Copyright © 2001 - 2019The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.


 

Baptisan Jahshua dan pendamaian dosa-dosa


< Matius 3:13-17 >

“Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”



Apakah ada orang yang masih menderita Karena dosa?

Apakah ikatan
dosa kita sudah diselesaikan?
Ya.

Tuhan Jahweh kita sudah memutuskan belenggu dosa bagi semua orang. Semua orang yang bekerja di bawah dosa adalah budak. Dengan PenyelamatanNya, Tuhan kita memutuskan semua ikatan itu. Dia menghapuskan segala dosa kita. Apakah ada orang yang masih menderita karena dosa?

Kita harus mengerti perjuangan kita melawan dosa sudah berakhir. Kita tidak lagi akan menderita karena dosa. Ikatan kita terhadap dosa berakhir ketika Jahshua menebus kita; semua dosa diselesaikan saat itu dan di tempat itu juga. Segala dosa kita dihilangkan oleh AnakNya. Jahweh membayar segala dosa kita melalui Jahshua yang membebaskan kita, untuk selama-lamanya.

Tahukah anda betapa banyak orang menderita karena dosa-dosanya? Hal itu dimulai sejak jaman Adam dan Hawa. Manusia menderita karena dosa-dosanya yang diwariskan dari Adam.

Tetapi Tuhan kita membuat suatu perjanjian yang ditulis dalam Kejadian 3:15, dan perjanjian itu adalah bahwa Dia akan membebaskan semua orang berdosa. Dia berkata bahwa manusia akan diselamatkan dari dosanya melalui pengorbanan Jahshua Kristus dengan air dan Roh. Dan ketika saatnya tiba, Dia mengutus Juruselamat kita, Jahshua, untuk hidup di antara kita.

Dia juga berjanji untuk mengutus Yohanes Pembaptis sebelum kedatangan Jahshua dan Dia menetapi janjiNya. Dalam Markus 1:1-8, “Inilah permulaan Injil tentang Jahshua Kristus, Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam Alkitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersipkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya,” demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Jahweh akan mengampuni dosamu.” Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: ‘Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku; membungkuk dan membuka tali kasutNyapun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.’”



Saksi dan Pendahulu Injil, Yohanes Pembaptis.

Siapakah Yohanes Pembaptis?
Imam Besar dan wakil
Manusia

Orang yang percaya kepada Jahshua, dibaptiskan. Baptisan berarti; ‘dicuci, dikubur, dibenamkan, diserahkan.’ Ketika Jahshua dibaptiskan, kehendak Jahweh digenapkan. ‘Kebenaran’  adalah ‘dikaiosune’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘adil,’ dan juga berarti ‘paling tepat’ ‘paling layak.’

Dengan baotisanNya, Jahshua menjadi Juruselamat dengan cara yang paling tepat dan layak. Oleh karena itu, orang yang percaya kepada Jahshua menerima anugerah keselamatan dari Jahweh dengan percaya kepada baptisan dan SalibNya, air dan Roh.

Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah Imam Besar terakhir dari Perjanjian Lama. Mari kita melihat Matius 11:10-11. Alkitab berkata Yohanes Pembaptis merupakan wakil manusia. Dan sebagai Imam Besar dalam era Perjanjian Baru, dia menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua; dengan demikian melaksanakan playanan  Imam Besar dalam Perjanjian Lama.

Jahshua memberi kesaksian mengenai Yohanes. Dia berkata, dalam Matius 11:13, “Sebab semua nabi dan Alkitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kamu mau menerimanya, ialah Elia yang akan datang itu.” Karena itu, Yohanes Pembaptis, yang membaptiskan Jahshua, merupakan keturunan Imam Besar Harun dan Imam Besar terakhir. Alkitab juga menyaksikan bahwa Yohanes merupakan keturunan Harun dalam Perjanjian Lama (Lukas 1:5, 1 Tawarikh 24:10).

Kalau begitu, mengapa Yohanes tinggal sendirian di padang gurun dengan memakai jubah bulu unta? Untuk mendapatkan posisi sebagai Imam Besar. Dan sebagai wakil manusia, Yohanes Pembaptis tidak dapat tinggal di antara orang banyak. Maka dia menyerukan kepada orang banyak, “Bertobatlah hai kamu sekalian keturunan ular beludak” dan membaptiskan mereka sebagai hasil perobatan mereka, dan mengembalikan orang-orang kepada Jahshua, yang menghapuskan segala dosa mereka. Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua bagi keselamatan kita.



2 Jenis Baptisan

Mengapa Yohanes Pembaptis
membaptiskan orang-orang?
Untuk membawa orang kepada pertobatan
akan segala dosanya dan agar mereka
percaya kepada baptisan Jahshua
untuk keselamatan.

Yohanes Pembaptis membaptiskan orang-orang dan kemudian membaptiskan Jahshua. Kelompok yang pertama, adalah ‘baptisan pertobatan’ yang memanggil orang yang berdosa kembali kepada Tuhan. Banyak orang yang mendengar firman Tuhan melalui Yohanes membuang berhala mereka dan kembali kepada Tuhan.

Baptisan kedua adalah baptisan Jahshua, baptisan yang menanggungkan segala dosa dunia kepada Jahshua. Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua untuk menggenapkan seluruh kedendak Jahweh. Jahshua dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk menyelamatkan semua orang dari dosa-dosanya (Matius 3:15).

Mengapa Yohanes harus membaptiskan Jahshua? Untuk menghapuskan dosa-dosa di dunia, Tuhan harus membiarkan Yohanes menanggungkan segala dosa kepada Jahshua, sehingga orang-orang yang percaya Jahshua dapat diselamatkan.

Yohanes Pembaptis adalah hamba Tuhan yang bekerja untuk menolong semua orang untuk dibasuh dari dosa-dosanya dan dia adalah wakil manusia yang menyaksikan Injil keselamatan. Oleh karena itu, Yohanes harus tinggal sendiri di padang gurun. Pada masa Yohanes Pembaptis, semua orang Israel jahat dan hatinya penuh dengan kekejian.

Jahweh berkata dalam Perjanjian Lama, Maleakhi 4:5-6, “Sungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-ayahnya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.”

Di mata Tuhan, semua orang Israel yang menyembah Yahweh, buruk. Tidak ada seorangpun yang benar di hadapanNya. Pemimpin agama di Bait Jahweh, misalnya, imam-imam, para hakim dan ahli-ahli Taurat, secara khusus dipenuhi dengan kekejian hatinya. Israel dan para imam tidak mempersembahkan korban sesuai dengan hukum Tuhan.

Para imam tidak meletakkan tangannya dan tidak melakukan upacara agama persembahan darah yang Tuhan ajarkan bagi pendamaian dosa-dosa mereka. Tercatat bahwa para imam pada masa Maleakhi tidak melakukan kroban, tidak meletakkan tangannya dan tidak mempersembahkan darah dalam upacara agama.

Karena itu, Yohanes Pembaptis tidak bisa tinggal  di antara mereka. Maka Yohanes Pembaptis pergi ke padang gurun dan berseru. Apa yang diserukannya?

Hal itu tercatat dalam Markus 1:2, yang mengutip perkataan nabi Yesaya, “Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersipkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya.”

Suara di padang gurun itu berseru kepada orang-orang untuk menerima baptisan pertobatan. Apakah yang dimaksudkan Alkitab dengan ‘baptisan pertobatan?’ Yang dimaksudkan adalah baptisan yang diserukan oleh Yohanes Pembaptis; baptisan yang memanggil orang kembali kepada Jahshua, agar mereka percaya kepada Jahshua yang menghapuskan dosa-dosanya dan diselamatkan.  Baptisan pertobatan adalah untuk membawa mereka kepada keselamatan.

“Bertobat dan dibaptiskan, dan Jahshua akan dibaptiskan dengan cara sama untuk menanggung segala dosa Anda.” Seruan Yohanes Pembaptis adalah bahwa Jahshua akan menanggung segala dosa dunia dan akan dihakimi di kayu Salib untuk menyelamatkan semua orang, sehingga mereka kembali kepada Jahweh.

“Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” ‘Baptisan dengan Roh Kudus’ berarti menghapus dosa Anda. Baptis berarti ‘membasuh.’ Baptisan Jahshua di sungai Yordan menunjukkan kepada kita bahwa Anak Jahweh dibaptiskan dan menanggung segala dosa kita untuk menyelamatkan kita.

Oleh karena itu, kita dilepaskan dari dosa dan percaya kepadaNya. Dia adalah Anak Domba yang menghapuskan dosa manusia. Dan inilah Injil keselamatan yang disaksikan oleh Yohanes Pembaptis.



Pekerjaan Imam Besar Untuk Pendamaian bagi Dosa

Siapakah yang mempersiapkan
jalan keselamatan?
Yohanes Pembaptis

Nabi Yesaya menubuatkan, “Tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya” (Yesaya 40:2).

Jahshua Kristus menanggung dosa-dosa Anda dan saya dan semua orang tanpa kecuali; dosa asal, dosa sekarang, dan dosa masa depan pun dihapuskan melalui baptisanNya. Dia menyelamatkan kita semua. Kita harus mengetahui dan harus percaya bahwa Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa manusia kepada Jahshua melalui baptisan.

Kita tidak boleh salahpaham, dan berpikir, “Karena Tuhan adalah kasih, kita dapat masuk ke kerajaan sorga hanya dengan percaya terhadap Jahshua meskipun kita berdosa dalam hati kita.”

Agar bisa ditebus dari segala dosa kita, kita harus percaya kepada baptisanNya, dimana melalui baptisan itu Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa dunia ini kepada Jahshua dan kayu Salib. Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa manusia kepada Jahshua “dengan air.”

Hal pertama yang dilakukan Tuhan untuk menyelamatkan kita adalah dengan mengutus Yohanes ke dalam dunia ini. Utusan Tuhan, Yohanes Pembaptis disuruh sebagai duta sang Raja, yang menanggungkan semua dosa di dunia kepada Jahshua melalui baptisan. Dan dia menjalankan pelayanan sebagai Imam Besar bagi seluruh manusia.

Tuhan berkata bahwa Dia mengutus Yohanes Pembaptis bagi kita. “Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau.” Mendahului Engkau berarti sebelum Jahshua. Apa sebabnya Jahweh mengutus Yohanes sebelum kedatangan Jahshua? Untuk meletakman seluruh dosa-dosa dunia kepada Jahshua, Anak Jahweh, melalui baptisan. “Ia akan mempersiapkan jalan bagiMu.” Itulah maksudNya.

Siapakah yang mempersiapkan jalan sehingga kita dapat diselamatkan dan masuk ke sorga? Yohanes Pembaptis. 'Engkau' berarti Jahshua dan ‘Aku’ berarti Jahweh sendiri. Dengan demikian, ketika Dia berkata, “Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan bagiMu,” apakah artinya?

Siapakah yang mempersiapkan jalan kita agar kita bisa masuk ke sorga? Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa kita kepada Jahshua, sehingga kita percaya bahwa Jahshua menghapuskan semua dosa kita bagi kita; pekerjaan Yohanes Pembaptis adalah menanggungkan dosa-dosa, membaptiskan Jahshua Kristus. Orang yang memungkinkan kita agar percaya terhadap kenyataan itu dan diselamatkan ialah Jahshua dan Yohanes.

Keselamatan kita tergantung kepada apa? Hal itu tergantung kepada apakah kita mempercayai perbuatan Jahshua, Anak Jahweh atau tidak, dan mempercayai kenyataan bahwa utusan Tuhan sudah menanggungkan segala dosa di dunia kepadaNya. Kita semua harus memahami Injil pengampunan dosa. Jahweh Bapa mengutus utusanNya, orang yang membaptiskan AnakNya, dan menjadikan dia sebagai wakil manusia. Dengan demikian, Dia menyempurnakan karya keselamatan bagi kita.

Jahweh mengutus hambaNya, Yohanes Pembaptis untuk membaptiskan AnakNya, sehingga Yohanes Pembaptis bisa mempersiapkan jalan keselamatan bagi orang yang percaya AnakNya. Itulah alasan pembaptisan Jahshua. Baptisan Jahshua yang dilakukan Yohanes Pembaptis. Pembaptisan Jahshua oleh Yohanes Pembaptis adalah penebusan di mana segala dosa ditanggungkan kepada Jahshua supaya setiap orang bisa percaya kepada Jahshua dan masuk ke surga.

Bahkan dosa-dosa masa depan manusiapun ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya. Jahshua dan Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan ke sorga bagi kita. Dengan jalan ini, Jahweh menyatakan rahasia keselamatan melalui Yohanes Pembaptis.

Sebagai wakil kita semua, Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua agar kita bisa percaya kepada keselamatan kita dan masuk ke sorga. Dia menanggungkan segala dosa kepada Jahshua melalui baptisan. Itulah kabar keselamatan yangpenuh sukacita, atau Injil.



Mengapa Yohanes Pembaptis dilahirkan?

Melalui siapa kita percaya
terhadap Jahshua?
Yohanes Pembaptis

Dalam Maleakhi 3:1, tertulis, “Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu.” Anda harus membaca Alkitab dengan teliti. Mengapa Tuhan mengutus utusanNya? Mengapa Yohanes Pembaptis dilahirkan 6 bulan lebih dahulu daripada Jahshua?

Kita harus mengerti apa sebenarnya isi Alkitab. Ada bagian dalam Perjanjian Lama yang menulis mengenai pelayanan Imam Besar Harun. Harun adalah kakak Musa. Dia dan anak-anaknya diurapi sebagai imam oleh Tuhan. Kaum Lewi yang lain bekerja di bawah pengawasan mereka, mempersiapkan alat-alat yang diperlukan, mencampur adonan untuk roti dan sejenisnya, sementara anak-anak Harun mempersembahkan korban di kemah suci.

Anak-anak Harun diurapi untuk membagi pekerjaan mererka masing-masing, namun pada Hari Raya Pendamaian, hari ke-10 bulan ke-7, Imam Besar sendirilah yang  mempersembahkan korban penebusan untuk bangsanya.

Dalam Lukas 1:5, ada cerita tentang jalur silsilah Yohanes Pembaptis. Kita harus mengerti dengan benar mengenai utusan Jahweh ini untuk bisa mengerti mengenai Jahshua dengan benar. Kita cenderung untuk hanya berpikir secara mendalam tentang Jahshua, namun mengabaikan Yohanes Pembaptis yang datang mendahuluiNya. Saya ingin menolong Anda untuk mengerti itu.

“Inilah permulaan Injil tentang Jahshua Kristus, Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam Alkitab nabi Yesaya, Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau.” Injil dari sorga selalu bermula dengan Yohanes Pembaptis.

Ketika kita mengerti dengan baik tentang Yohanes Pembaptis, kita bisa mengerti dengan jelas dan percaya terhadap Injil keselamatan Jahshua. Itu mirip dengan seorang duta yang dikirim di seluruh dunia untuk mengerti situasi seluruh negara. Kalau kita mengetahui tentang Yohanes Pembaptis, kita dapat mengerti penebusan dari Jahweh dengan baik.

Tetapi, alangkah sayangnya, banyak umat Kristen sekarang ini tidak mengetahui kepentingan Yohanes. Tuhan tidak mengirim Yohanes Pembaptis karena Dia bosan dan tidak ada hal lain lagi yang bisa dilakukan. Keempat kitab Injil Perjanjian Baru berbicara tentang Yohanes Pembaptis sebelum berbicara tentang keselamatan Jahshua.

Tetapi, para pengabar Injil masa kini cenderung mengabaikan Yohanes Pembaptis sama sekali dan mengajarkan bahwa percaya kepada Jahshua sudah cukup untuk menyelamatkan kita. Sebenarnya, mereka memimpin orang untuk hidup sebagai orang berdosa sepanjang hidup mereka  dan menuju ke neraka. Kalau Anda hanya percaya Jahshua, tidak mengerti peran Yohanes Pembaptis, agama Kristen menjadi agama lain bagi Anda.  Bagaimana Anda dapat ditebus dari dosa-dosa Anda kalau tidak mengetahui kebenaran mengenai hal itu?  Tidak mungkin bisa.

Injil keselamatan itu bukan sesuatu yang sederhana atau mudah. Begitu banyak orang berpikir keselamatan tergantung pada iman kita terhadap Salib karena Jahshua mati di kayu Salib bagi kita. Namun kalau Anda hanya percaya penyaliban dengan tidak mengetahui kebenaran mengenai dosa yang ditanggungkan kepada Jahshua, seberapapun iman yang demikian tidak akan membawa kita kepada keselamatan yang sempurna.

Oleh karena itu, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis agar dunia tahu bagaimana penebusan diselesaikan dan bagaimana Jahshua menanggung dosa-dosa dunia. Hanya kalau kita mengerti kenyataan itu, kita bisa mengerti bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh yang menanggungkan segala dosa kita kepada diriNya sendirinya.

Yohanes Pembaptis berbicara kepada kita tentang kebenaran mengenai keselamatan. Dia mengatakan kepada kita bagaimana dia datang untuk menyaksikan keilahian Jahshua; bagaimana orang-orang tidak menerima Dia ketika Terang itu turun ke dunia ini. Dia juga menyaksikan dalam Yohanes 1 bahwa dialah orang yang mempersiapkan Injil keselamatan dengan membaptiskan Jahshua Kristus.

Kalau kita tidak memiliki kesaksian Yohanes Pembaptis mengenai keselamatan, bagaimana kita bisa percaya Jahshua? Kita tidak pernah melihat Jahshua, dan karena kita berasal dari kebudayaan dan agama-agama yang berbeda-beda, bagaimana mungkin kita bisa percaya Yahweh?

Dengan adanya bermacam-macam agama di seluruh dunia ini, bagaimana kita bisa mengetahui tentang Jahshua Kristus? Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Jahshua adalah sungguh-sungguh Anak Jahweh yang menebus kita dengan menanggung segala dosa dunia di atas DiriNya sendiri?

Dengan demikian, kita harus melihat ke Perjanjian Lama untuk menemukan asal mula firman keselamatan dan untuk mengetahui bahwa Jahshua adalah Juruselamat kita. Kita harus mendapatkan pengetahuan yang benar agar bisa percaya dengan benar. Tidak ada yang bisa kita lakukan tanpa kita mengetahuinya terlebih dahulu. Agar bisa percaya Jahshua dan diselamatkan, kita harus mengetahui Injil keselamatan yang disaksikan Yohanes Pembaptis dan peranan Yohanes Pembaptis dalam kebenaran ini. Untuk memiliki iman yang lengkap kepada Kristus, kita harus mengetahui kebenaran mengenai keselamatan.

Oleh karena itu, sebagaimana Jahshua berkata, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu,” kita harus mengetahui tentang kebenaran keselamatan dalam Jahshua.



Bukti-bukti dalam Alkitab

Dari titik mana Injil dimulai?
Dari kedatangan Yohanes Pembaptis

Mari kita terus menyelidiki seluruh bukti tentang penebusan di dalam Alkitab. Mari kita melihat yang dikatakan tentang Yohanes Pembaptis dalam 4 Injil , tentang siapakah orang itu, mengapa dia disebut sebagai ‘wakil manusia’ atau ‘Imam Besar,’ bagaimana segala dosa di dunia ditanggungkan kepada Jahshua melaluinya, dan apakah Jahshua menanggung segala dosa atau tidak.

4 Injil semua dimulai dengan Yohanes Pembaptis. Yohanes 1:6 mengatakan kepada kita bagian yang paling penting dalam Injil. Ayat itu berbicara kepada kita mengenai siapa yang akan melakukan tugas menanggungkan segala dosa di dunia kepada Jahshua. “Datanglah seorang yang diutus Jahweh, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya” (Yohanes 1:6-7).

Di sini dikatakan, ‘oleh dia semua orang menjadi percaya,’ dan ‘untuk memberi kesaksian tentang terang itu.’ Terang itu adalah Jahshua Kristus. Itu berarti Yohanes datang untuk memberi kesaksian mengenai Jahshua supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Sekarang, mari kita membaca Matius dengan lebih teliti.

Dalam Matius 3:13-17, “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”

Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua. Dalam Lukas 1:7-8, Jahshua Kristus menyelesaikan karya penebusan semua dosa dengan dibaptis oleh Yohanes. Mari kita melihat bagian ini.


Mengapa kita harus mengerti
Jalur silsilah Yohanes?
Karena Alkitab mengatakan bagi kita
Yohanes adalah imam teragung di
antara seluruh manusia.

Dalam Lukas 1:1-14, “Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. Pada Zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Jahweh dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.”

Lukas menjelaskan kepada kita secara detail mengenai jalur silsilah Yohanes. Lukas, seorang murid Jahshua, menjelaskan jalur silsilah Yohanes sejak awal. Lukas mengajarkan Injil kepada seorang yang bernama Teofilus, yang berasal dari latar belakang kebudayaan lain dan tidak tahu tentang Tuhan.

Jadi, untuk mengajar Teofilus tentang Jahshua, Juruselamat orang-orang yang berdosa, Lukas merasa bahwa dia perlu menjelaskan mengenai jalur silsilah Yohanes Pembaptis dengan secara detail.

Dalam Lukas 1:5-9, dia berkata, “Pada Zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Jahweh dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas.”

Di sini, satu peristiwa terjadi pada saat Zakharia melakukan pelayanan sebagai imam di hadapan Tuhan sebagaimana lazimnya. Dan Lukas menyaksikan secara jelas bahwa Zakharia adalah keturunan Harun. Dan, dalam rombongan yang manakah Zakharia termasuk? Ini adalah pokok yang sangat penting.

Dia menjelaskan, “waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas.” Kita bisa melihat bahwa Lukas mengetahui tentang Zakharia dengan baik, sehingga dia menjelaskan Injil keselamatan melalui Zakharia dan Elisabet.

Karena kita juga orang-orang non Yahudi, kita tidak dapat mengerti keselamatan dari Jahshua kalau hal itu tidak dijelaskan dengan teliti, satu demi satu. Mari kita melihat dengan teliti. Yohanes Pembaptis lahir dari pasangan Zakharia dan istrinya Elisabet, yang juga keturunan Harun. Sekarang, mari kita melihat jalur silsilah Zakharia dan Yohanes.



Jalur silsilah Yohanes Pembaptis

Yohanes Pembaptis,
keturunan siapa?
Harun, Imam Besar

Untuk mengerti jalur silsilah Yohanes Pembaptis, kita harus membaca Perjanjian Lama, 1 Tawarikh 24:1-19.

“Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada ‘pemimpin-peminpin kudus’ dan ‘pemimpin-pemimpin Jahweh,’ baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. Dan Semaya bin Netaneel, penitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di dapan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia; yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya; yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim, yang ketiga belas pada Hupa; yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes; yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel; yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul; yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya. Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Jahweh Israel.”

Mari kita membaca ayat 10 sekali lagi. “yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia” Di sini, yang dilakukan Daud adalah membagi-bagi keturunan Harun agar korban dipersembahkan secara bergiliran. (Sebagaimana sudah Anda ketahui, Harun adalah kakak Musa. Tuhan menobatkan Musa sebagai hambaNya, dan Harun sebagai Imam Besar di Kemah Suci di hadapan orang-orang Israel.)

Kaum Lewi yang lain diletakkan di bawah para imam, Harun dan anak-anaknya mengurus pengorbanan di hadapan Tuhan. Sebelum Daud membuang undi, para imam, keturunan Harun harus selalu membuang undi setiap kali akan mengadakan pelayanan dan hal itu menyebabkan banyak kekacauan.

Oleh karena itu, Daud mengatur sebuah sistem dengan mengatur urutan masing-masing rombongan. Ada 24 rombongan imam yang berasal dari keturunan Harun dan romnbongan yang kedelapan adalah rombongan Abia. Dan dalam Injil Lukas dikatakan, “Seorang imam yang bernama Zakharia, dari rombongan Abia.” Dengan demikian, Zakharia adalah imam dari rombongan Abia dan dua-duanya ialah keturunan Harun Imam Besar.

Dan Zakharia ini, imam dari rombongan Abia, yang adalah ayah dari Yohanes Pembaptis. Kita mengetahui dari Alkitab bahwa bangsa Israel biasa menikah dengan anak saudaranya.

Sebagaimana Anda ketahui, Yakub menikah dengan anak perempuan pamannya dari garis keturunan ibunya. Dan penjelasan mengenai jalur silsilah merupakan sesuatu yang  sangat penting. Dikatakan, “Seorang imam yang bernama Zakharia, dari rombongan Abia.”

Dengan demikian, dapat dipastikan berasal dari keturunan Harun. Siapa? Zakharia, ayah Yohanes Pembaptis. Itu adalah hal yang sangat penting dalam menjelaskan mengenai karya penebusan Jahshua dan keimanan Yohanes Pembaptis dan diletakkanya beban dosa dunia kepada Jahshua.



Hanya Anak Harun yang bisa melayani sebagai imam.

Siapa yang bisa melayani
Sebagai Imam Besar pada masa
Perjanjian Lama?
Harun dan keturunannya

Dimanakah dicatat dalam Alkitab yang menyebutkan bahwa hanya anak-anak Harun yang bisa memegang jabatan imam? Mari kita lihat itu.

Dalam Bilangan 20:22-29, “Setelah mereka berangkat dari Kadesy, sampailah segenap umat Israel ke gunung Hor. Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa dan Harun dekat gunung Hor, di perbatasan tanah Edom: ‘Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya, sebab ia tidak akan masuk ke negeri yang Kuberikan kepada orang Israel, karena kamu berdua telah mendurhaka kepada titahKu dekat mata air Meriba. Panggillah Harun dan Eleazar, anaknya, dan bawalah mereka naik ke gunung Hor; tanggalkanlah pakaian Harun dan kenakanlah itu kepada Eleazar, anaknya, kemudian Harun akan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya dan mati di sana.’ Lalu Musa melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN. Mereka naik ke gunung Hor sedang segenap umat itu memandangnya. Musa menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya kepada Eleazar, anaknya. Lalu matilah Harun di puncak gunung itu, kemudian Musa dengan Eleazar turun dari gunung itu. Ketika segenap umat itu melihat, bahwa Harun telah mati, maka semua orang Israel menangis, Harun tiga puluh hari lamanya.”

Dalam Keluaran, di mana Sepuluh Hukum Tuhan tercatat, dijelaskan bahwa anak Imam Besar harus memegang jabatan Imam Besar seperti hal yang dijabat ayah mereka setelah mereka cukup umur.

Dalam Keluaran 28:1-5, “Engkau harus mengutus abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagiKu. Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keadilan, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagiKu. Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagiKu. Untuk itu haruslah mereka mengambil emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus.”

Tuhan dengan jelas menetapkan Harun, kakak Musa ke dalam pelayanan keimanan. Pelayanan sebagai imam tidak dibuka bagi orang lain. Sebab itu, Tuhan memerintahkan kepada Musa untuk mentahbiskan Harun sebagai Imam Besar, dan untuk membuat pakaian yang cocok denganya seperti yang ditetapkan Tuhan. Kita tidak boleh melupakan firman Tuhan.

Dalam Keluaran 29:1-9 kita lihat juga, “Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagiKu: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak tercela, roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu. Kautaruhlah semuanya dalam sebuah bakul dan kaupersembahkanlah semuanya dalam bakul itu, demikian juga lembu jantan dan kedua domba jantan itu. Lalu kausuruhlah Harun dan anak-anaknya datang ke pintu Kemah Pertemuan dan haruslah engkau membasuh mereka dengan air. Kemudian kauambillah pakaian itu, lalu kaukenakanlah kepada Harun kemeja, gamis baju efod, dan baju efod serta tutup dada; kaukebatkanlah sabuk baju efod kepadanya; kautaruhlah serban di kepalanya dan jamang yang kudus kaububuh pada serban itu. Sesudah itu kauambillah minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia. Kausuruhlah anak-anaknya mendekat dan kaukenakanlah kemeja-kemeja itu kepada mereka. Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka, maka merekalah yang akan memegang jabatan imam; itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus mentasbihkan Harun dan anak-anaknya.”

Kauikatkanlah ikat pinggang kepada mereka, kepada Harun dan anak-anaknya, dan kaulilitkanlah destar itu kepada kepala mereka... maka merekalah yang akan memegang jabatan imam. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya... Demikianlah engkau harus mentasbihkan Harun dan anak-anaknya. Tuhan menetapkan hanya Harun dan anak-anaknya ditasbihkan memegang jabatan imam untuk selama-lamanya. Ketika Dia berkata tegasnya “suatu ketetapan untuk selama-lamanya,” hal itu masih berlaku bahkan setelah Jahshua datang ke dunia ini.

Oleh karena itu, Lukas menjelaskan dengan mendalam bahwa Zakharia merupakan keturunan Harun, Imam Besar. Ketika Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan di Bait Suci, seorang malaikat muncul lalu berkata kepadanya bahwa doanya telah dikabulkan; Elisabet isterinya akan melahirkan seorang anak laki-laki baginya.

Zakharia tidak bisa mempercayainya, lalu berkata, “Isteri saya telah lanjut umurnya, bagaimana dia dapat melahirkan anak laki-laki?” Akibat kesangsiannya, Tuhan menjadikannya bisu untuk sementar untuk menunjukkan bahwa firmanNya benar.

Tidak lama kemudian, isterinya hamil dan beberapa waktu kemudian, Maria, seorang perawan, juga hamil. 2 peristiwa itu adalah karya persiapan yang dilakukan Jahweh untuk keselamatan kita. Untuk menyelamatkan manusia yang jahat, Dia harus mengirim hambaNya Yohanes dan membuat Anak TunggalNya, Jahshua, lahir ke dunia ini.

Kemudian Dia membuat AnakNya dibaptiskan oleh Yohanes untuk menanggung segala dosa di dunia, sehingga orang yang percaya kepadaNya bisa diselamatkan.



Pemeliharaan Tuhan yang Istimewa

Siapakah yang disiapkan Jahweh
Sebelum Jahshua untuk
Karya penebusan?
Yohanes Pembaptis

Dia adalah Juruselamat manusia, Jahshua Kristus, yang dilahirkan dari anak dara Maria. Maria bertunangan dengan Yusuf yang merupakan keturunan Yudas. Jahshua harus dilahirkan melalui keturunan Yudas untuk menggenapkan Perjanjian Tuhan sebagaimana Yohanes Pembaptis harus dilahirkan di antara keturunan Imam Besar Harun.

Tuhan mempersiapkan 2 orang itu untuk lahir di dunia ini, Yohanes sebelum Jahshua. Yohanes lahir, sehingga dia bisa membaptiskan Jahshua dan menanggungkan segala dosa di dunia kepadaNya. Seorang keturunan Imam Besar harus mempersembahkan korban penebusan unutk menggenapi Perjanjian Tuhan yang dibuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; agar Injil penebusan Jahshua bisa dipercayai dan dilaksanakan dengan benar.

Dalam Keluaran, Tuhan memberi HukumNya dan Perjanjian kepada Israel; hukum Tuhan dan hukum untuk mengatur pelayanan korban di Kemah Suci, sampai kepada pakaian para imam, detail mengenai pengorbanan, dan penggantian tugas para imam oleh anak-anak laki-lakinya. Tuhan menunjuk Harun dan keturunannya sebagai imam untuk selama-lamanya.

Oleh karena itu, semua keturunan Harun bisa mempersembahkan korban dan para Imam Besar hanya bisa berasal dari keturunan Harun. Apakah Anda melihat hal itu?

Namun demikian, di antara banyak keturunan Harun, Tuhan memilih seorang imam tertentu yang bernama Zakharia dan isterinya Elisabet. Dia berkata, “Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau.” Ketika Tuhan mengatakan kepada Zakharia bahwa Dia akan memungkinkan Elisabet mempunyai anak laki-laki, dan bahwa Dia harus menamai anaknya itu Yohanes, dia sangat terkejut, sampai dia menjadi bisu atas kehendak Jahweh sampai anak itu dilahirkan dan diberi nama.

Dan benarlah, seorang anak laki-laki terlahir di rumahnya. Ketika sudah tiba waktu untuk menamai bayi itu menurut adat Israel, anak laki-laki itu mau diberi nama seperti nama ayahnya.

“Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta anak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menujukkkan rahmatNya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedepalan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama ayahnya, tetapi ibunya berkata: ‘Jangan, ia harus dinamai Yohanes.’ Kata mereka kepadanya: ‘Tidak ada di antara anak saudaramu yang bernama demikian.’ Lalu mereka memberi isyarat kepada ayahnya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: ‘Namanya adalah Yohanes.’ Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Jahweh. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: ‘Menjadi apakah anak ini nanti?’ Sebab tangan Tuhan menyertai dia” (Lukas 1:57-66).

Zakharia dalam keadaan bisu pada waktu itu. Ketika datang waktunya untuk memberi nama kepada anak itu, saudara-saudaranya hendak menamai dia Zakharia menurut nama ayahnya. Tetapi, ibunya meminta dengan keras bahwa bayi itu harus dinamai Yohanes. Setelah mendengar hal itu sanak saudaranya mengatakan bahwa tidak ada di antara sanak saudara mereka yang bernama Yohanes dan bayi itu harus diberi nama menurut nama ayahnya.

Ketika Elisabet terus menegaskan nama tersebut, sanak saudaranya pergi ke Zakharia dan memintanya menamai bayi itu. Zakharia, karena dia masih tidak bisa berbicara, meminta batu tulis, lalu menulis ‘Yohanes.’ Semua sanak saudaranya heran terhadap pilihan nama yang tidak biasa itu.

Tetapi setelah menamai demikian, mulut Zakharia segera terbuka. Dia memuji Jahweh dan dia penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat.

Lukas mengatakan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis di rumah Zakharia. “Adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia.” Di bawah pemeliharaan Tuhan yang istimewa, Yohanes Pembaptis, wakil manusia dilahirkan dalam keluarga Zakharia, seorang keturunan Harun.

Dan melalui Yohanes Pembaptis dan Jahshua Kristus, Tuhan menggenapkan keselamatan manusia. Kita diselamatkan dari segala dosa kita dengan percaya kepada karya penebusan yang dilakukan melalui Yohanes dan Jahshua Kristus.



Baptisan Jahshua

Mengapa Jahshua dibaptiskan
oleh Yohanes?
Untuk menanggung segala
dosa dunia

Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh dan bahwa Ia menanggung segala dosa kita. Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan itu juga yang menyaksikan keselamatan kita. Itu tidak berarti bahwa Tuhan tidak mengatakan sendiri bahwa Dia adalah Juruselamat. Tuhan berkarya melalui hamba-hambaNya di gereja, dan melalui mulut semua umatNya yang telah diselamatkan.

Tuhan berkata, “Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Jahweh kita tetap untuk selama-lamanya. Serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya” (Yesaya 40:2,8).

“Engkau bukan lagi orang-orang berdosa. Aku sudah memperdamaikan engkau dari segala dosamu dan peperangan melawan dosa sudah selesai.” Demikian, suara dari Injil keselamatan yang terus berseru kepada kita. Itulah apa yang disebut sebagai Injil yang disiapkan.

Kalau kita mengerti pekerjaan Yohanes Pembaptis, kalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa semua dosa di dunia ditanggungkan kepada Jahshua melalui Yohanes Pembaptis, kita dapat dibebaskan dari dosa-dosa kita.

Keempat kitab Injil berkata kepada kita tentang Yohanes Pembaptis, dan nabi terakhir dalam Perjanjian Lama juga memberi kesaksian Yohanes Pembaptis, hamba Tuhan itu. Dan Perjanjian Baru dimulai dengan kelahiran Yohanes Pembaptis dan dengan ditanggungnya segala dosa kita adalah melalui dia.

Kalau begitu, mengapa kita memanggil Yohanes sebagai Pembaptis? Karena  dia yang membaptiskan Jahshua. Apakah artinya baptisan? Itu berarti ‘menanggungkan, dikubur, dihapuskan’ -sama dengan artinya ‘meletakkan tangan’ dalam Perjanjian Lama.

Dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang berdosa, dia meletakkan dosa-dosanya ke kepala korban penghapus dosa, yang tanpa cacat dan cela, lalu korban mati dengan menanggung dosa mereka. Oleh karena itu, ‘meletakkan tangan’ dan ‘baptisan,’ artinya sama meskipun namanya berbeda.

Kalau begitu, apakah artinya baptisan Jahshua? Baptisan Jahshua merupakan satu-satunya jalan untuk membuat pendamaian dalam ketetapan Jahweh.

Dalam Perjanjian Lama, orang-orang berdosa harus meletakkan tangannya di atas kepala korban untuk menanggungkan dosa-dosa mereka ke kepala korban itu. Mereka harus menyembelihnya dan imam membawa darahnya untuk diletakkannya pada tanduk-tanduk mezbah dimama korbannya dibakar. Itulah cara untuk pendamaian atas dosa-dosa setiap hari.

Nah, bagaimana mereka mendamaikan dosa-dosa tahunan?

Harun, Imam Besar itu mempersembahkan korban untuk orang-orang Israel. Karena Yohanes Pembaptis dilahirkan dari keturunan Harun, maka dia layak menjadi Imam Besar, dan Tuhan menetapkan dia untuk menjadi Imam Besar menurut perjanjian keselamatanNya.

Yohanes Pembaptis merupakan wakil seluruh manusia dan Imam Besar seluruh manusia yang terakhir karena Perjanjian Lama berakhir ketika Jahshua Kristus dilahirkan. Selain Yohanes, siapa yang berhak menanggungkan semua dosa dunia kepada Jahshua dalam Perjanjian Baru sebagaimana Harun menyerahkan dosa-dosa orang dalam Perjanjian Lama? Sebagai Imam Besar terakhir dalam Perjanjian Lama dan sebagai wakil seluruh manusia, Yohanes Pembaptis saja yang berhak menanggungkan semua dosa kepada Jahshua dengan baptisan Jahshua.

Karena Yohanes menanggungkan semua dosa kepada Jahshua, kita dapat diselamatkan dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Jahshua menjadi Anak Domba untuk menyelamatkan orang berdosa, dan menggenapkan karya keselamatan yang direncanakan Jahweh. Jahshua berkata bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi terahkir, Imam Besar terakhir yang menanggungkan segala dosa di dunia kepadaNya.

Mengapa Jahshua tidak bisa melakukan itu sendiri? Mengapa Dia memerlukan Yohanes Pembaptis? Itulah alasan mengapa Yohanes Pembaptis datang 6 bulan lebih dahulu daripada Jahshua. Hal itu adalah untuk menggenapkan hukum Perjanjian Lama, untuk menyempurnakan Perjanjian Lama.

Jahshua dilahirkan oleh anak dara Maria, dan Yohanes Pembaptis dilahirkan dari seorang wanita tua yang bernama Elisabet.

Itulah karya Jahweh, dan Dia merencanakan mereka untuk menyelamatkan orang berdosa. Untuk menyelamatkan kita dari perhambaan dosa, dan dari semua penderitaan manusia yang penuh dosa, Dia mengutus hambaNya Yohanes, dan AnakNya Jahshua. Yohanes Pembaptis ditetapkan sebagai wakil manusia , Imam Besar.



Manusia Terhebat yang pernah Dilahirkan

Siapakah manusia
terhebat di dunia ini?
Yohanes Pembaptis

Mari kita melihat Matius 11:7-14. “Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Jahshua berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripadanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan Alkitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan jika kamu mau menerimanya, ialah Elia yang akan datang itu.””

Orang-orang pergi ke padang gurun untuk bertemu Yohanes Pembaptis, yang berseru, “Bertobatlah hari kamu sekalian” Dan Jahshua berbicara, “Untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.”

Jahshua sendiri menyaksikan kehebatan Yohanes. “Siapakah yang akan kalian lihat? Seorang biadab yang memakai jubah bulu unta dan berseru sekuat tenaga? Dia pasti memakai jubah bulu unta. Siapa yang hendak kalian lihat? Orang yang berpakaian halus itu? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Tetapi dia lebih besar daripada raja itu,” demikian kata Jahshua. “Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi.”

Pada masa lalu, para nabi lebih hebat daripada para raja. Apakah Anda tahu hal itu? Namun Yohanes Pembaptis lebih besar daripada raja dan lebih agung daripada nabi. Dia lebih agung daripada para nabi dalam Perjanjian Lama. Sebenarnya, Yohanes, Imam Besar dan wakil manusia, lebih besar daripada Harun, imam pertama. Jahshua sendiri memberi kesaksian mengenai Yohanes.

Siapakah wakil manusia? Kecuali Kristus sendiri, siapakah manusia yang paling hebat di dunia? Yohanes Pembaptis. “Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. ‘Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu.’”

Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa peperangan melawan dosa sudah berakhir. “Lihatlah, Anak Domba Jahweh yang menghapuskan segala dosa dunia ini.” Orang yang menyaksikan bahwa Jahshua menanggung dosa dunia ini ialah Yohanes Pembaptis.

Dalam Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Adakah manusia yang lebih besar daripada Yohanes yang dilahirkan oleh perempuan?

Apakah artinya ‘dilahirkan oleh perempuan?’ Artinya, semua orang. Kecuali Adam, semua orang dilahirkan oleh perempuan. Ya, di antara orang yang dilahirkan oleh perempuan, tidak ada yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Dengan demikian, dia adalah Imam Besar terakhir dan wakil manusia. Yohanes Pembaptis ialah Imam Besar, nabi, dan wakil kita.

Dalam Perjanjian Lama, Harun dan anaknya ditasbihkan Tuhan untuk melayani untuk selama-lamanya. Semua dosa harus dihapuskan melalui Harun dan anaknya. Itulah yang ditetapkan oleh Tuhan.

Jika ada orang lain di antara Lewi yang berani tampil dan melakukan hal itu, pastilah dia akan mati. yang bisa mereka lakukan adalah mengumpulkan kayu api untuk mezbah, menguliti binatang, membersihkan usus, dan memisahkan lemak. Jika mereka bersikeras untuk melakukan tugas imam, mereka pastilah mati. Itulah hukum Tuhan. Mereka tidak bisa menentangnya.

Di dunia, tidak ada orang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Dia paling besar di antara seluruh makhluk hidup. “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.”

Penebusan manusia digenapkan ketika Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua, dan orang yang percaya Jahshua dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Mereka menjadi orang benar. Mari kita melihat bagaimana ayah Yohanes memberi kesaksian mengenai anaknya.



Kesaksian Zakharia, Ayah Yohanes

Bagaimana nubuat Zakharia
tentang anaknya?
Yohanes akan mempersiapkan jalan
Tuhan dengan memberi pengetahuan
keselamatan bagi umatNya.

Mari kita membaca Lukas 1:67-80. “Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: ‘Terpujilah Tuhan, Jahweh Israel, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelapasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kiga di dalam keturunan Daud, hambaNya itu, seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Jahweh Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Jahweh kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.’ Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.”

Zacharia menubuatkan dua hal. Dia menubuatkan bahwa Raja umat manusia akan datang. Dari ayat 68 sampai 73, dia menubuatkan dengan sukacita bahwa Tuhan tidak melupakan perjanjianNya dan Jahshua, seperti yang Tuhan janjikan dengan Abraham, dilahirkan dari anak dara Maria untuk menyelamatkan keturunannya dari tangan musuhnya.

Dan dalam ayat 74, “Supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut” Itulah untuk meningkatkan Perjanjian Tuhan kepada Abraham dan orang-orang Israel, serta dia menubuatkan, “supaya kita, kita dapat beribadah kepadaNya tanpa takut.”

Dalam ayat 76, dia bernubuat tentang anak laki-lakinya. “Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Jahweh Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Jahweh kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.”

Di sini, dia mengatakan, “untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka” Melalui siapa pengetahuan tentang keselamatan akan diberikan? Yohanes Pembaptis. Apakah Anda melihat semua itu? Yohanes Pembaptis, melalui firman Tuhan, memberitahukan kepada kita bahwa Jahshua adalah Anak Jahweh yang menanggung dosa-dosa di dunia.

Sekarang, mari kita melihat Markus 1. “Inilah permulaan Injil tentang Jahshua Kristus, Anak Jahweh. Seperti ada tertulis dalam Alkitab nabi Yesaya: ‘Lihatlah, Aku mengutus utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagiMu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagiNya,’ demikianlah Yohanes Pembaptis tempil di padang gurun dan menyerukan: ‘Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Jahweh akan mengampuni dosamu.’ Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan” (Markus 1:1-5).

Orang-orang berbalik dari pemujaan kepada ilah-ilah asing dan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Namun Yohanes memberi kesaksian, “Aku membaptiskan engkau dengan air agar engkau kembali kepada Tuhan. Tetapi Anak Jahweh akan datang dan aku akan membaptiskanNya, sehingga semua dosamu akan ditanggungkan kepadaNya. Dan kalau kamu percaya pada saat kamu sedang saya baptiskan, segala dosamu akan ditanggungkan kepadaNya sebagaimana dosa-dosa ditanggungkan dengan peletakkan tangan dalam Perjanjian Lama.” Itulah yang disaksikan Yohanes.

Kenyataan bahwa Jahshua dibaptiskan di sungai Yordan berarti bahwa Dia dibaptiskan di sungai kematian. Kita bernyanyi di pemakaman, “Dan waktunya segera akan tiba.  Kita akan bertemu di pantai yang indah. Kita akan bertemu di pantai yang indah.” Ketika kita mati, kita akan menyeberang sungai Yordan. Sungai Yordan adalah sungai kematian. Jahshua dibaptiskan di sungai kematian itu.



Baptisan yang menanggungkan dosa-dosa kita.

Apakah peletakkan tangan
dalam Perjanjian Baru?
Baptisan Jahshua

Dalam Matius 3:13-17, kita membaca, “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke sungai Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya; ‘Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: ‘Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan.’”

Jahshua datang ke sungai Yordan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. “Baptiskanlah Aku” “Tetapi, akulah yang perlu dibaptiskan olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Imam Besar sorgawi dan Imam Besar dunia bertemu.

Menurut surat Ibrani, Jahshua Kristus ialah Imam Besar untuk selama-lamanya menurut peraturan Melkisedek. Dia tidak memiliki silsilah. Dia bukan keturunan Harun, bukan juga keturunan siapapun. Ialah Anak Jahweh, Pencipta kita. Karena itu, Dia tidak punya silsilah. Tetapi Dia membuang kemuliaan sorga dan turun ke dunia untuk menyelamatkan umatNya.

Alasan mengapa Dia turun ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan orang berdosa yang menderita dari tipu daya Iblis. Dan Dia menanggung semua dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. “Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: ‘Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.’ Dan Yohanes pun menurutiNya.”

“Biarlah hal itu terjadi” Biarkan itu terjadi! Jahshua memerintah wakil manusia dan menundukkan kepalaNya. Dalam Perjanjian Lama, ketika korban dipersembahkan bagi Tuhan, orang berdosa dan Imam Besar meletakkan tangannya di atas kepala korba dan menanggungkan dosa. ‘Meletakkan tangan’ berarti ‘menanggungkan.’

Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Artinya  sama dengan peletakkan tangan dalam Perjanjian Lama ‘Menanggungkan,’ ‘dikubur,’ ‘dihapuskan’ dan ‘dikorbankan’ juga artinya sama. Perjanjian Baru adalah kenyataan, sedangkan Perjanjian Lama merupakan bayangannya.

Ketika orang berdosa meletakkan tangannya di atas domba korban dalam Perjanjian Lama, dosanya ditanggungkan kepada domba itu dan domba itu mati. Ketika domba itu mati, dikubur, domba itu mati dengan menanggung dosa! Ketika dosa itu ditanggungkan kepada domba itu, apakah orang yang memberikan korban menjadi tanpa dosa?

Andaikata sapu tangan merupakan dosa dan mikropon ini merupakan domba. Dan ketika saya meletakkan tangan saya di atas mikropon itu, dosa itu diserahkan ke mikropon itu, domba. Tuhan sendiri yang menentukan hal itu demikian. “Letakkanlah tanganmu.” Jadi, untuk diselamatkan dari dosa-dosanya, orang harus meletakkan tangannya di atas korban itu. Setelah itu, dia tidak mempunyai dosa. Pembaptisan Jahshua adalah untuk penyucian, dikubur dan menanggungkan dosa kepadaNya. Itulah maksudnya.


Apakah artinya menggenapkan
seluruh kehendak Jahweh?
menghapuskan segala dosa dengan
menyerahkan dosa-dosa
kepada Jahshua

Maka, ketika Jahshua dibaptis untuk menanggung segala dosa dunia, apakah semuanya sungguh-sungguh ditanggungkan kepadaNya? Ya, Semua dosa di dunia ditanggungkan kepada Jahshua dan semua orang diselamatkan. Hal itu sama dengan menanggungkan dosa-dosa ke dalam diri binatang korban dalam Perjanjian Lama. Jahshua datang ke dunia ini dan di sungai Yordan, Dia berkata, “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh. Dan Yohanes pun menurutiNya” (Matius 3:15).

Demikianlah Dia mengijinkan diriNya untuk dibaptis. Jahshua mengatakan kepada Yohanes bahwa sepatutnya mereka menggenapkan seluruh kehendak Jahweh dengan baptisanNya. ‘seluruh kehendak Jahweh’ berarti ‘paling cocok dan layak.’ ‘karena demikianlah’ sepatutnya mereka menggenapkan seluruh kehendak Jahweh. Itu berarti sepatutnya Yohanes membaptiskan Jahshua, dan Jahshua dibaptis oleh Yohanes untuk menanggungkan semua dosa kepadaNya.

Tuhan memberikan penebusan berdasarkan kepada pembaptisan Jahshua, pengorbananNya, dan iman kita. “Semua orang menderita karena dosa dan disiksa oleh setan karena dosa mereka. Oleh karena itu, agar mereka bisa diselamatkan dan masuk ke sorga, engkau, sebagai wakil manusia dan seorang keturunan Harun, harus membaptiskanKu bagi semua orang. Aku harus dibaptis olehmu. Demikianlah karya penebusan akan digenapkan.”

“Aku mengerti.”

Lalu Yohanes membaptiskan Jahshua. Dia meletakkan tangannya di atas kepala Jahshua dan menanggungkan semua dosa dunia kepada Jahshua. Jahshua adalah Juruselamat yang menghapuskan segala dosa kita. Kita diselamatkan dengan percaya akan penebusanNya. Apakah Anda percaya?

Setelah baptisanNya, yaitu karya pertama Jahshua dalam pelayananNya di sungai Yordan melalui tangan wakil semua manusia, Dia berkeliling sambil memberitakan Injil selama 3 setengah tahun dengan membawa semua dosa dunia di atas kepalaNya.

Dia berkata kepada perempuan yang ditangkap karena berbuat zinah, “Akupun tidak menghukum engkau.” Dia tidak bisa menghukum perempuan itu karena Dia telah menanggung semua dosa perempuan itu dan akan menjalani kematian di kayu Salib bagi dosa-dosa itu. Selama berdoa di tempat yang bernama sebagai Getsemani, Dia berdoa 3 kali meminta Bapa menghilangkan cawan itu dariNya, namun segera berhenti dan mengatakan, “Bukan kehendakKu, tetapi kehendakMu yang jadi.”



“Lihatlah! Anak Domba Jahweh, yang Menghapus Dosa Dunia!”

Berapa banyak dosa
ditanggung oleh Jahshua?
Segala dosa dunia

Dalam Yohanes 1:29 ditulis, “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Jahshua datang kepadanya dan ia berkata: ‘Lihatlah Anak Domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia.’” Yohanes Pembaptis membaptiskan Jahshua. Dan pada keesokan harinya, Jahshua datang kepadanya, dan ia berkata kepada orang-orang, “Lihatlah! Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia!” Itulah kesaksiannya.

Anak Jahweh datang ke dunia ini dan menghapus semua dosa dunia. Yohanes Pembaptis menyaksikan sekali lagi. Dalam Yohanes 1:35, “Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Jahshua lewat, ia berkata: ‘Lihatlah Anak domba Jahweh!’”

Anak Domba Jahweh berarti Dia adalah kenyataan yang sesungguhnya dari korban dalam Perjanjian Lama yang mati untuk dosa-dosa Israel. Bagi Anda dan saya, Anak Jahweh, Pencipta kita turun ke dunia ini dan menanggung segala dosa kita; semua dosa mulai dari penciptaan dunia ini sampai akhir zaman, dari dosa asal sampai semua ketidakadilan kita, dari kekurangan kita sampai kesalahan kita. Dia menyelamatkan kita semua dengan baptisanNya  dan darahNya di kayu Salib.

Jahshua menghapus semua dosa kita dan memberi penebusan. Apakah Anda mengerti itu? “Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia.”

Tahun berapa sekarang? Sekarang sekitar tahun 2000. Itu berarti 2000 telah lewat sejak Dia turun ke dunia ini. Dan pada tahun 30 M, Jahshua menanggung segala dosa dunia. Mereka berkata bahwa tahun kelahiran Jahshua adalah tahun 1 tahun Masehi. Kita menyebut tahun-tahun sebelum kelahiran Jahshua sebagai Sebelum Masehi. Maka sekitar 2000 tahun sudah berlalu sejak Jahshua datang ke dunia ini.

Pada tahun 30 M, Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Dan pada keesokan harinya Yohanes berseru-seru, “Lihatlah! Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia” “Lihatlah” Dia mengajar orang banyak  untuk percaya kepada Jahshua yang menanggung semua dosa kita. Dia menyaksikan bahwa Jahshua adalah Anak Domba Jahweh, yang menyelamatkan kita dari semua dosa kita.

Jahshua menanggung semua dosa kita dan menyelesaikan peperangan kita. Kita sekarang tidak memiliki dosa karena Anak Jahweh sudah menanggung segala dosa kita. Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Dia menanggung semua dosa kita, dosa Anda dan dosa saya. “Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya” (Yohanes 1:7).

Tanpa kesaksian Yohanes, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Jahshua menanggung dosa kita? Alkitab sering mengatakan bahwa Dia mati untuk kita, namun hanya Yohanes Pembaptis menyaksikan bahwa Dia menanggung dosa kita.


Berapa banyakkah dosa
Yang ada di dunia ini?
Segala dosa manusia dari jaman
penciptaan Sampai akhir jaman

Banyak orang memberi kesaksian setelah kematian Jahshua, namun hanya Yohanes Pembaptis yang memberi kesaksian selama Dia hidup. Memang, para murid Jahshua juga menyaksikan penebusan Jahshua. Mereka bersaksi bahwa Jahshua menghapuskan dosa-dosa kita, bahwa Dia ialah Juruselamat.

Jahshua menanggung dosa di dunia.Sekarang, Anda belum berusia 100 tahun,? Jahshua menghapuskan dosa di dunia ketika Dia berumur 30 tahun. Sekarang, pikirkanlah diagram berikut.



Mari kita andaikan bahwa dunia diciptakan 4000 tahun sebelum Jahshua datang. Dan ada 2000 tahun sejak Jahshua datang sampai sekarang. Kita tidak tahu berapa lama lagi waktunya, namun akhir jaman pasti akan datang. Dia berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).

Dengan demikian akhir jaman pasti akan datang. Dan kita berada di titik yang ditujukan tahun 2001. Kristus menghapus dosa-dosa kita pada tahun 30 M., dan itu 3 tahun sebelum Dia mati di kayu Salib.

“Anak Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia.” Dia menghapus dosa dunia, dosa-dosa Anda dan saya. Kita berada sekitar 2000 tahun dari saat kematian Jahshua. Kita sedang hidup sekitar 2000 tahun setelah Jahshua menanggung dosa kita. Dan kita masih hidup dan berdosa hari dan tahun ini. Jahshua adalah Domba Jahweh yang menghapus dosa dunia. Kita mulai hidup di dunia ini sejak saat kita dilahirkan.

Apalak kita semua berdosa dari saat waktu kita dilahirkan, atau tidak? -Kita berdosa.- Marilah kita memeriksa seluruhnya. Dari hari saat kita dilahirkan sampai saat kita berumur 10 tahun, apakah kita berdosa, atau tidak? -Kita berdosa.- Dosa-dosa itu ditanggung oleh Jahshua atau tidak? -Dosa kitaditanggungNya.- Karena segala dosa ditanggung oleh Jahshua, Dia adalah Juruselamat. Kalau tidak begitu, bagaimana Dia dapat menjadi Juruselamat kita? Segala dosa ditanggung oleh Jahshua.

Mulai umur 11 hingga 20 tahun, kita berdosa atau tidak? Kita berbuat dosa dalam hati kita, dalam perbuatan... Kita sangat pandai berdosa. Kita sudah tahu bahwa kita tidak boleh melakukan dosa, tetapi kita dengan mudah jatuh dan melakukan dosa.

Dan Tuhan mengatakan kepada kita bahwa dosa-dosa kita  ditanggungkan kepada Jahshua. Ia mengetahui keberadaan kita, sehingga Dia menghapus dosa-dosa kita.

Berapa lama biasanya kita hidup di dunia ini? Katakan saja sampai sekitar 70 tahun. Kalau kita mengumpulkan semua dosa yang kita lakukan selama 70 tahun, berapa banyaknya? Kalau kita muatkan dosa itu pada truk yang kapasitas 8 ton, barangkali diperlukan lebih dari 100 truk.

Coba bayangkan berapa banyak dosa yang akan kita lakukan dalam seumur hidup kita. Apakah itu dosa-dosa dunia, atau bukan? Itu termasuk dosa dunia. Kita melakukan dosa juga antara usia 20 dan usia 30 dan itu juga termasuk dosa dunia.



Juruselamat Manusia, Jahshua Kristus

Berapa banyak dosa dihapus Jahshua?
Semua dosa nenek moyang kita,dosa kita
dan keturunan kita sampai dunia
ini berakhir.

Jahshua berkata bahwa Dia menghapuskan segala dosa. Jahshua tidak dapat berbicara kepada diriNya sendiri, ‘Baptiskan Aku,’ oleh karena itu Jahweh terlebih dahulu mengirim hambaNya, Yohanes, yang dipilih menjadi wakil manusia. ‘namaNya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Jahweh yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.” Karena kepribadianNya, karena hikmatNya, karena kebijaksanaanNya, dia mengutus wakil manusia itu lebih dulu, dan Dia sendiri, Anak Jahweh, datang dalam rupa manusia dan menanggung dosa dunia. Keselamatan yang sangat indah, bukan?

Indah sekali, bukan? Maka, sekali saja, dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, Dia menanggung semua dosa manusia di seluruh dunia dan membebaskan manusia dari dosa dengan disalibkan. Dia membebaskan kita semua.  Bayangkan! Semua dosa Anda mulai usia 20 sampai 30 tahun, usia 30 usia sampai 40, 40 sampai 60 tahun, sampai 70 tahun, 100 tahun, dan masa kanak-kanak Anda. Apakah Ia menghapuskan semua dosa Anda? Ya, Dia sudah melakukannya. Dialah Jahshua Kristus, Juruselamat manusia.

Karena Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa kita kepada Jahshua, dan karena Tuhan merencanakan itu, kita dapat dibebaskan dengan percaya kepada Jahshua. Apakah Anda dan saya orang-orang berdosa? Apakah dosa kita semua ditanggungkan kepada Jahshua? -Kita tidak lagi berdosa, dan dosa-dosa kita ditanggungkan semuanya kepada Jahshua.-

Siapakah berani mengatakan bahwa dosa masih ada di dalam dunia ini? Jahshua menanggung segala dosa dunia. Dia mengetahui bahwa kita akan berbuat dosa dan juga menghapuskan semua dosa-dosa masa depan. Beberapa di antara kita masih belum berusia 50 tahun dan beberapa orang bahkan masih belum setengah baya, namun kita berbicara tentang diri kita, termasuk saya, seolah-olah kita hidup selama-lamanya.

Sebagian di antara kita hidup dalam keadaan naik turun. Saya akan menjelaskan hal itu sebagai berikut. Berapakah setengah waktu kehidupam seekor lalat buah? 12 jam.

“Ya ampun! Saya bertemu orang ini dan orang itu, dan dia mengayunkan pemukul lalat kepadaku, dan aku hampir mati hancur, dan kamu tahu...” Dia baru saja hidup 12 jam dan terus menerus berbicara. Tetapi ia sudah menjalani setengah waktu kehidupannya.

Jam 7 atau 8 malam dia berada dalam masa tua, dan sesaat kemudian, mati. Sebagian hidup selama 20 jam, beberapa 21 jam, dan sebagian lain hidup 24 jam. Mereka berbicara tentang pengalaman selama hidupnya, namun bagi kita, hal itu nampak seperti apa? Karena kita hidup sampai 70 tahun, atau 80 tahun, kita bisa berbicara, “Jangan bercanda.” Pengalaman mereka sangat sepele di mata kita.

Jahweh adalah kekal. Ia hidup untuk selama-lamanya. Dia menentukan yang awal dan yang akhir. Karena Ia hidup selama-lamanya, Ia hidup dalam bingkai waktu kekekalan. Dia melihat kita dalam keabadianNya.

Pada suatu ketika, Dia menghapus segala dosa dunia, mati di kayu Salib, dan kataNya, “Sudah selesai.” Dia bangkit kembali setelah 3 hari dan naik ke sorga. Sekarang Dia tinggal di dalam kekekalan.  Sekarang, Dia melihat kita.

Dan ada orang berkata, “Ya ampun, Saya sudah melakukan begitu banyak dosa. Meskipun hanya hidup 20 tahun, saya telah melakukan begitu banyak dosa.” “Saya hidup 30 tahun dan sudah melakukan begitu banyak dosa. Terlalu banyak. Bagaimana saya dapat diampuni?”

Tetapi Tuhan kita dalam keabadianNya berfirman, “Jangan bercanda. Aku tidak hanya menyelamatkan dosamu sampai saat ini, tetapi dosa nenek-moyangu sebelum engkau dilahikanan dosa keturunan yang akan dilahirkan setelah engkau mati.” Dia mengatakan itu kepada Anda dari bingkai kekekalan. Bisakah anda percaya itu? Percayalah! Dan dapatkanlah anugerah keselamatan yang diberi secara cuma-cuma kepada anda. Dan masuklah ke dalam kerajaan sorga.

Jangan percaya kepada pikiran kita, tetapi percayalah kepada firman Tuhan. “Demikianlah sepatutnya, kita menggenapkan seluruh kehendak Jahweh.” Seluruh kehendak Jahweh sudah digenapkan oleh Anak Domba Jahweh yang menanggung dosa dunia. Jahshua menanggung semua dosa dunia. Demikian bukan? Ya, Dia sudah melakukannya.

Jahshua Kristus menanggung semua dosa dunia, dijatuhi hukuman mati di pengadilan Pontius Pilatus, dan disalibkan.

“Sambil memikul salibNya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Jahshua di tengah-tengah. Dan Pilatus mengutus memasang juga tulisan di atas Salib itu, bunyinya: ‘JAHSHUA, ORANG NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI.’ Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Jahshua disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani” (Yohanes 19:17-20).


Apakah yang dikatakan Jahshua pada
saat terakhir di kayu Salib?
"Sudah selesai."

Mari kita melihat apa yang terjadi setelah Dia disalibkan. “Sesudah itu, Jahshua tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, dan bahwa yang ada tertulis dalam Alkitab Suci akan digenapkan.” Dia mengambil semua dosa kita menurut Alkitab Suci. “Ia berkatalah -supaya genaplah yang ada tertulis dalam Alkitab Suci-: ‘Aku haus!’ Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Jahshua. Sesudah Jahshua meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya.” (Yohanes 19:28-30)

Setelah Dia meminum anggur asam itu, berkatalah Ia, “Sudah selesai.” dan menundukkan kepalaNya serta menyerahkan nyawaNya. Lalu Jahshua Kristus bangkit kembali pada hari yang ketiga dan naik ke sorga.

Mari kita membaca Ibrani 10:1-9, “Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa. Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: ‘Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki     -tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiKu.- Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan Alkitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendakMu, ya JahwehKu.’ Di atas Ia berkata: ‘Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya.’ -meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat.- Dan kemudian kataNya, ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.’ Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.”



Penebusan Kekal

Bagaimana kita dapat memecahkan
masalah dosa harian setelah
percaya Jahshua?
Dengan menegaskan bahwa Jahshua telah
menghapuskan semua dosa melalui
pembaptisanNya

Hukum Taurat hanyalah bayangan dari keselamatan yang akan datang. Korban dalam Perjanjian Lama, domba atau kambing, menyatakan bagi kita bahwa Jahshua Kristus akan datang dan menanggung dosa kita dengan cara yang sama untuk menghapuskan segala dosa.

Semua orang dalam Perjanjian Lama, Daud, Abraham dan semua orang lain mengetahui dan percaya kepada makna sistem yang berkorban itu. Sistem itu menunjukkan bahwa Mesias, Kristus (Kristus berarti Juruselamat) akan datang dan menghapuskan semua dosanya. Mereka percaya penebusan mereka dan diselamatkan oleh imannya.

Hukum Taurat hanyalah bayangan saja dari keselamatan yang akan datang. Mempersembahkan korban penghapus dosa hari demi hari, tahun demi tahun tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita secara sempurna. Karena itu Dia yang sempurna dan abadi, yang tidak tercela, Anak Jahweh harus datang ke dunia.

Dan Ia berkata Ia telah datang untuk melakukan kehendak BapaNya seperti yang tertulis dalam Alkitab yang menulis mengenai Dia. “Dan kemudian kataNya, ‘Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.’ Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.” Kita diselamatkan dari dosa kita karena Jahshua Kristus menanggung dosa kita seperti yang tertulis di dalam Perjanjian Lama, dan karena kita percaya di dalam Dia.

Mari kita baca Ibrani 10:10. “Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Jahshua Kristus.” Karena  kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Jahshua Kristus. Apakah Kita sudah dikuduskan? -Sudah.-

Apa artinya? Jahweh Bapa mengutus AnakNya dan menanggungkan segala dosa kita kepadaNya melalui baptisan dan menjatuhkan hukuman kepadaNya satu kali untuk semua manusia, di kayu Salib.Dengan demikian, Ia melepaskan kita semua yang menderita karena dosa. Itulah Kehendak Jahweh.

Untuk membebaskan kita, Jahshua mengorbankan diriNya sekali untuk selama-lamanya, supaya kita dapat dikuduskan. Kita sudah dikuduskan. Jahshua mengorbankan DiriNya demi semua dosa kita dan mati sebagai pengganti kita agar tidak lagi dihakimi.

Korban Perjanjian Lama dipersembahkan setiap hari karena semua dosa baru memerlukan korban penghapus dosa yang lain lagi.

Dalam Yohanes 13, ada cerita tentang Jahshua membersihkan kaki Petrus. Ia membersihkan kaki Petrus untuk mengajarkan kepada Petrus bahwa dia akan berdosa dan bahwa Ia sudah menebus Petrus. Jahshua mengetahui Petrus akan berdosa lagi di masa yang akan datang, sehingga Ia menuangkan air  ke baskom dan membersihkan kakinya.

Petrus mencoba menolak, tapi Jahshua berkata, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Artinya adalah ‘Engkau akan berbuat dosa lagi sesudah ini. Engkau akan menyangkal Aku dan berdosa lagi setelah Aku menghapus semua dosamu. Engkau berbuat dosa bahkan setelah KenaikanKu. Sebab itu Aku membersihkan kakimu untuk memperingatkan kepada Setan agar tidak mencobai engkau karena Aku sudah menghapuskan dosa masa depanmu.”

Apakah Anda berpikir bahwa Dia membersihkan kaki Petrus untuk mengajarkan agar kita bertobat setiap hari? Tidak. Kalau kita harus bertobat setiap hari untuk diselamatkan, Jahshua tidak akan menghapuskan semua dosa kita sekali untuk semua dan selamanya.

Tetapi Jahshua berkata bahwa Ia menguduskan kita sekali untuk semua dan selamanya. Kalau kita harus bertobat setiap hari, lebih baik kita kembali ke masa Perjanjian Lama. Lalu siapakah yang bisa menjadi orang benar? Siapa yang  dapat diselamatkan secara sempurna? Meskipun kita percaya kepada Tuhan, siapa yang dapat hidup tanpa dosa?

Siapakah yang dapat dikuduskan oleh pertobatan? Kita berdosa dengan tak henti-hentinya setiap hari, bagaimana kita bisa meminta pengampunan untuk setiap dosa itu? Bagaimana kita begitu tebal muka untuk setiap hari datang kepadaNya untuk bertobat? Kita cenderung melupakan dosa pagi ketika sore hari, dan dosa malam keesokan paginya. Tidak mungkin bagi kita untuk bertobat secara sempurna atas semua dosa kita.

Sebab itu, Jahshua dibaptiskan satu kali, mengorbankan diriNya satu kali agar kita dikuduskan sekali untuk selamanya. Dapatkah anda  mengerti hal ini? Kita ditebus sekali dari dosa-dosa kita. Kita tidak ditebus bilamana setiap kali kita bertobat.


Apakah masih ada dosa yang untuknya
Kita harus berdoa pertobatan?
Tidak ada

Kita telah diselamatkan dari dosa kita dengan percaya bahwa Jahshua menanggung semua dosa kita, dosa Anda, dan dosa saya.

“Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Jahweh, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuhNya akan dijadikan tumpuan kakiNya. Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk salama-lamanya mereka yang Ia kuduskan. Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: ‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,’ Ia berfirman pula: ‘Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka, dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan keselahan mereka.’ Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa” (Ibrani 10:11-18).

Apakah artinya “pengampunan?” dalam 10:118, itu berarti bahwa dosa itu sendiri, semua dosa yang ada, dihapuskan untuk selama-lamanya, tanpa perkecualian. Jahweh sudah memberi pengampunan. Anda percaya itu? “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”

Mari kita membuat kesimpulan. Kalau Yohanes Pembaptis tidak meletakkan tangannya kepada Jahshua, dengan kata lain, kalau dia tidak membaptiskan Jahshua, apakah kita bisa diselamatkan? Kita tidak bisa diselamatkan. Mari kita melihat ke belakang. Kalau Jahshua tidak memilih Yohanes Pembaptis sebagai wakil manusia dan tidak menanggung semua dosa melalui dia, apakah Dia dapat menghapuskan segala dosa kita? Tidak dapat.

Hukum Tuhan adil dan benar. Jahweh tidak bisa hanya berkata bahwa Dia adalah Juruselamat kita, bahwa Dia menanggung segala dosa kita. Dia harus menanggung dosa kita secara fisik. Mengapa Jahshua, Tuhan datang kepada kita dalam rupa jasmani manusia? Karena Ia mengetahui semua dosa manusia, dosa dalam hati dan dosa oleh tubuh, agar Ia menanggung semua dosa kita, Ia, Anak Jahweh, harus datang kepada kita dalam rupa jasmani.

Kalau Jahshua Kristus tidak dibaptiskan, dosa kita masih ada. Kalau Dia disalibkan tanpa terlebih dahulu menanggung dosa kita, kematianNya tak berarti. Tidak ada hubungannya kita. Sema sekali tidak berarti.

Maka, ketika Dia memulai pelayananNya pada usia 30 tahun, Ia mendatangi Yohanes Pembaptis di sungai Yordan untuk dibaptiskan. PelayananNya dimulai pada saat Ia berumur 30 tahun dan selesai pada saat Ia berumur 33 tahun. Ketika berumur 30 tahun, Ia datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptiskan. “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita melakukan seperti itu untuk semua orang agar dapat dikuduskan dan mejadi benar. Itulah hal yang patut dilakukan. Sekarang, baptiskan Ku.” Ya, Jahshua Kristus dibaptiskan demi penebusan semua manusia.

Karena Jahshua dibaptiskan dan menanggung semua dosa kita, dan karena semua dosa kita ditanggungkan kepadaNya melalui tangan Yohanes Pembaptis, Jahweh sendiri memalingkan mataNya ketika Jahshua menderita di kayu Salib.

Meskipun Jahshua adalah Anak tunggalNya, Dia harus membiarkan kematianNya.

Jahweh adalah kasih, namun Dia harus membiarkan Anaknya mati. Jadi, selama 3 jam, bumi menjadi gelap. Jahshua berseru sebelum Dia mati, “Eli, Eli, lama sabachthani?” dan, “JahwehKu, JahwehKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Jahshua menanggung semua dosa kita dan menanggung hukuman di kayu Salib demi kita. Demikianlah Ia menyelamatkan kita. Tanpa baptisan Jahshua, kematianNya tidak berarti.

Kalau Jahshua mati pada Salib tanpa menghapuskan dosa kita, tanpa dibaptiskan, kematianNya tidak bisa akan menggenapkan karya penebusan. Untuk menyelamatkan kita, Jahshua dibaptis Yohanes, wakil manusia, dan dihakimi di atas kayu Salib, sehingga semua orang yang percaya kepadaNya, diselamatkan.


Anda orang berdosa atau
orang benar?
Orang benar yang tidak berdosa
Di dalam hati.

Sejak jaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang, kerajaan surga telah diserongkan. Karena Yohanes Pembaptis menanggungkan semua dosa manusia kepada Jahshua, maka ada pendamaian bagi dosa-dosa anda dan saya.  Demikianlah anda dan saya bisa memanggil Jahweh sebagai Bapa dan dengan penuh keberanian masuk ke dalam kerajaan Jahweh. 

Dalam Ibrani 10:18 dikatakan, “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.” Apakah Anda orang-orang berdosa? Sekarang, setelah Jahshua melunasi semua hutang Anda, apakah Anda masih harus membayar hutang?

Ada orang yang karena kebiasaannya minum minuman keras membuatnya berhutang kepada banyak orang. Suatu hari, anaknya mendapatkan rejeki besar, dan kemudian melunasi hutang ayahnya. Ayahnya tidak lagi berhutang berapapun banyaknya ia minum minuman keras.

Itulah yang dilakukan Jahshua untuk kita. Dia membayar lebih banyak sebelum kita melakukan hutang dosa. Bukan hanya dosa seumur hidup kita, tetapi semua dosa dunia juga dilunasiNya. Dosa-dosa itu sudah ditanggungkan kepada Jahshua ketika Ia dibaptiskan. Jadi, apakah sekarang Anda masih orang berdosa? Bukan, Anda bukan orang berdosa.

Kalau kita mengetahui Injil penebusan ini dariawal , betapa mudah bagi kita percaya Jahshua. Namun, sayangnya hal ini terasa sangat baru sampai-sampai banyak orang merasa ragu tentang itu.

Namun itu bukan hal yang baru. Kebenaran ini sudah ada sejak awal. Kita hanya tidak mengetahuinya. Injil air dan Roh selalu tercatat dalam Alkitab dan selalu terbukti kebenarannya. Kebenaran ini sudah ada sebelum Anda dan saya dilahirkan. Kebenaran itu sudah ada sejak dunia diciptakan.



Injil Penebusan

Aapa yang harus kita lakukan
di hadapan Tuhan?
Kita harus percaya kepada Injil
Penebusan kekal.

Jahshua Kristus, yang menghapuskan semua dosa kita bagi kita, melakukan hal itu sebelum Anda dan saya dilahirkan. Dia sudah menanggung semua dosa itu.

Apakah Anda masih berdosa? -Tidak.- lalu bagaimana dengan dosa yang akan Anda lakukan di masa yang akan datang? Semua dosa itu juga termasuk dosa-dosa dunia.

Mari kita meninggalkan dosa-dosa masa depan kita saan ini juga. Dosa yang kita lakukan sampai hari ini juga termasuk dosa-dosa dunia, bukan? Semua itu ditanggungkan kepada Jahshua, bukan? Ya, semua itu ditanggungkan kepadaNya.

Apakah dosa besok juga ditanggungkan kepadaNya? Ya, Dia menanggung semua dosa, tanpa kecuali. Dia tidak meninggalkan satu dosapun. Injil mengajar kita untuk percaya dengan sepenuh hati bahwa Jahshua menanggung semua dosa kita, semua sekaligus, dan membayar lunas semuanya.

‘Permulaan Injil Jahshua Kristus, Anak Jahweh.’ Injil sorga adalah kabar sukacita. Jahshua bertanya, “Aku menanggung semua dosamu. Aku Juruselamatmu. Apakah engkau percaya kepadaKu?” di antara orang yang tak terhitung banyaknya, hanya beberapa orang menjawab, “Ya, Saya percaya. Saya percaya karena Engkau mengatakannya. Tiba-tiba, Sangat mudah untuk saya agar mengerti kebenaran itu.” Orang yang berkata seperti itu, menjadi benar seperti Abraham

Tetapi, orang lain berkata, “Saya tidak bisa percaya itu. Itu ajaran baru dan aneh bagi saya.”

Ketika itu, Dia bertanya, “Katakan kepadaKu, Aku menanggung semua dosamu atau tidak?”

Saya diajar bahwa Engkau menghapuskan hanya dosa asal saya, bukan dosa saya setiap hari.”

“Aku tahu bahwa engkau terlalu pandai untuk percaya hanya kepada apa yang kamu dengar.. Engkau harus masuk ke neraka karena Aku tidak punya apa-apa lagi yang harus kukatakan kepadamu.”

Kita telah diselamatkan karena percaya kepada penebusanNya yang sempurna. Semua orang yang terus percaya bahwa mereka berdosa, harus masuk ke neraka. Itu pilihan mereka sendiri.

Injil penebusan dimulai dari kesaksian Yohanes Pembaptis. Karena Jahshua menghapuskan semua dosa kita dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, kita dikuduskan ketika kita percaya.

Rasul Paulus sering berbicara tentang baptisan Jahshua dalam suratnya. Dalam Galatia 3:27, “Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Dibaptis dalam Kristus berarti kita berada dalam Kristus. Ketika Jahshua dibaptis, dosa-dosa kita ditanggungkan kepadaNya melalui Yohanes Pembaptis dan dosa-dosa kita dihapuskan.

Dalam surat pertama Petrus pasal 3:21, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan               -maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Jahweh- oleh kebangkitan Jahshua Kristus.”

Hanya orang yang percaya kepada kesaksian Yohanes Pembaptis, pembatisan Jahshua, dan darah di kayu Salib, mendapat anugerah penebusan di dalamnya.


Terimalah baptisan Jahshua, kiasan keselamatan dalam hati Anda, dan diselamatkan.


Copyright © 2001 - 2019The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.