Khotbah-Khotbah

Pokok 3: Injil air dan Roh

[3-7] Keimaman Yang Berubah (Ibrani 7:1-28)

Keimaman Yang Berubah
(Ibrani 7:1-28)
“Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Jahweh Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Jahweh, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik. Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham. Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji. Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup. Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu. Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan -- sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat -- apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun? Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu. Sebab Ia, yang dimaksudkan di sini, termasuk suku lain; dari suku ini tidak ada seorang pun yang pernah melayani di mezbah. Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apa pun tentang imam-imam. Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek, yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Dia diberi kesaksian: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna, -- sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan -- tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Jahweh. Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah -- memang mereka telah menjadi imam tanpa sumpah, tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepadaNya: “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya” --demikian pula Jahshua adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat. Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam. Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamatNya tidak dapat beralih kepada orang lain. Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Jahweh. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka. Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukanNya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.” 
 


JAHSHUA MELAYANI DI KEIMAMAN SURGAWI 


Siapa yang lebih tinggi, imam besar Melkisedek atau imam besar duniawi menurut aturan Harun?
Imam Besar Melkisedek.
 
Di dalam Perjanjian Lama, ada imam besar yang bernama Melkisedek. Pada masa Abraham, Kedorloamer dan raja-raja yang bersekutu dengan dia merampas segala milik Sodom dan Gomora beserta dengan makanan mereka dan melarikan diri. Abraham mempersenjatai hamba-hambanya, yang dilahirkan di dalam rumahnya, dan memimpin mereka ke dalam peperangan. 
Kemudian, ia mengalahkan Kedorloamer, raja Elam, dan raja-raja yang bersekutu denganya dan membawa kembali keponakannya Lot beserta dengan segala miliknya. Setelah Abraham kembali dari mengalahkan musuh-musuhnya, Melkisedek, raja Salem dan imam dari Jahweh yang Mahatinggi, membawa roti dan anggur serta memberkati Abraham. Dan Abraham memberikan sepersepuluh dari segala miliknya (Kejadian 14).
Di dalam Alkitab, kebesaran Imam Besar Melkisedek dan para Imam Besar yang seturut dengan aturannya digambarkan secara terperinci. Imam Besar adalah “raja damai,” “raja kebenaran,” yang tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Jahweh, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. 
Alkitab mengatakan kepada kita untuk mengingat kebesaran Jahshua Kristus, yang adalah Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, dengan membandingkan keimaman Jahshua di dalam Perjanjian Baru dengan kedudukan Imam Besar Harun di dalam Perjanjian Lama.
Keturunan Lewi menjadi imam-imam dan mengumpulkan perpuluhan dari bangsa itu, yaitu, saudara-saudara mereka, meski mereka juga keturunan Abraham. Tetapi ketika Abraham memberikan perpuluhan kepada Imam Besar Melkisedek, Lewi sendiri masih ada di dalam diri Abraham.
Apakah imam-imam di dalam Perjanjian Lama lebih besar dibandingkan dengan Jahshua. Tentang hal itu sudah dijelaskan di dalam Alkitab. Apakah Jahshua lebih besar daripada Imam Besar-Imam Besar dunia? Siapa yang harus menerima berkat dari siapa? Penulis surat Ibrani menjelaskan tentang hal ini sejak awal, “Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.” Abraham diberkati oleh Imam Besar Melkisedek. 
Bagaimanakah kita harus hidup di dalam iman kita? Haruskah kita bersandar kepada perintah Jahweh tentang tata cara pengorbanan di Kemah Suci di dalam Perjanjian Lama, atau kita harus bersandar kepada Jahshua yang datang kepada kita sebagai Imam Besar surgawi dengan pengrobananNya berupa air dan Roh? 
Tergantung dari yang mana yang kita pilih, kita akan diberkati atau dikutuk. Apakah kita hidup sesuai dengan firman Jahweh dan mempersembahkan korban setiap hari, atau apakah kita memilih untuk percaya kepada keselamatan yang diberikan Jahshua kepada kita dengan mengorbankan diriNya dengan air dan darah? Kita harus memilih salah satu di antara keduanya. 
Pada jaman Perjanjian Lama, bangsa Israel memandang kepada keturunan Harun dan Lewi. Pada jaman Perjanjian Baru, kalau kita ditanya mana yang lebih besar, maka, tidak perlu dipertanyakan, kita bisa menjawab bahwa Jahshua lebih besar. Tetapi sementara orang-orang mengerti kenyataan ini dengan jelas, hanya sedikit dan mengikuti dengan iman mereka. 
Alkitab memberikan kepada kita jawaban yang tegas atas pertanyaan ini. Di dalamnya dijelaskan bahwa Jahshua, yang berasal dari suku yang lain yang dari antaranya tidak pernah ada yang menjadi pelayan mezbah, mengambil alih keimaman surgawi. “Sebab, jikalau keimaman berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu.” 
Jahweh memberikan kepada bangsa Israel perintah dan 613 penjelasan dari Hukum Taurat melalui Musa. Musa mengatakan kepada bangsa itu supaya mereka hidup seturut dengan Hukum Taurat dan perintah-perintah, dan bangsa itu setuju untuk melakukannya. 

Mengapa Jahweh menyingkirkan yang terdahulu dan menetapkan yang kemudian?
Karena manusia begitu lemah dan tidak bisa hidup seturut perjanjian yang terdahulu.
 
Di dalam Alkitab, bangsa Israel mengambil sumpah untuk hidup seturut dengan perintah-perintah Jahweh di dalam Pentateukh: Kejadian, Imamat, Keluaran, Bilangan, Ulangan. Jahweh menyampaikan masing-masing perintah itu kepada mereka dan kemudian mereka mengatakan, “Ya” kepada setiap perintah tanpa ragu-ragu. 
Tetapi kita bisa melihat bahwa setelah kitab Ulangan, sejak Yosua dan seterusnya, mereka tidak pernah hidup sesuai dengan perintah-perintah Jahweh. Dan sejak Hakim-Hakim sampai 1 Raja-Raja dan 2 Raja-Raja, mereka mulai menjelek-jelekkan pemimpin mereka, dan sesudah itu, mereka sudah begitu cemar sampai berani mengubah tata cara pengorbanan di dalam Kemah Suci. 
Dan akhirnya di dalam kitab Maleakhi, mereka membawa binatang korban yang tidak patut untuk dipersembahkan meski Jahweh sudah memerintahkan agar mereka mempersembahkan korban yang tidak bercacat. Mereka berkata kepada imam-imam, “Tolong abaikan saja. Terima saja yang satu ini.” Bukannya memberi korban persembahan yang sesuai dengan hukum Jahweh, mereka mengubahnya sekehendak hati. 
Bangsa Israel tidak pernah bisa mentaati hukum Jahweh secara sempurna di masa Perjanjian Lama. Mereka melupakan dan melalaikan begitu saja keselamatan yang dinyatakan di dalam tata cara yang ada. Karena itu Jahweh berkehendak untuk mengubahkan tata cara pengorbanan. Di dalam Yeremia, Jahweh mengatakan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.” 
Mari kita lihat Yeremia 31:31-34. “Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjianKu itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh TauratKu dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Jahweh mereka dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Jahweh TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka”. 
Jahweh mengatakan bahwa Ia akan mengadakan perjanjian yang baru. Ia sudah mengadakan perjanjian dengan bangsa Israel, tetapi mereka tidak bisa hidup sesuai dengan firman Jahweh. Jadi, Ia memutuskan untuk mengadakan perjanjian keselamatan yang baru dengan umatNya. 
Mereka sudah bersumpah di hadapan Jahweh, “Kami akan menyembahMu dan hidup seturut dengan FirmanMu dan perintah-perintahMu.” Jahweh mengatakan kepada mereka, “Jangan ada padamu ilah lain di hadapanKu,” dan bangsa Israel sudah mengatakan, “Tentu, kami tidak akan menyembah kepada ilah lain. Engkau adalah satu-satunya Jahweh bagi kami. Tidak akan pernah ada ilah lain bagi kami.” Tetapi mereka gagal mentaati janji mereka sendiri. 
Inti dari Hukum Taurat terkandung di dalam Dasa Titah: “Jangan ada ilah lain di hadapanKu. Jangan membuat bagimu patung, atau apapun yang serupa dengannya dan memuja atau melayaninya. Ingat dan kuduskanlah hari Sabat. Jangan menyebut nama Jahweh Tuhanmu dengan sembarangan. Hormatilah ayahmu dan ibumu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan menjadi saksi dusta atas sesamamu. Jangan menginginkan rumah sesamamu” (Keluaran pasal 20).
Kemudian ada pembagian atasnya menjadi 613 penjelasan terperinci yang harus kita taati sepanjang kehidupan mereka. “Apa yang tidak boleh dilakukan kepada anak perempuan, apa yang tidak boleh dilakukan untuk anak laki-laki, apa yang harus dilakukan terhadap ibu tiri….” Hukum Jahweh memerintahkan mereka melakukan kebaikan dan melarang mereka melakukan hal-hal yang jahat. Itulah Dasa Titah dan 613 penjelasan yang terperinci. 
Tetapi di antara semua manusia, tidak pernah ada satupun yang bisa mentaati keseluruhan peraturan yang ada di dalam HukumNya. Karena itu Jahweh harus menentukan cara yang lain bagi mereka untuk diselamatkan dari dosa mereka. 
Kapankah keimaman berubah? Setelah Jahshua datang ke dunia ini, keimaman berubah. Jahshua mengambilalih keimaman dari semua imam-imam menurut peraturan Harun. Ia menyingkirkan korban di Kemah Suci yang merupakan hak yang berkaitan dengan para imam menurut aturan Lewi. Ia sendiri melakukan pelayanan keimaman surgawi. 
Ia datang ke dunia ini, bukan sebagai keturunan Harun. Tetapi sebagai keturunan Yehuda, keluarga para raja. Ia mengorbankan diriNya sebagai korban melalui baptisan dan darahNya di Kayu Salib dan menyelamatkan segala dosa manusia dari segala dosa mereka. 
Dengan mengorbankan diriNya, Ia memungkinkan bagi kita untuk menyelesaikan masalah dosa. Ia membasuh segala dosa manusia melalui korban baptisan dan darahNya. Ia mempersembahkan satu korban bagi dosa yang berlaku kekal selamanya. 
 

BERSAMA DENGAN PERUBAHAN KEIMAMAN TERJADI JUGA PERUBAHAN HUKUM 

Apakah hukum keselamatan yang berubah?
Satu pengorbanan kekal dari Jahshua Kristus.
 
Saudara yang kekasih, keimaman di dalam Perjanjian Lama diubahkan di dalam Perjanjian Baru. Pada jaman Perjanjian Lama, Imam Besar dari antara keturunan Harun, dari kaum Lewi, mempersembahkan korban untuk mengadakan pendamaian bagi bagi dosa-dosa bangsa Israel sepanjang tahun yang lewat. Imam Besar memasuki Ruangan Maha Kudus. Ia masuk ke tempat tutup pendamaian dengan membawa darah binatang korban. Hanya Imam Besar yang bisa melewati tirai itu, yang berarti masuk ke Ruangan Maha Kudus. 
Tetapi setelah kedatangan Jahshua, keimaman Harun dipindahkan kepadaNya. Jahshua mengambil alih keimaman yang kekal. Dan Ia melayani keimaman kekal dengan mempersembahkan diriNya sehingga semua manusia bisa diselamatkan dari segala dosa mereka. 
Di dalam Perjanjian Lama, Imam Besar juga harus memperdamaikan dosa-dosanya dengan meletakkan tangannya ke atas kepala lembu sebelum ia bisa melakukan pelayanan bagi bangsanya. Ia menanggungkan segala dosanya dengan meletakkan tangannya, dan mengatakan, “Jahweh, saya sudah melakukan dosa.” Kemudian ia menyembelih binatang utu dan memercikkan darahnya di atas dan di depan tutup pendamaian sebanyak tujuh kali. 
Kalau Imam Besar Harun sendiri tidak sempurna, bisakah anda membayangkan betapa terbatasnya bangsa itu. Seorang anak Lewi, Imam Besar Harun sendiri adalah orang berdosa, sehingga ia harus mempersembahkan seekor lembu bagi dosa-dosanya sendiri dan keluarganya.
Tuhan mengatakan di dalam Yeremia 31, “Aku akan menghentikan perjanjian. Aku mengadakan perjanjian dengamu, tetapi kamu tidak mentaatinya. Karena itu Aku akan membatalkan perjanjian yang tidak bisa menguduskan kamu dan memberikan kepadamu sebuah perjanjian yang baru. Aku tidak lagi menyelamatkan kamu berdasarkan perintah-perintahKu, tetapi akan memberikan kepadamu keselamatan melalui Injil air dan Roh.” 
Jahweh memberikan kepada kita sebuah perjanjian yang baru. Ketika saatnya tiba, Jahshua datang ke dunia ini dalam rupa manusia, mempersembahkan diriNya untuk menghapuskan segala dosa dunia dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib untuk menyelamatkan kita yang percaya kepadaNya. Ia menanggung segala dosa manusia melalui baptisanNya.
Hukum Jahweh dibatalkan dan diganti. Bangsa Israel bisa diselamatkan kalau mereka hidup seturut dengan hukum Jahweh, tetapi mereka gagal melakukannya. “justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20). 
Jahweh menghendaki bangsa Israel menyadari bahwa mereka adalah orang-orang berdosa dan bahwa Hukum Taurat tidak bisa menyelamatkan mereka. Ia menyelamatkan mereka melalui hukum keselamatan air dan Roh, bukan melalui usaha mereka. Di dalam kasihNya yang tidak terbatas, Jahweh memberikan kepada kita sebuah perjanjian yang baru yang dengannya kita bisa diselamatkan dari dosa dunia melalui baptisan dan darah Jahshua. 
Kalau anda percaya kepada Jahshua tanpa memahami makna baptisan dan darahNya, iman anda sia-sia. Kalau demikian, anda semakin banyak terganggu daripada ketika anda tidak percaya kepada Jahshua sama sekali. 
Jahweh mengatakan bahwa Ia harus mengadakan perjanjian yang baru untuk menyelamatkan manusia dari segala dosa mereka. Sebagai akibatnya, kita sekarang diselamatkan bukan oleh hukum pekerjaan kita, tetapi dengan hukum kebenaran keselamatan dari dosa melalui air dan darah. 
Ia berjanji dan menggenapi janjiNya bagi kita yang percaya kepada Jahshua. Dan Ia menjelaskan kepada kita tentang kebesaran Jahshua. Ia menjelaskan kepada kita betapa besarnya Dia jika dibandingkan dengan imam-imam yang diangkat menurut peraturan Harun di dalam Perjanjian Lama. 
Kita menjadi spesial dengan percaya kepada keselamatan melalui air dan darah Jahshua. Bayangkan mengenai hal itu. Tidak perduli bagaimanapun pintar dan fasih berbicaranya pendeta anda, bagaimana mungkin ia lebih hebat dari pada Jahshua? Tidak mungkin? Kita hanya bisa diselamatkan melalui Injil air dan darah, bukan hanya sekedar dengan mentaati perintah Jahweh. Karena keimanan sudah berubah, hukum tentang keselamatan juga sudah berubah.
 

KEUNGGULAN DARI KASIH JAHWEH 

Yang mana lebih unggul, kasih Jahweh atau hukum Jahweh?
Kasih Jahweh. 
 
Kita hanya bisa diselamatkan ketika kita percaya kepada Jahshua. Mengetahui bagaimana Jahshua menyelamatkan kita, betapa hebatnya kasih Jahweh itu bagi kita. Kemudian apakah perbedaan antara iman kepada perintah dan iman kepada kehebatan kasih Jahweh? 
Kaum legalis menekankan kepentingan doktrin denominasi mereka sendiri dan pengalaman pribadi lebih daripada firman Jahweh. Sementara sebenarnya iman rohani kepada Jahshua berarti percaya kepada kehebatan keselamatan yang digenapi melalui air dan Roh. 
Bahkan sekarang, banyak orang mengatakan bahwa dosa asal diampuni, tetapi mereka harus bertobat untuk dosa-dosa harian mereka. Banyak orang percaya kepada hal ini dan berusaha hidup sesuai dengan perintah-perintah Jahweh di dalam Perjanjian Lama. Mereka masih saja tidak menyadari keunggulan dari keselamatan dari Jahshua yang datang melalui air dan Roh. 
Di dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel harus hidup seturut dengan hukum Jahweh supaya bisa diselamatkan dari dosa mereka, tetapi mereka tidak bisa diselamatkan. Karena Tuhan tahu kelemahan dan kekurangan kita, Ia menyingkirkan perintah-perintahNya. Kita tidak akan pernah bisa diselamatkan melalui usaha kita. Jahshua mengatakan bahwa Ia akan menyelamatkan kita melalui Injil air dan Roh. Ia mengatakan, “Aku Sendiri akan menghapuskan segala dosamu.” Jahweh menubuatkan hal itu di dalam kitab Kejadian. 
“Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15). Setelah Adam dan Hawa berdosa dan jatuh, mereka menyemat daun pohon ara dalam usaha untuk menyembunyikan keberdosaan mereka di hadapan Jahweh. Tetapi Jahweh memanggil mereka dan membuat pakaian dari kulit binatang sebagai lambang dari keselamatan. Kejadian berbicara mengenai dua jenis pakaian keselamatan. Yang satu adalah daun pohon ara, dan yang kedua terbuat dari kulit binatang. Menurut anda mana yang lebih baik? Tentu saja, pakaian dari kulit binatang lebih baik karena hidup binatang itu dikorbankan untuk melindungi manusia. 
Pakaian dari daun pohon ara akan segera layu. Seperti yang anda ketahui, daun pohon ara berbentuk seperti telapak tangan dengan lima jarinya. Jadi, menyemat daun pohon ara berarti berusaha menyembunyikan dosa-dosa seseorang di balik perbuatan baik. Kalau anda menyemat daun pohon ara dan duduk, daun itu akan langsung sobek. Saya sering membuat pakaian pelindung dari dedaunan ketika saya bermain perang-perangan saat saya kecil. Tetapi bagaimanapun berhati-hatinya saya memakainya, pakaian itu akan sobek di sore harinya. Demikian juga, tubuh manusia yang lemah membuat pengudusan menjadi sesuatu yang tidak mungkin.
Tetapi keselamatan air dan darah, baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib menyelamatkan lebih dari cukup bagi semua orang berdosa untuk menyaksikan kehebatan kasih Jahweh. Inilah keunggulan kasih Jahweh dibandingkan dengan hukum Jahweh. 
 

ORANG-ORANG YANG MASIH BERIMAN KEPADA HUKUM TAURAT JAHWEH 

Mengapa kaum legalis memperbaharui pakaian mereka dengan pekerjaan mereka setiap hari?
Karena mereka tidak tahu bahwa pekerjaan mereka tidak bisa membuat mereka menjadi orang benar.
 
Orang-orang yang membuat pakaian dari daun pohon ara menjalani kehidupan legalistik. Mereka menyesatkan orang-orang berdosa untuk mengubah pakaian mereka secara terus menerus. Mereka harus membuat pakaian baru setiap Minggu ketika mereka pergi ke gereja. “Jahweh kekasih, saya melakukan dosa begitu banyak dosa minggu lalu. Tetapi Tuhan, saya percaya bahwa Engkau menyelamatkan saya di Kayu Salib. Tuhan, basuhkanlah dosa-dosa saya dengan darah di Kayu Salib!” Mereke menjahit seperangkat pakaian baru saat itu juga di tempat itu. “Oh, puji Tuhan. Haleluya!” 
Tetapi dengan segera mereka harus membuat seperangkat pakaian yang lain di rumah. Mengapa? Karena pakaian mereka yang lama sudah rusak. “Tuhan kekasih, saya melakukan dosa lagi selama tiga hari terakhir. Ampunilah saya.” Mereka membuat dan mengenakan pakaian baru pertobatan selama berulangkali.
Pada awalnya, pakaian itu mungkin bertahan selama beberapa hari, tetapi tidak lama, mereka memerlukan pakaian baru setiap hari. Karena mereka tidak bisa mentaati hukum Jahweh, mereka merasa malu atas diri mereka sendiri. “Oh, ini sangat memalukan. Tuhan, oh, Tuhan, saya sudah melakukan dosa!” Dan mereka harus membuat pakaian baru pertobatan. “Oh, Tuhan, sangat sulit untuk menyemat daun pohon ara saat ini.” Mereka berusaha sangat keras untuk menyemat yang baru. 
Setiap kali orang yang demikian berseru kepada Tuhan, adalah untuk mengaku dosa mereka. Mereka menggigit bibir mereka dan berseru, “Jah—weh!” dan terus menyemat pakaian baru setiap hari. Kemudian, apa yang akan terjadi kalau mereka bosan? 
Sekali atau dua kali setahun, mereka naik ke atas gunung dan berpuasa. Mereka berusaha dan membuat pakaian yang sangat kuat. “Tuhan, basuhkanlah dosa-dosa saya. Perbaharuilah diri saya. Saya percaya kepadaMu, Tuhan.” Mereka berpikir jauh lebih baik kalau berdoa di malam hari. Karena itu, mereka tidur di siang hari dan segera setelah kegelapan datang, mereka berpegangan kepada pohon sekuat tenaga, atau pergi ke gua yang gelap dan berseru kepada Jahweh, “Tuuan, saya percaya!” “♪Saya bertobat dan memenuhi hati saya dengan penyesalan ♪” Mereka berdoa dengan suara keras dan berseru, “Saya percaya.” Dengan cara ini mereka membuat pakaian khusus yang mereka harap bisa bertahan lama, tetapi tidak akan bisa. 
Oh, rasanya sangat menyegarkan kalau turun dari gunung sesudah berdoa! Seperti angin yang menyegarkan, atau seperti hujan musim semi menyiram pepohonan dan bunga, jiwa mereka dipenuhi dengan damai dan anugerah Yang Mahakuasa. Dengan rasa lebih murni dibandingkan dengan semangat pegunungan, mereka menghadapi dunia dunia dengan pakaian khusus mereka yang baru. 
Tetapi segera setelah mereka kembali ke rumah dan gereja mereka, dan memulai kehidupan kembali, pakaian mereka mulai menjadi kotor dan layu. 
Sahabat mereka bertanya, “Dari mana saja kamu?” 
“Wah, saya keluar kota beberapa waktu.” 
“Kelihatannya kamu agak kurus!” 
“Wah, ya, tetapi itu lain ceritanya.” 
Mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka baru berpuasa, mereka hanya ke gereja dan berdoa. “Saya tidak boleh memiliki pikiran zinah terhadap wanita. Saya tidak boleh berdusta. Saya tidak boleh menginginkan rumah tentangga saya. Saya harus mengasihi semua orang.”
Tetapi pada saat mereka melihat wanita yang cantik dan sintal dengan kaki yang indah, kekudusan di dalam hati mereka seketika berubah menjadi nafsu semata. “Lihat pendeknya rok yang dikenakan! Rok jaman sekarang menjadi semakin pendek! Saya harus melihat kaki itu lagi! Oh! Tidak! Oh, Tuhan! Saya melakukan dosa lagi!”
Kaum legalis nampak sangat saleh, tetapi anda harus tahu bahwa mereka harus membuat pakaian baru setiap hari. Legalisme adalah iman kepada pakaian dari daun ara, iman yang salah. Banyak orang berusaha keras untuk hidup saleh sesuai dengan hukum Jahweh. Mereka berteriak sekuat tenaga mereka di pegunungan supaya suara mereka menjadi semakin kedengaran saleh. 
Kaum legalis menampakkan figur yang mengesankan kalau memimpin persekutuan doa di dalam gereja. “Bapa di Surga yang Kudus! Kami melakukan dosa lagi minggu lalu. Ampunilah kami . . .” Mereka meneteskan air mata dan seluruh jemaat mengikutinya. Mereka berpikir tentang orang itu, “Dia pasti memakai banyak waktu di pegunungan untuk berdoa dan berpuasa. Ia nampak begitu saleh dan setia.” Tetapi karena imannya sangat legalistik, bahkan sebelum doanya selesai, hatinya sudah mulai penuh dengan kesombongan dan dosa.
Ketika orang berusaha membuat pakaian khusus dengan memakai daun ara, mungkin hal itu bisa bertahan selama dua atau tiga bulan. Tetapi cepat atau lambat, pakaian itu menjadi kumal dan mereka harus berusaha membuat yang baru dan menjalaninya dengan kehidupan yang penuh kemunafikan. Inilah kehidupan kaum legalis yang berusaha untuk taat kepada hukum untuk diselamatkan. Mereka harus membuat pakaian daun ara yang baru tanpa ada henti-hentinya.
Legalisme adalah iman daun ara. Kaum legalis mengatakan kepada anda, “Anda sudah melakukan dosa sepanjang minggu yang lalu, bukan? Kalau demikian, bertobatlah.”
Mereka berseru kepada anda dengan suara nyaring. “Bertobatlah! Berdoalah!”
Seorang legalis tahu bagaimana membuat suaranya menjadi kedengaran suci. “Tuhan! Ampuni saya. Saya tidak mentaati hukum. Saya tidak mentaati perintah-perintahMu. Ampunilah saya Tuhan, ampuni saya sekali lagi.” 
Mereka tidak akan pernah bisa mentaati Hukum meski mereka berusaha keras melakukannya. Bahkan mereka sebenarnya menentang hukum Jahweh dan Jahweh sendiri. Mereka sombong di hadapan Jahweh. 
 

ORANG-ORANG SEPERTI CHUDAL BAE 

Mengapa Jahweh menyingkirkan Hukum TauratNya?
Karena tidak ada gunanya untuk menyelamatkan kita dari dosa.
 
Suatu saat ada seorang pemuda yang bernama Chudal Bae. Pada tahun 1950, ketika terjadi Perang Korea, tentara komunis datang ke tempatnya dan memerintahkan dia untuk membersihkan kebun pada hari Sabat dalam upaya meruntuhkan imannya yang kuat dan menjadikan dia seorang komunis. Tetapi pemuda yang taat beragama ini menolak mentaati perintah. Para tentara itu memaksa, tetapi pemuda ini tetap menolak. 
Akhirnya, tentara-tentara itu mengikatkannya kepada sebuah pohon dan menodongkan senapan kepadanya. “Mana yang kamu pilih, membersihkan kebun atau mati?” 
Ketika dipaksa untuk membuat keputusan, ia mengatakan, “Saya lebih baik mati daripada harus bekerja di Hari Sabat yang kudus.” 
“Engkau sudah mengambil keputusan, dan kami akan sangat senang untuk mengabulkannya.” 
Kemudian mereka menembak pemuda itu. Sesudah itu, para pemimpin gereja mengangkat dia sebagai seorang diakon kehormatan walau ia sudah mati untuk menghormati iman keagamaannya yang tidak tergoyahkan. 
Tetapi iman keagamaanya salah arah. Mengapa ia tidak membersihkan kebun saja dan kemudian memberitakan Injil kepada para tentara itu? Mengapa ia harus keras kepala dan mati karenanya? Apakah Jahweh akan memuji dia karena tidak melakukan pekerjaan di hari Sabat? Tidak. 
Kita harus menjalani kehidupan rohani. Bukan perbuatan kita tetapi iman kita yang penting di hadapan Jahweh. Pemimpin-pemimpin gereja itu membuat penghormatan terhadap seseorang seperti Chudal Bae karena mereka ingin menunjukkan keunggulan dan keortodoksan denominasi mereka sendiri. Hal itu sama saja dengan orang-orang Farisi yang munafik yang menentang Jahshua. 
Tidak ada yang bisa kita pelajari dari orang-orang legalis. Kita harus belajar tentang iman rohani. Kita harus merenungkan mengapa Jahshua harus dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib, dan menyelidiki hakekat dari Injil air dan Roh. 
Kita harus berusaha menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, dan kemudian berusaha memberitakan Injil itu kepada semua manusia di dunia, supaya mereka juga bisa dilahirkan kembali. Kita harus menyerahkan diri sepenuhnya untuk melakukan pekerjaan rohani. 
Kalau seorang pengkhotbah mengatakan kepada anda, “Jadilah seperti pemuda Chudal Bae. Kuduskanlah hari Sabat,” ia hanya berusaha untuk membuat anda datang ke gereja di hari Minggu. 
Ada kisah yang lain lagi. Ada seorang wanita yang harus mengalami banyak hambatan untuk bisa ke gereja di hari Minggu. Mertuanya bukan orang Kristen, dan mereka berusaha melarang dia pergi ke gereja pada hari Minggu. Tetapi wanita ini pergi bekerja di kebun pada hari Sabtu malam di bawah terang bulan supaya keluarganya tidak memiliki alasan untuk melarangnya pergi ke gereja pada hari Minggu. 
Tentu saja, sangat penting untuk pergi ke gereja, tetapi apakah cukup hanya datang beribadah pada hari Minggu untuk menunjukkan kesetiaan kita? Orang-orang yang sungguh-sungguh setia adalah yang dilahirkan kembali dari air dan Roh. Iman yang benar dimulai ketika seseorang dilahirkan kembali. 
Dapatkah anda diselamatkan dari dosa anda dengan mentaati hukum Jahweh? Tidak. Saya tidak mengajak anda untuk mengabaikan hukum Jahweh, tetapi semua orang tahu bahwa mustahil bagi manusia untuk mentaati seluruh aturan di dalam Hukum itu. 
Yakobus 2:10 mengatakan, “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.” Karena itu pikirkan dulu bagaimana anda bisa dilahirkan kembali dari air dan Roh. Kemudian, pergi ke gereja dimana anda bisa mendengar Injil. Anda bisa menjalani hidup yang setia setelah anda dilahirkan kembali. Kemudian, ketika Tuhan memanggil, anda bisa menghadapNya dengan sukacita. 
Jangan membuang waktu dengan datang ke gereja palsu, jangan membuang uang anda untuk memberi persembahan yang salah arah. Imam-imam palsu tidak bisa menolong anda lepas dari neraka. Pertama-tama dengarkan Injil air dan Roh dan kemudian dilahirkan kembali. 
Pikirkan tentang alasan Jahshua datang ke dunia ini. Kalau kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Surga dengan hidup seturut Hukum, Ia tidak akan perlu datang ke dunia ini. Setelah Ia datang, keimaman berubah. Legalisme hanya menjadi bagian masa lalu. Sebelum kita diselamatkan, kita berpikir bisa diselamatkan dengan hidup seturut Hukum. Tetapi itu bukan lagi menjadi tanda iman yang sejati.
Jahshua menyelamatkan kita dari segala dosa dunia dengan kasihNya, dengan air baptisanNya, dengan darah dan RohNya. Ia menggenapi keselamatan kita melalui baptisanNya di Sungai Yordan, darahNya di Kayu Salib, dan kebangkitanNya. 
Jahweh menyingkirkan peraturan yang lama karena sangat lemah dan tidak berguna. “Sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Jahweh Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah -- memang mereka telah menjadi imam tanpa sumpah” (Ibrani 7:19-20). Jahshua membuat sumpah dan menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan baptisan dan darahNya. Kemartiran yang terjadi karena legalisme adalah kematian yang tidak berarti, dan iman yang sejati hanyalah percaya kepada Injil air dan Roh. 
Kita harus memiliki iman yang berbuah. Yang mana yang anda rasa berguna untuk jiwa anda? Apakah lebih baik bagi anda untuk datang ke gereja secara tetap dan hidup seturut Hukum, atau apakah lebih baik datang ke gereja Jahweh di mana Injil dilahirkan kembali dari air dan Roh diberitakan, sehingga anda juga bisa dilahirkan kembali? Gereja yang mana dan pengkhotbah yang mana yang akan lebih berguna untuk anda? Pikirkan tentang hal itu dan pilihlah satu yang berguna bagi jiwa anda. 
Jahweh menyelamatkan jiwa anda melalui seorang pengkhotbah yang memiliki firman Injil air dan Roh. Semua orang harus mengambil tanggungjawab dengan jiwanya sendiri. Seorang percaya yang bijak adalah yang menyerahkan jiwanya kepada firman Jahweh. 
 
 

JAHSHUA MENJADI IMAM MELALUI SUMPAH 


Apakah keturunan Harun menjadi imam melalui sumpah?
Tidak. Hanya Jahshua yang menjadi imam melalui sumpah.
 
Ibrani 7:20-21 mengatakan, “Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah -- memang mereka telah menjadi imam tanpa sumpah” tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepadaNya: “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam menurut aturan Melkisedek.” 
Dan Mazmur 110:4 mengatakan, “TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”” Tuhan sudah membuat suatu janji. Ia membuat perjanjian dengan kita dan menunjukkannya melalui firman yang tertulis. “Aku akan menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya menurut aturan Melkisedek. Melkisedek adalah raja kebenaran, raja damai dan imam besar untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya menurut aturan Melkisedek bagi keselamatanmu.”
Jahshua datang ke dunia ini dan sudah menjadi kepastian dari perjanjian yang lebih baik (Ibrani 7:22). Menggantikan darah lembu dan domba, Ia mempersembahkan diriNya sebagai korban dengan dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib untuk menghapuskan segala dosa kita. 
Pada jaman Perjanjian Lama, ketika seorang Imam Besar meninggal dunia, anak laki-lakinya menggantikan keimamannya kalau ia berusia 30 tahun. Kalau Imam Besar menjadi sangat tua dan anak laki-lakinya mencapai usia 30 tahun, ia memindahkan keimamannya kepada anak laki-lakinya. 
Ada begitu banyak keturunan dari Imam Besar. Karena itu Daud membuat sebuah aturan yang dengan itu kemudian mereka semua bisa mengambil bagian secara bergantian. Semua keturunan Harun diangkat sebagai imam-imam, mereka memiliki hak dan tanggungjawab untuk melayani keimaman. Lukas mengatakan, “Zakharia dari rombongan Abia. . . waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. . .” 
Jahshua datang ke dunia ini dan melayani keimaman untuk selama-lamanya. Ia datang sebagai Imam dari hal baik yang akan terjadi. Ia menggenapi keselamatan dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
Keturunan Harun adalah lemah dan tidak sempurna. Apa yang terjadi kalau Imam Besar meninggal dunia? Anak laki-lakinya mengambil alih sebagai Imam Besar, tetapi korban yang demikian tidak pernah bisa cukup untuk memastikan keselamatan manusia. Iman melalui manusia tidak pernah bisa sempurna. 
Pada jaman Perjanjian Lama, Jahshua datang ke dunia ini. Tetapi Ia tidak perlu mempersembahkan korban secara terus menerus karena Ia hidup selama-lamanya. Ia menanggung segala dosa kita untuk selamanya dengan baptisanNya. Ia mengorbankan diriNya dan disalibkan untuk membuat semua yang percaya kepadaNya dibebaskan sepenuhnya dari dosa. 
Sekarang, Ia hidup dan duduk di sebelah kanan Jahweh untuk bersaksi bagi kita. “Bapa kekasih, mereka mungkin tidak sempurna, tetapi mereka percaya kepadaKu. Bukankah Aku sudah menanggung segala dosa mereka dahulu?” Jahshua adalah Imam Besar kekal bagi keselamatan kita. 
Imam-imam dunia tidak pernah sempurna. Ketika mereka meninggal dunia, anak-anak laki-laki mereka mengambil alih keimaman. Tuhan kita hidup selamanya. Ia menggenapkan keselamatan kekal bagi kita dengan datang ke dunia ini, dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, dan kemudian mencurahkan darahNya di Kayu Salib untuk dosa-dosa kita. 
“Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa” (Ibrani 10: 18). Jahshua bersaksi akan keselamatan kita di akhir jaman. Sudahkah anda dilahirkan kembali dari air dan Roh? 
“Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga” (Ibrani 7:26). “Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:28). 
Yang akan saya katakan adalah bahwa Jahshua Kristus, tanpa cacat, menghapuskan segala dosa anda satu kali untuk selama-lamanya melalui air baptisan dan darahNya di Kayu Salib. Ia menyelamatkan kita dari segala dosa kita bukan berdasarkan hukum pekerjaan, tetapi dengan menanggung segala dosa kita dan menanggung hukuman sampai selamanya. 
Apakah anda percaya bahwa Ia menyelamatkan kita dari segala dosa kita melalui keselamatan dari dosa kekal? Kalau ya, anda diselamatkan. Tetapi kalau tidak, anda masih harus banyak belajar mengenai keselamatan kekal dari Jahshua. 
Iman sejati berasal dari Injil air dan Roh, yang sepenuhnya didasarkan kepada Alkitab. Jahshua Kristus, Imam Besar surgawi yang kekal, menjadi Juruselamat kekal kita melalui baptisan dan darahNya di Kayu Salib. 
 

KITA HARUS MENGERTI SEPENUHNYA IMAN KITA 
 
Apa artinya “percaya kepada Jahshua?” 
Beriman kepada baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib.
 
Kita harus berpikir tentang bagaimana kita bisa percaya kepada Jahshua dengan cara yang benar dan meluruskan iman kita. Bagaimana kita bisa percaya kepada Jahshua dengan cara yang benar? Kita bisa melakukannya dengan percaya kepada Injil baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib.
Iman yang sempurna adalah percaya kepada karya Jahshua, baptisan dan darah Nya, tanpa menambahkan pandangan kita yang salah. Apakah anda percaya? Tetapi bagaimana dengan keadaan rohani anda? Apakah anda menyandarkan diri kepada pekerjaan dan usaha anda sendiri? 
Belum lama berselang sejak saya mulai percaya kepada Jahshua, tetapi saya sudah menderita selama hampir 10 tahun karena legalisme. Tetapi kemudian saya menjadi bosan dengan kehidupan yang demikian. Saya bahkan tidak suka mengingat akan hal itu. Istri saya ada bersama saya saat ini. Ia tahu betapa buruknya hal itu bagi kami. 
Di hari-hari Minggu, saya akan berkata, “Sayang, mari kita mencari kesenangan.” 
“Tetapi ini hari Minggu!” 
Ia bahkan tidak mencuci pakaian di hari Minggu. Suatu hari Minggu, celana saya sobek. Tetapi ia menyuruh saya menunggu sampai hari Senin. Bahkan sebenarnya, saya lebih giat lagi mentaati aturan hari Sabat dengan benar. Tetapi hal itu sangat sulit. Kami tidak pernah bisa santai di hari Minggu karena sangat sulit untuk mentaati aturan hari Sabat dengan benar. Saya masih ingat masa-masa itu. 
Saudara yang kekasih, untuk sungguh-sungguh percaya kepada Jahshua, kita harus percaya kepada pengudusan dosa-dosa kita melalui baptisan dan darahNya di Kayu Salib. Iman yang sejati berarti percaya kepada keilahian dan kemanusiaan Jahshua dan segala sesuatu yang Ia lakukan di dunia ini. Orang-orang yang sungguh-sungguh setia percaya kepada segala firmanNya. 
Apakah arti dari kata “percaya kepada Jahshua?” Hal itu berarti percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya. Betapa sederhananya hal itu. Yang harus kita lakukan hanyalah melihat ke dalam Alkitab dan percaya kepada Injil. Kita semua harus percaya dengan cara yang benar. 
“Terima kasih, Tuhan. Saya melihat sekarang bahwa hal itu bukan terjadi karena usaha saya. Karena melalui Hukum Taurat ada pengenalan akan dosa (Roma 3:20). Saya memahaminya sekarang. Saya berpikir bahwa karena Hukum Taurat itu baik, karena semuanya merupakan perintah Jahweh, saya harus berusaha untuk menjalaninya dalam hidup saya. Saya berusaha keras sampai saat ini, tetapi saya melihat sekarang bahwa saya salah berpikir kalau saya bisa hidup seturut dengan hukum Taurat itu. Saya melihat sekarang bahwa saya tidak akan pernah bisa mentaati perintah Jahweh! Karena itu, melalui hukum Jahweh, saya sekarang menyadari bahwa hati saya dipenuhi dengan pemikiran jahat dan pelanggaran. Saya memahami sekarang bahwa Hukum itu diberikan untuk menumbuhkan di dalam kehidupan kami pemahaman akan dosa. Oh, terima kasih, Tuhan. Saya salah memahami kehendakMu dan berusaha keras untuk mentaati Hukum itu. Saya sungguh-sungguh sombong sampai saya berani berusaha. Saya bertobat. Saya tahu bahwa Jahshua dibaptiskan dan mencurahkan darah untuk keselamatan saya! Saya percaya!” 
Anda harus percaya dengan jujur dan tulus. Anda harus hanya percaya kepada firman yang tertulis di dalam Alkitab. Itulah satu-satunya cara anda bisa sungguh-sungguh dilahirkan kembali. 
Apakah artinya percaya kepada Jahshua? Apakah itu berarti sesuatu yang harus kita selesaikan dalam jangka waktu tertentu? Apakah iman kita iman agama yang memaksa anda mengerjakannya? Manusia sudah membuat dewa, dan mereka menciptakan agama yang cocok dengan dewa mereka. Agama adalah proses pekerjaan manusia untuk mencapai suatu tujuan—keilahian manusia. 
Kemudian apakah iman? Artinya percaya kepada Jahweh dan memandang kepadaNya. Kita memandang kepada keselamatan di dalam Jahshua dan bersyukur kepadaNya untuk berkat ini. Inilah iman yang sejati. Inilah perbedaan antara iman dengan agama. Sekali anda bisa membedakan antara keduanya, anda mendapat nilai 100 untuk pemahaman iman anda. 
Para teolog yang tidak dilahirkan kembali mengatakan bahwa kita harus percaya kepada Jahshua dan menjalani hidup saleh. Bisakah orang menjadi setia hanya dengan menjadi saleh? Tentu saja kita harus menjadi oranng baik. Siapa yang menjalani kehidupan yang lebih saleh dibandingkan dengan kita yang dilahirkan kembali? 
Tetapi intinya adalah bahwa mereka mengatakan hal itu kepada orang-orang berdosa. Ada 12 dosa di dalam kehidupan rata-rata orang berdosa. Bagaimana ia bisa hidup saleh? Tentu saja, pikirannya mungkin tahu apa yang harus dilakukannya, tetapi hatinya tidak bisa melaksanakannya. Ketika seorang berdosa melangkah keluar dari gereja, hidup saleh hanya menjadi sekedar teori, dan instingnya menuntun dia kepada dosa. 
Karena itu kita harus memutuskan hati kita apakah kita akan hidup dengan Hukum Taurat atau diselamatkan dengan percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, dengan beriman kepada Imam Besar kekal dari Kerajaan Surga. 
Ingatlah bahwa Jahshua adalah Imam Besar sejati untuk orang-orang yang percaya. Mari kita diselamatkan dengan mengenal dan percaya kepada keselamatan sejati melalui baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib. 
 

ORANG YANG DILAHIRKAN KEMBALI TIDAK TAKUT AKHIR JAMAN 

Mengapa orang yang dilahirkan kembali tidak takut akhir jaman?
Karena iman mereka kepada Injil air dan Roh membuat mereka bebas dari dosa.
 
Ketika anda dilahirkan kembali, anda tidak perlu takut bahwa dunia akan mendekati akhir jaman. Banyak orang Kristen di Korea mengatakan bahwa akhir jaman akan terjadi pada tanggal 28 Oktober 1992. Betapa bergejolak dan mengerikan hari itu, kata mereka. Tetapi semua perkataan mereka ternyata salah. Orang yang dilahirkan kembali hidup dengan saleh, mengabarkan Injil sampai saat terakhir. Kapanpun akhir jaman tiba, yang harus kita lakukan adalah mengabarkan Injil air dan Roh. 
Ketika Mempelai Laki-laki datang, mempelai wanita yang sungguh-sungguh dilahirkan kembali dari air dan Roh bisa menemuiNya dengan sukacita besar, dan berkata, “Oh, Engkau sudah datang! Daging saya sangat tidak sempurna, tetapi Engkau mengasihi saya dan menyelamatkan saya dari segala dosa saya. Karena itu saya tidak memiliki dosa. Terima kasih, Tuhan. Engkau adalah Juruselamat saya!” 
Jahshua adalah Mempelai Laki-Laki bagi semua orang benar. Pesta perkawinan terjadi karena mempelai laki-laki mengasihi mempelai wanita, bukan sebaliknya. Saya mengerti bahw kadangkala terjadi hal yang demikian di dunia, tetapi di surga, Mempelai Laki-Laki yang menentukan apakah pernikahan akan terjadi atau tidak. Mempelai Laki-Laki yang memilih untuk menikah berdasarkan kasihNya dan menawarkan keselamatan, bagaimanapun keadaan mempelai wanitanya. Inilah terjadinya pernikahan surgawi. 
Mempelai Lai-Laki tahu segala sesuatu tentang mempelai wanita. Karena mempelai wanitanya sungguh-sungguh orang berdosa, Ia mengasihani mereka dan menyelamatkan mereka dari segala dosa dengan dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib.
Tuhan Jahshua kita tidak datang ke dunia ini sebagai keturunan Harun. Ia tidak datang ke dunia ini untuk mempersembahkan korban duniawi. Ada banyak sekali orang Lewi, keturunan Harun, untuk melakukan hal itu. 
Sebenarnya, tokoh utama di dalam korban dari Perjanjian Lama tidak lain dari Jahshua sendiri. Karena itu, ketika yang sesungguhnya sudah datang, apa yang kemudian terjadi kepada bayangannya? Bayangan itu akan disingkirkan.
Ketika Jahshua datang ke dunia ini, Ia mempersembahkan korban seperti yang dilakukan Harun. Ia mempersembahkan diriNya bagi manusia dengan dibaptiskan dan mencurahkan darah bagi keselamatan orang berdosa. Ia menggenapi keselamatan di Kayu Salib. 
Untuk orang-orang yang percaya kepada baptisan Jahshua dan darahNya di Kayu Salib, keselamatan bukan sesuatu yang tidak pasti. Jahshua tidak memperdamaikan dosa-dosa kita dengan cara yang tidak jelas. Ia melakukannya dengan jelas. “Akulah jalan, kebenaran, dan hidup” (Yohanes 14:6). Jahshua datang ke dunia ini dan menyelamatkan kita dengan baptisan, kematian, dan kebangkitanNya. 
 

PERJANJIAN LAMA ADALAH GAMBARAN TENTANG JAHSHUA 

Apa alasan mengadakan perjanjian yang lain?
Karena perjanjian yang pertama tidak sempurna dan tidak berguna.
 
Perjanjian Lama adalah bayangan dari Perjanjian Baru. Meskipun Jahshua tidak pernah mempersembahkan korban seperti Imam Besar di dalam Perjanjian Lama, Ia melayani keimaman yang lebih baik, keimaman surgawi yang kekal. Karena manusia di dunia ini sangat berdosa sejak kelahirannya, mereka menjadi orang-orang berdosa, dan mereka tidak pernah bisa menjadi orang-orang benar di hadapan hukum Jahweh. Karena itu menetapkan perjanjian yang lain. 
Bapa kita di surga mengutus AnakNya yang Tunggal ke dunia ini dan meminta kita untuk memiliki iman kepada baptisan, darah, dan kebangkitanNya. Inilah perjanjian Jahweh yang kedua. Perjanjian yang kedua menuntut kita untuk percaya kepada Injil air dan Roh. 
Tuhan tidak lagi menuntut kita untuk melakukan pekerjaan baik. Ia tidak menjelaskan bagaimana kita harus hidup supaya bisa diselamatkan. Ia hanya meminta kita untuk percaya kepada keselamatan melalui AnakNya. Ia meminta kita untuk percaya baptisan dan darahNya di Kayu Salib lebih dari semuanya. Dan kita harus mengiyakannya. 
Di dalam Alkitab, suku Yehuda mendapat hak kerajaan. Semua raja Israel dilahirkan dari suku Yehuda sampai raja Salomo. Bahkan setelah pembagian kerajaan, suku Yehuda masih memegang tahta Kerajaan Selatan sampai runtuhnya pada tahun 586 s.M. Jadi, suku Yehuda mewakili bangsa Israel. Suku Lewi adalah kaum imam. Masing-masing suku di Israel memiliki peranan sendiri. Jahweh menjanjikan kepada suku Yehuda bahwa Jahshua akan muncul dari antara mereka. 
Mengapa Ia membuat perjanjian dengan suku Yehuda? Membuat perjanjian ini adalah sama dengan membuat perjanjian dengan semua manusia di dunia karena bangsa Israel mewakili semua manusia di dunia. Jahshua menggenapi perjanjian yang baru, yaitu keselamatan manusia melalui baptisanNya, kematianNya di Kayu Salib, dan kebangkitanNya.
 
 

DOSA-DOSA MANUSIA TIDAK BISA DIHAPUSKAN DENGAN PERTOBATAN 


Apakah dosa-dosa manusia dihapuskan dengan pertobatan?
Tidak.
 
Di dalam Yeremia 17:1, ada tertulis bahwa dosa manusia tercatat di dua tempat. “Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka.” 
Dosa-dosa kita tertulis di dalam hati kita. Demikianlah cara kita mengetahui bahwa kita adalah orang berdosa. Sebelum seseorang datang kepada Jahshua, ia tidak menyadari bahwa dirinya adalah orang berdosa. Mengapa? Karena ia tidak memiliki hukum Jahweh di dalam hatinya. Karena itu, sekali seseorang percaya kepada Jahshua, ia menyadari bahwa ia adalah orang berdosa di hadapan Jahweh.
Beberapa orang baru menyadari bahwa mereka adalah orang berdosa setelah 10 tahun percaya kepada Jahshua. “Ya ampun! Saya orang berdosa! Saya berpikir saya sudah diselamatkan, tetapi entah bagaimana saya masih orang berdosa!” Kesadaran itu datang kepadanya suatu saat ketika ia akhirnya melihat keadaan dirinya sebagaimana adanya. Ia begitu berbahagia selama sepuluh tahun, tetapi kemudian ia bisa melihat kenyataan yang ada. Apakah anda tahu sebabnya? Ia sampai kepada kesadaran karena ia pada akhirnya bisa melihat dosa-dosanya dan pelanggarannya melalui hukum Jahweh. Ia sudah percaya kepada Jahshua selama 10 tahun tanpa dilahirkan kembali. 
Karena ia tidak bisa menghapus dosa-dosa di dalam hatinya, ia tetap menjadi orang berdosa di hadapan Jahweh. Beberapa orang membutuhkan 5 tahun, dan yang lainnya 10 tahun untuk bisa mencapai kesadaran ini. Beberapa orang sampai kepada kesadaran ini setelah 30 tahun, beberapa orang setelah 50 tahun, dan beberapa orang tidak pernah menyadari sampai akhir hayatnya. “Jahweh kekasih, saya biasa menjadi orang baik sebelum saya memiliki perintah itu di dalam pikiran saya. Saya yakin bahwa saya menjalani Hukum itu dengan baik, tetapi sekarang saya menyadari bahwa saya melakukan dosa setiap hari. Sama seperti yang dikatakan Rasul Paulus “Dahulu aku hidup tanpa hukum Taurat. Akan tetapi sesudah datang perintah itu, dosa mulai hidup” (Roma 7:9). Saya orang berdosa meskipun saya percaya kepada Kristus. 
Dosa-dosa anda yang menghalangi anda menjalani hidup sesuai dengan firman Jahweh. Dosa-dosa anda ditulis di dalam hati anda. Karena Jahweh mencatatnya disana, ketika anda menundukkan kepala untuk berdoa, segala dosa anda muncul. “Kejutan! Akulah dosa-dosa yang engkau lakukan.”
“Tetapi aku sudah memperdamaikannya 2 tahun yang lalu. Mengapa engkau menunjukkan diri lagi secara tiba-tiba? Mengapa engkau tidak pergi saja?” 
“Oh, jangan menjadi bingung! Aku tertulis di dalam hatimu. Tidak perduli bagaimana pemikiranmu, engkau masih orang berdosa.” 
“Tidak! Tidak!”
Jadi, ia bertobat lagi untuk dosa-dosa yang sudah dilakukannya 2 tahun yang lalu. “Ampunilah saya, Tuhan. Saya masih tersiksa karena dosa-dosa yang saya lakukan sebelumnya. Saya bertobat atas dosa-dosa saya, tetapi semuanya masih bersama saya. Ampunilah saya, karena saya sudah melakukan dosa.” 
Tetapi apakah dosa-dosa itu hilang hanya karena pertobatan? Karena dosa-dosa manusia tertulis di dalam hati mereka, semuanya tidak pernah bisa dihapuskan tanpa Injil air dan Roh. Hanya melalui Injil air dan Roh saja pendamaian yang sejati bisa diperoleh. Kita hanya bisa diselamatkan melalui iman kita kepada Injil Jahshua yang sejati. 
 

AKU AKAN MENJADI JURUSELAMATMU 

Bagaimana kita berespon terhadap perjanjian yang baru?
Kita harus mempercayainya dengan sepenuh hati kita dan memberitakannya ke seluruh dunia.
 
Tuhan kita di surga membuat perjanjian yang baru dengan kita. “Aku akan menjadi Juruselamatmu. Aku akan membuat engkau bebas sepenuhnya dari segala dosa dunia melalui air dan darah. Aku pasti akan memberkati orang-orang yang percaya kepadaKu.”
Apakah anda percaya kepada perjanjian yang baru dengan Jahweh ini? Kita bisa diselamatkan dari dosa kita dan dilahirkan kembali ketika kita percaya kepada kebenaran perjanjianNya dan keselamatanNya melalui air dan darah. 
Kita tidak bisa percaya kepada seorang dokter kalau ia tidak membuat diagnosa yang benar. Seorang dokter harus terlebih dahulu membuat diagnosa atas pasiennya dan kemudian menentukan obat yang tepat. Ada berbagai macam obat, tetapi ia harus tahu yang mana yang tepat untuk digunakan. Sekali seorang dokter mendiagnosa pasiennya dengan benar, banyak obat yang tepat yang bisa dipakai untuk menyembuhkannya. Tetapi dengan diagnosa yang salah, semua obat yang baik hanya memperburuk keadaan pasiennya.
Demikian juga, ketika anda percaya kepada Jahshua, anda harus mendiagnosa keadaan rohani anda berdasarkan firman Jahweh. Ketika anda menguji roh anda dengan firman Jahweh, anda bisa melihat dengan jelas bagaimana keadaan rohani anda. Dokter dari rohani anda bisa menyembuhkan segala pasiennya tanpa kecuali. Mereka semua bisa dilahirkan kembali. 
Kalau anda berkata, “Saya tidak tahu apakah saya sudah ditebus,” itu berarti anda belum diselamatkan. Kalau seorang pendeta adalah murid Jahshua yang sesungguhnya, ia harus bisa menyelesaikan masalah dosa bagi pengikutnya. Kemudian, ia bisa meneruskan dengan memecahkan masalah iman mereka dan menuntun mereka dalam kehidupan rohani. Ia harus bisa melihat keadaan rohani yang sesungguhnya dari para pengikutnya. 
Jahshua datang ke dunia ini untuk menanggung segala dosa dunia. Ia datang dan dibaptiskan serta mati di Kayu Salib. Ketika Ia memperdamaikan segala dosa, apakah Ia meninggalkan dosa-dosa anda? Firman air dan Roh melenyapkan segala dosa orang-orang berdosa.
Injil itu seperti dinamit. Ia menghancurkan segala sesuatu mulai dari gedung sampai gunung. Pekerjaan Jahshua itu pasti. Ia melenyapkan dosa-dosa mereka yang percaya kepadaNya dengan Injil air dan Roh. Mari kita melihat Injil air dan Roh sebagaimana yang dinyatakan di dalam Alkitab.
 
 

INJIL PENUMPANGAN TANGAN DI DALAM PERJANJIAN LAMA 


Apakah tujuan penumpangan tangan di dalam Perjanjian Lama?
Tujuannya menanggungkan dosa-dosa kepada binatang korban.
 
Mari kita melihat kebenaran Injil penebusan di dalam Imamat 1:3-4. “Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia. Lalu ia harus meletakkan tangannya ke atas kepala korban bakaran itu, sehingga baginya persembahan itu diperkenan untuk mengadakan pendamaian baginya.” 
Bagian di atas menjelaskan bahwa korban bakaran harus dibawa ke pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN dengan penumpangan tangan di atas kepala binatang korban, dan korban itu haruslah binatang yang masih hidup dan tidak bercela. 
Di jaman Perjanjian Lama, seorang berdosa harus meletakkan tangannya ke atas korban itu untuk memperdamaikan dosa-dosa hariannya. Ia menyembelih korban penghapus dosa di hadapan Tuhan dan imam mengambil sebagian darahnya dan meletakannya ke atas mezbah korban bakaran. Ia kemudian menyiramkan sisa darahnya ke sekeliling mezbah dan dosa-dosa orang berdosa itu diampuni untuk dosa satu hari. 
Untuk dosa tahunan, tertulis di dalam Imamat 16:6-10, “Kemudian Harun harus mempersembahkan lembu jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri dan dengan demikian mengadakan pendamaian baginya dan bagi keluarganya. Ia harus mengambil kedua ekor kambing jantan itu dan menempatkannya di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan, dan harus membuang undi atas kedua kambing jantan itu, sebuah undi bagi TUHAN dan sebuah bagi Azazel. Lalu Harun harus mempersembahkan kambing jantan yang kena undi bagi TUHAN itu dan mengolahnya sebagai korban penghapus dosa. Tetapi kambing jantan yang kena undi bagi Azazel haruslah ditempatkan hidup-hidup di hadapan TUHAN untuk mengadakan pendamaian, lalu dilepaskan bagi Azazel ke padang gurun.” Sebagaimana dijelaskan di dalam Alkitab, Azazel berarti “meletakkan keluar.” Jadi dosa setahun diampuni pada hari yang kesepuluh bulan ketujuh. 
Dalam Imamat 16:29-30, ada tertulis. “Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN.” 
Ini adalah hari dimana bangsa Israel diperdamaikan atas dosa setahun mereka. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pertama, Imam Besar Harun harus ada di dalam upacara korban itu. Siapa yang mewakili bangsa Israel? Harun. Jahweh menetapkan Harun dan keturunannya sebagai Imam Besar.
Harun mempersembahkan lembu untuk memperdamaikan dirinya dan keluarganya. Ia menyembelih lembu itu dan memercikkan sebagian darahnya di hadapan tutup pendamaian sebanyak tujuh kali. Ia harus memperdamaikan diri sendiri dan keluarganya terlebih dahulu. 
Pendamaian di sini berarti memindahkan dosa-dosa seseorang kepada korban penghapus dosa dan membiarkan korban itu mati menggantikan seseorang. Orang berdosa sendiri seharusnya yang mati, tetapi ia bisa diperdamaikan dari dosa-dosanya dengan menanggungkan semuanya kepada binatang korban dan membuatnya mati menggantikannya. 
Setelah dosa-dosanya dan keluarganya dihapuskan, ia mempersembahkan seekor kambing jantan di hadapan Jahweh sementara kembing jantan yang satu lagi diusir ke padang gurun sebagai domba pengganti di hadapan semua orang Israel. 
Satu kambing jantan dipersembahkan sebagai korban penghapus dosa. Harun meletakkan tangannya ke atas korban penghapus dosa dan mengakui, “O Jahweh, umatMu Israel melanggar keseluruhan Dasa Titah dan 613 peraturan dari HukumMu. Bangsa Israel sudah menjadi orang-orang berdosa. Saya sekarang meletakkan tangan ke atas kambing jantan ini untuk memindahkan seluruh dosa tahunan kami.” 
Ia menyembelih kambing jantan itu dan memasuki Tempat Mahakudus di dalam Kemah Suci membawa darah binatang itu. Ia kemudian memercikkan sebagian darah itu di hadapan tutup pendamaian sebanyak tujuh kali. 
Di dalam Tempat Maha Kudus terdapat tabut perjanjian. Tutup dari tabut itu disebut tutup pendamaian, dan di dalam tabut itu terdapat dua loh batu perjanjian, satu cawan emas berisi manna, dan tongkat Harun yang bertunas. 
Tongkat Harun melambangkan kebangkitan, dua loh batu melambangkan KeadilanNya, dan cawan emas berisi manna melambangkan firman kehidupanNya. 
Tabut perjanjian itu memiliki tutup. Darah dipercikkan di hadapan tutup pendamaian itu tujuh kali. Karena ada lonceng emas yang tergantung di jubah imam besar maka lonceng itu akan berbunyi ketika ia memercikkan darah itu.
Di dalam Imamat 16:14-15, ada tertulis, “Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali. Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.” 
Lonceng-lonceng itu berbunyi setiap kali ia memercikkan darah kambing jantan, dan bangsa Israel yang berkumpul di luar akan mendengar suaranya. Karena pendamaian bagi dosa-dosa mereka harus dilakukan melalui Imam Besar, suara lonceng itu menunjukkan bahwa dosa-dosa mereka sudah diampuni. Itu adalah suara berkat bagi seluruh bangsa Israel. 
Ketika lonceng-lonceng itu berbunyi tujuh kali, mereka berkata, “Sekarang saya lega. Saya sudah khawatir atas dosa-dosa tahunan saya, dan sekarang saya merasa bebas.” Dan bangsa itu kembali kepada kehidupan mereka, merasa bebas dari kesalahan. Suara lonceng pada saat itu adalah seperti kabar baik dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
Ketika kita mendengar Injil penebusan air dan Roh dan percaya kepada hal itu dengan hati kita serta mengakuinya dengan mulut kita, inilah yang dimaksud Injil air dan Roh. Ketika lonceng berbunyi tujuh kali, semua dosa tahunan bangsa Israel dibasuhkan. Dosa-dosa mereka dihapuskan di hadapan Jahweh. 
Setelah mempersembahkan kambing jantan bagi bangsa Israel, Imam Besar mengambil kambing jantan yang lain dan keluar menemui orang-orang yang berkumpul di luar Kemah Suci. Ketika mereka memandangnya, Imam Besar Harun meletakkan tangannya ke atas kepala kambing jantan itu. 
Di dalam Imamat 16:21-22, “Setelah selesai mengadakan pendamaian bagi tempat kudus dan Kemah Pertemuan serta mezbah, ia harus mempersembahkan kambing jantan yang masih hidup itu, dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu.” 
Imam Besar, Harun, meletakkan tangannya ke atas kepala kambing jantan itu (kambing pengganti) dan mengakui segala dosa tahunan bangsa Israel di hadapan Jahweh. “O Jahweh, bangsa Israel berdosa terhadap Engkau. Kami melanggar Dasa Titah dan seluruh 613 peraturan HukumMu. O Jahweh, saya menanggungkan seluruh dosa tahunan bangsa Israel ke atas kepala kambing jantan ini.” 
Menurut Yeremia 17:1, dosa-dosa ditulis di dua tempat. Yang pertama di Kitab Pekerjaan, dan yang satunya di loh hati mereka. 
Jadi kalau orang mau diperdamaikan atas segala dosanya, dosa-dosa mereka harus dihapuskan dari Kitab Pekerjaan dan dari loh hati mereka. Di Hari Raya Pendamaian, kambing jantan adalah untuk dosa-dosa yang tertulis di dalam Kitab Penghakiman dan yang satunya lagi untuk yang tertulis di dalam loh hati.

Apa yang ditunjukkan Jahweh kepada bangsa Israel melalui tata cara pengorbanan di dalam Perjanjian Lama?
Bahwa Juruselamat akan datang dan melenyapkan segala dosa mereka satu kali untuk selama-lamanya dengan cara yang paling patut.
 
Dengan meletakkan tangannya ke atas kepala kambing jantan, Imam Besar menunjukkan kepada bangsa itu bahwa dosa-dosa tahunan mereka dipindahkan kepada kambing jantan. Ketika dosa-dosa diletakkan di atas kepala kambing jantan, orang yang sudah disiapkan akan menuntunnya ke padang gurun.
Palestina adalah tanah padang gurun. Kambing jantan yang menanggung segala dosa tahunan bangsa Israel dituntun oleh orang yang sudah ditentukan untuk tugas itu ke padang gurun dimana tidak terdapat rumput ataupun air. Orang-orang berdiri dan meperhatikan kambing pengganti itu pergi ke padang gurun. 
Mereka kemudian berkata kepada diri mereka sendiri, “Saya yang seharusnya mati, tetapi kambing itu yang mati bagi dosa-dosaku. Upah dosa adalah maut, tetapi kambing itu yang mati menggantikan saya. Terima kasih, kambing jantan. Kematianmu membuat aku bisa tetap hidup.” Kambing jantan itu kemudian dibawa semakin jauh ke dalam padang gurun dan bangsa Israel diampuni dari segala dosa tahunan. 
Ketika dosa di dalam hati anda ditanggungkan kepada korban penghapus dosa, anda disucikan. Sangat sederhana. Kebenaran adalah sesuatu yang sangat sederhana kalau kita bisa memahaminya. 
Kambing jantan itu lenyap dari horison. Orang yang membawanya pulang sendirian. Segala dosa tahunan bangsa Israel dihapuskan. Kambing jantan itu berkeliaran di padang gurun tanpa air atau rumput, dan ia mati membawa serta dosa setahun dari dosa-dosa bangsa Israel. 
Upah dosa adalah maut, dan Keadilan Jahweh digenapkan. Jahweh mengorbankan kambing jantan itu dengan tujuan supaya bangsa Israel bisa terus hidup. Semua pelanggaran bangsa Israel selama setahun dihapuskan sampai bersih. 
Sebagaimana dosa sehari dan dosa setahun diampuni dengan cara yang demikian di dalam Perjanjian Lama, juga merupakan perjanjian Jahweh bahwa dosa-dosa kita akan diampuni dengan cara demikian satu kali untuk selama-lamanya. Adalah perjanjianNya bahwa Ia akan mengutus bagi kita Mesias dan akan membebaskan kita dari dosa-dosa sepanjang hidup. Perjanjian ini dilaksanakan melalui baptisan Jahshua. 
 

ORANG YANG DILAHIRKAN KEMBALI DARI AIR DAN ROH DI DALAM PERJANJIAN BARU 
 
Mengapa Jahshua dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis?
Menggenapi segala kebenaran dengan menanggung segala dosa dunia. Baptisan Jahshua di dalam Perjanjian Baru adalah sama dengan penumpangan tangan di dalam Perjanjian Lama.

Mari kita membaca Matius 3:13-15. “Maka datanglah Jahshua dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Jahshua menjawab, kataNya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran.” Dan Yohanes pun menurutiNya.”
Jahshua pergi ke Sungai Yordan dan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis dan dengan melakukan hal itu, menggenapi seluruh kebenaran. Ia dibaptiskan oleh Yohanes. Yohanes adalah yang terbesar di antara mereka yang dilahirkan perempuan. 
Matius 11:11-12 mengatakan “Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.” 
Yohanes Pembaptis dipilih oleh Jahweh sebagai wakil manusia dan diutus 6 bulan sebelum Kristus. Ia adalah keturunan Harun dan Imam Besar yang terakhir. 
Yohanes Pembaptis mengatakan ketika Jahshua datang kepadanya, “Akulah yang perlu dibaptis olehMu, dan Engkau yang datang kepadaku?” 
“Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kebenaran.” TujuanNya adalah untuk membebaskan manusia dari dosa sehingga mereka bisa menjadi anak-anak Jahweh. Jahshua mengatakan kepada Yohanes, “Kita harus menggenapkan Injil dilahirkan kembali dari air dan Roh. Karena itu baptiskanlah Aku sekarang.” 
Yohanes membaptiskan Jahshua. Sangat patut bahwa Jahshua harus dibaptiskan untuk menanggung segala dosa dunia. Karena Ia dibaptiskan dengan cara yang paling patut, kita secara patut diselamatkan dari dosa kita. Jahshua dibaptiskan supaya segala dosa kita ditanggungkan kepadaNya. 
Jahshua datang ke dunia ini dan dibaptiskan ketika Ia berusia 30 tahun. Itulah pelayananNya yang pertama. Jahshua menggenapkan segala kebenaran dengan menghapuskan segala dosa dunia, dengan itu menyucikan semua manusia. 
Jahshua datang ke dunia ini dan dibaptiskan dengan cara yang paling patut untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita. “Demikianlah” segala kebenaran digenapkan. 
Jahweh berkata, “Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan” (Matius 3:17). Jahshua Kristus tahu bahwa Ia akan menanggung segala dosa manusia dan mencurahkan darahNya sampai mati di Kayu Salib, tetapi Ia taat kepada kehendak BapaNya, dan berkata, “janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki” (Matius 26:39). Kehendak Bapa adalah untuk menghapuskan segala dosa manusia dan dengan itu menawarkan keselamatan kepada manusia di dunia ini. 
Jadi Jahshua, Anak yang taat, mentaati kehendak BapaNya dan dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis. 
Di dalam Yohanes 1:29, “Pada keesokan harinya Yohanes melihat Jahshua datang kepadanya dan ia berkata: “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia”” Jahshua menanggung segala dosa dunia dan mencurahkan darahNya di Kayu Salib di Golgota. “Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia,” kesaksian Yohanes Pembaptis. 
Apakah anda memiliki dosa atau tidak? Apakah anda orang benar atau orang berdosa? Kebenarannya adalah bahwa Jahshua menanggung segala dosa dunia dan disalibkan di Kayu Salib bagi kita. 

Kapankah dosa-dosa semua orang berdosa di dunia ini dipindahkan kepada Jahshua?
Jahshua menanggung segala dosa kita ketika Ia dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan.
 
Setelah kita dilahirkan ke dunia ini, kita melakukan dosa bahkan ketika berusia 1 dan 10 tahun. Jahshua menanggung segala dosa itu. Kita juga melakukan dosa ketika berusia 11 dan 20 tahun. Dosa-dosa yang kita lakukan di dalam hati dan tindakan kita, Ia menanggung semuanya. 
Kita juga melakukan dosa antara usia 21 dan 45 tahun. Ia menanggung semuanya juga. Ia menanggung segala dosa dunia dan disalibkan di Kayu Salib. Kita melakukan dosa sejak saat kelahiran kita sampai hari kematian kita. Tetapi Ia menanggung semuanya juga.
“Lihatlah Anak domba Jahweh, yang menghapus dosa dunia!” Segala dosa, sejak dari manusia pertama, Adam, sampai kepada manusia terakhir yang hidup di dunia ini – kapanpun hal itu terjadi – Ia menanggung semuanya. Ia tidak memilah-milah dan memilih dosa-dosa siapa yang akan ditanggungNya. 
Ia tidak memutuskan untuk mengasihi hanya sebagian di antara kita. Ia datang dalam daging dan menanggung segala dosa dunia serta disalibkan di Kayu Salib. Ia menerima Penghukuman bagi kita semua dan menghapuskan segala dosa dunia ini untuk selamanya. 
Tidak ada yang dikecualikan dari keselamatanNya. “Segala dosa dunia” termasuk segala dosa kita. Jahshua menanggung semuanya. 
Dengan baptisan dan darahNya, Ia membasuh segala dosa dunia. Ia menanggung semuanya melalui baptisanNya dan dihukum bagi dosa-dosa kita di Kayu Salib. Sebelum Jahshua mati di Kayu Salib, Ia mengatakan, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30), yang berarti keselamatan manusia sudah digenapkan. 
Mengapa Jahshua disalibkan di kayu Salib? Karena kehidupan daging ada di dalam darah, dan darah yang menjadi jalan pendamaian bagi kehidupan seseorang (Imamat 17:11). Mengapa Jahshua harus dibaptiskan? Karena Ia mau menanggung semua dosa-dosa di dalam dunia ini.
“Sesudah itu, karena Jahshua tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: “Aku haus!”” (Yohanes 19:28). Jahshua mati, dengan mengerti bahwa segala perjanjian Jahweh di dalam Perjanjian Lama sudah digenapkan dengan baptisanNya di Kayu Salib dan kematianNya di Kayu Salib. 
Jahshua tahu bahwa penebusan digenapi melalui Dia dan mengatakan, “Sudah selesai.” Ia mati di Kayu Salib. Ia menguduskan kita, bangkit kembali dari kematian setelah 3 hari dan naik ke surga, di mana Ia sekarang duduk di sebelah kanan Jahweh. 
Pembasuhan segala dosa melalui baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib adalah Injil keberkatan dilahirkan kembali dari air dan Roh. Percayalah kepadanya, dan anda akan diampuni dari segala dosa anda. 
Kita tidak bisa memperdamaikan dosa-dosa kita dengan doa pertobatan setiap hari. Penebusan diberikan satu kali untuk selama-lamanya hanya melalui baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib. “Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa” (Ibrani 10:18). 
Sekarang yang harus kita lakukan hanyalah percaya kepada penebusan melalui baptisan Jahshua dan penyalibanNya. Percayalah dan anda akan diselamatkan. 
Roma 5:1-2 mengatakan, “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Jahweh oleh karena Tuhan kita, Jahshua Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Jahweh.” 
Tidak ada cara lain untuk dibenarkan kecuali hanya melalui percaya kepada Injil keberkatan dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
 

TUJUAN HUKUM JAHWEH 

Bisakah kita disucikan oleh Hukum?
Tidak, tidak bisa. Hukum hanya membuat kita mengenal dosa-dosa kita.
 
Dalam Ibrani 10:9, ada tertulis, “Dan kemudian kataNya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.” Kita tidak bisa disucikan melalui Hukum. Hal itu hanya membuat kita menjadi orang-orang berdosa. Jahweh tidak bermaksud supaya kita mentaati Hukum Taurat. 
Roma 3:20 mengatakan, “oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” Jahweh memberikan Hukum Taurat kepada Musa setelah 430 tahun berlalu dari jaman ketika Abraham menerima Perjanjian itu. Ia memberikan Hukum Taurat kepada mereka supaya mereka bisa mengerti apa artinya melakukan dosa di hadapan Jahweh. Dengan tidak adanya hukum Jahweh, manusia tidak akan bisa memahami tentang dosa. Jahweh memberikan kepada kita HukumNya supaya kita bisa sampai kepada pemahaman akan dosa. 
Jadi tujuan satu-satunya dari Hukum adalah untuk membuat kita mengerti bahwa diri kita semua adalah orang berdosa di hadapan Jahweh. Melalui pemahaman ini, kita dimaksud supaya kembali kepada Jahshua dengan percaya kepada Injil keberkatan dilahirkan kembali dari air dan Roh. Inilah tujuan dari Hukum yang diberikan Jahweh kepada kita. 
 

TUHAN DATANG UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK JAHWEH

Apa yang harus kita lakukan di hadapan Jahweh?
Kita harus percaya kepada penebusan Jahweh melalui Jahshua.
 
““Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendakMu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua” (Ibrani 10:9). Karena kita tidak bisa menjadi suci karena Hukum, Jahweh tidak membebaskan kita dengan HukumNya, tetapi dengan penebusan yang sempurna. Jahweh menyelamatkan kita dengan kasih dan keadilanNya.
“Dan karena kehendakNya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Jahshua Kristus. Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa. Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Jahweh” (Ibrani 10:10-12). 
Ia duduk di sebelah kanan Jahweh karya penebusanNya sudah sempurna dan tidak ada hal yang lain yang perlu dilakukanNya. Ia tidak perlu lagi dibaptiskan ataupun mengorbankan diriNya lagi untuk menyelamatkan kita. 
Sekarang setelah segala dosa dunia dihapuskan, yang harus dilakukanNya hanyalah menyediakan kehidupan kekal bagi mereka yang percaya kepadaNya. Ia sekarang memeteraikan mereka yang percaya kepada keselamatan air dan Roh dengan Roh Kudus. 
Jahshua datang ke dunia ini dan menanggung segala dosa dunia serta mati di Kayu Salib, dengan itu menggenapkan karyaNya. Sekarang setelah karya Tuhan itu selesai, Ia duduk di sebelah kanan Jahweh. 
Kita harus percaya bahwa Tuhan kita Jahshuamenyelamatkan kita dari segala dosa kita sepanjang waktu. Ia menjadikan kia sempurna untuk selamanya dengan baptisan dan darahNya.
 
 
ORANG YANG MENJADI MUSUH JAHWEH 

Siapakah musuh Jahweh?
Mereka yang percaya kepada Jahshua tetapi masih memiliki dosa di dalam hatinya.
 
Dalam Ibrani 10:12-13, Tuhan mengatakan, “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Jahweh, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuhMusuhNya akan dijadikan tumpuan kakiNya.” Ia mengatakan bahwa Ia akan menantikan saatnya sampai penghakiman terakhir yang akan menentukan nasib mereka. 
MusuhMusuhNya masih mengatakan, “Jahweh, ampunilah dosa-dosa saya.” Iblis dan pengikutnya tidak percaya kepada Injil air dan Roh dan terus meminta pengampunan dariNya. 
Tuhan Jahweh kita tidak akan menghakimi mereka sekarang. Tetapi pada hari Kedatangan Jahshua Yang Kedua kali, mereka akan dihukum dan dibuang ke dalam neraka sampai selama-lamanya. Jahweh membiarkan mereka sampai datang harinya dengan terus berharap bahwa mereka akan bertobat dan menjadi orang-orang benar melalui penebusan. 
Tuhan Jahshua kita menanggung segala dosa kita dan mati bagi kita yang percaya kepadaNya. Jahshua suatu hari akan datang untuk kedua kali untuk membebaskan mereka yang percaya kepadaNya. “O, datanglah segera kepada kami, Tuhan.” Ia akan datang kedua kali untuk mengangkat orang-orang yang tidak berdosa supaya hidup bersama dengan Dia selama-lamanya di dalam Kerajaan Surga. 
Orang-orang yang tetap mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang berdosa ketika Tuhan datang kembali tidak akan mendapatkan tempat di surga. Di Hari Terakhir, mereka akan dihukum dan dilemparkan ke dalam api neraka. Penghukuman ini menantikan mereka yang menolak untuk percaya kepada dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
Tuhan kita menganggap orang-orang yang percaya kepada ketidakbenaran sebagai musuhMusuhNya. Itulah sebabnya kita harus berperang melawan ketidakbenaran. Itulah sebabnya kita harus percaya kepada Injil air dan Roh. 
 

KITA HARUS PERCAYA KEPADA INJIL AIR DAN ROH 

Apakah perlu diperdamaiakan dari dosa-dosa kita setelah hutang (dosa)kita dibayar lunas?
Tidak, sama sekali tidak.
 
Ibrani 10:15-16 mengatakan, “Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita, sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.” 
Setelah Ia menanggung segala dosa kita, Ia mengatakan, “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka.” Apakah perjanjian ini? “Aku akan menaruh hukumKu di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.” Kita pertama-tama berusaha untuk menjalani kehidupan legalistik menurut HukumNya, tetapi kita tidak bisa diselamatkan oleh Hukum itu. 
Kemudian kita mengetahui bahwa Jahshua sudah menyelamatkan mereka yang percaya di dalam hati akan Injil dilahirkan kembali dari air dan Roh yang keberkatan. Siapa saja yang percaya kepada baptisan dan darah Jahshua sudah ditebuskan.
Jahshua adalah Tuhan atas keselamatan. “Di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12). Jahshua datang ke dunia sebagai Juruselamat kita. Karena kita tidak bisa diselamatkan melalui pekerjaan kita, Jahshua menyelamatkan kita dan mencatat di dalam loh hati kita bahwa Ia sudah menyelamatkan kita dengan HukumNya tentang kasih dan keselamatan. 
““Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Jahshua” (Ibrani 10:17-18). 
Sekarang Ia tidak lagi mengingat perbuatan kedurhakaan kita. Sekarang karena Ia sudah menanggung segala dosa, kita yang percaya tidak lagi memiliki dosa untuk diampuni. Hutang kita sudah dibayar lunas dan tidak ada lagi yang tersisa untuk dibayar lagi. Manusia diselamatkan oleh iman kepada pelayanan Jahshua, yang menyelamatkan kita melalui baptisan dan darahNya di Kayu Salib. 
Sekarang yang harus kita lakukan adalah percaya kepada air dan darah Jahshua. “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32). Percayalah kepada keselamatan di dalam Jahshua. Untuk mendapatkan penebusan sebenarnya lebih mudah daripada mengambil nafas. Yang harus anda lakukan hanyalah percaya kepada hal itu sebagaimana adanya. Keselamatan hanyalah percaya kepada firman Jahweh. 
Percayalah bahwa Jahshua adalah Juruselamat kita (di dalam baptisan Jahshua dan kematianNya di Kayu Salib), dan miliki saja iman bahwa keselamatan itu milik anda. Sangkali pemikiran pribadi anda sendiri dan percaya saja kepada keselamatan di dalam Jahshua. Saya berdoa agar anda sungguh-sungguh percaya kepada Jahshua dan siap untuk dituntun ke dalam kehidupan kekal bersama dengan Dia.