Khotbah-Khotbah

Pokok 10: Kitab Wahyu (Komentari dalam Kitab Wahyu)

[Pasal 2-7] (Wahyu 2:12-17) Pengikut Ajaran Nikolaus

(Wahyu 2:12-17)
 
 
Ajaran Bileam
 
Dikatakan di sini bahwa di antara ketujuh jemaat yang ada di Asia, Jemaat Pergamus memiliki beberapa anggota yang mengikuti doktrin Nikolaus. Orang-orang itu dikuasai hanya oleh kehendaknya untuk membangun kekayaan dan ketenaran duniawi, dan tidak memiliki ketertarikan untuk menyelamatkan jiwa. Para hamba Allah secara khusus harus berhati-hati supaya jangan sampai akhirnya mengikuti ajaran Bileam ini. Bileam membuat orang-orang kudus memuja dunia dan membawa mereka kepada kehancuran.
Allah memberikan kepada kita Firman perjanjianNya sehingga bagi mereka yang menang, Ia akan memberikan kepada mereka manna yang tersembunyi dan batu putih. Dengan kata lain, ini juga berarti bahwa para pendeta yang mengejar dunia ini akhirnya akan kehilangan manna mereka. Manna di sini berarti “keindahan firman Allah,” dan kehilangan manna yang tersembunyi berarti kehilangan kehendak Allah yang tersembunyi di dalam FirmanNya.
Ketika anak-anak Allah yang dilahirkan kembali mengejar dunia ini, mereka kehilangan penglihatan akan firman Allah. Ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Saya sangat takut akan kemungkinan itu, dan anda, juga, seharusnya takut. Allah mengatakan bahwa kepada mereka yang menang Ia akan memberikan manna yang tersembunyi dan batu putih, tetapi bagi mereka yang kalah terhadap dunia dengan berkompromi kepada ketenaran atau kesenangan dunia tidak akan menerima manna ini.
Alkitab mengatakan, “Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.” Betapa benarnya firman Allah! Mereka yang mengasihi dunia sekuler adalah mereka yang belum diselamatkan dari dosanya karena tidak percaya kepada baptisan Yesus Kristus dan darahNya di kayu Salib. Orang-orang ini tidak mengenal kebenaran bahwa Kristus sudah mengampuni segala dosa mereka dengan baptisanNya.
Iman beberapa orang kepada Yesus hanyalah sekedar sesuatu yang teoritis. Mereka berpikir bahwa Yesus menanggung segala dosa mereka, dan dengan itu mereka menjadi orang benar, tetapi iman mereka adalah iman yang kosong karena mereka tidak menerima Roh Kudus di dalam hati mereka. Ini adalah iman teoritis. Kalau memang seseorang menerima penebusan, ia seharusnya mengalahkan perkara-perkara dunia—ketenaran, penghormatan, kekayaan, atau kuasa dunia. Mengalahkan dunia berarti berpegang teguh kepada firman Allah yang memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali, melawan mereka yang mengejar kekayaan dan kehormatan dunia, dan memelihara Roh Kudus tetap ada di dalam hati kita.
Allah mengatakan bahwa Ia akan menuliskan di Kitab Kehidupan nama-nama mereka yang sudah ditebus, dan di dalam hati yang didiami Roh Kudus. Seperti dikatakan Alkitab, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang,” mereka yang sudah dilahirkan kembali dan yang memiliki Roh Kudus berdiam di dalam hatinya mengerti bahwa mereka tidak lagi seperti yang dahulu lagi. Mereka menyadari bahwa kehidupan lama mereka sekarang sudah menjadi ciptaan baru dengan percaya kepada air dan darah Yesus Kristus. Dengan iman mereka tahu bahwa nama mereka sudah ditulis di dalam Kitab Kehidupan. Demikianlah caranya mereka melihat manna yang tersembunyi dari Allah, dan inilah bagaimana para hamba Allah dan orang-orang kudus Allah mendengar firman kebenaran Allah, suara yang indah dari Allah.
Manna diberikan kepada orang-orang Israel ketika mereka mengembara di padang pasir selama empat puluh tahun sebelum mereka sampai ke tanah perjanjian Kanaan. Menurut penjelasan Alkitab, manna adalah seperti biji ketumbar, bulat dankecil. Ketika bangsa Israel bangun di pagi hari, permukaan tanah di sekitar mereka dipenuhi dengan manna, seperti hujan salju semalaman. Bangsa Israel kemudan mengumpulkan manna dan memakannya di pagi hari. Ini adalah makanan sehari-hari mereka. Mungkin mereka manggorengnya, merebusnya, atau membuatnya menjadi adonan untuk kue; apapun, inilah makanan pokok bangsa Israel selama perjalanan mereka yang 40 tahun mengembara di padang pasir.
Karena manna itu kecil seperti biji ketumbar, orang tidak akan kenyang hanya makan sebutir manna. Tetapi Allah memberikan kepada mereka cukup manna dalam semalam sehingga semua kebutuhan bangsa Israel tercukupi untuk hari itu—tidak kurang dan tidak lebih untuk satu hari, karena manna tidak bisa disimpan. Tetapi di hari keenam, Allah memberikan kepada mereka manna cukup banyak untuk dua hari, sehingga bangsa Israel tidak harus mengumpulkan manna di hari Sabbat.
 
 
Roti Kehidupan
 
Firman Allah adalah manna kita, roti kehidupan kita. Dalam firman Allah kita temukan roti bagi jiwa kita, roti kehidupan. Bukan dalam satu bagian khusus anda akan menemukan sepotong besar roti, tetapi bahwa kehendak Allah yang hebat itu bisa ditemukan disepanjang bagian Alkitab, meskipun dalam rincian yang terkecil. 
Bagi para hamba Allah dan orang-orang kudus tidak akan berkompromi dengan dunia, Allah akan memberikan roti kehidupan. Dan Ia senantiasa memberikan kepada masing-masing kita roti untuk sehari-hari yang memenuhi kebutuhan fisik dan rohani kita. 
Karena manna ini, bangsa Israel tidak pernah merasa lapar sepanjang 40 tahun pengembaraan mereka di padang belantara, meskipun padang belantara itu sama sekali tidak menghasilkan apa-apa untuk mereka makan. Demikian, bagi mereka yang menolak pengajaran Nikolaus, Allah sudah berjanji bahwa Ia akan memberikan manna yang tersembunyi untuk mereka makan. Kepada para hamba Allah yang tidak mengejar perkara-perkara dunia seperti kekayaan atau status, Allah memberikan firmanNya yang indah, Firman Kehidupan yang memungkinkan mereka dilahirkan kembali oleh Injil air dan Roh.
Kita harus membenci dan menolak pengajaran Nikolaus yang ada di dalam lingkungan Kristen jaman ini. Kita tidak boleh mengikuti iman mereka yang tidak dilahirkan kembali, dan kita harus menolak menjadi serupa dengan dunia. Meskipun memang sudah menjadi hukum Allah bahwa daging kita mengejar perkara-perkara daging dan roh kita mengejar perkara-perkara Roh, kita tetap saja harus menolak doktrin Nikolaus, membenci segalaperbuatan yang serupa dengan dunia, dan kemudian makan dari manna Allah dengan percaya kepada Firman kebenaran yang diberikan Allah kepada kita. Dengan mengenal bahwakita sekarang sudah menjadi benar dan bahwa kita sudah memiliki Roh Kudus berdiam di dalam hati kita, kita semua harus hidup oleh iman.
Orang-orang yang dilahirkan kembali harus berperang melawan dunia. Mereka harus melawan pengajaran Nikolaus. Dan seperti yang anda ketahui sendiri, banyak pendeta jaman sekarang ini yang juga mengejar kekayaan dan ketenaran sendiri, memuja diri sendiri, serupa dengan dunia, dan berusaha menjadi berhasil dengan cara-cara dunia. Kita harus melawan nabi-nabi palsu itu. 
Kita, juga, memiliki daging, dan karena itu kita juga memiliki kehendak untuk mengejar keuntungan sekuler. Tetapi mereka yang memiliki Roh Kudus di dalam kehidupannya harus tahu bahwa mereka tidak bisa mengikuti dunia ini dengan hati mereka, bahwa mereka harus menyangkal perkara-perkara dunia, dan bahwa mereka harus hidup hanya oleh iman. Kalau hati anda menjadi sama dengan mereka yang mengikuti dunia, menyetujui iman mereka, dan mengejar dunia seperti mereka mengejarnya, anda akhirnya akan mengikuti jalan Bileam, bergerak menuju kebinasaan yang pasti. Inilah jalan bagi kehancuran daging dan roh anda. Kalau anda mengikuti dunia, anda akan kehilangan iman anda. Allah mengatakan bahwa Ia akan memuntahkan orang yang demikian dari mulutNya; orang-orang itu tidak akan makan manna lagi, dan akhirnya akan kehilangan imannya sama sekali.
Alasan mengapa Allah menegur Jemaat di Pergamus adalah karena anggota-anggotanya mengikuti doktrin Bileam. Allah menegur pelayan di Jemaat Pergamus karena ia, meskipun adalah pelayan yang dilahirkan kembali yang hatinya didiami Roh Kudus, menghendaki untuk dikenal oleh dunia dan melayani di gereja seolah-olah ia adalah seorang yang sekuler. Bukan hanya itu, ia menanamkan kepercayaan salah yang sama di antara anggota jemaatnya dan menyesatkan mereka. Pelayan yang demikian tidak lebih baik dibandingkan dengan para pendeta yang tidak dilahirkan kembali. Dengan bagian ini, Allah sudah mengeluarkan sebuah peringatan yang sangat jelas dan keras kepada para pelayan Allah yang ketertarikannya hanya berkisar kepada pencapaian sekuler dan memperkaya perbendaharaan gereja: “Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian, Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulut-Ku ini.”
 

Iman Yang Membawa Anda Kepada Kebinasaan
 
Apa yang terjadi kalau ada manusia yang melawan Allah? Anda tidak perlu memikirkannya dalam waktu lama—pasti ini akan menjadikan kebinasaan untuknya sendiri. Yang dimaksud “Dia yang memakai pedang yang tajam dan bermata dua,” adalah bahwa firman Allah merupakan pedang yang tajam dan bermata dua. Tidak peduli siapapun anda; kalau anda terpukul oleh firman Allah, pasti andaakan mati. Firman Allah adalah pedang yang penuh kuasa yang bisa menusuk “amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum” (Ibrani 4:12). Dia juga bisa mengerti apa pikiran dan maksud yang ada di dalam hati, sehingga manusia bisa mengenakan penebusan yang ditawarkan oleh air dan darah Yesus Kristus.
Ada orang-orang yang, ketika percaya kepada Yesus, tetapi jatuh ke dalam jebakan legalisme, dan sebagai akibatnya ia kalah oleh kematian karena hukum Taurat. Untuk menghindar dari akibat yang mengerikan ini, kita harus melawan dan mengalahkan iman dunia yang demikian. Pekerja Allah harus mengalahkan pengajaran palsu, dan mereka juga harus yakin kalau domba-domba mereka tidak terjerat ke dalam tipu daya yang demikian. Siapa saja yang mengasihi duniaini dan jatuh ke dalam jebakannya akan melihat bahwa imannya akan hilang.
Banyak gereja sekarang lebih cocok disebut bisnis dibandingkan dengan gereja. Ini menyedihkan tetapi penyebutan yang sangat menyentuh. Mengapa gereja-gereja itu kemudian akhirnya diperlakukan sebagai bisnis? Karena gereja jaman sekarang terlalu sibuk mengejar dunia, menjadi yang pertama dalam mengikuti dan memuja nilai-nilai duniawi. Saya tidak mengatakan, tentu saja, bahwa orang-orang yang sudah dilahirkan kembali sama sekali tidak memiliki keinginan daging. Bahkan orang percaya yang sudah percaya memiliki juga keinginan daging, tetapi keinginan daging ini bisa dikendalikan dengan imannya. Mereka tidak mengejar hal-hal daging sama seperti orang yang tidak percaya mengejar keinginan daging mereka dengan sepenuh hati.
Orang-orang yang belum dilahirkan kembali menetapkan standar mereka sendiri, dan mereka menjalani kehidupan dengan menikmati segala sesuatu yang mereka dapat seturut dengan standar mereka. Penyembahan berhala dan kebobrokan moral merupakan hal biasa bagi mereka. Yang lebih buruk, ada beberapa yang menyembah Iblis. Bisakah orang-orang yang sudah dilahirkan kembali melakukan hal-hal itu? Tenu saja tidak! Mereka tidak pernah bisa melakukan hal seperti itu, karena orang-orang yang dilahirkan kembali tahu betapa kotor dan najisnya tindakan-tindakan seperti itu. Karena kita yang sudah dilahirkan kembali pada dasarnya berbeda dengan mereka yang mengejar kemuliaan dunia dan semua keinginan dagingnya, kita tidak boleh menjalani hidup kita dengan mengejar keuntungan dunia, dan kita memang tidak bisa hidup demikian.
Mereka yang mengejar pengajaran Nikolaus adalah orang-orang yang hanya mengejar kekayaan dunia ini. Tidak ada yang salah, tentu saja, dengan mencari nafkah, dan juga menjadi kaya. Tetapi kalau hal itu menjadi tujuan utama dalam hidup anda, dan kalau anda jatuh ke dalam penyembahan berhala dan kemudian dikuasai oleh ketamakan anda, maka iman anda pasti akan hancur. Mereka yang melayani demi uang dan mereka yang masuk gereja karena menginginkan kekayaan dunia adalah para pengikut ajaran Nikolas. Orang-orang ini pada akhirnya akan kalah terhadap dunia, karena meskipun mereka mengaku percaya kepada Allah, hati mereka belum sepenuhnya ditebus dari dosa-dosa mereka.
 

Empat Jenis Ladang Hati
 
Injil Matius menuliskan mengenai sebuah perumpamaan dimana Yesus berbicara mengenai seorang penabur yang benihnya jatuh di empat jenis tanah yang berbeda. Tanah yang pertama dimana benih itu jatuh adalah tanah pinggir jalan; yang kedua tanah berbatu, yang ketiga tanah dengan semak duri, dan yang keempat adalah jenis tanah yang baik. Mari kita perhatikan masing-masing tanah itu.
Jenis tanah yang dipinggir jalan menggambarkan hati yang dikeraskan. Orang ini sudah mendengar firman Allah, tetapi karena ia tidak langsung memasukannya ke dalam hati, maka benih itu dimakan oleh burung. Dengan kata lain, karena orang itu hanya melihat secara intelektual kepada Firman keselamatan yang sebenarnya bisa membuat ia dilahirkan kembali oleh air dan Roh, maka burung (Iblis) merenggutnya, dan imannya bahkan tidak mulai bertumbuh.
Apa, kemudian, arti dari tanah yang berbatu? Ini menunjuk kepada mereka, yang menerima Firman itu dengan senang, tetapi tidak bertahan lama, karena mereka tidak punya akar dalam tanah yang dangkal saja. Mereka yang menerima benih di semak belukar, sebaliknya, menunjuk kepada mereka yang mengijinkan dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit Firman yang sudah mereka terima dengan sukacita pada awalnya.
Yang terakhir, mereka yang menerima benih di tanah yang baik adalah mereka yang menghasilkan buah-buah di dalam hati mereka dengan sepenuhnya menerima firman Allah dan mengikutinya.
Jenis tanah yang mana yang melambangkan keadaan hati anda? Kalau hati anda seperti tanah yang di pinggir jalan yang sama sekali tidak siap dijadikan tempat bertumbuhnya firman Allah, maka benih itu akan tertiup ann atau dimakan oleh burung, dan membuat berkat dari Firman itu menjadi sama sekali tidak ada gunanya untuk anda. Kita harus menyadari bahwa karena kita adalah benih dosa, maka kalau bukan karena firman Allah kita tetap saja sama sekali tidak ada hubungannya dengan Dia. Kalau, di lain pihak, hati kita seperti tanah yang berbatu, maka benih Firman tidak akan bisa berakar, dan tidak akan bisa bertahan apabila ada badai, angin atau kekeringan. Orang-orang ini perlu mengubahkan ladang mereka. Tidak peduli bagaimanapun senangnya mereka pada awalnya menerima firman Allah, kalau itu tidak bisa bertumbuh dan bahkan bisa layu meskipun hanya ada sedikit bahaya saja, maka penerimaan yang pertama mereka tidak akan ada gunanya sama sekali.
Kita juga harus mengatasi hati yang bersemak duri. Kita harus melawan dan memangkas semua semak duri yang mengancam kehidupan kita. Kalau anda membiarkannya, maka semak duri itu akan menutupi kita dan dalam sekejap akan menghalangi kita mendapatkan sinar matahari. Karena tidak menerima sinar matahari dan kehilangan tanah subur karena himpitan semak duri itu, maka bibit Firman itu kemudian akan mati.
Ketika kita menghadapi pencobaan dan kesusahan di dalam kehidupan kita, kita harus dengan berani mengatasinya. Kita harus melawan semak duri yang menghalangi jalan kita dan menutupi wajah kita itu dengan segenap kekuatan kita, seolah-olah itu menyangkut hidup dan mati kita. Ketika kekayaan dunia ini menghalangi kita atau kalau ketenarannya mengancam kita, kita harus melawan semuanya dan mengalahkannya. Karena kekhawatiran dunia dan ketamakannya mematikan jiwa kita, kita harus selalu mengatasinya. Ketika kita hidup dalam kehidupan rohani yang berkemenangan, tubuh dan jiwa kita akan bertumbuh, karena ia akan menerima sinar matahari dan makanan sehat dari Allah.
Bagi orang-orang kudus yang dilahirkan kembali dan para hamba Allah, senantiasa ada peperangan melawan dunia ini. Karena itu kita tidak boleh mengikuti ajaran Nikolas. Para pengikut Nikolas dikatakan sudah sangat terlibat dalam pelayanan kepada umum. Tetapi dalam pelayanan kepada umum di dunia ini bukanlah peranan yang paling utama untuk gereja. Menjadi salah besar kalau menganggap bahwa tujuan utama bagi gereja adalah pelayanan sosial.
 

Tolak Dengan Berani!
 
Allah mengatakan bahwa kita adalah garam dunia. Apa artinya? Ketika Allah mengatakan bahwa kita adalah garam dunia, itu berarti bahwa kita dibutuhkan oleh dunia ini. Kegunaan garam adalah untuk mewartakan Firman air dan darah Kristus kepada orang-orang berdosa segingga mereka bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka, dijadikan anak-anak Allah dan diijinkan masuk ke Surga. Sama seperti garam dibutuhkan untuk memberikan rasa, dunia membutuhkan orang-orang benar yang dilahirkan kembali sebagai garamnya. Orang-orang benar yang dilahirkan kembali, dengan kata lain, harus mewartakan Firman air dan Roh dan membimbing orang-orang itu kepada penebusan. Kita harus menggenapi peranan kita sebagai garam dan menolong orang-orang itu supaya dilahirkan kembali. Kita harus mengubahkan orang-orang berdosa menjadi orang-orang benar.
Apa gereja Allah yang sejati? Gereja Allah yang sejati adalah tempat dimana orang-orang berkumpul untuk memuji Dia; dimana mereka menyembah Dia; dan dimana mereka berdoa kepadaNya. Ketika cobaan datang, hamba Allah harus bisa menahannya. Orang-orang kudus, juga, harus bisa menahan cobaan dunia yang asalnyadari Iblis. Iblis bisa jadi mencobai anda, “Lupakan imanmu; aku akan membuatmu menjadi orang kaya! Engkau tidak perlu datang ke gereja yang dilahirkan kembali itu; datanglah ke salah satu gereja milikku, dan aku bahkan akan menjadikan engkau sebagai penatua!” Tetapi karena Iblis selalu berusaha membuat orang benar tersandung dan memasukannya ke dalam jebakan, kita harus selalu siap untuk melawan dan mengalahkan Iblis sehingga kita bisa mempertahankan iman kita sampai kepada akhirnya.
Mereka yang memiliki iman yang palsu sering berusaha untuk mendapatkan penebusan melalu hal-hal materi. Mereka tergoda oleh uang dan ketenaran. Iblis menunjukkan kepada kita nilai-nilai dunia dan mengajak kita untuk meninggalkan iman kita dan meninggalkan Allah. Yang harus kita miliki dalam masa-masa yang demikian adalah iman kepada Tuhan bahwa Ia akan mencukupi kebutuhan kita, dan dengan iman ini kita bisa dengan berani menolak dan mengalahkan cobaan Iblis.
Akar semua berkat berasal dari Allah. Allah adalah yang memberkati kita, baik secara rohani maupun secara fisik. Dengan mengerti bahwa Iblis bukanlah yang memberikan berkat kepada manusia, kita bisa melawannya. Ada saat-saat dimana kita berperang melawan keinginan diri kita sendiri. Ketika ketamakan dan hawa nafsu mulai muncul ketika kita membiarkan hati kita terbawa oleh arus dunia ini, kita harus berperang melawan diri kita sendiri. Dan tidak perlu dikatakan bahwa kita memang perlu melawan orang-orang duniawi yang mencoba untuk mengganggu iman kita. Kita memang ditentukan untuk melawan semua kuasa dunia. 
Mengapa? Karena ketika seorang Kristen tidak terlibat di dalam peperangan rohani, ini hanya bisa berarti bahwa imannya sudah mati untuk semua tujuan yang praktis. Sampai dunia berakhir dan hari penghakiman kepada orang berdosa dan orang benar berlalu, tetap akan ada kelicikan untuk menghancurkan iman kita. Inilah sebabnya kita harus tidak henti-hentinya terlibat di dalam peperangan rohani ini. Kalau kita membiarkan saja orang-orang yang melawan Allah dan berusaha menghancurkan iman kita, kita akhirnya akan kehilangan segala sesuatu, termasuk kehidupan kita. Tanpa tekad yang kuat untuk tudak mengijinkan apapun selain iman kita memerintah kita, kita tidak hanya akan kehilangan harta milik kita, tetapi kita akan ditinggalkan oleh Allah. Kita harus bisa dengan jelas membedakan antara orang-orang yang berada di pihak kita dengan orang-orang yang memusuhi kita supaya kita bisa melawan dan mengalahkan musuh-musuh kita. Ketika kita harus murah hati kepada orang-orang lain, kita harus teguh dalam menghadapi musuh-musuh kita—sampai kepada titik dimana musuh kita itu tidak memiliki keberanian untuk mencoba apapun terhadap kita.
Para pengikut Nikolas adalah musuh kita. Mereka menjadi musuh kita karena mereka adalah “sinagog Iblis” yang tidak boleh kita biarkan dan apalagi bekerjasama dengan mereka. Kita yang sudah diampuni dari segala dosa kita tidak boleh membiarkan para pengikut Nikolas yang menyembah berhala dan hanya mencari keuntungan materi saja, dan kita justru harus menetapkan diri kita untuk melayani Tuhan dan pekerjaan kebenaranNya dalam membangun Kerajaan Allah di dunia ini.
 

Cari Dahulu Kerajaan Allah 
 
Yesus mengatakan kepada kita, “cari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya,” yang menekankan kepada kita pentingnya melakukan pekerjaan Allah sebelum melakukan pekerjaan daging kita. Kita yang adalah orang-orang yang dilahirkan kembali memiliki kehendak rohani. Itu bukan keinginan daging, tetapi kehendak Roh. Demikianlah kita bisa melakukan dahulu pekerjaan Allah dan KerajaanNya. Kita melayani Allah terlebih dahulu, tetapi juga melakukan pekerjaan daging. Seperti yang dikatakan Alkitab kepada kita, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Kita hidup, dengan kata lain, bukan hanya oleh daging saja, tetapi oleh daging dan roh juga. Kita harus bisa menyeimbangkan di antara keduanya. Kalau kita mengikuti pekerjaan para pengikut ajaran Nikolas dan berpikir bahwa yang paling utama adalah kebahagiaan kita di dunia ini, kita pada akhirnya akan menghadapi kebinasaan kita sendiri. Inilah sebabnya kita harus mendahulukan kehendak rohani kita.
Beberapa orang menjadi bersikap tidak bersahabat setiap kali pembicaraan mengenai Surga dan neraka diangkat. Orang-orang itu bertanya, “Pernahkah anda ke neraka? Pernahkah anda melihat dengan mata anda sendiri?” Tetapi pertanyaan-pertanyaan seperti itu berasal dari Iblis. Bukan hanya orang-orang awam yang bersikap demikian, tetapi juga banyak pendeta yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk belajar teologi melayani jemaatnya tanpa merasa yakin mengenai Surga dan pemahaman mengenai dilahirkan kembali. Ini keadaan yang sangat disayangkan dan menyedihkan, karena para pelayan yang tidak memiliki keyakinan dan juga tidak dilahirkan kembali tidak akan bisa memimpin orang-orang yang tidak memiliki pemahaman tentang Allah untuk dilahirkan kembali. Ketika ada begitu banyak orang yang terkurung oleh pemikiran Iblis dan melawan Allah, apa yang bisa mereka pelajari dari para pendeta yang tidak percaya akan Surga dan juga tidak yakin akan keselamatan mereka sendiri? 
Yang dimaksud dengan “di tempat tahta Iblis,” adalah bahwa sekarang Iblis berkuasa atas seluruh dunia ini. Inilah keadaan jaman dimana kita hidup, keadaan jaman dimana dunia penuh dengan para pengikut ajaran Nikolas yang menerangi gelapnya malam dengan salib-salib berlampu milik gereja mereka seperti sedang melakukan bisnis pertunjukan. Allah sudah mengatakan bahwa itu bukanlah gerejaNya, tetapi “sinagog Iblis.” Dunia sekarang penuh dengan orang yang tidak terhitung yang, terjebak oleh pemikiran Iblis dan mengejar ketamakan dunia, berpura-pura melayani, menghadiri gereja, dan memanggil nama Allah; namun, kelahiran kembali jiwa mereka dan pengharapan mereka akan Surga sudah lama sekali hilang. Inilah keadaan jaman dimana kita hidup dan melayani Tuhan.
 

Peperangan Rohani Melawan Orang-orang yang Tidak Dilahirkan Kembali 
 
Kita hidup di dunia ini “di tempat tahta Iblis.” Kita harus mempertahankan iman kita dengan senantiasa berjaga-jaga dan dengan berani menghadapi musuh kita ketika kita ditantang. Sampai hari kedatangan Tuhan kita, kita harus dengan sangat berhati-hati berjaga-jaga dan memelihara “batu putih” kita—dengan percaya kepada Injil yang memungkinkan kita untuk dilahirkan kembali dengan air dan Roh itu. 
Kita harus hidup dengan makan manna, firman Allah. Untuk itu, kita harus melawan dan mengalahkan para pengikut ajaran Nikolas. Kita harus menolak mereka. Kita tidak boleh mendekat kepada orang-orang yang hanya mengejar uang dan ketenaran dunia. Meskipun kita bisa memahami dan memaafkan kelemahan mereka, kita tidak boleh memecahkan roti bersama mereka yang melawan kebenaran dan yang hawa nafsunya hanya tentang yang, lebih-lebih jangan sampai kita melakukan pekerjaan Allah bersama orang-orang yang demikian. 
Dimanakah nama-nama orang-orang yang sudah dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh dituliskan? Semuanya dituliskan di dalam Kitab Kehidupan. Apa, kemudian, artinya menuliskan nama baru di batu putih itu? Itu berarti bahwa kita menjadi anak-anak Allah. Ada juga tertulis bahwa tidak ada seorangpun yang mengetahui nama itu “selain oleh yang menerimanya.” Ini berarti bahwa tidak ada seorangpun kecuali mereka yang dilahirkan kembali dengan percaya kepada Injil air dan Roh mengetahui mengenai keselamatan dari Yesus. Orang-orang berdosa tidak mengetahui cara untuk menjadi orang-orang benar—yaitu, hanya mereka yang menerima nama baru dari Yesus yang mengetahui bagaimana dosa-dosa mereka dihapuskan.
Kita harus melawan para pengikut ajaran Nikolas; bukan melawan orang-orang lain, tetapi para pengikut ajaran Nikolas. Yang menjadi inti bagian di atas adalah bahwa kita harus mengalahkan para pengikut ajaran Nikolas yang, meskipun percaya kepada Allah dan mengenal Firman kebenaran, masih terus tidak taat serta menolak firman Allah dan hanya mengejar uang, keuntungan material; kekayaan, dan ketenaran dagingnya.
Kita juga harus berjuang melawan diri kita sendiri. Kalau kita tidak mengikuti Allah karena kesia-siaan atau kesombongan kita, kita harus melawan hati yang demikian. Dan kita juga harus terlibat di dalam perjuangan rohani melawan mereka yang mengaku percaya kepada Yesus tanpa dilahirkan kembali.
Meskipun kenyataannya kita sudah kehilangan kemuliaan Allah, Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan air dan darahNya. Kita harus menyandarkan iman kita dengan percaya kepada Firman ini dan menjalani kehidupan sebagai hamba Allah, mengucapkan syukur kepadaNya karena keselamatan yang sempurna yang diberikanNya kepada kita. Kita harus terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya. Mari kita mengalahkannya dengan melawansampai akhir dengan iman kita.
 

Mereka yang Mengalahkan Akan Diberi Manna 
 
Kasus hilangnya manusia yang terbesar di dalam sejarah manusia akan terjadi pada saat pengangkatan yang akan datang. Pada saat yang sama, kedatangan Yesus yang kedua kali adalah issu yang paling menarik perhatian bagi semua yang percaya kepada Kristus. Beberapa orang mungkin berpikir, “Akan ada hilangnya orang-orang kudus pada saat yang bersamaan ketika pengangkatan itu; ketika orang-orang yang sedang melakukan berbagai kegiatan kehidupan tiba-tiba lenyap, dari pilot sampai kondektur sampai sopir taksi, dunia akan dipenuhi dengan berbagai macam kecelakaan dan mala peraka, ada pesawat yang berjatuhan dari angkasa, kereta api yang keluar jalur, dan jalanan yang akan dipenuhi dengan kecelakaan lalu lintas.” Sebuah buku yang didasari kepada kisah itu, yang berjudul Rapture, pernah menjadi buku terlaris beberapa saat yang lalu. Orang-orang itu percaya bahwa orang-orang kudus akan lenyap tanpa bekas ketika ia diangkat. Jadi, mereka bukan saja bertobat dan mempersiapkan diri untuk pengangkatan itu, tetapi bahkan ada yang sampai berhenti dari sekolah dan pekerjaan mereka, sebuah fenomena yang sama sekali tidak lucu. 
Beberapa saat yang lalu, sebuah denominasi yang menganut ajaran pengangkatan pretribulasi mengajak anggotanya untuk memberikan semua hartanya kepada gereja dan hanya menunggu datangnya hari pengangkatan seperti yang dinubuatkan oleh pemimpinnya. Tentu saja, hari yang dinubuatkan dan yang mereka nantikan dengan sangat bersemangat akhirnya berlalu seperti hari-hari yang lainnya—semua penantian itu sia-sia! Segala sesuatu yang mereka percayai dan nantikan dengan tulus pada akhirnya terbukti hanya sekedar dusta belaka. 
Tetapi beberapa di antara mereka dengan gigih menyatakan bahwa sebuah hari yang lain di tahun 1999 sebagai hari pengangkatan mereka, dan kemudian menanti serta menanti. Namun, seperti sebelumnya, mereka juga terbukti akhirnya ditipu oleh dusta. Para pemimpin mereka, yang kemudian merasa malu atas tidak digenapinya nubuat mereka, memutuskan untuk tidak pernah lagi menentukan tanggal kedatangan Kristus. Kita bisa melihat dari kejadian itu betapa ajaran pengangkatan pretribulasi itu sama sekali bukan berasal dari firman Allah.
Pokok yang terpenting di dalam kitab Wahyu adalah Kedatangan Yesus Keduakali dan pengangkatan orang-orang kudus. Bagi semua orang Kristen yang setia, saatnya ketika Kristus kembali ke dunia ini dan mengangkat orang-orang yang percaya kepadaNya ke angkasa adalah pengharapan dan penantian yang terbesar. Bahkan, sangat masuk akal bagi orang Kristen untuk dengan bersungguh-sungguh menantikan kembalinya Kristus dengan iman mereka. Siapa saja yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus harus menantikan hari kembalinya Tuhan dengan penuh penantian dan kesungguhan.
Lebih baik memiliki iman yang menantikan Kedatangan Tuhan Keduakali dan pengangkatan dibandingkan dengan mereka yang tidak menantikan sama sekali. Kekeliruan dari orang-orang yang suka menentukan akhir jaman secara apokaliptik yaitu karena mereka menentukan hari yang khusus bagi pengangkatan mereka. Sebagai dasar dari perhitungan mereka, banyak di antara mereka yang salah menafsirkan nubuat tujuh puluh tujuh masa yang tertulis di dalam Daniel 9, dan juga di dalam kitab Zakaria, dan kemudian menetapkan sendiri tanggal bagi mereka.
Paulus mengatakan didalam 1 Tesalonika pasal 4 bahwa ketika Kristus datang ke dunia ini, orang-orang kudus akan diangkat bersama Dia di angkasa untuk bertemu denganNya. Karena itu sangat layak bahwa mereka yang dengan tulus percaya kepada Yesus akan menantikan hari datangnya pengangkatan mereka. Tetapi memperhitungkan dan menentukan suatu hari khusus bagi pengangkatan adalah sesuatu yang sangat salah, karena itu adalah perwujudan dari kesombongan pribadi yang mengabaikan hikmat Allah. Salah besar kalau mencoba untuk memecahkan dan memahami nubuatan di dalam Alkitab dengan rumus matematika buatan manusia.
Kapan, kemudian, pengangkatan yang sesungguhnya akan terjadi? Wahyu pasal 6 berbicara mengenai pengangkatan orang-orang kudus; dan menurut hal itu, pada masa keempat dari ketujuh masa yang ditentukan Allah—yaitu, di masa kuda hijau kuning—akan ada kemartiran dari orang-orang kudus, dan setelah itu akan datang masa pengangkatan padamasa yang kelima. Pengangkatan orang-orang kudus dijelaskan secara terperinci, dan memang hal itu akan menjadi kenyataan ketika masanya tiba.
Allah sudah merancangkan tujuh masa bagi manusia, yang pertama adalah masa kuda putih. Ini adalah masa dimana Injil air dan Roh dimulai dan dilanjutkan sampai kemenangannya. Masa yang kedua adalah masa kuda merah. Masa ini menandai dimulainya masa Iblis. Masa yang ketiga adalah masa kuda hitam, ketika dunia akan diserang oleh kelaparan baik secara fisik maupun rohani. Masa yang keempat adalah masa kuda hijau kuning. Ini adalah masa dimana Antikristus akan muncul dan orang-orang kudus akan dijadikan martir. Masa yang kelima adalah masa dimana orang-orang kudus akan dibangkitkan dan diangkat setelah mereka menjadi martir. Masa yang keenam mengikuti masa dihancurkannya ciptaan yang pertama—yaitu, dunia ini—oleh Allah, yang kemudian akan diikuti oleh masa yang ketujuh dimana Allah akan membuka Kerajaan Seribu Tahun dan Langit dan Bumi Baru untuk hidup bersama-sama dengan orang-orang kudusNya sampai selamanya. Allah dengan itu menetapkan keenam masa yang berbeda bagi manusia. Dan sangat layak sekali bahwa mereka yang percaya kepada Yesus harus mengerti dan percaya kepada ketujuh masa yang ditetapkan Allah bagi mereka.
Di Korea saja, diperkirakan lebih dari 100,000 orang, di akhir abad yang lalu, memisahkan diri dan menantikan datangnya hari yang mereka tentukan sendiri sebagai hari Kedatangan Yesus Keduakali dan pengangkatan mereka. Sekitar 12 juta orang Korea disebut Kristen. Di antara mereka, 100,000 orang menantikan kedatangan Yesus dan dan pengangkatan mereka. Dengan cara lain, mereka adalah orang-orang yang sangat percaya kepada firman Allah seperti yang tertulis dan menantikan kedatangan Tuhan—hanya 100,000 di antara 12 juta, yaitu, kurang dari 1 persen. 
Masalah mereka, bagaimanapun, adalah karena mereka tidak memiliki pemahaman yang tepat mengenai masa yang dutetaokan Allah bagi mereka. Tanpa pemahaman yang tepat mengenai Injil air dan Roh, banyak orang Kristen di Gereja Mula-Mula membuat kesalahan yang demikian dan membuat perhitungan mengenai tanggal kedatangan kembali Kristus yang didasari oleh pemahaman yang keliru mengenai masa Kedatangan Kristus Keduakali dan pengangkatan orang-orang kudus. Karena itu Rasul Paulus memperingatkan mereka, “supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba” (2 Tesalonika 2:2). 
Kalau diperhatikan sejarahnya, banyak yang meneruskan ketidakmengertian mereka akan rancangan Allah dan terus menetapkan tanggal yang salah dalam kesia-siaan. Saya percaya bahwa ada keperluan untuk memperbaiki iman mereka yang salah itu. Tetapi saya tidak memiliki keinginan untuk menegur mereka secara keras—saya hanya ingin memperbaiki kepercayaan mereka. Mengapa? Karena kegagalan mereka adalah karena ketidakmengertian mereka mengenai ketujuh masa yang ditetapkan Allah bagi manusia. Mereka salah perhitungan mengenai Kedatangan Yesus Keduakali karena mereka salah mengerti dan salah menerapkan angka-angka yang tertulis di dalam Alkitab, dan hanya memandang semuanya itu dalam ukuran manusia.
Kesalahpahaman ini belum lazim di Korea, tetapi sudah cukup tersebar di seluruh bagian dunia yang lain. Para pemimpin gereja dari berbagai penjuru dunia, beberapa di antaranya cukup terkenal, sudah membuat kesalahan yang demikian. Hatis saya rindu untuk memberikan kesaksian mengenai rancangan Allah kepada mereka yang sudah percaya kepada Yesus dan menantikan tanggal pengangkatan menurut penetapan mereka sendiri, supaya mereka memiliki pemahaman yang tepat, dan bukan yang keliru, mengenai rancangan Allah bagi mereka. Saya hanya berharap agar mereka, juga, akan pada kenyataannya diberi juga berkat- pengangkatan oleh Allah. 
Pengangkatan yang sebenarnya oleh Allah akan datang setelah masa kuda hijau kuning dan kemartiran orang-orang kudus terjadi. Ketika masa tujuh tahun Kesengsaraan Besar dimulai di masa kuda hijau kuning ini, Antikristus akan bangkit sebagai pemimpin dunia yang paling berkuasa dan akan menguasai dunia. 
Antikristus akan mulai menganiaya orang-orang kudus ketika masa Kesengsaraan Besar dimulai, yang akan meningkat intensitasnya pada paruh pertama dari masa Kesengsaraan Besar—yaitu, tiga setengah tahun yang pertama—sampai mencapai puncaknya pada pertengahan masa tujuh tahun itu. Inilah saat orang-orang kudus menjadi martir dalam mempertahankan iman mereka. Dan ini akan dengan segera diikuti oleh masa yang keenam, ketika orang-orang kudus akan dibangkitkan dan diangkat.
Mereka yang percaya kepada Yesus harus mengerti masa-masa ini dengan baik. Bergantung kepada apakah mereka percaya pengangkatan pretribulasi atau pengangkatan mid tribulasi, hidup iman mereka akan menjadi berbeda. Apakah orang-orang percaya itu akan dengan bijaksana menantikan pengangkatan dengan iman yang benar, atau membuat kekeliruan karena memusatkan pikiran mereka dalam menentukan tanggal yang keliru menurut pilihan mereka sendiri—ini akan tergantung kepada apakah mereka mendasari iman mereka kepada firman Allah atau tidak.
Kalau anda menyelidiki Firman Wahyu dengan ketenangan, anda akan bisa menemukan apakah penjelasan yang masuk akal itu, dan kemudian bisa dengan benar memeberi jawab untuk semua pertanyaan anda. Tetapi kalau anda tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai pengangkatan dan tidak bisa menantikannya dengan benar, maka iman anda akan hancur.
Teori pengangkatan pretribulasi dikembangkan oleh Scofield, seorang teolog Amerika, yang untuk pertama kalinya menyusun posisi teologianya dalam Scofield Reference Bible. Alkitab Referensi ini diterjemahkan secara luas dan dipakai di seluruh dunia. Dan karena pengaruh dari Alkitab Referensi dari Scofield ini sehingga teori pengangkatan pretribulasi menjadi tersebar dengan begitu luas. Karena Scofield Reference Bible ditulis oleh seorang teolog berpengaruh dari sebuah negara berkuasa, maka buku itu kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dibaca oleh banyak sekali orang Kristen. 
Scofield sendiri tidak menduga bahwa pengajaran mengenai pengangkatan pretribulasi ini akan begitu tersebar ke seluruh dunia. Akibatnya adalah adanya penerimaan yang sangat luas akan teori pengangkatan pretribulasi hampir oleh semua orang Kristen yang ada di dunia ini. Tetapi sebelum teori pengangkatan pretribulasi dari Scofield mucul, kepercayaan yang dominan yang ada di dalam dunia kekristenan hanyalah teori pengangkatan postribulasi. 
Teori pengangkatan postribulasi mengajarkan bahwa Kristus akan kembali ke dunia ini setelah berakhirnya masa tujuh tahun Kesengsaraan Besar, dan bahwa Ia akan mengangkat orang-orang kudus pada mas itu. Banyak orang kemudian menjadi sangat takut akan masa Tribulasi yang mendahului pengangkatan dan Kedatangan Tuhan Keduakali. Ketika para pengkhotbah kebangunan rohani mewartakan dari mimbarnya mengenai kedatangan Kristus yang keduakali, orang-orang berdesakan untuk bertobat, menangis dan meratapi dosa-dosa mereka, terus menerus menimbun diri mereka dalam doa pertobatan. Jadi siapa yang paling sering menangis dipakai sebagai ukuran siapa yang akan lebih banyak diberkati. Orang-orang demikian, meskipun percaya kepada Yesus, terlalu banyak mencurahkan air mata.
Tetapi keyakinan pengangkatan postribulasi yang awal ini secara pelahan digantikan oleh pengangkatan pretribulasi. Apa sebabnya? Orang-orang menemukan bahwa sangat lebih menenangkan hati untuk beralih dari pengangkatan postribulasi kepada pengangkatan pretribulasi, karena dengan peralihan itu berarti bahwa mereka tidak akan menghadapi cobaan dan kesengsaraan yang tadinya akan mereka hadapi. Tidak mengejutkan bahwa mereka akan lebih memilih untuk diangkat ke angkasa dibandingkan dengan harus menahan kesengsaraan yang akan menimpa mereka pada masa Kesengsaraan Besar. Demikianlah, teori pengangkatan pretribulasi berkembang seperti api di semak belukar yang kering, karena hal itu mengajarkan iman yang menyenangkan, lebih muda diterima dibandingkan dengan keadaan yang mengerikan yang akan mereka derita pada masa Kesengsaraan Besar.
Sama seperti orang lebih suka yang manis dibandingkan dengan yang tawar atau yang pahit, orang juga lebih suka menerima yang mudah ketika berhubungan dengan iman. Mereka lebih suka memilih dan percaya kepada apa saja yang cocok dengan selera mereka di antara berbagai teori yang dimunculkan oleh para ahli. Inilah sebabnya begitu banyak orang menjadi percaya kepada teori pengangkatan pretribulasi dengan begitu mudah. Mereka yang mendukung pandangan pengangkatan pretribulasi berpikir bahwa mereka harus terus menjaga supaya keadaan tubuh dan hati mereka bersih supaya bisa diangkat. Dan karena itu mereka cukup tekun dalan kehidupan iman mereka. Tetapi kesalahan yang serius menyelimuti kepercayaan mereka akan pengangkatan pretribulasi itu. Ketika iman mereka dan penantian mereka akan Yesus bisa dibenarkan, tetapi mereka melakukan juga dua kesalahan yang serius dan sangat parah.
Pertama, karena tidak percaya kepada Injil air dan Roh, mereka menantikan Tuhan ketika masih memiliki dosa di dalam hati mereka. Mereka hanya berpegang dan bersandar kepada darah di kayu Salib, tetapi berapapun jumlah pertobatan mereka tidak akan membawa pengampunan dosa yang mutlak dari dosa-dosa yang mereka lakukan setiap harinya. Namun siang dan malam, mereka menantikan kedatangan Kristus yang keduakali. Mereka berkumpul di dalam gereja mereka untuk bertobat dari dosa-dosa mereka, untuk berdoa dan menyanyikan pujian sepanjang malam, bersekutu di dalam penantian mereka akan pengangkatan. Tidak ada yang salah dengan kenyataan bahwa mereka menantikan dan merindukan pengangkatan mereka. Tetapi mereka membuat kesalahan besar dengan menantikan tanpa iman yang benar, yaitu, mereka tidak percaya kepada Injil air dan Roh, satu-satunya iman yang bisa memampukan kita berdiri di hadapan Allah sebagai anak-anakNya.
Kesalahan mereka yang kedua adalah bahwa mereka menentukan suatu tanggal tanpa pemahaman yang benar mengenai rancangan Allah. Ini tidak hanya membuat orang-orang percaya menantikan dalam kesia-siaan, tetapi juga mengakibatkan berbagai kekacauan di dunia ini, dan hanya menimbulkan kesan yang buruk bagi kekristenan dan reputasi itu tersebar di antara orang-orang yang tidak percaya.
Karena dua kesalahpahaman ini, ketika pengangkatan yang dengan sangat tekun mereka nantikan itu tidak kunjung menjadi kenyataan, hal itu justru akan membuat banyak orang berpikir buruk mengenai pengangkatan, dan mendorong mereka semakin jauh dari kebenaran. Sekarang, ketika saatnya sangat tepat untuk berbicara mengenai kedatangan Kristus yang kedua kali dan ketika kedatanganNya sudah sangat dekat, hampir tidak ada lagi yang membicarakannya—semua itu karena kegagalan dari beberapa orang yang salah arah.
Bagian yang sedang kita diskusikan ini adalah apa yang dituliskan Allah kepada malaikat Jemaat di Pergamus melalui Yohanes. Allah memuji para pelayan jemaat dan orang-orang kudus yang mempertahankan iman mereka sampai akhir dengan kemartiran mereka. Tetapi pujian Allah ini disertai juga dengan beberapa teguran, karena di antara anggota Jemaat itu ada yang mengejar dunia ini. Inilah sebabnya Allah memerintahkan supaya Jemaaat itu bertobat, dan sebabnya Ia mengatakan bahwa kalau tidak bertobat maka Ia akan segera datang dan menghukum jemaat itu.
Kita perlu memperhatikan di sini akan apa yang dikatakan Allah melalui Yohanes kepada ketujuh jemaat di Asia secara umum: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.” Ini berarti bahwa Allah menekankan bahwa Ia mengatakan kebenaranNya kepada orang-orang kudus dan orang-orang melalui jemaat dan para hambaNya. Dan yang lebih jelas, Allah mengatakan kepada Jemaat di Pergamus: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.” 
Saya akan memberi penekana kepada bagian “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi.” Ini berarti bahwa mereka yang sungguh-sungguh menantikan Tuhan harus menang atas musuh-musuh Allah. Ini berarti bahwa mereka harus berjuang melawan mereka yang mengikuti dunia ini, dan bahwa mereka harus memisahkan diri dari orang-orang yang mengasihi dunia. Mereka yang mengikuti Bileam adalah orang-orang yang mengikuti nabi-nabi palsu. Allah mengatakan bahwa orang-orang itu hanya mengejar kekayaan dunia dalam ketamakan dosa mereka, dan menyebut mereka sebagai para pengikut ajaran Bileam. 
Tidak semua jemaat itu jemaat Allah. Banyak para pemimpin jemaat jaman ini menerima bahwa Yesus itu Anak Allah, tetapi mereka tidak percaya bahwa Ia adalah Allah. Ada banyak yang bahkan tidak percaya kalau Yesus itu yang menciptakan dunia ini.
Dan lagi, banyak orang datang ke gereja hanya supaya mereka diberkati secara rohani. Terlalu banyak pemimpin jemaat yang mengatakan kepada anggotanya bahwa mereka akan diberkati kalau mereka memberi lebih banyak lagi kepada gereja. Karena tertipu oleh pengajaran palsu seperti itu, banyak orang percaya yang sungguh-sungguh mengira bahwa besarnya mereka memberikan sesuatu kepada gereja adalah perwujudan dari iman mereka. Hanya dengan memberi persembahan serta datang ke gereja secara rutin, banyak yang kemudian dianggap sebagai orang percaya yang beriman. Dan juga, beberapa di antara mereka bahkan diberi kedudukan sebagai pemimpin di dalam jemaat, seperti sebagai diaken atau penatua,hanya karena kehadiran mereka di gereja dan pelayanan mereka di sana, dan mau memberi persembahan dalam jumlah yang besar. Semua itu adalah cara Bileam, yaitu yang harus kita hentikan.
Kita harus melawan iman yang demikian. Kalau anda sungguh-sungguh ingin makan manna yang tersembunyi itu, anda harus terlebih dahulu melihat dengan jelas apakah jemaat dimana anda bergabung sungguh-sungguh mentaati firman Allah atau tidak. Kalau tidak, maka anda harus melawan dan menang atasnya. Hanya dengan itu anda bisa diberi makanan kebenaran air dan Roh, firman Allah yang sejati. 
Hanya dengan makan dari Firman air dan Roh, manna yang tersembunyi,anda bisa dilahirkan kembali, dan hanya dengan dilahirkan kembali anda bisa terus makan Firman kebenaran yang diberikan oleh Allah. Dengan cara ini orang-orang yang dilahirkan kembali bisa mendiskusikan apakah firman Allah itu, diberi makan dengan apa yang mereka dengar, lihat dan bagi di dalam persekutuan itu.
Kalau anda dengan tulus ingin diangkat oleh Allah, kalay anda sungguh-sungguh ingin dilahirkan kembali, maka bodoh sekali kalau anda tetap hadir dalam jemaat yang hanya namanya saja. Dengan hadir di gereja yang bukan milik Allah, makaanda tidak akan bisa diberi makan Firman kehidupan yang sejati, tidak peduli sampai berapa lama anda ada di dalam gereja itu—seratus tahun, seribu tahun, atau bahkan lebih, tidak ada yang akan menempatkan anda di jalan yang benar menuju keselamatan anda. 
Orang-orang yang demikian tidak hanya tidak akan bisa dilahirkan kembali oleh iman, tetapi akan membuat kesalahan yang bodoh dalam menantikan pengangkatan mereka tanpa memenuhi persyaratannya—yaitu, tanpa dilahirkan kembali. Iman yang seperti ini hanyalah iman yang salah. Tidak peduli bagaimana semangatnya anda menantikan kedatangan Kristus, tidak peduli bagaimanapun anda mengasihi Tuhan di dalam hati anda, tidak peduli bagaimana anda siap menyerahkan hidup anda kepada Kristus, semuanya itu tidak akan ada gunanya. Orang-orang yang demikian tidak akan pernah bertemu Tuhan. Kasih mereka kepada Allah hanya akan berakhir kepada kasih bertepuk sebelah tangan saja. 
Inilah sebabnya Allah mengatakan kepada ketujuh jemaat di Asia: “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi.” Allah tidak mengatakan bahwa kita bisa memiliki Firman kebenaranNya tanpa ada pergumulan. Kalau kita tidak berjuang melawan dan menang atas para pendusta, kita tidak akan bisa makan mannaNya, Firman kehidupan itu. Tidak peduli bagaimanapun setianya anda hadir di gereja anda; kalau anda tidak mengenal kebenaran, itu berarti bahwa apa yang andaketahui selama ini hanyalah dusta belaka. Anda harus melepaskan diri dari dusta itu dengan melawan dan mengalahkan semuanya itu dalam pencarian anda akan kebenaran. Hanya ketika anda bertemu dengen kebenaran ini dengan menemukan gereja yang memberi kesaksian mengenai firman Allah dan memberitakan Injil air dan Roh maka anda akan bisa makan manna kehidupan. 
Kita tidak memiliki apa-apa yang menghambat kita menerima ke dalam hati kita Firman kebenaran Injil air dan Roh. Hati mereka yang mewartakan dan mendengar Firman Injil air dan Roh ini dipersatukan, dan Roh Kudus berdiam di dalam hati mereka. 
Allah sudah berjanji bahwa Ia akan memberikan manna yang tersembunyi dariNya kepada mereka yang menang; dan karena itu, kita harus mengalahkan Iblis dalam perjuangan kita melawan dia, dan melawan serta mengalahkan semua pendusta. Kalau anda menginginkan kehidupan kekal, anda harus sungguh-sungguh dilahirkan kembali; dan kalau anda ingin diangkat oleh Allah, anda harus memiliki iman yang benar. Anda harus berjuang dan mengalahkan banyak pendusta di dunia ini, dan juga para pendusta yang ada di dalam dunia kekristenan. 
Iman anda tidak boleh menjadiiman yang tidak pasti, yang selalu berpindah dari satu sisi ke sisi yang lain dan terbawa oleh arus apapun yang kebetulan sedang mengalir pada sebuah waktu yang khusus. Kalau gereja anda bukan gereja yang memberitakan firman Allah sebagaimana adanya, maka anda harus berhenti hadir dalam gereja yang demikian. Hanya kepada mereka yang memiliki hati dan yang mengejar kebenaran Allah akan datang menemui mereka melalui Firman manna dariNya, Firman kebenaran air dan Roh. 
Saya adalah mahasiswa yang baik ketika saya belajar di seminari. Saya tidak pernah tidak masuk kelas, dan nilai saya selalu sangat bagus. Saya belajar dengan tekun dan setia. Tetapi tetap saja terlalu banyak hal yang tidak saya mengerti. Karena saya, bersama dengan seluruh anggota keluarga saya, berlatar belakang agama Budha sebelum saya bertemu Yesus dan percaya kepadaNya, dan pengetahuan saya mengenai Dia saat itu sangat terbatas. Dan yang lebih sedikit lagi adalah pemahaman saya akan Firman, dan karena itu saya sangat bersemangat untuk belajar Alkitab. Karena rasa haus akan pengetahuan tentang firman Allah, saya berusaha untuk belajar dari banyak profesor di seminari itu, menanyakan banyak pertanyaan kepada mereka dan berharap bahwa jawaban mereka akan memuaskan dahaga saya akan Alkitab.
Tidak satupun, bagaimanapun, bisa memberikan kepada saya jawaban yang jelas. Ketika saya membawa pertanyaan saya kepada para profesor yang sangat dikenal karena pengetahuan Alkitabnya, mereka biasanya hanya memuji pemahaman Alkitab saya dan tidak menjawab pertanyaan saya. Di seminari, para profesor tidak memberitakan Firman, tetapi mereka mengajarkan “teori” mereka sendiri mengenai Alkitab. Tetapi semua teori itu, dari Teologi Perjanjian Lama sampai Teologi Perjanjian Baru, dari Teologi Sistematika sampai Sejarah Kekristenan, dari Kalvinisme sampai Arminianisme, dari Kristologi sampao Pneumatologi, dari studi pengantar sampai eksposisi yang detail, hanyalah hasil dari pemikiran manuwia. Mereka hanya mengajarkan teori-teori yang berbeda yang dimunculkan oleh para ahli, tidak berbeda dengan tempat dimana anda belajar berbagai macam perspektif teoritis di dalam bidang studi sekuler.
Saya adalah orang yang semula tidak mengenal Alkitab. Tidak peduli bagaimana luasnya pelatihan keahlian yang sudah saya jalani, atau bagaimanapun banyaknya orang yang memuji luasnya pemahaman Alkitab saya, atau bagaimanapun saya mendasari khotbah-khotbah saya dengan pemahanan ini—semakin saya mempelajari Alkitab dan teologi, semakin besar keraguan saya akan jalan yang saya tempuh. Kemudian saya sampai kepada kesadaran bahwa saya memang sepenuhnya orang yang tidak mengerti, dan bahwa saya harus memulai dari awal lagi. Karena itu saya mulai mengangkat apa yang kemudian dianggap sebagai pertanyaan yang aneh dan janggal di kelas-kelas yang saya ikuti. Salah satunya adalah ini: “Mengapa Yesus dibaptiskan?” Saya tidak pernah mendengar jawaban yang jelas untuk pertanyaan ini. Tidak ada yang bisa memberikan jawaban yang benar kepada saya, bahwa Yesus dibaptiskan di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis adalah untuk menanggung segala dosa kita ke atas diriNya. 
Saya juga memiliki pertanyaan mengenai mujizat yang dilakukan Yesus, seperti ketika Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan saja. Karena itu saya bertanya, “Ketika Yesus memberkati lima roti dan dua ikan itu, apakah roti dan ikan itu seketika menjadi banyak, atau roti dan ikan itu senantiasa bertambah ketika sedang dibagikan kepada semua orang yang ada di sana?” Yang lebih sering, saya ditegur dan diejek karena mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang demikian.
Inilah yang kemudian saya sadari, “Jadi inilah yang disebut sebagai teologi. Kami hanya belajar apa yang oleh Calvin orang Perancis itu sistematikan menjadi teori dan penjelasan. Kami sama sekali tidak tahu apa-apa tentang Alkitab.” Karena itu saya mulai melakukan sendiri penelitian yang mendalam dengan mengumpulkan bahan-bahan terbitan berbagai denominasi dan membandingkannya dengan Alkitab. Tetapi tetap saja, saya tidak mendapatkan apa-apa. 
Mereka semua sampai kepada kesimpulan yang sama, bahwa ketika manusia percaya kepada Yesus, dosa-dosa mereka secara bertahap lenyap ketika mereka disucikan oleh doa-doa pertobatan mereka, dan bahwa mereka menjadi sepenuhnya tidak berdosa ketika mereka mati dan masuk Surga. Perbedaan denominasi tidak menjadi masalah—kesimpulan akhir mereka mengenai yang terpenting dilakukan oleh orang-orang Kristen adalah agar mereka berusaha keras melakukan doa-doa pertobatan dan pengudusan secara bertahap, sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Firman. Semua pengajaran itu sungguh-sungguh menyimpang dari apa yang dikatakan firman Allah. Karena itu saya berlutut di hadapan Allah, dan mencari serta menanyakan kebenaranNya.
Saat inilah Allah mengajarkan kepada saya mengenai Injil air dan Roh. Kebenaran ini sepenuhnya menakjubkan bagi saya. Dan ketika menyadari bahwa kebenaran Injil air dan Roh bisa ditemukan di dalam ke-66 kitab di dalam Alkitab, mata saya yang buta mulai terbuka dan saya bisa melihat Firman di dalam Alkitab secara jelas. Saya bisa menemukan bagaimana Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru saling berkaitan secara erat, dan kemudian Roh Kudus berdiam di dalam diri saya ketika saya menemukan kebenaran ini. Setelah melihat dan menyadari Firman kebenaran ini, begitu banyak dosa yang selama ini menyelimuti hati saya dan yang membebani saya begitu berat kemudian sepenuhnya hilang, dalam tindakan yang ajaib dan luar biasa dari kasih dan anugerah Allah. 
Seperti riak terjadi ketika sebuah batu kecil dilemparkan ke dalam sebuah danau yang tenang, ada sukacita dan terang yang sangat indah masuk ke dalam hati saya. Yang saya maksud dengan terang, yaitu ketika saya bisa menyadari apakah kebenaran Firman itu. Dan ketika saya menyadarinya, Roh Kudus masuk ke dalam hati saya, dan karena Roh Kudus saya bisa melihat Firman Alkitab dengan sangat jelas. Sejak saat ini, saya selalu bisa memberitakan Injil air dan Roh. 
Sampai hari ini, Injil air dan Roh sudah memantapkan hati saya, menghibur dan menguatkan saya, dan membuat hati saya senantiasa bersih. Inilah caranya saya mendapatkan makanan Firman Allah. Ketika saya tinggal di dalam Firman, bersama dengan kesadaran saya akan maknanya datangnya berkat-berkat yang sangat indah yang memenuhi hati saya, dan hati saya, pada gilirannya, berenang di dalam samudera anugerah. Sama seperti hati saya dengan itu penuh dengan berkat ini, ketika anda percaya kepada Firman keselamatan dilahirkan kembali dariNya, Firman Allah juga akan membawa anda kepada berkat dan anugerahNya. 
Ketika saya membuka Alkitab dan berdiam di dalam Firman, semua kekhawatiran dan kegelisahan saya hilang, dan kemudian hati saya penuh dengan sukacita dan damai. Saya dimampukan untuk menjawab mengenai apa yang dikehendaki Allah di dalam FirmanNya setiap kali ditanya mengenai Alkitab. Hanya dengan mengerti dan percaya kepada Injil air dan Roh manusia bisa dilahirkan kembali. Karena orang-orang yang dilahirkan kembali tidak lagi memiliki dosa di dalam hatinya lagi, kapan saja Tuhan kembali ke dunia ini, mereka semua sudah siap untuk pengangkatan mereka ketika Tuhan akhirnya mengangkat mereka ke angkasa. 
 

Iman Yang Memimpin Kita Kepada Pengangkatan
 
Pengangkatan adalah sesuatu yang kita nantikan setelah kita menerima keselamatan dengan mengenal serta percaya kepada Injil air dan Roh. Dan ketika menanti, kita harus menantikannya dengan pemahaman yang jelas mengenai masa yang ditetapkan Allah. Masa yang ditetapkan Allah ada tujuh masa, dan masa kemartiran berada di masakuda hijau kuning. Masa kuda hijau kuning adalah masa keempat yang ditetapkan oleh Allah, masa dimana kita sekarang hidup, dengan kata lain, adalah masa ketiga, yaitu masa kuda hitam. 
Ketika kita mendaki gunung yang tinggi, kita bersandar kepada peta yang menjadi penuntun kita. Tetapi untuk bisa dengan tepat dan aman sampai kepada tujuan kita dengan memakai peta itu, kita harus terlebih dahulu tahu dimana lokasi kita sekarang. Tidak peduli bagaimanapun ahlinya anda membaca peta atau betapapun tepatnya peta itu—kalau anda tidak tahu dimana anda sekarang berada, maka peta itu sama sekali tidak ada gunanya. Hanya ketika anda tahu dimana lokasi anda sendiri maka anda bisa dengan selamat sampai ke tujuan.
Demikian juga, hanya dengan dilahirkan kembali melalui Injil air dan Roh anda bisa menemukan kapan anda akan diangkat. Waktu yang tepat secara Alkitabiah mengenai saat pengangkatan adalah sesaat setelah pertengahan masa tujuh tahun Kesengsaraan Besar—yaitu, tiga setengah tahun di dalam masa Kesengsaraan itu. Inilah yang direncanakan Allah di dalam Yesus Kristus ketika Ia pertama-tama menciptakan alam semesta ini.
Rencana Allah bagi keselamatan di dalam Yesus Kristus, yang dengannya Ia mengutus Anak TunggalNya ke dunia ini, membaptiskanNya dan membunuhNya di kayu Salib, dan bangkit dari antara orang mati, bukanlah satu-satunya yang direncanakan Allah, tetapi Ia juga menetapkan masa-masa untuk alam semesta ini, sejak penciptaan sampai kepada akhirnya, dengan menentukan tujuh masa dariNya. Kita juga akan menggambar cetak biru sebelum kita membangun rumah kita dan membuat rencana ke depan untuk bisnis kita—dan bahkan, kita bahkan membuat jadwal daftar acara yang akan kita lakukan dalam satu hari. Apakah, kemudian, ketika Allah menciptakan alam semesta, manusia, anda dan saya di dalam Yesus Kristus itu adalah tanpa perencanaan? Tentu saja bukan begitu! Ia menciptakan kita dengan rencana yang pastis.
Rancangan ini dengan jelas dinyatakan di dalam Firman Wahyu. Ketika kita membuka dan berdiam di dalam Firman ini, kita bisa menemukandengan pasti apakah rencana Allah itu. Inilah Firman kebenaran. Meskipun firman Allah itu berumur beberapa ribu tahun, tetapi ia tetap saja kebenaran yang tidak menyimpang dan tidak berubah, yaitu tidak mengalami penambahan atau pengurangan. Mereka yang tidak mengerti hal ini dan belum dilahirkan kembali oleh air dan Roh tetap berada di dalam ketidaktahuan akan kebenaran yang dinyatakan kepada kita dalam firman Allah. Tetapi mereka yang berdiam di dalam Firman akan bisa menemykan dan menyadari semua kebenaran yang dinyatakan di dalam Alkitab.
Bagian yang di dalamnya Allah berjanji untuk memberikan manna dariNya kepada mereka yang menang berarti bahwa Allah akan memberikan terang SabdaNya hanya kepada orang-orang yang bisa membedakan antara yang benar dengan yang salah dan mengalahkan dusta dengan percaya kepada Firman kebenaranNya. Mereka yang bisa lepas dari dusta dan menemukan kebenaran harus mengalahkan semua dusta itu dengan mengajaekan kebenaran ini. Allah sudah berjanji kepada kita bahwa mereka yang percaya kepada Injil akan diberi berkat makan manna yang dariNya. “Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya.” 
Manna yang tersembunyi di sini berarti firman Allah. Batu putih itu, di lain pihak, berarti bahwa nama kita akan dituliskan di dalam Kitab Kehidupan. Ketika manusia percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan Allah kepadanya, hati mereka akan diubahkan. Ketika hati mereka dipenuhi dengan Firman Roh Kudus, mereka kemudian menyadari bahwa dengan percaya kepada Firman, semua dosa-dosa yang ada di dalam hati mereka dilenyapkan. Karena sudah dibersihkan oleh air dan Roh, nama mereka kemudian dituliskan di batu putih.
Allah mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang tahu nama yang baru itu kecuali mereka yang menerimanya. Mereka yang sudah diampuni dosa-dosanya harus menyadari bahwa hati mereka tidak lagi memiliki dosa, dan bahwa nama mereka sudah tercatat di dalam Kitab Kehidupan. Mereka mengerti, dengan kata lain, bahwa Injil air dan Roh sudah menghapuskan segala dosa di dalam hati mereka. Hanya mereka yang dilahirkan kembali dengan demikian mengerti Firman sejati air dan Roh dan menerima pengampunan mereka serta bisa mengenal Tuhan dan kebenaran. Mereka yang tidak dilahirkan kembali tidak menyadari bahwa mereka memang belum dilahirkan kembali. Tetapi orang-orang yang sudah dilahirkan kembali bisa dengan mudah melihat orang-orang itu, dan bahwa mereka belum makan manna dari Allah itu, dan bahwa nama mereka belum tertulis di dalam batu putih itu.
Apakah anda ingin diangkat? Kalau anda ingin diangkat, anda harus memenuhi syarat untuk makan manna itu. Yang saya maksud dengan memenuhi syarat untuk makan manna yaitu, bahwa anda harus dilahirkan kembali oleh air dan Roh. Untuk bisa makan manna, anda juga harus melawan dan mangalahkan dusta di dalam iman anda. Para guru palsu tidak membawa penebusan kepada para pengikutnya, tetapi mereka menguras jiwa dan bahkan juga harta benda mereka. Kita harus berjuang melawan gereja-gereja palsu yang demikian, dan para hamba Allah palsu yang ada di dalam kekristenan jaman ini. 
Kita harus tahu, berdasarkan Alkitab, secara tepat cara Yesus menghapus segala dosa kita, apa sebabnya Ia dibaptiskan, apa sebabnya Ia menanggung segala dosa dunia, apa sebabnya Ia mati di kayu Salib, dan apa sebabnya Ia bangkit lagi dari kematian. Kita harus tahu dengan pasti mengapa Yesus datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan melakukan semuanya itu, dan kita harus tahu dengan pasti siapa Yesus itu. Tetapi gereja-gereja palsu, bukannya mengajarkan kebenaran ini, tetapi justru menyebut siapa saja yang datang “orang kudus” atas kewenangan pribadi mereka. Mereka hanya bertanya, “Apakah anda percaya kepada Yesus?” Kalau jawabannya, “Ya, kami percaya,” maka gereja-gereja palsu itu dengan seketika menyebut mereka orang-orang kudus, membaptiskan mereka dalam waktu sekitar satu tahun kemudian, dan kemudian mulai menarik segala macam persembahan dari orang-orang itu, dari persembahan syukur sampai persembahan khusus sampai janji iman untuk gedung gereja yang baru. Gereja-gereja yang demikian, yang hanya berpikir mengenai uang dan ketamakan untuk membangun gereja yang lebih besar semata-mata, adalah gereja-gereja palsu.
Ketika kita makan manna, kita harus berjuang melawan gereja-gereja palsu yang demikian dan mereka yang mengabarkan pengajaran yang palsu demikian. Kalau kita kalah dalam perjuangan ini, itu berarti bahwa kita tidak hanya tidak menjadi orang-orang kudus Allah, tetapi juga berarti bahwa kita tidak akan diangkat olehNya. Tidak menjadi oku Allah berarti kita bukan anak-anak Allah; dan bahkan sekalipun Kristus datang kembali seratus kali, kita tetap tidaka akan pernah terangkat.
Matius 25 menceritakan perumpamaan mengenai sepuluh mempelai wanita, lima bijaksana dan lima yang lainnya bodoh. Di dalamnya dijelaskan betapa bodohnya lima mempelai wanita yang membawa lampu mereka tetapi tidak membawa minyak dan kemudian pergi untuk membeli minyak sesaat sebelum ada berita mengenai kedatangan mempelai pria. Kita harus menjadi mempelai wanita yang bijaksana yang menyiapkan minyak sebelumnya. Yang saya maksu dengan iman yang menyiapkan minyak adalah, kita harus memenuhi syarat untuk makan manna di hadapan Yesus, mengalahkan para pendusta, dan dilahirkan kembali oleh Firman air dan Roh. 
Ketika kita mendengar khotbah, kita harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah pendeta itu sedang memberitakan firman Allah atau bukan. Kita juga harus bertanya apakah gereja memakai keuangannya, sesuai dengan yang dikehendaki Allah—yaitu, untuk pekerjaanNya, bukan untuk diri sendiri. Kita harus menemukan, dengan kata lain, gereja Allah yang sejati. Kita bosan dengan gereja yang hanya di bibir saja memberitakan firman Allah dan pengajaranNya. 
Tidak perduli bagaimanapun bagusnya perkataan atau cara pertobatan mereka, perbuatan mereka akan menunjukkan apa sebenarnya yang mereka percayai—apakah mereka lebih tertarik kepada bangunan yang lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya; apakah mereka memperhatikan orang-orang miskin dan tidak hanya menarik orang-orang yang kaya sajal dan apakah mereka memiliki ketertarikan untuk menjangkau jiwa-jiwa atau tidak. Allah sudah memberikan kepada kita mata dan telinga sehingga kita bisa melihat dan menilai sendiri. Dan ketika anda menyimpulkan bahwa gereja anda bukanlah gereja yang benar, jangan ragu-ragu untuk langsung keluar, karena dengan terus ada dalam gereja yang demikian akan sama dengan berjuang untuk masuk neraka. Anda sama saja sedang membuang hidup anda sendiri.
Apakah anda menyadari betapa indahnya Injil air dan Roh itu? Ketika anda mengenal dan menerima kebenaran ini, Injil air dan Roh ini, ke dalam hati anda, anda akan menjadi manusia baru. Mereka yang tadinya menjadi milik dunia sekarang menjadi milik Surga, dan mereka yang tadinya dibelenggu Iblis sudah dimerdekakan.
Iblis bisa masuk dan membelenggu jiwa mereka yang memiliki dosa di dalam hatinya dan yang terikat oleh dosa-dosanya. Tetapi Tuhan datang ke dunia ini dan menanggung segala dosa kita dengan Injil air dan Roh. Karena Ia sudah sepenuhnya menanggung segala dosa kita, Iblis tidak lagi bisa membelenggu atau mencuri jiwa kita. Inilah sebabnya ketika anda mengenal dan percaya kepada kebenaran ini, Iblis diusir dan kehidupan anda diubahkan. 
Dengan kata lain, mereka yang sudah menjadi hamba dunia dibebaskan dari perhambaan itu. Allah melakukan pekerjaan yang ajaib mengubah orang-orang berdosa menjadi orang-orang benar, mengubah mereka yang tadinya milik dunia menjadi milik Surga, dan, ketika Tuhan kembali, Ia akan mengangkat mereka ke dalam kerajaanNya.
Kehidupan kita di dunia ini bukanlah akhir dari riwayat kita. Karena diciptakan seturut dengan gambarNya, Allah tidak meletakkan kita di dunia ini untuk hidup dalam waktu singkat. Kehidupan di dalam tubuh kita ini memang saingkat. Ketika kita selesai dengan semua jenjang pendidikan kita, kita sudah masuk masa 20-an tahun. Kita menghabiskan waktu usia 30-an tahunan kita untuk meletakkan dasar-dasar bagi kehidupan kita, dan ketika semua dasar-dasar itu mulai tersusun, kita sudah berusia 40-an atau 50-an tahun. Ketika kita sampai kepada taraf dimana kita merasa bisa sedikit santai dan menikmati kehidupan, seluruh kehidupan kita sudah sangat menekan kita, dan kita sudah menghadapi masa-masa akhir kehidupan kita. Seperti bunga yang mekar di pagi hari dan kemudian layu di sore hari, sama seperti ketika kita berpikir bahwa kita bisa mulai mapan dalam kehidupan, kita sudah menghadapi mendekatnya masa-masa akhir dari kehidupan itu. 
Demikianlah singkatnya kehidupan. Tetapi yang lebih disayangkan adalah terlalu banyak orang yang tidak menyadari singkatnya kehidupan ini. Tetapi akhir dari kehidupan tubuh kita bukanlah akhir riwayat kita, karena hal itu justru menjadi awal dari kehidupan rohani kita. Mengapa? Karena Allah, sebagai ganti atas singkatnya kehidupan kita di dunia ini, sudah menyiapkan bagi kita bukan hanya Kerajaan Seribu Tahun tetapi juga Langit dan Bumi Baru, dimana kita akan hidup selamanya. Ini berkat kehidupan kekal yang diberikanNya hanya kepada mereka yang sudah dilahirkan kembali dengan percaya kepada Firman air dan Roh. 
Hanya kalau anda makan manna yang tersembunyi dan nama anda tertulis di batu putih saja anda angkat diangkat. Allah mengatakan bahwa hanya mereka yang makan manna yang tersembunyi yang akan bisa mengalahkan Iblis pada masa Kesengsaraan Besar, dan bahwa hanya nama orang-orang yang menang itu yang akan ditulis di batu putih. Mereka yang tidak menang, dengan demikian, tidak usah bermimpi untuk diangkat, dan juga jangan mimpi untuk dilahirkan kembali.
Perlu pengorbanan untuk mendapatkan sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Contoh yang baik adalah emas; hal itu membutuhkan banyak usaha, waktu dan resiko untuk bisa menemukan dan mengolah emas. Banyak orang yang mati di tambang emas bahkan sebelum mereka menemukan sepotong emaspun. Penggalian atas tanah sebanyak satu truk di tambang hanya menghasilkan sedikit saja emas. Dan lagi, ini tidak bisa dilakukan di sembarang tempat, tetapi anda harus melakukan penggalian di tanah yang mengandung emas. Ini membutuhkan, dengan kata lain, upaya yang sangat keras, dan bahkan kadangkala harus mengorbankan nyawa. Mengaoa, kemudian, orang-orang berupaya begitu keras untuk menemukan emas? Karena mereka merasa bahwa emas itu berharga, dan layak dicari dengan mempertaruhkan nyawa.
Yang lebih berharga dan bernilai tinggi dibandingkan dengan emas, bagaimanapun, adalah kenyataan bahwa kita bisa menjadi anak-anak Allah. Allah bisa memberikan kepada anda kebahagian yang sementara di dalam kehidupan tubuh anda, tetapi menjadi anak-anak Allah memberikan kepada anda kebahagiaan yang tidak pernah berakhir, dan yang kekal. Untuk bisa diangkat di jaman akhir, untuk bisa menikmati kekayaan, kemakmuran, dan kemuliaan di Kerajaan Seribu Tahun dan Langit dan Bumi Baru, dan untuk hidup yang demikian selamanya, anda harus melawan semua dusta di dunia ini, dan percaya kepada Injil air dan Roh, serta mempertahankan iman anda dan memastikan kemenangan anda.
Ada begitu banyak dusta di dalam dunia ini yang selalu mencari kesempatan untuk menyusup ke dalam hati kita, dan membuat kita kehilangan iman kita. Mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh dan memiliki kebenaran di dalam hati mereka tahu betapa berharganya iman mereka itu. Dan karena mereka mengerti betapa berharganya iman itu, mereka berjuang melawan semua pengajaran palsu yang berusaha mencuri kebenaran itu dari pada mereka. Kalau kita menyadari betapa banyak orang menginginkan iman ini tetapi tidak bisa mendapatkannya, dan kalau kita menyadari kalau iman ini akan mendandani kita sampai kita disambut dengan baik di dalam perjamuan Anak Domba dan memberikan kepada kita berkah kehidupan kekalNya, kita harus menjadikannya milik kita sepenuhnya dan tidak membiarkan siapapun mengambilnya dari kita. Inilah jenis iman yang berjuang dan menang.
Saya sangat yakin mengenai pentingnya mengabarkan pemahaman dan pengetahuan yang benar mengenai Firman Wahyu—untuk meyakinkan bahwa anda akan bisa mempertahankan Injil air dan Roh yang sangat berharga ini—karena saya tahu bahwa banyak guru-guru palsu yang akan mencoba memakai Firman Wahyu untuk menipu dan membingungkan bukan hanya orang-orang biasa tetapi juga orang-orang kudus yang sudah dilahirkan kembali. Inilah sebabnya saya memberitakan Firman Wahyu sepanjang khotbah-khotbah dan buku-buku saya, untuk memastikan bahwa anda bisa menjalani kehidupan iman anda dengan pemahanan dan kepercayaan yang benar mengenai akhir jaman.
Firman Wahyu menawarkan sesuatu yang teramat sangat penting. Tetapi Firman Wahyu tidak menyatakan apa-apa kepada mereka yang tidak bisa makan manna Allah yang tersembunyi dan yang tidak memiliki Roh Kudus di dalam hati mereka. Dari tanda-tanda akhir jaman sampai pengangkatan, yang menjadi pengharapan setiap orang Kristen, sampai kepada Langit dan Bumi Baru, sebuah rencana yang sangat luar biasa tertulis di dalam Firman Wahyu. Tetapi karena hikmat Allah yang tidak menyatakan rahasiaNya kepada semua manusia, Wahyu tetap saja menjadi bagian yang sulit yang tidak bisa dipahami oleh sembarang orang. Tidak ada seorangpun kecuali mereka yang sudah makan manna yang tersembunyi dan yang namanya sudah tertulis di batu putih dengan dilahirkan kembali oleh air dan Roh bisa menang atas dusta dan memahami Firman Wahyu. 
Inilah sebabnya, dalam ketidaktahuan mereka, mereka yang tidak dilahirkan kembali berbicara mengenai pengangkatan pretribulasi atau pengangkatan postribulasi, dan sebabnya mengapa kita sekarang menemukan orang-orang yang mengatakan kalau Kerajaan Seribu Tahun itu hanya sekedar simbolis saja. Firman Allah itu kebenaran, dan dengan jelas didalamnya dikatakan bahwa pengangkatan tidak akan terjadi tanpa Kesengsaraan Besar. Dengan jelas dikatakan di sana bahwa pengangkatan akan terjadi segera setelah titik tengah dari masa tujuh tahun Kesengsaraan Besar—setelah kemartiran orang-orang kudus, dan terjadi bersamaan dengan kebangkitan.
Diangkat ketika sedang melakukan semua kegiatan sehari-hari—pilot yang tiba-tiba lenyap dan ibu-ibu yang hilang dari meja makan di seluruh dunia—sebenarnya, saya minta maaf harus memberitahu anda, tidak akan terjadi demikian. Namun, pengangkatan itu akan terjadi ketika berbagai bencana besar menimpa dunia ini, gempa bumi yang melanda, bintang berjatuhan, dan bumi terbelah. Pengangkatan, dengan kata lain, tidak akan terjadi di suatu hari yang tenang di siang yang cerah.
Bintang belum berjatuhan, sepertiga bumi belum terbakar, dan air laut belum menjadi darah. Apa artinya ini? Artinya adalah bahwa sekarang ini belum saatnya pengangkatan. Allah mengatakan bahwa Ia akan memberikan tanda-tanda kepada kita yang bisa kita kenali sebelum pengangkatan terjadi. Tanda-tanda ini adalah bencana yang akan terjadi di dunia—sepertiga laut akan menjadi darah, sepertiga hutan terbakar, bintang berjatuhan, air tidak bisa diminum, dan sebagainya. 
Ketika dunia ini kemudian jatuh ke dalam berbagai bencana, Antikristus akan muncul untuk memerintah. Pertama-tama ia akan muncul sebagai pemimpin dunia yang sangat berpengaruh, dan kemudian ia akan menjadi tiran yang akan memerintah dunia dengan kekuatannya yang mutlak. Alkitab mengatakan bahwa pada saat itu, ketika pemerintahan tirani dari Antikristus atas seluruh dunia ditegakkan, Tuhan akan kembali ke dunia ini untuk mengangkat orang-orang kudusNya. Pengangkatan itu tidak akan terjadi ketika bencana besar itu terjadi dan sebelum Antikristus muncul. 
Tidak benar, dengan kata lain, kalau ada orang yang berhenti dari pekerjaannya, berhenti bersekolah, dan kemudian bahkan sampai berhenti secara menyeluruh ari kegiatan mereka sehari-hari, dan berpikir kalau mereka akan diangkat, kalau pada kenyataannya tanda-tanda yang dijanjikan Allah kepada kita belum terjadi. Anda tidak boleh didustai dengan cara demikian, karena kalau demikian, maka anda akan jatuh ke dalam perangkap dusta si Iblis.
Kita harus berjuang melawan dan mengalahkan segala sesuatu dimana pengajaran-pengajaran itu menjadikannya sebagai jebakan untuk menjebak kita. Satu-satunya iman yang bisa menang atas pengajaran-pengajaran palsu itu adalah Injil air dan Roh. Hanya mereka yang percaya kepada baptisan Yesus yang mengangkat segala dosa-dosa kita ke atas DiriNya yang sungguh-sungguh dimerdekakan dari belenggu dosa-dosa itu. Karena Yesus menanggung dosa-dosa kita ke atas diriNya dengan baptisanNya, dan karena Ia telah menebus kita dengan darahNya sendiri yang sudah menghapuskan segala dosa kita, kita menerima keselamatan yang sempurna dengan percaya kepada semua yang sudah dilakukan Allah kepada kita—dengan iman dan hanya iman saja. Mereka yang percaya kepada Firman ini sekarang sudah menjadi anak-anak Allah, dan mereka akan menang dalam semua rencana yang sudah ditetapkan Allah kepada mereka.
Di lain pihak, satu-satunya hal yang menunggu para pendusta yang mengaku percaya kepada Yesus tetapi masih juga memiliki dosa di dalam hatinya, dan yang hanya mencari pemenuhan ketamakan mereka dalam melayani Tuhan, adalah penghukuman yang akan mereka hadapi bersama-sama dengan Iblia. Inilah sebabnya Injil air dan Roh kita ini begitu berharga. Hanya mereka yang mengenalnya dan yang bisa membedakan antara Injil yang benar dengan yang salah akan bisa makan manna Allah yang tersembunyi, pada akhirnya bisa mengalahkan semua dusta, dan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun serta Langit dan Bumi Baru. Bacalah Firman dan anda akan melihat sendiri apakah kebenaran yang sejati yang bisa menyelamatkan anda, memberikan pengharapan kepada anda, dan memberkati anda dengan kehidupan kekal. Sadarailah hai itu, dan percaya kepadanya. Inilah iman yang berkemenangan.
Kemenangan di dalam peperangan rohani kita teramat sangat penting untuk kita karena kekalahan di dalam perang ini tidak hanya berarti sebuah kekalahan yang sepele saja, tetapi itu berarti kepastian masuk neraka. Di dalam peperangan yang lain kita bisa pulih dari kekalahan, tetapi di dalam peperangan iman ini sama sekali tidak ada kesempatan untuk bisa pulih. Anda harus bisa membedakan antara apa yang benar dengan apa yang hasil pemikiran anda sendiri, hawa nafsu kedagingan anda sendiri, serta dusta dari para guru palsu itu, dan anda harus mempersiapkan iman anda sampai kepada akhir jaman untuk pada akhirnya bisa menangkap kebenaran yang tepat mengenai semua masa-masa itu dalam terang Firman. 
Allah sudah mempersiapkan malapetaka tujuh sangkakala dan cawan, dan Ia mengijinkan adanya Kesengsaraan Besar untuk kita. Ketika dunia diserang oleh bencana alam yang hebat—api yang berkobar, bintang berjatuhan, laut, sungai, dan mata air yang menjadi darah—Antikristus akan muncul, dan anda harus menyadari bahwa ini adalah tanda dari masa tujuh tahun Kesengsaraan Besar. Kemartiran, kebangkitan, dan pengangkatan orang-orang kudus akan terjadi di akhir masa malapetaka tujuh sangkakala, ketika sangkakala yang terakhir dibunyikan, tetapi sebelum malapetaka tujuh cawan itu dimuntahkan. 
Ketika meterai yang keempat dari Allah dibuka, Antikristus akan menuntut penyangkalan dari orang-orang kudus. Pada saat itu, orang-orang yang namanya tertulis di dalam Kitab Kehidupan—yaitu, orang-orang kudus yang dilahirkan kembali yang makan manna dan yang namanya tertulis di batu putih—akan dengan berani menjadi martir. Inilah iman yang terakhir dan terbesar yang diberikan semuanya bagi kemuliaan Tuhan. Inah iman yang berani yang dimiliki oleh orang-orang yang percaya dan hidup seturut dengan Injil air dan Roh. Ini, pendeknya, adalah iman yang bisa menjadikan kita menang dalam peperangan rohani kita.
Kita harus menang atas musuh kita dengan cara bagaimanapun. Setelah dilahirkan kembali, kita harus terus berjuang melawan dan mengalahkan para pendusta. Untuk itu, kita harus menjalani kehidupan yang makan manna Allah dan mewartakan Firman Tuhan kita sampai kesudahannya. Kepada mereka yang menang, Allah sudah menjanjikan kemuliaan dan berkatNya. Iman yang layak untuk diangkat ke angkasa oleh Allah, pengharapan terbesar untuk orang-orang percaya, dan keyakinan akan Kerajaan Seribu Tahun dan Langit dan Bumi Baru—semaua itu akan diberikan hanya kepada mereka yang menerima manna tersembunyi dari Allah dengan mengalahkan semua dusta dengan iman kepada firman Allah. 
Mereka yang mengenal apa yang berharga akan menjual segala sesuatu untuk mendapatkannya dan melakukan pengorbanan untuk mempertahankannya. Karena pengorbanan yang demikian akan dirasakan bukan sebagai penderitaan tetapi sebagai kesukaan besar untuk kita, dan karena ini adalah harta yang sungguh-sungguh tidak ternilai harganya yang pada akhirnya akan memberikan segalanya kepada kita, maka layak bagi kita semua untuk memberikan semuanya untuk mempertahankannya. 
Adalah pengharapan dan doa saya bahwa anda akan senantiasa berharap akan Kerajaan Seribu Tahun dan Langit dan Bumi Baru, menang atas semua musuh dengan pengharapan ini, dan muncul sebagai pemenang dengan sukacita besar di akhir jaman.