|
Iman Yang Dinyatakan
Di Mezbah Korban Bakaran
< Keluaran 27:1-8 >
“Haruslah engkau membuat mezbah dari
kayu penaga, lima hasta panjangnya dan lima hasta lebarnya, sehingga mezbah
itu empat persegi, tetapi tiga hasta tingginya. Haruslah engkau membuat
tanduk-tanduknya pada keempat sudutnya; tanduk-tanduknya itu haruslah
seiras dengan mezbah itu dan haruslah engkau menyalutnya dengan perunggu.
Juga harus engkau membuat kualiKualinya tempat menaruh abunya, dan sodok-sodoknya
dan bokor-bokor penyiramannya, garpu-garpunya dan perbaraan-perbaraannya;
semua perkakasnya itu harus kaubuat dari perunggu. Haruslah engkau membuat
untuk itu kisi-kisi, yakni jala-jala perunggu, dan pada jala-jala itu
haruslah kaubuat empat gelang perunggu pada keempat ujungnya. Haruslah
engkau memasang jala-jala itu di bawah jalur mezbah itu; mulai dari sebelah
bawah, sehingga jala-jala itu sampai setengah tinggi mezbah itu. Haruslah
engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung
dari kayu penaga dan menyalutnya dengan perunggu. Kayu-kayu pengusungnya
itu haruslah dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu dan kayu-kayu pengusung
itu haruslah ada pada kedua rusuk mezbah itu waktu mezbah itu diangkut.
Mezbah itu harus kaubuat berongga dan dari papan, seperti yang ditunjukkan
kepadamu di atas gunung itu, demikianlah harus dibuat mezbah itu.”
Saya
ingin mendiskusikan iman yang dinyatakan di dalam mezbah korban bakaran.
Ketika bangsa Israel melanggar salah satu dari 613 peraturan hukum Jahweh
dan perintah yang harus mereka taati di dalam kehidupan sehari-hari mereka,
dan ketika mereka mengenali dosa-dosa mereka, mereka memberikan kepada
Jahweh korban yang tidak bercacat sesuai dengan cara korban yang ditetapkan
olehNya. Tempat dimana mereka memberikan korban itu adalah di mezbah korban
bakaran. Bangsa Israel, dengan kata lain, menerima pengampunan dosa dengan
menumpangkan tangan ke atas kepala binatang korban yang tak bercacat,
menyembelihnya dan menumpahkan darahnya, meletakkan darag itu di tanduk-tanduk
mezbah korban bakaran dan menumpahkan sisanya ke tanah, serta membakar
sisa dagingnya di mezbah.
Apakah Makna Rohani Dan Mezbah Korban Bakaran?
Mezbah korban bakaran, yang ukurannya 2,25
m baik panjang maupun lebarnya dan tingginya 1,35 m, terbuat dari kayu
penaga yang dilapis dengan perunggu. Setiap kali bangsa Israel melihat
mezbah korban bakaran ini, mereka menyadari bahwa mereka sendiri yang
terikat kepada penghukuman dan tidak mampu menghindar dari kutuk. Dan
sama seperti korban binatang dibunuh, mereka juga menyadari bahwa mereka,
juga, harus mati karena dosa-dosa mereka. Tetapi mereka kemudian menjadi
percaya bahwa Mesias akan datang ke dunia ini dan menghapus segala dosa
dengan menanggung hukuman dan dibunuh seperti korban persembahan karena
dosa-dosa mereka.
Mezbah korban bakaran adalah gambaran tentang
Jahshua Kristus sebagai Juruselamat kita. Sebagaimana binatang yang tak
bercacat dikorbankan dengan menumpangkan tangan dan menumpahkan darahnya,
Jahshua Kristus datang kepada kita sebagai Anak Jahweh dan menanggung
segala kutuk atas dosa-dosa kita. Sama seperti korban persembahan di dalam
Perjanjian Lama harus menerima segala dosa melalui penumpangan tangan
dan penumpahan darahnya, Ia menerima segala dosa dunia yang ditanggungkan
kepadaNya melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, dan menanggung
kutuk atas dosa-dosa itu dengan mencurahkan darahNya di kayu Salib.
Dengan cara ini, mezbah korban bakaran menunjukkan
bahwa Jahshua Kristus menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya,
mati di kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dngan itu menyelamatkan
kita.
Untuk Diampuni Dari Segala Dosa, Bangsa Israel Memberikan
Korban Persembahan Mereka Di Mezbah Korban Bakaran
Ketika kita melihat pasal 4 dari Kitab Imamat,
kita melihat bahwa setiap kali ada imam yang diurapi, seluruh jemaahisr,
seorang pemimpin, atau orang-orang biasa melakukan dosa, mereka menerima
pengampunan dosa dengan membawa membawa korban persembahan kepada Jahweh,
menumpangkan tangan mereka dikepala korban, menumpahkan darahnya, dan
membawanya ke mezbah korban bakaran dan mempersembahkannya kepada Jahweh.
Bahkan sebenarnya, karena mezbah korban
bakaran ini adalah tempat dimana bangsa Israel memberikan korban penghapus
dosa setiap hari, dan tidak pernah ada satu haripun mezbah ini tidak terpakai.
Bangsa Israel yang ingin dihapuskan dosanya mempersiapkan seekor binatang
yang tak bercacat dan mempersembahkannyakepada Jahweh di mezbah korban
bakaran sebagai korban persembahan. Orang-orang berdosa menanggungkan
semua dosa-dosa mereka kepada binatang korban dengan menumpangkan tangan
ke atas kepalanya, dan, sebagai penghukuman atas dosa-dosa mereka, mencurahkan
darahnya dengan menyembelihnya. Para imam kemudian meletakkan darah korban
persembahan ini di tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, dan membakar daging
serta lemaknya di mezbah. Beginilah caranya bangsa Israel menerima pengampunan
dosa mereka.
Tidak peduli siapapun yang melakukan dosa,
apakah pemimpin di antara bangsa Israel, Imam Besar, imam biasa, seluruh
jemaah, atau seseorang di antara rakyat biasa, mereka harus menerima pengampunan
dosa dengan membawa binatang korban, seperti sapi, kambing, atau domba,
dan mempersembahkannya kepada Jahweh sebagai korban persembahan.
Orang berdosa atau wakilnya harus menumpangkan
tangannya ke atas kepala korban, membunuhnya, mengoleskan darahnya di
tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, lalu menuangkan sisanya ke tanah,
dan kemudian membakar lemak korban persembahan yang akan membawa pengampunan
dosa kepada mereka. Karena itu, banyak yang harus membawa binatang korban
ke mezbah korban bakaran, menumpangkan tangan ke atas kepala korban, mencurahkan
darahnya dan memberikannya kepada para imam.
Ketika korban diberikan di mezbah korban
bakaran, korban persembahan itu harus tidak bercacat. Dan ketika orang-orang
berdosa memberikan persembahan kepada Jahweh, mereka harus memastikan
untuk membawa binatang yang tak bercacat di hadapan Jahweh, dan hanya
dengan penumpangan tangan ke atas kepala korban persembahan yang tidak
bercacat maka dosa-dosa mereka ditanggungkan kepada binatang korban. Dengan
demikian, tidak boleh ada yang ditinggalkan ketika memberikan korban persembahan.
Biasanya, orang yang melakukan dosa harus
menumpangkan tangannya sendiri ke atas binatang korban, tetapi kalau seluruh
jemaah Israel melakukan dosa, tua-tua yang menjadi wakil menumpangkan
tangannya ke atas kepala korban persembahan (Imamat 4:15). Tentu saja,
binatang korban yang ditumpangi tangan harus dibunuh dengan menyembelih
dan menumpahkan darahnya. Dan akhirnya, binatang korban itu harus dibakar
di mezbah.
Asap daging yang terbakar, dan kayu senantiasa
memenuhi tempat di sekitar mezbah korban bakaran, dan tanduk-tanduk serta
tanah di bawahnya semua basah oleh darah binatang korban. Mezbah korban
bakaran adalah tempat pengampunan dosa dimana korban persembahan diberikan
kepada Jahweh untuk membasuh segala dosa bangsa Israel.
Mezbah korban bakaran ini, yang asapnya
tidak pernah berhenti mengepul, adalah sebuah segi empat dengan lebar
dan panjang 2,25 m dan tingginya 1,35 m. Kisi-kisi yang terbuat dari perunggu
diletakkan di tengah mezbah, dan asap langsung mengepul kalau ada korban
yang dibakar dengan api kayu di atas kisi-kisi. Demikian, tempat dimana
korban dibakar dan dipersembahkan kepada Jahweh adalah mezbah korban bakaran.
Perkakas Mezbah Korban Bakaran Terbuat Dari Perunggu
Perkakas di mezbah korban bakaran yang dipakai
untuk mengangkat atau membuang abu semua terbuat dari perunggu. Mezbah
korban bakaran sendiri dibuat dari kayupenaga yang dilapisi dengan perunggu,
sehingga mezbah beserta dengan perkakasnya semua terbuat dari perunggu.
Perunggu di mezbah korban bakaran memiliki
makna rohani yang pasti. Perunggu menunjuk kepada penghukuman atas dosa
di hadapan Jahweh. Dengan itu, mezbah korban bakaran adalah tempat yang
menunjukkan dengan jelas bahwa orang berdosa tentu saja akan dihukum untuk
dosa-dosa mereka. Jahweh pasti akan mengutuk orang-orang berdosa tanpa
kecuali. Tempat dimana korban persembahan dipersembahkan adalah menjadi
pengganti hukuman bagi orang-orang berdosa dengan cara dibakar adalah
di mezbah korban bakaran, dan mezbah itu sendiri serta semua pekakasnya
terbuat dari perunnggu; dengan itu, hal itu juga menjelaskanbahwa semua
dosa pasti akan diikuti oleh hukuman.
Mezbah menunjukkan bahwa karena dosa-dosa
mereka, manusia ditentukan untuk dihukum dan dibunuh, tetapi dengan membawa
binatang korban ke mezbah korban bakaran dan mempersembahkannya kepada
Jahweh, mereka bisa dibasuh dosa-dosanya, menerima pengampunan dosa, dan
dengan itu hidup kembali. Di sini korban yang dipersembahkan di mezbah
korban bakaran semuanya menjelaskan bahwa baptisan Jahshua Kristus dan
curahan darahNya sudah mengampuni dosa-dosa orang percaya. Jadi iman ini
yang memberikan korban persembahan di mezbah korban bakaran terus dilanjutkan
sampai ke masa Perjanjian Baru sebagai iman kepada baptisan dan darah
Jahshua Kristus.
Ketika kita pkk Kristus sebagai Juruselamat
kita, kita harus mempersembahkan kepada Jahweh iman kita yang percaya
kepada baptisan Jahshua dan darahNya sebagai pengampunan dosa kita. Di
masa Perjanjian Lama, iman ini menunjuk kepada iman yang membuka dan masuj
ke pintu gerbang pelataran Kemah Suci dengan kain biru dan kain ungu,
kain kirmizi dan dari lenan halus.
Semua Korban Yang Dipersembahkan Di Mezbah Korban Bakaran
Melambangkan Jahshua Kristus
Apa
yang dilakukan Jahshua Kristus ketika Ia datang ke dunia ini? Kita penuh
dosa; kita sudah melakukan dosa melawan Jahweh dan melanggar Hukum serta
perintahNya. Tetapi untuk menghapus segala dosa kita, Jahshua Kristus
dibaptiskan oleh Yohanes dan menanggung segala dosa ke atas DiriNya, dan
dengan itu mencurahkan darahNya di kayu Salib. Sama seperti korban persembahan
menanggung segala dosa bangsa Israel yang ditanggungkan kepadanya melalui
penumpangan tangan, dan kemudian dibunuh serta dibakar di mezbah korban
bakaran, karena Jahshua Kristus datang ke dunia ini sebagai korban persembahan
yang tidak bercacat, dan dibaptiskan, Ia bisa kemudian mencurahkan darah
pengorbananNya di kayu Salib dan mati di sana menggantikan kita. Dengan
dipakukan kaki dan tanganNya serta mencurahkan darahNya, Tuhan kita menanggung
semua kutuk segala dosa kita, dan bukan kita yang dikutuk karena dosa-dosa
kita. Jadi, Ia sudah menyelamatkan kita dari dosa dan kutuk.
Apa yang dilakukan Jahshua Kristus, yang
sudah menjadi hakekat sebenarnya dari mezbah korban bakaran ini, ketika
Ia datang ke dunia ini? Jahshua Kristus sudah menyelamatkan kita dengan
menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya, disalibkan
dan mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian. Tuhan kita
datang ke dunia ini, menggenapi kepastian keselamatan kita, dan kemudian
naik ke Kerajaan Surga.
Kita Tidak Bisa Tidak Melakukan Dosa Setiap Hari
Ada juga makna lain dari mezbah korban bakaran,
yaitu, “naik.” Pada kenyataannya, anda dan saya melakukan dosa setiap
hari. Karena itu, kita harus senantiasa memberikan korban persembahan
kepada Jahweh, dan karena itu, asap kutuk atas dosa kita senantiasa naik
kepada Jahweh. Apakah ada hari simana anda dan saya tidak melakukan dosa
dan hidup secara sempurna? Korban persembahan bangsa Israel senantiasa
diberikan sampai para imam kelelahan karena melakukan persembahan korban
untuk mengampuni dosa-dosa bangsa Israel yang tidak terhitung jumlahnya.
Karena bangsa Israel melanggar Hukum dan berdosa melawan Jahweh setiap
hari, mereka harus memberikan korban persembahan mereka setiap hari.
Musa, mewakili Israel, mendeklarasikan 613
aturan Hukum dan perintah Jahweh kepada bangsa Israel: “Jadi sekarang,
jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada perjanjianKu,
maka kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri dari antara segala bangsa,
sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan
imam dan bangsa yang kudus” (Keluaran 19:5-6).
Bangsa Israel kemudian berjanji, “Segala
yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan” (Keluaran 19:8). Jadi bangsa
Israel ingin mengenal dan percaya kepada Jahweh ini yang menampakkan diri
kepada Musa dan berbicara kepada mereka melalui Musa sebagai Jahweh mereka,
dan mereka ingin Jahweh melindungi mereka. Dengan mentaati seluruh perkataan
Jahweh kepada mereka, mereka juga ingin bukan hanya menjadi harta kesayanganNya,
tetapi juga menjadi kerajaan imam dan bangsa yang Kudus yang menjadi milik
Jahweh. Dengan itu, mereka berusaha mentaati seluruh perintah Jahweh yang
diberikanNya kepada mereka.
Apakah Jahweh sungguh-sungguh tahu bangsa
Israel akan melakukan dosa? Tentu saja. Inilah sebabnya Ia memanggil Musa
ke Gunung Sinai, menunjukkan kepadanya Kemah Suci dalam penglihatan, menjelaskan
kepadanya secara rinci, bagaimana cara membangunnya, dan memerintahkan
agar Musa membangun seperti yang dikehendak. Dan Ia juga menetapkan cara
korban yang dengannya persembahan diberikan di Kemah Suci ini.
Ketika bangsa Israel berusaha memberikan
korban penghapus dosa kepada Jahweh, mereka harus membawa sapi, kambing,
domba, tekukur, atau merpati yang tak bercacat; dan selain beberapa kekecualian,
mereka harus memastikan bahwa mereka menanggungkan segala dosa mereka
kepada korban persembahan dengan menumpangkan tangan ke atas kepalanya
(Imamat 1:1-3). Dan kemudian darah korban dicurahkan dengan menyembelihnya
dan memberikan darah ini kepada para imam. Imam kemudian mengambil darah
itu, mengoleskannya ke tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, dan menuangkan
sisanya ke tanah, memotong-motong binatang korban persembahan itu, dan
mempersembahkannya kepada Jahweh dengan membakarnya.
Beginilah bangsa Israel bisa diselamatkan
dari dosa mereka. Ketika korban ini dibakar, mereka harus membakar bukan
hanya dagingnya, tetapi mereka juga harus membakar semua lemak dari perut
dan hatinya. Dengan cara ini, Jahweh menghapus dosa bangsa Israel.
Satu-Satunya Cara Menerima Pengampunan Dosa
Kalau kita lihat sendiri, kita semua bisa
memahami bahwa kita tidak bisa tidak melakukan dosa setiap waktu. Kita
menjalani kehidupan kita senantiasa melakukan dosa. Kita kita melakukan
dosa dengan berbagai alasan, apakah karena kelemahan, karena kita memiliki
banyak cacat, terlalu tamak, atau memiliki kekuasaan yang terlalu besar.
Bahkan di antara orang-orang yang sudah percaya kepada Jahshua sebagai
Juruselamat, tidak ada seorangpun yang tidak melakukan dosa.
Satu-satunya cara untuk kita, yang selalu
melakukan dosa meskipun kita percaya kepada Jahweh, untuk bisa dibasuh
dari segala dosa itu dan diselamatkan adalah dengan percaya kepada baptisan
Jahshua Kristus. Ia adalah Jahweh sendiri yang datang dengan air dan darah
(1 Yohanes 5:6) ; Ia datang ke dunia ini sebagai korban persembahan di
mezbah korban bakaran melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan
dari lenan halus. Ketika Jahshua menanggung segala dosa ke atas DiriNya
dengan dibaptiskan dan membayar upah dosa-dosa kita dengan mencurahkan
darahNya di kayu Salib dan mati di sana, bagaimana kita tidak menerima
pengampunan dosa melalui iman? Karena keselamatan dari Mesias kita Jahshua
Kristus, melalui iman anda dan saya bisa menerima pengampunan dosa sekaligus.
Meski kita memang senantiasa melakukan dosa,
karena keselamatan dari baptisan Jahshua dan darah yang digenapkanNya
ketika Ia datang ke dunia ini, kita bisa dibebaskan dari segala dosa kita.
Tuhan kita menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya,
membawa segala dosa dunia ke kayu Salib dan disalibkan, dan dengan itu
sudah membebaskan kita sepenuhnya. Dengan dibaptiskan bagi dosa-dosa kita,
menanggung kutuk atas segala dosa dengan penyalibanNya, dan bangkit kembali
dari kematian, Ia sudah menyelamatkan kita sepenuhnya yang percaya kepada
kebenaran ini. Meskipun kita tidak bisa menghindar dari kutuk atas dosa-dosa
kita, karena kasih keselamatan dan karunia yang Jahshua berikan kepada
kita melalui kain biru dan kain ungu, dan kain kirmizi, anda dan saya
bisa diselamatkan melalui iman. Jahweh, dengan kata lain, sudah menyelamatkan
kita dari dosa kita. Dengan percaya kepada Dia sehingga kita sudah dibebaskan
dari segala dosa kita. Inilah yang ditunjukkan mezbah korban bakaran kepada
kita.
Mungkin anda mengira bahwa di bagian dalam
Kemah Suci semuanya indah, tetapi kalau anda sungguh-sungguh masuk ke
pelatarannya, anda akan melihat pemandangan yang tidak anda duga dan menjijikkan.
Mezbah korban bakaran perunggu, yang berbentuk segi empat, akan senantiasa
mengepulkan asap api yang terasa mencekam. Mezbah perunggu menunggu orang-orang
berdosa, tanahnya senantiasa basah oleh darah, dan semua orang menyadari
bahwa tempat itu adalah tempat kutukan atas dosa. Karena tempat ini adalah
tempat dimana korban persembahan diberikan setiap hari, anda akan terkejut
mencium bau daging dan kayu yang terbakar.
Di bawah mezbah korban bakaran itu, darah
mengalir seperti sungai. Setiap kali bangsa Israel melakukan dosa, mereka
membawa binatang korban ke Kemah Suci, menanggungkan dosa-dosa mereka
dengan meletakkan ke atas kepala mereka, menyembelihnya, mencurahkan darahnya,
dan membawa darah itu kepada imam. Imam kemudian mengolskan darah itu
ke tanduk-tanduk mezbah korban bakaran dan menuangkan sisanya ke tanah.
Mereka kemudian memotong-motomh daging korban,
dan dengan isi perut dan lemaknya, meletakkan daging keatas kisi-kisi
dan membakar semuanya. Ketika darah dicurahkan, semula ia cair, mengalir
berwarna merah. Tetapi tidak lama kemudian, darah itu mengental dan menjadi
sedikit lengket. Kalau anda sudah sungguh-sungguh masuk ke Kemah Suci,
anda akan melihat darah yang mengerikan itu.
Setiap kali bangsa Israel melanggar perintah
Jahweh, melalui mezbah korban bakaran, mereka mengakui bahwa mereka mati
seperti korban persembahan di mezbah. Mengapa? Karena Jahweh sudah membuat
perjanjian dengan mereka dengan darah. “Kalau engkau mentaati HukumKu,
engkau menjadi umatKu dan kerajaan imam, tetapi kalau engkau tidak melakukannya,
engkau harus mati seperti korban persembahan ini dibunuh.” Demikianlah
Jahweh menetapkan perjanjianNya dengan darah. Demikian, bangsa Israel
menerimanya sebagai kenyataan bahwa kalau mereka melakukan dosa dan melanggar
Hukum, mereka harus mencurahkan darah.
Pada kenyataannya, bukan hanya bangsa Israel,
tetapi orang-orang yang percaya kepada Jahweh juga harus memberikan darah
pengorbanan bagi dosa-dosa mereka. Hal itu menunjukkan bahwa siapa saja
yang melakukan dosa di hadapan Jahweh dan dengan demikian memiliki dosa
di dalam hatinya, tidak peduli bagaimana besar atau kecilnya dosa itu,
harus menghadapi penghukuman atas dosa sebagai akibatnya. Meski hukum
penghakiman—bahwa upah dosa adalah maut—berlaku bagi setiap orang di hadapan
Jahweh, tidak terlalu banyak orang yang sungguh-sungguh takut akan penghukuman
Jahweh dan dengan itu berusaha membuat tekad pribadi untuk hukum keselamatan
Jahweh yang dinyatakan di dalam cara korban.
Mezbah korban bakaran menjelaskan bahwa
menurut hukum yang menetapkan upah dosa itu maut, Jahshua Kristus sudah
menyelamatkan kita dari dosa dan penghukuman kita melalui kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang ada di pintu gerbang
pelataran Kemah Suci. Bagi kita, yang senantiasa melakukan dosa dan harus
dihukum untuk dosa-dosa itu, Kristus datang ke dunia ini dalam rupa manusia,
menanggung segala dosa kita manusia ke atas DiriNya dengan dibaptiskan
oleh Yohanes, membawa segala dosa dunia itu ke kayu Salib, disalibkan
dan mencurahkan darahNya di sana, menanggung penderitaan dan sakit yang
sangat berat, mengorbankan diriNya, dan dengan itu sudah menyelamatkan
anda dan saya dari dosa kita.
Karena Kristus mengorbankan diriNya dan
dengan itu sudah menyelamatkan kita dari dosa sehingga kita bisa diselamatkan
dari dosa kita dengan iman. Untuk mereka yang tidak bisa menghindar dari
kematian karena dosa, dengan kata lain, Jahshua Kristus menanggung segala
dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya, disalibkan sampai mati, dan
dengan itu menyelamatkan mereka dari segala dosa dan penghukuman.
Ketika kita memandang mezbah korban bakaran
ini, kita bisa memiliki iman. Dengan melihat korban persembahan yang diberikan
setiap saat di mezbah, kita bisa memahami dan percaya meskipun sebenarnya
kitalah yang harus mati karena dosa-dosa harian kita, Jahweh tidak menjadikan
kita sebagai korban persembahan bagiNya, tetapi justru Tuhan sendiri yang
datang ke dunia ini dan menggenapi keselamatan kita. Dengan dibaptiskan,
mencurahkan darahNya di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian,
Jahshua sudah menyelamatkan kita.
Inilah sebabnya Jahweh Bapa menerima korban
persembahan bangsa Israel dan mengampuni dosa-dosa mereka, dan bukannya
menghukum mereka karena melakukan dosa. Dengan membuat bangsa Israel menanggungkan
segala dosa mereka ke atas binatang korban melalui penumpangan tangan
ke atas kepalanya, dan dengan menjadikan mereka menyembelih serta mempersembahkan
darah, daging, dan lemaknya kepadaNya, Jahweh mengampuni segala dosa bangsa
Israel. Melalui korban persembahan ini, Ia juga sudah membasuh kita dari
segala dosa kita. Tidak lain dari hal inilah kasih karunia Jahweh dan
kasihNya.
Jahweh Tidak Hanya Memandang Kita Berdasarkan Hukum
Kalau Jahweh memang menghukum anda dan saya,
dan seluruh bangsa Israel sesuai dengan HukumNya, berapa banyak di antara
kita yang masih bisa tetap hidup di dunia ini? Kalau Jahweh mengukur dan
menghukum kita hanya berdasarkan HukumNya, tidak ada soeorangpun di antara
kita yang masih tetap hidup saat ini. Kebanyakan di antara kita bahkan
tidak akan bisa bertahan selama 24 jam, dan akan mati dalam beberapa menit
saja. Ada di antara kita yang akan hidup selama 1 jam sementara yang lainnya
mungkin bertahan selama 10 jam, tetapi perbedaannya tidak penting—yang
pasti, kita semua memang harus mati. Manusia tidak akan bisa hidup dengan
lama seperti sekarang ini, yang mencapai usia 60, 70, 80, dan bahkan lebih.
Dalam sekejap, semua orang akan dihukum.
Bayangkan apa yang bisa terjadi di pagi
hari. Anak anda masih berjuang untuk bangun, karena semalam ia mengikuti
suatu pesta. Istri anda berusaha untuk membangunkan dia. Lalu terjadi
teriakan-teriakan, anak anda berteriak kepada istri anda yang membangunkannya,
dan istri anda berteriak karena tersinggung atas teriakan anak anda kepadanya—dan
kemudian dimulailah peperangan pagi. Akhirnya, baik ibu maupun anak-anak
menjadi berdosa kepada Jahweh, dan tidak satupun dari keduanya yang akan
bertahan sampai akhir hari, karena keduanya akan dihukum atas dosa-dosa
mereka.
Tetapi Jahweh tidak memandang kita hanya
berdasarkan Hukum kebenaranNya. “Tidak dilakukanNya kepada kita setimpal
dengan dosa kita, dan tidak dibalasNya kepada kita setimpal dengan kesalahan
kita” (Mazmur 103:10).
Jauh dari menghukum kita dengan kebenaran
Hukum, Jahweh justru mempersiapkan korban persembahan yang akan menggantikan
kita, untuk menggenapi Hukum kebenaranNya. Dengan membuat kita menanggungkan
segala dosa kita kepada korban persembahan dengan penumpangan tangan kita
atasnya, dan membuat kita memperembahkan darah korban persembahan ini
dan bukannya hidup kita sendiri, Jahweh sudah menerima hidup dari korban
persembahan dan bukannya hidup kita sendiri, dan sudah mengampuni segala
dosa manusia, termasuk dosa-dosa kita dan bangsa Israel, sudah menyelamatkan
kita dari dosa, dan membuat kita hidup kembali. Dan dengan menyelamatkan
orang berdosa dari dosa-dosa mereka, Jahweh sudah menjadikan mereka sebagai
umatNya. Demikianlah cara Jahweh menjadikan bangsa Israel sebagai imam-imam
di dalam Kerajaan Jahweh.
Korban persembahan di sini tidak lain menunjuk
kepada Jahshua Kristus. Karena dosa-dosa kita, Jahshua Kristus menjadi
korban persembahan ini, dan menyelamatkan kita yang menghadapi penghukuman
dosa, Ia menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan baptisan, mencurahkan
darahNya dan mati di kayu Salib. Untuk menyelamatkan kita dari dosa, Anak
Tunggal Jahweh datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan menjadi korban
persembahan melalui baptisanNya, semua dalam ketaatan kepada kehendak
Bapa. Dengan menanggung segala dosa manusia ke atas DiriNya dengan baptisan
yang diterimaNya dari Yohanes, dengan membawa segala dosa dunia itu ke
kayu Salib, disalibkan, mencurahkan darahNya, dan dengan itu mengorbankan
diriNya, dan dengan mati serta bangkit dari kematian, Jahshua sudah menyelamatkan
anda dan saya secara penuh.
Ketika kita mendengarkan Firman keselamatan
yang menjelaskan bahwa Jahshua, menggantikan kita, dibaptiskan, disalibkan,
dan bangkit kembali dari kematian di hari yang ketiga, hati kita sangat
diterangi. Karena karena Ia yang tidak memiliki dosa, dan bukannya kita,
yang menerima baptisan yang menanggungkan segala dosa kepadaNya, dan sebagai
upah atas dosa-dosa itu, Ia menanggung segala penganiayaan, penindasan,
kesakitan, penderitaan, dan kematian, yang seharusnya menjadi bagian yang
harus kita jalani. Ketika Kristus dengan itu sudah menyelamatkan kita
dari dosa, tidak ada lain yang lebih bodoh daripada tidak percaya kepada
kebenaran ini.
Kita Harus Percaya Kepada Keselamatan Yang Digenapi Melalui
Kain Biru Dan Kain Ungu, Dan Kain Kirmizi
Ketika
Jahweh menanggung segala dosa dan penghukuman atas dosa-dosa itu melalui
baptisanNya bagi kita, dan sesudah Ia menyelamatkan anda dan saya dari
dosa-dosa kita dengan mengorbankan diriNya menggantikan kita, yang harus
kita miliki adalah iman yang mengatakan, “Terima kasih, Tuhan!” Meskipun
banyak orang banyak tersentuh oleh kisah cinta, kisah kehidupan, atau
kisah-kisah apa saja yang berhubungan dengan perasaan, namun ketika menyangkut
sikap hati mereka terhadap kasih Jahweh yang tanpa syarat, hati mereka
sedingin es. Ketika anugerah Tuhan itu begitu besar sampai Ia dibaptiskan
dan mati di kayu Salib menggantikan kita, tetap ada orang-orang yang bebal
yang tidak mau menyadari anugerah ini dan tidak bersyukur kepadaNya untuk
semuanya itu.
Jahshua Kristus, Anak Jahweh, datang ke
dunia ini dan menjadi korban persembahan bagi kita. Dia menerima segala
dosa kita ke atas DiriNya dengan memberikan tubuhNya di kayu Salib. Ia
ditampar, ditelanjangi, dianiaya, ditindas, semuanya untuk kita. Inilah
caranya Ia menyelamatkan kita. Dengan percaya kepada kebenaran ini saja
kita bisa menjadi anak-anak Jahweh. Inilah terang yang lebih besar dari
segalanya, anugerah Jahweh yang besar yang tidak bisa diungkapkan dengan
kata-kata. Kalau demikian caranya Kristus menyelamatkan kita, sangat menyedihkan
bagi saya saat melihat bahwa masih banyak orang yang masih belum percaya
dan bersyukur bahkan setelah mendengar hal itu.
Karena Jahshua datang ke dunia ini, menerima
baptisanNya, dan mengorbankan DiriNya sehingga anda dan saya sudah diselamatkan
dari dosa kita. Karena itu, Yesaya 53:5 mengatakan, “Tetapi dia tertikam
oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Kita melakukan dosa seumur hidup kita. Untuk
menyelamatkan kita, yang tidak bisa menghindar dari penghukuman, dari
segala dosa kita, penghukuman, kebinasaan dan kutuk, Tuhan kita meninggalkan
tahta Kerajaan Surga, dan datang ke dalam dunia ini. Ia menundukkan kepalaNya
di hadapan Yohanes dan dibaptiskan, membawa segala dosa itu ke kayu Salib
dan mengalami penderitaan yang besar, mencurahkan darahNya ke atas tanah,
bangkit kembali dari kematian, menjadi korban persembahan bagi kita, dan
sudah menjadi Jahweh keselamatan kita yang sejati.
Apakah anda memikirkan tentang kenyataan
ini dan memeiliharanya di dalam hati anda? Ketika anda mendengar Firman,
yang patut bagi anda adalah bahwa anda percaya serta merasa sangat diterangi
di dalam hati bahwa Jahshua Kristus memang datang ke dalam dunia ini dalam
rupa manusia, dan bahwa Ia dibaptiskan, disalibkan sampai mati, dan bangkit
untuk menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka. Kalau kita menyadari
bahwa kita memang harus masuk neraka, kita bisa menyadari di dalam hati
kita betapa agungnya terang dan penuh syukurnya keselamatan itu. Meskipun
kita sudah ingin percaya kepada Jahweh dan menjadi umatNya, tidak ada
jalan untuk mencapainya. Tetapi bagi anda dan saya, yang sungguh-sungguh
mencari pengampunan dosa, Ia sudah menemui kita dengan Firman kebenaran
bahwa Kristus datang ke dunia ini, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali
dari kematian pada hari yang ketiga.
Kalau bukan karena pengorbanan Jahshua ini,
bagaimana kita bisa menerima keselamatan kita? Kita tidak akan pernah
bisa! Kalau bukan karena baptisan Jahshua dan darah di kayu Salib, dan
kalau bukan karena kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus yang ada di Kemah Suci, keselamatan hanya akan menjadi sebuah impian
yang sangat tidak mungkin tercapai. Kalau bukan karena pengorbananNya,
kita tidak akan pernah dibebaskan dari segala dosa kita dan menghindari
penghukumannya, tetapi justru akan dibuang ke dalam api kekal di neraka
serta menderita selamanya. Namun Kristus sudah menyelamatkan kita engan
mengorbankan DiriNya bagi kita, sama seperti korban persembahan di dalam
Perjanjian Lama.
Keselamatan Kain Biru Dan Kain Ungu, Dan Kain Kirmizi
Digenapi Di Dalam Perjanjian Baru
Pembaca yang kekasih, anda jangan pernah
lupa akan kebenaran kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan
halus yang dipakai di Kemah Suci. Kain lenan halus adalah Firman Perjanjian
Lama dan Perjanjian Baru, Firman yang dijanjikan Jahweh sejak dahulu bahwa
Ia sendiri akan datang kepada kita sebagai Juruselamat, dan sesuai dengan
janji ini, Jahshua Kristus datang ke dunia ini. Kain biru bahwa Kristus,
ketika datang ke dunia ini, menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui
baptisanNya. Ia dibaptiskan, dengan kata lain, sesuai dengan janji bahwa
Ia akan menyelamatkan kita dari dosa dan melepaskan kita dari penghukuman.
Untuk menanggung segala dosa kita dan dosa semua manusia di dunia ini
ke atas DiriNya, Ia dibaptiskan oleh Yohanes, dan memang menanggung segala
dosa dunia ini. Kita jangan pernah melupakan ini, karena kalau kita lupa
bahwa Jahshua datang sebagai korban persembahan dan menanggung segala
dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya, tidak akan ada keselamatan.
Yang lebih sering, kita hidup di dalam dunia
ini sangat terpengaruh untuk menekankan kepentingan diri kita sendiri.
Hati manusia adalah sedemikian sampai meksi mereka tidak suka mendengar
orang lain memegahkan diri, mereka sendiri sebenarnya juga memegahkan
dirinya. Namun ada saatnya dimana ada kesempatan untuk memegahkan bukan
diri sendiri, tetap memegahkan orang lain, dan inilah saatnya ketika saya
mengucapkan syukur kepada Jahshua yang sudah menyelamatkan saya melalui
kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Dengan kata
lain, saya memegahkan Jahshua. Saat ini, saya menceritakan dan memegahkan
sesering mungkin bahwa Jahshua datang ke dunia ini; untuk menghapus segala
dosa kita, Ia menanggung segala dosa ke atas DiriNya dengan dibaptiskan;
bahwa Jahshua bisa disalibkan adalah karena baptisanNya ini; dan demikianlah
Tuhan menyelamatkan kita. Saya tidak pernah tidak memegahkan kebenaran
ini, dan memberikan semua kemuliaan kepada Jahweh.
Namun ada banyak orang, yang meski mengaku
percaya kepada Jahshua, memberitakan Firman namun yang melalaikan baptisanNya,
atau memegahkan dirinya hanya meminjam namaNya. Ada seorang pelayan palsu
yang mengatakan bahwa ia bisa hidup dengan hanya $300 satu bulan untuk
hidupnya. Seolah-olah hal itu adalah sebuah keberhasilan yang besar, ia
memegahkan diri dengan mengatakan bahwa ia bisa hidup hanya dengan $300
dalam satu bulannya, dan bahwa ia tidak pernah membawa uang kalau ia mengadakan
perjalanan karena orang-orang percaya yang lain menanggung semua biaya
yang diperlukannya. Tetapi apakah uang orang-orang percaya yang lain itu
bukan uang? Apakah uang itu tidak berarti apa-apa, karena uang itu bukan
miliknya? Pemimpin Kristen ini mengatakan bahwa yang dilakukannya hanyalah
berdoa kalau ia membutuhkan sesuatu, “Jahweh, cukup keperluan perjalanan
saya! Saya percaya kepada Engkau, Tuhan!” Dengan doa ini, ada beberapa
orang-orang kudus yang akan muncul dan memberikannya sejumlah uang, demikian
menurut kesaksiannya. Melihat orang-orang yang mengatakan hal seperti
itu seolah-olah menjadi sesuatu yang layak dibanggakan, pikiran apa yang
muncul di dalam benak anda?
Matius 3:13-17 mengatakan, “Maka datanglah
Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu,
dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya:
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kebenaran.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua
segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat
Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah
suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah
Aku berkenan.” Bagian ini menjelaskan mengenai apa yang terjadi ketika
Jahshua dibaptiskan. Ketika Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis
di sungai Yordan dan keluar dari air, pintu Surga tervbuka dan suara Jahweh
Bapa terdengar, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”
Yohanes Pembaptis sangat terkejut pada saat itu.
Yohanes Pembaptis terkejut dua kali di sungai
Yordan. Ia terkejut pertama kali ketika ia melihat Jahshua datang kepadanya
dan mau dibaptiskan olehnya, dan ia juga terkejut ketika ia melihat pintu
Surga terbuka dan mendengar suara Jahweh Bapa yang mengatakan, “Inilah
AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.”
Apakah alasan Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes
Pembaptis? Matius 3:15 di sini memberikan jawabannya kepada kita. Mari
kita baca kembali ayat 15 dan 16, “Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya:
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan
seluruh kebenaran.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua
segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat
Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya.”
Matius 3:15 menjelaskan alasan mengapa Jahshua
dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Meskipun Jahshua adalah Imam Besar
di dalam Kerajaan Surga dan Anak Tunggal Jahweh, Ia tetap saja datang
ke dunia ini untuk menyelamatkan kita, umatNya, dari dosa-dosa kita. Dengan
kata lain, Jahshua datang ke dunia ini sebagai korban persembahan yang
membayar upah dosa-dosa kita dengan menanggung segala dosa ke atas DiriNya
dan dijadikan korban menggantikan kita. Inilah sebabnya Jahshua mau dibaptiskan
oleh Yohanes.
Tetapi mengapa Jahshua dibaptiskan bukan
lain oleh Yohanes Pembaptis? Karena Yohanes Pembaptis adalam wakil manusia,
sebab ia adalah yang terbesar di antara semua yang dilahirkan oleh perempuan.
Matius 11:11 mengatakan, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan
oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada
Yohanes Pembaptis.” Yohanes Pembaptis adalah hamba Jahweh yang dinubuatkan
di masa Perjanjian Lama dalam Kitab Maleakhi, “Sesungguhnya Aku akan
mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar
dan dahsyat itu” (Maleakhi 4:5). Yohanes Pembaptis adalah Elia yang
dijanjikan untuk diutus oleh Jahweh.
Mengapa Jahweh menyebut Yohanes Pembaptis
sebagai Elia? Elia adalah seorang nabi yang membalikkan hati bangsa Israel
kembali kepada Jahweh. Pada saat itu, bangsa Israel melakukan penyembahan
kepada Baal sebagai jahweh mereka, tetapi Elia menunjukkan kepada mereka
dengan jelas siapa Jahweh yang sebenarnya, apakah Baal atau Tuhan Jehovah.
Ia adalah seorang nabi, yang dengan imannya dan melalui korban persembahannya,
menunjukkan kepada bangsa Israel siapa sebenarnya Jahweh yang hidup, dan
kemudian menuntun mereka, yang selama ini menyembah berhala, kembali kepada
Jahweh yang benar. Inilah sebabnya di akhir Perjanjian Lama, Jahweh berjanji
“Aku akan mengutus Elia.” Karena semua manusia, yang adalah gambar Jahweh,
sedang berada di jalan yang sesat menyembah berhala dan roh jahat, Jahweh
mengatakan bahwa Ia akan mengutus hambaNya yang akan membawa mereka kembali
kepada Jahweh. Dia yang akan datang itulah Yohanes Pembaptis.
Matius 11:13-14 mengatakan, “Sebab semua
nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan -- jika kamu
mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.” Elia yang akan
datang ini tidak lain dari Yohanes Pembaptis. Dalam ayat 11-12 dituliskan,
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan
oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada
Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar
dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan
Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.”
Jadi ketika dikatakan di sana bahwa, “di
antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang
yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis,” itu berarti bahwa Jahweh
memunculkan Yohanes Pembaptis sebagai wakil dari semua manusia. Jahweh
menjadikan Yohanes Pembaptis dilahirkan ke dunia ini enam bulan sebelum
kelahiran Jahshua. Dan Jahweh mempersiapkan dia sebagai nabi yang terakhir
masa Perjanjian Lama. Karena itu, sebagai Imam Besar di dunia ini, Yohanes
Pembaptis membaptiskan Jahshua Kristus dan dengan itu menanggungkan segala
dosa manusia ke atas Dia. Dengan kata lain, alasan mengapa Yohanes Pembaptis
membaptiskan Jahshua adalah untuk menanggungkan segala dosa dunia ke atas
DiriNya. Alasan mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis adalah
untuk menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya.
Inilah sebabnya Jahshua mengatakan di dalam
Matius 3:15, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya
kita menggenapkan seluruh kebenaran.” Karena seluruh kebenaran bisa
digenapi hanya kalau Jahshua menerima baptisanNya dari Yohanes Pembaptis
untuk menerima segala dosa dunia, Jahshua mengatakan bahwa hal itu sangat
patut.
Demikianlah Tuhan Sudah Menyelamatkan Orang Berdosa Dengan
Cara Ini
Baptisan
yang diterima Jahshua dari Yohanes ini sama dengan penumpangan tangan
dalam Perjanjian Lama. Hal itu, dengan kata lain, penumpangan tangan yang
dilakukan di mezbah korban bakaran pada masa Perjanjian Lama untuk menanggungkan
dosa-dosa manusia ke atas korban persembahan. Dengan datang ke dunia ini
dan dibaptiskan, Jahshua Kristus menggenapi janji penumpangan tangan—janji
yang membuat setiap kali korban harian diberikan dimana orang-orang berdosa
menanggungkan dosa-dosa mereka kepada korban persembahan dengan menumpangkan
tangannya ke atas kepalanya, dan setiap kali korban tahunan diberikan
pada hari ke-10 bulan yang ketujuh, hari pendamaian agung, yang melaluinya
Imam Besar menanggungkan dosa-dosa setahun yang dimiliki bangsa Israel
kepada korban persembahan dengan menumpangkan tangannya ke atas binatang
korban itu.
Seperti penumpangan tangan dalam Perjanjian
Lama, karena Jahshua menerima segala dosa ke atas DiriNya dengan dibaptiskan,
Ia menghapus segala dosa itu, dan karena Ia menanggung segala manusia
dosa ke atas DiriNya, Ia menanggung penghukuman atas dosa-dosa itu menggantikan
kita dan kemudian dijadikan korban. Beginilah cara Jahshua Kristus bisa
menjadi Jahweh sejati bagi keselamatan kita.
Demikianlah, kita harus mengakui bahwa karena
dosa-dosa kita, kita tidak bisa menghindar dari kematian yang pasti dan
penghukuman. Kita harus memahami dan merasakannya. Dan kita harus memahami
bahwa Jahshua Kristus Juruselamat kita sudah menyelamatkan kita dengan
datang ke dunia ini dan menjadi korban menggantikan kita, yaitu, melalui
karya keselamatanNya dengan baptisan, penyaliban dan kebangkitanNya, Jahshua
Kristus sudah menghapus segala dosa kita dan menyelamatkan kita secara
penuh dari segala dosa kita. Kita juga harus percaya bahwa Jahshua sudah
memberikan kepada kita karunia keselamatan, dan Ia menggenapi keselamatan
kita dan sudah memberikan kepada kita keselamatan yang sempurna ini sebagai
karuniaNya kepada kita. Jahshua sudah menggenapi seluruh kebenaran, sehingga
kalau seseorang percaya saja, dan kalau seseorang menerima saja, maka
ia pasti akan diselamatkan.
Untuk membuat kita memahami hal ini, pintu
gerbang pelataran Kemah Suci dibuat dari kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus. Ini juga alasannya mengapa kita akan melihat
terlebih dahulu mezbah korban bakaran kalau kita membuka dan masuk ke
dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci ini. Korban yang diberikan di
mezbah korban bakaran adalah juga gambaran dari cara keselamatan yang
melaluinya Jahshua Kristus sudah menyelamatkan kita. Korban yang dipersembahkan
di mezbah korban bakaran harus menerima semua kesalahan orang-orang berdosa
ke atas dirinya melalui penumpangan tangan dan mencurahkan darahnya sampai
mati bagi orang-orang berdosa itu. Darah korban persembahan kemudian dioleskan
kepada tanduh-tanduk mezbah, dan sisanya dipercikkan ke tanah. Kemudian,
mereka mempersembahkan daging dan lemak binatang itu di mezbah korban
bakaran. Semuanya itu adalah cara yang dengannya korban persembahan diberikan
kepada Jahweh. Semua tindakan dalam korban persembahan itu tepat sama
dengan cara yang dengannya Jahshua Kristus sudah menjadi Juruselamat bagi
kita. Melalui korban persembahan, dengan kata lain, Jahweh sudah menunjukkan
kepada kita bahwa Jahshua Kristus akan datang ke dunia ini dan menyelamatkan
kita dengan cara demikian.
Suatu keharusan, bahwa tangan orang-orang
berdosa harus ditumpangkan ke tangan binatang korban yang dipersembahkan
di mezbah korban bakaran. Inilah sebabnya Kemah Suci menjelaskan kepada
kita tentang Injil air dan Roh. Dengan datang ke dunia ini, Jahshua Kristus
dibaptiskan untuk menanggung segala dosa manusia ke atas DiriNya. Baptisan
adalah kiasan dari keselamatan bahwa Kristus menerima untuk menjadi korban
persembahan bagi semua orang berdosa di dunia ini di hadapan Jahweh Bapa.
Melalui Kemah Suci ini, kita sekarang memiliki
iman yang jelas. Sama seperti korban persembahan menerima dosa-dosa bangsa
Israel di Hari Raya Pendamaian melalui penumpangan tangan Imam Besar,
dan sama seperti korban itu harus dikorbankan menggantikan mereka karena
dosa-dosa mereka sekarang sudah ditanggungkan kepadanya (Imamat 16), Jahshua
Kristus datang ke dunia ini untuk menanggung segala dosa kita ke atas
DiriNya dan untuk menjadi korban persembahan kita bagi dosa-dosa itu,
dan memang menjadi korban persembahan kita, dan dengan itu menyelamatkan
kita dari dosa dan penghukuman kita. Kita sekarang bisa sepenuhnya percaya
kepada keselamatan kasih ini. Dengan percaya kepada kebenaran ini kita
bisa bersyukur dan membalas kepada Jahweh untuk keselamatan kasih yang
sudah diberikanNya kepada kita.
Tidak peduli bagaimana baiknya pemahaman
seseorang akan Kemah Suci, kalau ia tidak percaya, maka semua pemahaman
itu tidak ada gunanya. Demikian juga, kita harus memahami, dan juga percaya,
akan betapa pentingnya baptisan Jahshua Kristus itu. Kemah Suci memiliki
tiga gerbang, yang semuanya terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus. Manusia mungkin mengartikan setiap gerbang
Kemah Suci itu dengan cara berbeda karena ketidakmengertian mereka.
Dalam urutan kain itu, yang pertama adalah
kain biru, diikuri dengan urutan kain ungu, kain kirmizi, dan kain lenan
halus. Hanya dengan membuat gerbang itu sedemikian baru bisa disebut sebagai
gerbang Kemah Suci yang sebenarnya, karena memang demikianlah tepatnya
Jahweh memerintahkan kepada bangsa Israel untuk membangunnya di masa Perjanjian
Lama.
Ada alasan mengapa gerbang itu harus dibuat
dengan cara demikian. Bagaimanapun Jahshua Kristus dilahirkan ke dunia
ini sebagai Juruselamat manusia dalam rupa manusia dan melalui rahim anak
dara Maria, kalau Ia tidak dibaptiskan untuk menanggung segala dosa ke
atas DiriNya terlebih dahulu, Ia tidak akan bisa menjadi Juruselamat kita
yang sejati. Kalau Ia tidak dibaptiskan, Ia tidak akan disalibkan dan
mati di kayu Salib, juga. Demikianlah, kain biru harus dipasang terlebih
dahulu, dan kepentingan kain itu juga teramat sangat penting.
Kepada Siapa Kita Harus Percaya?
Karena itu, kita harus percaya kepada Jahshua
Kristus yang sudah menyelamatkan kita dari dosa kita. Kita bisa sungguh-sungguh
dilahirkan kembali hanya kalau kita percaya kepada keselamatan yang oleh
Anak Jahweh, Jahshua Kristus Juruselamat, diberikan kepada kita. Ketika
kita percaya kepada Anak Jahweh sebagai Jahweh keselamatan kita, dan ketika
kita percaya kepada Kesengsaraan Besar vagwa Ia datang ke dunia ini, menanggung
segala dosa ke atas DiriNya sekaligus dengan dibaptiskan bagi kita, dan
menanggung penghukuman di kayu Salib, kita kemudian bisa menerima keselamatan
kita yang sebenarnya.
Karena Jahshua Kristus tidak bisa menanggung
segala dosa ke atas DiriNya dengan cara lain kecuali melalui baptisanNya,
hanya dengan menanggung segala dosa dengan cara yang pasti inilah Ia bisa
pergi ke kayu Salib, mencurahkan darahNya dan mati di sana. Tidak peduli
Ia adalah Anak Jahweh dan Ia datang ke dunia ini sebagai Juruselamat,
kalau Ia tidak menanggung segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya,
keselamatan kita tidak akan pernah bisa terjadi di dunia ini.
Karena itu, sangat penting agar anda memastikan
bukti-bukti Alkitabiah secara detail dalam keyakinan yang penuh bahwa
dosa-dosa anda memang sudah dihapuskan.
Mari kita bayangkan sesaat kalau anda berhutang
dalam jumlah yang cukup banyak. Kemudian ada yang mengatakan kepada anda,
“Jangan khawatir, aku akan melunaskannya bagimu. Tidak perlu khawatir,
aku akan membereskan masalah ini.” Setiap kali bertemu dengan anda, orang
itu selalu berkata, “Bukankah aku sudah mengatakan agar anda tidak khawatir?
Aku sudah mengatakan bahwa aku akan membereskan semuanya!” Coba kita andaikan
lagi kalau orang itu kemudian menjadi marah, dan menanyakan mengapa anda
tidak percaya kepadanya. Bahkan kalau orang ini mengatakan kepada anda
setiap hari, “Aku sudah membayar semuanya; percaya saja kepadaku,” kalau
ia belum sungguh-sungguh membayar hutang anda, maukah anda sungguh-sungguh
dibebaskan dari hutang anda hanya dengan percaya kepada orang yang demikian?
Tentu saja tidak!
Tidak peduli bagaimanapun yakinnya ia mengatakan
kepada anda, “Kalau kamu percaya kepadaku, semua hutangmu sudah dibereskan,”
kalau ia tidak sungguh-sungguh melunaskannya, maka semua hutang anda masih
tetap ada, dan orang itu hanya mendustai anda. Karena itu anda bertanya
terus menerus, “Jadi anda melunaskan hutan saya?” Ia kemudian berulangkali
menjawab kepada anda, “Mengapa kamu ragu-rahu? Percaya saja kepadaku tanpa
syarat! Aku mengatakan bahwa aku sudah melunaskan hutangmu. Yang harus
kamu lakukan hanyalah percaya kepadaku, namun kamu masih curiga! Jangan
begitu!” Jadi, sekarang kita andaikan lagi, bahwa anda sungguh-sungguh
percaya kepadanya dengan sepenuh hati anda. Tetapi tidak peduli bagaimana
anda percaya kepadanya, kalau ia tidak sungguh-sungguh melunaskan hutang
anda, maka semua yang dikatakannya hanyalah dusta belaka.
Beginilah Iman Orang Kristen Jaman Sekarang
Orang Kristen jaman ini mengatakan, “Jahshua
sudah menyelamatkan anda dengan mencurahkan darahNya yang mahal di kayu
Salib. Ia menanggung segala penghukuman dosa di sana. Beginilah Ia menyelamatkan
anda.” Banyak pendeta berkhotbah seperti itu kepada jemaat mereka. Ketika
ada di antara jemaatnya berdiri dan mengatakan, “Tetapi saya masih penuh
dosa,” mereka akan mengatakan, “Itu karena imanmu kecil. Percaya saja!
Ketidakpercayaan anda itu sajalah yang menjadi dosa anda!” “Saya juga
ingin percaya, Pak. Tetapi saya tidak tahu mengapa saya tidak bisa percaya.”
“Saya tidak tahu mengapa saya masih penuh dosa ketika saya sudah percaya.
Saya sungguh-sungguh percaya.” “Anda tidak memiliki iman yang cukup. Anda
perlu percaya lebih mendalam lagi. Naiklah ke sebuah bukti dan berusahalah
untuk berpuasa. Percayalah ketika anda melewatkan waktu makan anda.” “Tidak
bisakah saya percaya tanpa harus melewatkan waktu makan saya?” “Tidak,
anda harus berusaha untuk percaya ketika anda sedang berpuasa.
Banyak pendeta jaman ini yang menyuruh anda
untuk percaya, tetapi mereka tidak menyelesaikan masalah dosa-dosa anda,
dan mereka hanya menegur anda karena anda tidak percaya. Di sisi anda,
anda berusaha untuk percaya tetapi tetap saja terlalu berat untuk menjadi
percaya, atau anda sungguh-sungguh percaya secara buta tetapi masalah
dosa-dosa anda masih tetap ada. Lalu apa yang salah di sini? Bagaimana
penjelasan untuk hal ini? Manusia tidak bisa memiliki iman yang benar
dan kuat karena mereka tidak tahu bahwa Jahshua Kristus menanggung segala
dosa ke atas DiriNya dengan dibaptiskan. Hal itu adalah karena mereka
percaya kepada khayalan yang dengannya mereka tidak bisa menyelesaikan
masalah dosa-dosa mereka betapapun kerasnya mereka percaya.
Apakah iman datang hanya karena percaya
tanpa syarat tanpa adanya bukti-bukti yang pasti? Tentu saja tidak! Iman
yang lengkap datang sekaligus hanya ketika anda mengenal bagaimana masalah
dosa sungguh-sungguh bisa diselesaikan dan percaya kepada hal itu. “Meskipun
saya sudah meragukan anda, Tuhan, sangat jelas sekali bahwa Engkau sudah
menyelesaikan masalah dosa saya. Tidak peduli bagaimanapun kerasnya saya
berusaha untuk percaya, saya tidak bisa tidak percaya kepada keselamatan
yang dariMu, karena keselamatan ini begitu pasti. Terima kasih karena
Engkau menyelesaikan masalah saya.” Meskipun kita mungkin pertama-tama
bimbang, dengan kata lain, karena bukti keselamatan kita begitu pasti
sehingga akhirnya kita tidak bisa lagi bimbang. Sebagai tanda dari keselamatan
kita dan buktinya, Jahshua sudah menunjukkan kepada kita tanda terimanya
yang disebut sebagai Injil air dan Roh. “Saya sudah membayar hutangmu
dengan cara ini.” Hanya ketika kita melihat tanda terima itu yang menunjukkan
bahwa semua hutang kita sudah dilunaskan sehingga kebenaran iman itu datang
kepada kita.
Kita tidak bisa percaya meski kita mengakui
percaya kepada Jahweh, mengatakan bahwa Jahshua Kristus, Jahweh sendiri,
adalah Juruselamat kita, dan mengatakan percaya kepada Juruselamat, kalau
kita sendiri tidak memiliki bukti tentang bagaimana Ia sudah menyelamatkan
kita dan bagaimana dosa-dosa kita dihapuskan. Dengan kata lain, kita tidak
bisa memiliki keyakinan yang kuat kecuali kalau kita sudah melihat tanda
terima yang menunjukkan mengenai pembayaran yang lunas dari semua upah
dosa-dosa kita. Orang-orang yang percaya tanpa melihat tanda terima ini
bisa saja mulaMula merasa imannya kuat, tetapi iman mereka, pada kenyataaannya,
hanyalah buta. Iman yang demikian tidak lebih dari iman fanatik semata-mata.
Apakah Anda Menganggap Iman Fanatik Sebagai Iman Yang
Baik?
Bagaimana anda bisa suka kepada seorang
pendeta yang memiliki iman fanatik serta menuntut fanatisme yang sama
dari orang-orang lain? “Percaya! Terima apinya! Api, api, api! Roh Kudus
yang seperti api, isi kami dengan api! Aku percaya bahwa Tuhan akan memberkati
semuanya! Aku percaya bahwa Ia akan membuat anda semua menjadi kaya! Aku
percaya bahwa Ia akan memberkati anda! Aku percaya bahwa Ia akan menyembuhkan
anda!” Ketika pendeta yang demikian mengadakan pertunjukan yang demikian,
telinga orang-orang yang datang berdenging dan hati mereka mulai melonjak.
Dengan melalui sound system yang memiliki kualitas terbaik, ketika ia
mulai berteriak, “Api, api, api,” hati orang-orang yang datang mulai melonjak
karena indahnya suara perkataannya. Mereka kemudian dilingkupi secara
emosi, seolah-olah ada iman yang kuat yang datang kepada mereka, dan mereka
berseru, “Datanglah, Tuhan Jahshua! Oh, datanglah, Roh Kudus!”
Sekitar saat ini, pendeta itu kemudian akan
memancing emosi orang-orang yang datang dengan mengatakan, “Mari kita
berdoa. Saya percaya bahwa Roh Kudus sedang turun dan memenuhi kita semua.”
Lalu band pengiring mulai menyanyikan lagu-lagu yang syahdu, dan orang-orang
akan mengangkat tangan mereka tinggi-tinggi, menjadi liar karena antusiasme,
dan luapan emosi mereka mencapai puncaknya. Tepat dalam keadaan seperti
itu, pendeta itu kemudian mengatakan, “Mari kita memberikan korban kita.
Secara khusus, sore hari ini, Jahweh ingin menerima korban khusus dari
ada. Mari kita semua memberikan korban khusus ini kepada Jahweh.”
Dikuasai oleh emosi mereka, orang-orang
itu akhirnya akan mengosongkan kantong mereka. Pendeta palsu ini sudah
mempersiapkan mimbar yang sangat besar untuk mengumpulkan uang yang dikumpulkan,
dan meletakkan banyak jala kupuKupu (kantong persembahan) di depannya.
Ketika band memulai menyanyikan lagu-lagu dan hati orang-orang itu dikuasai
dengan kesukaan mereka, ia kemudian menyuruh orang-orang yang menjadi
penangkap kupuKupu (sukarelawan yang menjalankan kantong persembahan)
di tengah-tengah jemaat.
Dengan tipuan yang mengatakan bahwa semakin
banyak persembahan berarti semakin banyak berkat, dan menyentuh emosi
orang-orang, para pendeta palsu itu berusaha kuat agar orang-orang mengeluarkan
air mata dan membuka dompetnya. Hal itu adalah untuk membuat mereka memberikan
lebih banyak uang tanpa mereka sadari dengan menghilangkan nalar dan persepsi
mereka serta menguasai mereka dengan emosi belaka. Ini tidak didasari
oleh firman Jahweh, atau oleh khotbah yang manapun, tetapi hanya sekedar
tindakan fanatik dan buta yang berdasarkan kepalsuan. Demikian, pendeta
yang imannya fanatisme memancing emosi orang-orang demi kepentingan mereka
yang tersembunyi.
Kalau kita tahu bahwa Tuhan kita menanggung
segala dosa ke atas DiriNya melalui baptisanNya, dan kalau kita percaya
kepada Jahshua sebagai Juruselamat kita, maka kita tidak aka terguncang,
dan akan tetap ada dalam kedamaian. Satu-satunya hal yang menolong kita
secara diam-diam adalah bahwa Jahshua menanggung segala dosa kita dengan
baptisanNya dan disalibkan sampai mati. Ketika kita memikirkan mengenai
hal ini, bahwa Jahshua, Jahweh sendiri, menanggung segala dosa ke atas
DiriNya dengan baptisanNya dan mati untuk membayar upah dosa-dosa itu,
kita menjadi sangat bersyukur, dan hati kita dipenuhi dengan sukacita.
Namun, pertolongan yang tenang di dalam hati kita itu jauh lebih besar
dibandingkan dengan hal apapun di dunia ini; baik pengakuan cinta yang
romanstis, maupun pemberian berupa permata yang paling berharga di dunia
ini yang akan menolong kita lebih dari hal ini.
Sebaliknya, pertolongan yang berorientasi
kepada emosi orang-orang fanatik tidak akan tahan selama itu. Meski mereka
mungkin bertahan dalam pertolongan itu untuk sementara waktu, ketika mereka
melakukan dosa setiap hari dan menjadi malu karena dosa-dosa itu, mereka
hanya bisa menyembunyikan wajahnya karena rasa malu. “Ketika Jahshua menanggung
hukuman dan mati di kayu Salib bagi kita, mengapa saya masih melakukan
dosa setiap hari?” Karena itu mereka kehilangan muka dan tidak bisa lagi
tertolong kalau waktu berlalu; dan bahkan, karena malu, mereka tidak bisa
menghadap Jahweh.
Inilah sebabnya Jahweh sudah menunjukkan
kepada kita mezbah korban bakaran. Korban persembahan yang diberikan di
mezbah korban bakaran sesuai dengan cara korban tidak lain dari Jahshua
Kristus Juruselamat kita. Demikianlah, mezbah korban bakaran menyatakan
bahwa Jahshua datang ke dunia ini dan sudah menyelamatkan kita semua sekaligus
melalui kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus. Jahweh
sudah membuat kita melihat mezbah korban bakaran, dan Ia menghendaki agar
kita diselamatkan dengan mempercayainya.
Apa Yang Harus Kita Lakukan Di Jaman Ini?
Ada banyak hal yang harus kita lakukan sebagai
orang-orang yang dilahirkan kembali. Pertama-tama, kita harus memberitakan
Injil air dan Roh ke seluruh penjuru dunia. Kita harus memberitakan kebenaran
kepada mereka yang masih belum mengerti ken kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus, dan karena itu kita harus menolong mereka
untuk diselamatkan dari penghukuman api neraka. Mengapa? Karena ada banyak
orang yang mengikut Jahshua tanpa memahami dan percaya kepada Injil air
dan Roh yang dinyatakan di dalam Kemah Suci.
Untuk mewartakan kebenaran ini kepada mereka,
masih banyak hal yang harus kita lakukan. Kami harus menerbitkan buku-buku
kami yang dikirim ke seluruh penjuru dunia; dari menerjemahkan, mengoreksi
terjemahan, dan mengedit untuk membuat buku-buku itu cocok dengan dana
pecetakan yang tersedia dan mengirimkannya ke negara-negara di seluruh
dunia, jadi masih ada banyak hal yang harus dilakukan.
Jadi ketika kita melihat rekan-rekan sekerja
dan para pelayanan, kami bisa melihat betapa sibuknya mereka semua. Karena
semua orang-orang kudus dan pekerja di Gereja Jahweh sangat sibuk demikian,
mereka akan mengalami masa-masa yang berat secara fisik. Ada yang mengatakan
bahwa para pelari marathon mencapai titik tertentu dalam perjalanan mereka
yang 42,195 km dimana mereka begitu lelah sampai mereka tidak bisa menyadari
lagi apakah mereka sedang berlari atau melakukan sesuatu yang sama sekali
berbeda. Singkatnya, kelelahan yang amat sangat membuat mereka secara
mental seperti kosong. Mungkin kami sekarang juga sedang ada di titik
ini dalam perlombaan kita bagi Injil. Menjalani kehidupan bagi Injil adalah
seperti berlari jarak jauh menuju ke tujuan tanpa berhenti, seperti yang
dilakukan para pelari marathon. Karena kita lari untuk Injil dan tidak
boleh berhenti sampai Hari kedatangan Tuhan, kita semua akan menghadapi
kesulitan.
Tetapi karena Tuhan ada di dalam kita, karena
kita memiliki Injil air dan Roh, karena iman kita percaya bahwa Tuhan
menyelamatkan kita dengan kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari
lenan halus, dan karena kita percaya kepada kebenaran yang paling pasti,
kita semua bisa menerima kekuatan baru. Karena Jahshua sudah memberikan
karunia keselamatan sehingga anda dan saya bisa menerima karunia ini.
Karena itu kesusahan daging tidak menyusahkan kami. Sebaliknya, semakin
sulit, semakin banyak kekuatan yang ditemukan orang-orang benar. Saya
sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan.
Secara rohani, di dalam hati kita, dalam
pemikiran kita, dan di seluruh sekeliling kita, kita bisa merasakan kekuatan
baru yang diberikan Tuhan kepada kita, dan bahwa ia beserta dengan kita.
Karena kita bisa merasakan bahwa Ia menolong serta mendukung kita, dan
bahwa Ia beserta dengan kita, kita semakin mengucapkan syukur kepadaNya.
Jadi, Rasul Paulus juga mengatakan, “Segala perkara dapat kutanggung
di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Kita kemudian
mengakui setiap hari bahwa kita tidak bisa melakukan apa-apa kalau Tuhan
tidak memampukan kita. Bukan hanya Jahshua Kristus dibaptiskan bagi kita,
tetapi Ia juga berkorban bagi kita dengan disalibkan, menghadapi kematianNya
sendiri, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu menjadi Juruselamat
kita yang sejati. Setiap kali kita memandang ke arah mezbah korban bakaran,
kita diingatkan kembali akan kebenaran ini.
Mezbah korban bakaran terbuat dari kayu
penaga, dan kemudian dilapisi dengan perunggu yang tebal. Tingginya sekitar
1,35 m, dan kisi-kisi, yang terbuat dari rangkaian perunggu, ditempatkan
di tengahnya, dengan panjang sekitar 68 cm. Daging korban diletakkan di
atas kisi-kisi itu dan kemudian dibakar.
Setiap kali kita melihat mezbah korban bakaran,
kita harus bisa melihat diri kita sebagaimana adanya. Kita juga harus
bisa melihat bahwa Jahshua Kristus menanggung segala dosa ke atas DiriNya
dengan dibaptiskan dalam dagingNya, dan bahwa Ia menanggung semua penghukuman
dosa dengan mencurahkan darahNya di kayu Salib. Anda dan saya sebenarnya
tidak bisa menghindar dari kematian di hadapan Jahweh karena dosa-dosa
dan penghukuman. Karena dosa-dosa kita dan penghukumannya, anda dan saya
tidak bisa menghindar dari kematian dan dikutuk selamanya. Tetapi karena
Jahshua Kristus, yang datang ke dunia ini sebagai korban persembahan bagi
pendamaian, dibaptiskan, dan mati, semua untuk kita, seperti korban persembahan
di Perjanjian Lama, maka kita diselamatkan.
Binatang korban mungkin nampak bagus dan
menarik saat masih hidup, tetapi betapa mengerikan ketika ia mencurahkan
darahnya sampai mati, dengan leher yang terbuka, setelah menerima dosa-dosa
dengan penumpangan tangan? Bahwa kita, yang layak mati dengan cara mengerikan,
sudah lepas dari penghukuman adalah sungguh-sungguh berkat yang sangat
besar. Berkat ini bisa terjadi karena Tuhan sudah memberikan kepada kita
karunia keselamatan. Sama seperti yang dinyatakan di alam kain biru dan
kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus, Jahshua Kristus datang ke
dunia ini dalam rupa manusia, menyelamatkan anda dan saya melalui baptisan
dan darahNya di kayu Salib, dan dengan itu memberikan kepada kita karunia
keselamatan yang sebenarnya. Jahweh dengan itu sudah memberikan kepada
kita karunia keselamatan—apakah anda percaya kepada hal ini di dalam hati
anda? Apakah anda percaya kepada karunia keselamatan ini, kasih Jahshua?
Kita semua harus memiliki iman ini.
Ketika kita melihat mezbah korban bakaran,
kita harus menyadari bahwa Jahshua Kristus sudah menyelamatkan kita dengan
cara ini. Ia dikorbankan demikian untuk memberikan karunia keselamatan
kepada kita. Seperti tangan ditumpangkan di korban persembahan, dan saat
korban persembahan ini mencurahkan darah sampai mati, Jahshua sudah memberikan
kepada kita keselamatan kita dengan penderitaan yang demikian. Inilah
caranya Ia menyelamatkan kita dari dosa kita. Kita harus memahami hal
ini, percaya di dalam hati kita di hadapan Jahweh, dan mengucap syukur
kepadaNya dengan segenap hati kita.
Jahweh menghendaki kita menerima melalui
iman karunia dan kasih keselamatan yang diberikanNya kepada kita. Ia menghendaki
kita percaya di dalam hati kita akan keselamatan baptisan dan darah di
kayu Salib yang digenapiNya dengan datang melalui air dan Roh. Harapan
saya adalah bahwa anda semua akan percaya kepada kasih Tuhan kita di dalam
hati kita dan sungguh-sungguh menerima karunia keselamatanNya. Apakah
anda sungguh-sungguh menerima ini di dalam hati anda?
Siapa Yang Berkorban Demikian Untuk Anda?
Saya pernah melihat sebuah leaflet kesaksian
yang mengatakan demikian, “Siapa yang mau mati untuk anda? Siapa yang
akan bertemu anda hari ini yang menghibur anda? Jahshua Kristus berkorban
untuk anda. Tidakkah hati anda dihiburkan karenanya?” Siaapa yang mau
menanggung segala dosa anda dengan dibaptiskan dan mati di kayu Salib
bagi anda untuk menghapus segala dosa anda? Siapa yang mau mencurahkan
darahNya untuk mencurahkan kasihNya bagi anda? Siapa yang mau menghadapi
pengorbanan itu untuk anda? Keluarga anda? Anak-anak anda? Orang tua anda?
Tidak satupun! Jahweh sendiri yang menciptakan
anda. Untuk menyelamatkan anda dari dosa anda, Jahweh ini datang ke dunia
ini dalam rupa manusia, dibaptiskan untuk menanggung segala dosa ke atas
DiriNya, disalibkan dan mencurahkan darahNya untuk menanggung penghukuman
atas dosa-dosa anda, sudah menjadi Juruselamat anda yang sejati, bangkit
kembali dari kematian, hidup saat ini, dan sudah memberikan kepada anda
keselamatan dan kasihNya sebagai karunia. Apakah anda sungguh-sungguh
ingin menerima keselamatan kasih ini ke dalam hati anda? Apakah anda sungguh-sungguh
percaya di dalam hati anda?
Siapa saja yang percaya akan menerima Tuhan,
dan siapa saja yang menerima Dia akan diselamatkan. Menerima Dia berarti
menerima keselamatan dan kasih yang diberikan Kristus kepada kita. Dengan
percaya di dalam hati kita kepada kasih, pengampunan dosa, penanggungan
dosa, dan penghukuman atas dosa ini, kita diselamatkan. Inilah iman yang
menerima karunia keselamatan.
Segala hal yang ada di Kemah Suci menyatakan
tentang Jahshua Kristus. Jahweh tidak menuntut pengorbanan apapun dari
kita. Yang dimintaNya dari kita adalah bahwa kita percaya kepada karunia
keselamatan yang diberikanNya di dalam hati kita. “Untuk memberikan kepadamu
karunia keselamatan, Aku datang ke dunia ini. Seperti korban persembahan
di Perjanjian Lama, aku menerima semua dosa-dosamu ditanggungkan kepadaKu
melalui penumpangan tangan, dan seperti korban persembahan ini, Aku menanggung
penghukuman yang mengerikan dari dosa-dosamu. Beginilah caranya Aku menyelamatkanmu.”
Inilah yang dikatakan Jahweh Jahweh kepada kita melalui Kemah Suci.
Tidak peduli bagaimana Jahweh sudah menyelamatkan
kita, sudah mengasihi kita demikian banyak, dan memberikan kepada kita
anugerah keselamatan yang sempurna dengan cara ini, kalau kita tidak percaya,
semuanya menjadi tidak berguna. Garam di almari anda harus ditaruh di
dalam sup anda terlebih dahulu untuk bisa merasakan asinnya; demikian
juga, kalau anda dan saya tidak percaya di dalam hati kita, bahkan keselamatanNya
yang smpurna akan berubah menjadi tidak berguna. Kalau kita tidak mengucapkan
syukur di dalam hati kita untuk Injil air dan Roh dan menerimanya di dalam
hati kita, pengorbanan Jahshua akan menjadi tidak berguna.
Keselamatan bisa menjadi milik anda hanya
kalau anda mengetahui tentang pengorbanan dan kasih Jahshua, Jahweh sang
Juruselamat, sudah diberikan kepada anda, menerimanya ke dalam hati anda
dan bersyukur kepadaNya untuk semua itu. Kalau anda tidak menerima anugerah
Kristus berupa keselamatan yang sempurna di dalam hati anda tetapi hanya
memahami dengan kepala anda saja, maka hal itu menjadi tidak berguna.
Yang Harus Anda Lakukan Hanya Mengambil Kebenaran Itu
Tidak peduli bagaimana mendidihnya sup itu
di kompor ; kalau anda hanya berpikir bahwa anda akan menaruh garam tetapi
anda tidak sungguh-sungguh melakukannya, maka sup anda itu tidak akan
menjadi asin. Anda bisa diselamatkan hanya kalau anda menerimanya ke dalam
hati anda dan percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan anda dari dosa-dosa
anda dengan dibaptiskan dan mengorbankan diri bagi kita, sama seperti
korban persembahan yang dikorbankan di mezbah korban bakaran. Ketika Jahweh
memberikan kepada anda anugerah keselamatan, terima saja dengan ucapan
syukur. Ketika Tuhan kita mengatakan bahwa Ia sudah menyelamatkan kita
secara sempurna, hal yang benar untuk kita lakukan adalah hanya dengan
mempercayainya saja.
Apakah kasih Jahweh yang diberikanNya kepada
kita hanya setengah hati? Tentu saja tidak! Kasih Tuhan kita itu sempurna.
Tuhan kita, dengan kata lain, sudah menyelamatkan anda dan saya secara
sempurna dan penuh. Karena Ia menanggung segala dosa ke atas DiriNya secara
sempurna dengan baptisanNya dan mati di kayu Salib itu pasti, maka kita
tidak memiliki keraguan apapun tentang kasih ini. Ia sudah menyelamatkan
kita secara sempurna dan memberikan kepada kita anugerah keselamatan ini.
Kita semua harus menerima anugerah keselamatan yang diberikan Jahweh kepada
kita ini.
Mari kita bayangkan untuk sesaat bahwa saya
membawa perhiasan yang sangat berharga yang terbuat dari permata yang
paling berharga. Kalau saya memberikan kepada anda sebagai karunia, yang
harus anda lakukan adalah menerimanya secara langsung. Bukankah demikian?
Betapa sederhana dan mudah bagi anda untuk menjadikannya sebagai milik
anda? Untuk menjadikan perhiasan ini sebagai milik anda, yang harus anda
lakukan hanyalah mengulurkan tangan dan mengambilnya. Itu saja.
Kalau anda mau saja membuka hati anda dan
menanggungkan segala dosa anda kepada Jahshua melalui baptisanNya, anda
bisa dengan mudah menerima pengampunan dosa dan memenuhi hati anda yang
kosong dengan kebenaran. Demikianlah caranya Tuhan mengatakan bahwa Ia
akan memberikan kepada kita keselamatan sebagai anugerah yang cuma-cuma.
Keselamatan bisa menjadi milik anda hanya dengan mengulurkan tangan dan
mengambilnya.
Kita sudah menerima keselamatan kita sebagai
anugerah, tanpa membayar satu sen pun untuk itu. Dan karena Jahweh adalah
Yang berkenan untuk memberikan anugerah itu kepada barangsiapa yang mau
menerima, diberkatilah mereka yang menerimanya dengan penuh ucapan syukur.
Mereka yang menerima kasih Jahweh dengan sukacita akan mengenakan kasihNya,
dan mereka adalah orang-orang yang mengasihi Pemberi itu, karena dengan
menerimanya, mereka sudah memperkenankan hatiNya. Menerima kebenaran ini
adalah hal yang benar untuk dilakukan. Hanya ketika anda menerima anugerah
keselamatan yang sempurna yang Jahweh berikan kepada anda saja maka anugerah
keselamatan ini bisa menjadi milik anda. Kalau anda tidak menrimanya di
dalam hati anda, maka anugerah keselamatan tidak akan pernah bisa menjadi
milik anda, betapapun kerasnya anda berusaha.
Saya, juga, sudah menerima anugerah keselamatan
ini. “Akh! Tuhan dibaptiskan dengan cara ini untuk saya. Dengan dibaptiskan,
Ia menanggung penghukuman segala dosa saya. Ia dibaptiskan bagi kebaikan
saya. Terima kasih, Tuhan!” Beginilah caranya saya menjadi percaya. Saya,
dengan demikian, sekarang tidak memiliki dosa. Saya sudah menerima pengampunan
dosa yang sempurna. Kalau anda, juga, mau menerima pengampunan dosa dan
diselamatkan, terimalah hal itu sekarang.
Saya sudah berpikir tentang anugerah keselamatan
ini sepanjang waktu sejak saat itu. Bahkan saat ini, ketika saya memikirkannya
lagi, saya menyadari bahwa yang bisa saya lakukan hanyalah bersyukur kepada
Tuhan atas keselamatan saya. Karena kasih keselamatan ini ada di dalam
hati saya, sata tidak akan pernah melupakannya. Ketika saya pertama kali
menerima pengampunan dosa dengan menerima dan percaya kepada Injil air
dan Roh, kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru dan kain ungu, kain
kirmizi dan dari lenan halus, saya menaikan ucapan syukur yang tiada taranya.
Dan bahkan sampai saat ini, setelah beberapa tahun berlalu, saya masih
memiliki hati yang sama penuh ucapan syukur, dan saya diperbaharui setiap
hari.
Jahshua sudah pasti datang ke dunia ini
untuk menyelamatkan saya, dibaptiskan untuk menanggung segala dosa ke
atas DiriNya, dan mati di kayu Salib untuk menanggung penghukuman atas
dosa-dosa saya. Ketika saya menyadari semuanya itu dilakukan untuk saya,
saya kemudian menerima semuanya dan menjadikannya milik saya. Saya menyadari
setiap waktu bahwa ini adalah hal yang terbaik yang pernah saya lakukan
di sepanjang kehidupan saya, yang paling bijaksana dan berhikmat lebih
dari semuanya. Saya kemudian percaya bahwa Tuhan sungguh-sungguh mengasihi
dan peduli kepada saya, dan saya juga percaya dan mengakui bahwa Ia melakukan
semuanya karena Ia mengasihi saya. “Tuhan, saya memberikan semua icapan
syukur saya kepadaMu. Seperti Engkau mengasihi saya, saya juga mengasihiMu.”
Mengakui hal ini adalah sebuah sukacita yang sangat besar bagi orang-orang
yang dilahirkan kembali.
| Ingin tahu lebih
banyak tentang Kemah Suci?
Silahkan klik banner di bawah untuk mendapatkan buku gratis
tentang Kemah Suci. |
|
 |
Kasih Tuhan kita selama-lamanya tidak berubah.
Sama seperti kasihNya kepada kita tidak berubah sampai selamanya, kasih
kita kepadaNya tidak bisa berubah sampai selamanya, juga. Kadangkala,
kalau kita menderita dan menghadapi kesulitan, hati kita mungkin menyimpang
dan bahkan kita mengharap untuk melupakan dan mengkhianati kasih ini.
Tetapi meskipun kita diliputi oleh rasa sakit kita dan hati nurani kita
tidak menahan kita, dan bahkan meskipun ketika yang bisa kita pikirkan
hanyalah rasa sakit kita saja, Jahweh masih memegang kita dengan setia
sehingga hati kita tidak akan pernah melupakan kasihNya.
Jahweh mengasihi kita sampai selamanya.
Bahwa Tuhan datang ke dunia sebagai ciptaan bagi kita adalah karena Ia
sangat mengasihi kita sampai matiNya. Sekarang, saya mengajak anda untuk
percaya kepada kasih Jahweh ini sendiri. Dan terimalah hal itu di dalam
hati anda. Apakah sekarang anda percaya?
Saya bersyukur kepada Tuhan yang menyelamatkan
kita secara sempurna dari dosa-dosa kita dengan kasih ini.
|