Sermões

Pokok 1: Dosa

[1-1] Untuk diselamatkan, pertama-tama kita harus menyadari dosa kita (Markus 7:8-9, 7:20-23)

Untuk diselamatkan, pertama-tama kita harus menyadari dosa kita
(Markus 7:8-9)
“Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” “Yesus berkata pula kepada mereka: ‘Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadat-mu sendiri.’” 
 
(Markus 7:20-23)
“KataNya lagi ‘Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiska nnya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.’” 
 

Pertama-tama, saya mau memberi definisi apakah dosa itu. Ada definisi menurut Allah dan menurut manusia. Kata dosa, ’hamartia’ dalam bahasa Yunani, berarti “meleset.” Artinya, tidak melakukan sesuatu dengan benar. Jika kita tidak mengikuti perintah Allah dengan benar, maka itu disebut sebagai dosa. Mari kita melihat dosa dalam definisi manusia. 

Apakah dosa itu? 
Tidak mentaati perintah Allah
 
Kita mengukur dosa menurut kata hati kita. Dengan kata lain, dosa bukanlah pelanggaran terhadap perintah Allah, tetapi sangat tergantung dengan latar belakang, perasaan dan kata hati seseorang. 
Dosa atau tidaknya sesuatu, diputuskan oleh masing-masing individu. Dengan demikian, perbuatan yang sama dapat dinilai sebagai dosa atau tidak berdasarkan standar masing-masing individu. Oleh karena itulah maka kemudian Allah memberikan 613 peraturan Hukum Taurat kepada kita untuk dipakai sebagai pedoman bagi penilaian. 
Diagram di bawah menggambarkan dosa manusia 

Hukum Allah kata hati manusia, Moralitas, norma sosial hukum nasional, hukum sipil

Oleh karena itu, kita tidak boleh menentukan standar mengenai dosa atau tidak hanya berdasarkan kata hati kita saja. 
Dosa dalam kata hati kita tidak sesuai dengan dosa dalam definisi Allah. Oleh karena kita seharusnya tidak mendengarkan kata hati kita, tetapi mendasarkan segala tindakan kita kepada apa yang diperintahkan Allah. 
Kita semua memiliki pemahaman sendiri-sendiri mengenai dosa. Ada orang yang berpikir bahwa dosa adalah kelemahan, dan ada orang lain yang berpikir bahwa dosa adalah sikap menyeleweng. 
Misalnya, di Korea orang-orang menutupi kubur orang tua mereka dengan rumput dan berpikir bahwa mereka memiliki kewajiban untuk memotong rumput dan menjaga kuburan itu sampai mereka mati. Tetapi, ada satu golongan masyarakat pribumi Papua Nugini, yang menghormati orang tua mereka yang meninggal dengan membagi-bagi tubuhnya kepada anggota-anggota keluarga yang lain, dan kemudian memakan daging itu. (Saya tidak tahu apakah mereka memasak itu atau tidak). Nampaknya, hal itu dibuat untuk mencegah tubuh orang tua mereka dari serangan serangga. Adat-istiadat semacam ini menggambarkan bahwa konsep manusia tentang dosa bisa berbeda-beda. 
Demikian pula apa pendapat orang mengenai apa yang baik dan apa yang dosa. Tetapi Alkitab berkata kepada kita bahwa adalah dosa untuk melanggar perintah Allah. “Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia” “Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadat-mu sendiri” (Markus 7:8-9). Allah tidak melihat penampilan luar, tetapi lebih melihat kepada apa yang ada di dalam hati sanubari kita. 
 

Kriteria Pribadi adalah Dosa di Hadapan Allah 

Apakah dosa yang paling serius?
mengabaikan firman Allah
 
Saya mau mengatakan kepada anda apa artinya dosa di hadapan Allah. Dosa adalah kegagalan untuk hidup menurut kehendakNya. Dosa adalah tidak percaya kepada firmanNya. Allah berkata bahwa kehidupan yang seperti orang Farisi, yang menolak perintah Allah dan mengutamakan ajaran tradisi sendiri adalah dosa. Dan Yesus menganggap orang Farisi sebagai orang munafik. 
“Allah yang mana yang kamu percaya? Apakah kamu sungguh-sungguh menghormati-Ku? Kamu banyak menyebut nama-Ku, tetapi apakah kamu sungguh-sungguh menghormati-Ku?” Manusia hanya melihat penampilan luar saja dan mengabaikan firman Allah. Hal itu adalah dosa di hadapanNya. Dosa yang paling serius adalah mengabaikan fiman Allah. Apakah anda menyadari hal ini? Inilah dosa di atas segala dosa. 
Kelemahan kita hanya merupakan kesalahan saja dan sekedar pelanggaran saja. Kekeliruan yang kita buat dan kesalahan yang kita lakukan, yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan kita bukanlah dosa yang paling mendasar, melainkan sekedar kesalahan saja. Allah membedakan dosa dari kesalahan. Orang yang mengabaikan firmanNya adalah orang yang berdosa, meskipun mereka tidak pernah melakukan satu kesalahanpun. Mereka termasuk orang-orang yang berdosa besar di hadapan Allah. Itu sebabnya Yesus menegur orang Farisi. 
Di dalam kitab-kitab Taurat, dari Kejadian ke Ulangan, ada perintah-perintah yang memberitahukan kepada kita apa yang harus kita lakukan dan apa yang tidak boleh kita lakukan. Semua itu adalah firman Allah, perintah-perintah Allah. Mungkin kita tidak bisa mentaati semuanya 100 persen, atau mungkin kita tidak bisa melakukan semua, tapi kita harus mengakui bahwa semua itu adalah perintah-perintahNya. Dia memberi firmanNya itu kepada kita sejak awal, dan kita harus menerima semuanya sebagai kebenaran firman Allah. 
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” (Yohanes 1:1) Kemudian Dia berkata, “Hendaklah ada terang. Lalu terangpun jadilah” (Kejadian 1:3) Dia menciptakan segala sesuatu. Dan kemudian Dia menetapkan Hukum. 
“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, Allah adalah Firman” (Yohanes 1:1, 14). Lalu, bagaimana, Allah menyatakan DiriNya kepada kita? Dia menyatakan DiriNya melalui perintah-perintahNya. Allah adalah Firman dan Dia menyatakan DiriNya melalui perintah-perintah itu. Allah adalah Roh. Dan Alkitab kita biasa sebut sebagai apa? Kita menyebut Alkitab sebagai Firman Allah. 
Dikatakan di sini, “Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Ada 613 peraturan di dalam Hukum TauratNya. Lakukan ini, Jangan lakukan itu, hormati orang tuamu...dll. Dalam kitab Imamat dikatakan bahwa wanita harus melakukan ini, dan laki-laki harus melakukan itu, dan apa yang harus dilakukan kalau ada binatang ternak jatuh ke dalam selokan. Ada 613 peraturan seperti itu, yang kesemuanya disebut Hukum Taurat. 
Karena hukum-hukum itu bukan perkataan manusia, maka kita harus senantiasa mengingatnya. Kita harus mentaati Allah dan meskipun kita tidak bisa mengikuti semua HukumNya, paling tidak kita mengakuinya sebagai firman Allah. 
Apakah ada Firman Allah yang tidak benar? Orang Farisi mengesampingkan perintah Allah. Mereka lebih berpegang kepada adat-istiadat manusia daripada kepada perintah-perintah Allah. Perkataan para tua-tua dianggap lebih penting dari pada firman Allah. Hal itu juga terjadi pada masa ketika Yesus lahir. Yesus paling tidak suka kalau ada orang yang tidak mengakui Firman Allah. 
Allah memberi 613 peraturan dalam Hukum Taurat untuk mengajar kita bahwa Dia adalah Kebenaran, bahwa Dialah Allah kita, bagaimana dosa-dosa kita di hadapanNya dan untuk menyatakan KekudusanNya. Dengan demikian, karena kita semua berdosa di hadapan Allah, maka kita harus percaya kepada Yesus, yang diutus oleh Allah kepada kita karena kasihNya, dan kita harus hidup dengan iman. 
Mereka yang mengabaikan FirmanNya, mereka yang tidak percaya, adalah orang-orang berdosa. Mereka yang tidak bisa mentaati FirmanNya adalah orang berdosa juga, tetapi mengabaikan FirmanNya adalah dosa yang paling dasar. Merekalah orang-orang yang akan menjalani kekekalan di neraka. Di hadapan Allah, tidak percaya berarti dosa. 
 


Alasan Mengapa Allah memberi Hukum Taurat kepada kita 

 
Mengapa Allah memberi Hukum Taurat kepada kita?
Untuk membuat kita menyadari dosa kita dan hukumannya
 
Mengapa Allah memberikan Taurat kepada kita? Allah memberikannya untuk membuat kita sadar akan dosa kita dan kemudian kembali kehadiratNya. Dia memberikan 613 peraturan Hukum Taurat, supaya kita dapat mengenal dosa kita dan diselamatkan melalui Yesus. Inilah alasan mengapa Ia memberikan Hukum Taurat kepada kita. 
Dalam Roma 3:20 tertulis, “karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Jadi kita mengetahui bahwa alasan Tuhan memberi hukum Taurat bukanlah untuk memaksa kita untuk hidup dengan hukum itu. 
Kalau begitu, pengetahuan apa yang dapat kita peroleh dari Hukum Taurat? Kita bisa tahu mengenai kenyataan bahwa kita terlalu lemah untuk menaati seluruh Hukum Taurat, dan bahwa kita semua berdosa di hadapan Dia. Dan apakah kita bisa sadari dengan melihat 613 peraturan dalam Hukum TauratNya itu? Kita bisa menyadari kelemahan kita, ketidakmampuan kita untuk hidup dengan ketaatan penuh kepada Hukum TauratNya. Kita menyadari bahwa kita, ciptaan Allah, adalah mahkluk yang dipenuhi ketidakmampuan. Kita menyadari bahwa kita semua berdosa di hadapanNya, dan kita semua akan mengakhiri kehidupan kita di neraka seperti yang dikatakan dalam Hukum TauratNya. 
Jika kita menyadari dosa kita dan juga ketidakmampuan kita, lalu apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus berusaha untuk menjadi mahkluk yang sempurna? Tidak. Yang kita harus lakukan adalah mengakui bahwa kita adalah orang yang berdosa, percaya Yesus, dan ditebus melalui keselamatanNya di dalam air dan Roh, dan bersyukur kepadaNya. 
Alasan Ia memberi Hukum Taurat adalah untuk membuat kita menyadari dosa kita dan hukuman atas dosa-dosa itu, dan agar kita tahu bahwa kita tidak dapat diselamatkan dari neraka tanpa Yesus. Jikalau kita percaya Yesus sebagai Juruselamat, kita akan diselamatkan. Dia memberi Hukum Taurat kepada kita untuk menyelamatkan kita. 
Dia memberi Hukum Taurat untuk membuat kita menyadari betapa dalamnya dosa kita dan untuk menyelamatkan jiwa kita dari dosa. Dia memberi Hukum Taurat kepada kita dan mengutus Yesus untuk menyelamatkan kita. Dia mengutus AnakNya sendiri untuk membasuh dosa kita melalui baptisanNya. Dan kita dapat diselamatkan oleh iman kepadaNya. 
Kita harus menyadari bahwa kita adalah orang berdosa yang tanpa harapan dan kita harus percaya Yesus supaya kita dapat dibebaskan oleh dosa, dan menjadi anak-anakNya serta mendapatkan kembali kemuliaan Allah. 
Kita harus mengerti firmanNya. Segala permulaan adalah dari Dia. Kita juga harus memulai dari FirmanNya dan memahami kebenaran karya penebusan melalui kebenaran firmanNya. Kita harus berpikir dan menilai sesuatu melalui firmanNya. Inilah iman yang benar dan yang sejati. 
 

Apa yang ada di dalam hati manusia? 

Apa yang kita harus buat di hadapan Allah?
Kita harus mengakui dosa kita dan Meminta penyelamatan dari Allah
 
Iman harus dimulai dari FirmanNya dan kita harus percaya kepada Allah melalui FirmanNya. Kalau tidak, kita akan jatuh ke dalam kesalahan. Iman yang seperti itu akan menjadi iman yang salah. 
Ketika orang Farisi dan ahli-ahli Taurat melihat murid-murid Yesus makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, mereka tidak akan memarahi murid-murid Yesus itu karena jika mereka melihatnya melalui firman Allah. Firman Allah berkata bahwa apa saja yang masuk ke dalam mulut manusia tidak bisa menajiskannya karena itu langsung ke perut, tidak ke hati, dan kemudian hal itu langsung keluar. 
Seperti yang tertulis di Markus 7:20-23, “FirmanNya lagi Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” Dia berkata bahwa manusia berdosa karena mereka dilahirkan dengan dosa. 
Apakah Anda mengerti maksudnya? Kita semua adalah keturunan Adam. Kita tidak bisa melihat kebenaran karena kita tidak menerima ataupun percaya kepada FirmanNya. Apa yang ada di dalam hati manusia?
Mari kita melihat Markus 7:21-22. “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” Semua itu keluar dari hati manusia dan menajiskan dirinya sendiri dan juga menajiskan orang-orang lain. 
Di dalam Mazmur ada tertulis, “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8:3-4). 
Kenapa Dia mempedulikan kita? Dia mempedulikan kita karena Dia mengasihi kita. Dia menciptakan kita, mengasihi kita dan berbelas kasihan kepada kita yang berdosa. Dia menghapuskan segala dosa kita dan menjadikan kita sebagai umatNya. “Ya, Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu dibumi dan di, langit!” (Mazmur 8:1) Raja Daud menyanyikan pujian ini di dalam Perjanjian Lama, pada waktu dia menyadari bahwa Allah akan menjadi Juruselamat bagi orang berdosa. 
Dan di dalam Perjanjian Baru, rasul Paulus mengatakan hal yang sama. Betapa mengagumkan bahwa kita, ciptaan Allah, bisa menjadi anak-anakNya. Hal itu hanya bisa terjadi karena kasihNya kepada kita. Itulah kasih Allah. 
Kalau kita berusaha untuk hidup taat sepenuhnya kepada Hukum Taurat berarti kita sedang menentang Allah. Dan keinginan untuk berusaha seperti itu muncul dari ketidaktahuan kita. Kita melakukan suatu kesalahan besar kalau kita hidup di luar kasihNya pada saat kita bergumul untuk mentaati Hukum Taurat dan berdoa. Allah menghendaki agar kita menyadari bahwa kita adalah orang berdosa melalui Hukum Taurat dan percaya pada penyelamatan air dan darah (Roh). 
FirmanNya tertulis di dalam Markus 7:20-23, “apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.” 
Yesus berkata bahwa apa yang keluar dari dalam diri seseorang, yaitu dosa yang ada di dalam dirinya, itulah yang menajiskannya. Makanan yang Allah beri kepada kita tidak menajiskan seseorang. Semua ciptaan adalah halal, dan hanya yang keluar dari dalam diri seseorang, dosa kita, menajiskan kita. Kita semua keturunan Adam. Kalau begitu, dengan cara bagaimana kita dilahirkan? Kita dilahirkan dengan dua belas macam dosa. Bukankah begitu? 
Lalu bisakah kita hidup tanpa dosa? Kita akan terus menerus melakukan dosa karena kita dilahirkan dengan dosa. Bisakah kita berhenti melakukan dosa hanya karena kita mengenal Hukum Taurat? Bisakah kita hidup karena semua perintah-perintah itu? Tidak. 
Semakin keras kita berusaha, hal itu akan menjadi semakin berat. Kita harus mengakui keterbatasan kita dan menyerah. Lalu, dengan penuh kerendahan hati, kita dapat menerima baptisan dan darah Yesus menyelamatkan kita. 
613 peraturan Hukum Taurat itu sebenarnya benar dan adil, akan tetapi manusia ada dalam keadaan berdosa sejak mereka berada di dalam kandungan ibunya. Ketika kita menyadari bahwa hukum Allah itu benar, dan bahwa kita dilahirkan sebagai orang berdosa yang tidak bisa dibenarkan dengan usaha sendiri, maka kita juga perlu menyadari bahwa kita memerlukan belas kasihan Allah dan perlu diselamatkan dengan penebusan Yesus di dalam air, darah, dan Roh. Pada waktu kita menyadari keterbatasan kita – bahwa kita tidak bisa dibenarkan karena diri kita sendiri dan bahwa kita akan masuk neraka karena dosa kita, maka tidak bisa tidak, kita harus bersandar kepada penebusan Yesus. 
Dengan cara demikianlah kita bisa dibebaskan. Kita harus mengetahui bahwa kita tidak bisa dibenarkan atau menjadi baik di hadapan Allah dengan usaha kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus mengakui di hadapan Allah bahwa kita adalah orang berdosa yang ditentukan untuk menjalani penghukuman neraka dan kemudian kita bisa berdoa untuk mendapatkan belas kasihanNya, “Ya Allah, tolonglah selamatkan aku dari dosa-dosaku dan kasihanilah aku.” 
Kita sering melihat doa Daud sebagai Firman Allah yang tertulis. “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?” (Mazmur 8:3-4).
Dia tahu bahwa dosanya cukup untuk membawanya ke dalam penghukuman neraka, dan dia mengakui hal itu di hadapan Allah. “Kalau Engkau mengatakan bahwa aku orang berdosa, maka aku memang orang berdosa; Kalau Engkau berkata bahwa aku orang benar, maka aku memang orang benar; Kalau Engkau menyelamatkan aku, aku akan selamat; dan kalau Engkau membuang aku ke neraka, aku akan berada selama-lamanya di neraka.” 
Inilah iman yang benar. Beginilah cara kita diselamatkan. Inilah yang harus kita lakukan kalau kita yakin bahwa kita siap untuk percaya di dalam penebusan Yesus. 
 


Kita harus sungguh-sungguh menyadari dosa-dosa kita 

 
Karena kita semua adalah keturunan Adam, kita memiliki nafsu di dalam hati kita. Tetapi apa yang dikatakan Allah kepada kita? Dia melarang kita melakukan perzinahan. Di dalam hati kita juga ada keinginan membunuh, tetapi apa yang dikatakan Allah kepada kita? Dia melarang kita untuk membunuh. Kita sebenarnya kurang menghormati orang tua kita, tetapi Ia memerintahkan agar kita menghormati orang tua kita. Kita harus mengakui bahwa segala FirmanNya adalah benar dan baik dan bahwa kita semua berdosa di dalam hati kita. 
Apakah saya orang benar atau tidak? Apa yang saya harus lakukan di hadapan Allah? Kita harus mengakui bahwa kita dipenuhi dengan dosa, dan bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak memiliki pengharapan. Sangat tidak benar kalau kita berpikir bahwa kehidupan kita kemarin adalah kehidupan yang benar, hanya karena kita melakukan perbuatan-perbuatan baik dan hari ini kita menjadi orang berdosa karena hari ini kita melakukan dosa. Kita semua dilahirkan menjadi orang berdosa. Apapun yang kita lakukan, kita tetap menjadi orang berdosa. Itulah sebabnya kita perlu ditebus melalui baptisan Yesus.
Kita bukan menjadi orang berdosa karena perbuatan kita; seperti percabulan, pembunuhan, pencurian...tetapi kita adalah orang berdosa karena kita dilahirkan demikian. Kita dilahirkan dengan dua belas macam dosa. Karena di mata Allah kita dilahirkan sebagai orang berdosa, kita tidak bisa menjadi baik dengan usaha kita sendiri. Kita hanya dapat berpura-pura menjadi orang baik.
Kita dilahirkan dengan hati yang penuh dengan dosa seperti pembunuhan, pencurian, dll. Jadi bagaimana kita bisa menjadi benar hanya karena kita tidak melakukan dosa? Kita tidak bisa menjadi benar di hadapan Allah dengan kekuatan kita sendiri. Kalau kita berkata bahwa kita orang benar, yang kita katakan itu adalah kemunafikan. Yesus menyebut orang Farisi dan ahli Taurat sebagai ‘orang Farisi dan ahli Taurat yang munafik.’ Manusia dilahirkan sebagai orang berdosa. Mereka berdosa di hadapan Allah sepanjang kehidupan mereka. 
Kalau ada seseorang yang berkata bahwa ia tidak pernah berkelahi atau tidak pernah memukul seseorang atau tidak pernah mencuri sebatang jarumpun dari orang lain, maka ia adalah seorang pendusta, karena semua manusia dilahirkan sebagai orang berdosa. Jadi, orang yang berkata demikian adalah seorang pendusta, seorang berdosa dan juga seorang yang munafik. Demikianlah Allah melihat kehidupan orang itu. 
Anda dilahirkan sebagai orang yang berdosa. Walaupun anda tidak pernah sekalipun melakukan dosa, anda tetap akan menjalani hukuman neraka. Meskipun pada umumnya kehidupan anda taat kepada perintah Hukum Taurat dan melakukan segala perintahnya, anda tetaplah seorang berdosa yang ditentukan untuk masuk neraka.
Kalau begitu apa yang harus kita lakukan menghadapi masa depan yang demikian? Kita harus meminta belas kasihanNya dan bersandar kepadaNya untuk bisa diselamatkan dari dosa-dosa kita. Kalau Ia tidak menyelamatkan kita, tidak bisa tidak kita tetap akan masuk neraka. Demikianlah nasib kita.
Mereka yang menerima FirmanNya juga mengakui bahwa mereka memang benar-benar orang berdosa. Dan di lain pihak, mereka juga tahu bahwa mereka juga orang benar. Dan mereka juga memahami bahwa mengabaikan FirmanNya tanpa mengakui FirmanNya adalah dosa. Mereka yang menerima FirmanNya adalah orang-orang benar, meskipun sebelumnya mereka adalah orang-orang berdosa. Mereka dilahirkan kembali oleh FirmanNya dan menerima anugerahNya. Merekalah orang-orang yang paling diberkati. 
 

Orang yang berusaha mendapatkan keselamatan melalui usaha mereka tetaplah orang berdosa 

Siapakah yang masih berdosa meskipun Sudah percaya kepada Yesus?
Mereka yang berusaha mendapatkan keselamatan melalui usaha sendiri 

Mari kita melihat Galatia 3:10 dan 11, “Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab hukum Taurat.” Dan bahwa tidak ada orang yang diyang sesungguhnyakan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: “Orang yang sesungguhnya akan hidup oleh iman.” 
Dikatakan disana bahwa “orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab hukum Taurat adalah orang yang terkutuk.” Mereka yang percaya kepada Yesus tetapi tetap berusaha untuk dibenarkan melalui usaha mereka sendiri adalah orang-orang yang terkutuk. Dimanakah posisi orang yang berusaha untuk dibenarkan melalui usahanya sendiri? Mereka berada di bawah kutukan Allah?
Mengapa Allah memberikan Hukum Taurat kepada kita? Dia memberikan Hukum Taurat itu agar kita mengenal dosa (Roma 3:20). Ia memberikan Hukum Taurat itu agar kita menyadari bahwa kita adalah orang yang berdosa dan bahwa kita memang ditentukan untuk masuk ke dalam neraka.
Lalu, yang harus anda lakukan adalah mempercayai baptisan Yesus dan Anak Allah dan dilahirkan kembali dari air dan Roh. Kemudian anda akan diselamatkan dari dosa-dosa anda, menjadi orang benar, memiliki kehidupan kekal dan masuk ke dalam surga. Milikilah iman di dalam hati anda. 
 
 
Dosa yang paling sombong di dunia 

Dosa apakah yang paling sombong di dunia?
berusaha hidup oleh Hukum Taurat
 
Kita diberkati dengan memiliki iman kepada berkat-berkatNya. Ia memutuskan untuk menyelamatkan mereka yang memiliki iman kepada FirmanNya.
Tetapi bahkan sampai masa sekarang ini, banyak di antara orang-orang percaya yang berusaha untuk hidup dengan hukum Taurat. Kebanyakan orang Kristen seperti itu. Memang sangat patut dihargai kalau mereka mau mentaati keseluruhan Hukum Taurat, tetapi apakah hal itu mungkin?
Kita harus menyadari betapa bodoh perbuatan mereka yang berusaha hidup menurut Hukum TauratNya. Semakin keras kita berusaha untuk mentaatinya, maka hal itu akan menjadi semakin sulit. Ia berkata, “Iman datang dari pendengaran dan pendengaran kepada Firman Allah.” (Roma 10:17) Kita perlu membuang kesombongan kita agar kita diselamatkan.
 
 

Kita harus membuang standar kita untuk diselamatkan 


Apa yang kita harus lakukan untuk diselamatkan? 
Kita harus membuang standar kita 
 
Bagaimana manusia bisa diselamatkan? Dengan menyadari bahwa mereka adalah orang-orang berdosa. Ada banyak orang yang belum ditebus oleh Kristus karena mereka tidak mau meninggalkan kepercayaan-kepercayaan serta usaha-usaha yang keliru.
Allah berkata bahwa mereka yang bergantung kepada Hukum Taurat adalah orang-orang yang terkutuk. Mereka yang percaya bahwa mereka bisa menjadi orang benar sedikit demi sedikit pada saat mereka percaya kepada Yesus dan sekaligus bersandar kepada ketaatan mereka kepada Hukum Taurat adalah orang-orang yang terkutuk. Mereka percaya kepada Allah tetapi mereka masih berpikir bahwa mereka harus hidup dalam ketaatan penuh kepada Hukum Taurat agar mereka diselamatkan. 
Saudara-saudara yang kekasih, bisakah kita menjadi benar melalui pekerjaan-pekerjaan dan usaha-usaha kita selama kita masih hidup? Kita bisa menjadi orang benar hanya dengan percaya kepada apa yang dikatakan Yesus dan kemudian kita ditebus olehNya. Hanya dengan beriman kepada baptisan Yesus, darahNya yang tercurah dan keilahianNya sajalah kita bisa ditebus dan dibenarkan.
Inilah sebabnya mengapa Allah menyiapkan Hukum iman untuk kita sebagai jalan agar kita dibenarkan. Penebusan oleh air dan Roh tidak terletak dalam usaha manusia, tetapi di dalam iman percaya kepada firman Allah. Dan Allah membebaskan kita kalau kita memiliki iman yang demikian. Demikianlah rencana Allah dan cara Ia menggenapinya.
Mengapa ada orang yang percaya pada Yesus tetapi tidak diselamatkan? Hal itu terjadi karena mereka tidak menerima firman penyelamatan air dan Roh. Akan tetapi kita, betapapun kita tidak sempurna, telah diselamatkan karena iman kita kepada firman Allah. 
Kalau ada dua orang yang bekerja di pengirikan, satu orang yang akan ditinggalkan dan bekerja terus, meskipun orang yang satunya telah diangkat. Orang yang ditinggalkan adalah orang yang tidak diselamatkan dan dia harus terus berusaha untuk mendapatkan pembebasan. Mengapa yang satu terangkat dan yang satunya tertinggal? 
Karena yang satunya mendengarkan dan percaya kepada Firman Allah. Orang yang lainnya, yang bekerja keras untuk menaati Hukum Taurat dilemparkan ke dalam neraka. Dia berusaha untuk terus mendekat kepada Allah, tetapi Allah akan mengebaskannya, seperti kita mengebaskan serangga yang merayap di kaki kita. Kalau seseorang berusaha untuk mendekat kepada Allah dengan berusaha mentaati keseluruhan Hukum Taurat, maka dapat dipastikan ia akan dilemparkan ke dalam neraka. 
Itulah sebabnya kita perlu diselamatkan oleh iman di dalam air dan Roh.
“Kalau semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam Alkitab hukum Taurat.” “Tetapi tidak ada orang yang diyang sesungguhnyakan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena ‘Orang yang sesungguhnya akan hidup oleh iman’” (Galatia, 3:10-11, Roma 1:17). 
Tidak percaya kepada Firman Allah adalah dosa di hadapan Allah. Dan dosa juga kalau kita mengabaikan Firman Allah dan membuat standar kehidupan kita sendiri. Kita sebagai manusia tidak bisa mendapatkan keselamatan dengan mentaati Hukum TauratNya karena kita semua adalah orang-orang berdosa sejak lahir. Dan kita terus menerus melakukan dosa sepanjang kehidupan kita. Kita berdosa sedikit di sini, sedikit di sana, dan kemanapun kita pergi. Kita harus menyadari bahwa kita dikuasai oleh kedagingan, dan karena itu, mau tidak mau kita akan melakukan dosa. 
Manusia adalah seperti sebuah ember besar yang berisi kotoran. Kalau kita membawa ember itu ke mana-mana, maka kita akan menumpahkan isi ember itu di jalan. Seperti itulah kita. Kita terus menumpahkan dosa ke mana saja kita pergi. Bisakah anda menggambarkannya? 
Apakah anda masih berpura-pura menjadi orang suci? Kalau anda dapat melihat diri anda sendiri dengan jelas, anda akan berhenti berusaha untuk secara sia-sia menjadi suci dan kemudian anda akan mengambil tindakan untuk percaya kepada air dan darah Yesus. 
Kita perlu membuang keangkuhan kita dan mengakui bahwa kita adalah orang-orang berdosa di hadapan Allah. Kemudian, kita kembali kepada FirmanNya dan mengetahui bagaimana Ia menyelamatkan kita dengan air dan Roh.