Search

Khotbah-Khotbah

Pokok 9: Kitab Roma (Komentari dalam Surat Roma)

[Pasal 6-1] Pendahuluan Kepada Roma Pasal 6

 
 

Kita harus menyadari rahasia baptisan Yesus


Apakah anda mengerti dan percaya kepada rahasia baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes? Saya mau mengatakan mengenai hal ini dari Roma 6:1-4. “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya? Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” 
Untuk bisa memahami ayat-ayat ini dan menggali kebenaran yang ada, kita harus terlebih dahulu menangkap isi iman Paulus yang tertulis di dalam Galatia 3:27 dan memiliki iman yang sama dengannya. Ia berkata, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Apa arti dari ayat itu? Sekarang kita bisa memahami perkataan itu melalui Matius 3:13-17. 
Paulus bertanya apakah kita bisa bertekun di dalam dosa kalau kita sudah menerima pengampunan dosa sekali untuk seterusnya melalui percaya kepada kebenaran Allah. Jawaban Paulus adalah tidak, dan itu juga seharusnya jawaban dari mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada kebenaran Allah. Ini tidak berarti bahwa orang benar tidak pernah melakukan dosa dalam dagingnya. Itu tidak benar. 
Itu juga tidak berarti bahwa karena dosa-dosa kita sudah diampuni, kita bisa merencanakan untuk terus melakukan dosa. Orang benar sudah dibaptiskan ke dalam kematianNya. Bagaimana mungkin mereka yang memiliki iman kepada kebenaranNya terus bertekun di dalam dosa? Hal itu tidak bisa demikian. Paulus menjelaskan alasannya di dalam Galatia 3:27 dan berkata, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” 
Dengan kata lain, Yesus menanggung dosa kita melalui baptisanNya dan mati di kayu Salib supaya mereka yang percaya kepadaNya bisa “dibaptis dalam Kristus” dengan iman. Karena itu, kita harus memiliki iman yang demikian. 

Kita harus memiliki iman yang disatukan dengan baptisan Yesus


Kita harus memiliki iman yang disatukan dengan baptisan dan kematianNya. Dikatakan, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Arti dari ayat ini adalah bahwa ketika Yesus dibaptiskan oleh Yohanes di sungai Yordan, Ia menanggung dosa kita sekali untuk seterusnya. Ini juga berarti bahwa kematian Yesus di kayu Salib adalah penyucian atas segala dosa kita karena Ia sudah menanggung segala dosa dunia ini melalui baptisanNya. Mengerti dan percaya kepada kebenaran ini berarti memiliki iman yang disatukan dengan Tuhan kita. 
Kita terpisah dari kebenaran Allah karena kejahatan kita. Apakah anda tahu bahwa Yesus menanggung dosa dan kesalahan kita ketika Yohanes membaptiskanNya? Yesus menanggung segala dosa kita sekaligus melalui baptisanNya dan mati di kayu Salib untuk membayar upah dosa. Kita adalah makhluk yang tidak bisa tidak melakukan dosa di hadapan Allah sepanjang kehidupan kita. Karena itu, kita harus memiliki iman yang disatukan dengan Kristus dengan meletakkan dasar iman kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib. Kita akan disatukan dengan Kristus hanya ketika kita percaya bahwa Yesus menggenapi kebenaran Allah melalui baptisanNya. 
Siapa yang mentaati sang Bapa, penggenapan dari kebenaranNya? Yesus Kristus sendiri. Yesus menggenapi semua kebenaran Allah sekaligus. Yesus hanya bisa membayar upah dosa dengan kematianNya dengan menanggung segala dosa kita melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes. Kalau kita ingin dipersatukan dengan Kristus, kita harus memiliki iman kepada baptisanNya yang menanggung dosa kita sekali untuk selamanya. 
Kita harus dipersatukan dengan Tuhan kita dan percaya kepada Dia karena Ia menjadi Juruselamat kekal kita melalui baptisanNya. Satu-satunya pilihan bagi kita sekarang adalah apakah anda menerima kebenaran ini atau tidak. Menjadi anak-anak Allah dengan percaya kepada baptisanNya dan curahan darahNya di kayu Salib atau dihukum dalam kematian kekal di neraka dengan menolak kebenaran adalah sepenuhnya ada di tangan anda. Yesus dibaptiskan supaya dosa-dosa kita bisa diangkat (Matius 3:13-15). 

Kalau kita melihat Matius 3:15, kita bisa menemukan kata “demikianlah” sebagai cara untuk menggenapi kebenaran Allah. Kata “demikianlah” adalah “hutos” di dalam bahasa Yunaninya, yang artinya, ‘dengan cara ini,’ ‘yang paling tepat,’ atau ‘tidak ada cara lain selain ini,’ yang menegaskan bahwa baptisanNya adalah cara yang pasti untuk menyerahkan dosa-dosa kita. Kata ini menjelaskan bahwa Yesus sudah menanggung dosa manusia ke atas diriNya melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes. 
Ketika Yesus dibaptiskan, dosa-dosa kita diserahkan kepadaNya. Kita harus percaya kepada kebenaran yang ada di dalam Roma 6:5-11, bahwa Yesus dibaptiskan supaya dosa-dosa kita bisa diselesaikan dan bahwa Ia mati di kayu Salib untuk menyelamatkan umat manusia. 
Supaya anda bisa melunasi hutang kepada seseorang, anda harus membayar setaraf dengan hutang anda kepadanya. Demikian juga, kita harus mengerti dengan cara apa dan berapa banyak Tuhan kita membayar hutang itu untuk bisa melunaskan upah dari dosa-dosa kita. 
Ketika Yesus dibaptiskan Ia menanggung segala dosa yang dilakukan sejak kita lahir sampai usia 10 tahun, dan kemudian usia 10 sampai 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90, dan dosa-dosa yang kita lakukan sampai kita menghembuskan nafas terakhir. Ia menanggung segala dosa melalui baptisanNya dan membayar hutang dosa. Yesus menanggung semua kejahatan kita sekaligus, yang dilakukan dengan sadar ataupun tidak sadar. Yesus dibaptiskan untuk membasuh segala dosa kita dan Ia melunasi hutang dosa di kayu Salib. Ini adalah kebenaran yang terkandung di dalam Injil air dan Roh, dan yang diajarkan di dalam Alkitab.

Kita bisa melihat di sini bahwa kebanyakan orang Kristen berusaha untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka dengan memunculkan dan mendukung Doktrin Pengudusan, karena mereka tidak tahu rahasia “baptisan” yang dibicarakan oleh Paulus. Kalau Yesus tidak datang ke dunia dan menerima “baptisan” yang diberikan Yohanes kepadaNya, dosa-dosa manusia akan tetap tinggal sampai selamanya. Karena itu, kita tidak boleh percaya kepada doktrin yang salah semacam itu yang mengajarkan bahwa hati dan tubuh kita menjadi kudus secara bertahap.
Satu-satunya kebenaran yang kekal di dunia ini adalah bahwa Yesus dibaptiskan dan menanggung segala dosa kita. Percaya kepada Injil air dan Roh akan menolong kita mengalahkan doktrin palsu dan membawa kemenangan kepada mereka yang percaya. Karena itu, kita harus percaya kepada kebenaran ini. Beberapa orang Kristen masuk neraka karena belum dilahirkan kembali karena mereka tidak dipersatukan dengan baptisan Yesus. 
Pernahkah anda melihat gambar hati yang ditusuk pisau? Itu menunjukkan kasih pengorbanan Allah. Allah sangat mengasihi kita sehingga Ia menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan Injil air dan Roh. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). 
Anda harus menerima kasih yang diberikan Yesus kepada kita dengan dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di kayu Salib. Hati kita harus dipersatukan dengan kebenaran Allah. Kita harus hidup dalam persekutuan dengan Yesus. Hidup yang setia dalam persekutuan dengan kebenaran Kristus adalah sangat indah. Paulus mengatakan dengan tegas di dalam Roma pasal 6 bahwa kita harus hidup oleh iman dalam persekutuan dengan kebenaran Allah. 

Apakah kita, seperti yang dikatakan Paulus di dalam Roma 7:25, melayani hukum Allah di dalam pikiran kita, tetapi melayani hukum dosa dengan daging kita? Demikian bukan? Ya, memang demikian. Itulah sebabnya kita, seperti Paulus, selalu harus memiliki hati yang dipersatukan dengan kebenaran Allah. Apa yang terjadi kalau kita tidak mempersatukan hati kita dengan kebenaran Tuhan? Kebinasaan sepenuhnya. 
Mereka yang dipersatukan dengan kebenaran Allah menjalani kehidupan yang dipersatukan dengan gerejaNya. Kalau anda percaya kepada kebenaran Allah, anda harus dipersatukan dengan gerejaNya dan dengan hamba-hambaNya. Daging selalu berusaha untuk melayani hukum dosa, karena itu kita harus selalu hidup oleh iman, dengan senantiasa mengingat hukum kehidupan Allah. Kalau kita memeliharanya di dalam pikiran kita dan merenungkan kebenaran Allah setiap hari, kita akan dipersatukan dengan Dia. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa binatang yang memamah biak itu binatang halal (Imamat 11:2-3). 
Dipersatukanlah dengan kebenaran Allah. Apakah anda merasakan kekuatan yang baru atau tidak? Berusahalah dipersatukan dengan kebenaran Allah sekarang juga! Katakanlah hati anda sudah dipersatukan dengan baptisan Yesus. Lalu, apakah anda masih memiliki dosa di dalam hati anda atau tidak? –Tidak lagi.– Sekarang Yesus Kristus sudah mati di kayu Salib. Percayalah kepada hal ini di dalam hati anda. Sudahkah hati anda juga dipersatukan dengan kenyataan ini? Lalu, apakah kita sudah mati atau belum? –Ya, sudah.–Lalu, sudahkah Kristus bangkit dari kematian? –Ya.– Kalau demikian, kita juga sudah dibangkitkan dari kematian juga. Ketika hati kita dipersatukan dengan Kristus, dosa-dosa kita dibasuhkan, kita mati di kayu Salib bersama-sama dengan Dia dan dibangkitkan dari kematian bersama dengan Kristus. 
Namun, apa yang terjadi kalau kita tidak dipersatukan dengan Kristus? “Apa maksud anda? Oh ya, anda berbicara mengenai baptisan Yesus. Maksud anda, di dalam Perjanjian Lama itu adalah penumpangan tangan di atas korban, dan di dalam Perjanjian Baru hal itu adalah baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes. Mungkin memang demikian! Tetapi apa yang luar biasa sampai hal itu diperbincangkan semua orang?” 
Mereka yang hanya percaya kepada baptisanNya secara teori tidaklah memiliki iman yang benar, karena itu mereka pada akhirnya meninggalkan Kristus. Iman teoritis, seperti pelajaran yang diterima murid-murid di sekolah dari guru mereka, tidak cukup untuk memperoleh kebenaran Allah. Tetapi ada murid-murid yang sungguh-sungguh menghormati guru-guru mereka dan berusaha untuk belajar karakter dan kepemimpinan guru-guru mereka. Kita tidak boleh menerima firman Allah hanya sekedar menjadi pengetahuan tetapi memasukkannya ke dalam hati kita, bersama-sama dengan karakter, kasih, anugerahNya serta firman kebenaran. Kita harus membuang semua keinginan untuk sekedar hanya belajar pengetahuan ketika kita diajar tentang firman Allah. 

Pikiran dari orang-orang yang sudah secara mendalam dipersatukan dengan Allah ditentukan untuk melayani Tuhan dan memiliki persekutuan yang baik dengan Dia, dan tidak dengan gampang terombang-ambing oleh situasi. Mereka hanya menyesuaikan diri dengan sangat bijaksana untuk bisa menjangkau Amanat Agung. Tetapi hal-hal yang kecil bisa dengan mudah mempengaruhi orang-orang yang hatinya belum dipersatukan dengan Dia. 
Kita harus memiliki iman yang dipersatukan dengan kebenaran Tuhan. Kita tidak boleh membiarkan hati kita digoncangkan oleh hal-hal kecil yang ada di dalam dunia. Mereka yang hatinya dipersatukan dengan Kristus dibaptiskan ke dalam Yesus, mati di kayu Salib dengan Dia dan bangkit kembali dengan Dia untuk bisa diselamatkan dari segala dosanya. Kita bukan orang-orang dunia sekular dan karena itu kita harus percaya. Kita harus dipersatukan dengan kebenaran Allah untuk menyenangkan hatiNya, yang memanggil kita sebagai hamba-hamba kebenaranNya. 
Kalau anda dipersatukan dengan kebenaran Allah, hati anda akan selalu merasa damai sejahtera dan penuh dengan sukacita karena kuasa Tuhan akan menjadi milik kita. Kita bisa hidup dalam berkat karena Allah memberikan kepada kita secara berlimpah berkat dan kuasa ilahi.
Biarkan hati anda dipersatukan dengan kebenaran Allah. Kemudian anda akan bisa dipersatukan dengan hamba-hamba Allah, seperti saya, memiliki iman yang kuat kepada firmanNya melalui persekutuan yang saling menguntungkan dan melayani pekerjaanNya dengan penuh semangat. Tuhan sudah membasuh dosa-dosa anda meskipun iman anda hanya sebesar biji sesawi. Tetaplah dipersatukan dengan Dia, khususnya dengan baptisanNya, meskipun anda tidak mampu.

Kita bersyukur kepada Allah yang memberikan kepada kita iman yang dipersatukan dengan Tuhan melalui baptisan dan darah Yesus di kayu Salib. Kita harus mempersatukan hati kita dengan Tuhan sejak sekarang sampai saat kita bertemu Tuhan. Kita sendiri lemah karena itu kita harus dipersatukan. Sudahkah anda belajar iman untuk mempersatukan hati anda dengan kebenaran yang digenapi oleh Yesus? Apakah anda mendapatkan iman yang dipersatukan dengan baptisan Yesus? Anda sekarang harus memiliki iman yang dipersatukan dengan baptisan Yesus dan curahan darahNya. Mereka yang tidak memiliki iman yang demikian tidak akan bisa diselamatkan dan menghidupi kehidupan yang sia-sia. Karena itu, kebenaran Allah sangatlah penting bagi kehidupan anda. 
Dipersatukan dengan Tuhan akan membawa berkat-berkat pengampunan dosa dan hidup sebagai anak-anak Allah melalui iman kepada kebenaran Allah. Saya sungguh-sungguh sangat berharap bahwa kebenaran Allah akan menjadi kebenaran anda juga. Yesus Kristus adalah Tuhan iman anda dan kebenaran Allah. Percayalah! Dan dapatkan kebenaran Allah. Kemudian, berkat-berkat Allah akan beserta dengan anda. 


Kita tidak boleh hanya menyerahkan kerohanian kita kepada Allah

Beberapa orang Kristen tidak percaya kepada kebenaran Allah dan hanya menyanyi saja memuji Tuhan, “♫O, Allah ambillah aku jadikan milikMu, ♪Kehidupan rohaniku, korbanku, ♫Meskipun kecil Aku berikan padaMu, Rajaku. ♪Aku hidup hanya untukMu Tuhanku! ♫Oh, Roh Kudus datanglah seperti api.” Kita tidak boleh menjadi seperti orang-orang Kristen itu. Mereka menyanyikan pujian setiap hari dan menyerahkan kerohanian mereka di hadapan Allah, karena itu Allah tidak memiliki kesempatan untuk melakukan apapun bagi mereka. 
Manusia mengganggu Allah dengan hidup terlalu rohani. Allah tidak dibutakan oleh kerohanian kita. Mereka meminta Allah untuk menerima kebenaran “manusia” mereka. Mereka terus menerus berseru kepada Tuhan, “O, Allah! Terimalah kehidupan rohaniku!” sementara mereka menyapu lantai, mengepel lorong, berdoa, memuji dan makan. Sangat mengherankan bahwa kebanyakan orang Kristen jaman ini hanya meminta Yesus menerima kehidupan rohani dari kedagingan mereka sementara mereka tidak mengenal kebenaran Allah atau mempercayainya. Kita harus membuang kehidupan keagamaan kita untuk sementara dan menerima Kebenaran Allah, yang mengandung baptisan dan darah Yesus di kayu Salib. 
Kehidupan rohani kedagingan tidak ada pengaruhnya di hadapan Allah. Tetapi manusia masih meminta Allah untuk menerima kehidupan rohani mereka dan sebagai gantinya mengampuni segala dosa mereka. Itu sama bodohnya dengan pengemis yang bodoh dan miskin yang menyerahkan semua yang dimilikinya kepada seorang milyarder dan kemudian meminta untuk mendapatkan kesempatan hidup di dalam istana yang megah sebagai ganti dari barang tidak berguna dan kotor yang mereka berikan. Allah tidak ingin kita memegahkan kebenaran kita sendiri. Allah ingin agar kita memiliki iman kepada baptisan dan darah Yesus di kayu Salib. 
Kekristenan bukanlah agama yang diciptakan oleh manusia di dunia ini. Kekristenan tidaklah seperti agama yang lain seperti Budha, yang menuntut doa yang terus menerus, bersujud dan menyucikan diri. Kita tidak boleh memiliki iman yang demikian; bersujud dan berdoa untuk pendiri agama dunia. Kita tidak boleh menyerahkan kehidupan rohani dan kemudian meminta imbalan berkat-berkatNya, tetapi justru, ketahui dan terimalah kebenaran Allah karena Ia ingin memberikannya kepada kita. 
Kita akan menerima pengampunan dosa kalau kita percaya kepada baptisan Yesus dari Yohanes dan curahan darahNya di kayu Salib. Yesus dibaptiskan untuk menanggung dosa dunia dan mati untuk menghapus dosa sekali untuk selamanya. Karena itu, Ia tidak akan mengulangi baptisan dan kematianNya. 
Ibrani 10:18 mengatakan, “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.” Yesus menanggung dosa kita dengan dibaptiskan dan mati satu kali, menggenapi segala kebenaran Allah. Sekarang iman kita kepada baptisan dan darah Kristus sudah memulihkan hubungan kita dengan Allah.
Paulus melanjutkan, “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya” (Roma 6:12). Kita akan memerintah dengan Yesus Kristus, yang adalah Tuhan dan Raja yang kekal dari segala raja. Dosa tidak boleh menguasai kehidupan anda. Waktu penguasaan dosa sudah berlalu. Kita tidak boleh mengikuti ketamakan yang jahat atau ambisi kedagingan kita. Kita bisa mengalahkan hal-hal itu secara penuh karena Allah memberikan kepada kita kebenaranNya yang sempurna. 


Serahkan hati dan tubuh anda sebagai alat kebenaran Allah


“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran” (Roma 6:13). 
Paulus memberitahukan tiga hal yang sangat penting untuk menahan dosa. Yang pertama, kita tidak boleh mengikuti keinginan tubuh fana kita dengan segala nafsunya. Kita harus menolak apa yang ingin dilakukan manusia lama kita dalam hawa nafsu. Yang kedua, kita tidak boleh menyerahkan anggota tubuh kita sebagai alat dosa. Kita harus menghentikan anggota tubuh kita, yang adalah kemampuan kita, dari kemungkinan dipakai sebagai alat ketidakbenaran. Yang ketiga, kita harus menyerahkan anggota tubuh kita sebagai alat kebenaran Allah. 
Sebelum kita percaya kepada Yesus, kita menyerahkan tangan, kaki, mulut dan mata kita kepada dosa. Kita menjadi alat dosa dan mengikuti kemanapun dosa memimpin. Tetapi sekarang, kita harus memutuskan untuk menghentikan pemakaian anggota tubuh kita sebagai alat ketidakbenaran dosa. Kita tidak boleh membiarkan dosa menguasai kita tanpa perlawanan sama sekali. Ketika cobaan dosa mendekat, kita harus menegaskan, “Dosa, engkau sudah mati dalam Kristus.” Dan kita harus mengakui bahwa Allah adalah Tuhan atas keberadaan kita. 

Dalam kehidupan iman, kita harus terus mengingat apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Kita tidak boleh menyerahkan anggota tubuh kita kepada dosa, tetapi menyerahkannya kepada Allah. Apa yang harus kita lakukan sama pentingnya dengan apa yang tidak boleh kita lakukan. Kalau kita tidak menyerahkan apapun kepada Allah, itu secara langsung berarti bahwa kita menyerahkannya kepada dosa. Sebagai contoh, kalau kita menyerahkan waktu kepada Allah, kita tidak akan memiliki sisa waktu yang akan kita berikan kepada dosa. Kita harus menjadi musuh dosa dan menjadi satu keluarga dengan Allah. 
Kita bisa saja kadangkala berkata, “Aku tidak memiliki keberanian untuk mengalahkan dosa.” Namun, Paulus mengatakan kepada kita di dalam Roma 6:14 bahwa kita tidak boleh berpikir seperti itu. “Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.” Kalau kita masih berada di bawah penguasaan dosa, kita pasti akan berdosa lagi. Tetapi kalau kita berada di bawah anugerah Allah, hal itu akan menahan kita dan memberikan kemenangan kepada kita. Karena itu, penulis Mazmur mengatakan, “Teguhkanlah langkahku oleh janji-Mu, dan janganlah segala kejahatan berkuasa atasku” (Mazmur 119:133). 
Selama kita hidup di dalam dunia ini, dosa akan selalu menemukan kita. Bahkan setelah kita mengakui bahwa kita sudah mati dalam Kristus, dosa akan berusaha untuk menjatuhkan kita dan menguasai kita. Kalau kita berusaha untuk menjadi orang benar untuk diri kita sendiri di bawah hukum Taurat, kita tidak bisa bebas dari penguasaan dosa. Tetapi kita harus mengingat bahwa kita memiliki iman percaya kepada kebenaran Allah. Karena itu dosa tidak akan bisa menguasai kita. Kita harus mengetahui hal ini, dan menyerukannya. 
Anda semua harus percaya kepada kebenaran Allah dan mengakui dengan mulut anda. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Sangat penting bagi anda untuk percaya kepada kebenaran Allah dengan hati anda dan mengakuinya dengan mulut anda. 

Karena itu, setiap kali dosa berusaha menguasai kita–setiap kali kemarahan berusaha menguasai pikiran kita, setiap kali hawa nafsu dan perzinahan berusaha menghancurkan kita, ketamakan mencobai kita untuk mendustai orang lain untuk meningkatkan kehidupan kita, kebencian dan kecurigaan berkembang, atau iri hati mencekam hati kita, –kita harus berseru: “Yesus sudah menanggung segala dosa ini!” Kita harus berseru dengan iman, “Dosa! Engkau tidak bisa menguasai aku. Allah, dengan kebenaranNya, menyelamatkan aku secara sempurna dari segala dosaku, dari kehancuran, kutuk dan dari Iblis.” 
Ayat, ‘kita hidup bagi Allah’ berarti kita hidup dengan benar karena iman kita di dalam kebenaranNya. Kebenaran Allah membuat mereka yang percaya kepada baptisan dan darah Yesus, menjadi sempurna. Itulah sebabnya mengapa kita mati kepada dosa dan hidup bagi Allah dengan iman kepada kebenaranNya. Tidak ada sesuatu yang sepenting pengenalan dan mengakui bahwa kita secara rohani dibangkitkan dengan percaya kepada kebenaran Allah. 
Paulus mengatakan bahwa dimana dosa bertambah banyak, anugerah semakin bertambah banyak (Roma 5:20). Kemudian orang-orang salah paham dan mengatakan bahwa orang harus bertekun di dalam dosa supaya mendapatkan anugerah yang lebih banyak. Tetapi Paulus menolak hal itu. Hal itu masih menunggu saatnya setelah kita percaya kepada baptisan dan darahNya. Dosa-dosa dunia masih tetap menyelimuti kita dan berusaha untuk menguasai hati kita. 
Namun, apapun yang terjadi, kita bisa bersandar kepada kebenaran Allah dan mengalahkan segala kelemahan dan ketidakpercayaan dengan iman. Kita bisa hidup sebagai anak-anak Allah, yang memperkenankan hatiNya. Dengan iman yang demikian, kita bisa mati terhadap dosa dan hidup bagi Allah. Kita bisa menjalani kehidupan kita percaya dan mengejar kebenaran Allah, dan akan hidup kekal dalam Kerajaan Surga kalau nanti kelak kita masuk ke sana. 
Roma 6:23 mengatakan, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Amin. Mereka yang sudah mengakui Kristus sebagai Juruselamat mereka percaya kepada kuasa baptisanNya dan efek dari penghukumanNya di kayu Salib. Amin.
Haleluya! Puji Tuhan!