" Kow padha olh tanpa nganggo mbayar gunakna tanpa nganggo bayaran " (Matius 10:8)

HOME  |  PETA SITE  |  KONTAK  |  PERTOLONGAN    
Pelajaran Alkitab Buku Kristen Gratis eBook Kristen Gratis Tentang Kami
 



 Pelajaran tentang Kemah Suci
 - Pintu Gerbang Pelataran Kemah Suci

 

The Court of the Tabernacle Pintu Gerbang Pelataran Kemah Suci

Bahan-bahan yang dipakai untuk pintu gerbang pelataran Kemah Suci adalah kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Tinggi pintu gerbang itu adalah 2,25 m (7,4 kaki) dan lebarnya adalah sekitar 9 m (30 kaki). Ia adalah suatu tirai yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, yang digantung di empat tiang. Dengan demikian, setiap kali seseorang berusaha masuk ke dalam pelataran Kemah Suci, ia akan bisa dengan mudah menemukan pintu gerbangnya.

Bahan-bahan yang terbuat dari kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dipakai untuk pintu gerbang Kemah Suci menyatakan bahwa Jahweh akan menyelamatkan kita dari segala dosa kita melalui empat karya AnakNya Jahshua.

Pertama, apakah yang ditunjukkan kain biru kepada kita? Hal itu menunjukkan bagian kebenaran di dalam Jahshua, yang menjadi Mesias yang sejati bagi orang-orang berdosa, datang k dunia ini dan menanggung segala dosa dengan menerima baptisanNya dari Yohanes. Pada kenyataannya, baptisan yang diterima Jahshua dari Yohanes di sungai Yordan adalah kebenaran bahwa Jahshua menanggung segala dosa dunia sekali untuk selamanya. Jahshua sungguh-sungguh menanggung segala dosa dunia di atas pundakNya dengan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, yang menjadi wakil umat manusia. Karena dosa-dosa semua umat manusia sudah ditanggungkan kepada kepala Kristus sendiri, orang-orang yang percaya kepada kebenaran ini tidak akan memiliki dosa di dalam hati kita mereka.

Kedua, apakah makna yang sesungguhnya dari kain ungu yang ditenunkan ke dalam pintu gerbang pelataran Kemah Suci? Hal itu menunjukkan bahwa Jahshua adalah Raja segala raja. Jahshua, pada kenyataannya, memang menciptakan alam semesta, adalah sang Pencipta sendiri, bukan salah satu ciptaan, dan adalah Mesias yang sesungguhnya yang sudah datang ke dalam dunia ini. Ia, sang Mesias, sungguh-sungguh datang ke dunia ini dalam keserupaan dengan daging manusia. Dan dengan menanggung segala dosa dunia ke atas tubuhNya sendiri melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, dan dengan kematian dan pengorbananNya, Jahshua sudah menyelamatkan umatNya, yang sudah memahami, takut dan percaya kepada Mesias mereka, dari segala dosa dan penghukuman mereka karena dosa.

Jahshua pada kenyataannya adalah Jahweh kita yang mutlak dan Mesias yang mutlak. Ia adalah Juruselamat kita yang mutlak. Karena Jahshua menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya dengan baptisanNya, dengan mencurahkan darahNya dan mati di Kayu Salib dan bangkit dari kematianNya, Ia tidak hanya membasuhkan segala dosa kita, tetapi Ia juga menerima penghukuman dosa menggantikan tempat kita.

Kain kirmizi, yang ketiga, menunjuk kepada darah Jahshua yang dicurahkanNya di Kayu Salib, dan maknanya adalah bahwa Kristus sudah memberikan kehidupan yang baru kepada kita yang percaya. Kebenaran mengenai kain kirmizi ini menjelaskan kepada kita bahw Jahshua Kristus bukan hanya menerima penghukuman dosa-dosa kita sendiri dengan menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya dengan baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, tetapi Ia juga memberikan kehidupan baru kepada orang percaya dengan mencurahkan iman yang memberikan kehdidupan kepada orang-orang yang sudah mati karena dosa. Untuk mereka yang percaya kepada baptisan dan darahNya dicurahkan, Jahshua memang sudah memberikan kehidupan baru.

Apa, kemudian, arti dari kain lenan halus? Hal itu menyatakan bahw dengan Perjanjian Baru, Jahweh menggenapi janji keselamatanNya yang dituliskan di dalam Perjanjian Lama. Dan hal itu menjelaskan kepada kita bahwa ketika Jahshua menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya dengan baptisanNya dan dihukum bagi dosa-dosa kita di Kayu Salib di dalam Perjanjian Baru, Ia menggenapi keselamatan dari dosa yang sudah dijanjikan Jahweh kepada bangsa Israel dan kepada kita dengan Firman perjanjianNya.

Yahweh Jahweh di dalam Yesaya 1:18 mengatakan, "Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." Juga, tata cara korban Perjanjian Lama mengatur bagaimana korban dipersembahkan di dalam Kemah Suci, yang olehnya dosa-dosa bangsa Israel ditanggungkan kepada domba korban dengan penumpangan tangan, adalah janji yang sudah dibuat oleh Jahweh kepada bangsa Israel dan kepada kita. Ini adalah wahyu berupa janji dari Jahweh bahwa Ia akan menyelamatkan semua bangsa di dunia dari dosa-dosa harian dan dosa-dosa tahunan mereka melalui Anak Domba Jahweh di masa yang akan datang.

Ini juga merupakan tanda dari kedatangan dari Mesias yang dijanjikan. Jadi di masa Perjanjian Baru, ketika Jahshua Kristus menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya sendiri dengan menerima baptisanNya menurut jalan dari Perjanjian Lama, maka hal itu adalah penggenapan dari perjanjian Jahweh.

Sesudah memberikan kepada kita semua Firman janjiNya, Jahweh sudah menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh menggenapi semua janji itu, tepat sebagaimana yang sudah dijanjikanNya. Baptisan yang diterima Jahshua menyatakan kebenaran ini, bahwa Jahweh perjanjian memang sudah menepati semua perjanjianNya.

Khotbah-khotban yang berkaitan


Baca yang terdahulu - Kembali ke daftar - Baca yang sesudahnya


Versi yang bisa dicetak   |  

 
Bible studies
    Khotbah
    Pernyataan iman
    Apakah Injil itu?
    Beberapa istilah dalam Alkitab
    Pertanyaan yang sering diajukan tentang Iman Kristen
 

   
Copyright © 2001 - 2019 The New Life Mission. ALL RIGHTS reserved.