di neraka. Kedaulatan
Jahshua Kristus dan berkat bagi memerintahnya umatNya akan bertahan sampai selamanya.
Dunia yang pertama akan berakhir saat itu, dan dunia yang kedua, Kerajaan Kristus,
kemudian akan dimulai.
Ayat 19: Maka terbukalah Bait Suci Jahweh yang
di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah
kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.
Jahweh akan memberikan kepada orang-orang kudusNya,
orang-orang benar, berkatNya untuk hidup di dalam BaitNya. Semua itu digenapi
sesuai dengan Firman janji Jahweh kepada manusia di dalam Jahshua Kristus. Kerajaan
Jahweh akan dimulai dengan firman nubuatan Jahweh, dan kemudian digenapi dengan
penggenapan nubuatan itu.
Semua janji Jahweh, mulau dan kebangkitan sampai
pengangkatan orang-orang kudus dan kesertaan mereka di dalam perjamuan kawin
Anak Domba bersama dengan Jahshua Kristus dan berkat untuk memerintah selamanya
sebagai raja-raja, diberikan secara merata kepada bangsa Israel dan juga bangsa-bangsa
lain. Juga, Ia memperlakukan keselamatan bangsa Israel di masa akhir jaman dengan
keselamatan kita dengan cara yang sama, membuat kita semua menjadi martir pada
periode ini, memberikan kepada kita kebangkitan yang sama dan pengangkatan yang
sama sesudahnya, dan membuat kita mengenakan kemuliaan yang sama. Firman itu
mengatakan kepada kita bahwa meskipun bangsa Israel dan kita bangsa-bangsa lain
adalah orang-orang yang berbeda secara daging, kita tetap saja umat Jahweh yang
sama secara rohani.
Banyak orang mengatakan dan percaya bahwa orang-orang
yang dilahirkan kembali akan diangkat sebelum Masa Kesengsaraan Besar yang tujuh
tahun itu dimulai. Tetapi bukan demikian. Secara Alkitabiah, orang akan terus
mendengar Injil yang benar dan diselamatkan sepanjang tiga setengah tahun pertama
dari masa tujuh tahun Masa Kesengsaraan Besar. Antikristus kemudian akan muncul,
orang-orang kudus akan menjadi martir, dan sesudah kebangkitan dan pengangkatan
akan terjadi perjamuan kawin Anak Domba Kristus, yang memungkinkan orang-orang
kudus untuk memerintah bersama Dia selama seribu tahun.
Orang-orang kudus harus memiliki pemahaman yang
pasti mengenai saat kemartiran, kebangkitan dan pengangkatan mereka. Tanpa memahami
waktu ini, mereka akan terus berkeliaran di dalam kebingungan mereka dan mati
secara rohani di dalamnya.
Orang-orang yang memiliki pemahaman yang pasti
akan Penyediaan Jahweh tentang akhir jaman akan berharap kepada kebangkitan
dan pengangkatan mereka, dan akan tekun melayani Injil. Orang-orang yang tahu
bahwa tidak ada harapan di dunia ini harus memiliki pengharapan yang sama dengan
orang-orang yang dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh.
Dan orang-orang kudus akan menjadi martir karena percaya kepada firman Jahweh.
Iman yang bisa membedakan masa adalah sesuatu
yang sangat diperlukan di jaman ini. Waktunya sudah hampir tiba untuk adanya
malapetaka dan kesengsaraan yang menakutkan atas seluruh dunia dan bagi Antikristus
untuk muncul. Sekarang adalah waktu untuk bangun dari tidur anda. Kita harus
senantiasa mengingat bahwa kita harus menjalani hampir semua kesengsaraan di
dalam Masa Kesengsaraan Besar. Dan adalah suatu keharusan bahwa kita percaya
kepada kedatangan Kristus kembali, kepada kebangkitan dan pengangkatan kita,
dan di dalam kesertaan kita di dalam perjamuan kawin Anak Domba bersama Kristus.
Agar kita memiliki iman yang patut pada jaman ini, kita harus memasuki tabut
perjanjian Injil air dan Roh.
Saya berharap dan berdoa bahwa dengan memahami
jaman sekarang ini, anda akan memiliki iman yang paling dibutuhkan dan paling
layak untuk jaman ini.
Kembali ke Daftar
|