Indonesian 14

  • ㆍISBN : 8983147857
  • ㆍPages : 352

Paul C. Jong Seri Pertumbuhan Rohani 3 - Surat Pertama Yohanes (Ⅰ)

Paul C. Jong

Rasul Yohanes adalah salah satu pemimpin rohani terbesar di dalam Kekristenan. Ketiga surat yang ditulisnya memberikan kesaksian yang paling luas tentang Kebenaran rohani kepada orang-orang kudus di dalam Gereja Jahweh. Tetapi ada beberapa bagian yang sulit untuk kita tafsirkan dan pahami.
Kita bisa memberikan 1 Yohanes 1:8 sebagai salah satu contoh bagian yang sulit di dalam Surat Yohanes, “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” Bagian ini sulit dipahami, khususnya kalau kita menerapkannya kepada orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh.
Contoh yang kedua adalah di dalam 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Ini menjadi bagian yang paling sering dikutip ketika orang berdosa berusaha untuk memunculkan dasar Alkitab untuk doa pertobatan mereka. Kemudian, apakah bagian ini berarti bahwa orang-orang berdosa harus mengakui dosa mereka untuk diampuni dari segala dosa yang sudah mereka lakukan? Atau, apakah itu berarti bahwa orang-orang benar yang percaya kepada Injil air dan Roh harus mengakui dosa mereka? Kita harus meyakini bagian ini sesuai dengan penafsiran dari Roh Kudus, Sumber dari Injil, dan maksud dari Yohanes sang Rasul.
Contoh yang ketiga dari bagian yang sulit ada dalam 1 Yohanes 2:22, “Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Jahshua adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.” Bagian ini berbicara mengenai siapakah seteru Jahweh itu. Ayat ini menerangkan bahwa seteru Jahweh adalah mereka yang tidak percaya bahwa Jahshua itu Jahweh. Dan ini juga berarti bahwa mereka tidak menerima Bapa dari Jahshua Kristus sebagai Jahweh.
Yang keempat ada di dalam 1 Yohanes 3:6 yang mengatakan, “Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.” Disini,ketika kita melihat frase “Setiap orang yang tetap berada di dalam Dia,” bagian ini menjelaskan orang-orang benar yang sudah dibasuhkan dari segala dosa mereka dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Orang-orang benar tidak bisa menyangkal iman mereka dalam keadaan apapun karena mereka percaya kepada Injil yang benar. Bisakah ada beberapa orang yang sungguh-sungguh tidak melakukan dosa dalam dagingnya? Semua manusia melakukan dosa. Tetapi, orang-orang percaya kepada Injil air dan Roh tidak bisa melakukan dosa menyangkali Injil yang benar.

AUDIOBOOK
undefined
Due to COVID-19 and disruption to international mail service
we have temporally suspended our ‘Free Print Book service’.
In the light of this situation we are not able to mail you the books at this time.
Pray that this pandemic will end soon and the resumption of the postal service.