|
Pujian dari Para Martir Yang
Dibangkitkan dan Diangkat
< Wahyu 14:1-20 >
“Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba
berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat
ribu orang dan di dahi mereka tertulis namaNya dan nama BapaNya. Dan aku mendengar
suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang
dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang
memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta
dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat
mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang
yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan
dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Jahweh
dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka
tidak bercela. Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah
langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang
diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan
ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah akan Jahweh dan muliakanlah Dia,
karena telah tiba saat penghakimanNya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan
langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” Dan seorang malaikat lain, malaikat
kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar
itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.”
Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan
suara nyaring: “Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima
tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka
Jahweh, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa
dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata
Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya,
dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah
binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya.”
Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah
Jahweh dan iman kepada Jahshua. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata:
Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang
ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah
mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.” Dan aku melihat: sesungguhnya,
ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia
dengan sebuah mahkota emas di atas kepalaNya dan sebilah sabit tajam di tanganNya.
Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara
nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: “Ayunkanlah sabitMu itu dan
tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah
masak.” Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabitNya ke atas bumi,
dan bumi pun dituailah. Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang
di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang
dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada
malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam
itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak.”
Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon
anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Jahweh.
Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir
darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.”
Eksegese
Ayat 1: Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak
Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh
empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis namaNya dan nama BapaNya.
Ini adalah mengenai orang-orang kudus yang dilahirkan
kembali, yang dibangkitkan dan diangkat setelah kemartiran oleh Antikristus,
memuji Tuhan di Surga. Orang-orang kudus yang menjadi martir karena Antikristus
dan orang-orang kudus yang tidur saat itu sudah ada di Surga, memuji Tuhan dengan
nyanyian baru. Di dalam ayat 4 kita melihat bahwa 144.000 orang menyanyikan
lagu baru ini. Mungkin anda berpikir, kemudian, apakah orang-orang yang diangkat
jumlahnya hanya 144.000 orang saja. Tetapi bilangan 14 di sini berarti bahwa
segala sesuatu sudah diubahkan (Matius 1:17).
Kita harus memahami bahwa setelah kemartiran dan
pengangkatan orang-orang kudus, Tuhan akan mengubah dunia yang sekarang ini
menjadi dunia yang sama sekali baru. Menggantikan dunia ini, Tuhan kita akan
membangun dunia baru di mana di dalamnya Ia akan berdiam bersama umatNya. Inilah
kehendak dari sang Pencipta.
Orang-orang yang memuji Tuhan di Surga adalah
orang-orang yang sudah menjadi orang-orang kudus dengan percaya kepada Injil
air dan Roh yang diberikan Kristus ketika ada di dunia ini. Dengan demikian,
di dahi mereka tertulis nama Anak Domba dan Bapa, karena mereka sekarang menjadi
miliki Kristus.
Ayat 2: Dan aku mendengar suatu suara dari
langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara
yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya
Orang-orang kudus di Surga adalah mereka yang
menjadi martir untuk mempertahankan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan dan
iman mereka kepada kenyataan bahwa Tuhan sajalah Jahweh mereka, dan yang kemudian
dibangkitkan. Karena tubuh mereka dibangkitkan dan mereka diangkat oleh kuasa
Tuhan, mereka memuji Dia di dalam Surga bagi keselamatan dan berkatNya yang
memberikan kepada mereka kedaulatan. Suara pujian yang mereka naikan adalah
seindah bunyi aliran air, dan semegah bunyi guruh. Mereka semua sudah diselamatkan
secara kekal dari segala dosa mereka melalui penebusan ayas dosa-dosa mereka
dengan percaya, ketika masih di dunia ini, kepada Injil air dan Roh yang diberikan
oleh Tuhan.
Ayat 3: Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru
di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang
pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh
empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu
144.000 orang di sini menunjuk kepada orang-orang
kudus yang diangkat. Di dalam Alkitab, bilangan 14 berarti perubahan yang baru.
Orang-orang yang bisa memuji Tuhan dengan nyanyian baru di dalam Surga adalah
orang-orang yang sudah diubahkan ketika masih di dunia ini dengan menerima pengampunan
dosa dan dilahirkan kembali melalui iman mereka kepada Injil air dan Roh. Inilah
sebabnya Tuhan mengatakan bahwa jumlahnya ada 144.000 orang.
Selain dari mereka, tidak ada seorangpun yang
bisa memuji Tuhan untuk berkat penebusanNya melalui Injil air dan Roh. Tuhan
kita dengan itu dipuji oleh mereka yang dosanya sudah diampuni dengan percaya
kepada Injil air dan Roh dan yang sudah menerima Roh Kudus sebagai karunia bagi
mereka.
Ayat 4: Mereka adalah orang-orang yang tidak
mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti
perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja
Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi
Jahweh dan bagi Anak Domba itu .
Orang-orang kudus adalah orang-orang yang tidak
mencemarkan iman mereka dengan kuasa atau agama duniawi. Ada banyak orang di
dunia ini yang bisa dengan mudah mengubah iman mereka. Tetapi orang-orang yang
sudah menjadi orang-orang kudus dengan percaya kepada baptisan Tuhan dan darahNya
di Kayu Salib, dan dengan itu sudah menerima pengampunan dosa, iman mereka tidak
akan bisa berubah untuk apapun yang ada di dunia ini.
Orang-orang kudus yang naik ke Surga dan memuji
Tuhan adalah orang-orang yang tidak berubah dalam memelihara Injil air dan Roh
yang diberikan oleh Tuhan dan mempertahankan iman mereka. Dengan demikian, orang-orang
yang bisa memuji Tuhan di dalam Kerajaan Surga adalah orang-orang yang dibangkitkan
oleh Tuhan karena iman mereka kepada Injil air dan Roh.
Di tengah ayat 4 ada tertulis, “Mereka adalah
orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.” Anda harus
menyadari bahwa mereka yang sudah dibasuh dari segala dosanya sekaligus melalui
Injil air dan Roh harus, setelah dilahirkan kembali, mengikuti Tuhan kemana
saja Ia memimpin mereka. Karena mereka sudah menerima pengampunan dosa mereka,
di dalam hati mereka ada keinginan untuk mengikuti Tuhan di dalam sukacita kemana
saja Ia memimpin mereka. Di akhir jaman, mereka kemudian akan memuji Tuhan di
dalam Surga, sesudah menjadi martir karena Antikristus dengan iman mereka, dan
dibangkitkan serta diangkat oleh Tuhan.
Juga ada tertulis, “Mereka ditebus dari antara
manusia sebagai korban-korban sulung bagi Jahweh dan bagi Anak Domba itu.” Dari
antara orang-orang hidup yang tidak terhitung banyaknya di dunia ini, hanya
sekelompok kecil yang sudah diselamatkan dari dosa dengan percaya kepada Injil
air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan. Ini adalah sebabnya Tuhan mengatakan
di dalam Yeremia 3:14, “Aku akan mengambil kamu, seorang dari setiap kota
dan dua orang dari setiap keluarga, dan akan membawa kamu ke Sion.” Orang-orang
yang sudah bertemu dengan Injil air dan Roh dan menerima pengampunan dosa hanyalah
sedikit saja.
Karena mereka menjadi milik Anak Domba, mereka
akan menjadi orang-orang yang menerima buah sulung kebangkitan, yang diangkat
oleh kuasa Tuhan, dan yang memuji Kristus selamanya, sebagaimana yang dijanjikan
Tuhan. Di dunia ini, juga, mereka adalah orang-orang yang mengikuti Tuhan kemana
saja Ia memimpin mereka. Semua itu adalah karena anugerah dan kuasa Jahweh.
Ayat 5: Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat
dusta; mereka tidak bercela
Mereka yang sudah dilahirkan kembali denan percaya
kepada air dan Roh bisa memberitakan Injil yang benar ini dengan mulut mereka.
Sementara ada banyak orang di jaman ini yang memberitakan Injil dengan cara
mereka sendiri, adalah benar juga bahwa hanya sedikit saja di antara mereka
yang sungguh-sungguh mengabarkan Injil air dan Roh.
Orang-orang yang memberitakan hanya darah Jahshua
di Kayu Salib tidak mengabarkan Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan.
Mengapa? Karena tidak ada Injil lain kecuali Injil air dan Roh yang adalah Injil
yang benar dari Alkitab. Karena segala dosa di dalam hati orang-orang benar
sudah diangkat dengan Firman Injil yang benar, mereka bisa memberitakan Injil
dengan mulut mereka dengan penuh keyakinan.
Ayat 6-7: Dan aku melihat seorang malaikat
lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk
diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa
dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: “Takutlah
akan Jahweh dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakimanNya, dan
sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata
air.”
Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali harus
terus mengabarkan Injil air dan Roh di dunia ini. Pekerjaan mengabarkan Injil
air dan Roh ini, karena itu, harus diteruskan di dunia ini sampai hari pengangkatan
orang-orang kudus.
Hanya orang-orang yang percaya kepada Injil air
dan Roh akan menjadi martir oleh Antikristus untuk mempertahankan iman mereka,
dan mereka saja yang kemudian akan diangkat ke dalam Kerajaan Surga. Semua manusia
haruslah taat kepad Jahweh, percaya kepada Injil air dan Roh, dan dengan itu
menerima pengampunan dosa serta Roh Kudus sebagai karunia. Kalau orang-orang
Kristen jaman ini tidak bisa percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan
oleh Tuha dengan penuh syukur, iman mereka kepada Jahshua akan menjadi sia-sia
saja.
Dia yang bisa menciptakan alam semesta dan segala
sesuatu di dalamnya tidak lain adalah Jahshua Kristus. Karena itu, manusia harus
mengakui Jahshua Kristus sebagai Jahweh mereka yang mnciptakan mereka dan memberikan
kepada mereka keselamatan mereka dengan pengampunan dosa dariNya, dan dengan
itu menyembah Dia dengan benar, karena dengan tanganNya segala sesuatu diciptakan
dan disempurnakan. Dengan percaya kepada Injil air dan RohNya di dalam hati
mereka, semua manusia bisa diampuni dari segala dosa mereka dan menerima berkat
memiliki Roh Kudus sebagai karunia bagi mereka.
Dunia ini sekarang harus mempersiapkan penghukuman
yang akan Jahshua Kristus turunkan kepada mereka yang melawan Jahweh. Kita harus,
tentu saja, juga mempersiapkan iman kita untuk dengan segera diangkat oleh Tuhan,
karena hari penghukuman Jahweh sudah dekat dengan kita. Jalan untuk mempersiapkan
bagi pengangkatan adalah dengan percaya kepada Firman Injil air dan Roh yang
diberikan oleh Tuhan. Mengapa? Karena hanya dengan percaya kepada Injil air
dan Roh, seseorang bisa menerima Roh Kudus, dan, ketika akhir jaman tiba, mereka
akan mengenakan kemuliaan diangkat ke angkasa oleh Tuhan di dalam pengangkatan
mereka.
Secepat mungkin, semua orang berdosa dengan demikian
harus percaya kepada Jahshua Kristus sebagai Jahweh pencipta dan keselamatan,
dan menyembah Dia dengan benar. Mereka harus menerima Injil air dan Roh ke dalam
hati mereka, dan kemudian menerima karunia penebusanNya serta Roh Kudus sebagai
karunia mereka. Orang-orang yang menyembah Jahweh menerima ke dalam hati mereka
Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan dan tidak akan menolaknya, karena
dengan cara inilah mereka bisa menyembah Jahweh.
Ayat 8: Dan seorang malaikat lain, malaikat
kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar
itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya”.
Dunia ini akan dilenyapkan dengan penghukuman
yang mengerikan dari Jahshua Kristus. Karena agamanya dibuat berdasarkan apa
yang sebenarnya pengajaran keliru, hal itu juga akan dibinasakan oleh Jahweh.
Agama-agama duniawi sudah membuat manusia lebih mengikuti dunia dibandingkan
dengan mengikuti Jahweh sendiri, dan menggunakan mereka sebagai alat untuk melawan
Jahweh. Dunia ini dengan demikian dihancurkan, karena manusianya sudah meninggalkan
Jahweh dan memiliki hawa nafsu akan agama-agam duniawi yang demikian.
Bahwa mereka mengikuti agama-agama duniawi berarti
bahwa mereka mengikuti ilah-ilah palsu, roh-roh jahat. Jahweh kemudian akan
membinasakan dunia ini di dalam murkaNya. Semua yang ada di dunia ini dan semua
agama keliru di dalamnya akan diruntuhkan oleh Jahweh, dan akan meminum anggur
murka dari Jahweh. Dengan demikian, orang-orang yang melawan Jahweh, dan juga
roh-roh jahat yang hidup seperti parasit yang menempel di agama-agama duniawi,
akan dijatuhkan oleh malapetaka dari Jahweh dan dilemparkan ke dalam neraka
yang kekal.
Ayat 9-10: Dan seorang malaikat lain, malaikat
ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: “Jikalau seorang
menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada
tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Jahweh, yang disediakan tanpa
campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di
depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.”
Jahweh memperingatkan semua orang di sini, dengan
mengatakan bahwa siapa saja menyembah Binatang itu dan patungnya, atau menerima
tandanya di tangan kanan atau dahinya, ia akan menerima penghukuman neraka.
Ketika bekerja melalui banyak orang, Iblis akan memaksa semua manusia untuk
menyembah patung yang dibuat serupa dengan gambar Antikristus itu, tetapi orang-orang
yang dilahirkan kembali akan berperang melawan Antikristus dan menjadi martir
untuk mempertahankan iman mereka. Orang-orang kudus yang dilahirkan kembali
harus, untuk mempertahankan iman mereka, berdiri melawan Antikristus dan menjadi
martir.
Kalau seseorang, yang menyerah kepada Antikristus,
tunduk menyembah patungnya dan menerima tanda nama atau bilangannya, ia akan
mengumpulkan murka Jahweh yang akan melemparkan dia kepada lautan api dan belerang.
Ketika masa Kesengsaraan tiba, orang-orang kudus haru berdoa kepada Jahweh,
mempertahankan iman mereka kepada Tuhan, dan menempatkan pengharapan mereka
di dalam KerajaanNya. Dan dengan percaya kepada Jahshua Kristus, mereka harus
berdiri melawan Antikristus dan mempertahankan iman mereka, bergabung di dalam
kemartiran, kebangkitan, dan pengangkatan, dan dengan itu menerima berkat besar
berdiam dengan Tuhan di dalam KerajaanNya.
Ayat 11: Maka asap api yang menyiksa mereka
itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya
disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa
yang telah menerima tanda namanya.
Mereka yeng menyembah Iblis sebagai Jahweh akan
diberi malapetakaNya dan siksaan neraka kekal yang menyakitkan. Siapa saja yang
menyerah kepada Antikristus di akhir jaman dan menyembah patungnya sebagai Jahweh
akan disiksan di lautan api dan belerang yang dipenuhi dengan murka Jahweh.
Kita semua harus percaya bahwa siapa saja yang mengikuti Binatang itu dan patungnya,
dan siapa saja yang menerima tanda dari Binatang itu, tidak akan mendapatkan
kelegaan siang dan malam.
Ayat 12: Yang penting di sini ialah ketekunan
orang-orang kudus, yang menuruti perintah Jahweh dan iman kepada Jahshua
Karena orang-orang kudus percaya kepada segala
kekayaan, kemuliaan, dan berkat yang Tuhan janjikan kepadanya, mereka harus
bertekun di dalam kesabaran. Mereka harus bertekun sepanjand Masa Kesengsaraan
Besar, juga. Janji yang sudah Tuhan buat kepada orang-orang kudus di akhir jaman
adalah bahwa Ia akan mencurahkan kepada mereka segala berkat kehidupan bersama
Doa setelah kemartiran mereka, seperti, bersama dengan kebangkitan oleh kuasa
Tuhan, mereka diangkat ke Surga.
Orang-orang kudus kemudian akan bertekun karena
mereka percaya kepada berkat yang akan memungkinkan mereka masuk ke dalam perjamuan
kawin Anak Domba dengan Tuhan, ini, memerintah bersama Dia selama seribu tahun
lamanya, dan selalu hidup dengan Dia di dalam Kerajaan Surga. Ketika masa akhir
jaman tiba, orang-orang kudus kemudian perlu untuk menjadi martir untuk mempertahankan
iman mereka. Mereka harus bertekun sepanjang semua masa kesengsaraan ini dengan
penuh ketekunan.
Orang-orang kudus yang sekarang hidup di jaman
ini, ketika Antikristus menuntut mereka untuk mengkhianati iman mereka dengan
ancaman, tekanan dan bujukan, tetap saja akan menyambut kemartiran mereka, percaya
kepada janji-janji Tuhan. Mengapa? Karena segera sesudahnya, semua berkat dari
Tuhan kita akan digenapi sebagaimana yang dijanjikanNya kepada kita. Semua orang
kudus bisa menerima pahala mereka hanya dengan memelihara iman mereka di dalam
firman Jahweh dan di dalam Tuhan. Karena itu, tetapkanlah iman anda kepada firman
Tuhan. Jahweh kemudian akan menyambut orang-orang kudus yang dengan itu sudah
mempertahankan iman mereka kepada FirmanNya ddan di dalam Jahshua Kristus di
dalam suatu dunia yang sepenuhnya baru.
Ada banyak sekali alasan mengapa orang-orang kudus
yang melayani Injil Tuhan harus bertekun melalui segala kesulitan jaman Kesengsaraan
itu dengan kesabaran. Untuk masa depan yang lebih baik, sangat penting untuk
menahan penderitaan jaman sekarang ini di dalam kesabaran.
Roma 5:3-4 mengatakan kepada kita, “Dan bukan
hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita
tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan
tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Orang-orang kudus yang
bisa bertekun sepanjang Masa Kesengsaraan Besar dengan percaya kepada Tuhan
akan menghidupi kehidupan yang keberkatan, menerima kebangkitan dan pengangkatan
dari Dia dan memerintah di dalam KerajaanNya. Dengan demikian, kita semua harus
bertekun melalui Kesengsaraan itu dengan iman kita. Dengan memelihara iman mereka
di dalam Tuhan, orang-orang kudus bisa sungguh-sungguh bertekun melalui Masa
Kesengsaraan Besar pada masa akhir jaman. Orang-orang kudus percaya kepada segala
sesuatu yang akan Tuhan genapi bagi mereka baik di dunia ini maupun di Surga.
Ayat 13: Dan aku mendengar suara dari sorga
berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak
sekarang ini.” “Sungguh,” kata Roh, “supaya mereka boleh beristirahat dari jerih
lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.”
Ayat itu mengatakan, “Berbahagialah orang-orang
mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” Mengapa? Karena ketika
masa Kesengsaraan itu tiba—yaitu, ketika Antikristus memerintah atas seluruh
dunia—setiap orang berdosa yang saat itu hidup di dunia ini akan dibinasakan.
Orang-orang kudus karena itu harus memandang kepada kedatangan Kerajaan Kristus,
mempertahankan iman mereka, dan menyambut kemartiran mereka karena iman. Mereka
yang menjadi martir untuk memberi kemuliaan bagi Tuhan adalah keberkatan, dan
dengan demikian, mereka akan menyambut kemartiran mereka untuk mempertahankan
iman mereka.
Tuhan akan kemudian memelihara orang-orang kudus,
mengijinkan mereka untuk menerima kebangkitan dan pengangkatan untuk mengangkat
mereka ke dalam KerajaanNya. Semua kerja keras orang-orang kudus di dunia ini
kemudian akan berakhir, dan mereka kemudian akan hidup menikmati pahala mereka
yang diberikan oleh Tuhan. Pada saat ini, semua orang kudus akan memiliki sukacita
memerintah dengan Tuhan dan menerima kehidupan kekal, dan kekayaan serta kemuliaan
dari KerajaanNya akan menjadi milik mereka sampai selamanya.
Inilah sebabnya mereka yang menjadi martir di
akhir jaman untuk mempertahankan iman mereka akan sangat diberkati, karena mereka
akan hidup dengan Tuhan di dalam segala kekayaan dan kemuliaan Kerajaan Seribu
Tahun dan Kerajaan Surga yang kekal untuk selamanya. Bagi orang-orang yang tidak
menyerah kepada Binatang itu dan mempertahankan iman mereka kepada Tuhan, Jahweh
akan memberikan berkat untuk memerintah bersama dengan Tuhan selamanya.
Ayat 14: Dan aku melihat: sesungguhnya, ada
suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan
sebuah mahkota emas di atas kepalaNya dan sebilah sabit tajam di tanganNya
Ayat ini mengatakan bahwa Tuhan akan kembali untuk
mengangkat orang-orang kudus. Karena Tuhan adalah Penguasa orang-orang kudus,
Ia akan membangkitkan orang-orang kudus yang saat itu sudah menjadi martir untuk
mempertahankan iman mereka dan mengangkat mereka ke Kerajaan Surga di dalam
pengangkatan. Pada Masa Kesengsaraan Besar, pengangkatan pasti akan terjadi
kepada orang-orang kudus.
Ayat 15: Maka keluarlah seorang malaikat lain
dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di
atas awan itu: “Ayunkanlah sabitMu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya
untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak.”
Firman ini menjelaskan mengenai penggenapan pengangkatan
orang-orang kudus oleh Tuhan. Tepat waktu, pengangkatan akan terjadi setelah
kemartiran orang-orang kudus. Tuhan akan mengijinkan pengangkatan kepada orang-orang
kudus yang sudah tidur pada saat itu, bersama dengan orang-orang kudus yang
dijadikan martir. Penggenapan dari iman orang-orang kudus ditemukan di dalam
keselamatan, kemartiran, kebangkitan, pengangkatan, dan kehidupan kekal. Waktu
pengangkatan orang-orang kudus adalah setelah kemartiran mereka dengan penganiayaan
dari Antikristus, dan langsung terjadi sesudah kebangkitan mereka.
Ayat 16: Dan Ia, yang duduk di atas awan itu,
mengayunkan sabitNya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah
Ayat ini, juga, menunjuk kepada pengangkatan orang-orang
kudus. Pengangkatan berarti diangkatnya orang-orang kudus ke angkasa. Apakah
kemudian ini berarti bahwa orang-orang kudus akan diangkat ke angkasa, dan langsung
turun ke dunia bersama dengan Tuhan? Tentu saja tidak! Setelah orang-orang kudus
diangkat, Tuhan kita akan membinasakan lautan, dan semua di dalamnya dengan
mencurahkan malapetaka ketujuh cawan, dan setelah membinasakan dunia, Ia akan
turun ke dunia bersama-sama dengan orang-orang kudus yang sudah diangkat.
Kemudian, Tuhan dan orang-orang kudusNya akan
memerintah di dunia ini selama seribu tahun, dan ketika perjamuan kawin Anak
Domba berakhir, mereka akan naik ke Kerajaan Surga yang kekal. Ketika orang-orang
kudus bergabung dengan Tuhan di dalam perjamuan kawin Anak Domba, Tuhan sudah
siap memperbaharui seluruh dunia dengan segala isinya.
Setelah pengangkatan mereka, orang-orang kudus
akan berdiam di angkasa dengan Tuhan untuk sementara waktu, dan ketika malapetaka
ketujuh cawan berakhir, mereka semua akan turun untuk memerintah dengan Dia
selama seribu tahun. Mereka akan masuk ke dalam Kerajaan Jahweh dengan Tuhan,
dan hidup dengan Dia selamanya.
Ayat 17: Dan seorang malaikat lain keluar dari
Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam
Malaikat yang muncul di sini adalah malaikat penghakiman.
Malaikat ini akan menurunkan malapetaka yang besar kepada manusia di dunia ini
yang melawan Jahweh, dan melemparkan mereka ke dalam api yang kekal. Tugasnya
adalah untuk membuang dan mengikat, bersama dengan Antikristus dan hamba-hambanya,
semua orang-orang berdosa di dunia yang tidak dilahirkan kembali ke dalam lubang
yang tidak berdasar.
Ayat 18: Dan seorang malaikat lain datang dari
mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat
yang memegang sabit tajam itu, katanya: “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan
potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak”.
Firman ini menjelaskan bahwa waktunya sudah tiba
bagi orang-orang berdosa untuk dihukum oleh Jahweh atas dosa mereka melawan
Dia. Di dalam masa Jahweh ada jam-jam dari rencana pelaksanaanNya. Untuk memberikan
kepadaoob penghukuman api dariNya, Jahweh akan mengumpulkan semua orang-orang
berdosa dan mereka semua yang melawan Jahweh, dan menghukum mereka secara setimpal.
Ayat 19: Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya
ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam
kilangan besar, yaitu murka Jahweh
Firman ini menunjukkan bahwa setelah pengangkatan
orang-orang kudus, Antikristus dan orang-orang berdosa akan sangat menderita
di bawah malapetaka ketujuh cawan. Di dunia ini, juga, Jahweh akan menurunkan
murkaNya kepada orang-orang berdosa dengan melepaskan malapetaka yang mengerikan
dariNya kepada mereka, dan kemudian melanjutkannya dengan penghukuman di neraka.
Malapetaka yang kemudian akan Jahweh curahkan kepada orang-orang berdosa, Antikristus
dan pengikut-pengikutnya adalah murka kebenaranNya. Inilah yang disediakan Jahweh
bagi orang-orang berdosa yang melawan Dia.
Ayat 20: Dan buah-buah anggur itu dikilang
di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang
kuda dan jauhnya dua ratus mil.
Ayat di sini menjelskan betapa dahsyatnya murka
Jahweh dan penderitaannya bagi mereka yang masih akan tetap ada di dunia ini,
baik manusia maupun makhluk hidup lainnya, yang terjadi karena malapetaka ketujuh
cawan yang dicurahkan kepada mereka. Di sini juga dijelaskan bahwa malapetaka
akan merajalela ke seluruh penjuru dunia. Ketika orang-orang kudus menjadi martir,
dibangkitkan, dan diangkat, sejak saat itu sampai selanjutnya, murka malapetaka
ketujuh cawan akan ditumpahkan secara bersama, dan dengan itu mengakhiri segala
sesuatu.
Tidak seorangpun kecuali orang-orang kudus di
Surga dan malaikat-malaikat yang berpihak kepada Jahweh yang akan lepas dari
malapetaka yang mengerikan itu. Untuk mereka yang melawan Jahweh, di lain pihak,
hanya penghukuman neraka yang menanti. Sebaliknya, saat itu orang-orang kudus
yang dilahirkan kembali akan menemukan dirinya berada di perjamuan kawin dengan
Tuhan di angkasa, bersyukur dan memuji Dia atas keselamatan dariNya. Sejak saat
itu, orang-orang kudus akan hidup dengan Tuhan selama-lamanya di dalam berkat
kekalNya.
Kembali ke Daftar
|