Khotbah-Khotbah

Pokok 3: Injil air dan Roh

[3-5] Makna Injil Asli Tentang Dilahirkan Kembali (Yohanes 3:1-6)

Makna Injil Asli Tentang Dilahirkan Kembali
(Yohanes 3:1-6)
“Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Jahshua dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Jahweh; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Jahweh tidak menyertainya.” Jahshua menjawab, kataNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Jahweh.” Kata Nikodemus kepadaNya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Jahshua: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Jahweh. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”” 
 


APAKAH MAKNA DILAHIRKAN KEMBALI MENURUT ALKITAB?

 
Di dalam dunia ini, ada banyak orang yang ingin dilahirkan kembali dengan percaya kepada Jahshua. Tetapi saya mau menjelaskan kepada anda bahwa dilahirkan kembali tidaklah menurut kehendak kita, dengan kata lain, hal itu tidak bisa kita peroleh melalui usaha kita. 

Apakah dilahirkan kembali berhubungan dengan perasaan dan perubahan fisik?
Tidak. Dilahirkan kembali berhubungan dengan perubahan rohani. Hal itu menjadi cara orang berdosa dilahirkan kembali sebagai orang tidak berdosa.

Kebanyakan orang Kristen memiliki kesalah pahaman ini. Mereka percaya bahwa mereka pasti sudah dilahirkan kembali karena mereka sudah membangun banyak gereja baru, beberapa lagi karena mereka sudah mengabdikan diri dalam memberitakan Kristus sebagai missionaris di antara orang-orang yang belum terjangkau di daerah pedalaman, ada yang karena mereka tidak menikah dan memakai seluruh tenaga mereka untuk melakukan apa yang mereka yakini sebagai pekerjaan Jahweh. 
Dan bukan hanya itu saja. Ada juga orang-orang yang menyumbangkan uang dalam jumlah besar kepada gereja mereka, atau mungkin mereka mengepel lantai gereja setiap hari. Kesimpulannya, mereka mengorbankan waktu dan milik mereka bagi gereja. Dan mereka percaya bahwa semua usaha itu akan membuat mereka layak menerima mahkota kehidupan. Mereka berharap bahwa Jahweh akan menerima upaya mereka dan mengijinkan mereka untuk dilahirkan kembali. 
Intinya adalah bahwa ada banyak orang yang rela berkorban untuk bisa dilahirkan kembali. Orang-orang yang demikian bisa ditemukan dimana saja. Mereka bekerja keras, dan berharap bahwa suatu hari nanti Jahweh akan memberkati mereka dan mengijinkan mereka untuk dilahirkan kembali. Mereka bisa ditemukan di perkumpulan-perkumpulan doa, seminari-seminari, dan sanatorium-sanatorium. Tetapi sayangnya mereka tidak mengenal kebenaran tentang dilahirkan kembali. 
Mereka semua berpikir dalam kerangka perbuatan mereka, “Kalau saya melakukan hal ini secara sempurna, saya akan dilahirkan kembali.” Karena itu mereka berusaha sekuat tenaga untuk menjadikan upaya mereka di dalam perbuatan mereka,dan percaya bahwa mereka sedang membangun dasar yang diperlukan untuk bisa dilahirkan kembali, dan berpikir, “Saya, juga, akan dilahirkan kembali di suatu saat, seperti Rev. Wesley.” Dan ketika membaca Yohanes 3:8, mereka menafsirkan ayat itu dan mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengatakan dari mana asalnya berkat dilahirkan kembali dan kemana berkat itu akan pergi. 
Karena itu mereka hanya bisa bekerja keras dengan harapan bahwa Jahshua akan mengijinkan supaya mereka dilahirkan kembali di suatu hari nanti. Ada banyak yang berpikir, “Kalau aku selalu berusaha seperti ini, Jahshua akan mengijinkan saya untuk dilahirkan kembali di suatu hari. Saya akan dilahirkan kembali bahkan tanpa menyadarinya. Di suatu pagi nanti saya akan bangun dan sudah dilahirkan kembali serta memiliki keyakinan bahwa saya ditentukan untuk masuk surga.” Oh, betapa tidak ada buahnya pengharapan dan iman yang demikian!
Kita tidak akan pernah bisa dilahirkan kembali dengan cara demikian! Kita tidak akan pernah dilahirkan kembali hanya dengan menjauhi minuman keras dan rokok, atau dengan kerajinan menghadiri gereja. Seperti yang dikatakan Jahshua, kita harus, “dilahirkan kembali dari air dan Roh” untuk bisa masuk ke dalam kerajaan Jahweh. Dan air dan Roh adalah satu-satunya syarat dari Jahweh untuk dilahirkan kembali.
Kecuali kalau seseorang dilahirkan kembali dari air dan Roh, semua upayanya untuk menjadi orang benar di hadapan Jahshua adalah sia-sia. Seseorang tidak bisa dilahirkan kembali dengan korban, sumbangan, atau ibadahnya. Mungkin ia berpikir bahwa karena hanya Jahweh yang tahu siapa yang dilahirkan kembali, ia juga tidak tahu apakah dirinya sudah dilahirkan kembali atau belum. 
Mungkin pikiran yang demikian menyenangkan bagi dia, tetapi kelahiran kembali tidak bisa disembunyikan di bawah meja. Ia pasti akan bisa mengetahuinya, dan orang-orang yang ada di sekitarnya juga akan merasakannya. 
Mungkin kita tidak akan merasakannya secara fisik, tetapi kita pasti akan merasakannya dengan jelas secara rohani. Orang-orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali adalah orang-orang yang percaya yang dilahirkan sekali lagi melalui firman Jahweh, firman air, darah, dan Roh. Tetapi orang-orang yang tidak dilahirkan kembali tidak akan memahaminya seperti Nikodemus juga tidak memahaminya. 
Karena itu kita harus mendengarkan firman kebenaran, penebusan melalui baptisan dan darah Jahshua. Ketika kita mendengar dan memahami firman Jahweh kita bisa menemukan kebenaran yang ada di dalamnya. Karena itu sangat penting bagi kita untuk membuka pikiran kita dan mendengarkan secara seksama. 
“Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh” (Yohanes 3:8).
Ketika seseorang yang belum dilahirkan kembali membaca bagian ini, ia akan berpikir, “Ah! Jahshua mengatakan bahwa saya tidak tahu kapan saya dilahirkan kembali. Tidak ada seorangpun yang tahu!” Dan pemikiran itu menyenangkannya. Tetapi hal itu tidak benar. Kita mungkin saja tidak tahu dari mana datangnya angin atau kemana perginya, tetapi Jahweh tahu segala sesuatu. 
Bahkan di antara orang-orang yang dilahirkan kembali, ada beberapa yang semula tidak menyadarinya. Ini bisa dipahami. Tetapi di dalam hati orang yang demikian, ada berita: firman penebusan melalui baptisan dan darah Jahshua. 
Inilah kesaksian tentang dilahirkan kembali. Orang yang mendengarkan Injil dan menyadari, “Oh, sekarang saya tidak memiliki dosa. Kemudian, saya diselamatkan dan dilahirkan kembali.” Ketika ia percaya dan mentaati Injil air dan Roh di dalam hatinya, ia menjadi orang benar, anak Jahweh. 
Mungkin ada orang yang bertanya, “Sudahkah anda dilahirkan kembali?” dan ia menjawab, “Belum.” “Kemudian, sudahkah anda diselamatkan?” “Ya, saya percaya bahwa saya sudah diselamatkan.” Tetapi kalau demikian ia membuat pernyataan yang saling bertentangan, bukan? Ia mengatakan hal itu karena ia berpikir bahwa kalau seseorang dilahirkan kembali, ia harus berubah juga secara dagingnya. 
Orang-orang yang demikian beranggapan bahwa dilahirkan kembali adalah sesuatu yang menyerupai perubahan yang radikal di dalam gaya hidupnya. Tetapi yang sebenarnya adalah bahwa mereka tidak memahami injil dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
Ada banyak orang-orang yang tidak memahami makna dari dilahirkan kembali. Itu sangat memprihatinkan sekali. Itu bukan hanya untuk orang-orang awam, tetapi banyak pemimpin gereja yang bekerja di dalam pemahaman yang keliru demikian. Hati dari orang-orang yang dilahirkan kembali sangat berduka karena orang-orang yang demikian.
Kalau kita merasakan demikian, betapa lebih lagi hal itu mendukakan Jahshua Jahweh kita yang ada di surga? Mari kita dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil dilahirkan kembali dari baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib.
Dilahirkan kembali dan diselamatkan adalah hal yang sama. Tetapi banyak yang tidak memahami kebenaran ini. Dilahirkan kembali berarti bahwa dosa-dosa seseorang yang ada di dalam hatinya dibasuhkan melalui percaya kepada Injil air dan Roh. Hal itu berarti menjadi benar melalui iman di dalam baptisan Jahshua dan pengorbananNya di Kayu Salib.
Sebelum dilahirkan kembali, manusia berdosa, tetapi setelahnya, ia sepenuhnya tanpa dosa sebagai manusia baru. Ia sudah menjadi anak Jahweh dengan percaya kepada Injil keselamatan. 
Dilahirkan kembali berarti mengenakan jubah baptisan Jahshua, mati di Kayu Salib dengan Jahshua, dan dibangkitkan dengan Dia. Itu berarti bahwa manusia menjadi orang benar melalui firman baptisan dan Kayu Salib Jahshua. 
Ketika seseorang dilahirkan dari rahim ibunya, ia adalah orang berdosa. Tetapi setelah ia mendengar Injil yang sejati tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh, ia dilahirkan kembali dan menjadi orang benar.
Dalam penampilan luar ia nampak tidak berubah, tetapi ia dilahirkan kembali di bagian dalam, yaitu di dalam rohnya. Inilah arti dari dilahirkan kembali. Tetapi hanya sedikit saja yang memahami kebenaran ini; bahkan satu dalam sepuluh ribu saja tidak. Setujukah anda bahwa hanya sedikit saja orang yang memahamu makna yang sesungguhnya dari dilahirkan kembali? 
Orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh dan dilahirkan kembali bisa membedakan anatara orang-orang yang dilahirkan kembali dengan orang-orang Kristen pada umumnya.
 

JAHSUA YANG MENGATUR ANGIN

Siapa yang tahu orang yang diselamatkan?
Hanya orang yang dilahirkan kembali.
 
“Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.” Jahshua berbicara mengenai orang-orang yang tidak dilahirkan kembali. Orang-orang yang dilahirkan kembali mengerti tentang dilahirkan kembali, tetapi Nikodemus tidak. Jahweh mengetahui siapa yang dilahirkan kembali, dan orang-orang yang dilahirkan kembali sendiri juga mengetahuinya. 
Tetapi orang-orang yang tidak dilahirkan kembali tidak mengetahui bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali sama seperti mereka tidak tahu darimana datangnya angin dan kemana perginya. 
Bisakah anda memahami hal ini? Siapa yang menggerakkan angin? Jahweh. Siapa yang menciptakan angin? Jahweh di surga. Siapa yang mengendalikan iklim di bumi, mengalirkan angin dan air? Dan siapa yang meletakkan nafas kehidupan ke dalam semua makhluk hidup? Dengan kata lain, siapa yang menciptakan semua kehidupan di dunia ini dan membuatnya berkembang? Tidak ada yang lain kecuali Jahshua Kristus. Dan Jahshua adalah Jahweh. 
Ketika kita tidak mengenal Injil air, darah dan Roh, kita tidak bisa dilahirkan kembali dan tidak bisa mengajar ol akan perkara rohani, juga. Jahshua mengatakan kepada kita bahwa kecuali kalau seseorang dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak bisa dilahirkan kembali. 
Kita harus percaya kepada Injil air dan Roh, Injil yang berkuasa untuk membuat kita dilahirkan kembali. Roh Kudus masuk dan berdiam di dalam pikiran orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh. 
Jahshua Kristus dibaptiskan untuk menghapuskan segala dosa manusia, dan Ia mencurahkan darahNya di Kayu Salib untuk membayar hutang dosa itu. Ia sudah menggenapkan keselamatan dilahirkan kembali di dalam hati semua manusia. Ketika kita percaya kepada Injil ini, Roh Kudus masuk ke dalam jiwa kita. Inilah keselamatan dilahirkan kembali. Ketika kita percaya kepada pembasukan segala dosa melalui baptisan Jahshua dan darahNya, kita sungguh-sungguh dilahirkan kembali. 
Di dalam Kejadian 1:2 dituliskan, “Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Jahweh melayang-layang di atas permukaan air” Tertulis di sini bahwa Roh Jahweh melayang-layang di atas permukaan air. Roh Jahweh bergerak di luar permukaan bumi. 
Itu berarti bahwa Roh Kudus tidak bisa masuk ke dalam hati orang-orang berdosa. Hati seseorang yang tidak dilahirkan kembali ada dalam keadaan kacau balau, dipenuhi dengan kegelapan dosa. Karena itu Roh Jahweh tidak bisa berdiam di dalam hatinya. 
Jahweh menetapkan terang InjilNya untuk menerangi hati orang-orang berdosa. Jahweh mengatakan, “Jadilah terang,” dan kemudian terang itu jadi. Sesudah itu, dan hanya sesudah itu, Roh Jahweh bisa berdiam di dalam hati manusia. 
Karena itu, di dalam hati orang-orang yang dilahirkan kembali, mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh, berdiam Roh Jahweh. Itulah arti dari keberadaan mereka yang “dilahirkan kembali.” Mereka dilahirkan kembali di dalam hati mereka karena mereka mendengar kepada firman keselamatan air dan Roh dan percaya kepada firman itu! 
Bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali? Jahshua sudah menjelaskan kepada Nikodemus, orang Farisi itu, dengan mengatakan, “sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Jahweh.” Nikodemus mengatakan, “Bagaimana kita bisa dilahirkan kembali dari air dan Roh? Bisakah kita masuk kembali ke dalam rahim ibu dan kemudian dilahirkan kembali?” Tentu saja, ia mengartikannya secara literal dan tidak bisa memahami bagaimana seorang manusia bisa dilahirkan kembali. 
Dan Jahshua mengatakan kepadanya, “Engkau seorang pengajar, dan engkau tidak mengerti apa maksudnya?” Jahshua mengatakan kepadanya bahwa kalau seseorang tidak dilahirkan kembali dari air dan Roh, ia tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga atau bahkan melihatnya. Jahshua mengatakan kepada Nikodemus tentang kebenaran dilahirkan kembali. 
Benar sekali bahwa ada banyak orang yang percaya kepada Jahshua tanpa dilahirkan kembali. Kebanyakan orang Kristen seperti Nikodemus yang tidak sungguh-sungguh dilahirkan kembali.
Nikodemus adalah seorang pemimpin rohani bangsa Israel pada masa itu, sama dengan pemimpin gereja di jaman sekarang ini. Di dalam istilah modern, ia bisa disamakan dengan anggota mahkamah agama. Dalam standar kehidupan keagamaan ia adalah seorang guru, seorang rabbi orang Yahudi. Ia juga seorang ahli yang disegani. 
Di Israel pada jaman itu, tidak ada lembaga yang bisa disamakan dengan sekolah jaman sekarang, sehingga orang-orang akan pergi ke Bait Jahweh atau sinagog untuk belajar di bawah bimbingan “orang terpelajar.” Mereka adalah para pengajar bangsa itu. Sama seperti jaman ini, ada juga banyak guru-guru palsu juga. Dan mereka mengajar orang lain tanpa dirinya dilahirkan kembali. 
Di jaman ini banyak juga pemimpin agama, pejabat gereja, pengajar-pengajar, penatua-penatua dan diakon-diakon, yang belum dilahirkan kembali. Seperti Nikodemus, mereka tidak mengenal kebenaran tentang dilahirkan kembali. Banyak yang bahkan berpikir bahwa mereka harus masuk ke dalam rahim ibunya lagi supaya bisa dilahirkan kembali. Mereka tahu bahwa mereka harus dilahirkan kembali, tetapi mereka tidak tahu caranya. 
Dan karena ketidaktahuan mereka, seperti orang buta meraba gajah untuk memahaminya melalui tangannya, pengajaran mereka hanya didasari oleh perasaan dan pengalaman pribadi semata. Mereka mengajarkan nilai-nilai duniawi di dalam gereja. Dan karena itu, banyak orang yang setia terhalang untuk dilahirkan kembali. 
Dilahirkan kembali tidak ada hubungannya dengan perbuatan baik kita. Kita dilahirkan kembali melalui percaya kepada firman air, darah dan Roh yang diberikan Jahweh kepada kita. Injil Jahweh inilah yang mengubahkan kita dari orang berdosa menjadi orang benar. 
Jahshua mengucapkan kata-kata ini, “Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?” Dan memang, orang-orang tidak percaya ketika Jahshua menjelaskan kepada mereka bahwa kebenaran penghapusan dosa sudah digenapkan melalui baptisanNya. Apa yang tidak mereka percayai? Mereka tidak percaya bahwa penebusan mereka menjadi mungkin karena baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib. Inilah yang dimaksudkanNya ketika Ia berkata bahwa orang-orang tidak akan percaya kepadaNya kalau Ia berbicara kepada mereka tentang “hal-hal sorgawi.” 
Untuk membasuh kita dari segala dosa kita, Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dan mati di Kayu Salib, dan kemudian dibangkitkan dari kematian untuk meratakan jalan untuk orang-orang berdosa supaya bisa dilahirkan kembali. 
Karena itu Jahshua menjelaskan kepada Nikodemus dengan mengutip dari Perjanjian Lama. “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:13-15). Seperti Musa meninggikan ular tembaga di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan untuk memungkinkan siapa saja yang percaya kepadaNya memiliki kehidupan yang kekal. 
Apa yang dimaksudkan oleh Jahshua ketika Ia mengatakan, “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan?” Ia mengutip satu bagian dari Perjanjian Lama untuk menggambarkan bagaimana baptisan dan darahNya akan membawa pengudusan bagi segala dosa manusia. 
Bagi Jahshua supaya Dia mati di Kayu Salib, supaya Dia diangkat, Dia harus terlebih dahulu menanggung segala dosa dunia dengan cara dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. Karena Jahshua tidak memiliki dosa, Ia tidak bisa disalibkan di Kayu Salib. Supaya Ia bisa disalibkan, Ia harus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dan dengan itu menanggung segala dosa manusia ke atas DiriNya. 
Hanya dengan menanggung segala dosa kita dan membayar semuanya dengan darahNya, Ia bisa menyelamatkan semua orang berdosa dari kebinasaan. Jahshua memberikan kepada kita keselamatan dari dilahirkan kembali oleh air dan Roh. 
Karena itu semua orang yang percaya kepada Jahshua sebagai Juruselamat mengenakan pakaian baptisanNya, mati dengan Dia, dan dilahirkan kembali dengan Dia. Kemudian, Nikodemus sampai kepada pemahaman akan hal ini. 
 

SAMA SEPERTI ULAR DITINGGIKAN

Mengapa Jahshua disalibkan?
Karena Ia menanggung segala dosa melalui baptisanNya.

Apa anda mengenal kisah tentang bagaimana Musa meninggikan ular tembaga di padang gurun? Kisah itu tertulis di dalam Bilangan pasal 21. Dikatakan di sana bahwa hati orang-orang Israrel menjadi sangat lemah setelah peristiwa Keluaran dari Mesir, yang membuat mereka berkata-kata menentang Jahweh dan Musa. 
Sebagai akibatnya, Tuhan mengirimkan ular-ular berbisa ke antara orang-orang itu, yang masuk ke dalam kemah mereka dan menggigit serta membunuh mereka. Setelah mereka digigit, tubuh mereka membengkak dan banyak yang kemudian mati. 
Ketika orang-orang itu mulai mati, Musa, pemimpin mereka, berdoa kepada Jahweh. “Tuhan, selamatkanlah kami.” Jahweh memerintahkan agar dia membuat tiruan ular berbisa itu dengan tembaga dan meletakkannya di atas sebuah tiang. Jahweh mengatakan bahwa siapa saja yang memandangnya akan hidup. Musa melakukan tepat seperti yang diperintahkan dan memberitahukan tentang firman Jahweh kepada seluruh bangsa itu. 
Semua yang percaya kepada kepada perkataannya dan memandang kepada ular tembaga itu akan disembuhkan. Demikian juga, kita harus disembuhkan dari gigitan Iblis yang beracun. Orang-orang Israel mendengar kepada apa yang dikatakan Musa dan memandang kepada ular tembaga di atas tiang itu, dan karena itu mereka disembuhkan. 
Wahyu yang ada di dalam ular tembaga di tiang itu adalah bahwa kebinasaan karena segala dosa manusia sudah ditanggungkan kepada Jahshua Kristus melalui baptisan dan kematianNya di Kayu Salib. Ia menanggung semuanya itu untuk membayar upah dari dosa semua orang berdosa di dunia ini. Dengan ini, Ia menghentikan penghukuman bagi segala dosa kita. 
Jahshua Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan semua manusia, yang ditentukan untuk mati karena “racun dari si ular,” cobaan dari Iblis. Untuk membayar semua dosa kita, Ia harus dibaptiskan dan mati di Kayu Salib sebelum dibangkitkan untuk menyelamatkan orang-orang yang percaya kepadaNya. 
Sama seperti orang-orang Israel di dalam Perjanjian Lama dilepaskan ketika mereka memandang kepada ular yang ada di tiang itu, saat ini orang-orang yang percaya kepada Jahshua dan memiliki iman bahwa Ia membayar semua hutang dosa bagi kita melalui baptisan dan darahNya bisa diselamatkan dan dilahirkan kembali. 
Jahshua membayar lunas segala dosa dunia melalui baptisanNya oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, kematianNya di Kayu Salib, dan kebangkitanNya dari kematian. Sekarang, semua orang yang percaya kepadaNya bisa mendapatkan berkat keselamatan melalui anugerahNya. 
“Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia” (Yohanes 3:13). Sebagai kompensasi untuk dosa kita, Jahshua dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib dan membuka pintu gerbang surga bagi kita. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” kata Jahshua di dalam Yohanes 14:6. 
Karena Jahshua dibaptiskan dan disalibkan di Kayu Salib untuk membuka pintu gerbang surga bagi kita, semua yang percaya kepada keselamatan melaluiNya diselamatkan. Jahshua sudah membayar bagi dosa-dosa kita, jadi siapa saja yang percaya kepada kebenaran air, darah dan Roh bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga. 
Jahshua menyelamatkan kita dengan Injil air dan Roh. Dilahirkan kembali berasal dari kepemilikan atas iman kepada baptisan dan darah Jahshua dan kepada kenyataan bahwa Ia adalah Jahweh. 
“Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan” (Yohanes 3:14). Apa yang dimaksudkan ayat ini? Mengapa Jahshua harus disalibkan? Apakah Ia melakukan dosa sama seperti kita? Apakah Ia tidak sempurna sama seperti kita? Tidak, Ia tidak demikian? 
Kemudian, mengapa Ia harus disalibkan? Hal itu adalah untuk menyelamatkan kita dan menjadi kompensasi untuk segala dosa kita. Ia dibaptiskan dan disalibkan untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita. 
Inilah kebenaran keselamatan, tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh. Jahshua memberikan kehidupan baru kepada semua orang yang percaya kepada baptisan dan kematianNya di Kayu Salib, yang adalah kompensasi bagi dosa-dosa kita. 
 


MAKNA DARI AIR DAN ROH 


Apakah makna dari air dan Roh?
Air berarti baptisan Jahshua dan Roh berarti keberadanNya sebagai Jahweh.
 
Alkitab menjelaskan bahwa ketika kita percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, kita harus dilahirkan kembali. Menjadi anak-anak Jahweh, yaitu dilahirkan kembali, diperoleh melalui firman Jahweh yang tertulis, Injil air, darah dan Roh yang adalah kompensasi bagi dosa-dosa kita. 
Menurut Alkitab, “air” berarti baptisan Jahshua (1 Petrus 3:21), dan “Roh” berarti bahwa Jahshua adalah Jahweh. Dan inilah kebenaran dilahirkan kembali, bahwa Jahshua datang ke dunia ini dalam rupa manusia untuk membayar bagi dosa-dosa kita melalui baptisan dan darahNya. 
Ia menanggung segala dosa kita dan membayar upah dosa kita dengan mati di Kayu Salib. Dengan dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib, Ia menyelamatkan semua yang percaya kepadaNya. 
Kita harus menyadari bahwa baptisan dan darah Jahshua mewakili keselamatan kita dalam arti bahwa hal-hal itu yang menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Hanya orang-orang yang sudah dilahirkan kembali dari air dan Roh yang bisa melihat dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jahshua menyelamatkan kita dengan air baptisanNya, darahNya dan Roh. Apakah anda percaya kepada hal ini? 
Jahshua adalah Imam Besar surgawi yang datang ke dunia ini untuk membayar dosa-dosa dunia. Ia dibaptiskan, mencurahkan darahNya di Kayu Salib dan dibangkitkan, dan dengan itu menjadi Juruselamat bagi semua yang percaya kepadaNya. 
Jahshua mengatakan di dalam Yohanes 10:7, “Akulah pintu ke domba-domba itu.” Jahshua berdiri di pintu gerbang surga. Siapa yang membuka pintu itu bagi kita? Jahshua Kristus. 
Ia memalingkan wajahNya dari orang-orang yang percaya kepadaNya tanpa mengenal kebenaran akan keselamatanNya. Ia tidak mengijinkan mereka yang tidak percaya kepada baptisan, darah dan RohNya untuk dilahirkan kembali. Ia memalingkan wajahNya dari semua orang yang tidak percaya kepada firmanNya yang tertulis, yang menolak untuk menerima kekudusanNya, dan yang tidak mau mengakui Dia sebagai Jahweh. 
Siapa saja yang menolak untuk percaya kepada kebenaran yang tertulis bahwa Ia datang ke dunia ini dalam daging, dibaptiskan, dan mati di Kayu Salib untuk menjadi kompensasi bagi segala dosa dunia, atau bahwa Ia mati di Kayu Salib untuk menerima penghakiman menggantikan kita, atau bahwa Ia dibangkitkan pada hari yang ketiga setelah penyaliban, dibuang olehNya dan akan binasa. Sebagaimana tertulis, “Upah dosa adalah maut.”
Tetapi orang-orang yang percaya kepada berkat penebusan melalui baptisan dan darahNya, yang sudah menjadi kudus di dalam hati mereka, diijinkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Ini adalah Injil dilahirkan kembali yang benar, Injil yang datang kepada kita dengan air, darah, dan Roh. Untuk dilahirkan kembali dari air dan Roh adalah Injil surgawi. Hanya orang-orang yang percaya kepada baptisan dan darah Jahshua bisa dilahirkan kembali. Mereka yang percaya kepada Injil air, darah dan Roh adalah tidak memiliki dosa; mereka adalah orang-orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali. 
Tetapi saat ini, sama seperti Nikodemus tidak mengenal kebenaran, banyak orang yang percaya kepada Jahshua tanpa memahami Injil yang sejati. Betapa sebenarnya Nikodemus adalah anggota masyarakat yang sangat terhormat! Tetapi ia mendengar Injil dari Jahshua, dan kemudian, ketika Jahshua disalibkan, ia adalah orang yang datang untuk menguburkan tubuhNya. Pada saat itu Nikodemus sudah sepenuhnya percaya.
Jaman sekarang, terlalu banyak di antara kita yang tidak mengenal kebenaran tentang air dan Roh Jahshua. Lebih lagi, banyak orang yang tidak menerima kebenaran ketika mereka mendapat kesempatan untuk mendengar Injil yang benar. Hal itu sangatlah memprihatinkan. 
Jahshua memungkinkan kita semua untuk bisa dilahirkan kembali. Apa yang membuat kita dilahirkan kembali? Hal itu adalah air, darah dan Roh. Jahshua menghapuskan segala dosa kita ketika Ia dibaptiskan. Ia mati di Kayu Salib dan kemudian dibangkitkan dari kematian. 
Dan Ia memberikan kepada mereka yang percaya berkat dilahirkan kembali. Jahshua adalah Juruselamat yang memungkinkan semua orang yang percaya kepadaNya untukdk. Berdoalah agar anda akan selalu bersama dengan Jahshua, yang menciptakan langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya. 
Yohanes 3:16 mengatakan, “Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kita sudah mendapatkan kehidupan kekal dengan percaya kepada Jahshua. Kita sudah dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Adalah suatu kebenaran bahwa kalau kita percaya kepada Injil keselamatan, baptisan dan darah Jahshua, dan bahwa Jahshua adalah Juruselamat dan Jahweh, kita bisa diselamatkan. 
Tetapi kalau kita tidak percaya kepada kebenaran ini, kita akan dilemparkan ke dalam neraka sampai selamanya. Inilah sebabnya Jahshua berkata kepada Nikodemus, “Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?”
Apa yang dilakukan Jahweh bagi kita? Keselamatan melalui Jahshua memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali. Jahshua menyelamatkan kita dari dunia, Iblis dan dosa-dosa dunia. Untuk menyelamatkan orang-orang berdosa di dunia ini dari penghukuman dosa, Ia menanggung segala dosa kita melalui baptisanNya, disalibkan di Kayu Salib dan kemudian bangkit dari kematian. 
Kita yang memilih untuk percaya kepada keselamatan ini atau tidak. Keselamatan dilahirkan kembali berasal dari iman kepada keselamatan melalui baptisan dan darah Jahshua.
Dikatakan bahwa ada dua macam berkat yang dicurahkan Jahweh kepada kita. Yang pertama adalah berkat umum, yang di dalamnya termasuk semua yang ada di alam ini, termasuk matahari dan udara. Ini yang disebut sebagai berkat umum karena hal itu diberikan kepada semua manusia baik orang berdosa maupun orang benar. 
Kemudian, apakah berkat yang khusus? Berkat khusus adalah dilahirkan kembali dari air dan Roh, yang menyelamatkan semua orang berdosa dari maut karena dosa-dosa mereka. 
 

BERKAT KHUSUS 

Apakah berkat Jahweh yang khusus?
Ia membuat kita dilahirkan kembali melalui baptisan, penyaliban, dan kebangkitanNya.
 
Dikatakan di dalam Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Jahweh akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Hal ini menjelaskan berkat yang khusus dari Jahweh: Jahshua datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan membasuh segala dosa kita dengan dibaptiskan dan disalibkan bagi kita. Inilah berkat yang khusus dari Allah, kebenaran bahwa kita sudah diselamatkan dari segala dosa kita. 
Adalah suatu kenyataan bahwa Jahshua sudah menyelamatkan kita dan mengubahkan kita dari keadaan sebagai orang berdosa menjadi orang benar. Anda juga bisa memiliki berkat khusus dari Jahweh ini hanya dengan percaya kepada kebenaran ini. Apakah anda percaya? 
Semua iman anda akan menjadi sia-sia kalau anda menolak berkat khusus Jahweh ini tidak peduli bagaimanapun setianya anda menjalani kehidupan di sepanjang hidup anda. 
Saya selalu berkhotbah dan saya tidak pernah lupa untuk mengkhotbahkan bahwa kepercayaan kepada baptisan Jahshua dan Kayu SalibNya adalah satu-satunya jalan untuk dilahirkan kembali. Setiap Kitab di dalam Alkitab menyatakan bahwa berkat dilahirkan kembali melalui Jahshua adalah “berkat khusus dari Jahweh” yang sedang kita bicarakan. Tidak ada sesuatupun yang bisa menggambarkan berkat Jahweh lebih baik dibandingkan dengan keselamatan orang berdosa melalui baptisan Jahshua dan penyalibanNya. 
Baptisan Jahshua dan penyalibanNya adalah berkat khusus dari Jahweh. Guru-guru palsu di dalam dunia ini tidak berbicara apapun mengenai hal ini. Guru-guru palsu itu muncul dalam rupa malaikat terang, yang dipersenjatai dengan moral kekristenan dan kemanusiaan. Ya, itu benar sekali. Mujizat-mujizat yang mereka lakukan, peyembuhan orang-orang sakit semua adalah perkara kejahatan kalau mereka melakukannya tanpa ada hubungannya dengan berkat khusus dari Jahweh.
Berkat khusus dari Jahweh inilah yang memberikan kepada kita orang-orang berdosa Injil pengudusan. Dengan berkat khususNya, Jahweh memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali. Ia membuat kita menjadi baru melalui baptisan, darah, kematian, dan kebangkitanNya. Ia menjadikan kita anak-anakNya, bebas dari dosa. 
Percayakah anda akan hal ini? ─ Ya. ─ Sudahkah anda sungguh-sungguh diberkati ─ Ya. ─ Baptisan Jahshua dan darah, kematian dan kebangkitanNya adalah berkat khusus yang diberikan Jahweh kepada kita melalui air dan Roh. Inilah Injil berkat khusus. Puji Tuhan yang menyelamatkan kita melalui berkat khususNya. 
Sangat memprihatinkan bahwa begitu banyak orang Kristen yang setia hari ini tidak mengenal berkat khusus dari Jahweh, Injil baptisan dan darah, tentang dilahirkan kembali dari air dan Roh. Mereka berusaha secara buta untuk menemukan jalan dalam teologi dan moral agama mereka. Betapa mereka tidak tahu! 
Kekristenan sudah berada di antara kita begitu lama dan sudah hampir lima ratus tahun sejak Reformasi, tetapi masih saja, begitu banyak orang di Korea dan di seluruh dunia yang tidak mengerti tentang kebenaran dilahirkan kembali dan berkat khusus dari Jahweh. 
Tetapi saya berharap bahwa Ia akan memberi kesempatan kepada mereka untuk mengenal kebenaran sekarang karena kita ada di jaman yang mendekati akhir dunia ini.
Orang-orang berdosa harus dilahirkan kembali dan menerima kebenaran air dan Roh untuk bisa menjadi orang-orang benar dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Banyak orang Kristen berusaha keras untuk dilahirkan kembali. 
Tetapi kalau mereka berusaha tanpa mengerti makna yang sesungguhnya dari dilahirkan kembali, iman mereka sia-sia. Mereka mengatakan bahwa mereka harus dilahirkan kembali untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, tetapi mereka tidak punya petunjuk tentang kebenaran mengenai dilahirkan kembali. 
Mereka hanya menduga bahwa karena mereka percaya dengan setia, karena mereka merasakan api di dalam hati mereka, mereka bisa dilahirkan kembali. Tetapi berusaha untuk dilahirkan kembali dengan didasari oleh perasaan pribadi atau usaha keagamaan yang giat hanya bisa membawa kepada iman yang tidak tepat. 
 


FIRMAN JAHWEH YANG MEMBUAT KITA SUNGGUH-SUNGGUH DILAHIRKAN KEMBALI 


Apa perbedaan iman dengan agama?
Iman adalah percaya kepada yang dilakukan Jahshua untuk menyelamatkan kita, dan agama berarti berharap kepada pemikiran dan upaya seseorang.

Tertulis dengan jelas di dalam 1 Yohanes 5:4-8 bahwa kita bisa dilahirkan kembali hanya dengan percaya kepada air, darah dan Roh. Kalau kita mau dilahirkan kembali, kita harus senantiasa mengingat bahwa kita bisa dilahirkan kembali hanya melalui firman Jahweh yang tertulis, firman kebenaran. Kita harus tahu bahwa penglihatan, berbicara dalam bahasa lidah atau pengalaman yang sensasional tidak pernah membawa kita untuk dilahirkan kembali.
Jahshua mengatakan di dalam Yohanes pasal 3 bahwa seseorang tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga kecuali kalau ia sudah dilahirkan kembali dari air dan Roh. Kalau seseorang mau dilahirkan kembali, ia secara umum percaya kepada Jahshua dengan dua cara. Yang pertama, orang cenderung percaya kepada Jahshua dengan cara agama, mengakui dosa-dosanya melalui hukum Jahweh. Pertama kali seseorang percaya kepada Jahshua, hal itu adalah melalui hukum Jahweh dan kesadaran akan keadaannya sebagai orang berdosa yang sangat mengerikan. 
Kita jangan sampai percaya kepada Jahshua sesuai dengan salah satu dari antara banyak agama di dunia ini. Kekristenan bukanlah agama. Kekristenan adalah satu-satunya jalan untuk mendapatkan kehidupan kekal melalui iman. 
Semua orang yang percaya kepada Jahshua sebagai suatu agama akan berakhir dengan tangan kosong saja. Ia akan tetap berada dalam keadaan hati yang penuh dengan dosa, kekacauan, dan kekosongan. Bukankah ini sebuah kebenaran? Anda tidak akan ingin menjadi seorang munafik seperti orang-orang Farisi yang ada di dalam Alkitab. 
Semua orang ingin menjadi orang Kristen yang dilahirkan kembali. Tetapi ketika seseorang percaya kepada kekristenan hanya sebagai agama, ia hanya akan berakhir sebagai seorang munafik yang hatinya penuh dengan dosa. Kita harus mengenal kebenaran dilahirkan kembali. 
Semua orang yang percaya kepada kekristenan hanya sebagai agama tanpa dilahirkan kembali pasti akan berakhir dengan kebingungan dan kekosongan di dalam hatinya. Kalau seseorang percaya kepada Jahshua tetapi tidak dilahirkan kembali, kepercayaannya itu tidak benar. Karena itu ia hanya akan menjadi seorang yang palsu saja, yang berusaha keras menampakkan diri sebagai orang suci di hadapan orang-orang lain tetapi gagal sepenuhnya. 
Selama anda percaya kepada kekristenan hanya sebagai agama, anda akan selalu menjadi orang berdosa, orang munafik, dan menjalani hari-hari anda meratapi dosa-dosa anda. Kalau anda mau dibebaskan dari dosa-dosa anda, anda harus percaya kepada kebenaran yang tertulis, Injil air, darah dan Roh. 
 


MENEMUKAN RAHASIA PENEBUSAN MELALUI BAPTISAN JAHSHUA 


Apa yang membuat kita dilahirkan kembali?
Baptisan Jahshua, kematianNya di Kayu Salib dan kebangkitanNya.

Alkitab mengatakan bahwa siapa saja bisa dilahirkan kembali melalui firman Jahweh, yang tidak pernah berubah. Sekarang, mari kita melihat apa yang dikatakan rasul Petrus di dalam 1 Petrus 3:21. “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan.”
Di dalam Alkitab, dituliskan bahwa baptisan Jahshua adalah kiasan yang menyelamatkan kita. Semua orang yang percaya kepada Jahshua harus mengerti, bukan mengenai baptisan kita sendiri, tetapi mengenai baptisan Jahshua. Baptisan Jahshua memberikan kepada kita orang-orang berdosa kehidupan yang baru. Percayalah, dan anda akan dilahirkan kembali dan mendapatkan berkat keselamatan.
Dengan memahami bahwa keselamatan diperoleh melalui percaya kepada baptisan Jahshua, kita bisa diselamatkan, menjadi orang benar, dan mendapatkan kehidupan kekal. Dengan kata lain, ketika kita percaya kepada keselamatan melalui firman Jahweh, dosa-dosa kita akan dibasuh untuk selamanya. 
Untuk dilahirkan kembali berarti dilahirkan untuk yang kedua kali. Kebanyakan kita biasanya memulai dengan percaya kepada Jahshua sebagai suatu agama, dan kemudian kita dilahirkan kembali melalui iman ketika kita menyadari kebenaran. Nama Jahshua berarti, “Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka” (Matius 1:21).
Ketika kita percaya kepada Jahshua dan memahami dengan pasti apa yang sudah dilakukanNya bagi semua manusia, kita dibebaskan dari segala dosa kita dan dilahirkan kembali sebagai manusia yang baru. Pada awalnya kita percaya kepada Jahshua hanya sebagai agama, kemudian, ketika kita mendengar dan percaya kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya, kita dilahirkan kembali. 
Apakah kebenaran yang membuat kita dilahirkan kembali? Pertama-tama, adalah baptisan Jahshua, kemudian darah yang dicurahkanNya di Kayu Salib, dan yang terakhir adalah kebangkitanNya dari kematian. Dilahirkan kembali berarti percaya kepada Jahshua sebagai Jahweh kita, Juruselamat kita. Mari kita melihat bagaimana orang-orang di dalam Perjanjian Lama dilahirkan kembali. 
 


KOMPENSASI BAGI DOSA DI DALAM PERJANJIAN LAMA: PENUMPANGAN TANGAN DAN KORBAN DARAH 

 
Apakah Injil tentang dilahirkan kembali di dalam Perjanjian Lama? Pertama-tama, mari kita membaca Imamat pasal 1 dan membaca apa yang dikatakan di sana mengenai dilahirkan kembali. 
Di dalam Imamat 1:1-5, “TUHAN memanggil Musa dan berfirman kepadanya dari dalam Kemah Pertemuan: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba. Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia. Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya. Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan.””
Jahweh mengatakan kepada kita di dalam kitab Imamat tentang bagaimana bangsa Israel bisa dipersatukan dengan Jahweh melalui tata cara korban. Inilah kebenaran yang harus kita ketahui dan kita pahami. Karena itu mari kita melihat kata-kata itu. 
Jahweh memanggil Musa dan berbicara kepadanya dari Kemah Pertemuan. Ketika bangsa Israel melakukan dosa ketidaktaatan kepada hukum Jahweh, mereka bisa diperdamaikan dari dosa-dosa mereka dengan mempersembahkan ternak mereka yang tidak bercacat kepada Jahweh. 
Dan korban binatang itu haruslah yang sudah ditetapkan secara khusus oleh Jahweh dan semuanya haruslah yang tidak bercacat. Juga, mereka harus dikorbankan sesuai dengan aturan ritual yang sudah ditetapkan oleh Jahweh. Bentuk dari korban itu adalah sebagai berikut.
Kalau ada orang yang melakukan dosa di jaman Perjanjian Lama, mereka harus mempersembahkan korban di hadapan Jahweh untuk pengampunan dosa mereka. Pertama-tama, korban itu haruslah yang tidak bercacat, dan kemudian orang berdosa itu harus menumpangkan tangannya ke atas kepala binatang itu untuk memindahkan dosa-dosanya ke atas kepalanya. 
Sesudah binatang itu disembelih, darahnya harus disapukan ke tanduk-tanduk mezbah, dan sisanya dicurahkan ke tanah. Ini adalah ritual di Kemah Suci yang sudah diatur oleh Jahweh sebagai berkat penebusan. 
Hukum dan perintah Jahweh berisi 613 keterangan yang menjelaskan apa yang “harus,” atau “tidak boleh dilakukan.” Jahweh memberikan hukum dan perintahNya kepada bangsa Israel. Meskipun mereka tahu bahwa hukum dan perintah Jahweh itu benar, mereka tidak bisa hidup seturut dengan semuanya itu karena semua manusia dilahirkan dengan dua belas macam dosa yang diwarisi dari Adam. 
Karena itu, mereka kehilangan kemampuan untuk melakukan yang benar di hadapan Jahweh. Bangsa Israel kehilangan kemampuan untuk menjadi orang-orang benar. Bahkan, mereka tidak bisa tidak melakukan dosa, bahkan ketika mereka berusaha keras untuk tetap bebas dari dosa. Sudah menjadi penentuan bahwa semua manusia dilahirkan dan mati sebagai orang berdosa. 
Tetapi Jahweh, dalam kasih karuniaNya yang tidak terbatas, memberikan kepada umatNya cara pengorbanan yang melaluinya umatNya bisa diperdamaikan dari dosa-dosa mereka. Ia menyiapkan tata cara ritual Kemah Suci sehingga orang-orang Israel dan semua manusia di seluruh dunia ini bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka. Ia menyatakan melalui cara pengotbanan itu kasih kebenaranNya kepada semua manusia. Ia menunjukkan kepada dunia jalan kepada keselamatan. 
Jahweh memberikan kepada manusia tata cara pengorbanan dan mentahbiskan kaum Lewi untuk melayani korban itu. Di antara 12 suku Israel, hanya kaum Lewi yang ditahbiskan untuk melayani korban bagi seluruh bangsa Israel. 
Musa dan Harun adalah kaum Lewi. Dan Alkitab mencatat tentang hukum dan peraturan yang mengatur mengenai korban di Kemah Suci, Injil pendamaian dengan penumpangan tangan. 
Karena itu, ketika kita sungguh-sungguh memahami tata cara pengorbanan dari kaum Lewi, kita sendiri juga bisa dilahirkan kembali. Inilah sebabnya kita harus mempelajari firman Jahweh yang berhubungan dengan korban di Kemah Suci. Inilah bagian yang terpenting di dalam Perjanjian Lama. Akhirnya, ketika kita sampai kepada Perjanjian Baru, kita sudah memiliki berkat dilahirkan kembali melalui air dan Roh.
 

PENDAMAIAN BAGI DOSA DI DALAM PERJANJIAN LAMA

Apakah sifat Jahweh?
Adil dan Penuh Kasih.
 
Jahweh memanggil Musa, dari antara kaum Lewi, ke Kemah Pertemuan dan menahbiskan saudaranya Harun sebagai Imam Besar. Harun yang akan menanggungkan dosa-dosa bangsa itu kepada korban penghapus dosa. 
Inilah sebabnya Jahweh berkata kepada Musa seperti yang tertulis di dalam Imamat 1:2. “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan persembahan kepada TUHAN, haruslah persembahanmu yang kamu persembahkan itu dari ternak, yakni dari lembu sapi atau dari kambing domba.” Jahweh menentikan korban persembahan itu. Kalau ada orang yang berusaha untuk diperdamaikan dari dosa-dosanya, ia harus mempersembahkan seekor lembu sapi atau dari kambing domba. 
Jahweh juga mengatakan kepada mereka, “Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia” (Imamat 1:3).
Korban itu diterima oleh Jahweh menggantikan hidup dari orang yang seharusnya mati untuk dosa-dosanya. Bangsa Israel bisa menanggungkan dosa-dosa mereka dengan menumpangkan tangan ke atas kepala binatang itu. Binatang korban harus dipersembahkan karena kehendak sukarela dari orang itu. Sekarang, mari kita lihat apa yang dikatakan ayat 4. 
“Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya,” korban persembahan kemudian diterima oleh Jahweh. Ketika seorang berdosa meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran, dosa-dosanya ditanggungkan kepada kepala binatang itu. Karena itu seorang berdosa harus meletakkan tangannya ke atas kepala binatang korban di hadapan Jahweh, sehingga kemudian Ia akan menerimanya dan memberikan pendamaian bagi dosa-dosanya. 
Lalu orang itu menyembelih binatang itu dan mengoleskan darahnya ke tanduk mezbah dan mencurahkan sisanya ke tanah di sisi mezbah. Untuk bisa membayar dosanya dan bebas dari dosa-dosa itu, seseorang harus mempersembahkan korban sesuai dengan hukum yang ditetapkan oleh Jahweh. 
Tertulis di dalam Imamat 1:5, “Kemudian haruslah ia menyembelih lembu itu di hadapan TUHAN, dan anak-anak Harun, imam-imam itu, harus mempersembahkan darah lembu itu dan menyiramkannya pada sekeliling mezbah yang di depan pintu Kemah Pertemuan.” Di dalam kemah suci itu, yaitu di dekat pintu masuknya, terdapat mezbah korban bakaran dengan tanduk-tanduk di keempat sisinya. 
Setelah meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran untuk menanggungkan dosa-dosanya, orang berdosa harus menyembelih korban bakaran, dan imam memercikkan darah binatang itu ke tanduk-tanduk itu. Tanduk-tanduk mezbah itu menunjuk kepada penghukuman atas dosa-dosa. Dengan demikian, meletakkan darah itu di tanduk berarti bahwa binatang itu sudah mencurahkan darahnya untuk membayar bagi dosa-dosa untuk orang-orang berdosa itu. Ketika Jahweh memandang kepada darah di tanduk-tanduk mezbah, Ia menghapuskan dosa-dosa orang berdosa itu. 
Mengapa korban persembahan harus mencurahkan darahnya? Karena “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23), dan karena nyawa makhluk hidup ada di dalam darahnya. Karena itu ada tertulis di dalam surat Ibrani, “tanpa pencurahan darah tidak ada pengampunan dosa” (Ibrani 9:22). Jadi, pencurahan darah dari korban persembahan menggenapi hukum Jahweh, yang mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. 
Yang sebenarnya, darah yang dikorbankan seharusnya adalah darah orang berdosa, tetapi korban penghapus dosa mencurahkan darahnya sebagai pengganti bagi pendamaiannya. Imam kemudian meletakkan darah itu di tanduk-tanduk mezbah untuk menegaskan bahwa upah dosa sudah dibayar lunas. 
Kalau kita membaca kitab Wahyu 20:11-15 di dalam Perjanjian Baru, kita bisa melihat bahwa tanduk-tanduk itu menunjuk kepada Kitab Penghakiman. Karena itu melatakkan darah di tanduk itu berarti meletakkan darah di Kitab Penghukuman. Hal itu untuk memberi kesaksian bahwa penghukuman bagi dosa sudah digenapi dengan penumpangan tangan dan darah korban penghapus dosa.
 

DOSA DICATAT DI DUA TEMPAT 
 
Segala dosa manusia di hadapan Jahweh ditulis di dua tempat. Yang satu adalah di dalam loh hati mereka, dan yang kedua di Kitab Penghukuman yang terbuka di hadapan Jahweh.
Ada tertulis di dalam Yeremia 17:1, “Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka.” 
Di dalam Imamat 17:11, dikatakan, “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya.” Darah adalah kehidupan makhluk, dan dosa-dosa kita bisa dibayar hanya dengan darah ini. Karena itu, darah diletakkan di tanduk-tanduk mezbah. Menurut hukum, hampir segala sesuatu dimurnikan dengan darah, dan tanpa percurahan darah tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22).
“Kemudian haruslah ia menguliti korban bakaran itu dan memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu. Anak-anak imam Harun haruslah menaruh api di atas mezbah dan menyusun kayu di atas api itu. Dan mereka harus mengatur potongan-potongan korban itu dan kepala serta lemaknya di atas kayu yang sedang menyala di atas mezbah. Tetapi isi perutnya dan betisnya haruslah dibasuh dengan air dan seluruhnya itu harus dibakar oleh imam di atas mezbah sebagai korban bakaran, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN” (Imamat 1:6-9).
Kemudian imam-imam memotong korban bakaran itu dan meletakkannya di dalam api mezbah. Tata cara ritual ini berarti bahwa kalau ada orang melakukan dosa di hadapan Jahweh, mereka harus mati dengan cara demikian dan mencurahkan darahnya serta dibuang ke dalam api neraka. Tetapi penghukuman itu ditanggung melalui korban penghapus dosa, sehingga orang itu bisa diperdamaikan dari dosa-dosa mereka. 
Persembahan korban bakaran adalah tata cara penghukuman dari hukum kebenaran Jahweh. Jahweh menggabungkan dua hukumNya, hukum kebenaran dan hukum kasih, ke dalam tata cara ritual pendamaian bagi semua manusia.
Karena Jahweh itu benar, Ia harus menghukum dan menjatuhi hukuman mati. Tetapi, karena Ia juga mengasihi umatNya, Ia memungkinkan mereka untuk menanggungkan segala dosa mereka kepada korban penghapus dosa. Di dalam Perjanjian Baru, karena Tuhan kita begitu mengasihi kita, Ia dibaptiskan dan disalibkan untuk menjadi korban penghapus dosa bagi kita orang-orang berdosa. Baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib menghapuskan segala dosa dunia.
 

PENEBUSAN BAGI DOSA SATU HARI DI DALAM PERJANJIAN LAMA 

Siapakah yang dilambangkan di dalam korban penghapus dosa yang tidak bercacat
di dalam Perjanjian Lama?
Jahshua Kristus.
 
Mari kita membaca Imamat 4:27. “Jikalau yang berbuat dosa dengan tak sengaja itu seorang dari rakyat jelata, dan ia melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, sehingga ia bersalah, maka jikalau dosa yang telah diperbuatnya itu diberitahukan kepadanya, haruslah ia membawa sebagai persembahannya karena dosa yang telah diperbuatnya itu seekor kambing betina yang tidak bercela. Lalu haruslah ia meletakkan tangannya ke atas kepala korban penghapus dosa dan menyembelih korban itu di tempat korban bakaran. Kemudian imam harus mengambil dengan jarinya sedikit dari darah korban itu, lalu membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah korban bakaran. Semua darah selebihnya haruslah dicurahkannya kepada bagian bawah mezbah. Tetapi segala lemak haruslah dipisahkannya, seperti juga lemak korban keselamatan dipisahkan, lalu haruslah dibakar oleh imam di atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN. Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu sehingga ia menerima pengampunan” (Imamat 4:27-31).
Keturunan Adam, bangsa Israel, dan semua manusia di dunia ini dilahirkan ke dalam dunia ini penuh dengan dosa. Kihati kita juga penuh dengan dosa. Ada segala macam dosa di dalam hati manusia: pikiran jahat, perzinahan, percabulan, pembunuhan, pencurian, kelicikan, dan kebodohan. 
Kalau seorang berdosa ingin diperdamaikan dari dosa satu hari, ia harus membawa seekor binatang yang tidak bercacat ke Kemah Suci. Kemudian ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala binatang itu dan memberikan darahnya kepada imam untuk dipersembahkan kepada Jahweh. Imam kemudian akan membawa sisa persembahan sehingga orang berdosa itu bisa diampuni dari segala dosanya. 
Tanpa hukum dan perintah Jahweh, manusia tidak akan tahu apakah ia seorang berdosa atau bukan. Ketika kita melihat diri kita melalui hukum dan perintah Jahweh, kita bisa mengenal dosa-dosa kita. Dosa-dosa kita tidak dihakimi berdasarkan standar kita, tetapi berdasarkan hukum dan perintah Jahweh.
Bangsa Israel pada umumnya melakukan dosa, bukan karena mereka menghendakinya, tetapi karena mereka dilahirkan dengan segala macam dosa di dalam hati mereka. Dosa-dosa yang dilakukan manusia karena kelemahannya disebut sebagai pelanggarannya. Dosa mencakup juga semua pelanggaran dan kelemahan yang dimiliki manusia. 
Semua manusia adalah makhluk yang tidak sempurna. Karena bangsa Israel juga tidak sempurna, mereka adalah orang-orang berdosa dan melakukan dosa-dosa. Semua pelanggaran dan kelemahan manusia bisa digolongkan dengan cara demikian. Ketika kita memiliki pikiran jahat di dalam hati kita, semuanya itu disebut sebagai dosa, dan ketika kita melakukan semuanya itu, maka hal itu disebut sebagai pelanggaran. Dosa-dosa dunia mencakup kedua jenis itu. 
Di dalam Perjanjian Lama, dosa ditanggungkan ke atas kepala binatang korban dengan cara penumpangan tangan. Setelah itu, orang berdosa itu menjadi tidak memiliki dosa dan karena itu tidak perlu mati bagi dosa-dosanya. Tata cara pengorbanan ini dengan demikian menggambarkan mengenai penghakiman yang adil dan kasih Jahweh. 
Karena Jahweh menciptakan kita dari debu tanah, kita memang debu tanah sejak awalnya. Meletakkan darah di tanduk mezbah dan mencurahkan sisanya di kaki mezbah itu berarti bahwa bangsa Israel sudah dibayar dari dosa-dosa mereka dan menghapuskan semua dosa-dosa mereka dari loh hati mereka. 
“Lemak korban dibakar oleh imam di atas mezbah menjadi bau yang menyenangkan bagi TUHAN.” Lemak di dalam Alkitab berarti Roh Kudus. Karena itu, untuk bisa diperdamaikan dari dosa-dosa kita, kita harus melakukannya dengan cara yang ditentukan oleh Jahweh. Kita juga harus memasukkan ke dalam hati kita pendamaian bagi dosa-dosa kita dengan cara yang dianggap layak oleh Jahweh.
Jahweh mengatakan kepada bangsa Israel bahwa korban penghapus dosa haruslah berupa kambing, domba, atau lembu. Korban penghapus dosa di dalam Perjanjian Lama adalah yang terpilih. Lembu adalah binatang yang bersih. Alasan bahwa korban penghapus dosa haruslah tidak bercacat adalah karena hak itu menyatakan bahwa Jahshua Kristus yang dikandung karena Roh Kudus akan menjadi korban penghapus dosa bagi semua manusia.
Orang-orang di dalam Perjanjian Lama menanggungkan dosa-dosa mereka dengan meletakkan tangan mereka ke atas kepala korban penghapus dosa yang tidak bercacat. Imam-imam melayani pengorbanan untuk membayar bagi dosa-dosa mereka. Demikianlah cara bangsa Israel diperdamaikan dari dosa-dosa mereka.
 


RITUAL HARI RAYA PENDAMAIAN 


Mengapa bangsa Israel perlu mempersembahkan korban di Hari Raya Pendamaian?
Karena mereka senantiasa melakukan dosa sampai mati. Korban penghapus dosa harian tidak bisa menguduskan mereka di hadapan Jahweh. 

Karena mereka harus mempersembahkan korban persembahan setiap kali mereka melakukan dosa, sangat tidak mungkin untuk menyiapkan semua korban yang mereka butuhkan untuk memperdamaikan mereka dari dosa-dosa mereka. Jadi, sedikit demi sedikit, mereka menjadi lalai. Seolah-olah menjadi tugas yang tidak ada habisnya untuk diperdamaikan dari dosa-dosa mereka setiap hari dan mereka kemudian bisa meninggalkan sama sekali ritual ini. 
Tidak peduli bagaimanapun kerasnya kita berusaha, kita tidak akan pernah bisa memberikan korban persembahan yang cukup untuk segala dosa kita. Karena itu pembayaran yang benar untuk dosa-dosa kita haruslah diberikan dengan sepenuh hati yang percaya kepada hukum keselamatan yang dipersiapkan Jahweh kepada kita. 
Karena kelemahan-kelemahan kita, tidak peduli bagaimanapun kerasnya kita berusaha untuk hidup sesuai dengan hukum Jahweh, kita hanya akan menjadi semakin menyadari betapa tidak sempurna dan lemahnya diri kita. Karena itu Jahweh memberikan kepada bangsa Israel sebuah cara untuk diperdamaikan dari semua dosa setahun sekaligus (Imamat 16:17-22).
Ada tertulis di dalam Imamat, “Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya” (Imamat 16:29-31).
Jadi, bangsa Israel memiliki perasaan yang damai sekali setahun ketika Imam Besar melakukan pelayanan korban pendamaian di hari yang kesepuluh pada bulan yang ketujuh untuk segala dosa yang sudah dilakukan oleh bangsa itu di sepanjang tahun itu. Dengan dihapuskannya dosa-dosa mereka, perasaan mereka merasa sangat damai pada hari itu. 
Di hari yang kesepuluh pada bulan yang ketujuh, Imam Besar Harun, yang menjadi wakil bagi seluruh Israel, harus melakukan pelayanan korban pendamaian. Pada saat ini, imam-imam yang lain tidak boleh masuk ke dalam Kemah Suci. Pertama-tama, Harun harus melakukan pelayanan pendamaian bagi dirinya sendiri dan bagi kaumnya sebelum ia bisa melakukan hal itu bagi seluruh bangsa Israel karena ia dan kaumnya juga melakukan dosa.
Ia melakukan pelayanan korban untuk bangsanya demikian. “Ia harus mengambil kedua ekor kambing jantan itu dan menempatkannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan, dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel. Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa. Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun” (Imamat 16:7-10). 
Setelah ia selesai melakukan ritual pendamaian bagi kaumnya dan dirinya sendiri, Harun “membuang undi atas kedua kambing jantan.” Yang satunya adalah untuk Tuhan, dan yang satunya akan menjadi kambing penanggung, “Azazel.” 
Pertama-tama, salah satu dari kedua kambing jantan itu dipersembahkan kepada Tuhan. Di sini, Imam Besar meletakkan tangannya di atas kepala kaming jantan bagi bangsanya untuk menanggunggkan dosa-dosa yang mereka lakukan sepanjang tahun itu. 
Darahnya kemudian dibawa ke tutup pendamaian di bagian dalam Ruangan Maha Kudus dan dipercikkan tujuh kali. Bangsa Israel kemudian diampuni dari segala dosa mereka sepanjang tahun yang lewat. Bukannya bangsa Israel yang harus mati bagi dosa-dosa mereka, Imam Besar Harun menanggungkan dosa-dosa itu ke atas kepala korban penghapus dosa dan membiarkan binatang itu menanggung hukuman bagi semuanya. Kemudian ia mempersembahkan kambing jantan yang satunya hidup-hidup di hadapan Jahweh. Itulah korban bagi semua bangsa itu.
 

BAGI BANGSA ITU 
 
Di hadapan bangsa itu, Harun meletakkan tangannya ke atas kambing jantan yang kedua dan mengakui di hadapan Jahweh. “Tuhan, bangsa Israel sudah melakukan pembunuhan, perzinahan, pencurian, ketamakan, tipu daya . . . dan mereka sujud di hadapan berhala. Mereka tidak menjaga kekudusan hari Sabat, mereka sudah menyebut namaMu secara sembarangan, dan mereka melanggar semua ketentuan di dalam Hukum dan perintah-perintahMu.” Kemudian ia mengangkat tangannya. Dengan itu, segala dosa bangsa itu selama satu tahun ditanggungkan ke atas korban penghapus dosa.
Mari kita membaca Imamat 16:21. “dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu.” Kambing penanggung itu kemudian akan tersesat di padang gurun dan mati membawa dosa-dosa bangsa Israel di atas kepalanya. Kambing penanggung, “Azazel” dalam bahasa Ibrani, berarti “membuang.” Itu berarti bahwa korban penghapus dosa dibuang di hadapan Jahweh, bagi seluruh bangsa Israel.
Sekarang, dosa-dosa bangsa Israel ditanggungkan ke atas kambing penanggung melalui penumpangan tangan Harun. Ketika mereka melihat Imam Besar meletakkan tangannya ke atas kambing itu dan membawanya ke padang gurun, semua orang Israel yang percaya kepada ritual pendamaian menjadi yakin akan pendamaian dosa-dosa mereka. Semua ritual di dalam Perjanjian Lama adalah bayangan dari “Injil dilahirkan kembali” di dalam Perjanjian Baru. 
Di dalam Perjanjian Lama, penumpangan tangan dan darah korban adalah Injil keselamatan dari dosa. Hal itu pada dasarnya tetap masih sama di dalam Perjanjian Baru. 
 

INJIL PENEBUSAN DI DALAM PERJANJIAN BARU 
 
Di dalam Perjanjian Baru, bagaimana dosa-dosa semua manusia dihapuskan? 
Tertulis di dalam Matius 1:21-25, “Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Jahshua, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” -- yang berarti: Jahweh menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Jahshua.”
Tuhan kita Jahshua datang ke dunia ini dalam nama Immanuel untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Karena itu Ia diberi nama Jahshua. Jahshua datang untuk menanggung segala dosa manusia. Ia datang dalam rupa manusia untuk menjadi Juruselamat manusia. Ia menggenapi keselamatan kita dan membebaskan kita untuk selamanya dari dosa. 
 


INJIL TENTANG DILAHIRKAN KEMBALI 

 
Dan bagaimana Jahshua membebaskan kita dari segala dosa kita? Ia melakukannya melalui baptisanNya. Mari kita memperhatikan Matius 3:13. 
“Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran Jahweh.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan”” (Matius 3:13-17). 
Di dalam Perjanjian Baru, ketika Jahshua berusia 30 tahun, Ia datang kepada Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan. Ia dibaptiskan olehnya dan menanggung segala dosa semua orang berdosa. Dengan melakukan hal itu, Ia menggenapi kebenaran Jahweh. 
 


MENGAPA JAHSHUA DIBAPTISKAN DI SUNGAI YORDAN?


Apa yang dinyatakan di dalam Injil?
Kebenaran Jahweh.
 
Sekarang mari kita memperhatikan peristiwa ketika Imam Besar surgawi bertemu dengan imam besar terakhir manusia. Di sini, kita bisa melihat kebenaran Jahweh melalui baptisan yang menjadi pendamaian bagi segala dosa dunia. 
Yohanes Pembaptis, yang adalah orang yang membaptiskan Jahshua, adalah yang terbesar di antara semua yang dilahirkan oleh seorang perempuan. Jahshua sendiri menyaksikan mengenai hal itu di dalam Matius 11:11, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Sama seperti dosa-dosa manusia dihapuskan ketika Imam Besar Harun meletakkan tangannya ke atas kepala korban penghapus dosa di Hari Raya Pendamaian, di dalam Perjanjian Baru, segala dosa dunia dihapuskan ketika Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. 
Injil tentang dilahirkan kembali adalah yang sempurna tentang pendamaian bagi segala dosa. Karena itu Injil penebusan melalui baptisan Jahshua adalah Injil yang ditetapkan oleh Jahweh untuk menggenapi kebenaranNya, yang menyelamatkan semua manusia di dunia ini. Jahshua dibaptiskan dengan cara yang paling tepat untuk mengadakan pendamaian bagi segala dosa di dunia ini. 
Apa artinya menggenapi “segala kebenaran” itu? Hal itu berarti Jahweh membasuh segala dosa dunia dengan cara yang paling tepat. Jahshua dibaptiskan untuk membasuh segala dosa manusia. “Karena di dalamnya nyata kebenaran Jahweh yang memimpin dari iman kepada iman” (Roma 1:17). 
Kebenaran Jahweh ditunjukkan di dalam keputusanNya untuk mengutus AnakNya Jahshua ke dunia ini untuk membasuh segala dosa melalui baptisanNya oleh Yohanes Pembaptis dan kematianNya di Kayu Salib. 
Di dalam Perjanjian Baru, kebenaran Jahweh dinyatakan melalui baptisan Jahshua dan darahNya. Kita menjadi orang benar karena Jahshua menanggung segala dosa manusia hampir dua ribu tahun yang lalu di Sungai Yordan. Ketika kita menerima keselamatan dari Jahweh di dalam hati kita, kebenaran Jahweh sepenuhnya digenapi. 
“Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran Jahweh.” Dan Yohanes pun menurutiNya. Sesudah dibaptis, Jahshua segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Jahweh seperti burung merpati turun ke atasNya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan”” (Matius 3:15-17). 
Bagian di atas menjelaskan bahwa Jahweh sendiri menyaksikan akan kenyataan bahwa baptisan AnakNya menggenapkan seluruh kebenaran keselamatan. Ia mengatakan kepada kita, “Jahshua, yang dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, memang sungguh-sungguh AnakKu.” Jahweh memberi kesaksian bahwa AnakNya dibaptiskan untuk pendamaian bagi semua manusia. Ia melakukan hal itu, supaya karya yang kudus dari AnakNya, Jahshua, tidak akan sia-sia. 
Jahshua adalah Anak Jahweh dan juga Juruselamat bagi orang-orang berdosa di dunia ini. “KepadaNyalah Aku berkenan,” kata Jahweh. Adalah kebenaran bahwa Jahshua taat kepada kehendak Bapa dan menanggung segala dosa manusia melalui baptisanNya. 
Kata baptisan berarti “dibasuh, ditanggungkan, dikuburkan.” Karena segala dosa kita ditanggungkan kepada Jahshua ketika Ia dibaptiskan, yang harus kita lakukan sekarang hanyalah percaya kepada Injil untuk diselamatkan dari segala dosa dunia ini. 
Penggenapan dari semua nubuat keselamatan di dalam Perjanjian Lama digenapi melalui baptisan Jahshua di dalam Perjanjian Baru. Dengan demikian nubuat yang ada di dalam Perjanjian Lama pada akhirnya menemukan pasangannya di dalam Perjanjian Baru. Sama seperti bangsa Israel diperdamaikan dari dosa-dosa mereka sekali setahun di dalam Perjanjian Lama, dosa-dosa manusia ditanggungkan kepada Jahshua dan dihapuskan untuk selama-lamanya di dalam Perjanjian Baru. 
Imamat 16:29 adalah bayangan dari Matius 3:15. Jahshua dibaptiskan untuk menanggung segala dosa dunia. Syukur untuk baptisanNya, semua yang percaya kepada pengampunan dosa kekal dariNya diselamatkan; segala dosa mereka dihapuskan dari loh hati mereka. 
Kalau anda tidak mengenal dan percaya di dalam hati anda akan kebenaran baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib, anda tidak akan pernah bisa dibasuh dari dosa-dosa anda betapapun salehnya anda menjalani seluruh kehidupan anda. Hanya melalui baptisan Jahshua saja firman Jahweh digenapi dan segala dosa kita dihapuskan. Keselamatan yang sejati diperoleh melalui penebusan bagi segala dosa kita, dengan kata lain, melalui baptisan Jahshua. 
Sekarang, apa yang akan anda lakukan? Maukah anda menerima keselamatan ini ke dalam hati anda? Atau anda tidak mau? Ini bukan perkataan manusia, tetapi firman Jahweh sendiri. Jahshua mati di Kayu Salib karena Ia sudah menanggung segala dosa anda melalui baptisanNya. Tidakkah anda setuju bahwa penyaliban Jahshua adalah akibat dari baptisanNya? 
 Tertulis di dalam Roma 8:3-4, “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Jahweh. Dengan jalan mengutus AnakNya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.” 
Karena manusia tidak dapat mentaati hukum dan perintah-perintah Jahweh karena kelemahan dagingnya, Jahshua menanggung segala dosa daging dengan meletakan semuanya di atas diriNya. Inilah kebenaran dari baptisan Jahshua. Baptisan Jahshua menjadi tindakan awal bagi kematianNya di Kayu Salib. Inilah hikmat dari Injil asli yang dari Jahweh. 
Kalau anda hanya percaya kepada kematian Jahshua di Kayu Salib, berbaliklah sekarang dan terimalah di dalam hati anda Injil keselamatan melalui baptisan Jahshua. Kemudian, baru sesudah itu, anda bisa menjadi anak Jahweh. 
 

INJIL YANG ASLI 

Apakah Injil yang asli?
Injil air dan Roh.
 
Injil yang asli adalah Injil pendamaian dari dosa-dosa. Inilah Injil baptisan Jahshua, kematian dan kebangkitanNya yang dinyatakan Jahweh kepada kita. Jahshua Kristus membasuh segala dosa kita sekaligus dengan dibaptiskan di Sungai Yordan dan melalui ini memberikan keselamatan kepada semua orang yang percaya kepada kebenaran ini. Dan karena iman kita, segala dosa kita di masa yang akan datang juga sudah dihapuskan.
Sekarang, siapa saja yang percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib diselamatkan dari segala dosa dunia untuk selamanya. Apakah anda percaya? Kalau jawaban anda “Ya, saya percaya,” kemudian anda akan menjadi orang benar. 
Sekarang, mari kita menyimpulkan apa yang terjadi setelah Jahshua dibaptiskan. Di dalam Yohanes 1:29 tertulis, “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!”
Yohanes Pembaptis memberi kesaksian bahwa Jahshua adalah Anak domba Jahweh yang menghapus segala dosa dunia. Yohanes Pembaptis sudah menanggungkan kepada Jahshua segala dosa dunia ketika ia membaptiskanNya di Sungai Yordan. Dan karena Yohanes Pembaptis sendiri membaptiskan Jahshua, ia bisa memberi kesaksian, “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!” Jahshua dibaptiskan dan menanggung segala dosa, dan inilah Injil dilahirkan kembali. 
 
 
“Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!” (Yohanes 1:29). Jahshua menanggung segala dosa dunia melalui baptisanNya.
Dosa-dosa yang anda lakukan sejak lahir sampai ulang tahun anda yang kesepuluh termasuk di dalam dosa-dosa dunia. Apakah anda percaya bahwa dosa-dosa itu sudah ditanggungkan kepada Jahshua ─ Ya, saya percaya. ─ Bagaimana dengan pelanggaran anda sejak usia 11-20 tahun? Apakah anda percaya bahwa dosa-dosa itu juga ditanggungkan kepada Jahshua? ─ Ya, saya percaya. ─ 
Apakah dosa-dosa yang anda akan lakukan di masa yang akan datang termasuk ke dalam dosa-dosa dunia? ─ Ya, semua juga termasuk. ─ Kemudian, apakah semuanya juga ditanggungkan kepada Jahshua? ─ Ya, benar. ─ Apakah anda percaya bahwa segala dosa anda sudah ditanggungkan kepada Jahshua? ─Ya, saya percaya. ─ Apakah anda percaya bahwa segala dosa dunia ditanggungkan kepada Jahshua melalui baptisanNya? ─ Ya, saya percaya. ─
Apakah anda ingin diselamatkan dari dosa-dosa dunia? Kalau ya, percayalah kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib. Sekali anda percaya, anda diselamatkan. Apakah anda percaya kepada hal ini? Ini adalah keselamatan yang sejati tentang dilahirkan kembali. Baptisan Jahshua dan darahNya adalah Injil asli tentang dilahirkan kembali. Ini adalah berkat dari Jahweh bagi semua manusia yang berdosa di dunia ini.
Percaya kepada keselamatan tentang dilahirkan kembali melalui baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, memandang kepada kasihNya berarti memiliki iman yang benar untuk sungguh-sungguh dilahirkan kembali. Tanda-tanda dilahirkan kembali adalah air dan darah Jahshua. Anda hanya harus menerima perkataan kebenaran yang tertulis di dalam Alkitab.
 

AGAMA DAN IMAN 

Apakah kesaksian yang kita miliki di dalam hati orang-orang yang dilahirkan kembali?
Bahwa Jahshua menghapuskan segala dosa kita dengan baptisan dan darahNya. 
 
Agama adalah kepercayaan kepada Jahshua sesuai dengan pemikiran manusia sendiri, menolak firman Jahweh yang murni. Tetapi keselamatan dari dosa terpisah dari pemikiran manusia sendiri. Iman adalah percaya kepada segala firman di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, menyangkali pemikiran sendiri. Iman adalah percaya kepada semua sebagaimana adanya yang tertulis di dalam Alkitab dan menerima keselamatan melalui air dan darah: baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib. Seseorang bisa diselamatkan dengan menerima ke dalam hati semua hikmat di dalam Injil yang asli.
Tanpa baptisan Jahshua tidak ada penanggungan bagi dosa-dosa kita, dan tanpa pencurahan darah tidak ada penebusan bagi dosa. Segala dosa ditanggungkan kepada Jahshua sebelum Ia membawa semuanya ke Kayu Salib dan mencurahkan darah bagi kita. Ketika kita percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, kepada kelahiran kembali melalui Injil, kita menjadi bebas dari segala dosa dunia. 
Iman yang sejati adalah percaya bahwa Jahshua Kristus sepenuhnya membasuh kita dari segala dosa kita ketika Ia dibaptiskan; itu berarti percaya bahwa Ia menanggung penghukuman bagi segala dosa kita di Kayu Salib. Kita harus percaya kepada kebenaran keselamatan Jahweh. Ka begitu mengasihi manusia sehingga Ia menyelamatkan kita melalui baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib. Ketika kita percaya kepada Injil ini, kita diselamatkan dari dosa kita, bebas dari penghukuman dan menjadi orang-orang benar di hadapan Jahweh. 
“Tuhan, saya percaya. Saya tidak layak menerima keselamatan tetapi saya percaya kepada Injil baptisan Jahshua, penyaliban dan kebangkitanNya.” Kita hanya harus bersyukur kepada Tuhan untuk berkat Injil kelahiran kembali. Percaya kepada Injil yang asli kelahiran kembali adalah iman yang sejati.
Kebenaran tentang dilahirkan kembali adalah demikian; “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Jahweh” (Roma 10:17). “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32). Kita harus mengetahui kebenaran secara tepat dan kita harus percaya kepada air, darah, dan Roh yang memiliki kesaksian akan hal itu (1 Yohanes 5:5-8). 
“Kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Inilah perkataan Jahshua tentang air dan darah. Sudahkah anda dimerdekakan? Apakah kita termasuk golongan pengikut agama atau orang-orang yang setia? Jahshua menghendaki hanya mereka yang memiliki iman kepada Injil kelahiran kembali dari air dan Roh. 
Kalau anda percaya kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya, anda tidak memiliki dosa di dalam hati anda. Tetapi kalau anda percaya kepada Jahshua hanya sebagai agama saja, anda masih ada di dalam dosa karena anda tidak memiliki iman yang sempurna di dalam keselamatan dari Jahshua. Orang-orang pengikut agama berusaha untuk mendapatkan penebusan bagi dosa-dosa mereka setiap kali mereka menaikkan doa pertobatan. 
Jadi, mereka tidak pernah bisa diselamatkan dari dosa-dosa mereka secara sempurna. Bahkan kalaupun mereka mengulangi hal itu di sepanjang kehidupan mereka, hal itu tidak akan pernah bisa menggantikan penebusan dosa yang sempurna dari baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib. Mari kita diselamatkan dengan percaya kepada Injil Jahshua, yang membasuh segala dosa dunia, bahkan termasuk juga dosa-dosa di masa yang akan datang.
Saya mengatakan sekali lagi kepada anda bahwa pertobatan setiap hari tidak akan pernah bisa menggantikan Injil kelahiran kembali. Semua orang Kristen seharusnya saat ini percaya kepada pengampunan dosa melalui Injil kelahiran kembali. 
Kita tidak akan pernah bisa secara sempurna bertobat dari dosa-dosa kita. Pertobatan yang keliru tidak akan bisa membawa seseorang kepada Jahweh, tetapi hanya menjadi alat menghibur diri saja. Pertobatan yang keliru hanyalah merupakan pengakuan sepihak yang tidak pernah termasuk di dalam kehendak Jahweh. Ini bukanlah sesuatu yang diharapkan Jahweh dari kita. 
Apakah pertobatan yang sejati? Hal itu adalah kembali kepada Jahweh. Kembali kepada firman keselamatan Jahshua dan percaya kepada firman itu sebagaimana adanya tertulis. Injil yang menyelamatkan kita adalah Injil baptisan Jahshua, penyaliban dan kebangkitanNya. Ketika kita percaya kepada Injil ini secara lengkap, kemudian kita diselamatkan dan mendapatkan kehidupan yang kekal. 
Inilah hikmat Injil kelahiran kembali; kepercayaan kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib serta Injil Kerajaan Jahweh yang memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali.
Ketika Jahshua mengatakan kepada kita bahwa kita harus dilahirkan kembali dari air dan Roh, yang dimaksudkanNya adalah bahwa kita harus dilahirkan kembali dengan percaya kepada baptisan dan darahNya di Kayu Salib. Kemudian kita bisa masuk dan berdiam di dalam kerajaan Jahweh. Kita harus percaya kepada firmanNya. Dua hal yang memiliki kesaksian akan pengampunan dosa-dosa kita, baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, adalah firman yang memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali. 
Sekarang, percayakah anda kepada Injil kelahiran kembali, dan tentang pengampunan dosa? Iman kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib menyelamatkan kita dari segala dosa dunia. Kita bisa dilahirkan kembali dengan iman ini. Karena Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Jahshua menghapus segala dosa dari semua orang berdosa di dunia, mengapa kita tidak percaya dan dilahirkan kembali saja? 
Orang-orang yang percaya kepada kedua hal yang memiliki kesaksian tentang kelahiran kembali kita, baptisan Jahshua dan penyalibanNya, adalah orang-orang yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali. Dan orang yang percaya kepada Anak Jahweh memiliki kesaksian itu di dalam dirinya (1 Yohanes 5:3-10). Ketika anda percaya kepada Jahshua, anda tidak boleh melupakan Injil air, darah dan Roh. 
Sama seperti Panglima Naaman membasuh dirinya di Sungai Yordan tujuh kali untuk bisa disembuhkan sepenuhnya dari penyakit kusta (2 Raja pasal 5), kita harus percaya bahwa Jahshua membasuh dosa kita sekali untuk selamanya di Sungai Yordan dan sebagai hasilnya memberikan kepada kita kehidupan kekal. 
Karena Jahshua mengasihi kita, kita bisa diselamatkan dari dosa dunia dan memiliki kehidupan yang kekal dengan percaya kepada Injil pengampunan dosa. Mari kita semua percaya kepada Injil kelahiran kembali dan mendapatkan keselamatan dari Jahweh.