|
Kerajaan Yang Akan Diperintah
oleh Yang Mahakuasa
<Wahyu 19:1-21 >
“Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti
suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: “Haleluya!
Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Jahweh kita, sebab benar
dan adil segala penghakimanNya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar
itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan
darah hamba-hambaNya atas pelacur itu.” Dan untuk kedua kalinya mereka berkata:
“Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya.” Dan kedua puluh empat tua-tua
dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Jahweh yang duduk di atas takhta
itu, dan mereka berkata: “Amin, Haleluya.” Maka kedengaranlah suatu suara dari
takhta itu: “Pujilah Jahweh kita, hai kamu semua hambaNya, kamu yang takut akan
Dia, baik kecil maupun besar!” Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar
orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya:
“Haleluya! Karena Tuhan, Jahweh kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah
kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan
Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan
supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!”
[Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke
perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar,
perkataan-perkataan dari Jahweh.” Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk
menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian! Aku
adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian
Jahshua. Sembahlah Jahweh! Karena kesaksian Jahshua adalah roh nubuat.” Lalu
aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang
menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang
dengan adil. Dan mataNya bagaikan nyala api dan di atas kepalaNya terdapat banyak
mahkota dan padaNya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorang pun,
kecuali Ia sendiri. Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan
namaNya ialah: “Firman Jahweh.” Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia;
mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan
dari mulutNya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa.
Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur
dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Jahweh, Yang Mahakuasa. Dan pada
jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, yaitu:
“RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN.”
Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di
dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang
terbang di tengah langit, katanya: “Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut
dalam perjamuan Jahweh, perjamuan yang besar, supaya kamu makan daging semua
raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda
dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun
hamba, baik yang kecil maupun yang besar.” Dan aku melihat binatang itu dan
raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan
peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentaraNya. Maka tertangkaplah binatang
itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda
di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima
tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan
hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyalaNyala oleh belerang. Dan semua orang
lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan
semua burung kenyang oleh daging mereka.”
Exegesis
Ayat 1: Kemudian dari pada itu aku mendengar
seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya:
“Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Jahweh kita!”
Bagian di atas menjelaskan tentang orang-orang
kudus yang memuji Tuhan Jahweh saat percaya perjamuan kawin Anak Domba sudah
tiba. Tuhan Jahweh kita sudah memberikan kepada orang-orang kudus itu keselamatan
dan kemuliaan, sehingga mereka bisa memuji Dia untuk alasan yang bagus. Orang-orang
kudus yang diangkat di angkasa kemudian meneruskan memuji Tuhan Jahweh, karena
begitu besarlah anugerahNya yang membebaskan mereka dari segala dosa mereka
dan kutukan yang tidak terhindarkan.
Kata “alleluia” atau “haleluya” adalah
kata yang dibentuk dari dua kata Ibrani yaitu “halal,” yang berarti pujian,
dan “Yah,” yang berarti “Jehovah”—artinya, dengan demikian, adalah “puji
Jehovah.” Secara khusus, Mazmur 113-118 dari Perjanjian Lama disebut sebagai
“Hallel tentang Mesir,” dan Mazmur 146-150 disebut sebagai “Mazmur-mazmur tentang
Halel.”
“Mazmur-mazmur tentang Halel” adalah nyanyianNyanyian
yang menyertai sukacita dan dukacita dari orang-orang Yahudi, yang memberikan
kepada mereka kekuatan di masa kesusahan dan kesengsaraan, dan nyanyian sebagai
lagu sukacita di masa-masa keselamatan dan kemenangan. NyanyianNyanyian ini
juga dinyanyikan setiap kali pujian “haleluya” bisa dinyanyikan hanya kepada
Jahweh. Alasannya adalah karena penghukuman Tuhan berupa malapetaka yang besar
yang terjadi di dunia ini adalah benar dan adil, dan karena keselamatan, kuasa,
dan kemuliaan hanya menjadi milik Jahweh.
Ayat 2: “sebab benar dan adil segala penghakimanNya,
karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan
percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hambaNya atas pelacur
itu.”
Bahwa Tuhan Jahweh akan membalaskan bagi orang-orang
kudus dengan mencurahkan malapetaka ketujuh cawan kepada semua orang yang hanya
sekedar mengaku beragama di dunia ini dan kepada orang yang tidak percaya adalah
penghukuman yang benar dan adil dari Jahweh. Karena orang yang hanya sekedar
mengaku beragama di dunia ini sudah membunuh orang-orang yang tidak berdosa
dan para hamba Jahweh yang benar, mereka, pada gilirannya, layak untuk dikutuk
di dalam kematian yang kekal oleh Jahweh.
Sudahkan para hamba Jahweh melakukan sesuatu di
dunia ini yang membuatnya layak dibunuh oleh orang yang hanya sekedar mengaku
beragama di dunia ini? Tentu saja tidak! Tetapi semua orang yang hanya sekedar
mengaku beragama di dunia ini di dunia ini sudah bersatu dalam persekongkolan
untuk membunuh anak-anak Tuhan Jahweh. Dengan demikian, dicurahkannya malapetaka
ketujuh cawan kepada para pembunuh ini adalah adil, yang juga merupakan perwujudan
dari kebenaran Jahweh.
Ayat 3: Dan untuk kedua kalinya mereka berkata:
“Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya!”
Orang-orang kudus memuji Tuhan Jahweh kita di
angkasa karena hari perjamuan kawin dengan Jahshua, yang sudah menjadi Anak
Domba sudah tiba.
“Asapnya naik sampai selama-lamanya.” Hal
ini menunjuk kepada asap yang naik dari dunia yang sudah dibinasakan dan dibakar
oleh malapetaka ketujuh cawan yang dicurahkan oleh Jahweh. Itu menunjukkan bahwa
dunia ini tidak akan pernah dipulihkan dari puing-puing karena kehancurannya
sangat parah dan kekal.
Ayat 4: Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat
makhluk itu tersungkur dan menyembah Jahweh yang duduk di atas takhta itu, dan
mereka berkata: “Amin, Haleluya!”
Kenyataan bahwa hari pernikahan orang-orang kudus
dengan Tuhan Jahshua sudah tiba adalah peristiwa yang sangat mulia sehingga
24 orang tua-tua dan keempat makhluk yang ada di Surga memuji dan menyembah
Tuhan Jahweh yang duduk di tahtaNya. Inilah sebabnya para hamba Jahweh memuji
Tuhan Jahweh di angkasa.
Ayat 5: Maka kedengaranlah suatu suara dari
takhta itu: “Pujilah Jahweh kita, hai kamu semua hambaNya, kamu yang takut akan
Dia, baik kecil maupun besar!”
Karena hari perjamuan kawin Anak Domba dengan
orang-orang kudus adalah sukacita besar yang tidak terkatakan bagi semua hamba-hambaNya
yang sudah diselamatkan dengan percaya kepada Tuhan Jahweh, suara dari tahta
itu mengajak semuanya untuk memuji Jahweh. Saatnya udah tiba bagi para hamba
Jahweh dan semua orang-orang kudusNya untuk bersukacita dan memuji Tuhan.
Ayat 6: Lalu aku mendengar seperti suara himpunan
besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat,
katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Jahweh kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi
raja!”
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa ketika
waktu pemerintahan Tuhan Jahweh sudah tiba, adalah saatnya bagi orang-orang
kudusNya dan para hambaNya untuk menerima damai, sukacita dan berkat-berkat
yang kekal mengalir seperti sungai. Inilah sebabnya mereka memuji Tuhan Jahweh.
Orang-orang kudus memuji Jahweh kita di angkasa meski saat itu malapetaka yang
besar sedang terus terjadi di dunia ini karena saarnya sudah tiba bagi mereka
untuk diperintah oleh Tuhan Jahweh—yaitu, inilah saatnya bagi Jahweh untuk mempermuliakan
semua orang kudusNya. Suara pujian orang-orang kudus pada saat itu adalah seperti
suara desau air bah. Perjamuan kawin di Kerajaan Tuhan kemudian dimulai dengan
pujian yang indah dari orang-orang kudus.
Ayat 7: “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,
dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya
telah siap sedia.”
Sekarang ketika malapetaka ketujuh cawan yang
diturunkan oleh Jahweh berakhir, ayat ini meenjelaskan bahwa waktunya sudah
datang bagi orang-orang kudus untuk bersukacita dan bersorak-sorai. Orang-orang
kudus bersukacita dan bersorak-sorai karena harinya sudah tiba bagi mereka untuk
menikah dengan Tuhan kita dan hidup di dalam KerajaanNya. Untuk hidup dengan
orang-orang kudus, Tuhan Jahweh kita sudah mempersiapkan Langit Baru dan Bumi
Baru, kota suci dan tamannya, dan semua kemuliaan serta kekayaan, dan Ia sudah
menanyikan mereka. Sejak saat itu, orang-orang kudus memerintah bersama dengan
Tuhan selamanya.
Ayat 8: “Dan kepadanya dikaruniakan supaya
memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!” Lenan
halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.
Tuhan sudah memberikan kepada orang-orang kudus
pakaian yang baru, yang terbuat dari kain lenan halus. Siapa saja yang hidup
dengan melayani Tuhan mengenakan pakaian itu. Jahweh mengenakan kepada orang-orang
kudus, dengan kata lain, pakaian Surgawi. Pakaian surgawi ini dari kain lenan
halus yang tidak akan basah oleh keringat. Ini menjelaskan kenyataan bahwa kita
menjadi mempelai wanita Anak Domba bukan karena usaha atau keunggulan manusia
kita, tetapi karena iman kita di dalam Injil air dan Roh yang diberikan oleh
Tuhan Jahweh.
Dalam kontras yang sangat jelas dengan pakaian
berwarna merah dan pakaian ungu yang dikenakan oleh Antikristus, kain lenan
ini adalah kain lenan yang sangat mahal yang biasa dipakai untuk menjadi pakaian
para imam dan raja. Bebas dari keringat, berwarna putih, kain lenan halus menunjukkan
bahwa orang-orang yang mengenakan anugerah Jahweh dan kebenaranNya sudah menjadi
umatNya.
Kata, “Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan
yang benar dari orang-orang kudus,” berarti bahwa orang-orang yang sudah
menjadi orang-orang kudus oleh anugerah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan
Jahweh memberikan kemuliaan kepada Jahweh dengan kemartiran mereka oleh Antikristus
dan pengikut-pengikut dalam mempertahankan iman mereka. “Perbuatan-perbuatan
yang benar,” dengan kata lain, menunjuk bukan kepada kebenaran karena Hukum,
tetapi kepada kemartiran orang-orang kudus dalam mempertahankan iman yang berharga.
Demikian juga, semua mempelai wanita Jahshua Kristus di akhir jaman adalah para
martir yang, untuk mempertahankan kesucian iman mereka kepada Tuhan, sudah berdiri
dan melawan Antikristus serta pengikut-pengikutnya sementara di dunia ini.
Untuk mempersiapkan iman mereka kepada kemartiran,
semua orang kudus harus dipelihara selama tiga setengah tahun pertama Masa Kesengsaraan
Besar, karena ketika masa tiga setengah tahun itu berlalu, mereka pasti akan
dijadikan martir.
Ayat 9: Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah:
Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi
kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Jahweh.”
Ketika malapetaka dari Jahweh berakhir di dunia
ini, Tuhan Jahweh akan mengundang orang-orang kudus ke perjamuan kawin Anak
Domba (Kerajaan yang dibangun dan diperintah oleh Tuhan), dan Ia akan mengijinkan
mereka untuk hidup di dalam Kerajaan Kristus. Mereka yang diundang ke dalam
perjamuan kawin Anak Domba di sini adalah yang diberkati. Tuhan Jahweh sudah
mengatakan kepada kita bahwa Ia tidak akan gagal dalam menggenapi firman perjanjianNya
ini. Harinya akan datang ketika orang-orang kudus akan menikah dengan Tuhan.
Tuhan kita akan datang ke dunia ini untuk membawa mempelai wanitaNya, yang sudah
dibasuhkan dari segala dosa mereka dengan percaya kepada Injil air dan Roh.
Dan Tuhan kemudian akan hidup bersama mempelai wanitaNya sampai selamanya di
dalam KerajaanNya.
Persekutuan orang-orang kudus dengan Tuhan disempurnakan
ketika mereka diangkat oleh Kristus, pada saat ketika mereka menerima kemuliaan
yang tiada akhir dan pahala di Kerajaan Seribu Tahun. Haleluya! Saya memuji
dan bersyukur kepasa Tuhan Jahweh yang sudah menjadikan kita sebagai umatNya.
Ayat 10: Maka tersungkurlah aku di depan kakinya
untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: “Janganlah berbuat demikian!
Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian
Jahshua. Sembahlah Jahweh! Karena kesaksian Jahshua adalah roh nubuat.”
Orang-orang kudus harus memberikan semua kemuliaan
itu hanya kepada Tuhan Jahweh. Dia yang menerima semua pujian dan penyembahan
dari orang-orang kudus semata-mata hanya Jahweh Tritunggal kita.
Kata, “Karena kesaksian Jahshua adalah roh
nubuat,” berarti bahwa kesaksian dan nubuat Jahshua datang melalui Roh Kudus.
Ayat 11: Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya,
ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang
Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
Ketika akhir jaman tiba, Tuhan Jahweh kita, dengan
menaikki seekor kuda putih, akan berperang melawan Iblis dengan kebenaranNya
dan mengikat dia dengan melemparkannya ke dalam lubang tak berdasar dan lautan
api.
Di sini, nama Jahshua Kristus adalah “Setia” dan
“Benar.” Kata “Setia” berarti bahwa Kristus sangat bisa dipercaya, menunjukkan
kebenaran dan ketetapanNya, sementara kata “Benar,” berarti bahwa Ia jauh dari
kesalahan, yang mengajarkan bahwa Kristus akan mengalahkan Antikristus dengan
penghukuman yan adil dari Jahweh.
Ayat 12: Dan mataNya bagaikan nyala api dan
di atas kepalaNya terdapat banyak mahkota dan padaNya ada tertulis suatu nama
yang tidak diketahui seorang pun, kecuali Ia sendiri.
Bahwa mata Tuhan adalah “bagaikan nyala api” menjelaskan
bahwa Ia mmiliki kuasa untuk menghakimi segalanya. Kata “di atas kepalaNya
terdapat banyak mahkota dan padaNya,” di sisi lain, berarti bahwa Tuhan
kita senantiasa berjaya atas Iblis di dalam peperanganNya melawan dia, karena
Ia adalah Jahweh yang mahatahu dan mahakuasa.
Ayat 13: Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup
dalam darah dan namaNya ialah: “Firman Jahweh.”
Tuhan kita akan membalaskan bagi orang-orang kudus
kepada musuh-musuh mereka dengan menghukum musuh-musuhNya, yang sudah melawan
Dia, dengan murka yang sangat keras. Jahweh ini tidaklah lain daripada Jahshua
Kristus sendiri. Sebagaimana Ia sudah berjanji di dalam firmanNya, Tuhan kita
memang sudah datang ke dunia ini dalam rupa manusia, dibaptiskan oleh Yohanes
untuk menanggung segala dosa dunia, membawa semuanya ke Kayu Salib, dan membuat
dosa-dosa semua manusia dilenyapkan.
“Jubah yang telah dicelup dalam darah” Darah
ini tidak menunjuk kepada darah Jahshua sendiri. Darah itu menunjuk kepada darah
musuh-musuh yang dipercikkan kepada jubah Jahshua saat Ia membawa murkaNya yang
menakutkan kepada mereka dan menginjak-injak mereka dengan kakiNya yang berkuasa.
“Firman Jahweh” menunjuk kepada kepribadian
Jahshua. Karena Tuhan kita melakukan segala sesuatu dengan FirmanNya yang berkuasa,
Ia diberi nama “Firman Jahweh.”
Ayat 14-16: Dan semua pasukan yang di sorga
mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih
bersih. Dan dari mulutNya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala
bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras
anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Jahweh, Yang Mahakuasa.
pada jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, yaitu: RAJA SEGALA RAJA DAN TUAN
DI ATAS SEGALA TUAN.
Balatentara Tuhan Jahweh senantiasa melayani pekerjaan-pekerjaanNya,
mengenakan anugerahNya yang penuh kemuliaan.
Jahweh akan menghukum dunia ini dengan Firman
yang keluar dari mulutNya. Tuhan kita senantiasa berjanji kepada kita dengan
firman dari mulutNya, dan Ia senantiasa menggenapi janji-janji itu dengan kuasaNya.
Dia yang menghukum dunia dan membinasakan Iblis adalah Jahshua Kristus, Raja
segala raja dan Tuan di atas segala tuan.
Ayat 17: Lalu aku melihat seorang malaikat
berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung
yang terbang di tengah langit, katanya: “Marilah ke sini dan berkumpullah untuk
turut dalam perjamuan Jahweh, perjamuan yang besar,”
Dunia ini, bersama-sama dengan Iblis dan pengikut-pengikutnya,
pada akhirnya akan dibinasakan oleh Jahshua Kristus. Alkitab menjelaskan kebinasaan
dunia ini sebagai suatu perjamuan besar dari Jahweh.
Ayat 18: “supaya kamu makan daging semua raja
dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan
daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun
hamba, baik yang kecil maupun yang besar.”
Firman ini menjelskan kepada kita bahwa karena
segala dosa dan semua manusia di dalamnya akan dibunuh pada saat malapetaka
yang dahsyat dari Tuhan Jahweh berakhir, burung-burung di udara akan memenuhi
perut mereka dengan daging mereka. Mereka akan melakukannya karena Jahweh sudah
mencurahkan malapetaka ketujuh cawan ke atas dunia ini. Tuhan kita mengatakan
kepada kita, “Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun (Matius
24:28).” Di dunia akhir jaman, yang ada hanyalah kebinasaan, kematian, dan
penghukuman neraka bagi orang-orang berdosa. Bagi orang-orang kudus, akan ada
berkat memerintah di dalam Kerajaan Kristus.
Ayat 19: Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja
di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan
melawan Penunggang kuda itu dan tentaraNya.
Sampai kepada akhirnya, Antikristus, hamba Iblis
itu, dan pengikut-pengikutnya akan melawan para hamba Jahweh dan orang-orang
kudus dan berusaha mengalahkan mereka. Tetapi karena Tuhan kita adalah Raja
di atas segala raja, Ia akan mengalahkan Antikristus dan para nabi palsu, melemparkan
mereka ke dalam lautan api neraka, dan membunuh semua hamba-hambanya dengan
perdang firmanNya.
Ayat 20: Maka tertangkaplah binatang itu dan
bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda di depan
matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda
dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup
ke dalam lautan api yang menyalaNyala oleh belerang.
“Binatang” di sini menunjuk kepada Antikristus.
“nabi palsu” adalah hamba Antikristus yang, dengan melakukan banyak mujizat
dan tanda-tanda ajaib, menjadikan manusia berbalik dari iman kepada Firman kebenaran.
Tuhan Jahweh kita akan membinasakan Iblis, Binatang (Antikristus), nabi palsu,
dan pengikut-pengikut Iblis yang menyembah patung Antikristus dan melawan Jahweh,
melawan orang-orang kudus, dan melawan Injil air dan Roh.
“lautan api yang menyalaNyala oleh belerang”
di sini menunjuk kepada neraka. Neraka ini berbeda dengan lubang tak berdasar.
Ketika lubang tak berdasar adalah tempat dimana kuasaKuasa Iblis secara sementara
diikat, di dalam “lautan apu” adalah tempat penghukuman kekal bagi mereka. Secara
khusus, api dan belerang senantiasa dipakai di dalam Alkitab sebagai alat penghukuman
dan penghakiman Jahweh.
Setelah dunia ini dibinasakan, Tuhan akan kembali
dengan orang-orang kudus, membinasakan Iblis dan para hambanya terlebih dahulu,
dan kemudian membuka Kerajaan Kristus. Orang-orang kudus kemudian akan hidup
dan memerintah dengan Tuhan di dalam Kerajaan Kristus selama seribu tahun selanjutnya.
Ayat 21: Dan semua orang lain dibunuh dengan
pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang
oleh daging mereka.
Dunia ini diciptakan dengan Firman yang keluar
dari mulut Tuhan Jahweh kita; demikian juga, musuh-musuh Jahweh akan dibinasakan
semuanya dengan Firman penghakiman yang keluar dari mulutNya. Kerajaa Kristus
kemudian akan dibangun di dunia ini. Orang-orang kudus, karena itu, harus menempatkan
pengharapan mereka di dalam Kerajaan Kristus dan memberikan kemuliaan kepada
Jahweh dengan berperang melawan Iblis, Antikristus dan pengikut-pengikutnya,
dan menyambut kemartiran mereka dengan iman.
Kembali ke Daftar
|