Khotbah-Khotbah

Pokok 9: Kitab Roma (Komentari dalam Surat Roma)

[Pasal 9-1] Pendahuluan Kepada Pasal 9 

Injil air dan Roh untuk bangsa Israel dan orang-orang non Yahudi! 
 
Mengapa Paulus mengatakan bahwa ia sangat sedih dan hatinya berduka karena kaum sebangsanya? Itu karena Paulus memiliki harapan bagi kaumnya, begitu ia mengasihi sehingga ia rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi mereka. Menurut kedagingannya, ia sungguh-sungguh ingin agar kaum sebangsanya diselamatkan.
Di jaman ini, kami sangat tertarik untuk memberitakan Injil air dan Roh ke seluruh dunia. Memberitakan Injil ini adalah kehendak Allah yang terbesar dan juga, tujuan yang paling penting bagi orang percaya yang dilahirkan kembali. Apakah orang Israel akan menerima Injil air dan Roh atau tidak juga merupakan salah satu hal yang menarik perhatian kita. Kita harus senantiasa berdoa bagi bangsa Israel supaya mereka bisa diselamatkan, karena ketika mereka menerima Injil, kita bisa tahu bahwa Kedatangan Tuhan yang Kedua Kali sudah sangat dekat.
Topik dosa saya untuk tahun ini adalah untuk penginjilan dunia dan penerimaan Injil yang benar oleh orang-orang Israel. Saya juga berdoa agar orang Israel akan memunculkan hamba Allah dari antara mereka sendiri. Allah pernah memberikan hukum Taurat kepada bangsa Israel, dan Ia juga menjadikan mereka kerajaan imam di hadapanNya. Kristus sendiri datang, menurut daging, dari bangsa Israel, tetapi mereka menolak untuk percaya kepadaNya, dan masih melawan Allah dengan terus menerus melawan kehendakNya.
 

Tuhan mengatakan bahwa Ia akan sulit menemui iman ketika Ia datang kembali 
 
Adalah kehendak Allah bahwa Injil air dan Roh, yang asalnya dari Yerusalem, akan berkembang ke seluruh dunia. Namun, hati manusia sudah keras jaman ini. Banyak orang sudah menyimpang dari mencari kebenaran. 
Baru-baru ini, sebuah film berjudul “The Last Temptation of Christ” yang mengatakan bahwa Yesus hanyalah anak haram beredar di Korea. Film itu penuh hujatan dan intinya adalah bahwa Yesus bukanlah Allah, tetapi hanya manusia biasa, sama seperti Pangeran Sidharta dari India, yang lebih dikenal sebagai Budha. Film ini menyerang kebenaran bahwa Yesus adalah Allah dan Juruselamat kita. Inilah sebabnya Allah mengatakan, “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8). 
Yesus Kristus, yang kita percayai, adalah Allah, lebih tinggi dari semua ciptaanNya, dan layak dipuji sampai selamanya. Dilahirkan di Israel, Ia menanggung segala dosa manusia dengan dibaptiskan oleh Yohanes, mencurahkan darah dan mati di kayu Salib, bangkit kembali dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan menjadi Juruselamat bagi semua yang percaya kepadaNya. Tuhan, yang menjadi kebenaran Allah, membebaskan kita dari dosa-dosa kita dengan membenarkan mereka yang percaya kepadaNya.
Paulus mengatakan bahwa seberapapun banyaknya orang Israel, keturunan Abraham, mereka yang bisa menjadi anak-anak Allah hanyalah yang percaya kepada Yesus.
Bangsa Israel akan menghadapi banyak ujian dan pencobaan di masa depan. Kehendak Allah adalah bahwa beberapa di antara mereka akan percaya kepada Tuhan sebagai Juruselamat mereka. Meskipun Tuhan kita sudah menghapus segala dosa termasuk dosa-dosa bangsa Israel, mereka masih menolak untuk percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka.
Apakah anda lemah? Beberapa di antara kita mungkin lebih lemah atau lebih kuat dari yang lain. Tetapi di hadapan Allah, kita semua penuh kelemahan. Kita bisa menjadi anak-anak Allah, yang merdeka dari dosa, hanya dengan percaya bahwa Tuhan kita datang ke bumi ini, menanggung segala dosa di atas bahuNya dengan baptisanNya, dan dihakimi serta dihukum menggantikan kita di kayu Salib. Kita harus memuji dan percaya kepada kuasa Allah yang menjadikan kita umatNya, bebas dari dosa. Tuhan kita memang sungguh hebat.
Beberapa orang mengira bahwa semua ada karena manusia. Sebagai contoh, mereka berpikir bahwa hukum dibuat oleh manusia, dan ada untuk manusia. Namun, kita harus menyadari bahwa tidak semua berasal dari manusia; segala sesuatu hanya bisa terjadi karena kehendak Allah. Allah menciptakan dunia ini dan seluruh alam semesta. Bahkan hukum buatan manusia yang memimpin kita adalah didasarkan, dalam esensinya, kepada kehendak Allah. 
Karena Allah bekerja dalam segala sesuatu dan segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya, kita harus menemukan kebenaranNya dalam segala sesuatu. Ketika kita lemah, ketika kita melakukan dosa terhadap Allah, dan ketika kita terputus dariNya karena keberdosaan kita, Allah berjanji mengutus Yesus Kristus kepada kita. Ia menggenapi janjiNya dengan inkarnasi Yesus dan baptisanNya, yang melaluinya Ia membebaskan kita dari segala dosa dunia.
Sekarang, ketika Injil air dan Roh tersebar ke seluruh penjuru dunia, rencana dasar Allah akan digenapi. Ketika kita memandang kepada berbagai peristiwa dunia terjadi, kita bisa melihat bahwa Amerika Serikat dan Israel berada di pusatnya. Saya percaya bahwa tanpa campur tangan Allah, perang dunia yang lain besar kemungkinannya terjadi. 
Ketika World Trade Centers runtuh, pengaruhnya yang sangat luar biasa dirasakan ke seluruh dunia. Kalau dunia ada di dalam peperangan lagi, di jaman dan waktu ini, apa yang akan terjadi dengan kita? Kita pasti tidak akan bisa pulih dari perang dunia lagi. Bahkan alam tidak bisa pulih dari kehancuran total oleh kita. Saya harap agar anda akan berdoa supaya bisa memberitakan Injil air dan Roh ke seluruh dunia dalam kedamaian. Kekhawatiran kita adalah bahwa tanpa kedamaian di dunia, kita mungkin tidak akan bisa melakukannya. Kita semua harus berdoa untuk kedamaian, dan berjuang untuk menghapuskan peperangan dan teroris.
Tidak ada agama buatan manusia yang bisa menghapuskan dosa manusia. Hanya Yesus Kristus, dan Dia saja, yang bisa membebaskan kita dari segala dosa. Hanya melalui baptisanNya oleh Yohanes dan darahNya di kayu Salib dosa-dosa kita bisa dihapuskan dan dihakimi. Berkat ini diberikan kepada mereka yang percaya kepada kebenaran Allah. Satu-satunya cara kita bisa dibebaskan dari dosa-dosa kita adalah dengan percaya kepada baptisan dan darahNya. Tidak ada cara lain. Kita tidak dikuduskan dengan ritual doa pertobatan, seperti yang dilakukan oleh banyak agama. Namun, satu-satunya cara pengudusan dosa-dosa kita adalah dengan percaya kepada kebenaran Allah yang sudah membebaskan kita dari segala dosa kita, secara lengkap dan penuh, melalui inkarnasi Yesus, yang menanggung segala dosa kita dengan baptisan dan kematianNya di kayu Salib.
 

Kita diselamatkan dari segala dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh
 
Kebenaran ini harus diwartakan ke seluruh penjuru dunia. Kita harus mengetahui bahwa dosa-dosa orang Israel dan orang-orang non Yahudi adalah karena tidak percaya kepada kebenaran ini. Semua orang harus percaya kepada Injil air dan Roh. 
Kedua bangsa itu, orang Israel dan orang-orang non Yahudi, tidak bisa tidak melanjutkan melakukan dosa selama hidup di dunia ini. Tetapi Tuhan kita membereskan segala dosa itu, sekali untuk selamanya, dengan baptisanNya. Adakah kebenaran yang lebih sederhana dan lebih jelas dibandingkan dengan kebenaran baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib? Mengapa Yohanes membaptiskan Yesus? Ia dibaptiskan oleh Yohanes dan disalibkan supaya Ia bisa sekali untuk selamanya membereskan segala dosa kita. Dengan tidak percaya kepada kebenaran ini atau menerimanya ke dalam hati mereka, manusia berjalan menuju kepada kehancuran mereka sendiri karena dosa-dosanya. 
Baptisan yang diterima Yesus “demikianlah” (Matius 3:15) menggenapi segala kebenaran. Kata ‘demikianlah;’ adalah ‘hutos’ dalam bahasa Yunani, yang berarti ‘dengan cara ini,’ ‘paling tepat,’ atau ‘tidak ada cara lain kecuali ini.’ Kata ini menunjukkan bahwa Yesus dengan tidak bisa dibatalkan lagi menanggung segala dosa manusia ke atas diriNya melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes. Karena Yesus menanggung segala dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes, Ia bisa menanggung kayu Salib dan mencurahkan darahNya bagi kita. Kita harus mengerti bahwa inilah kebenaran pengudusan yang dengannya semua umat manusia bisa ditebus dari segala dosanya. 
Tuhan berkata kepada kita, “Jikalau kamu tetap dalam firmanKu, kamu benar-benar adalah muridKu dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32). Baptisan Yesus dan darahNya adalah kebenaran Allah, yang membebaskan kita dari segala dosa kita; itu sepenuhnya didasarkan kepada Fiirman Allah yang tertulis. Kebenaran pengudusan akan bertahan, dengan Injil air dan Roh, sampai selamanya. Bahwa Allah Bapa memutuskan untuk menguduskan orang berdosa dengan baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib dalam kehendakNya. Ketika kita percaya kepada baptisan dan darahNya bagi penebusan kita, kita percaya kepada apa yang ditetapkan Allah bagi kita. Dosa-dosa kita dihapuskan hanya kalau kita percaya kepada kebenaran air dan Roh. 
Kalau anda percaya, saat ini juga, kepada baptisan Kristus dan darahNya di kayu Salib, kebenaran pengudusan, sebagai penebusan anda, maka anda akan sekarang juga dibenarkan. Jika, sebaliknya, anda tidak percaya, maka anda masih tetap orang berdosa. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:23) Kita bisa diampuni dari segala dosa kita dan menjadi anak-anak Allah hanya dengan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Tidak ada alasan mengapa seseorang tidak bisa percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh. Tidak ada seorangpun yang tidak membutuhkan Injil penebusan ini. Semua orang membutuhkannya. Mengapa ada orang yang tidak mau percaya kepada hal itu, ketika kebenaran Injil air dan Roh begitu jelas dibukakan di hadapannya, kalau bukan karena ketidakmauannya dibasuh dari dosa-dosanya?
Banyak orang di dunia ini yang menerima Injil air dan Roh dan mewartakannya untuk semakin menyebarkannya. Beberapa bahkan sudah meminta menjadi sukarelawan untuk menjadi distributor untuk buku-buku kami. Kalau anda bisa dibebaskan dari dosa-dosa anda hanya dengan percaya kepada darah di kayu Salib, maka semua orang di dunia ini akan dibenarkan, bebas dari dosa. Kalau orang hanya percaya kepada darah di kayu Salib, orang itu masih akan terus melakukan dosa, meskipun berulangkali menaikkan doa pertobatan setiap hari, karena doa seperti itu memang rutin, menjadi kebiasaan, dan hanya tindakan ritual keagamaan. 
Kalau anda berusaha menghapus segala dosa dengan menaikkan doa pertobatan, maka anda justru melakukan dosa besar di hadapan Allah, karena anda melakukan tindakan merendahkan kebenaran Allah, yang digenapi bukan oleh usaha anda, tetapi hanya oleh baptisan Yesus dan pengorbananNya di kayu Salib, yang melaluinya Yesus menghapus segala dosa anda dan dihukum menggantikan anda. 
Kalau anda menerima Yesus sebagai Juruselamat anda, percaya bahwa pengudusan anda adalah melalui baptisan Yesus dan penyalibanNya. Yesus berjanji untuk membebaskan orang berdosa dari dosa-dosa mereka, dan Ia menggenapi janjiNya dengan dibaptiskan oleh Yohanes di sungai Yordan dan mencurahkan darahNya di kayu Salib untuk menggenapi kebenaran Allah. Apa alasannya sampai kita tidak mau percaya kepada kebenaran ini? Anda harus percaya kepada baptisan Yesus dan curahan darahNya di kayu Salib sebagai penebusan anda. 
Kebenaran bahwa Yesus menanggung ke atas dirinya segala dosa dunia ketika Ia dibaptiskan bisa kita lihat di dalam Matius 3:13-17. Hanya mereka yang tidak mau diampuni dosa-dosanya yang akan menolak untuk percaya kepada kebenaran ini. Anda bisa menjadi anak-anak Allah dan menerima kehidupan kekal hanya dengan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh—tidak ada yang lain yang akan menghapuskan segala dosa anda. Tidak ada yang lebih indah dibandingkan dengan percaya kepada kebenaran ini, tidak ada anugerah yang lain yang lebih indah dari pada pengampunanNya. Di antara banyak anugerah yang dicurahkan Allah bagi kita, pengampunan dosa kita adalah anugerah yang terbaik dari semuanya. 
Anugerah yang terbaik kedua yang diberikan Allah kepada kita adalah datangnya Kerajaan Seribu Tahun kepada mereka yang akan memerintah, dan anugerah yang ketiga adalah bahwa kita akan hidup selamanya di dalam Kerajaan Surga dan memerintah, dengan Allah, untuk selamanya. Allah sudah memungkinkan, bahkan di jaman akhir ini, agar kebenaran ini dinyatakan baik kepada bangsa Israel maupun orang-orang non Yahudi. 
Seperti yang dinubuatkan di dalam Kitab Suci, dua hamba Allah akan bangkit dari antara orang Israel, dan Allah akan melakukan banyak mujizat Injil di antara mereka. Orang-orang Israel kemudian akan mendengar Injil air dan Roh melalui kedua hamba Allah itu, yang akan dibangkitkan Allah dari antara bangsa mereka, dan banyak yang akan percaya kepada Yesus sebagai Mesias mereka. Kita menantikan datangnya hari itu, seperti Yohanes menantikan dan memohon, “Datanglah, Tuhan Yesus!” (Wahyu 22:20). 
Ketika tiba saatnya Tuhan datang lagi, anda akan menyadari betapa bersyukurnya anda karena percaya kepada kebenaran ini, yang dengannya anda diampuni dan diselamatkan. Kerinduan hati saya adalah bahwa anda akan dibebaskan dari segala dosa anda dengan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh. Dunia bisa saja berubah, tetapi Injil air dan Roh, yang dengannya Allah menyelamatkan kita dari segala dosa, tidak pernah berubah dan kebenaran kekal. Kita harus percaya kepada kebenaran ini untuk menerima keselamatan pengudusan yang tidak berubah. Kiranya kebenaran penebusan Allah menjadi milik anda.
 

Allah sudah membebaskan kita dengan menjadikan kita bejana belas kasihanNya
 
Roma pasal 9 mencatat bahwa Allah menyelamatkan Yakub karena Ia mengasihi Yakub lebih daripada Esau. Demikianlah, Yakub menjadi bejana belas kasihan, sementara Esau menjadi bejana murka. Ini membawa kita kepada pertanyaan mengapa? Yaitu, apakah Allah lebih pilih kasih kepada Yakub dibandingkan dengan Esau? Tidak diragukan, akan ada banyak orang yang berpendapat, “Karena Allah secara sepihak dan terlebih dahulu memilih untuk mengasihi seseorang dan membenci yang lainnya tanpa alasan, penentuanNya dan pilihanNya menjadi salah.” 
Ketika kita melihat ke dunia yang diciptakan Allah, kita bisa melihat betapa indah dan murninya ciptaanNya. Tumbuhan, binatang, dan semua yang lain yang diciptakan oleh Allah nampak begitu sempurna. Bagaimana, kemudian, Allah bisa mengasihi seseorang sementara membenci yang lainnya secara demikian? Tetapi bukan ini yang terjadi.
Karena ketidaktaatan Adam dan Hawa, dosa masuk ke dalam dunia, dan karena dosa ini, semua yang ada sesudah mereka ditentukan untuk terus ada di dalam dosa, dan tidak bisa menghindar dari hukuman neraka. Hanya karena Allah menyelamatkan Yakub dari dosa dan tidak membebaskan Esau, tidak berarti bahwa Ia melakukan suatu kesalahan. Di mataNya, Allah memiliki semua alasan untuk melakukan hal itu.
Kita bisa menemukan banyak orang yang bersikap seperti Esau di dalam lingkungan Kristen. Biasanya, orang yang demikian tidak pernah melewatkan satu ibadahpun, tidak peduli kapan atau dimana diadakannya, mulai ibadah fajar sampai penyembahan tengah malam. Beberapa mungkin bahkan menghabiskan lebih banyak waktu di gereja daripada di rumah, bolak-balik dari bekerja ke gereja, tidak ke rumah. Kita mungkin bisa menyebut mereka sebagai “pelari agama.” Namun, di antara mereka, banyak yang tidak menganggap serius kebenaran Allah. Ini karena mereka berusaha membangun kebenaran mereka sendiri, dan dalam melakukannya, mengabaikan kebenaran Allah.
Bahkan mereka yang mengabaikan kebenaran Allah masih ingin masuk surga dan diampuni dosa-dosanya. Tetapi usaha mereka dalam memantapkan kebenaran mereka sendiri di hadapan Allah, bukan dalam usaha untuk diampuni dari segala dosanya. Allah mengatakan kepada mereka yang tidak percaya kepada kebenaran Allah bahwa iman kepada kebenaran Allah bukan milik semua orang. 
Orang-orang yang bagaimana, kemudian, yang bisa percaya kepada kebenaran Allah? Mereka adalah orang-orang yang mengenal keberdosaan mereka, yang, di dalam pikiran mereka sendiri, menyadari bahwa mereka tidak layak untuk apapun. Mereka adalah orang-orang yang, ketika menemukan kebenaran Allah melalui pengudusanNya yang dinyatakan di dalam Injil air dan Roh, langsung percaya kepada hal itu dan mengembalikan kemuliaan kepada Allah. Bahwa kita percaya kepada kebenaran Allah dan kemudian diselamatkan berarti bahwa kita orang yang sangat memelas yang membutuhkan kebenaran Allah. Kalau tidak demikian, kita akan dikutuk untuk menjalani hidup dalam dosa sepanjang kehidupan kita. 
Tetapi mereka yang mencari kebenarannya sendiri di hadapan Allah adalah orang-orang yang penuh kesombongan. Orang yang demikian mungkin mengatakan, “Tuhan, aku memberikan perpuluhan, berjaga semalaman untuk berdoa kepadaMu, tidak pernah melewatkan ibadah fajar selama sepuluh tahun ini, dan melakukan perbuatan baik untukMu.” 
Namun, Allah akan lebih senang kalau ia mengetahui bahwa ia tidak memiliki kebenaran sama sekali, dan dengan demikian perlu percaya kepada kebenaran Allah melalui pengudusan air dan Roh, dan bukannya berusaha membuktikan, melalui usahanya sendiri, sesuatu yang tidak dimiliki dan tidak bisa dimilikinya. 
Bahkan sekarang, di antara orang-orang Kristen, ada banyak orang yang melakukan segala sesuatu untuk berusaha menunjukkan kebenaran mereka sendiri. Beberapa orang bahkan dengan setia melakukan apa yang mereka katakan. Tetapi karena mereka tidak percaya kepada kebenaran Allah yang dimanifestasikan di melalui Injil air dan Roh, dosa-dosa mereka tidak sepenuhnya dihapuskan. Allah akan menentukan akhir mereka. Kita semua berharap bahwa mereka akan menjadi anak-anak Allah yang sejati melalui pengampunan dosa dengan iman mereka kepada baptisan dan darah Tuhan kita sebagai pengudusan yang sejati.
Dalam bejana keselamatan, Rasul Paulus mengatakan bahwa Allah memiliki belas kasihan kepada siapa saja Ia berbelas kasihan, dan akan mengasihani siapa saja yang dikasihaniNya. Siapa, kemudian, orang-orang yang menerima belas kasihan Allah? Semua manusia tidak bisa mentaati Firman Allah, meskipun mereka sungguh-sungguh berusaha melakukannya. Mereka berulangkali tersandung meskipun mereka memiliki kerinduan yang benar untuk percaya dan hidup di dalam FirmanNya. Mereka akhirnya akan merasa menyesal di hadapan Allah, dihantui rasa bersalah, dan berpikir bahwa mereka layak mendapat hukuman neraka. Kemudian, mereka meminta agar Allah memberikan belas kasihan kepada mereka, mengakui bahwa mereka sangat memelas baik di dunia maupun di dalam Kerajaan Surga. Karena mereka tahu bahwa mereka tidak bisa diselamatkan kecuali Allah berbelas kasihan kepada mereka, mereka dengan sungguh-sungguh memohon kepada Allah. 
Pembebasan dari dosa, dengan kata lain, ditemukan di dalam mereka yang dikasihani Allah, dan yang kepadanya Allah memiliki belas kasihan. Untuk orang-orang ini, Allah mencurahkan Injil air dan Roh dengan mengutus AnakNya menanggung segala dosa ke atas diriNya melalui baptisanNya, mati di kayu Salib, dan bangkit dari kematian—semua untuk membebaskan mereka dari kehancuran yang pasti. Bapa kita memiliki belas kasihan kepada orang-orang yang memelas.
Tetapi nampaknya ada lebih banyak orang yang ada di bawah murka Allah, dibandingkan dengan mereka yang diberi belas kasihan Allah di dunia ini. Allah mengatakan bahwa di antara orang-orang Kristen jaman ini, ada bejana belas kasihan dan ada juga bejana murka. Jadi, dengan kata lain, ada orang-orang ada orang-orang yang dikasihi Allah dan ada yang tidak dikasihiNya.
Roma 9:17 mengatakan, “Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: “Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasaKu di dalam engkau, dan supaya namaKu dimasyhurkan di seluruh bumi.” Allah membiarkan orang-orang seperti Firaun bangkit supaya kuasaNya bisa diperlihatkan. Namun, kepada bejana belas kasihan Ia memperlihatkan kasihNya, sehingga namaNya dimasyhurkan di seluruh dunia. Karena dosa-dosa kita dan murka Allah, kita ditentukan masuk neraka. Tetapi kita diselamatkan dari segala dosa kita saat Allah mencurahkan kepada kita kasih kebenaranNya, karena Ia mengasihi mereka di antara kita yang percaya kepadaNya.
Mereka yang tidak percaya kepada kebenaran Allah dan hanya tertarik mengejar kebenarannya sendiri berbalik melawan Allah. Mereka adalah orang-orang yang disisihkan Allah untuk murkaNya; agar murkaNya yang luar biasa ditunjukkan, harus ada orang-orang yang melawan Dia, dan melaluinya, keadilan dari pengadilan Allah ditunjukan.
Orang-orang seperti Firaun adalah mereka yang menolak kasih kebenaran Allah. Kepada Firaun, Allah menurunkan sepuluh tulah; yang terakhir adalah kematian. Kepada mereka yang menolak Allah, hanya lautan api yang akan menantikannya. Inilah murka kuasa Allah. Ada banyak orang-orang yang berkuasa di dunia ini dan banyak yang menyangkal Allah, namun Allah tetap akan mengalahkan mereka, untuk menyatakan kuasa murkaNya. Inilah sebabnya Ia membiarkan orang-orang yang hatinya keras dan yang menyangkal Dia. 
Yang penting bagi kita, kemudian, adalah bagaimana kita bisa menjadi bejana belas kasihanNya, karena dengan itu, kita bisa percaya kepada kasih kebenaran Allah. Kita tidak memiliki apapun untuk ditunjukkan kepada Allah; bahkan, kita lahir untuk percaya kepada kasih kebenaran Allah. Alkitab mengatakan kepada kita mengenai kisah seorang pemungut cukai dan seorang Farisi yang berdoa kepada Allah. Allah mengasihani yang pertama, sementara tidak melakukan apa-apa untuk yang kedua. Orang-orang seperti pemungut cukai ini adalah orang-orang yang mengaku di hadapan Allah bahwa mereka tidak memiliki kebaikan dan kehilangan kemuliaanNya. Dan karena itu meminta belas kasihan Allah. 
Ada orang-orang yang mengenakan kasih kebenaran Allah. Tetapi orang-orang seperti orang-orang Farisi terus menerus menyombongkan apa yang sudah mereka lakukan bagi Allah—bahwa mereka memberikan perpuluhan, bahwa mereka berpuasa dua kali seminggu, bahwa mereka berdoa, dan bahwa mereka sangat saleh secara keagamaan. Tergantung dimana kita berdiri di hadapan Allah, kita akan mengenakan kasih kebenaran Allah atau terkena murka penghukumanNya. Kalau kita mengeraskan hati kita di hadapan Allah, dosa-dosa kita akan tetap tidak diampuni sampai selamanya. Tanpa pengampunan, kita akan masuk neraka selamanya.
Injil air dan Roh sudah diberitakan ke seluruh dunia. Orang-orang yang masih belum diselamatkan adalah karena mereka mengeraskan hati. Tidak ada kebenaran di dalam diri manusia, dan hanya dengan iman kita bisa mengenakan kasih kebenaran Allah. Allah membenci mereka, yang meski diciptakan Allah, menolak mengakui kebenaranNya. Tetapi mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh, kebenaran Allah, semua akan dikasihi olehNya dan menerima kehidupan kekal.
Banyak orang Kristen di dunia sekarang ini hidup sebagai bejana murka di hadapan Allah. Inilah sebabnya kita perlu belajar dari Kitab Roma apakah kebenaran Allah itu. Alasan mengapa Allah mengasihi beberapa, dan yang lainnya tidak, adalah karena beberapa percaya kepada kebenaran Allah sementara yang lainnya tidak. Inilah kebenaran yang ingin saya sampaikan. Yang dilakukan Allah kepada Yakub dan Esau itu benar. Di antara mereka yang percaya kepada Yesus, ada banyak yang ingin dikasihi Allah tanpa percaya kepada Injil air dan Roh. Orang-orang ini seperti Esau, dan Allah akan menghakimi mereka sesuai dengan dosa-dosa mereka. 
Allah mengutus PutraNya untuk dibaptiskan oleh Yohanes supaya menghapus segala dosa dunia sekali untuk selamanya. Apakah anda percaya kepada kebenaran ini? Apakah anda sungguh-sungguh percaya di dalam hati anda? Kita akan sekaligus dilepaskan dari dosa-dosa kita ketika kita percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh, yang dengannya kebenaran Allah ditunjukkan. Yesus menanggung segala dosa dunia ini dan meletakannya di bahuNya, mati di kayu Salib, dan dibangkitkan dari kematian, semua sekaligus, sehingga kita, juga, bisa sekaligus dibebaskan dari segala dosa kita. 
Tetapi kalau kita mencoba dikuduskan tanpa percaya kepada kebenaran Allah, kita akan berdosa terhadapnya. Kalau kita tidak percaya kepada kebenaranNya, maka itu berarti bahwa Yesus Kristus akan harus dibaptiskan dan mati setiap hari bagi dosa-dosa kita. Apakah Allah, di dalam hikmatNya yang tidak terbatas, memilih cara demikian? Untuk membebaskan kita dari segala dosa kita, Allah mengutus AnakNya sekali, untuk dibaptiskan, disalib dan bangkit bagi segala dosa kita hanya satu kali, sehingga Ia bisa menyelamatkan kita secara sempurna sekaligus.
Allah kita adalah Allah kebenaran. Allah merencanakan pengampunan dosa kita di dalam kebenaranNya. Allah tidak melenyapkan segala dosa kita hanya karena kita berdoa meminta pengampunanNya setiap kali kita melakukan dosa. Namun, Ia menghapus segala dosa mereka yang sekaligus ditebus dengan percaya kepada kebenaranNya sekali untuk selamanya. 
Kemudian, apa, yang akan terjadi kepada dosa-dosa harian yang kita lakukan sesudah itu? Semua itu dibereskan ketika kita dengan penuh ucapan syukur menyembah Allah atas kebenaranNya dan mengembalikan kemuliaan hanya kepadaNya. Dari kacamata Allah, Yesus sekaligus menanggungkan ke atas diriNya segala dosa dunia dengan baptisanNya, darahNya di kayu Salib dan menanggung hukuman bagi kita, dan dengan demikian sekaligus menghapus segala dosa kita, bagi keselamatan sempurna kita. Kasih kebenaran Allah sudah digenapi dari rencanaNya untuk melenyapkan segala dosa dunia sekaligus.
Roma 9:25 mengatakan, “seperti yang difirmankanNya juga dalam kitab nabi Hosea: ‘Yang bukan umatKu akan Kusebut: umatKu dan yang bukan kekasih: kekasih.’” Ya, Allah mengatakan bahwa Ia akan menyebut mereka umatNya, yang sebelumnya bukan umatNya. Karena kebenaran Allah yang di dalamnya kita percaya bukan hanya teori, tetapi kenyataan, kita dibebaskan dari segala dosa kita dengan percaya kebenaranNya. Karena itu adalah kenyataan, mereka yang mengabaikan kebenaranNya akan dibenci dan dihukum seperti Esau. Tidak ada seorangpun yang bisa membanggakan kebenarannya sendiri di hadapan Allah. 
Untuk membebaskan kita dari segala dosa kita, Allah menyelamatkan kita dengan kebenaranNya. Bagaimana, kemudian, kita bisa tidak berterima kasih dan menyembah Dia? Kita tidak bisa tidak memberitakan Injil kebenaran Allah dalam ucapan syukur dan iman.