|
Warna Pintu Gerbang Pelataran
Kemah Suci
< Keluaran 27:9-19 >
“Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci;
untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus
yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya
harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga,
tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak.
Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus
hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu
harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya
harus dari perak. Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada
layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang
itu. Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh
hasta, yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang
itu, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; dan juga untuk sisi yang
kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan tiga tiangnya
dan tiga alas tiang itu; tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua
puluh hasta dari kain ungu tua dan kain biru, kain kirmizi dan dari lenan halus
yang dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya
dan empat alas tiang itu. Segala tiang yang mengelilingi pelataran itu haruslah
dihubungkan dengan penyambung-penyambung perak, dan kaitan-kaitannya harus dari
perak dan alas-alasnya dari tembaga. Panjang pelataran itu harus seratus hasta,
lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal
benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga. Adapun segala perabotan untuk
seluruh perlengkapan Kemah Suci, dan juga segala patoknya dan segala patok pelataran:
semuanya harus dari tembaga.”
Ada
perbedaan yang jelas antara iman orang yang dilahirkan kembali dengan
iman orang Kristen nominal; yang dilahirkan kembali tahu bahwa Jahweh
sudah menghapus dosa kita, dan yang nominal percaya kepada Jahshua
hanya didasarkan kepada pengertiannya sendiri, dan hanya sekedar
praktek keagamaan. Namun mereka yang percaya kepada Jahweh hanya
sebagai tindakan keagamaan begitu berkembang sampai-sampai mereka
yang memberitakan kebenaran yang sesungguhnya menjadi kecil hati
melihat orang-orang yang memberitakan iman yang salah itu mengabarkan
pengajaran yang keliru dan berkembang. Mereka kecil hati karena
mereka dengan jelas melihat begitu banyak orang Kristen yang ditarik
ke dalam agama yang keliru yang bersifat tipuan dan dusta.
Saya, juga, merasa kecil hati karena hal itu selama
beberapa waktu. Karena saya sudah sungguh-sungguh dilahirkan kembali dengan
menemukan kebenaran, dan sungguh-sungguh mengucap syukur kepada Jahweh yang
memakai saya sebagai alat pekerjaanNya, dan karena hati saya sungguh-sungguh
rindu agar kebenaran Jahweh disebarkan seluas dan selebar mungkin, ketika saya
melihat begitu banyak orang menjalani kehidupan keagamaannya dengan tertipu
oleh dusta, saya tidak bisa tidak merasa sangat sedih.
Namun, yang sangat jelas adalah bahwa Roh Kudus
ada di dalam hati saya, dan meskipun saya lemah, hati saya tidak memiliki dosa.
Di dalam hati, dengan itu, ada ucapan syukur, dan saya tidak merasa malu karena
Injil yang saya percayai. Ketika saya memberitakan Injil ini kepada semua manusia
di seluruh dunia ini, kalau mereka mendengar kebenaran Firman ini dan mempercayainya,
mereka, juga, tidak akan malu di hadapan Jahweh dan manusia, karene ketika mereka
percaya kepada kebenaran ini, mereka semua sungguh-sungguh menjadi anak-anak
Jahweh.
Anda juga pasti bisa mendapatkan berkat yang sama
melalui iman. Meskipun anda tidak pernah belajar teologi, kalau anda percaya
kepada Injil air dan Roh ini, anda akan menerima pengampunan dosa, menjadi anak-anak
Jahweh, menerima Roh Kudus di dalam hati anda. Dan dengan Roh Kudus, anda juga
bisa hidup sebagai hamba Jahweh. Inilah kebenaran yang pasti, dan percaya kepada
hal itu berarti memiliki iman yang benar.
Meskipun saya hidup di dunia yang penuh dengan
kebohongan, karena di dalam hati saya ada iman yang benarm saya bisa terus memberitakan
Injil kebenaran sampai saat ini. Sejak saya mulai memberitakan Firman mengenai
Kemah Suci, saya mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai rancangan para
pendusta, dan dengan itu saya bisa membedakan antara kebenaran dengan yang salah.
Inilah alasannya saya memberikan kesaksian tentang kebenaran Kemah Suci ini.
Sangat membuat saya bersukacita bahwa dengan memberitakan kebenaran yang sejati
tentang Kemah Suci, banyak orang dimampukan untuk membedakan antara kebenaran
dengan yang salah.
Dalam menulis buku tentang Kemah Suci ini, yang
paling sulit bagi saya adalah mencoba untuk menjelaskan istilah-istilah di dalamnya.
Saya sudah mencoba membuat penyelidikan seksama tentang hal ini, dengan melihat
kepada teks aslinya, untuk memastikan bahwa semua glossari atau daftar kata-kata
yang berhubungan dengan Kemah Suci tidak akan memunculkan kesalahan informasi,
atau jangan sampai disalahpahami oleh para pembaca. Meskipun saya memiliki pemahaman
dan pengertian tentang Kemah Suci, karena dalamnya pengertian tentang Kemah
Suci dan juga makna rohaninya yang tersembunyi yang harus dijelaskan kepada
orang-orang yang pemahamannya terbatas, maka saya sangat berhati-hati dengan
tanggungjawab ini, dan tidak yakin bagaimana tepatnya dan pastinya saya bisa
menjelaskan dengan baik pentingnya Kemah Suci.
Akan sangat bagus, tentu saja, kalau orang bisa
memahami dan percaya begitu pertama kali mendengarnya. Tetapi Roma tidak dibangun
dalam satu hari; begitupun, sama saja dengan hal-hal yang lain, memberitakan
kebenaran dan iman yang benar tidak bisa diperoleh dalam satu hari juga, tetapi
dicapai secara pelahan-lahan, saat kita menggali intinya sedikit demi sedikit.
Karena itu saya secara khusus memusatkan kepada menggali secara mendalam sejak
awal, karena tidak semua orang akan bisa memahami hal ini, dan ini adalah tantangan
yang terberat yang saya hadapi ketika menuliskan buku ini.
Namun, dengan pertolongan Jahweh, buku ini akhirnya
bisa diluncurkan tanpa banyak masalah. Tidak perlu dikatakan, saya sangat bersyukur
akan hal itu. Melalui buku ini, dan dengan membedakan kebenaran dari yang salah,
saya menyatakan betapa berharga, jelas dan tidak perlu diragukan bahwa orang-orang
yang saat ini percaya kepada Injil air dan Roh sudah diselamatkan, dan bagaimana,
sebaliknya betapa sia-sia agama dan iman dari orang-orang percaya kepada injil
yang lain selain Injil air dan Roh. Karena itu saya sangat bersyukur kepada
Jahweh, di atas segala-galanya, yang menyelamatkan saya dari dosa-dosa saya.
Saat ini, banyak yang disebut injil, yang mengatakan
tanpa alasan bahwa mereka tidak memiliki dosa hanya karena percaya kepada Jahshua.
Hati mereka dipenuhi dengan segala macam iman yang tidak berdasar dan yang menyimpang.
Ketika mempelajari Kemah Suci, saya semakin menyadari betapa sia-sianya dan
kelirunya iman mereka, dan karena kesadaran ini, saya semakin bersyukur kepada
Jahweh di dalam hati saya karena keselamatan saya.
Pintu Gerbang dan Pagar Pelataran Kemah Suci
Dari
ayat di atas, kita bisa melihat kenyataan bahwa panjang bentuk segi
empat Kemah Suci adalah 45 meter dan lebarnya adalam 22,5 meter,
karena satu hasta sama dengan 0,45 meter; dan bahwa pelataran itu
dikelilingi oleh 60 tiang di setiap sisinya, tinggi tiang itu 2,25
meter; yang terletak di sebelah timur adalah pintu gerbangnya, yang
lebarnya 9 meter, dan bahwa keseluruhan bagian pagar yang lain (sekitar
126 meterdari keseluruhan 135 meter) ditutupi oleh layar-layar yang
dibuat dari lenan halus.
Pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat dari
kain ungu tua dan kain biru, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal
benangnya, dan ukurannya adalah 9 m lebarnya dan 2,25 m tingginya. Empat pintalan
itu, dengan kata lain, ditenun untuk membuat layar yang ukurannya 9 m kali 2,25
m. Tenunan kain biru pertama-tama ditenun seluruh panjang dan lebarnya kepada
kain lenan halus putih, lalu kain ungu dibuat setinggi 2,25 m, dan kain kirmizi
dibuat setinggi 2,25 m, yang kemudian diikuti dengan dipasangkannya layar putih,
yang membuat bahan ini menjadi seperti layar yang sangat tebal dan kuat, yang
bentuknya sepeti karpet, yang tingginya 2,25 m. Dengan cara ini, sebuah tirai
yang ditenun dengan ukuran 2,25 m dan 9 m lebar diletakkan kepada keempat tiang
di pelataran Kemah Suci di bagian sebelah timur.
Untuk masuk ke dalam pelataran Kemah Suci, dengan
demikian, orang harus masuk melalui tirai dan menyingkapkannya ke atas. Tidak
seperti gerbang yang biasanya, gerbang Kemah Suci bukan terbuatdari kayu. Meskipun
tiangnya terbuat dari kayu, tetapi gerbangnya tergantung ke tiang-tiang itu
yang berupa tirai yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus yang dipintal benangnya.
Mungkin anda pernah menyaksikan pertunjukan sirkus
sebelumnya, dan melihat bagaiman tenda sirkus itu dibangun. Pintunya biasanya
terbuat dari kain yang sangat tebal. Gerbang pelataran Kemah Suci memiliki kemiripan
dengan pintu yang demikian. Karena terbuat dari kain yang tebal, maka pintu
itu tidak dibuka dengan cara ditarik atau didorong, tetapi justru disingkap
ke atas. Dan ini bukan hanya untuk gerbang pelataran Kemah Suci, tetapi juga
yang menjadi gerbang untuk Tempat Kudus dan Tempat Mahakudus di bagian dalam
Kemah Suci.
Mengapa Jahweh memerintahkan bangsa Israel untuk
membuat tiga gerbang yaitu untuk pelataran Kemah Suci, Tempat Kudus, dan Tempat
Mahakudus dengan menenun kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus yang dipintal benangnya? Kita perlu mengerti dengan jelas apa kehendak
Jahweh di balik perintah ini. Surat Ibrani menjelaskan kepada kita bahwa semua
hal yang baik di dalam Perjanjian Lama adalah menggambarkan tentang satu substansi
yang akan datang, yaitu,Jahshua Kristus (Ibrani 10:1).
Demikian juga, pintu gerbang pelataran Kemah Suci
yang sangat rumit itu berhubungan dengan baptisan Jahshua Kristus, kematianNya
di kayu Salib, dan identitasNya sendiri. Dengan itu, ketika kita mendapatkan
masalah dalam memahami Perjanjian Lama, kita bisa mencapai pemahaman itu dengan
melihat ke dalam Perjanjian Baru. Tanpa melihat kepada substansi yang sesungguhnya,
sulit untuk melihat bayangan, tetapi kalau kita melihat apa atau siapa yang
memberikan bayangan itu, kita bisa mengerti dengan jelas. Kita semua harus menyadari
dengan jelas siapakah Juruselamat orang berdosa yang dipersiapkan oleh Jahweh,
mengenal Dia sebagai substansi yang nyata dari Kemah Suci, dan percaya bahwa
karyaNya sudah menyelamatkan kita dari dosa kita.
Siapa, kemudian, substansi yang sesungguhnya dari
Kemah Suci, Dia yang sudah menjadi Juruselamat orang berdosa? Tidak lain dari
Jahshua Kristus. Ketika kita melihat bagaimana Jahshua Kristus, Juruselamat
kita, datang ke dunia ini dan bagaimana Ia menyelamatkan kita dari segala dosa
kita, kita bisa menemukan kebenaran yang pasti bahwa Ia sudah menyelamatkan
orang berdosa dengan kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi.
Dalam memahami keselamatan dari Jahshua bagi orang
berdosa, mengenal dan percaya kepada kebenaran yang dinyatakan didalam warna
pintu gerbang pelataran Kemah Suci adalah sangat penting. Ketika menyelidiki
ke dalam Kemah Suci, hal yang pertama yang harus kita sadari adalah bahwa pintu
gerbang pelataran terbuat dari empat jenis kain. Dan ketika kita memecahkan
rahasia dari pintu gervang ini, kita kemudian bisa menangkap semua karya Jahshua
Kristus. Dengan melihat kepada gerbang bentangan yang terbuat dari keempat kain
itu, kita juga bisa memahami dengan jelas bagaimana kita harus mengenal dan
percaya kepada Jahshua, dan jenis iman yang adalah iman yang salah.
Pelataran luar Kemah Suci sebenarnya mengingatkan
kita tentang kandang domba. Jahshua, Mesias kita, sebenarnya adalah pintu kepada
kandang itu, dan juga menjadi Gembala yang baik (Yohanes 10:1-15). Ketika kita
berpikir tentang tiang-tiang yang mengelilingi pelataran, kita sebenarnya diingatkan
akan Mesias, yang sudah menjadi pintu dan juga Gembala yang baik untuk domba-dombaNya,
orang-orang kudus yang dilahirkan kembali.
Gembala itu sebenarnya sudah meletakkan pagar-pagar
di sekelilingnya untuk melindungi dombaNya dan sudah membuat pintu, dan melalui
pintu itu, Ia menjaga dombaNya. Melalui pintu ini Gembala itu menjalin persekutuan
yang akrab dengan dombaNya dan melindungi mereka. Bahkan kenyataannya, semua
yang bukan dombaNya tidak diijinkan masuk melewati pintu itu. Gembala ini membedakan
antara domba dengan srigala. Inilah sebabnya domba membutuhkan Gembala.
Namun mungkin saja ada di antara domba-domba yang
menolak diatur oleh Gembala. Domba itu mungkin memasuki jalan kematian, dan
berpikir bahwa jalan itu adalah indah dan baik ketika jalan itu, sebenarnya,
adalah jalan yang penuh tipu daya dan berbahaya, karena mereka tidak mau mendengarkan
suara Gembala dan menolak untuk diatur olehnya. Domba itu sebenarnya dijaga
hidupnya dan dipelihara dengan baik oleh Gembala, dan menjalani kehidupan yang
indah karena Dia. Gembala kita, yaitu, Jahshua Kristus, yang sudah menjadi Mesias
kita.
Jahshua Kristus Menunjukkan Kepada Kita Keempat Warna Pintu
Gerbang Kemah Suci
Layar yang diletakkan di pintu gerbang Kemah Suci
terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang
dipintal benangnya. kain dari empat warna ini dipakai untuk membuat pintu gerbang
Kemah Suci. Semuanya itu melambangkan keempat pelayanan Mesias, datang ke dunia
ini, menggenapi penyelamatan atas domba-domba yang hilang—yaitu, bangsa Israel
rohani dari seluruh dunia—dari dosa-dosa mereka dan mengembalikan mereka menjadi
umat Jahweh yang tidak memiliki dosa.
Kalau kita sungguh-sungguh mengerti bagaimana
Mesias kita yang datang dalam keempat pelayanan itu, kemudian, kebenaran yang
tidak bisa diragukan lagi adalah bahwa kita sudah dibasuh dari segala dosa kita
dengan iman ini, sudah menyerahkan seluruh kehidupan kita untuk memberitakan
Injil air dan Roh, dan masuk ke dalam Surga dengan iman ini juga. Karena itu,
semua orang sebenarnya harus mengenal Firman kebenaran bahwa Mesias sudah datang
bagi kita dengan kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi dan sudah menyelamatkan
kita dari dosa.
Apakah anda ingin menerima pengampunan dosa dengan
percaya kepada keempat pelayanan Mesias? Mari kita, kemudian, belajar tentang
Kemah Suci. Orang-orang yang mengenal keempat pelayanan ini sesungguhnyaakan
menjadi orang benar dengan menerima pengampunan dosa dari kain biru dan kain
ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya.
Bangsa Israel, yang melihat gerbang Kemah Suci
dibuat dari kain empat warna, sebenarnya harus percaya bahwa Mesias sungguh-sungguh
akan datang di masa yang akan datang dan menggenapi keempat pelayanan itu.
Kebenaran yang Harus Dipercayai Oleh Semua Orang Berdosa
Kalau kita melihat kain lenan putih tergantung
di pelataran Kemah Suci, kita akan bisa mengenali kebutuhan kita akan Juruselamat
dengan menyadari betapa kudusnya Jahweh itu. Semua orang yang sampai kepada
pengenalan akan kekudusan Jahweh, pada kenyataannya, tidak bisa tidak mengakuinya,
dan berkata, “Jahweh, saya mengaku bahwa saya ditentukan untuk masuk neraka
karena dosa-dosa saya, karena saya hanyalah bongkahan besar dosa.” Dengan melihat
kepada kain lenan putih yang tergantung di tiang-tiang pelataran, karena bersihnya
dan megahnya begitu agung, orang akan mengakui dosa-dosa yang ada di dalam hati
mereka dan menyadari bahwa mereka sama sekali tidak layak untuk hidup bersama
dengan Jahweh. Kapan saja mereka yang hatinya tidak lurus berusaha menghadap
Jahweh, dosa-dosa mereka akan selalu dinyatakan. Demikianlah, manusia menjadi
ragu menghadap Jahweh, karena mereka takut kalau dosa-dosa mereka dinyatakan.
Tetapi ketika orang-orang yang penuh dosa itu
menyadari bahwa Juruselamat mereka sudah menyelesaikan masalah dosa mereka dengan
kain biru dan kain kirmizi dariNya, mereka bisa dengan menghadap Jahweh penuh
keyakinan akan keselamatan dan pengharapan di dalam hati mereka.
Empat sisi kebenaran yang ditunjukkan di dalam
pintu gerbang Kemah Suci menjelaskan bahwa Mesias datang ke dunia ini dalam
rupa manusia, menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya dengan baptisan yang
diterimaNya dari Yohanes, dan mencurahkan darahNya di kayu Salib. Orang-orang,
melalui Injil air dan Roh, mengerti dengan pasti serta percaya kepada kebenaran
keempat warna pintu gerbang pelataran Kemah Suci kemudian bisa menerima pengampunan
dosa. Baptisan Jahshua dan penyalibanNya, kebenaran bahwa Kristus sepenuhnya
menyelamatkan kita dari dosa kita dengan baptisan dan darahNya di kayu Salib,
adalah keselamatan seperti keempat warna pbp Kemah Suci.
Kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari
lenan halus yang dipintal benangnya sesungguhnya menunjukkan kepada kita pelayanan
Mesias untuk menyelamatkan orang berdosa dari segala dosa mereka. Kebenaran
keselamatan yang diberikan Jahweh kepada manusia dinyatakan di dalam kain biru
dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. orang-orang
yang memiliki dosa di dalam hati mereka, sebenarnya, diampuni dari segala dosa
mereka dengan percaya kepada keselamatan yang dinyatakan di dalam Injil air
dan Roh.
Agama yang tidak terhitung banyaknya muncul di
dunia ini. Semua agama dunia ini sudah muncul dengan doktrin mereka sendiri
yang dibuat berdasarkan pemahaman mereka sendiri, semuanya membuat manusia berusaha
mencapai kekudusan. Tetapi tidak ada satu orangpun yang pernah dibasih dari
dosa mereka melalui semua agama dunia itu. Alasannya adalah karena mereka semua
membangun dan percaya kepada doktrin keselamatan yang didasarkan kepada pemahaman
mereka sendiri, tanpa menyadari bahwa mereka sendiri penuh dengan dosa. Karena
semua manusia adalah bongkahan dosa yang tidak akan pernah menjadi kudus karena
upayanya sendiri, tidak peduli bagaimanapun kerasnya ia berusaha untuk membuang
keberadaan dasarnya yang berdosa, tidak ada yang berhasil mencapainya. Inilah
sebabnya semua orang sangat memerlukan Juruselamat yang bisa membebaskannya
dari dosa-dosanya—yaitu, mengapa semua manusia membutuhkan Jahshua. Anda harus
menyadari bahwa manusia tidak memiliki Juruselamat yang sejati selain Jahshua
Kristus.
Karena Hukum Jahweh tidak mengijinkan Injil banyu
lan Roh masuk kita hatus mengenal dan percaya bahwa Mesias sungguh-sungguh menghapuskan
segala dosa kita.
Injil yang sudah mengampuni segala dosa manusia
sekali untuk selamanya tidak lain dari Injil air dan Roh. Menempatkan iman seseorang
di dalam doktrin agama duniawi hanya akan membawanya ke dalam kesulitan besar
akibat dari dosa-dosanya, karena Jahweh yang Kudus mengutuk, tanpa kecuali,
semua pelanggaran orang berdosa.
Kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya digenapi
oleh Injil air dan Roh di masa Perjanjian Baru. Pernahkah anda mendengar seseorang
yang mengatakan bahwa pintu gerbang pelataran Kemah Suci hanya dibuat dari kain
merah atau hanya kain ungu dan kain merah saja? Kalau pernah, anda sekarang
harus menyadari, mulai dari saat ini, bahwa pintu gerbang Kemah Suci sesungguhnya
terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang
dipintal benangnya. Jahweh dengan jelas memeritahkan kepada bangsa Israel untuk
membuat pintu gerbang pelataran dengan kayar yang terbuat dari kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya.
Tetapi karena banyak orang yang salah secara salah
paham memiliki pemikiran bahwa pintu gerbang pelataran hanya terbuat dari kain
kirmizi, mereka tidak bisa memecahkan rahasia yang sejati dari keempat pelayanan
Tuhan kita. Inilah sebabnya mereka memiliki dosa di dalam hati meskipun mereka
percaya kepada Jahshua. Sadarilah sekarang bahwa Kristus menanggung segala dosa
anda melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, dan
percaya kepada kebenaran ini. Karya keselamatan yang digenapi di dalam kain
biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus memang sudah sepenuhnya
menyelamatkan anda dari segala dosa anda. Anda harus menyadari bahwa Jahshua
menanggung segala dosa anda dengan keempat pelayanan ini. Menetapkan standar
anda sendiri bagi pengampunan dosa sementara tidak mengenal kebenaran ini, dengan
kata lain, sama sekali keliru.
Beberapa orang, meskipun mereka tetap tidak tahu
apa makna kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi yang dipakai untuk pintu
gerbang pelataran Kemah Suci, salah paham dalam mengatakan bahwa mereka bisa
diselamatkan tanpa alasan hanya karena ia percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat.
Bahkan, ketika kami menanyakan beberapa pemimpin kelompok Kristen tentang keempat
pelayanan Jahshua, kami menemukan bahwa banyak yang tidak mengerti. Mereka mengatakan
bahwa mereka percaya hanya kepada karya kain kirmizi. Kalau mereka percaya kepada
satu hal yang lainnya, mereka akan mengatakan percaya kepada pelayanan kain
ungu juga. Namun, Tuhan kita sebenarnya menggenapkan semua tugas keselamatan
manusia dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Demikian,
kita harus percaya bahwa Tuhan kita melaksanakan keempat pelayanan keselamatan
itu bagi kita. Siapa saja yang memiliki hati yang rindu untuk mengenal kebenaran
yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus di pintu gerbangKemah Suci kemudian akan bisa mengenal dan percaya kepada
hal itu.
“Bagaimana saya harus mengerti makna yang sesungguhnya
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus?” Kalau anda
menanyakan pertanyaan ini kepada seseorang untuk mencari tahu kebenaran tentang
kain dan lenan itu, mungkin anda justru akan ditegur, “Anda jangan berusaha
memahami Alkitab sampai terlalu dalam dan terperinci; itu justru berbahaya,”
dan rasa ingin tahu anda diabaikan. Dengan putus asa, banyak orang kemudian
kehilangan rasa ingin tahunya akan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus. Dan anda tidak akan pernah bertemu dengan Mesias, yang dinyatakan
secara terperinci melalui pintu gerbang itu.
Mereka yang berusaha untuk bertemu dengan Mesias
tanpa menyadari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus,
sebenarnya, hanyalah orang-orang yang mengaku beragama Kristen tetapi menganggapnya
sebagai salah satu agama dunia saja. Untuk masuk ke dalam Rumah Jahweh, kita
harus mengerti dengan benar kebenaran keempat pelayanan keselamatan Jahweh yang
dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus
yang dipakai untuk membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci. Dan orang-orang
yang sudah menemukan kebenaran ini harus menyadari bahwa Tuhan menggenapi semuanya
dengan Injil air dan Roh di masa Perjanjian Baru.
Jahweh memerintahkan kepada Musa untuk membuat
pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus. Lalu, apa makna rohani dari hal ini? Masing-masing warna
kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipakai untuk
pintu gerbang pelataran Kemah Suci adalah karya yang sudah dilakukan Jahshua
bagi kita untuk membuat dosa-dosa kita dilenyapkan. Kain-kain dan lenan itu
kemudian secara sangat erat berhubungan satu dengan yang lain. Demikian, orang-orang
yang memperhatikan dan percaya kepada Injil air dan Roh bisa percaya akan pengampunan
dosa kekal mereka sebagai keempat pelayanan Jahshua.
Namun demikian, tidak berusaha untuk mengerti
dan mengabaikan kebenaran keselamatan yang dinyatakan di dalam warna biru, ungu
dan kirmizi, dengan itu, adalah pernyataan dari ketidakpedulian kepada Mesias
dan sama saja sedang menjadi musuhNya dengan melawan Dia. Banyak orang, sebenarnya,
tetap tidak peduli kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain
ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, dan menjadikan kekristenan hanya menjadi
salah satu di antara banyak agama dunia. Kalau orang-orang ini memandang keempat
pelayanan Jahshua tanpa peduli, maka ini bukti bahwa mereka adalah buah dari
orang-orang yang mengakui beragama di dunia ini yang justru melawan Kristus.
Untungnya, bagaimanapun, masih tetap ada harapan bagi kita, karena di dalam
dunia ini banyak orang masih sedang mencari Injil air dan Roh.
Ketika manusia memiliki pengetahuan akan kebenaran
rohani pengampunan dosa yang dinyatakan oleh pintu gerbang pelataran Kemah Suci,
mereka bisa menerima semua berkat rohani dari Surga. Karena iman ini adalah
iman yang sungguh-sungguh dibutuhkan yang harus diketahui dan dipercayai seseorang
kalau ia mau bertemu dengan Mesias, kita semua harus berdiam di dalamnya bukan
hanya sekali, tetapi selamanya. Kalau anda sungguh-sungguh seorang Kristen,
anda harus memperhatikan kebenaran ini.
Siapapun yang mau masuk ke dalam Rumah Jahweh
harsu menemukan kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus, dan memuji Jahweh sebagaimana seharusnya.
Mesias Yang Datang Sebagai Kegenapan Nubuat
Jahweh bernubuat di dalam FirmanNya bahwa Mesias
akan dilahirkan dari seorang anak dara. Yesaya 7:14 mengatakan, “Sebab itu
Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya,
seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Mikha 5:1, di sisi lain, menegaskan
bahwa Mesias akan dilahirkan di Betlehem: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata,
hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu
seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala,
sejak dahulu kala.” Mesias memang kemudian datang ke dunia in tepat seperti
yang dinubuatkan oleh Firman di dalam Perjanjian Lama ini. Ia datang ke dunia
ini dalam rupa manusia sebagai penggenapan nubuat seturut dengan firman Jahweh.
Di titik sejarah manusia yang mana, kemudian,
Mesias itu datang? Kapan Jahshua Kristus datang ke dunia ini? Ia datang ke dunia
ini pada masa pemerontahan Kaisar Romawi Agustus (27 SM-14 M). Jahshua datang
ke dunia ini untuk membebaskan anda dan saya dari segala dosa dunia dan kutuk
dengan menerima baptisan dari Yohanes dan disalibkan serta mencurahkan darahNya
di kayu Salib.
Jahshua datang sebagai Juruselamat manusia ketika
bangsa Israel sudah menjadi daerah jajahan kekaisaran Romawi dan ketika Agustus
bertahta sebagai kaisar di sana. Karena Israel adalah wilayah jajahan Romawi,
maka Israel harus mengikuti ketetapan Romawi. Pada saat itum, Kaisar Agustus
sudah menetapkan bahwa semua orang di seluruh Kekaisaran Romawi kembali ke kota
kelahirannya untuk didaftarkan dalam sebuah sensus. Mengikuti ketetapan Agustus,
sensus ini langsung dimulai. Karena sensus ini mau mencoba menghitung setiap
orang yang ada di wilayah kekaisaran, termasuk yang ada di Israel, semua orang
Israel juga harus kembali ke kota kelahirannya. Sejak saat itu, Jahshua Kristus
sudah akan bekerja di dalam sejarah mansusia.
Perhatikan Penggenapan Firman Perjanjian Lama!
Pada saat itu, di tanah Yudea, Mesias sudah dikandung
di rahim anak dara Maria. Mari ini sudah bertunangan dengan Yusuf. Baik Maria
maupun Yusuf sama-sama berasal dari suku Yehuda, sama seperti yang dijanjikan
Jahweh bahwa dari antara kedua belas suku Israel, raja-raja akan senantiasa
dilahirkan dari suku Yehuda.
Jadi ketika Kaisar Agustus dari Roma menetapkan
diadakannya sensus, Maria, dari suku Yehuda, sudah mengandung di dalam rahimnya.
Ketika saatnya sudah semakin dekat untuk melahirkan, karena adanya ketetapan
Kaisar itu, ia harus pergi ke kota asal Yusuf dan mendaftar untuk sensus. Kemudian
Maria menuju Betlehem dengan Yusuf meski ia sudah hampir melahirkan. Ketika
Maria mulai merasakan sakit bersalin, mereka mencoba mencari tempat baginya,
tetapi mereka tidak menemukannya. Karena itu mereka harus menggunakan tempat
yang ada untuk mereka, bahkan meski itu hanya sebuah kandang. Dan Maria melahirkan
anaknya Jahshua di dalam kandang itu.
Di tahun 1 M., Jahshua dilahirkan dan ditempatkan
di dalam palungan. Jahweh yang Mahakuasa datang ke dunia ini dalam rupa manusia.
Di tempat yang untuk binatang, Jahshua datang di situ. Ini berarti bahwa Jahshua
dilahirkan di tempat yang paling hina untuk menjadi Mesias kita, dan semua hal
itu sudah ditetapkan oleh Jahweh bahkan sebelum penciptaan. Meskipun manusia
mungkin tahu bahwa Tuhan Jahweh menggerakkan roda sejarah manusia, tidak ada
yang bisa mengerti bagaimana Ia mau sungguh-sungguh datang ke dunia ini untuk
menyelamatkan mereka. Jahweh, karena itu, memungkinkan manusia menyadari bahwa
Ia akan menyelamatkannya dengan merendahkan diriNya untuk dilahirkan ke dalam
dunia ini dalam rupa manusia yang hina untuk membebaskan semua manusia dari
segala dosa mereka.
Mengapa, kemudian, Jahshua dilahirkan, di antara
semua tempat di dunia ini, di Betlehem? Kita mungkin juga bertanya-tanya mengapa
Ia harus dilahirkan di sebuah kandang, dan mengapa, di antara semua waktu yang
ada, justru ketika bangsa Israel tunduk kepada penjajahan Romawi? Tetapi kita
akan bisa menemukan bahwa semua itu terjadi di bawah pemeliharaan Jahweh yang
sudah dengan teliti meranvcang keselamatan umatNya dari dosa-dosa mereka.
Ketika Yusuf dan Maria mendaftar untuk sensus
di kota asal mereka, mereka harus membuktikan bahwa diri mereka memang berasal
dari kota itu, dan menunjukkan dokumen identitas mereka. Mereka bisa mendaftar
untuk sensus hanya kalau mereka bisa menunjukkan bukti-bukti yang diperlukan
untuk membuktikan bahwa leluhur mereka memang tinggal di Betlehem selama beberapa
generasi. Karena itu mereka harus menunjukkan siapa leluhur mereka dan masuk
ke dalam golongan kaum siapa dalam jalur keluarga di sensus itu. Karena bukti
itu tidak bisa dikarang atau dihilangkan, maka ada catatan yang sangat jelas
mengenai identitas Yusuf dan Maria, dan Jahweh memastikan bahwa sejarah manusia
juga akan menyaksikan tentang kelahiran Jahshua (Matius 1:1-16, Lukas 3:23-38).
Semua itu adalah karya Jahweh untuk menggenapi nubuatan di dalam Firman Perjanjian
Lama.
Mikha 5:1 menegaskan, “Tetapi engkau, hai Betlehem
Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit
bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala,
sejak dahulu kala.” Hari kelahiran sang Juruselamat tiba dan Ia dilahirkan
di kota Betlehem yang dinubuatkan dan digenapi dengan mengatur supaya Maria
dan Yusuf tiba di kota yang memang disebutkan menunjukkan bahwa Jahweh memang
melakukan karya ini untuk menggenapi nubuatan nabi-nabiNya. Ini tentu saja adalah
karya Jahweh yang sudah direncanakan untuk menghapus segala dosa manusia. Bahwa
Jahshua dilahirkan di kota kecil Betlehem adalah untuk menggenapi Firman nubuat
di dalam Perjanjian Lama.
Ratusan tahun sebelum Jahshua Kristus dilahirkan
di kota kecil Betlehem, Jahweh sudah memberikan Firman nubuatNya melalui nabi
Mikha, seperti yang disebutkan di atas (Mikha 5:1). Begitu juga, nabi Yesaya
juga sudah menubuatkan 700 tahun sebelum kedatangan Tuhan kita tentang bagaimana
Mesias akan datang bagi umatNya untuk menjadi Juruselamat orang berdosa (Yesaya
53). Seperti Jahshua Kristus sungguh-sungguh dilahirkan di Betlehem tepat seperti
yang dinubuatkan Jahweh melalui nabi Mikha, Ia senantiasa menggenapi seluruh
Firman nubuatanNya.
Nubuat ini digenapi sebagai kenyataan sejarah
ketika Maria dan Yusuf sampai di kota asal leluhur mereka untuk mendaftar sensusu.
Jahweh menggenapi FirmanNya dengan memastikan bahwa saat kehaliran bayi itu
akan terjadi ketika Maria tiba di Betlehem, sehingga ia tidak akan memiliki
pilihan lain kecuali melahirkan di kota ini.
Di sini, kita bisa menemukan bahwa Jahweh kita
adalah Jahweh yang mengucapkan nubuat kepada kita dan menggenapkan semuanya
sebagaimana mestinya. Dari ini, kita bisa menemukan bahwa “kain lenan halus”
yang dipakai di pintu gerbang pelataran Kemah Suci menunjuk kepada keindahan
dan kepenuhan firman Jahweh. Jahweh sudah dengan rinci merencanakan keselamatan
manusia bahkan sebelum Penciptaan, dan Ia menggenapi semuanya dengan baik sesuai
dengan Firman nubuatanNya.
Kita kemudian bisa memahami bahwa Firman di dalam
Perjanjian Lama pastilah firman Jahweh, dan bahwa Firman Perjanjian Baru juga
adalah firman Jahweh. Kita juga bisa memahami, dan juga percaya, bahwa Jahweh
memang sudah mengatur dan menggerakan sejarah seluruh alam semesta dan dunia
ini. Kita bisa melihat, dengan kata lain, bahwa sama seperti Jahweh sudah menciptakan
seluruh alam semesta, Ia menunjukkan bahwa Ia menguasai semua manusia, semua
sejarah, dan semua keadaan semua manusia secara penuh. Jahweh dengan itu menunjukkan
bahwa tidak ada yang bisa dicapai dengan kehendak seseorang, apapun itu, tanpa
Ia mengijinkannya.
Ketika Bayi Jahshua dilahirkan dan datang ke dunia
ini, Ia tidak akan dilahirkan selain di tempat binatang, karena memang tidak
ada tempat di penginapan. Dan Ia sendiri memang dilahirkan di kota Betlehem.
Kita harus menyadari bahwa semua ini adalah pencapaian yang indah dari pemeliharaan
Jahweh yang dinubuatkan sesuai dengan kesetiaanNya.
Karena itu, kita harus percaya bahwa Dia yang
menggerakan sejarah alam semesta ini adalah Jahweh, Juruselamat yang sudah menyelamatkan
kita dari dosa. Kebenaran ini adalah firman Jahweh yang menunjukkan bahwa Ia
mengatur segala sesuatu, karena Jahweh adalah Tuhan atas semuanya.
Sekarang sudah terbukti bahwa kelahiran Jahshua
di kota kecil Betlehem bukanlah peristiwa kebetulan, juga bukan sesuatu yang
terjadi karena kesewenang-wenangan manipulasi terhadap firman Jahweh. Ini adalah
apa yang dikatakan oleh Jahweh sendiri, dan itu juga yang digenapi Jahweh sendiri
melalui Jahshua.
Kita harus mengenal dan percaya kepada hal ini.
Kita harus memasukkan ke dalam hati kita dan percaya bahwa keselamatan dari
Mesias kita adalah kebenaran yang digenapi di dalam kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus. Jahweh sudah menunjukkan kepada kita bahwa
pengampunan dosa, juga, bukanlah sesuatu yang didapatkan tanpa sengaja, tetapi
didapatkan melalui empat pelayanan Jahshua yang dipersiapkan di dalam pemeliharaan
Jahweh.
Ini juga menunjukkan, lebih dari itu, bahwa kekristenan
bukan hanya sekedar salah satu agama dunia. Pendiri agama dunia hanya fana,
tetapi pendiri kekristenan adalah Juruselamat kita Jahshua, dan Jahweh sudah
menunjukkan bahwa kebenaran kekristenan dimulai dari kenyataan bahwa Juruselamat
ini adalah Jahweh sendiri. Jahweh sedang menyaksikan kepada kita, dengan kata
lain, bahwa kekristenan yang kita percayai bukanlah sekedar agaman dunia. Berbeda
dengan agama dunia, kekristenan diteguhkan di atas semua anugerah yang diberikan
oleh Jahweh. Seperti yang tertulis di dalam Roama 11:36, “Sebab segala sesuatu
adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai
selama-lamanya,” Ia memberikan kepada kita Anak TunggalNya sebagai Juruselamat
kita, Injil air dan Roh bagi pengampunan dosa, berdiamnya Roh Kudus dan Kerajaan
Surga. Karena itu, kita semua harus mengerti dan percaya di dalam hati kita
bahwa kita harus taat dan takut kepada Jahweh serta FirmanNya dengan segenap
hati kita.
Kelahiran Mesias di dunia ini adalah seturut dengan
rancangan keselamatan yang ditentukan oleh Jahweh Bapa bahkan sebelum penciptaan.
Keselamatan kita sudah dirancang secara sempurna di sini. Jahweh sudah memampukan
kita melihat dengan jelas bahwa kebenaran ini adalah hakekat dari kain biru
dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Karena itu, kita harus memahami
keselamatan yang datang kepada kita melalui Injil air dan Roh sebagai pengampunan
dosa kita, dan percaya demikian. Melalui iman inilah anda dan saya bisa diselamatkan
dari dosa kita. Kita harus percaya bahwa kebenaran empat warna ini, juga, yang
menjadi sempurna oleh iman kita kepada Injil Firman air dan Roh.
Jahshua Kristus, Juruselamat Yang Sudah Menyelamatkan Kita Dengan
Kain Biru Dan Kain Ungu, Kain Kirmizi Dan Dari Lenan Halusnya
Karya yang dengannya Jahshua Kristus menyelamatkan
orang berdosa dari dosa-dosa mereka ada empat: kain biru (baptisan Jahshua);
kain ungu (Jahshua sebagai Raja segala raja—Jahweh sendiri, dengan kata lain);
kain kirmizi (darah Jahshua); dan kain lenan halus (penggenapan keselamatan
orang berdosa dari dosa-dosa mereka melalui Firman yang terperinci di dalam
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Jahshua sudah menjadi Juruselamat yang
tepat dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.
Kita harus menyadari bahwa kalau bukan karena
kita percaya kepada Jahshua, yang datang kepada kita melalui air dan Roh, menyelamatkan
kita dari dosa dengan kain biru (baptisan Jahshua) dan kain ungu (Jahshua adalah
Jahweh), kain kirmizi (darah Jahshua) dan dari lenan halus (Jahshua yang menggenapi
keselamatan dengan Firman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), kita tidak akan
bisa dibebaskan dari dosa dan kutuk atas dosa-dosa itu. Kalau tidak menyelamatkan
kita dari dosa dan kutuk, maka Tuhan kita tidak bisa menjadi Juruselamat kita
yang sempurna.
Kita harus menyadari secara rohani alasan mengapa
tabir pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat dari kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus. Pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus itu supaya semua
orang bisa dengan jelas mengenali gerbang itu dan menemukannya. Melalui gerbang
ini, Jahweh mengijinkan semua manusia masuk ke dalam RumahNya yang Cemerlang.
Kemah Suci sendiri adalah Rumah Jahweh yang cemerlang.
Tidak ada orang yang bisa masuk ke dalam Rumah Jahweh tanpa memahami kebenaran
keselamatan yang dinyatakan dengan pagar dan pintu gerbang pelataran Kemah Suci.
Jahweh mengatakan bahwa orang-orang yang, karena tidak mengerti tentang kekudusan
kain lenan yang mengelilingi Kemah Suci, tidak masuk ke dalam Kemah Suci melalui
pintu, tetapi justru memanjat daru jalan lain, semuanya adalah pencuri dan perampok.
Gerbang keselamatan ini menunjuk kepada Jahshua Kristus (Yohanes 10).
Ketika Alkitab mengatakan bahwa gerbang ini terbuat
daro kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, Jahweh menunjukkan
dengan jelas kepada kita, melalui FirmanNya di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru, bahwa Jahshua Kristus datang ke dunia ini sebagai Anak Jahweh, dibaptiskan
oleh Yohanes, mati di kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan
itu menjadi Mesias kita. Kita kemudian bisa menemukan rahasia kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Kita harus percaya bahwa Jahweh
sudah mengijinkan kita untuk percaya bahwa Jahshua Kristus adalah Anak Jahweh
yang datang untuk menyelamatkan kita dari penghukuman dosa dunia, dan bahwa
Ia adalah Juruselamat yang sekarang menggenapi keselamatan bagi manusia melalui
Firman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Kita harus mempu untuk sungguh-sungguh memahami
mengapa pintu gerbang pelataran terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus. Apa artinya kain biru untuk kita? Dan apa yang dijelaskan
oleh kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus? Ketika kita memahami rancangan
Jahweh, kita juga bisa memahami bahwa karya kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus semuanya adalah rancangan keselamatan Jahweh bagi kita
dan kebenaran kehidupan kekal, dan dengan itu kita bisa masuk ke dalam KerajaanNya
melalui iman kita kepada pengampunan dosa.
Ketika kita mengatakan bahwa kita mengenal dan
percaya kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, itu berarti bahwa
kita tahu dengan pasti alasan mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis
dan mencurahkan darahNya di kayu Salib, siapa Mesias itu, dan semua rahasia
cara korban di dalam Perjanjian Lama, dan Injil air dan Roh di Perjanjian Baru.
Singkatnya kebenaran yang terkandung di dalam pintu gerbang pelataran adalah
sangat penting bagi semua orang percaya yang sungguh-sungguh mencari kebenaran
untuk diselamatkan secara kekal.
Mungkin nampaknya banyak orang memiliki pengetahuan
yang baik tentang Kemah Suci, tetapi kenyataannya, bukan demikian. Manusia sebenarnya
kurang memahami apa makna kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi yang dibuat
pintu gerbang pelataran Kemah Suci. Karena rahasia kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus ini sulit dipahami, banyak orang yang memiliki
kerinduan untuk belajar dan percaya kepadanya. Namun, karena rahasia ini tidak
bisa dipahami oleh sembarang orang saja, banyak yang akhirnya menagsirkan secara
salah berdasarkan pandangan sendiri. Banyak pemimpin agama, kenyataannya, salah
paham dan salah menafsirkan kebenaran ini sekehendak hati mereka, yang kemudian
hanya memakainya untuk tujuan keagamaan mereka sendiri. Tetapi Jahweh tidak
bisa ditipu oleh para pendusta itu. Ia kemudian menjelaskan makna kain biru
dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipakai untuk pintu gerbang
pelataran Kemah Suci, dan dengan itu menyelamatkan mereka dari segala dosa mereka.
1 Yohanes 5:6-8 di dalam Perjanjian Baru menegaskan,
“Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Jahshua Kristus,
bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi
kesaksian, karena Roh adalah kebenaran. Sebab ada tiga yang memberi kesaksian
[di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan
ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya
adalah satu.” Bagian ini secara sangat jelas bahwa Tuhan datang ke dunia
ini dalam rupa manusia, menanggung segala dosa dengan baptisanNya, dan menyelamatkan
kita dengan mencurahkan darahNya. Inilah sebabnya pintu gerbang pelataran terbuat
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.
Pertama-tama, apa yang ditunjukkan dengan kain
biru? Hal itu menunjukkan bagiam kebenaran tentang Jahshua, yang menjadi Mesias
yang sesungguhnya, yang datang ke dunia ini untuk menanggung segala dosa dengan
menerima baptisan dri Yohanes. Memang, baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes
di sungai Yordan ini adalah kebenaran dimana Jahshua menanggung segala dosa
dunia sekali untuk selamanya. Jahshua sungguh-sungguh menanggung segala dosa
dunia di pundakNya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, wakil dari seluruh
umat manusia. Karena dosa-dosa manusia ditanggungkan ke atas kepala Jahshua
Kristus, orang-orang yang percaya kepada kebenaran ini tidak memiliki dosa lagi
di dalam hati mereka.
Yang kedua, apa arti sesungguhnya dari kain ungu
yang terdapat di pintu gerbang pelataran Kemah Suci? Hal itu menjelaskan bahwa
Jahshua adalah Raja segala raja. Jahshua, pada kenyataannya, memang menciptakan
alam semesta ini, adalah Pencipta sendiri, bukan ciptaan, dan Mesias yang sejati
yang datang ke dunia ini dalam rupa manusia. Dan dengan menanggung segala dosa
dunia ke atas DiriNya melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, dan dengan
pengorbanan kematianNya serta kebangkitanNya, Jahshua sudah menyelamatkan semua
manusia, yang mengenal, takut, dan percaya kepada Mesias mereka, dari segala
dosa dan peghukuman atas dosa.
Jahshua sebenarnya adalah Jahweh yang mutlak dan
Mesias yang mutlak. Ia adalah Juruselamat yang mutlak. Karena Jahshua menanggung
segala dosa dunia ke atas DiriNya dengan baptisanNya, dengan mencurahkan darah
dan mati di kayu Salib dan bangkit dari kematianNya, Ia bukan hanya membasuh
segala dosa kita, tetapi Iajuga menggantikan penghukuman bagi dosa-dosa kita.
Kain kirmizi, yang ketiga, menunjuk kepada darah
yang dicurahkan Jahshua di kayu Salib, dan artinya adalah bahwa Kristus memberikan
kehidupan baru kepada mereka yang percaya. Kebenaran kain kirmizi ini menjelaskan
bahwa Jahshua Kristus bukan hanya menerima penghukuman atas dosa-dosa kita dengan
menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya dengan baptisan yang diterimaNya
dari Yohanes, tetapi Ia juga memberikan kehidupan baru kepada orang-orang percaya
dengan mencurahkan iman yang memberikan kehidupan kepada mereka yang sudah mati
bagi dosa. Untuk mereka yang percaya kepada baptisan dan darah yang dicurahkanNya,
Jahshua sudah memberikan kehidupan baru.
Apa, kemudian, arti kain lenan halus? Hal itu
menyatakan bahwa dengan Perjanjian Baru, Jahweh menggenapi janj keselamatanNya
yang tertulis di dalam Perjanjian Lama. Dan dikatakan di sana bahwa ketika Jahshua
menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya dengan baptisanNya dan dihukum
untuk dosa-dosa kita di kayu Salib dalam Perjanjian Baru, Ia menggenapi keselamatan
yang Jahweh janjikan kepada bangsa Israel dan kita dengan Firman PerjanjianNya.
Tuhan Yahweh mengatakan di dalam Yesaya 1:18,
“‘Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah
seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah
seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Juga, cara
korban di dalam Perjanjian Lama mengatur bagaimana korban dipersembahkan di
Kemah Suci, yang dengannya dosa-dosa bangsa Israel ditanggungkan kepada domba
korban dengan penumpangan tangan, adalah janji yang dibuat Jahweh kepada bangsa
Israel dan kepada kita. Inilah wahyu janji Jahweh bahwa Ia akan menyelamatkan
semua manusia di dunia ini dari dosa-dosa harian dan dosa-dosa tahunan mereka
melalui Anak Domba Jahweh di masa yang akan datang.
Ini juga tanda Mesias yang dijanjikan yang akan
datang. Jadi di dalam Perjanjian Baru, ketika Jahshua Kristus menanggung segala
dosa dunia ke atas DiriNya sekaligus dengan menerima baptisanNya sesuai dengan
cara di dalam Perjanjian Lama, hal itu adalah penggenapan dari perjanjian Jahweh.
Setelah memberikan kepada kita semua Firman PerjanjuanNya yang sungguh-sungguh
Ia genapi semuanya, tepat seperti yang dijanjikanNya. Baptisan yang diterima
Jahshua menyatakan kebenaran ini, bahwa Jahweh yang berjanji sudah menggenapi
semua perjanjianNya.
Jahshua Kristus yang datang Dengan Air, Darah, dan Roh
Mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes? Alasannya
adalah untuk menanggung segala dosa ke atas DiriNya, dan untuk menerima penghukuman
dosa bagi kita. Untuk membuat segala dosa manusia dilenyapkan, dan menjadi Juruselamat
kita, Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, naik ke kayu Salib, dan mencurahkan
darah serta mati di sana. Dengan melakukan hal itu Ia bukan hanya menghapus
segala dosa kita, tetapi Ia juga menerima semua penghukuman dosa bagi kita,
dan dengan itu menjadi Juruselamat kekal kita. Segala dosa kita ditanggungkan
kepada Jahshua ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes, dan Ia membawa segala dosa
dunia ke kayu Salib. Karena Jahshua Kristus menanggung segala dosa kita dengan
baptisanNya, dan karena Ia membawa segala dosa dunia ke kayu Salib, Ia bisa
disalibkan, mencurahkan darahNya, dan mati bagi kita.
Yesaya 53:5 mengatakan, “Tetapi dia tertikam
oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran
yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya
kita menjadi sembuh.” Melalui baptisan Tuhan kita, dosa-dosa asal kita yang
kita warisi dari leluhur kita bersama Adam dan dosa-dosa tindakan yang kita
lakukan sepanjang kehidupan kita semua ditanggungkan kepadaNya. Dan Ia dihukum
untuk segala dosa itu. Dengan datang kepada kita dari air dan darah, Tuhan sudah
membuat segala dosa kita terhapus (1 Yohanes 5:5-8).
Siapa, kemudian, Jahshua Kristus ini, Juruselamat
dan Mesiasa yang membereskan segala dosa kita dan membuat semuanya terhapus?
Kejadian 1:1 mengatakan, “Pada mulanya Jahweh menciptakan langit dan bumi.”
Siapakah Jahweh yang mahakuasa yang menciptakan seluruh alam semesta ini
dengan FirmanNya? Ia tidak lain dari Mesias orang-orang berdosa, Ia yang datang
dengan air baptisanNya untuk menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa dunia,
Dia yang datang sebagai Juruselamat yang mencurahkan darah di kayu Salib untuk
dihukum bagi segala dosa dunia. Melalui air, darah dan Roh, Jahshua sudah membebaskan
kita dari dosa-dosa dan penghukuman kita. Tuhan kita datang sebagai Juruselamat
kita untuk menanggung segala dosa kita dan dihukum untuk dosa-dosa itu bagi
kita.
Jahshua Kristus, sebenarnya, adalah Anak Jahweh
dan Jahweh sendiri, karena Mesias sebenarnya adalah Jahweh kita. Nama “Jahshua”
berarti “Juruselamat yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosanya (Matius
1:21). “Kristus,” “Basileus” dalam bahasa Yunani di sisi lain, berarti
“Raja segala raja.” Jahshua adalah Pencipta yang menciptakan seluruh alam semesta,
penguasa mutlak atas segala sesuatu, Juruselamat orang-orang berdosa, dan Raja
segala raja yang menghukum Iblis.
Jahweh yang mutlak sungguh-sungguh menciptakan
manusia sesuai dengan gambarNya sendiri. Ketika kita, sebagai ciptaanNya sendiri,
jatuh ke dalam dosa dan ditentukan untuk binasa karena kelemahan kita, Raja
segala raja ini berjanji untuk menyelamatkan kita dari dosa kita, dan untuk
menggenapi janji ini Ia datang kepada kita. Dan untuk menjadikan kita umat Jahweh
yang penuh dan tidak berdosa, Tuhan kita sendiri datang kepada kita dengan air,
darah, dan Roh.
Mesias, yang adalah sang Pencipta, sungguh-sungguh
datang ke dunia ini dalam rupa manusia untuk melenyapkan segala dosa kita, dan
menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan menerima baptisan dari Yohanes
di sungai Yordan. Dan dengan mati di kayu Salib, Ia dihukum bagi segala dosa
kita menggantikan kita. Karena Jahshua memang pada kenyataannya adalah Mesias,
karena Ia adalah Juruselamat dan Tuhan atas kehidupan kita, kita bisa mendapatkan
kehidupan yang baru dan kekal dengan percaya kepadaNya. Mesias memang adalah
Jahweh kita. Inilah sebabnya pintu gerbang Kemah Suci terbuat dari kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi, karena ini adalah rahasia air dan Roh yang
membebaskan kita dari segala dosa dan penghukuman atas dosa-dosa kita.
Kebenaran bahwa Tuhan kita memang menyelamatkan
kita dari dosa kita tidak bisa diragukan. Tuhan kita tidak menjanjikan keselamatanNya
secara membingungkan, bukan mencapainya secara sembarangan, dan tidak menerima
iman orang-orang yang percaya kepadaNya sekehendak hati, dan tidak berdasarkan
kebenaran yang kongkret bahwa Ia sudah sungguh-sungguh menyelamatkan kita melalui
air dan darahNya. Tuhan kita kemudian mengatakan kepada orang-orang yang percaya
kepadaNya secara nominal saja, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu:
Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan
kehendak BapaKu yang di sorga” (Matius 7:21).
Guru-guru palsu mengajarkan bahwa mereka sungguh-sungguh
membuat orang menerima Roh Kudus di dalam nama Jahshua, mengusir setan-setan
di dalam namaNya, dan melakukan banyak mujizat dalam namaNya. Tetapi Jahweh
mengatakan kepada mereka di dalam Matius 7:23, “Aku tidak pernah mengenal
kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Ini menunjukkan
bahwa di antara orang Kristen, ada orang-orang yang masih tetap berdosa, yang
akan dihukum karena dosa-dosa mereka di Hari Penghakiman, dan dibuang ke dalam
neraka.
Kenyataannya, ada, banyak orang Kristen yang dengan
jelas mengakui, “Jahshua adalah Juruselamat kita. Jahshua sudah dipastikan menyelamatkan
kita dari dosa kita.” Tetapi meski membuat pengakuan yang demikian, mereka sebenarnya
tidak mengerti bahwa Mesias sudah sungguh-sungguh menanggung segala dosa mereka
dengan baptisanNya, dan bahwa Ia sudah sungguh-sungguh menanggung segala dosa
mereka dan penghukuman bagi dosa-dosa itu dengan mencurahkan darahNya di kayu
Salib. Orang-orang itu akan menghadap Jahweh dalam keadaan masih berdosa, karena
mereka hanya percaya secara nominal saja, seperti hanya sekedar mempraktekkan
salah satu agama dunia saja.
Demikianlah, karena mereka tidak percaya sesuai
dengan kebenaran yang sudah dikatakan Tuhan, “Engkau akan mengenal kebenaran,
dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu,” mereka tidak diterima oleh Tuhan.
Apakah manusia percaya kepada Tuhan atau tidak, orang-orang yang memiliki dosa
di dalam hati mereka tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Jahweh, dimana tidak
ditemukan adanya dosa, karena mereka tidak memenuhi syarat untuk itu. Mereka,
karena itu, harus yakin bahwa mereka bisa memenuhi syarat untuk masuk Surga
hanya dengan percaya kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi di dunia
ini. Membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus adalah pemeliharaan Mesias. Mereka yang sedang
menuju ke neraka karena dosa-dosa mereka harus percaya kepada hal ini.
Karena orang-orang ini tidak mengenal kebenaran,
dan karena mereka percaya kepada Jahshua dengan pemahaman yang salah dari diri
mereka, mereka masih memiliki dosa. Mereka masih memiliki dosa karena mereka,
bukannya percaya sesuai dengan kebenaran yang tersembunyi di Kemah Suci, sudah
berpikir mengenai Juruselamat dengan doktrin berdasarkan pemahaman sendiri,
percaya bahwa keselamatan datang dari usaha mereka sendiri dengan menaikkan
doa pertobatan kepada Jahweh dan berusaha mencapau pengudusan bertahap mereka.
Ada banyak orang di dunia mengatakan percaya kepada
Jahshua sebagai Juruselamat, namun mereka tidak percaya kepada baptisan dan
darah Jahshua. Ada banyak di dunia ini, yang bukannya percaya kepada kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi sebagai keselamatan mereka, justru berpikir
bahwa mereka bisa masuk ke dalam Kerajaan Jahweh yang Kudus hanya dengan percaya
kepada darah Jahshua, bahkan ketika mereka masih berdosa.
Kecocokan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Jahweh mengatakan di dalam Yesaya 34:16 bahwa
semua firman Jahweh memiliki pasangan yang cocok. Firman Jahweh, dengan kata
lain, semua memiliki kecocokan. Jahweh menyuruh kita melihat dan memperhatikan
sendiri apakah firmanNya di dalam Perjanjian Lama cocok dengan FirmanNya di
dalam Perjanjian Baru. Sebagai contoh, seperti bangsa Israel menanggungkan dosa-dosa
mereka kepada domba korban di dalam Perjanjian Lama, dalam Perjanjian Baru ini
cocok dengan Jahshua dibaptiskan untuk menanggung segala dosa dunia, dan dengan
itu menanggungkan segala dosa kita ke atas DiriNya.
Melalui air dan darahNya, Jahshua datang ke dunia
ini sebagai korban persembahan dan Juruselamat orang berdosa. Kalau Ia tidak
menanggung segala dosa dunia dengan baptisanNya, tidak akan pernah ada keperluan
bagiNya untuk mati di kayu Salib. Tuhan kita dengan jelas sudah menghapus segala
dosa kita dengan kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Ini, juga, sudah
dijanjikan oleh Jahweh dengan FirmanNya, dimana Tuhan kita datang kepada kita
melalui FirmanNya dan menghapus segala dosa kita yang seperti kirmizi, menjadikannya
seputih salju.
Sebelum memahami kebenaran ini, sebenarnya, kita
selalu tertimbun oleh dosa yang tidak ada hentinya. Kita kemudian tidak memiliki
apapun yang bisa kita megahkan di hadapan Jahweh. Bukan hanya kita tidak memiliki
apapun untuk dimegahkan di hadapan Jahweh, tetapi kita bahkan tidak memiliki
apapun untuk merasa kuat di hadapan Jahweh. Tidak ada apapun, dengan kata lain,
yang akan membuat kita bisa berpura-pura menjadi orang yang pintas. Di hadapan
Jahweh, yang bisa kita katakan hanya, “Ya, Engkau benar.”
Kalau Jahweh mengatakan, “Engkau penuh kelemahan,
harus masuk neraka.”
“Ya, Engkau benar; selamatkanlah saya.”
“Aku sudah menyelamatkan engkau demikian, melalui
air, darah, dan Roh.”
“Ya, Tuhan! Saya percaya!”
kita hanya bisa mengatakan “ya” setiap waktu.
Di hadapan Jahweh, kita tidak bisa berkata kepadaNya, “Aku melakukan ini dan
itu; aku melayani di gereja sebaik ini; aku sungguh-sungguh percaya kepada Jahshua
sepenuh hati; aku mempertahankan imanku dengan ketegaran yang tidak pernah bisa
dibayangkan!”
Bagaimana Tuhan sungguh-sungguh menghapus segala
dosa kita? Ia sudah menunjukkan bahwa Ia melenyapkan semuanya melalui kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi, dan melalui Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru. Dalam Perjanjian Lama, Ia melenyapkan dosa-dosa kita dengan kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi, sementara di dalam Perjanjian Baru, Jahshua
menjadi Juruselamat dengan datang ke dunia ini dalam rupa manusia, menanggung
segala dosa ke atas DiriNya dengan baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, dan
membereskan segala dosa serta penghukuman atas dosa kita dengan mencurahkan
darahNya di kayu Salib.
Dengan dibaptiskan, Tuhan kita menanggung segala
dosa dunia sekaligus (Matius 3:15). Segala dosa duniawi kita ditanggungkan kepada
Jahshua. Setelah kemudian menanggung segala dosa dunia kita dengan baptisanNya,
Ia membawa semua dosa itu ke kayu Salib, disalibkan, mencurahkan darahNya, mati
di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu membuat semua
dosa kita dilenyapkan. Jahshua Kristus dengan itu sudah sungguh-sungguh menjadi
Juruselamat kita yang pasti.
Kebenaran Jahweh yang kita terima adalah kebenaran
yang diperoleh karena percaya kepada Jahshua Kristus yang datang ke dunia ini
dengan air, darah dan Roh. Inilah keselamatan yang diterima dari Jahweh, bukan
sesuatu yang kita peroleh dari diri kita sendiri. Ini sesuatu yang tidak bisa
kita megahkan di hadapan Jahweh.
Kenyataannya, kita diselamatkan dari dosa kita
karena percaya kepada Jahshua Kristus yang sudah menjadi Juruselamat kita yang
pasti. Kita yang adalah orang-orang berdosa, dengan kata lain, sudah sungguh-sungguh
menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada baptisan Jahshua dan darah yang
dicurahkanNya bagi kita. Kalau karya keselamatan Jahshua hanya berperan, katakanlah,
sekitar 70 persen keselamatan kita, dan kemudianyang 30 persen sisanya adalah
karena usaha kita sendiri untuk tidak melakukan dosa, yaitu agar kita secara
bertahap menguduskan diri kita dan bahwa keselamatan kita didapatkan sedikit
demi sedikit, maka kita sungguh-sungguh harus sering tidak tidur di waktu malam,
dan menghabiskan hari-hari kita untuk menaikan doa-doa pertobatan, melayani
masyarakat, atau kita berusaha untuk melakukan segala sesuatu dan apa saja yang
mungkin dilakukan.
Tetapi Rasul Paulus mengatakan di dalam surat
Roma, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh
maut ini? Syukur kepada Jahweh! oleh Jahshua Kristus, Tuhan kita! Demikianlah
sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Jahshua”
(Roma 7:24-8:1). Sama seperti kesaksian Paulus, kita juga harus percaya
kepada Jahshua dengan cara demikian. Alkitab mengatakan bahwa Jahshua Kristus
sudah menyelamatkan kita dengan sempurna dari tubuh maut ini, 100 persen. Siapa,
kemudian, yang akan menghukum kita? Tidak ada yang bisa menghukum kita, karena
Jahshua Kristus sudah menyelamatkan kita 100 persen, bagaimanapun kelemahan
kita sendiri.
Anda dan Saya, juga, Semuanya Farisi Rohani
Beberapa di antara anda mungkin mengenal dan percaya
kepada Jahshua dalam waktu yang cukup lama. Anda sudah percaya kepada Jahshua
sebagai Juruselamat anda, dengan kata lain, bahkan sebelum anda bertemu dengan
Injil air dan Roh. Saya sendiri juga seorang Kristen, tanpa dilahirkan kembali,
selama sepuluh tahun.
Ketika kita pertama kali percaya kepada Jahshua
sebagai Juruselamat kita, pengalaman itu sangat menyegarkan. Awal ini sangat
menyegarkan sampai-sampai kita berpikir bahwa kita bisa diselamatkan tanpa alaan
hanya dengan percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat, meski kita tidak mengenal
kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi.
Ketika saya pertama kali percaya kepada Jahshua,
hati saya sungguh-sungguh penuh dengan sukacita. Karena itu saya sangat bersukacita
ketika saya pertama kali percaya kepada Jahshua, tetapi setelah lima tahun,
saya melihat diri saya sendiri, dan saya tahu bahwa saya tetap diikat oleh dosa-dosa
yang saya lakukan, dan saya sampai kepada pemahaman bahwa saya masih belum bebas.
Apakah anda pikir saya melakukan dosa, atau tidak melakukan dosa sama sekali,
selama lima tahun pertama saya menjadi orang Kristen? Baik anda mengenal saya
atau tidak, jawabannya jelas sekali: tentu saja saya melakukan dosa. Selama
masa itu, ketika saya tidak mengenal kebenaran, saya tersiksa setiap kali melakukan
dosa, dan untuk membuang rasa sakit itu saya harus menaikkan doa pertobatan,
dan bahkan kadangkala berpuasa selama tiga hari. Beban di dalam hati saya nampak
terangkat untuk sementara, dan membuat saya bisa memuji Jahweh, “♫Anugerah
ajaib! ♫Sungguh indah, yang slamatkan aku! ♪” Tetapi sesudah ini,
tentu saja, saya tetap saja melakukan dosa lagi. Karena saya memiliki banyak
kelemahan dan penuh dengan noda, setiap kali saya melakukan dosa, bahkan kalaupun
saya membenci diri saya karena hal itu. Tidak sekalipun saya bisa menyelesaikan
masalah dsosa saya dengan baik.
Dalam keadaan yang demikian, lima tahun lagi berlalu,
dan ketika saya sudah menjadi orang Kristen selama sepuluh tahun, tiba-tiba,
saya dikejutkan dengan penemuan akan betapa banyaknya dosa yang saya lakukan
sepanjang tahun-tahun itu. Ketika melihat diri saya melakukan dosa yang begitu
besar setiap hari, saya menjadi sedih dan sungguh-sungguh putus asa. Dan ketika
saya ada di hadapan hukum Taurat, saya juga menemukan betapa berdosanya diri
saya. Dan menjadi semakin sulit bagi saya untuk berdiri di hadapan Jahweh, dan
akhirnya saya menjadi orang berdosa yang bahkan tidak bisa mengatakan, dengan
sejahteram bahwa saya mengenal Jahshua dan percaya kepadaNya. Jadi dalam tahun
kesepuluh saya menjadi orang Kristen, saya tidak bisa tidak mengakui bahwa keberdosaan
berdosa kepada diri saya sendiri.
Ketika pertama kali percaya kepada Jahshua, saya
sungguh-sungguh berpikir bahwa saya adalah orang Kristen yang cukup baik. Tetapi
sejalan dengan waktu, saya semakin menyadari bahwa tidak ada yang bisa saya
megahkan di hadapan Jahweh. Saya mengakui, “Saya sungguh-sungguh orang Farisi.
Farisi tidak hanya ada di dalam Alkitab, karena saya sendiri seorang Farisi
jaman ini!”
Farisi adalah orang-orang, yang ada di dalam kesucian
yang pura-pura. Setiap Minggu dalam perjalanan ke gereja dengan membawa Alkitab,
mereka berseru kepada sesama orang Kristen, “Selamat pagi! Haleluya!” Dan ketika
mereka beribadah, setiap kali mereka mendengar orang berbicara tentang kayu
Salib, mereka menangis. Saya sendiri, juga, mencurahkan banyak air mata, ketika
berpikir mengenai darah Jahshua. Saya berpikir bahwa inilah yang disebut sebagai
penyembahan yang benar. Tetapi sementara hidup di dunia ini, semua manusia akhirnya
menemukan dirinya, melakukan dosa demi dosa. Jadi, manusia sekali lagi terdorong
untuk menaikkan doa pertobatan. Mereka mungkin merasa lebih baik sesudah itu,
tetapi cepat atau lambat, mereka akan kehabisan doa pertobatan, karena terlalu
banyaknya dosa yang mereka lakukan. Beberapa orang bahkan sampai mengucapkan
bahasa roh dan mendapat penglihatan, tetapi semuanya itu tidak ada gunanya.
Tidak peduli bagaimana kerasnya mereka berusaha, tidak ada gunanya bagi mereka
untuk menyelesaikan masalah dosa-dosa di dalam hati mereka.
Kalau mereka akhirnya menyadari bahwa mereka memang
makhluk yang tidak berguna di hadapan Jahweh dan memahami bahwa mereka akan
masuk neraka karena dosa-dosa mereka, bahkan kalaupun kesadaran ini terlambat,
tetap saja masih untung. Kenyataannya, semakin lama kita percaya kepada Jahshua,
semakin kita menyadari betapa jahatnya dosa kita sesungguhnya. Tetapi orang-orang
Farisi sangat ahli menyembunyikan sesuatu. Mereka sangat ahli menyembunyikan
dosa-dosa di dalam hati mereka dan menjadi orang yang munafik supaya mereka
bisa dipandang oleh orang-orang di sekitar mereka sebagai orang-orang yang saleh.
Orang-orang beragama di dunia ini saling menghormati.
Tetapi betapapun rasa hormat dan penerimaan yang mereka dapatkan dari orang
lain, ketika mereka menghadap Jahweh, mereka hanyalah segumpal dosa saja.
Ketika kita tidak mengenal kebenaran, kita, juga,
bisa menaikkan doa pertobatan dengan tekun. Tetapi tidak lama kemudian, kita
lelah, dan akhirnya kita berdoa, “Tuhan, lakukan apa yang Kau kehendaki. Aku
memiliki dosa. Aku melakukan dosa lagi. Sekarang terlalu memalukan kalau aku
mengakuinya kepadaMu.” Meskipun terlalu memalukan, karena kita diajar bahwa
Jahweh akan senang setiap kali kita mengakui dosa-dosa kita, dan bahwa Ia akan
mengampuni segala dosa dengan kebenaranNya dan membasuh dari kecemaran, kita
terus berdoa kepadaNya, “Tuhan, aku sudah melakukan dosa. Ampuni saya, Tuhan!”
Namun dosa-dosa kita, tetapi saja, masih ada di dalam hati kita.
Setiap kali orang menundukkan kepala untuk berdoa
kepada Jahweh, hati nurani mengingatkan mereka akan dosa-dosa mereka dan kemudian
makan hati. Hati nurani kita menyiksa kita dan mengatakan, “Dengan begitu banyak
dosa yang dilakukan, betapa berani engkau berdoa kepada Jahweh?”
Jadi, setelah beberapa waktu, karena kita sungguh-sungguh
tidak tahu apa yang harus dikatakan, hanya bisa menangis, “Tuhan, Tuhan!” Semakin
dan semakin sering, kita menemukan diri kita naik ke bukit dan menyerukan nama
Tuhan. Untuk menghindari rasa malu karena menarik perhatian banyak orang, kita
naik ke bukit pada waktu malam, masuk ke salah satu gua, dan menyerukan nama
Tuhan di sana. Tetapi ini, juga, hanya menyenangkan diri, sementara dosa-dosa
kita masih ada di dalam hati kita.
Kita juga berusaha untuk menentramkan hati nurai
kita, dan mengatakan bahwa kita tidak memiliki dosa lagi, “Jahweh sangat penuh
anugerah sehingga Ia melenyapkan dosa-dosa saya. Saya sudah berdoa puasa selama
tiga hari. Lagi pula, saya rasa, saya tidak melakukan dosa sebanyak itu. Tidakkah
Jahweh yang penuh anugerah kemudian akan mengampuni saya?”
Tetapi bisakah kita sungguh-sungguh mendustai
diri kita, bahkan kalau kita mau memuji Jahweh atas kemurahanNya? Bagaimana
mungkin kita bisa mendustai hati kita ketika kita memiliki dosa di hadapan Jahweh?
Gembala kita memang adalah Raja pengasih. Tidak peduli sampai berapa tinggi
kedudukan kita di gereja kita, dan tidak peduli bagaimana kita dipuji oleh orang
lain, selama kita masih melakukan dosa kita, kita tidak akan pernah dibebaskan
dari dosa-dosa itu, dan kemudian berakhir sebagai orang yang munafik saja.
Kehendak dosa terus muncul di dalam hati kita.
Meskipun kita berbicara mengenai darah Jahshua di kayu Salib berulangkali, meski
kita mencucurkan air mata hanya dengan berpikir tentang darahnya di kayu Salib,
dan meskipun kita menjadi orang Kristen yang baik, kita tetap berdosa sampai
kita bertemu dengan Injil air dan Roh yang sempurna. Meskipun kita menjalani
kehidupan sesuai dengan semua ritual kekristenan, kita tetap memiliki dosa.
Inilah agama Farisi. Masih ada banyak orang di dunia ini yang memiliki iman
jenis ini, dan mereka bisa kita temukan bahkan di masyarakat Kristen.
Segala Dosa Dilenyapkan Dengan Percaya Kepada Injil Air Dan
Roh
Sebelum mengenal Injil air dan Roh, dan sebelum
percaya kepada Injil ini, kami semua memiliki dosa di dalam hati kami. Sebelum
kami percaya kepada kebenaran kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari
lenan halus, hati nurani kami penuh dosa. Dengan kejujuran, kami semua berdosa
di hadapan Jahweh, dan kami semua harus masuk neraka karena dosa-dosa kami,
karena Alkitab mengatakan bahwa “upah dosa ialah maut.” Kami kemudian sangat
tersiksa karena dosa-dosa kami. Dan kami harus masuk neraka baik secara fisik
maupun rohani karena penghukuman Jahweh bagi kami atas dosa-dosa kami.
Kami sudah menobatkan banyak orang kepada kekristenan
dan mengajar mereka. Tetapi kami bekerja sementara kami sendiri tidak bisa membersihkan
bahkan hati nurani kami sendiri. Kami tidak bisa menyangkali hal ini di hadapan
Jahweh. Kami mengakui di hadapan Jahweh bahwa hati kami penuh dengan dosa dan
harus masuk neraka.
Saya selalu memiliki pertanyaan yang tidak terpecahkan,
“Mengapa Tuhan kita dibaptiskan ketika Ia datang ke dunia ini?” Saya ingin menemukan
mengapa Jahshua menerima baptisan. Mengapa, dan apa tujuan Jahshua dibaptiskan?
Saya bisa mengerti baptisan air saya sendiri, tetapi saya tidak mengerti sama
sekali mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Mengapa Ia dibaptiskan?
Mengapa?
Jadi saya bertanya kepada beberapa pemimpin Kristen,
“Pendeta, saya memiliki pertanyaan. Bolehkah saya mengajukan pertanyaan?” Setelah
ia mempersilahkan, saya bertanya, “Ini mengenai Alkitab. Jelas sekali bahwa
Jahshua memang menerima baptisan dari Yohanes di dalam Perjanjian Baru. Tetapi
saya tidak yakin alasan mengapa Ia dibaptiskan. Apakah anda tahu, Pendeta?”
Mereka kemudian tersenyum, dan berkata, “Apakah anda tidak tahu? Itu adalah
sesuatu yang sudah diketahui bahkan oleh anak-anak sekolah minggu! Hal itu bisa
ditemukan di dalam bahasa asli Alkitab, dan juga di dalam kamuns-kamus. Bukankah
baptisan Jahshua adalah untuk mengajarkan kepada kita dengan teladan, sebagai
contoh, dan untuk menunjukkan kepada kita kerendahan hatiNya?” Kemudian saya
bertanya, “Tetapi Pendeta, kalau jawabannya sangat sederhana, anak-anak Sekolah
Minggu memang pasti juga tahu. Saya sudah menyelidiki di bahasa asli dan sejarahnya,
tetapi baptisanNya bukan hanya berarti demikian. Tidakkah ada alasan yang sesungguhnya
mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes?”
Saya terus bertanya. Saya mulai mencari jawaban
yang benar setelah saya menjadi orang Kristen. Saya tidak memiliki pilihan kecuali
memakai waktu bertahun-tahun berusaha untuk mencari mencari jawaban untuk pertanyaan
itu. Saya mencari karya para ahli berkaitan dengan pertanyaan ini. Meski saya
menyelidiki, menanyakan, dan mencari semuanya, saya tidak menemukan jawaban
apapun yang menjelaskan mengenai baptisan Jahshua dengan jelas dan pasti. Saya
bergumul untuk mencari jawaban akhir sampai Tuhan menerangi saya dengan Injil
air dan Roh yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus.
Ketika saya terjebak di dalam teka-teki yang tidak
terjawab tentang baptisan Jahshua, saya mendapat kesempatan menemukan Matius
3:13-17: “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk
dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis
olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya:
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh
kehendak Jahweh.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera
keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh
seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga
yang mengatakan: “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.””
Setelah membaca Firman ini, saya akhirnya menyadari,
“Ini dia! Alasan mengapa Jahshua dibaptiskan adalah karena Ia memang korban
persembahan di dalam Perjanjian Lama! Inilah kebenaran keselamatanNya yang tersembunyi
di dalam kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus!”
Yohanes Pembaptis memang adalah Elia yang dijanjikan
dalam Perjanjian Lama akan diutus oleh Jahweh. Jahweh mengatakan di dalam Maleakhi
4:5 bahwa Ia akan mengutus Elia di hari akhir, dan Matius 11:14 mengatakan bahwa
Elia yang dijanjikanNya ini bukan lain dari Yohanes Pembaptis. Jadi saya menemukan
tentang Elia, tetapi saya masih belum pasti tentang alasan Jahshua dibaptiskan
oleh Yohanes Pembaptis. Kemudian saya kembali kepada Matius 3:13-17 dan membaca
bagian ini sekali lagi, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.” … Sesudah dibaptis, Jahshua segera
keluar dari air …“Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” Semua
keraguan saya kemudian dipecahkan. “Untuk menggenapi segala kebenaran,” Ia sungguh-sungguh
menerima baptisanNya. Jahshua memang menggenapi karya kebenaran peny semua manusia
melalui baptisanNya.
Baptisan adalah sama dengan penumpangan tangan
di dalam Perjanjian Lama, seperti tangan diletakkan di atas kepala korban persembahan
sesuai dengan korban persembahan di Kemah Suci. Supaya orang-orang berdosa untuk
bisa membawa korban persembahan ke depan mezbah korban bakaran, untuk menumpangkan
tangan ke atas korban dan dengan itu mengakui dosa-dosa mereka dan menanggungkannya
kepada korban persembahan; untuk imam besar mengakui segala dosa bangsa Israel
dan menanggungkan semuanya di korban persembahan bagi bangsa Israel dan dagi
dirinya; dan untuk Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis di masa Perjanjian
Baru—semuanya itu saling berkaitan. Saya akhirnya menyadari bahwa Jahshua sudah
menerima baptisanNya (penumpangan tangan) untuk menanggung segala dosa ke atas
DiriNya segala dosa dunia dan untuk melenyapkan segala dosa manusia.
Maka saya melihat ke teks asli Alkitab. Saya melihat
bahwa frase, “demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran,”
tertulis di dalam bahasa Yunaninya

Dalam frase ini, “demikianlah” dan
“kebenaran” ditulis dalam bahasa Yunani sebagai “hoo'-tos gar
”
dan “dikaiosune .”
Yang pertama berarti “seperti ini,” sepantasnya,” “hanya dengan
cara ini,” “yang paling tepat,” atau “dengan cara ini.” Kemudian
kata kedua berarti “kebenaran, keadilan atau kebaikan yang diterima
oleh Jahweh.”
Dikatakan bahwa Jahshua menyelamatkan orang berdosa
dari dosa-dosa mereka. Dikatakan bahwa Jahshua menggenapi kebenaran Jahweh dengan
dibaptiskan dan mencurahkan darahNya. Itu berarti, dengan kata lain, bahwa Ia
menanggung segala dosa dengan baptisanNya. Semua teka-teki kemudian terpecahkan,
karena sekarang kita memahami apa yang membuat kita bingung dan menyimpang.
Karena Jahshua menanggung segala dosa kita dengan baptisanNya sehingga Ia naik
ke kayu Salib dan mati sebagai penghukuman bagi dosa-dosa itu. Inilah kebenaran
yang ditemukan di dalam Injil air dan Roh.
Kita, orang-orang yang dilahirkan kembali, bisa
memahami, dengan kata lain, bahwa baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes
adalah unsur yang tidak terpisahkan dari keselamatan kita, dan bahwa Ia menanggung
segala dosa dunia ke atas DiriNya sekaligus dengan baptisan ini. Anda juga harus
memahami kebenaran yang sama di dalam Injil air dan Roh. Hanya dengan ini jiwa
anda bisa diterangi.
Kita tidak bisa, sebenarnya, melupakan hari ketika
Jahshua menerima baptisan dari Yohanes. Kita tidak bisa melupakan hari ketika
kita menyadari bahwa dosa-dosa kita sudah ditanggungkan kepada Jahshua. Kita
sudah melihat perubahan terjadi di dalam hati kita dengan kesadaran akan kebenaran
ini. Semua itu menyebar di dalam hati kita seperti ombak yang terjaddi di permukaan
danau. Dengan menembus kegelapan, terang yang bersinar masuk ke dalam diri kita,
memungkinkan kita mengenal kebenaran keselamatan.
Baptisan Yang Diterima Jahshua Menanggungkan Segala Dosa Dunia
Ke Atas Dirinya
Setelah membaca Matius 3:13-17, saya tidak bisa
berkata-kata dalam waktu yang lama. Meskipun saya penuh dosa, Jahshua menerima
baptisan, dan mengatakan, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kebenaran.” Karena itu, alasan mengapa Ia harus
mencurahkan darahNya di kayu Salib (kain kirmizi) adalah baptisan Jahshua (kain
biru). Jahshua ini adalah Jahweh sendiri (kain ungu). Dan dengan Firman Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru (kain lenan halus), Ia sudah mengajarkan kepada kita
kebenaran sejati tentang keselamatan. Jahshua, dengan kata lain, menanggung
segala dosa kita.
“Apakah kita, kemudian, masih memiliki dosa atau
tidak? Ketika Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, dosa-dosa semua manusia
ditanggungkan kepadaNya. Apakah dosa-dosa kita ditanggungkan kepadaNya juga?
Apakah dosa-dosa dunia ditanggungkan kepadaNya pada saat itu? Apakah dosa-dosa
yang sudah kita miliki ketika kita masih ada di rahim ibu termasuk dosa-dosa
dunia atau bukan? Bagaimana dengan dosa-dosa yang kita lakukan ketika kita berusia
satu tahun? Bagaimana dengan dosa-dosa yang kita lakukan ketika masih kecil?
Tidakkah semuanya itu tergolong ke dalam dosa-dosa dunia?”
kita harus menanyakan pertanyaan itu juga untuk
meyakinkan bahwa kita sedang memiliki dasar yang benar. Demikian, iman adalah
meyakinkan diri bahwa kita sedang berdiri di tempat yang benar dengan firman
Jahweh. Dosa-dosa yang kita lakukan di masa kanak-kanak kita termasuk dosa-dosa
dunia, seperti juga dosa-dosa yang kita lakukan di masa remaja juga termasuk
dosa-dosa dunia. Segala dosa yang kita lakukan di sepanjang kehidupan kita,
tanpa menyebut dosa-dosa di masa dewasa kita, adalah dosa-dosa dunia juga. Segala
dosa dunia sudah ditanggungkan kepada Jahshua. Tidakkah demikian? Tentu saja
begitu! Sudah tertulis bahwa Tuhan kita menanggung bukan hanya dosa-dosa kita,
tetapi segala dosa dari semua manusia. Kemudian kita menyadari, “Segala dosa
kita memang sudah ditanggungkan kepada Jahshua. Apakah kita masih memiliki dosa?
Tidak, kita tidak lagi memiliki dosa yang tertinggal di dalam diri kita!”
Karena Jahshua sungguh-sungguh dibaptiskan oleh
Yohanes sehingga Yohanes Pembaptis menyaksikan, “Lihatlah Anak domba Jahweh,
yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29). Jahshua menanggung segala semua
manusia yang pernah dan akan hidup, sejak awal sampai akhirnya. Segala dosa
yang dilakukan manusia di sepanjang kehidupan, dan bahkan dosa-dosa anak-anak
semua orang, sudah ditanggung oleh Jahshua. Tidak peduli betapa lamanya dunia
ini, apakah ribuan tahun atau jutaan tahun, Tuhan kita menanggung segala dosa
semua orangnya dengan baptisan, membawa dosa-dosa itu di atas bahuNya ke kayu
Salib, disalibkan, dan dengan itu menerima semua penghukuman dosa bagi kita—itulah
yang kita pahami.
Saat kita, orang-orang yang dilahirkan kembali,
sungguh-sungguh memahami bahwa Jahshua bangkit dari kematian dan menjadi Juruselamat
kita karena ini, dan saat kita percaya demikian, semua pertanyaan kita terjawab.
Dengan baptisan yang diterimaNya dan curahan darahNya
di kayu Salib, Tuhan membereskan semua dosa kita. Inilah sebabnya Alkitab berbicara
mengenai kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di pintu
gerbang pelataran Kemah Suci, dan sebabnya Alkitab menjelaskan di dalam 1 Yohanes
5:4-6 bahwa Jahshua datang bukan hanya dengan air, tetapi dengan air dan darah.
Kita kemudian bisa memahami, “Jadi inilah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa
Juruselamat kita Jahshua menggenapi seluruh kebenaran Jahweh dengan menerima
baptisanNya. Inilah kebenaran! Namun, para pemimpin Kristen tidak mengajari
kami kebenaran ini karena mereka tidak memahaminya!”
Kita menjadi tidak berdosa ketika kebenaran Jahweh
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus menjelaskan
bahwa kita tidak berdosa. Tidak seorangpun bisa menerima keselamatan orang lain.
Tidak ada gunanya mendapatkan kata pujian dari orang lain. Bagaimana seseorang
bisa mengatakan kepada kita—bahwa kita orang Kristen yang sangat baik, atau
bahkan memberi kita nilai orang Kristen yang A+—bisa andil dalam
keselamatan kita dari dosa? Kita menjadi tidak berdosa bukan ketika orang menerima
kita, tetapi hanya ketika firman Jahweh menjelaskan bahwa Kristus melenyapkan
segala dosa kita dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus.
Firman Jahweh menjelaskan bahwa Jahshua bukan
hanya membuat dosa-dosa saya lenyap, tetapi juga dosa-dosa anda. Dijelaskan
bahwa karena Jahshua Kristus yang adalah Mesias sudah membuat segala dosa manusia
dilenyapkan, kita kemudian akan menerima pengampunan dosa kalau kita percaya.
Inilah caranya kita bisa masuk ke dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci,
dengan menerima pengampunan dosa melalui air dan Roh.
Apakah Iman Yang Sempurna?
Pintu gerbang pelataran terbuat dari kain biru
dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Semua orang harus memiliki
iman yang sempurna yang percaya bahwa Tuhan kita datang ke dunia ini dan kemudian
menyelamatkan kita dari dosa kita. Ketika kita percaya bahwa Tuhan dilahirkan
ke dalam dunia ini dalam rupa manusia, dibaptiskan oleh Yohanes, mati di kayu
Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu menjadi Juruselamat kita,
kita semua bisa menjadi anak-anak Jahweh. Meskipun tindakan kita kurang, dan
meski daging kita tidak berharga, dengan percaya kepada kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus di dalam hati kita, kita sudah menjadi tidak
berdosa. Karena itu, untuk menjadi orang benar hanya dimungkinkan melalui iman.
Dengan percaya kepada keselamatan yang dinyatakan melalui kain biru dan kain
ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, kita sudah mengenakan kebenaran Jahweh.
Dengan percaya kepada Injil air dan Roh, singkatnya, kita sudah menjadi anak-anak
Jahweh.
Beberapa di antara anda mungkin belum sepenuhnya
mengerti. Kalau demikian, yang harus anda lakukan adalah mempelajari buku ini
dan mengikuti Gereja Jahweh. Sampai saat ini kita hanya mendiskusikan aspek
umum dari Kemah Suci, tetapi kalau anda mulai membaca penjelasan yang terperinci,
anda semua akan bisa menggenapi pemahaman tentang Kemah Suci. Hal itu sangat
mudah sampai anak kecil saja bisa menangkapnya.
Kalau orang harus mendasari iman mereka kepada
pemahaman yang kasar tentang Jahshua, mereka tidak akan pernah diselamatkan
dari dosa mereka, tidak peduli sudah berapa lama mereka percaya kepada Jahshua,
selama ribuan atay puluhan ribu ke depan. Mereka masih tetap memiliki dosa setiap
hari. Mereka kemudian akan menangis setiap hari, karena mereka tidak bisa lepas
dari kutuk atas dosa-dosa mereka. Ketika keadaan mulai terasa baik untuk mereka,
mereka berpikir bahwa Jahweh sedang menolong mereka. Tetapi ketika keadaan menjadi
buruk bahkan meski hanya sedikit, mereka bertanya-tanya, “Apakah ini karena
saya tidak memberi perpuluhan? Atau karena saya tidak kebaktian hari Minggu
yang lalu? Saya sudah berdosa dan gagal melayani Jahweh dengan baik, dan saya
rasa Ia menghukum saya karena kesalahan itu.” Dengan cara ini, mereka akhirnya
terkungkung oleh Taurat, karena Alkitab mengatakan bahwa “Taurat membangkitkan
murka” (Roma 4:15).
Untuk sungguh-sungguh memiliki iman yang penuh
ini, kita harus mengerti dengan benar dan percaya kepada keempat pelayanan kulit
lumba-lumba yang datang kepada kita melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus. Kita harus memahami kebenaran yang diberikan oleh Jahshua
Kristus. Hanya kalau kita memiliki pengertian yang jelas tentang keempat kebenaran
ini dan percaya kepada hal itu saja, kita bisa memiliki iman yang penuh di hadapan
Jahweh, dan kita bisa sungguh-sungguh menjadi anakNya yang sempurna. Karena
kita sudah menjadi tidak berdosa dengan percaya kepada keempat pelayanan Jahshua
itu, kita senantiasa menjadi orang-orang benar yang tidak berdosa, yang bahkan
tidak harus berjuang untuk membebaskan diri kita dari belenggu dosa; kita adalah
orang beriman yang tidak berdosa, bahkan tanpa menguras kekuatan pribadi kita,
dan kita adalah anak-anak Jahweh yang sempurna yang dosa-dosanya sudah dibasuh
seputih salju, bahkan tanpa perbuatan baik atau usaha kita.
Seperti seorang bayi yang bermain dan beristirahat
dengan tenang di bawah pengawasan mata orang tuanya, dengan percaya kepada kebenaran
ini, kita kemudian mendapat kedamaian dan ketenangan di dalam hati kita di hadapan
mata Jahweh Bapa yang penuh kasih karunia. Bahkan meski perbuatan anda mungkin
memiliki kekurangan, yang harus anda lakukan adalah percaya kepada karya Tuhan,
karena semakin anda lemah, semakin anda merasakan kasih Tuhan kita.
Apakah anda sedang terus berjuang untuk menerima
pengampunan dosa, masih belum mampu memiliki iman yang percaya kepada kain biru
dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus? Sekarang orang-orang yang
mengenal kebenaran ini tidak harus berjuang untuk menerima pengampunan dosa
tetapi hanya harus percaya dengan tenang. Orang-orang yang sudah menjadi anak-anak
Jahweh dengan iman adalah orang-orang yang sungguh-sungguh mengenal dan percaya
kepada Jahshua Kristus, Yang datang kepada kita melalui air, darah dan Roh.
Mereka melayani Jahweh bukan dengan tindakan kepura-puraan, tetapi mereka mengasihi
dan melayani Dia dengan iman terlebih dahulu. Karena kita percaya, Jahweh memberikan
kepada kita kehadiranNya dan berjalan dengan kita. Karena kita percaya kepadaNya,
Ia menolong kita. Dan karena kita percaya kepada Jahshua yang sudah menyelamatkan
kita dengan baptisan dan darah dimana kita menempatkan iman kita, kita sudah
menjadi hamba Jahweh yang melayani karya kebenaranNya.
Sekarang kita harys memahami kebenaran bahwa Jahweh
membuat gerbang keselamatan kita di pelataran luar Kemah Suci, dengan membuatnya
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, untuk memberikan
kepada kita keselamatan pengampunan dosa yang pasti. Alkitab menjelaskan bahwa
Jahshua datang kepada kita melalui air, darah dan Roh, dan bahwa Ia sudah menyelamatkan
kita dari dosa dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus
di pintu gerbang pelataran Kemah Suci pada masa Perjanjian Lama. Tuhan kita
sudah menjadi gerbang bagi keselamatan dari dosa kita. Kita harus percaya, dan
senantiasa percaya, kepada keempat karya Mesias yang sudah sungguh-sungguh dan
nyata membebaskan kita dari segala dosa kita.
Baptisan Yang Diterima Jahshua Dari Yohanes Adalah Hakekat Yang
Nyata Dari Kain Biru Yang Ada Di Pintu Gerbang Pelataran Kemah Suci
Mari
kita membuka Matius 3:13-17 lagi: “Maka datanglah Jahshua dari
Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi
Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu,
dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kataNya
kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.” Dan Yohanes pun menurutiNya.
Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu
itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung
merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang
mengatakan: “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”
Pada saat itu, ketika Jahshua dibaptiskan, sudah 30 tahun sejak
Ia dilahirkan oleh anak dara Maria. Kata “maka” di sini menunjuk
kepada waktu ketika Yohanes Pembaptis dan juga Jahshua berusia 30
tahun.
Yohanes Pembaptis, yang dilahirkan 6 bulan sebelum
Jahshua, adalah wakil manusia di dunia ini yang memberikan kepada mereka baptisan
pertobatan (Matius 3:11, 11:11). Ketika Jahshua berusia 30 tahun, Ia datang
kepada Yohanes, yang sedang membaptis di sungguh-sungguh, untuk dibaptiskan.
Tetapi Yohanes Pembaptis berusaha untuk mencegahNya, dan mengatakan, “Akulah
yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Jahshua kemudian
menjawab, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kebenaran.” Yohanes kemudian bersedia, dan Jahshua dibaptiskan olehNya.
Alkitab juga menuliskan bahwa ketika Jahshua selesai dibaptiskan, langit terbuka
bagiNya, dan suatu suara terdengar, yang mengatakan, “Inilah AnakKu yang
Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”
Dalam Matius 3:15 ini, Jahshua menjelaskan alasan
mengapa Ia dibaptiskan oleh Yohanes. Kebenaran ini menunjuk kepada kain biru
di Kemah Suci, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita
menggenapkan seluruh kebenaran.” Tujuan dari baptisan yang diterima Jahshua
dari Yohanes adalah untuk mengampuni semua kesalahan orang berdosa melalui karyaNya
yang dinyatakan di kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi di Kemah Suci—”karena
demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran.”
Bahwa Jahshua Kristus akan menanggung segala dosa
semua manusia ke atas DiriNya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis adalah
kasih kebenaran Jahweh dan penggenapan karya keselamatan bagi semua orang berdosa.
Seperti yang dikatakan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Jahweh akan
dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap
orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Jahshua dibaptiskan untuk menyelamatkan kita dari dosa dunia, sehingga kita
tidak akan dihukum karena dosa-dosa kita. Inilah sebabnya Jahshua mengambil
semua kebenaran Jahweh dan segala dosa manusia ke atas DiriNya dengan dibaptiskan
oleh Yohanes, karena demikianlah sepatutnya mereka menggenapi semua kebenaran.
Apakah “semua kebenaran Jahweh?” Ayat di atas
menjelaskan bahwa alasan mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis
adalah untuk menggenapi seluruh kebenaran Bapa.
Di sini, kita perlu menemukan apa sebenarnya kebenaran
Jahweh itu. “Seluruh kebenaran” menunjuk kepada kenyataan bahwa Jahshua Kristus,
dengan dibaptiskan oleh Yohanes, menanggung segala dosa manusia ke atas DiriNya.
Dengan baptisannya, Ia menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya, sekaligus.
Seperti tujuan dari kelahiranNya adalah untuk menghapus segala dosa sekaligus,
baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes sungguh-sungguh kebenaran. Untuk
menggenapi seluruh kebenaran Jahweh berarti menggenapi karya kebenaran yang
membuat segala dosa dunia dilenyapkan—yaitu, untuk menggenapi keselamatan.
Baptisan Jahshua adalah cara yang tidak bisa ditiadakan
dimana Jahweh akan menyelamatkan kita dari dosa. Jahweh menetapkan di dalam
Perjanjian Lama bahwa untuk menghapus segala dosa kita, Ia akan memunculkan
Yohanes Pembaptis sebagai wakil manusia, membuat dia membaptiskan AnakNya Jahshua
Kristus, dan dengan itu menanggungkan segala dosa kita kepada AnakNya. Tidak
lain dari ini adalah karya kasih karunia Jahweh. Karena Jahweh sangat mengasihi
kita, Jahweh membuat Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes untuk menjadikan kita
sebagai anak-anakNya dan menggenapi karya kebenaran penghapusan dosa-dosa kita.
Inilah sebabnya Jahweh mengatakan, setelah Jahshua dibaptiskan dan keluar dari
air, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.” Jahweh
Bapa, dengan kata lain, mengatakan, “Dengan baptisanNya, AnakKu sudah menanggung
segala dosamu keatas DiriNya.”
Jahshua Kristus, dengan kata lain, datang ke dunia
ini, dan melalui cara dibaptiskan olheh Yohanes, Ia menanggung segala dosa kita
sekaligus, dengan cara yang paling patut, dan kemudian menjadi korban persembahan
untuk melenyapkan segala dosa kita.
Karena Anak Jahweh sudah dibaptiskan bagi kita,
dan karena Ia kemudian menerima segala dosa ke atas DiriNya, sehingga Ia membawa
semua dosa itu ke kayu Salib, disalibkan dan mencurahkan darahNya yang mahal,
dan dengan itu menjadi Juruselamat bagi kita. Jahshua sudah menyelamatkan kita
yang percaya, dengan kata lain, dengan dibaptis bagi dosa-dosa kita, mengorbankan
DiriNya dengan darahNya di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian. Dan
setelah bangkit dari kematian serta menggenapkan karya keselamatanNya, Ia sekarang
duduk di sebelah kanan tahta Jahweh, dan kalau saatnya tiba, Ia pasti akan datang
kembali. Kebenaran ini adalah Injil air dan Roh dan inti dari keselamatan.
Di pintu gerbang pelataran Kemah Suci, Keluaran
27:16 menuliskan, “tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh
hasta dari kain biru dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang
dipintal benangnya -- tenunan yang berwarna-warna -- dengan empat tiangnya dan
empat alas tiang itu.” Jadi pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat dari
kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Ini menjelaskan
kebenaran bahwa kita masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan percaya kepada anugerah
keselamatan.
Kain biru untuk membuat gerbang
pelataran Kemah Suci menunjuk kepada kenyataan bahwa segala dosa kita ditanggungkan
kepada Jahshua ketika Ia datang ke dunia ini dan dibaptiskan.
Kain ungu menjelaskan bahwa Jahshua
Kristus, yang sudah dibaptiskan bagi dosa-dosa kita, pada dasarnya adalah Sang
Pencipta sendiri yang menciptakan seluruh alam semesta dan segala sesuatu yang
ada di dalamnya, Tuhan anda dan saya. Ungu adalah wara raja (Yohanes 19:2-3),
dan dengan itu menjelaskan bahwa Jahshua Kristus adalah Raja segala raja dan
Tuhan atas semuanya. Kata “Kristus” berarti “yang diurapi” dan hanya raja, imam,
dan nabi yang bisa diurapi. Dengan demikian, meskipun Jahshua Kristus datang
ke dunia ini dalam rupa manusia, identitasNya yang sebenarnya adalah Raja segala
raja. Jahshua, dengan kata lain, adalah Tuhan dan Pencipta atas seluruh alam
semesta. Jahshua adalah Jahweh Yang Mahakuasa sendiri dan Anak Tunggal Jahweh
Bapa.
Kain kirmizi yang dipakai untuk
gerbang Kemah Suci menunjuk kepada pengorbanan yang dibuat oleh Raja itu, ketika
telah datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan menanggung segala dosa ke atas
DiriNya dengan baptisanNya, Ia disalibkan dan mencurahkan darahNya di kayu Salib.
Jahshua Kristus membayar upah dosa bagi kita, dengan dibaptiskan, mencurahkan
darahNya yang mahal, dan dengan itu mengorbankan DiriNya bagi kita. Kain kirmizi
menyatakan pengorbanan darah Jahshua Kristus.
Yang terakhir, kain lenan halus
menunjuk kepada Firman Jahweh yang terperinci di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian
Baru. Alkitab menjelaskan tentang keselamatan kita di dalam Perjanjian Lama
dan Perjanjian Baru. Sejak masa Perjanjian Lama, Jahweh berjanji bahwa Ia akan
datang kepada kita sebagai Juruselamat orang berdosa, dan di dalam Perjanjian
Baru, seperti yang dijanjikanNya, Jahshua Kristus, Jahweh sendiri, memang datang
ke dunia ini, dibaptiskan, dan mencurahkan darahNya di kayu Salib—menyerahkan
DiriNya sebagai korban bagi dosa-dosa kita.
Dengan kain biru, Jahweh menyatakan Firman Jahshua
Kristus yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita dari dosa kita dan
menanggung segala dosa kita ke atas DiriNya dengan baptisanNya; dan dengan kain
ungu, Ia menyatakan bahwa Dia yang dibaptiskan itu adalah Jahweh sendiri. Dan
dengan kain kirmizi, Jahweh menyatakan bahwa Ia sudah menyelamatkan anda dan
saya dari dosa-dosa kita dengan datang ke dunia ini sebagai Juruselamat kita,
dibaptiskan, membawa segala dosa dunia ke kayu Salib, dan mencurahkan darahNya
yang mahal.
Bahwa keselamatan ini datang dengan firman Jahweh
yang dijanjikan di dalam Perjanjian Lama, di sisi lain, dinyatakan dengan kain
lenan halus. Inilah sebabnya pintu gerbang pelataran Kemah Suci terbuat dari
kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Ketika kita melihat
pintu gerbang pelataran Kemah Suci, gerbang ini menyatakan dan menunjukkan kepada
kita secara jelas tentang bagaimana Jahweh sudah menyelamatkan kita dari dosa
dan menjadikan kita umatNya; dengan itu, kita semua harus percaya kepada makna
rohani dari keempat kain yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci.
Berbicara mengenai warna di pintu gerbang pelataran
Kemah Suci, Alkitab terlebih dahulu menyebutkan kain biru. Kita sering berpikir
bahwa urutannya adalah kain ungu, kain biru, dan kain kirmizi, tetapi Alkitab
dengan jelas memberikan urutannya kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi.
Ini menunjukkan kepada kita pentingnya kain biru itu. Ketika Jahshua Kristus
yang memang datang ke dunia ini sebagai Juruselamat, tidak dibaptiskan oleh
Yohanes, kita tidak akan bisa dibasuhkan dari dosa-dosa kita. Inilah sebabnya
Jahshua, untuk menyelamatkan kita dari dosa dunia, dibaptiskan oleh Yohanes
dan disalibkan, semua dalam ketaatan kepada kehendak Bapa.
Jahshua adalah Tuhan alam semesta yang menciptakan
segala sesuatu, dan Ia adalah Jahweh kita. Ia adalah Jahweh sendiri yang sudah
membuat kita dilahirkan ke dunia ini, yang memberikan kepada kita kehidupan
baru, dan yang menguasai kehidupan kita. Bagi Dia untuk menyelamatkan kita dari
dosa kita, Ia harus dibaptiskan oleh wakil semua manusia dan dengan itu menanggung
segala dosa ke atas DiriNya. Dengan dibaptiskan oleh Yohanes, dengan kata lain,
sehingga kulit lumba-lumba sudah menjadi Juruselamat kita yang sejati.
Untuk membebaskan kita dari segala dosa kita sehingga
Jahshua Kristus datang ke dunia ini, dan untuk menanggung segala dosa ke atas
DiriNya bahwa Ia dibaptiskan. Kalau bukan karena baptisanNya, Kristus tidak
akan bisa disalibkan. Inilah sebabnya pintu gerbang pelataran menunjukkan kepada
kita dengan jelas betapa pastinya Jahshua Kristus sudah menyelamatkan kita dari
dosa—yaitu, cara yang tepat bagi keselamatanNya.
Warna dari pintu gerbang pelataran Kemah Suci
menjelaskan kepada kita bahwa Jahshua Kristus akan datang ke dunia ini, menanggung
segala dosa manusia ke atas DiriNya dengan baptisan yang diterimaNya dari Yohanes,
dan disalibkan—sehingga Dia, dengan kata lain akan membereskan segala dosa kita
dengan DiriNya saja. Ketika Jahshua dibaptiskan, pintu Surga terbuka, dan Jahweh
Bapa mengatakan, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”
Jahshua Kristus adalah Mesias dan Juruselamat kita, tetapi Ia juga adalah
Anak Jahweh, Jahweh sang Pencipta yang menciptakan seluruh alam semesta dengan
FirmanNya sendiri. Sebagai Jahweh Kudus, Jahshua bisa menanggung segala dosa
kita dengan dibaptiskan agar Dia bisa menjadi Juruselamat kita yang sejati.
Jahshua Kristus yang menciptakan seluruh alam
semesta dan mengaturnya sudah menunjukkan kepada kita keselamatan dari dosa
yang jelas. Karena Jahshua Kristus saja, untuk menghapus segala dosa kita, datang
ke dunia ini, menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan baptisanNya dan
mati di kayu Salib sehingga anda dan saya bisa sungguh-sungguh diselamatkan.
Jahshua Kristus adalah Pencipta yang menguasai kehidupan dan kematian kita,
yang menciptakan seluruh alam semesta, dan yang membawa leluhur kita serta seluruh
umat manusia ke dunia ini. Ia adalah hakekat sejati dari kain biru dan kain
ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.
Jahweh sendiri datang ke dunia ini sebagai korban
persembahan orang-orang berdosa. Jahshua yang sudah menyelamatkan kita adalah
Jahweh, Yang Mahakuasa dan Jahweh yang penuh kasih karunia. Karena Jahshua Kristus
menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan baptisanNya sehingga Ia menggenapi
seluruh kebenaran Jahweh, dan inilah sebabnya Ia membawa segala dosa dunia ke
atas kayu Salib, disalibkan dan mencurahkan darahNya yang mahal itu. Sama seperti
hal itu dinyatakan di dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci, Jahshua Kristus
menjadi korban persembahan kita sendiri yang menghapus segala dosa kita semua.
Inilah sebabnya bukan hanya pintu gerbang pelataran
Kemah Suci, tetapi juga gerbang Tempat Kudus, gerbang Tempat Mahakudus, dan
bahkan penutup Rumah Jahweh semua terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus. Karena Jahshua Kristus dibaptiskan bagi anda dan
saya sehingg anda dan saya dibasuh dari dosa kita dengan percaya kepada hal
itu. Jahshua dibaptiskan untuk menggenapkan seluruh kebenaran, dan kebenaran
ini dgenapkan dengan menanggung segala dosa manusia kee atas DiriNya melalui
baptisanNya. Yang harus kita lakukan, karena itu, adalah memahami bahwa segala
dosa kita juga ditanggungkan kepada Jahshua pada saat itu, dan percaya demikian.
Namun, ada banyak orang Kristen yang percaya kepadaNya
secara sembarangan dan sembrono. Mereka terlalu tegar untuk meninggalkan iman
agama kedurhakaan mereka, melawan Jahweh sejak awal. Kita harus percaya kepadaNya
sesuai dengan cara keselamatan yang sudah diberikanNya kepada kita. Jahshua
mengatakan, “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” (Yohanes 14:6). Ia sedang
mengatakan kepada kita, “Akulah jalan yang membawa kamu ke Surga. Akulah Gmbala,
jalan, dan kebenaran. Aku memang kehidupan yang menyelamatkan kamu.” Dengan
menyelamatkan kita dari dosa kita, Jahshua Kristus sudah menjadi Tuhan kehidupan
baru bagi kita.
Ketika Kita Percaya kepada Jahshua, Haruskah Kita Memahami dan
Percaya kepadaNya?
Kita bisa diselamatkan dari dosa hanya dengan
percaya kepada cara yang tepat bahwa Ia datang ke dunia ini dan menyelamatkan
kita. Kata “iman” mengandung pemahaman seperti “bersandar,” “berpegang kepada,”
dan “mempercayakan diri.” Orang-orang tua sering bersandar kepada anak-anak
mereka kalau mereka sudah tua, karena mereka melihat bahwa hidup menjadi terlalu
sulit untuk dijalani sendirian. Demikian juga, alasan kita mempercayakan diri
kita kepada Jahweh adalah karena kita tidak bisa melenyapkan dosa-dosa kita
sendiri. Bahkan kalau kita berusaha untuk tidak memiliki dosa, kita tetap saja
menjalani kehidupan yang senantiasa melakukan dosa. Karena kita tidak bisa membebaskan
diri kita dari dosa sehingga kita percaya kepada Jahweh dan meletakkan keyakinan
kita kepada Jahshua Kristus Juruselamat kita dengan percaya kepada apa yang
dilakukanNya bagi kita.
Inilah sebabnya ketika kita percaya kepada Jahshua
dan mencari keselamatan kita, kita harus terlebih dahulu mengerti iman yang
bagaimanakah iman yang benar. Lebih dari 2000 tahun yang lalu, Jahshua datang
ke dunia ini untuk menyelamatkan anda dan say—memang, semua manusia yang ada
di dunia ini—dari dosa-dosa kita. Setelah berusia 30 tahun, Ia kemudian dibaptiskan
oleh Yohanes Pembaptis dan dengan itu menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya.
Kita semua harus percaya kepada kenyataan ini. Kita harus percaya bahwa ketika
Jahshua menerima bukan hanya dosa-dosa anda dan saya tetapi segala dosa dunia
ke atas DiriNya dengan baptisanNya, semua dosa, masa lalu, masa kini, dan bahkan
yang akan datang, semuanya sudah ditanggung oleh Jahshua Kristus.
Namun, banyak orang masih mengabaikan kenyataan
ini bahwa bukan hanya dosa-dosa dunia tetapi juga dosa-dosa mereka ditanggungkan
kepada Jahshua ketika Ia dibaptiskan, dan terus percaya hanya kepada darah di
kayu Salib. Itulah sebabnya tidak seorangpun di antara mereka bisa membedakan
iman yang benar, bahkan meski mereka sudah melihat bahwa semua gerbang di Kemah
Suci terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.
Ketika Jahshua Kristus datang ke dunia ini untuk
menyelamatkan kita, ia tidak hanya menyelamatkan kita dengan cara yang acak
saja. Karena Ia sungguh-sungguh menanggung segala dosa kita ke atas DiriNya
dengan baptisanNya dan hukuman atas dosa-dosa kita dengan penyalibanNya sehingga
anda dan saya bisa sepenuhnya diselamatkan. Inilah caranya Jahshua Kristus menyelamatkan
semua manusia. Inilah sebabnya Tuhan mengatakan, “barangsiapa datang kepadaKu,
ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37).
Ketika mengat rakan bahwa kita percaya kepada
Jahshua, kita tidak hanya percaya kepada pribadiNya, bukan hanya kepada kemahakuasaanNya.
Namun, kita diselamatkan dengan percaya bahwa Kristus, meski Ia adalah Jahweh,
datang ke dunia ini, menanggung segala dosa anda dan saya ke atas DiriNya dengan
baptisanNya, dan dikorbankan di kayu Salib bagi kita. Ketika kita melihat keselamatan
yang dinyatakan di dalam Kemah Suci, menjadi sangat jelas bagi kita bahwa yang
sebenarnya iman yang tepat yang harus kita miliki ketika kita mengaku bahwa
kita percaya kepada Jahshua.
Saat ini, banyak orang yang percaya hanya kepada
darah di kayu Salib, dan mengatakan dengan tiada henti, “♫ Maukah kau
bebas dari beban dosa? ♪ Ada kuasa dalam darah, ada kuasa dalam darah
♫,” lalu dengan buta berseru, dengan semangat pribadi, “Tuhan! Aku
percaya!” Tidak peduli bagaimana semangat mereka percaya kepada Jahshua, mereka
tidak akan pernah bisa bebas dari dosa-dosa mereka hanya dengan percaya kepada
darah di kayu Salib saja.
Karena kita adalah orang-orang yang tidak akan
pernah bisa dibebaskan dari dosa-dosa kita sepanjang kehidupan kita, kita sungguh-sungguh
membutuhkan Juruselamat, dan Juruselamat ini tidak lain dari Jahshua Kristus.
Jahshua Kristus yang datang untuk membebaskan anda dan saya adalah Juruselamat,
Raja segala raja, Pencipta yang menciptakan seluruh alam semesta dan segala
yang ada di dalamnya, dan Tuhan atas seluruh kehidupan kita. Ia datang ke dunia
ini, menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan baptisanNya, dan membasuh
kita dari segala dosa dengan mati di kayu Salib. Kita diselamatkan, dengan kata
lain, dengan percaya kepada Jahshua Kristus, yang menanggung seluruh penghukuman
atas dosa-dosa kita dengan baptisan dan salibNya, sebagai Juruselamat kita.
Inilah sebabnya pintu gerbang pelataran Kemah Suci sangat jelas dan tepat ditunjukkan
kepada kita.
Orang-Orang Yang Percaya Kepada Jahshua Hanya Sebagao Agama
Di jaman ini, orang bisa mengatakan bahwa mereka
diselamatkan hanya dengan percaya kepada darah di kayu Salib saja. Pengakuan
yang kosong seperti itu hanyalah menunjukkan iman keagamaan mereka semata. Orang-orang
ini mengatakan, “Kalau saya menaikkan doa pertobatan kepada Jahweh, Roh Kudus
berbicara di dalam hati saya, ‘AnakKu, Aku sudah mengampuni dosamu.’ Betapa
bersyukurnya saya ketika mendengar suaraNya!” Mereka membuat berbagai pengakuan
bahwa kepercayaan mereka adalah kesaksian iman.
Namun keselamatan kita tidak berasal dari perasaan
emosi kita sendiri. Namun, kita diselamatkan melalui seluruh dimensi dari seluruh
kepribadian kita: pengetahuan, emosi, an kehendak. Kita harus diselamatkan,
dengan kata lain, dengan pertama-tama memahami betapa Jahweh sudah menyelamatkan
kita, dan kemudian percaya kepada hal itu. Tetapi bagaimana dengan agama? Apakah
agaman? Agama tidak lebih dari lembaga buatan manusia berdasarkan pemahaman
manusia sendiri.
Dulu, di keluarga saya, ibu saya menjadi tukang
masak. Saya bisa membantu dia, mengikuti dia di dapur, dan bertanya apa yang
bisa saya bantu—seperti Yakub did alam Alkitab. Ketika ibu saya sibuk di dapur
mempersiapkan makanan, saya sibuk menyiapkan meja di ruang makan. Ibu saya dan
saya biasa menjadi pasangan yang sangat serasi. Bangun di pagi hari, kami menyalakan
api, menyiapkan meja, dan setelah makan, membersihkan dapur dengan menyapunya.
Semua kegiatan pagi itu diakhiri dengan menyapu itu.
Ini bukan pemandangan yang umum di Korea jaman
ini. Tetapi yang makin menarik adalah bahwa ada orang-orang yang menjadikan
sapu yang biasa dipakai membersihkan lantai dapur tiba-tiba saja dijadikan dewa
yang dianggap bisa memberikan apa saja yang diminta. Ada beberapa orang, dengan
kata lain, yang sungguh-sungguh berdoa kepada sapu yang sudah lapuk karena lama
dipakai itu. Kebodohan yang demikian sering terjadi di dalam kehidupan kita;
bukan hanya ini, tetapi kapan saja ada kemalangan di dalam keluarga atau lingkungan,
kami sering memanggil dukun untuk melakukan sihir. Karena orang-orang di jaman
itu menganut kepercayaan pantheistic dan percaya bahwa tuhan ada di mana-mana,
bukan hanya sapu yang biasa dipakai untuk menyapu lantai ini dijadikan dewa,
tetapi bahkan gulungan kertas yang dipakai untuk menuliskan nama-nama leluhur,
atau sebuah batu besar digunung, atau bahkan apa saja yang bisa dilihat dengan
mata bisa dijadikan sebagai tuhan.
Saat ini, dengan berlalunya waktu, manusia sedikit
demi sedikit lepas dari kebodohan ini, tetapi saat itu, sangat sering terjadi
orang menjadikan apa saja menjadi dewa. Karena itu bisnis yang paling menguntungkan
pada masa itu adalah bisnis sihir. Saya ingat melihat tukang sihir mengulang-ulangi
mantra yang tidak bisa dimengerti ketika melakukan praktek sihir. Saya bisa
menirukan cara tukang sihir mengucapkan mantra, yang mengatakan, “Abrakadabra,
abrakadabra, datanglah siang, datanglah siang, semuanya menjadi milikku ketika
siang datang. Topeng labu pecah karena kurang sajian. Abrakadabra abrakadabra.”
Saya, tentu saja, tidak tahu apa yang sebenarnya mereka maksudkan.
Ketika sihir yang demikian dipraktekkan di salah
satu rumah tetangga, semua orang satu kampung akan berkumpul untuk melihatnya.
Inti dari perbuatan yang demikian adalah ketika segulung uang dimasukkan ke
dalam kepala babi yang sudah matu, yang menyeringai tanpa makna. Berapa banyak
uang yang dimasukkan akan sangat menentukan keampuhan mantra dan kekuatan tukang
sihir itu. Praktek sihir itu kemudian dilangsungkan terus sepanjang malam sampai
fajar menyingsing.
Salah satu kenalan lama saya, mengaku kalau ia
dirasuki oleh salah satu hantu gadis. Ia bisa mengatakan bahwa ia bisa mengusir
berbagai macam setan, karena ia dirasuki oleh hantu gadis—hantu gadis dianggap
memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan dengan yang lainnya. Ia mengatakan
bahwa kalau ia baru selesai menghadapi setan yang lebih kuat, ia akan merasa
dirinya bisa saja terbunuh dan bukannya berhasil mengusirnya, tetapi ia tetap
saja mengatakan bahwa ia bisa mengusir segala macam setan-setan yang biasa-biasa
saja. Tetapi ia tidak lain hanya sekedar salah satu dari tukang sihir itu.
Ia memakai waktu-waktu biasanya secara wajar,
sama seperti orang-orang lainnya. Tetapi kalau ada seseorang yang meminta dia
untuk melakukan pengusiran setan, ia mengubah pakaiannya menjadi pakaian tukang
sihir dan melakukan pertunjukannya yang spektakuler. Karena hati manusia dipenuhi
dengan pikiran takhayul sehingga mereka mengikuti jenis agama primitif yang
seperti ini yang tidak ada hubungannya dengan firman Jahweh dan yang akhirnya
akan memunculkan hal-hal yang gila dan dan memalukan.
Manusia, dengan kata lain, membuat agama mereka
sendiri. Seperti kisah di atas, mereka sudah menciptakan dewa-dewa mereka sendiri.
Karena manusia memiliki insting yang demikian, bahkan sebagai orang Kristen,
kalau mereka diberi tahu bahwajh disalibkan bagi mereka, mereka juga bisa dengan
mudah dikuasai oleh emosi mereka sendiri akan hal ini, dan akhirnya terobsesi
dan bahkan percaya kepadaNya secara buta. Dan ketika mereka diberitahu bahwa
Jahshua adalah Anak Jahweh dan sang Pencipta yang menjadikan alam semesta, mereka
sangat menyukainta, dan sekali lagi mereka percaya dengan tanpa alasan. Mereka
juga suka mendengar perkataan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak
ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku,” dan,
sekali lagi, percaya kepada hal itu tanpa alasan dan tanpa pemahaman yang benar.
Karena tidak ada firman Jahweh yang salah, bahkan ketika mereka mendengar Firman
yang baik untuk pertama kalinya, yang mereka katakan adalah bahwa mereka mengasihi
Jahshua.
Tetapi Jahshua akan datang untuk menghakimi orang-orang
yang hatinya masih berdosa meskipun mengaku beriman kepada Jahshua. Ia juga
akan datang untuk mengangkat orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh.
Kebanyakan orang yang tidak mengerti kebenaran Injil air dan Roh hanya didasarkan
kepada pemahaman mereka sendiri akhirnya akan menyadari, dalam waktu sekitar
10 tahun dari permulaan kehidupan keagamaan mereka, bahwa mereka sebenarnya
orang yang sungguh-sungguh berdosa yang tidak bisa hidup sesuai dengan Hukum
Jahweh.
Saya, juga, biasa percaya kepada Jahshua secara
sembarangan. Saya bisa menyanyikan pujian sepanjang waktu, karena sukacita yang
limpah setelah bertemu Kristus. Tetapi setelah mengenal Jahshua, saya mengenal
hukum Taurat, dan setelah mengenal hukum Taurat, saya mengenal dosa-dosa saya.
Setelah mengenal dosa-dosa saya, saya kemudian menyadari bahwa akan ada penghukuman
kekal atas dosa, dan, sebagai akibatnya, penderitaan karena dosa terjadi.
Untuk menyelesaikan penderitaan atas dosa ini,
saya kemudian menaikkan doa pertobatan saya dengan tulus. Namun, iman yang demikian
sama saja dengan kepercayaan takhayul yang dengannya orang berdoa kepada segala
sesuatu supaya mendapat berkat. Karena hati saya begitu terganggu setelah saya
mengenal Hukum tertulis di dalam firman Jahweh dan menyadari dosa-dosa saya,
saya berpikir saya harus menaikkan doa pertobatan saya, dan doa pertobatan yang
demikian memberikan sedikit kelegaan emosi. Tetapi dosa masih tetap ada di dalam
hati nurani saya, dan menemukan bahwa jiwa saya masih terikat oleh dosa, saya
tetap menderita.
Dengan demikian, bukan karena keterikatakan akan
dosa saya menjadi percaya dan mengasihi Jahshua, tetapi justru karena saya percaya
kepada Jahshua kemudian saya menyadari dosa-dosa saya, dan itu setelah saya
menyadari dosa-dosa yang menyengsarakan menimpa saya. “Pasti saya terlalu cepat
percaya kepada Jahshua,” saya bahkan pernah berpikir demikian, dan akhirnya
menyesalkan mengapa saya mengenal dan percaya kepada Jahshua begitu cepat ketika
masih muda. Tetapi saya tidak berhenti percaya kepada Jahshua. Dan untuk lepas
dari ikatan dosa, saya menaikkan doa pertobatan, tetapi tidak ada hasilnya,
karena doa-doa itu sedikit saja peranannya untuk menyelesaikan akar dari masalahnya.
Orang-orang biasa tidak menyadari dosa-dosa apa
yang mereka lakukan bahkan pada saat mereka melakukannya, tetapi kalau mereka
mulai datang ke gereja, mereka mendengar tentang Hukum dan menyadari dosa-dosa
mereka, dan kemudian terkunci di dalam dosa mereka. Mereka mulai berusaha menyelesaikan
masalah dosa mereka dengan menaikkan doa pertobatan yang emosional, tetapi semakin
lama, semakin mereka menyadari bahwa mereka terikat di dalam dosa-dosa mereka
dan bahwa mereka harus diampuni dari dosa-dosa itu.
Tidak peduli berapa sering mereka menaikkan doa
pertobatan, semakin banyak mereka berdoa, semakin mereka menyadari dosa-dosa
mereka, yang jauh daru dilenyapkan, bahkan justru menjadi semakin jelas dinyatakan
dan semakin mengingatkan mereka akan kehadiran dosa-dosa itu. Sejak titik itu
dan seterusnya, kehidupan keagamaan orang-orang yang demikian akan semakin terasa
menyakitkan dan mereka terus menderita. Mereka bertanya-tanya, “Saya merasa
sangat senang ketika baru percaya, tetapi mengapa saya merasa bertambah buruk
setelah percaya lebih dari 5, 10 tahun ini? Mengapa saya begitu terganggu?”
Mereka menyadari bahwa bahkan keyakinan keselamatan mereka, yang sudah mereka
pegang dengan kuat ketika baru pertama kali percaya, sudah tidak ada lagi. Karena
berpikir bahea mereka menjadi berdosa setelah percaya kepada Jahshua, mereka
berusaha untuk mencari doktrin yang sesuai dengan kepercayaan mereka, dan akhirnya
menjadi orang-orang yang sekedar beragama saja.
Karena orang-orang ini tidak mengerti kebenaran
bahwa Jahshua sudah menyelamatkan mereka dari dosa-dosa dengan kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus sehingga mereka akhirnya hanya
menjadi orang yang sekedar beragama. Meski mereka mengaku percaya kepada Jahshua,
mereka masih terganggu, karena hati mereka tidak merasakan damai. Orang-orang
yang demikian bahkan tidak mampu untuk mencari tuhan yang lain, karena walau
mereka berusaha mencari, mereka sudah tahu bahwa percaya kepada sesuatu selain
Jahweh sendiri adalah penyembahan berhala. Karena mereka sungguh-sungguh mengerti
bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh, dan bahwa Ia saja Jahweh sendiri, dan bahwa
hanya Dia Juruselamat mereka, mereka lebih lagi tidak bisa percaya kepada tuhan
yang lain. Namun karena mereka tidak mengenal kebenaran, mereka hidup di dalam
penderitaan, senantiasa terganggu oleh dosa-dosa mereka.
Inilah sebabnya mereka harus mengenal dan percaya
kepada Jahshua Kristus yang datang melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus. Orang-orang Kristen yang akhirnya menjadi orang yang sekedar
beragama juga tahu bahwa Jahshua adalah Raja, bahwa Ia mencurahkan darahNya
di kayu Salib, dan bahwa Firman di dalam Alkitab adalah firman Jahweh.
Yang mereka tidak tahu, sayangnya, adalah bahwa
Jahshua menanggung bukan hanya dosa-dosa mereka tetapi segala dosa dunia ke
atas DiriNya melalui baptisanNya, dan ketidaktahuan ini menjadi alasan mengapa
mereka hidup sebagai orang berdosa meski mereka mengakui iman mereka, dan mengapa
mereka akhirnya akan berakhir di tempat yang disediakan bagi orang-orang berdosa.
Karena orang Kristen yang sekedar beragama demikian tidak mengerti bagaimana
tepatnya Jahshua menyelesaikan masalah dosa mereka, mereka percaya kepada emosi
mereka sendiri setiap kali emosi itu muncul. Sebagai akibatnya, kenyataan yang
sesungguhnya tidak sesuai dengan apa yang mereka percayai, seperti orang buta
yang mau tahu gajah dengan merabanya. Inilah sebabnya mereka sungguh-sungguh
tidak menyadari apa yang salah dengan iman mereka, dan inilah sebabnya mereka
kebingungan lagi.
Apa Yang Akan Terjadi Kepada Kita Kalau Kita Tidak Percaya Kepada
Kebenaran Kain Biru?
Apa yang akan terjadi kalau kita percaya kepada
Jahshua sebagai Juruselamat ketika kita meninggalkan kain biru di pintu gerbang
pelataran Kemah Suci? Ketika Jahweh memerintahkan untuk membangun pintu gerbang
pelataran Kemah Suci dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus, apa yang akan dikatakanNya kalau Musa justru memerintahkan bangsa Israel
untuk membangun pintu gerbang pelataran hanya dengan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus, dan kemudian bangsa Israel menyelesaikan proses pembangunan
itu? Apakah Jahweh akan menerima semua itu sebagai gerbang untuk Kemah SuciNya?
Ia pasti tidak akan pernah menerimanya. Karena Jahweh memerintahkan bangsa Israel
untuk membangun gerbang Kemah Suci dengan empat kain yang berbeda warna, kalau
kemudian dibuat tidak dengan cara demikian, hal itu tidak bisa disebut sebagai
gerbang Kemah Suci. Tidak ada salah satupun dari keempat kain itu yang bisa
ditinggalkan.
Pintu gerbang pelataran Kemah Suci harus dibuat
dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Karena Jahshua,
Jahweh sendiri, datang ke dunia ini sebagai Juruselamat dalam rupa manusia,
menanggung segala dosa dunia ke atas DiriNya, mati di kayu Salib, bangkit kembali
dari kematian, dan dengan itu sudah membasuh dosa-dosa kita menjadi putih seperti
salju, maka dengan yakin dan percaya kepada Jahshua Kristus inilah kita sudah
diselamatkan dari segala dosa kita. Warna dari gerbang Kemah Suci menjelaskan
kepada kita bagaimana kita harus percaya kepada Jahshua untuk bisa diselamatkan
dari dosa. Orang-orang yang percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam
Kemah Suci semuanya sudah diselamatkan dari dosa. Mereka semua sudah menerima
pengampunan dosa, dan menjadi putih seperti salju. Jahshua Kristus sudah membasuh
segala dosa anda dan saya, dan menjadikan kita putih seperti salju. Jahshua
Kristus sudah menjadi Juruselamat yang sesungguhnya bagi anda dan saya.
Inilah kebenaran yang dinyatakan di gerbang Kemah
Suci. Tetapi banyak orang jaman ini yang tidak percaya kepada implikasi dari
kain biru, meskipun mereka mengaku percaya kepada kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus.
Sebagai riset awal untuk buku ini, saya pernah
pergi ke sebuah toko buku Kristen. Di sana saya menemukan beberapa buku tentang
Kemah Suci yang ditulis oleh beberapa di antara tokoh Kristen yang palung menonjol.
Namun, beberapa tidak menyebutkan sama sekali tentang gerbang Kemah Suci, sementara
yang lainnya membuat pernyataan yang sangat tidak berdasar sebagai berikut,
“Apa arti kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus di dalam
Kemah Suci bagi kita? Biru adalah warna langit, dan karena itu menjelaskan bahwa
Jahshua Kristus adalah Jahweh. Kirmizi menunjuk kepada darah Jahshua yang mahal
yang tercurah di kayu Salib ketika Ia datang ke dunia ini. Ungu menjelaskan
bahwa Ia adalah Raja.”
Penafsiran yang begini jauh dari sasaran. Bahwa
Jahshua adalah Jahweh sudah dijelaskan di dalam kain ungu. Ketika Jahweh sudah
menjelaskan kepada kita melalui kain ungu bahwa Jahshua adalah Raja segala raja
dan Tuan segala tuan, mengapa Ia mengulanginya dengan kain biru? Karena orang-orang
itu tidak mengerti rahasia kain biru sehingga mereka tidak bisa menafsirkannya
dengan baik.
Karena mereka hanya mengenal darah di kayu Salib,
mereka memberikan penekanan khusus kepada kain kirmizi. Ketika melihat gambaran
mereka tentang gerbang Kemah Suci, kita bisa melihat bahwa gerbang itu didominasi
oleh warna putih dan merah. Ketika keempat warna kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus harus nampak jelas di pintu gerbang pelataran Kemah
Suci, gambar mereka hanya menunjukkan kain kirmizi dan kain putih, tetapi sama
sekali tidak menyebut mengenai kain biru sama sekali.
Ada begitu banyak orang di dunia ini yang sekarang
ini berbicara tentang iman yang tidak dapat dipertahankan tanpa menyadari kebenaran
kain biru. Ada begitu banyak orang di jaman ini yang mengatakan bahwa mereka
bisa diselamatkan hanya dengan percaya kepada darah dan kayu Salib Jahshua saja,
meskipun mereka sama sekali tidak tahu bahwa Jahshua menanggung segala dosa
dunia ke atas DiriNya dengan baptisanNya sekaligus untuk menanggung penghukuman
kita. Hati orang-orang yang demikian senantiasa ada dalam keadaan berdosa. Karena
hari ini, besok, dan selanjutnya—bahkan, sampai mereka mati—orang-orang itu
senantiasa tersiksa karena tidak bisa dibebaskan dari keberdosaan mereka. Karena
itu mereka kemudian mengakui, “Aku orang berdosa di hadapan Jahweh sampai aku
mati.” Tetapi apakah ini jenis iman yang benar, bahwa mereka akan senantiasa
menjadi orang berdosa sampai mereka mati, meski mereka sudah percaya kepada
Jahshua?
Setelah percaya kepada Jahshua, kapankah tepatnya
kita menjadi orang benar? Bukankah adalah tempat yang disediakan hanya untuk
orang-orang yang tidak memiliki dosa karena percaya kepada baptisan dan darah
Jahshua? Surga memang tempat bagi orang-orang benar, bukan untuk orang-orang
berdosa. Hanya orang-orang benar yang sudah pasti diselamatkan dari dosa mereka
dan yang menjadi tidak berdosa yang bisa masuk ke dalam Surga.
Orang-orang yang menyatakan dirinya sebagi orang
berdosa sampai mereka mati bahkan ketika mereka percaya kepada Jahshua tidak
memiliki keyakinan akan keselamatan mereka betapapun seringnya mereka mengakui
iman mereka kepadaNya, karena mereka tidak mengenal kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus. Bahkan saat mereka percaya kepada Jahshua
dan berdoa kepadaNya, mereka tidak memiliki keyakinan bahwa doa-doa mereka akan
dijawab. Meskipun mereka percaya kepada Jahshua, mereka tidak ditolong ataupun
dikasihi olehNya. Mereka mungkin saja merasa dikasihi ketika sedang dalam ibadah,
tetapi ketika mereka mengendorkan ibadah mereka, mereka merasa sudah ditinggalkan
oleh Jahweh, seolah-olah mereka dibenci oleh Jahweh. Mereka berpikir bahwa Jahweh
mengasihi dan memberkati mereka hanya kalau memberi persembahan dan ibadah kepadaNya,
dan bahwa Ia tidak lagi akan mengasihi mereka kalau mereka tidak memberi persembahan
kepadaNya. Ketika mereka mengalami masa-masa sulit, mereka berpikir kalau Jahweh
sudah membenci mereka, dan tidak bisa mengerti bagaimana mereka harus menjalani
masa-masa yang susah demikian, dan akhirnya akan menyalahkan Dia karena penderitaan
mereka dan tidak bisa lagi percaya kepadaNya.
Pada akhirnya, kepercayaan di antara orang-orang
yang demikian dengan Jahweh berantakan. Karena iman mereka adalah hasil dari
pemikiran dan emosi mereka sendiri, maka hal itu sangat sembarangan, berbahaya,
dan salah. Ketika kita menghadap Jahweh, kita harus menyingkirkan emosi kita,
ketika kita menghadap Jahweh, kita harus menghadap hanya dengan iman yang sudah
jelas percaya kepada Jahshua Kristus yang menyelamatkan kita, yang sebenarnya
harus masuk neraka karena dosa-dosa kita, dengan baptisan dan darahNya. Di hadapan
firman Jahweh dan Firman Hukum, di hadapan Injil air dan Roh, dan juga dengan
hati nurani kita juga, kita harus sungguh-sungguh memahami bahwa kita adalah
orang-orang yang tidak bisa tidak ditentukan untuk masuk neraka tanpa kecuali.
Hanya kalau kita mengenal, belajar, percaya, dan yakin akan keadaan kita yang
berdosa dan bagaimana Jahweh sudah menyelamatkan kita dari dosa kita saja kita
bisa mengetahui bahwa Jahshua Kristus sudah menjadi Juruselamat yang sejati
bagi kita.
Hanya dengan Iman Sejati Kita Bisa Menerima Anugerah Keselamatan
Karena itu, anda dan saya harus menyadari bahwa
kita diselamatkan dari dosa dengan percaya kepada kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus, bukan karena perbuatan baik pribadi kita. Dan
kita harus mengerti serta percaya bahwa untuk menyelamatkan kita dari dosa kita,
Jahshua Kristus datang kepada kita dengan jelas menggunakan empat sisi kebenaran.
Ia berjanji di dalam Perjanjian Lama akan datang sebagai Mesias, dan seperti
janji ini, Ia memang datang ke dunia ini, dan dengan baptisanNya, menanggung
segala dosa kita dan dosa-dosa seluruh umat manusia ke atas DiriNya sekaligus.
Ia kemudian membawa dosa-dosa dunia itu ke kayu Salib, disalibkan, mencurahkan
darahNya yang mahal, dan mati setelah berseru, “Sudah selesai!” (Yohanes
19:30). Bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga, Ia bersaksi
selama 40 hari lagi dan kemudian naik ke sebelah kanan tahta Jahweh, dan berjanji
akan kembali. Kita harus percaya kepada hal ini juga.
“Aku sudah menyelamatkanmu secara pasti dengan
pelayananKu berupa kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus.
Dan Aku akan datang kembali untuk mengangkat semua orang yang percaya kepada
keselamatan ini. Aku juga memberikan kepada mereka hak untuk menjadi anak-anak
Jahweh. Bagi mereka yang percaya kepada kebenaran ini di dalam hati mereka,
Aku akan membasuh dosa-dosa mereka dan menjadikan mereka putih seperti salju,
Aku akan memberikan Roh Kudus kepada mereka, dan Aku akan menjadikan mereka
anak-anakKu sendiri.” Inilah yang dikatakan Tuhan kepada kita.
Kita harus percaya kepada Firman ini. Tuhan kita
sudah menggenapi semua janji ini, dan Ia sebenarnya bekerja di dalam kehidupan
mereka yang ada di dunia ini. Ia melindungi mereka yang percaya kepada kebenaran
ini dan bersaksi bagi mereka. Demikianlah kita bisa diselamatkan melalui karya
baptisan dan darah Tuhan, berdiam di dalam anugerah, perlindungan dan kasih
Jahweh, dan menjalani kehidupan yang benar. Karena Ia sudah menyelamatkan kita
sehingga kita sudah diselamatkan dari dosa dengan percaya.
Ketika buku tentang Kemah Suci ini diterjemahkan
ke seluruh bahasa di dunia, saya yakin bahwa orang di seluruh dunia akan diselamatkan
dari dosa melalui iman mereka kepada kebenaran. Orang-orang yang mengatakan
bahwa pengampunan dosa datang hanya dari darah Jahshua saja tidak akan bisa
mengeluarkan perkataan yang demikian lagi, tetapi mereka justru akan memahami
betapa salahnya perkataan mereka itu. Mereka tidak akan pernah bisa mengatakan
bahwa mereka bisa diselamatkan hanya dengan percaya kepada darah Jahshua saja.
Di pintu gerbang pelataran Kemah Suci kita temukan
Injil air dan Roh, Firman keselamatan yang jelas tentang kain biru dan kain
ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Karena ini adalah firman nubuatan Jahweh
yang dijanjikan dari Perjanjian Lama, dan karena Jahweh sudah menepati janjiNya
di Perjanjian Baru dengan menggenapi keselamatan dari dosa dengan baptisan dan
penyalibanNya, kalau kita percaya kepada anugerah keselamatan dengan sukacita
dan ucapan syukur, kita semua bisa menerima pengampunan dosa kekal.
Inilah Firman yang begitu sederhana dan sempurna,
tetapi ini juga kebenaran tang tidak bisa dipahami bahkan dengan emua pengetahuan
di alam semesta, kalau anda tidak memiliki iman yang murni kepada FirmanNya.
Inilah sebabnya kita harus percaya kepada FirmanNya sebagaimana adanya. Karena
kebenaran ini begitu berharga dan tidak bisa kita dapatkan kalau kita senantiasa
mengabaikannya, anda dan saya harus memastikan bahwa kita percaya kepada Injil
air dan Roh. Dengan mengajarkan kepada kita kain biru dan kain ungu, kain kirmizi
dan dari lenan halus yang dinyatakan di dalam Kemah Suci dengan bebas dan mudah,
Jahweh memampukan kita untuk memiliki anugerah keselamatan yang tidak ternilai
harganya ini dengan iman kita.
Anda dan saya juga, yang percaya kepada kebenaran
ini, kita semua memberikan ucapan syukur kepada Jahweh karena kasih kebenaranNya.
Tetapi masih banyak yang tetap tidak mengenal kebenaran kain biru dan kain ungu,
dan kain kirmizi dan bahkan mengajarkan serta menuntun orang lain untuk percaya
kepada cara mereka yang salah. Kepada mereka juga, kita ingin memberitakan kebenaran
ini. Kepada mereka yang hatinya tersiksa karena tidak mengenal kebenaran, kita
memberitakan Injil kebenaran air dan Roh, dan ingin agar mereka juga dibebaskan
dari dosa-dosa mereka dan masuk ke pintu keselamatan. Ketika kami memberitakan
kebenaran Kemah Suci, mereka yang percaya akan diselamatkan, tetapi mereka yang
tidak percaya akan dihukum atas dosa-dosa mereka. Kalau kami memutuskan untuk
percaya kepada Jahshua, kita harus percaya kepadaNya dengan memahami kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi.
Tidak ada orang yang sejak awalnya langsung mengenal
kebenaran kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Jahweh
mengatakan, “Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan
kamu” (Yohanes 8:32). Apakah kebenaran? Kebenaran adalah Injil yang benar
(Efesus 1:13), yaitu, Injil air dan Roh yang dinyatakan di dalam kain biru dan
kain ungu, dan kain kirmizi. Mengenal kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi
dengan benar dan percaya kepada hal itu adalah iman kepada kebenaran yang sejati.
Mengapa Jahweh mengatakan bahwa kebenaran akan
memerdekakan kita? Sudahkah anda diselamatkan dari dosa anda? Dengan percaya
kepada kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, anda tidak hanya akan diselamatkan
dari dosa anda, tetapi apakah hati anda juga didiami oleh Roh Kudus? Dari hati
nurani dan hati anda, apakah dosa-dosa anda sudah jelas dihapuskan? Apakah anda
sungguh-sungguh percaya dan bisakah anda mengaku dari kedalaman hati anda bahwa
Jahweh memang adalah Bapa anda? Karena Jahweh mengerti bahwa hanya mereka yang
tidak berdosa adalah anak-anakNya, Ia hanya menerima iman mereka yang mengenal
dan percaya kepada kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus
yang dipakai untuk membuat pintu gerbang pelataran Kemah Suci. Orang-orang berdosa
bukanlah anak-anak Jahweh; hanya orang yang dilahirkan kembali yang percaya
kepada Injil air dan Roh yang diberikan Jahweh kepada kita, adalah anak-anak
Jahweh Bapa.
Meski kita menghadapi banyak kesulitan, keberatan,
dan penderitaan ketika hidup di dunia ini, karena Jahweh berdiam di dalam kira,
kita merasa bahagia. Meski kita lemah, kita menjalani kehidupan yang keberkatan,
percaya kepada kebenaran Jahweh dan memberitakan ke seluruh dunua Injil kain
biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, Injil yang mencurahkan kebenaran Jahweh
kepada kita.
Saya bersyukur kepada Jahweh, melebihi semuanya,
atas kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi. Ketika saya baru percaya kepada
Jahshua, tidak peduli bagaimana salehnya kepercayaan saya, hati saya tetap memiliki
dosa, dan saya sangat tersiksa karena hal itu. Tidak peduli bagaimana tulusnya
saya mengaku percaya kepada Jahshua, dosa tetap saja ada di dalam hati nurani
saya. Orang bisa melihat apakah dia berdosa atau tidak di hadapan Jahweh dengan
melihat kepada hati nuraninya. Dengan kata lain, orang-orang yang masih memiliki
dosa tertulis di hati nurani mereka adalah orang-orang yang tidak bisa menerima
pengampunan dosa. Kalau jati nurani mereka bahkan memiliki sedikit saja dosa,
ini adalah bukti bahwa mereka tidak menerima pengampunan dosa.
Namun, ketika saya tidak bisa mengetahui kebenaran
yang akan membereskan masalah dosa-dosa saya, bahkan yang terkecil sekalipun,
dan ketika segala macam pertanyaan dan kebingungan muncul di dalam hati saya,
Jahweh menemui saya melui FirmanNya tentang kain biru dan kain ungu, dan kain
kirmizi.
Firman ini ditemukan dalam bagian dari Injil Matius
yang sudah kita baca sebelumnya. Ketika membaca Matius 3:13-17, saya membaca
bagian yang berbunyi, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kebenaran” (Matius 3:15). Saya kemudian menyadari
dan percaya bahwa ketika Jahshua dibaptiskan dan naik dari air, Jahweh menyaksikan
kebenaranNya, dan seluruh kebenaran digenapi ketika segala dosa dihapuskan melalui
baptisan Jahshua ini.
Ketika Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes, segala
dosa saya jelas sekali ditanggungkan kepadaNya, dan dibereskan semuanya di kayu
Salib. Saat ini saya menyadari dan percaya kepada alasan mengapa Jahshua dibaptiskan,
semua masalah dan pertanyaan tentang dosa yang tidak terpecahkan sudah terjawab,
seperti segala dosa saya juga dikerat sekaligus dari kehidupan saya. Saya sangat
bersyukur untuk kebenaran pengampunan dosa ini, karena kenyataan bahwa saya
menerima pengampunan dosa karena mengenal dan percaya kepada Injil air dan Roh,
firman Jahweh yang sejati.
Tuhan datang kepada kita melalui Firman tertulis
ini, dsn saya menerima pengampunan dosa melalui Firman air dan Roh ini, dan
mempercayainya di dalam hati saya. Sejak saat itu, melalui Firman Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru, saya sudah menyaksikan Injil kain biru dan kain ungu,
dan kain kirmizi kepada banyak orang, dan bahkan sekarangpun, saya terus menyebarkan
semua kebenaran dan rahasia keselamatan. Injil yang sejati ini bukanlah sesuatu
yang terbuat dari pemikiran manusia, doktrin atau pengalaman emosi semata-mata.
Demham kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus, Tuhan kita sudah menghapus segala dosa kita. Melalui kain
biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, semua orang di seluruh penjuru dunia akan
sampai kepada pemahaman akan kebenaran keselamatan dengan jelas dan menyadari
bahwa kebenaran ini tidak lain dari Injil air dan Roh. Ini juga kebenaran yang
mutlak diperlukan di akhir jaman ini. Orang tidak terhitung banyaknya akan datang
untuk percaya kepada kebenaran ini.
Masa sekarang adalah masa dimana kebenaran manusia
sedang berantakan dan kejahatan merajalela. Kalau situasi di sekelilimh memburuk,
manusia menumpahkan kejahatan yang sebenarnya ada di dalam kehidupan mereka.
Namun demikian, Tuhan sudah menyelamatkan anda dan saya melalui Injil kain biru
dan kain ungu, dan kain kirmizi. Betapa bersyukur dan mahalnya berkat ini? Saya
mengucap syukur kepada Tuhan atas keselamatan yang jelas ini, karena saya berlimpah
dengan sukacita dan kebahagiaan.
Dunia sekarang sedang menuju akhir jaman seperti
yang dinubuatkan Jahweh, dan sudah memasuki masa ini. Di saat seperti ini, ketika
semakin sedikit orang yang melayani Jahweh dengan setia, dan bahkan ketika iman
orang-orang percaya melemah, kalau anda berusaha membuat tekad untuk kesetiaan
diri anda kepada sesuatu yang bukan kebenaran air dan Roh, anda hanya akan menambah
luka di dalam hati anda. Ketika percaya kepada Jahweh, kalau anda tidak percaya
Injil kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, anda hanya akan menjadi kecewa,
karena hal itu tidak akan meninggalkan sesuatu yang berarti di dalam hati anda
dan juga tidak akan menghasilkan buah-buah yang tinggal tetap.
| Ingin
tahu lebih banyak tentang Kemah Suci?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
tentang Kemah Suci. |
|
 |
Karena kebenaran Injil empat warna
di Kemah Suci—kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus—adalah kebenaran yang jelas, maka ia adalah kebenaran yang
terbaik di dunia yang gelap ini. Bahwa kita menjalani kehidupan
setelah menerima pengampunan dosa dengan mengenal dan percaya kepada
kebenaran yang dinyatakan di dalam Kemah Suci adalah brkat yang
tidak ternilai, anugerah yang berharga, dankebahagiaan besar bagi
kita.
Karena orang-orang yang mengenal dan percaya kepada
kebenaran kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dinyatakan
di gerbang Kemah Suci adalah melayani kebenaran, bukan kepalsuan, sukacita yang
besar ditemukan di dalam hati mereka sampai selamanya.
Apakah anda juga mengenal dan percaya kepada kebenaran
yang dinyatakan di pintu gerbang pelataran Kemah Suci ini? Anda harus mengenalnya,
dan anda harus mempercayainya.
Kembali ke Daftar
|