Khotbah-Khotbah

Pokok 9: Kitab Roma (Komentari dalam Surat Roma)

[Pasal 8-13] (Roma 8:35-39) Siapakah Yang Memisahkan Orang Benar Dari Kasih Kristus?

(Roma 8:35-39)
“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: 
“Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, 
Kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”
Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”
 

Ayat 35 mengatakan, “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” Siapa yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus, yang diberikan kepada orang yang percaya kepada Injil air dan Roh dan memiliki kebenaran Allah di dalamnya? Bisakah penindasan atau penganiayaan menghentikan kasih itu? Bisakah Tujuh Tahun Kesengsaraan memisahkan kita dari kasih itu? Tentu saja tidak!
Tidak ada kesesakan atau penganiayaan bisa memisahkan kita dari kasih Tuhan kita yang menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Bahkan kalaupun kita meminta, dalam kesusahan kita, ditinggalkan, dan seseorang menanyakan apakah Yesus sudah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita atau belum, kita akan menjawab semua bahwa Yesus memang sudah menyelamatkan kita dan bahwa kita tidak berdosa. Betapapun letih dan gelisah hati kita, Ia masih menyelamatkan kita dan masih tetap Juruselamat kita. Bahkan kalau kita terlalu sakit atau lelah bahkan untuk berdiri sekalipun, kita masih akan tetap mengakui ucapan syukur kita kepada kebenaran Allah. Tidak ada kelelahan yang bisa memisahkan kita dari kebenaran Allah yang sudah membebaskan kita dari segala dosa kita.
Tidak ada penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya atau pedang yang bisa memisahkan kita dari kebenaran Allah. Bahwa kita kadangkala dipermalukan dan dihukum oleh orang-orang yang mengaku beragama itu adalah penganiayaan yang kita hadapi. Penganiayaan kita bisa saja sahabat, tetangga, saudara, dan bahkan anggota keluarga kita sendiri meninggalkan kita karena menuduh kita sesat. Bisakah penganiayaan itu memisahkan kita dari keselamatan Yesus Kristus? Tentu saja tidak!
Bagaimanapun kejamnya kita dianiaya, itu tidak akan memisahkan kita dari kebenaran Allah yang sudah menyelamatkan kita. Karena kebenaran Allah sudah menjadikan kita tidak berdosa, dan karena ini adalah kebenaran yang tidak pernah berubah, tidak ada orang yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah.
Kelaparan, baik itu rohani maupun jasmani, tidak bisa memisahkan kita. Karena kita percaya kepada Injil air dan Roh, yang selalu ada di dalam hati kita adalah kebenaran Allah—yaitu, iman di dalam Tuhan kita bahwa Ia sudah menjadikan kita tidak memiliki dosa dengan Injil air dan Roh. Iman ini adalah iman dan berkat percaya kepada kebenaran Allah. “Karena Tuhan sudah membuat semua dosa saya dihapuskan, saya tidak memiliki dosa! Allah menjadikan saya benar dan tidak berdosa, mengenakan kepada saya sepenuhnya kebenaranNya!” Inilah sebabnya iman kita kepada kebenaran Allah tidak akan lenyap, betapapun kerasnya kelaparan itu.
 

Kebenaran Allah dengan Injil air dan Roh 
 
Kecuali seseorang percaya kepada Injil air dan Roh, masih ada dosa di dalam hatinya. Tetapi orang yang percaya kepada kebenaran Allah tidak memiliki dosa. Inilah sebabnya Tuhan kita mengatakan bahwa kita bisa mengenal pohon dari buahnya. Mereka yang tidak percaya kepada kebenaran Allah meninggalkan iman mereka kepada Yesus kalau mereka menghadapi sedikit saja kesulitan, kelaparan, penganiayaan atau kesengsaraan. 
Ada juga orang-orang yang berpikir, “Meskipun Yesus dihukum di kayu Salib untuk dosa-dosa saya, hanya dosa asal yang dihapuskan, dan saya harus setiap hari meminta pengampunan dosa yang saya lakukan setiap hari.” Mereka yang memiliki iman semacam ini sebenarnya berdosa kepada Allah dengan tidak percaya bahwa Yesus sudah menanggung segala dosa mereka, dan dalam prosesnya, mereka menghukum dan mencemarkan diri mereka sendiri. Mereka adalah orang-orang yang menyangkal Yesus dan tidak percaya kepada kebenaran Allah.
Tetapi mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh adalah mereka yang percaya kepada kebenaran Allah, dan apapun situasi yang mereka hadapi, mereka dengan teguh berpegang kepada iman, dan mengatakan, “Allah sudah menyelamatkan saya dari segala dosa dunia. Saya tidak memiliki dosa!” Meskipun kita menghadapi kematian di hari-hari terakhir kelaparan rohani kita, kita tidak akan pernah menyangkali bahwa Allah sudah menjadikan kita tidak berdosa dan bahwa kita sudah menjadi umatNya. Kebenaran Allah yang menanggung segala dosa akan tetap ada di dalam hati kita sebagai iman. Injil air dan Roh itu berkuasa dan hebat. Tidak peduli kesengsaraan yang bagaimana yang kita hadapi di dalam kehidupan, karena kebenaran Allah itu di dalam Kristus, kita tidak akan dipisahkan dari kasih Kristus.
Apa yang dimaksud “ketelanjangan” di dalam bagian di atas? “Ketelanjangan” menunjuk kepada hilangnya kepemilikan kita. Sampai di Abad Pertengahan, ketika ada masalah di desa atau negara di daerah Eropa, orang sering terlibat dalam perburuan tukang sihir, menggunakan kambing hitam untuk semua masalah yang ada; orang mengambil segala sesuatu dari diri mereka dan menuduh mereka sebagai sesat. Inilah sebabnya Paulus menggunakan kata “ketelanjangan” di sini.
Di jaman itu, masih mungkin menuduh orang lain sebagai sesat, dan hanya dengan satu atau dua saksi, bisa membuat tertuduh dibakar hidup-hidup, merampas semua milik orang itu, dan menghapuskan nama baiknya. 
Meskipun kita dipaksa sampai kepada ketelanjangan dengan cara itu, kehilangan segala sesuatu yang kita miliki dan dibunuh, kebenaran Allah yaitu, di dalam kasihNya kepada kita, sudah menghapus segala dosa kita, tidak akan berlalu dari kita—inilah Injil air dan Roh yang lengkap itu.
Bahaya ataupun pedang tidak akan memisahkan kita dari kasih Kristus. Bahkan kalau kita diancam dengan pedang dan dibunuh, kita yang percaya tidak memiliki dosa. Banyak orang Kristen Gereja Mula-Mula difitnah telah membakar Roma dan dihukum mati depan umum di koloseum dengan diberi makan kepada singa-singa. Bahkan saat mereka menghadapi maut, mereka memuji Tuhan yang sudah menyelamatkan mereka. Mereka bisa memuji karena mereka orang yang percaya kepada Injil air dan Roh. Mereka yang sudah ditebus dengan percaya kepada kebenaran bahwa Allah sudah mengasihi mereka dan sudah menghapus segala dosa mereka bisa memuji Tuhan, bahkan meskipun mereka dibunuh dan dimakan singa-singa. 
Kekuatan ini datang dari iman kepada kebenaran Allah yang sudah menghapus segala dosa kita dan di dalam kasihNya. Karena Allah ada di dalam kita, berbicara kepada kita memegang kita, melindungi dan menghibur kita sehingga kekuatan yang demikian bisa didapatkan. Bahaya ataupun pedang, ancaman atau kematian sebagai martir tidak bisa memisahkan kita dari kasih Allah.
Mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh adalah mereka yang percaya kepada kebenaran Allah dan adalah umat Kristus. Mereka yang percaya kepada kebenaran Allah adalah mereka yang dikasihi oleh Kristus. Tetapi beberapa orang mengubahkan kasih Kristus yang sempurna dengan hanya sekedar kasih emosional, dengan hanya memandang kepada kematianNya di kayu Salib, disedihkan dan menangis karena penderitaanNya. Tetapi emosi manusia bisa berubah dalam waktu semalam. 
Meskipun perasaan kita berubah setiap pagi dan setiap malam, kasih yang dengannya Tuhan telah menyelamatkan kita tidak bisa berubah atau dibelokkan oleh apapun. KasihNya tidak berubah untuk selamanya. Inilah betapa hebatnya Injil air dan Roh itu, dan demikianlah hebatnya kebenaran Allah itu. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari Tuhan kita, yang sudah menjadikan kita sempurna dan yang mengenakan kepada kita kasihNya yang sempurna. Inilah kuasa Injil air dan Roh dan ini juga kuasa iman kepada kebenaran Allah.
Kata Yunani untuk “injil” adalah “euaggelion,” dan dikatakan bahwa ia memiliki “dunamis”—ini adalah kata Yunani yang berarti kekuatan, kuasa atau kemampuan, yang darinya kita mendapatkan kata “dinamit”—Allah. Beberapa batang dinamit saja sanggup meruntuhkan sebuah rumah sampai kepada pondasinya menjadi debu. Sebuah rudal Tomahawk yang diluncurkan dari sebuah kapal perang bisa menghancurkan bangunan yang terbuat dari beton dan menjadikannya puing-puing. Tidak peduli betapa kuatnya bangunan itu, ia tetap tidak bisa menandingi kuasa penghancur dari rudal itu.
Dua pesawat sipil meruntuhkan Menara Kembar World Trade Center di New York. Apa yang terjadi ketika pesawat itu menabrak bangunan? Dipicu oleh ledakan pesawat, api yang menyala karena bahan bakar untuk pesawat itu membuat api berkobar dengan dahsyat di tempat yang ditembusi pesawat itu. Karena besi rangka bangunan yang menyangga bangunan itu meleleh, maka lantai yang tertabrak kemudian runtuh, dan bangunan tidak bisa menyangga beratnya lantai yang runtuh, sehingga akhirnya, bangunan itu ambruk sama sekali. Kalau lantai itu tidak runtuh dengan cepat, bangunan itu tidak akan ambruk. Tetapi karena lantai itu runtuh tiba-tiba dan sangat cepat, besi dan semua rangka pendukung bangunan ambruk, dan keseluruhan bangunan itu, roboh dalam hitungan detik.
Kuasa Injil Allah adalah Injil air dan Roh. Itu juga kuasa yang memiliki kebenaranNya di dalamnya. Mungkin kurang cocok untuk menjadikan tragedi itu sebagai gambaran untuk kebenaran Allah, tetapi kuasa Injil air dan Roh yang diberikan oleh kebenaran Allah itu seperti dinamit yang sepenuhnya bisa menghapus segala dosa. Kebenaran Allah adalah bahwa Tuhan kita sudah menyelamatkan kita dengan datang ke bumi ini, dibaptiskan, mati di kayu Salib. Dan bangkit dari kematian. 
Injil air dan Roh adalah kebenaran Allah yang dengannya Yesus menghapus segala dosa yang dilakukan manusia, sejak awal dunia hingga akhirnya. Inilah sebabnya tidak ada yang bisa memisahkan Allah dari mereka yang dikasihi olehNya melalui penebusan mereka melalui iman kepada Injil kebenaran Allah. Iman Paulus, juga, adalah yang percaya kepada kebenaran Allah.
Bisakah kita, kemudian, menerima kebenaran Allah hanya dengan Injil darah di kayu Salib saja? Tidak bisa. Percaya hanya kepada Injil darah di kayu Salib tidak bisa memberikan kepada kita kebenaran Allah. Mereka yang berpikir lain akan dengan mudah meninggalkan iman kepada Yesus karena sedikit persoalan saja. 
Sebagai contoh, ketika milik duniawi mereka diambil, atau ketika mereka menghadapi kesulitan di pekerjaan karena orientasi keagamaan mereka, mereka akan dengan mudah menyerah untuk mengingkari imannya. Ini adalah akibat yang tidak bisa dielakkan dan bisa terjadi kepada banyak orang Kristen. Mereka, yang dengan tidak percaya kepada Injil air dan Roh, tidak memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka dan tidak ditebus dari dosa-dosa mereka, dan ditentukan untuk menyerah kepada ancaman yang kecil sekalipun.
Alasan mengapa orang Kristen jaman ini begitu lemah di dunia ini adalah karena iman mereka terbatas hanya kepada darah di kayu Salib. Iman jenis ini tidak menerima kebenaran Allah melalui Injil air dan Roh.
Orang percaya yang benar yang sudah ditebus dari segala dosa-dosanya dengan menerima kebenaran Allah bisa bekerja untuk banyak jiwa. Karena ia percaya kepada Injil air dan Roh dan memiliki Roh Kudus, dan karena Allah ada di dalam dia dalam Firman Nya, orang itu bisa melakukan banyak pekerjaan rohani dan mengembalikan banyak jiwa yang sesat kembali kepada Allah. Inilah iman kepada kebenaran Allah, iman di dalam Injil air dan Roh. Injil air dan Roh diberikan oleh Allah, bukan oleh pekerjaan kita sendiri, dan dengan demikian hanya karena Allah kita bisa melakukan pekerjaanNya.
Ayat 36 mengatakan, “Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Di antara mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh adalah orang-orang yang diperlakukan demikian ketika hidup di dunia ini. Bahkan, orang yang percaya kepada Injil air dan Roh sering dibenci oleh orang lain, khususnya oleh mereka yang memiliki iman yang salah, yang mengaku diri mereka sebagai orang Kristen. 
Orang Kristen yang dilahirkan kembali adalah, dengan kata lain, lebih dibenci oleh orang-orang Kristen nominal dibandingkan dengan orang-orang Buda. Bagian yang mengatakan, “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan,” adalah Firman Allah yang dikatakan kepada orang yang percaya kepada Injil air dan Roh. Bahkan Tuhan kita, dengan mengikuti kehendak Bapa dengan baptisan dan kematianNya di kayu Salib, “dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tuhan menyelamatkan kita dengan datang dan menghidupi kehidupan yang demikian di bumi ini. 
 

Kebenaran Allah sudah menang atas segala dosa dunia 
 
Ayat 37 mengatakan, “Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.” Bagaimana kita bisa menang atas semua itu? Kita mendapatkan kemenangan kita dengan kuasa iman kita kepada kasih Allah.
Orang yang percaya kepada Injil air dan Roh memiliki kuasa Allah. Tetapi orang tidak yang percaya kepada Injil air dan Roh hanya memiliki dosa di dalam hatinya. Iman dan keselamatan mereka yang berdosa tidak bisa tidak naik turun karena emosi mereka, dan karena itu, mereka tidak memiliki kuasa. Tetapi mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh memiliki kuasa. Mereka tidak memiliki kuasa dari dirinya sendiri, tetapi mereka memiliki kuasa Injil dari Allah, dan dengan kuasa ini, mereka bisa menahan dan menang atas semua penganiayaan dan kesengsaraan. Orang benar harus menjalani peperangan iman melawan orang berdosa dan memberitakan Injil air dan Roh kepada mereka. Orang benar juga harus membiarkan dirinya dianiaya bagi Injil sebagai bagian kewajaran bagi mereka. Kehidupan yang hidup bagi Tuhan adalah bagian kita.
Sebuah pepatah Timur mengatakan demikian, “Kalau orang tidak membaca sehari saja, ia akan mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.” Lalu bagaimana dengan kita? Kita, juga, cenderung untuk dengan cepat menjadi cemar kalau kita melewatkan satu hari saja tanpa hidup bagi Allah dan InjilNya. Inilah bagaimana cara kita menjalani kehidupan sampai kita mati. Tetapi kalau kita hidup bagi Kristus, mengorbankan diri kita dan dianiaya bagi Allah, dan kalau kita terlibat dalam peperangan rohani melawan kekuatan jahat itu, hati kita akan dipenuhi dengan makanan rohani, yang dengannya kita menemukan kekuatan baru untuk melanjutkannya.
Ketika orang Kristen jatuh, itu karena mereka tidak hidup bagi Tuhan. Tetapi ketika kita hidup bagi Tuhan, rohani kita bertambah kuat dan semakin bertumbuh, dan kesehatan fisik serta kekuatan kita juga menjadi bertambah kuat.
Ayat 38-39 mengatakan, “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Sebagai orang yang percaya kepada Injil air dan Roh, Paulus yakin akan hal ini. Kebenaran yang sama berlaku untuk kita: baik maut maupun hidup tidak bisa memisahkan kita dari Kristus.
Dahulu, mereka yang memegang kuasa duniawi, seperti para kaisar Romawi, berusaha membujuk orang Kristen untuk meninggalkan imannya dan melaporkan teman-teman mereka kepada pemerintah dengan berbagai macam tawaran, dari jabatan tinggi, istri dan harta benda, sebagai imbalan untuk penyangkalan mereka. Tetapi orang sungguh-sungguh percaya kepada Injil tidak tergoda oleh cobaan kekuasaan, harta atau kehormatan.
Iman bukan sesuatu yang bisa ditukar dengan apa yang ditawarkan dunia. Kalau seseorang menunjukkan cek yang belum diisi kepada kita dan berkata, “Aku akan memberikan cek ini kepada anda, kalau anda berhenti memberitakan Injil,” kita akan bisa menjawab, karena pengharapan kita di masa depan dan iman kita yang kuat kepada Allah, “Anda membutuhkannya sendiri, simpanlah; bagi saya, itu hanya selembar kertas.”
 

Hanya Injil air dan Roh saja Injil yang memiliki kebenaran Allah 
 
Ada banyak orang yang mengatakan kepada saya, “Kalau anda mengaku saja bahwa iman kami kepada darah di kayu Salib adalah iman yang benar, kami, juga, akan mengakui iman anda. Kami tidak hanya akan berhenti menyebut anda sesat, tetapi kami akan menolong anda.” Orang-orang yang disebut pemimpin agama ini dalam beberapa hal mencoba untuk berkompromi dengan saya. Tetapi kebenaran Allah begitu tepat dan pasti ketika diukur dengan Firman Nya. Apa yang salah adalah salah, dan apa yang benar adalah benar. Memberi pengakuan kepada iman yang salah itu sendiri tindakan melawan Allah, dan karena itu saya tidak hanya tidak bisa menerima iman itu, tetapi saya juga harus selalu menunjukkan kesalahannya.
“Anda hanya percaya kepada darah di kayu Salib? Anda pasti memiliki dosa di dalam hati anda. Anda akan masuk neraka. Meskipun anda berpikir saya terlalu serius dan kaku saya harus mengatakan; apa yang benar adalah benar.” Karena perkataan yang demikian, banyak orang yang menjaga jarak dari saya—tepatnya, mereka tidak bisa dekat dengan saya. Banyak orang mencoba mendekati saya, karena berpikir bahwa saya sama dengan mereka. Tetapi setiap kali, saya mengatakan kepada mereka, “Anda gembala palsu dan jahat yang menjual nama Allah untuk mencari nafkah, seperti pencuri saja.” Siapa yang akan suka ketika saya mengatakan hal seperti itu? Tetapi sekali tidak berarti tidak, dan inilah sebabnya saya begitu teguh dan tidak goyah dalam pendirian saya.
Saya juga pernah dicobai oleh mereka yang mengatakan bahwa kalau saya mau hanya percaya kepada darah di kayu Salib, mereka akan memberikan kedudukan ini dan itu. Tetapi bagian di atas juga mengatakan, “atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain,” kita tidak membutuhkan kuasa, baik yang di atas maupun yang di bawah. Kita tidak membutuhkan kuasa kesembuhan seperti yang diakui dimiliki oleh para pendusta itu. Kita yang sudah dilahirkan kembali tidak membutuhkan hal-hal seperti itu, dan kita bahkan tidak menginginkannya.
Bagian itu juga mengatakan bahwa tidak ada makhluk lain yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Bahkan kalaupun ada aliens di alam semesta ini, mereka tidak akan bisa memisahkan kita dari kasih Allah yang sudah menyelamatkan kita.
Ada beberapa orang Kristen yang percaya akan adanya makhluk angkasa luar. Bahkan di antara para hamba Tuhan, ada yang percaya akan keberadaan mereka. Tetapi tidak ada yang namanya alien. Ketika saya di seminary, salah seorang dosen saya, yang mengajar bahasa Yunani, percaya akan adanya aliens. Karena itu saya bertanya kepadanya, “Bisakah anda membuktikannya dengan bukti dari Alkitab?” Tentu saja, ia tidak bisa menjawab keberatan saya. Memang tidak ada alien. Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia memberikan AnakNya yang tunggal. Kalau ada yang namanya aliens, tidak ada gunanya Yesus dilahirkan ke dalam bumi ini. 
Setelah penelitian yang sangat panjang, manusia bisa mencapai bulan, dan bahkan bisa mendaratkan pesawat di Mars, tetapi kita tidak pernah menemukan adanya bukti kehidupan di luar bumi ini. Saya bisa dengan yakin mengatakan, berdasarkan Kitab Suci, bahwa tidak peduli bagaimanapun majunya ilmu pengetahuan dan kemampuan tekhnologi manusia, dan bagaimanapun kita menyelidiki alam semesta, kita tidak akan pernah menemukan makhluk luar angkasa. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada makhluk lain yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Apa, kemudian, kasih Allah? Itu tidak lain dari Injil air dan Roh. Inilah kasih Allah. Keselamatan yang sudah menyelamatkan kita dan menjadikan kita tidak berdosa dengan Injil air dan Roh adalah kasih Allah, dan tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih ini.
Paulus berbicara mengenai iman lagi di dalam pasal 9, tetapi di dalam kesimpulan pasal 8 penjelasan mengenai iman mencapai puncaknya. Pasal 1 sampai pasal 8 surat Roma membentuk sebuah tema, dan dengan pasal 8 sebagai pasal kesimpulan, di sinilah puncak dari iman dicapai. Seperti yang ditunjukkan di dalam Firman Allah dalam pasal 8, hanya orang yang percaya kepada Injil air dan Roh yang bisa tidak terpisahkan dari kasih Allah.
Mereka yang tidak percaya, bagaimanapun, tidak bisa demikian, mungkin mereka bisa sementara hidup di dalam Tuhan, tetapi mereka tidak bisa mempertahankan iman dan hidup bagi Dia sampai mati. Mereka mungkin bisa hidup saleh selama 10, 20 tahun, tetapi iman mereka akan memudar dan kemudian padam, karena mereka memang terpisah sama sekali dan tidak memiliki hubungan dengan Allah. Itu bukan karena perbuatan mereka kurang, tetapi karena kasih bagi Kristus di dalam hati mereka akan lenyap. Karena mereka tidak menerima Roh Kudus di dalam pikiran mereka, mereka tidak bisa mengasihi Tuhan di dalam hatinya. Singkatnya, adalah, justru ada dosa di dalam hati mereka.
Semakin hari, saya semakin sadar betapa dalam dan betapa sempurnanya kasih keselamatan itu, yang dengannya Tuhan menyelamatkan kita melalui Injil air dan Roh. Ketika saya pertama kali bertemu Tuhan, kedalaman penghargaan saya akan Kristus masih tenang dan sunyi, seperti batu yang dilemparkan ke laut menyebabkan adanya ombak yang hampir tidak tampak sama sekali. Respons saya hanya kesadaran yang sunyi akan kenyataan bahwa Yesus menanggung segala dosa saya, dan bahwa saya dengan itu menjadi tidak berdosa. Tetapi ketika menghidupi kehidupan memberitakan Injil, ombak di dalam hati saya menjadi semakin besar dan dalam, seperti ada bom yang meledak di dalam hati saya. 
Siapa yang mengatakan bahwa kita hanya harus percaya kepada darah di kayu Salib? Apakah Paulus mengatakannya? Dalam surat Roma, Paulus dengan jelas dan tanpa ragu mengatakan mengenai Injil air dan Roh. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematianNya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Roma 6:3-4).
Bukankan Injil air dan Roh sungguh-sungguh hebat dan sempurna? Tidak peduli betapa kecilnya iman itu, kalau seseorang percaya kepada Injil air dan Roh, maka ia akan diselamatkan dari dosa. Betapapun kelemahan yang mungkin anda miliki, iman anda disempurnakan dengan Injil air dan Roh. Bahkan meskipun kita tidak memiliki kuasa sendiri, kalau kita hidup bagi Allah dan dengan Allah, semua kotoran akan diangkat dari hati kita. 
Tetapi mereka yang tidak percaya sejak awal pada akhirnya akan menentang Allah dan meninggalkanNya, bahkan kalaupun mereka sudah mendengar Injil dan hidup dengannya selama 10 tahun. Mereka yang memutuskan untuk tidak melihat atau mendengar kebenaran Allah dengan menutup mata dan telinga itu begitu bodoh karena menolak berkat Allah dengan tangannya sendiri dan berjalan menuju kematian mereka sendiri. Mereka menyalibkan Kristus setiap hari dengan dosa-dosa mereka, bahkan meskipun tidak akan ada kematian di kayu Salib kalau bukan karena baptisan Yesus. 
Saya menyadari setiap hari betapa hebat dan sempurnanya Injil ini—semakin saya lemah, semakin saya menyadari betapa menakjubkan dan sempurna kasih Tuhan kita, yang ditunjukkan di dalam Injil, dan semakin bersyukur kepadaNya. Semakin saya memberitakan Injil ini, semakin saya bertambah kuat; dan semakin saya memberitakan Injil ini, semakin saya bertambah yakin.
Bahkan kalau anda dilahirkan kembali, kalau anda tidak mendengar Firman Allah dan melayaniNya, lumut akan mulai tumbuh di dalam pikiran anda, dan karena lumut itu, pikiran anda akan menjadi karatan. Kalau ini terjadi, nyanyikan lagu pujian anda lagi dan pikirkan mengenai Yehuwa. Dengan menyanyikan pujian kepada Allah, pikiran anda akan dibersihkan dan anda akan bisa mengangkat semangat anda kembali. 
Anda harus menggoyang pikiran anda untuk membuang segala sesuatu yang tidak suci, dan memperbaharui hati anda dengan memenuhinya dengan Firman Allah. Hati kita sudah dibersihkan, tetapi kalau kekotoran dunia memasuki pikiran kita dan berusaha membingungkan dan menyesatkan kita, kita bisa memuji Allah dan berdoa kepadaNya lagi dengan menyanyikan pujian kepada Tuhan, memperbaharui dan mengangkat kembali hati kita.
Tidak peduli dimanapun kita berada, pujian kepada Allah adalah pengalaman yang sangat menakjubkan. Tidak ada dosa di dalam pikiran mereka ysng sudah ditebus, jadi memuji dan bersukacita keluar secara alamiah dari pikiran mereka. Nyanyian hati kita yang penuh sukacita bisa membuat semua lumut yang tumbuh di dalam pikiran kita dilenyapkan. 
Kadangkala, kelemahan kita dinyatakan. Karena pemikiran dan perasaan kita bisa dengan mudah berubah kalau situasinya berubah, meskipun kita mungkin bahagia dan senang kalau kita bersama-sama dengan saudara di dalam Kristus, kita bisa saja menjadi cemar dan pikiran kita tidak suci kalau kita sedang sendiri. Itulah sebabnya Paulus berseru, ketika memandang dagingnya sendiri, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita!” (Roma 7:24-25)
Paulus sudah menjadi penuh dengan diselamatkan melalui Injil air dan Roh, meskipun ia masih memiliki kelemahan di dalam daging. Apakah Paulus satu-satunya orang yang seperti ini? Saya, juga, seperti Paulus. Apakah anda tidak seperti dia?
Ketika orang dunia berkumpul bersama, mereka biasanya minum, sering berbicara mengenai pekerjaan mereka dan siapa yang naik pangkat dan siapa yang tidak, dan sebagainya, sementara para wanitanya sibuk membanggakan suami mereka, anak-anak, rumah, dan lain-lainnya. Tetapi percakapan di antara orang benar beda kualitas dengan orang dunia. Bahkan saat kita makan bersama, kita berbicara mengenai jiwa-jiwa yang belum diselamatkan di seluruh dunia: di India, Jepang, Eropa, Afrika, Amerika Serikat, dan lain-lainnya, memuji Allah dan membagi persekutuan dengan pikiran kita.
Ketika membaca surat Roma, kita bisa mengalami dan membagi hati kita iman Paulus sendiri. Kita juga bisa menemukan betapa hebatnya keselamatan yang diberikan Allah. Kita bisa merasakan kehebatan Injil. Kita bisa memahami ayat-ayat Alkitab dan menemukan makna yang tersembunyi. Karena kita menyadari betapa sempurna dan lengkapnya keselamatan Tuhan, kita tidak bisa tidak memuji kebenaranNya.
Bahkan kalau seluruh dunia berubah sekarang ini, Injil air dan Roh yang sudah menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita tidak akan berubah. Karena kasih Kristus sudah menyelamatkan kita, dan karena kasih ini tidak pernah meninggalkan kita dan tetapi bersama kita, yang harus kita lakukan adalah membalikkan hati kita dari dunia dan berfokus kepada Allah lagi. Kita lemah, dan karena kelemahan ini, kita seringkali jatuh ke dalam jalan dunia, tetapi setiap kali hal itu terjadi, kita hanya harus memusatkan pikiran kita kepada Allah dan percaya kepada kebenaran bahwa Tuhan kita sudah menyelamatkan kita. Daging kita harus diubahkan dan masih hidup di bawah hukum dosa. Kita harus selalu menyangkali daging kita dan menjalani kehidupan kita dengan pemikiran rohani. Untuk bisa menghentikan tumbuhnya lumut di dalam hati kita, kita harus selalu kembali kepada Allah dan memuji kebenaranNya.
Apakah anda menyadari kuasa Injil air dan Roh? Karena seluruh Kitab Roma didasari kepada Injil air dan Roh, kita tidak bisa membuka Firman Allah tanpa terlebih dahulu percaya kepada Injil ini. 
Saya bersyukur kepada Tuhan yang memungkinkan kita membuka dan melihat rahasia Firman ini. Tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kebenaran Allah, yang adalah kasih Kristus. Kalau anda mau percaya kepada kebenaran Allah, percayalah kepada baptisan Yesus oleh Yohanes dan darahNya di kayu Salib sebagai penebusan dan keselamatan anda. Anda, juga, akan menerima kebenaran Allah. 
Kiranya berkat kebenaran Allah menyertai anda.