Khotbah-Khotbah

Pokok 8: Roh Kudus

[8-6] Percayalah agar Roh Kudus berdiam di dalam anda (Matius 25:1-12)

Percayalah agar Roh Kudus berdiam di dalam anda
(Matius 25:1-12)
“Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.’”
 

Kepada siapakah Roh Kudus datang?
Ia datang kepada mereka yang diampuni dosanya dengan percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya.
 


Siapa yang dilambangkan dengan gadis-gadis yang memiliki Roh Kudus?


Di dalam ayat di atas, ada lima gadis yang bijaksana dan lima gadis-gadis yang bodoh. Kelima gadis-gadis yang bodoh meminta kepada kelima gadis-gadis yang bijaksana untuk membagikan sebagian dari minyak mereka. Tetapi gadis-gadis yang bijaksana berkata, “Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.” Dan kemudian, ketika kelima gadis-gadis yang bodoh membeli minyak, kelima gadis-gadis yang bijaksana masuk ke pesta perkawinan itu. Lalu bagaimana kita bisa menyiapkan minyak bagi Tuhan? Satu-satunya hal yang perlu kita lakukan adalah menantikan Dia dengan pengampunan dosa di dalam hati kita. 
Kita bisa menemukan dua jenis iman di antara manusia. Yang pertama iman di dalam Injil pengampunan dosa. Iman yang ini memimpin seseorang untuk menerima Roh Kudus. Iman yang kedua adalah iman yang setia mengikuti kepercayaan agamanya sendiri—tanpa memperhatikan apakah Tuhan mengampuni dosa seseorang atau tidak.
Kepada mereka yang setia kepada kepercayaan agamanya sendiri, Injil yang indah itu nampak berat bagi mereka. Seperti gadis-gadis yang bodoh yang harus pergi untuk membeli minyak pada saat mempelai laki-laki datang, maka mereka yang keluar masuk dari satu gereja ke gereja yang lain hanyalah menipu diri mereka sendiri. Orang-orang seperti itu tidak mengetahui kenyataan bahwa mereka harus memiliki iman kepada Injil yang indah itu di dalam hati mereka sebelum Hari Penghakiman tiba. Mereka ingin menerima Roh Kudus dengan cara membuat Allah terkesan kepada semangat mereka. Kita akan melihat pengakuan seorang diaken yang sudah berusaha keras untuk menerima Roh Kudus. Pengakuan ini akan sangat menolong anda.
“Saya melakukan segala sesuatu untuk menerima Roh Kudus. Saya berpikir bahwa kalau sungguh-sungguh beriman dan menyerahkan diri, saya bisa menerima Roh Kudus dan karena itu, saya mengikuti persekutuan-persekutuan doa yang diadakan. Beberapa orang di dalam persekutuan doa memainkan piano dan dram sebagai bagian dari ibadah. Pendeta yang memimpin persekutuan doa memanggil mereka yang ingin menerima Roh Kudus satu demi satu, dan pada saat ia menepuk dahi orang itu, orang itu akan mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Ia berkeliling membawa mikropon dan berteriak, “Terima apinya, api, api” dan kemudian meletakkan tangannya ke atas kepala seseorang, yang membuat beberapa orang terjatuh dan tidak sadarkan diri. Saya memang ragu-ragu apakah hal seperti itu merupakan karya Roh Kudus, tetapi saya sudah seperti kecanduan kepada ibadah-ibadah seperti itu. Tetapi, tetap saja saya belum menerima Roh Kudus.
Setelah pengalaman itu, saya pergi ke sebuah bukit dan berusaha berdoa dan menangis sepanjang malam sambil berpegang ke sebuah pohon pinus. Saya pernah juga berdoa di sebuah goa, tetapi itupun tidak berhasil. Setelah itu, saya melakukan doa sepanjang semalam selama 40 hari, tetapi saya tetap tidak bisa menerima Roh Kudus. Lalu suatu hari saya diundang untuk menghadiri sebuah seminar tentang Roh Kudus. Seminar itu diadakan sekali seminggu selama tujuh minggu.
Seminar itu adalah mengenai kasih Allah, Salib Yesus, kebangkitan Yesus, penumpangan tangan, buah-buah roh dan pertumbuhan rohani. Setelah seminar itu selesai, pembicara seminar itu meletakkan tangannya di atas kepala saya dan berdoa kepada Roh Kudus, dan saya melakukan apa yang diperintahkannya kepada saya. Saya bersikap santai dan mengangkat tangan saya ke atas dan berseru “la-la-la-la” berulangkali. Tiba-tiba pada saat saya berseru “la-la-la-la” saya mulai berbicara dengan sangat lancar dalam bahasa asing. Banyak orang memberikan selamat kepada saya karena saya menerima Roh Kudus. Tetapi kalau saya sendirian di rumah, saya merasa takut. Karena itu, saya mulai bekerja sebagai sukarelawan untuk seminar itu. Saya merasa bahwa saya harus melakukan pekerjaan sukarela saya ini sebanyak mungkin sehingga saya mengadakan perjalanan ke seluruh penjuru negara saya untuk melakukan pelayanan saya. Dan saat saya menumpangkan tangan ke atas beberapa orang, sakit mereka sembuh, meskipun beberapa waktu kemudian sakit itu muncul lagi. Lalu saya mulai mendapatkan penglihatan dan saya bisa bernubuat. Yang sangat mengherankan, semua nubuat saya menjadi kenyataan. Sejak itu, saya diundang ke berbagai tempat dan diperlakukan sebagaimana seorang selebriti. Tetapi saya masih merasa takut. Lalu suatu hari, saya mendengar sebuah suara, “Jangan pergi dari satu tempat ke tempat lain seperti ini, pergilah dan tolonglah keluargamu sendiri agar mereka juga menerima keselamatan.” Namun, saya tidak tahu apakah keselamatan itu. Saya hanya tahu apa yang dikatakan orang lain—bahwa kalau saya tidak memakai karunia Roh Kudus ini, Ia akan mengambilnya kembali. Tetapi di sisi lain, saya takut menggunakan kemampuan saya, tetapi saya juga tidak bisa menghentikannya. 
Pada suatu hari, saya mendengar bahwa seorang dukun wanita mau percaya kepada Yesus, dan karena itu saya mengunjunginya bersama beberapa teman saya. Saya tidak pernah memberitahukan kepadanya bahwa kami akan datang. Tetapi dukun wanita itu telah menunggu di depan pagar rumahnya dan berkata, “Saya tahu anda semua akan datang.” Tiba-tiba dia menuangkan air kepada kami dan berkata, “Tidak ada bedanya antara perdukunan Timur dengan perdukunan Barat!” Ia memanggil kami sebagai “dukun Yesus,” lalu ia berkata sambil menunjuk, “Orang ini dipenuhi ketakutan, tetapi yang itu tidak.” Apa yang dikatakan dukun itu merupakan suatu pukulan keras kepada saya. Saya mulai berpikir bahwa semua yang saya lakukan selama ini tidak ada bedanya dengan apa yang dilakukan dukun itu. Tidak ada sesuatupun yang sudah saya lakukan yang membuat Roh Kudus datang, karena saya masih memiliki dosa di dalam hati saya.”
Dari pengakuan itu, kita belajar bahwa menerima Roh Kudus adalah melampaui kekuatan kita. Karena iman seperti itu tidak didasarkan kepada Alkitab, mereka yang menjalani kehidupan keagamaan demikian tidak memiliki persediaan minyak untuk pelita mereka.
Pelita di dalam Alkitab menunjuk kepada gereja dan minyak menunjuk kepada Roh Kudus. Alkitab menuliskan bahwa mereka yang datang ke gereja, baik gereja Allah atau bukan, tanpa menerima Roh Kudus adalah suatu kebodohan belaka. 
Orang-orang yang bodoh membakar emosi dan tubuh mereka hari demi hari. Orang-orang yang bodoh membakar perasaan mereka bersama dengan tubuh mereka yang dipenuhi semangat itu di hadapan Allah. Kalau bisa dikatakan bahwa panjang emosi kita sekitar 20 cm dan setiap hari kita bakar 1 cm, maka dalam 20 hari semua emosi kita akan terbakar habis. Emosi yang melatar belakangi iman mendapatkan kekuatan baru melalui doa fajar, doa semalaman, doa puasa dan Kebaktian Kebangkitan Rohani, tetapi pada akhirnya, emosi yang terbakar itu akan tetap habis juga. Mereka sangat kecanduan dengan proses pembakaran emosi yang tidak ada habisnya itu. 
Emosi mereka dibakar di dalam nama Yesus. Mereka datang ke gereja dan membakar emosi mereka tetapi hati mereka masih merasakan kebingungan dan masih terus mencari-cari. Alasan untuk hal ini adalah karena iman mereka adalah berdasarkan pengalaman tubuh; karena itu, mereka terus menerus butuh mendapatkan suntikan untuk perasaan mereka sehingga api itu tidak akan padam. Namun, mereka tidak akan pernah menerima Roh Kudus melalui iman semacam itu. Membakar emosi tidak akan menolong mereka menerima Roh Kudus.
Kita semua harus menyiapkan iman yang tepat untuk menerima Roh Kudus di hadirat Allah. Hanya setelah itu terjadi sajalah kita akan layak menerima Roh Kudus. Bagaimana kita memperoleh iman yang melayakkan kita menerima Roh Kudus? Kebenaran itu terdapat dalam Injil yang indah itu yang digenapkan dengan baptisan Yesus di Sungai Yordan dan pencurahan darahNya di kayu salib.
Allah menyebut kita sebagai “keturunan ular beludak” (Yesaya 1:4). Kita harus mengakui kebenaran perkataan Allah itu. Manusia memang dilahirkan dengan 12 macam dosa (Markus 7:21-23). Manusia akan senantiasa berdosa sejak mereka dilahirkan sampai mereka mati. 
Dalam Yohanes 1:6-7 dikatakan, “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.” Yohanes Pembaptis membaptiskan Yesus dan menanggungkan segala dosa dunia kepadaNya, dengan berkata, “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Kita diselamatkan dari segala dosa kita karena baptisan Yohanes kepada Yesus Kristus. Kalau Yohanes tidak membaptiskan Yesus dan memproklamirkan Dia sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, kita tidak akan pernah tahu bahwa Yesus menghapus segala dosa kita di kayu salib. Kita juga tidak akan tahu bagaimana caranya menerima Roh Kudus. Tetapi karena kesaksian Yohanes, kita bisa tahu bahwa Yesus menghapus segala dosa kita dan kita bisa menerima Roh Kudus. 
Dengan iman ini, kita menjadi mempelai wanita yang sudah dipersiapkan secara sempurna untuk menerima Yesus Kristus, yang adalah mempelai laki-laki. Kita adalah gadis-gadis yang percaya kepada Yesus sepenuhnya dan siap sepenuhnya untuk menerima Roh Kudus.
Apakah anda percaya kepada Injil air dan Roh dengan sepenuh hati anda? Apakah anda percaya bahwa Yesus Kristus menghapus dosa anda melalui baptisanNya oleh Yohanes? Alkitab berkata, “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:17). Kita harus percaya bahwa Yesus dibaptis oleh Yohanes dan mati di kayu salib agar kita bisa menerima Roh Kudus. Kita harus menyadari bahwa menerima Roh Kudus hanya bisa terjadi dengan percaya bahwa Yesus datang ke dunia ini sebagai manusia dan dibaptiskan oleh Yohanes, bahwa Ia mati di kayu salib dan dibangkitkan. 
Bahkan sampai sekarang, ada dua kelompok orang percaya, sama seperti dahulu ada dua golongan gadis. Termasuk dalam golongan manakah anda? Anda harus menerima Roh Kudus dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Apakah anda rajin ke gereja, tetapi masih menunggu kedatangan Roh Kudus datang kepada anda pribadi? Anda harus tahu jalan yang benar untuk bisa menerima Roh Kudus. 
Dengan kepercayaan yang bagaimana kita bisa menerima Roh Kudus? Bisakah anda menerima Roh Kudus melalui semangat yang sangat antusias seperti perdukunan? Bisakah anda menerima Roh Kudus dalam keadaan tidak sadar? Bisakah anda menerima Roh Kudus dengan fanatisme keagamaan? Apakah anda masih berdoa meminta pengampunan dosa kepada Allah dengan tidak henti-hentinya? Alkitab berkata bahwa pada saat Yesus dibaptis dan keluar dari air, Roh Allah turun dalam rupa burung merpati. Ia dibaptiskan untuk menanggung segala dosa kita, dan untuk menjelaskan kepada kita bahwa Ia akan disalibkan untuk membayar hutang segala pelanggaran kita. 
Yesus dibaptiskan oleh Yohanes untuk menanggung dosa dunia dan naik ke kayu salib agar kita bisa diselamatkan dan menerima Roh Kudus. Inilah kebenaran itu. Yesus dibaptis oleh Yohanes, dihakimi atas segala dosa kita di kayu salib dan kemudian dibangkitkan. Kita harus percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu salib untuk menerima pengampunan dosa. Kita bisa melihat dalam peristiwa baptisan Yesus (Matius 3:13-15) bahwa Roh Kudus datang seperti burung merpati dan Ia akan datang juga kepada kita yang telah dibasuhkan dan percaya kepada baptisanNya.
Untuk menerima Roh Kudus, sangat penting bagi kita untuk percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu salib. Roh Kudus datang kepada seseorang dengan sangat lembut seperti burung merpati ketika orang itu percaya kepada pengampunan dosa. Mereka yang telah menerima Roh Kudus harus tahu bahwa hal itu mungkin terjadi karena pengampunan dosa melalui iman. Roh Kudus turun kepada mereka yang percaya kepada pengampunan dosa dengan segenap hati mereka.
Yesus Kristus datang dengan roti dan anggur kehidupan kekal (Matius 26:26-28, Yohanes 6:53-56). Setelah Yesus keluar dari air seusai pembaptisanNya, ada suara dari langit yang berkata, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan” (Matius 3:17).
Sangat mudah untuk percaya kepada Allah sebagai Tritunggal. Allah Adalah Bapa Yesus dan Yesus adalah Anak Allah. Roh Kudus juga adalah Allah. Allah Tritunggal adalah Allah yang Esa. 
Anda harus tahu bahwa anda tidak akan pernah menerima Roh Kudus dengan hanya percaya kepada salibNya atau dengan berusaha menyucikan diri dengan perbuatan-perbuatan daging. Anda bisa menerima Roh Kudus hanya kalau anda percaya bahwa Yohanes membaptiskan Yesus untuk menanggungkan segala dosa kita kepadaNya, dan bahwa Ia disalibkan untuk memperdamaikan segala dosa kita. Betapa jelas dan sederhananya kebenaran ini! Sebenarnya tidak sulit untuk menerima pengampunan dosa dan menerima Roh Kudus.
Allah berbicara kepada kita dengan bahasa yang sederhana. Kecerdasan Intelektual rata-rata manusia adalah sekitar 110-120. Injil Allah cukup mudah untuk dipahami oleh mereka yang memiliki Kecerdasan Intelektual rata-rata. Bahkan bagi anak-anak berumur 4 atau 5 tahun, Injil ini tidak terlalu sulit untuk mereka mengerti. Kalau Allah berbicara mengenai berdiamnya Roh Kudus dengan cara yang lebih rumit, bisakah kita memahamiNya? Allah dengan adil mengampuni segala dosa kita dan memberikan Roh Kudus sebagai anugerah kepada mereka yang percaya.
Allah berkata bahwa kita tidak bisa menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan atau doa pertobatan. Roh Kudus tidak datang sebagai hasil dari puasa atau penyerahan atau bahkan doa semalaman di puncak gunung sekalipun. Iman apa yang membuat Roh Kudus berdiam di dalam kita? Yaitu iman kepada kenyataan bahwa Yesus datang ke dunia ini, dibaptis untuk menanggung segala dosa kita, mati di kayu salib, dan dibangkitkan.
 
 

Apakah kita memang perlu percaya kepada hal ini?


Mengapa kita harus menerima pengampunan dosa dan kemudian menerima Roh Kudus? Untuk menjadi warga kerajaan Allah kita membutuhkan Roh Kudus. Dan untuk menerima Roh Kudus, kita perlu percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat kita, percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya, dan akhirnya, kita harus mendapatkan pengampunan dosa. 
Mengapa Allah memberikan Roh Kudus kepada mereka yang telah diampuni dosanya? Alasannya adalah untuk memeteraikan keberadaan mereka sebagai umatNya. Untuk memeteraikan mereka yang telah percaya didasari kepada Firman Allah, lalu Ia memberikan Roh Kudus sebagai jaminan. 
Banyak orang menjaga iman mereka yang sebenarnya keliru. Sebenarnya sangat mudah untuk percaya kepada baptisan Yesus dan menerima Roh Kudus. Sangat mudah bagi kita yang sudah menerima Roh Kudus, tetapi sangat tidak mungkin bagi mereka yang belum menerima pengampunan dosa. Mereka tidak tahu kebenaran dan justru mencari cara-cara lain untuk menerima Roh Kudus, seperti memasukkan diri mereka ke dalam tindakan-tindakan keagamaan yang tidak lazim melalui kefanatikan mereka. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan kemudian terjebak kedalam kebingungan oleh benih yang ditabur Iblis, dan kemudian terjebak ke dalam pengaruh agama takhayul.
Roh Kudus berdiam di dalam mereka yang sudah percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu salib dan yang sudah menerima pengampunan dosa. Hanya mereka yang telah percaya kepada keselamatan Allah yang bisa berkata, “Aku tidak memiliki dosa.” Kalau seseorang tidak percaya kepada Injil air dan Roh, mereka tidak bisa berkata bahwa mereka tidak memiliki dosa. Demikian juga, Allah sudah memberikan Roh Kudus sebagai anugerah kepada anak-anakNya yang telah percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu salib dan menerima pengampunan dosa. 
Siapa yang memberi kesaksian bahwa baptisan Yesus menghapus dosa kita? Yesus, murid-murid Yesus, dan Roh Kudus memberi kesaksian akan hal itu. Siapa yang merencanakan untuk menyelamatkan manusia dari segala dosa mereka? Allah Bapa. Siapa yang melaksanakan rencana itu? Yesus Kristus. Siapa yang menjamin bahwa rencana itu akan terlaksana dengan baik? Roh Kudus. 
Allah mau menjadikan kita sebagai umatNya dan karena itu memutuskan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita melalui baptisan Yesus dan darahNya. Jadi, Allah Tritunggal menjamin keselamatan sempurna kita dan menyetujui pengampunan dosa-dosa kita. 
Dalam Matius 3:17 tertulis, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Mereka yang memiliki Roh Kudus adalah umat Allah. Mereka adalah anak-anak Allah. “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Yesus sebenarnya adalah Allah yang sejati. Allah Bapa berkata kepada kita, “Kalau engkau mau menerima pengampunan dosa, percayalah bahwa dosa semua manusia sudah dihapuskan untuk selama-lamanya oleh Yesus, Anak TunggalKu, terimalah Roh Kudus dan menjadi anak-anak Allah.” Mereka yang percaya kepada hal itu menerima pengampunan dosa dan menjadi anak-anak Allah. Ia mengaruniakan Roh Kudus kepada mereka untuk memeteraikan mereka sebagai anak Allah. Kita menerima pengampunan dosa hanya setelah kita percaya kepada baptisan Yesus dan juga kepada darahNya. 
Kalau seseorang tidak menguji hati mereka dan tidak percaya kepada Injil pengampunan, mereka cenderung untuk percaya bahwa dosa asal mereka sudah lenyap, tetapi mereka tetap harus berdoa pertobatan dengan tidak henti-hentinya untuk mendapatkan pengampunan dari dosa asal mereka. kalau mereka jatuh ke dalam pemikiran yang demikian, maka Alkitab menjadi sesuatu yang tidak bisa mereka mengerti dan membingungkan mereka. Dengan demikian mereka memiliki kepercayaan yang berbeda dengan yang dimiliki murid-murid Yesus.
Beberapa orang berkata bahwa Roh Kudus datang kepada mereka “melalui doa-doa.” Tetapi hal itu tidak tepat seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Mungkin agak aneh kedengarannya, tetapi Alkitab berkata bahwa pada saat Yesus keluar dari air setelah pembaptisanNya oleh Yohanes, Roh Kudus datang kepadaNya dalam rupa seekor burung merpati. Hal itu membuktikan bahwa kalau kita berharap untuk menerima Roh Kudus, kita hanya harus percaya bahwa Yesus datang ke dunia ini, dibaptis oleh Yohanes untuk menanggung segala dosa dunia, dihakimi di kayu salib dan kemudian dibangkitkan untuk menjadi Juruselamat kita. 
Apa yang dikatakan Allah kepada kita pada waktu kita percaya kepada kebenaran ini dan menerima Roh Kudus? Ia berkata, “Engkau anakKu. Inilah anakKu, kepadanyalah aku berkenan.” Allah akan mengatakan hal yang sama dengan apa yang dikatakanNya pada waktu Yesus dibaptiskan kepada mereka yang sudah percaya kepada Yesus dan diampuni dari dosa masa depan mereka. Kebenaran ini adalah janji Allah untuk menjadikan kita sebagai anak-anakNya.
Tetapi manusia masih berpikir bahwa masih ada jalan lain untuk menerima Roh Kudus. Apakah anda pikir bahwa Roh Kudus akan datang kepada anda melalui tangisan anda dan usaha-usaha anda yang lain? Pekerjaan Allah diatur hanya oleh kehendakNya dan Ia memberikan Roh Kudus hanya kepada mereka yang menerima pengampunan dosa. Ia berkata, “AnakKu dibaptiskan agar Ia bisa menanggung dosa-dosamu dan Ia disalibkan sebagai penghakiman atas dosa-dosa itu. Aku menetapkan Yesus sebagai Juruselamatmu. Kalau engkau menerima pengampunan dosa yang diselesaikan oleh AnakKu, maka Aku akan mengutus Roh Kudus kepadamu.”
Bapa kita melakukan kehendakNya. Meskipun seseorang bersujud di kakiNya sepanjang malam dan menangis sekuat tenaganya, Allah tidak perlu mengutus Roh Kudus kepadanya. Ia justru akan menegur mereka, “Engkau belum menerima kebenaran yang sejati dan terus bersandar kepada kepercayaan yang salah. Roh Kudus tidak akan engkau terima selama engkau menolak menerima iman yang benar.”
Dalam dunia ini, keputusan manusia bisa saja berubah sesuai dengan keadaan, tetapi kalau hukum Allah mengenai pengampunan dosa dan menerima Roh Kudus ditetapkan, maka hal itu tidak akan berubah. Kalau anda terjatuh ke dalam kepercayaan yang salah, akan sulit bagi anda untuk menemukan kembali jalan kebenaran. Alkitab berkata bahwa Yesus menjadi batu sandungan bagi mereka yang tidak taat (1 Petrus 2:8). 
Orang-orang yang percaya kepada Yesus tetapi tidak tahu mengapa Ia dibaptiskan, hanya percaya kepada setengah Injil penebusan dan tetap akan masuk neraka. Karena itu, kalau anda percaya kepada Yesus, anda harus tahu mengenai baptisan Yesus dan darahNya, yang membentuk Injil penebusan. Dan kalau anda menerima pengampunan dosa, maka anda juga akan menerima Roh Kudus.
Mari kita memikirkan mengenai kehidupan Yesus di dunia ini. Yesus menjadi manusia dan menanggung segala dosa dunia melalui baptisanNya. Dia juga mati di kayu salib dan dihakimi bagi dosa-dosa kita untuk menyelamatkan kita dari api neraka. Mereka yang percaya kepadaNya akan menerima Roh Kudus sebagai anugerah. 
Karena itu, kita semua harus mengikuti jalan yang benar agar dapat menerima Roh Kudus. Yang kita perlukan adalah pemikiran yang sesuai dengan firman kebenaran. Kalau kita melakukan hal ini, Yesus akan menjaga dan memberkati kita. Mereka yang mengosongkan hatinya dan percaya kepada firmanNya bisa hidup dalam kebenaran dengan menerima pengampunan dosa, dan dipimpin oleh Roh Kudus. Dan juga, mereka bisa memimpin orang lain ke jalan yang benar dengan pertolongan Roh Kudus. 
Percayalah kepada penebusan yang digenapi melalui baptisan Yesus dan darahNya. Hanya dengan cara itu kita bisa mengikuti Dia dengan iman dan menerima berkat pengampunan dosa, hidup kekal dan didiami Roh Kudus. Yesus adalah Tuhan pengampunan, yang menanggung segala dosa dunia melalui baptisan Yesus dan darahNya di kayu salib. Yesus membasuh segala dosa kita dan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang percaya kepada Injil kebenaran. Anda bisa menerima Roh Kudus dengan mengikuti iman yang benar.