Khotbah-Khotbah

Pokok 10: Kitab Wahyu (Komentari dalam Kitab Wahyu)

[Pasal 2-9] (Wahyu 2:18-29) Sudahkah Anda Diselamatkan Oleh Injil Air dan Roh?

(Wahyu 2:18-29)
 
Jemaat Tiatira melayani pekerjaan Allah dengan kasih, dan kesabaran, dan pekerjaannya semakin lama semakin bertambah baik. Tetapi pada saat yang sama, jemaat itu juga jemaat yang terkena wabah nabiah palsu. Kesalahannya, dengan kaliman lain, adalah bahwa ada anggotanya yang ditipu oleh nabiah palsu yang belum bertobat dan melakukan penyembahan berhala serta perzinahan. Tuhan kemudian menuntut kepada Jemaat Tiatira supaya mereka bertobat dan berpegang kepada iman mereka yang semula sampai kepada akhirnya. Tuhan juga berjanji bahwa mereka yang mempertahankan iman mereka sampai akhir, akan diberiNya kuasa atas bangsa-bangsa dan bintang timur.
 

Baal Izebel
 
Izebel adalah seorang imam bangsa lain yang membawa serta dewa kekafirannya, Baal, ke Israel ketika ia menjadi istri Raja Ahab (1 Raja-Raja 16:31). Baal adalah dewa kekafiran untuk menyembah matahari, dewa bangsa Fenisia yang disembah oleh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan kekayaan. Patung dewa ini dipahat dan disembah, dimana pengikutnya kemudian berdoa meminta kemakmuran di dalam keluarga dan di tanahnya. Ini sama saja dengan praktek penyembahan kekafiran yang bisa kita temukan di berbagai penjuru dunia. Sebagai contoh, memuja batu yang besar sebagai sesuatu yang ilahi dan menyembahnya sebagai dewa adalah praktek yang umum dilakukan orang kafir yang menyembah unsur-unsur alam. Praktek keagamaan yang demikian dipegang oleh mereka yang mengikuti pantheisme.
Dengan diperkenalkannya agama kafir ini oleh Izebel, Baal menjadi dewa besar dalam praktek penyembahan berhala bagi bangsa Israel. Raja Ahab, yang biasa hanya menyembah satu-satunya Tuhan kebenaran Allah, kemudian menyembah Baal karena perkawinannya dengan wanita asing ini. Banyak orang-orang Israel yang mengikuti langkahnya, meninggalkan Allah mereka yang sejati dan kemudian melakukan penyembahan berhala dengan memuja Baal. Dengan demikian mereka menempatkan diri mereka di bawah murka Allah.
Allah menegur pelayan Jemaat Tiatira karena membiarkan iman kepada nabiah Izebel masuk ke dalam Jemaat. Dengan memerintahkan supaya Izebel dan pengikutnya bertobat, Allah memperingarkan bahwa Ia akan menurunkan kesusahan yang besar dan kebinasaan bagi mereka yang tidak mau taat. 
Ini berarti bahwa jemaat Allah tidak boleh membiarkan kekayaan dan kepemilikan materi mendominasi perhatian mereka. Ini berarti bahwa orang percaya jaman ini tidak boleh menyembah dunia sebagai dewa mereka, seperti bangsa Israel menyembah Baal, dewa matahari, untuk mendapatkan kesuburan dan kemakmuran. 
3 Yohanes 1:2 mengatakan, “Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.” Ketika kita memandang kepada iman Rasul Yohanes, kita melihat bahwa perhatiannya yang pertama adalah mengenai kemakmuran jiwa. Kemakmuran dalam segala hal yang lain mengikuti, bukan mendahului, perhatian Yohanes bagi kemakmuran jiwa. Bagaimana, kemudian, iman yang seperti ini berubah di dunia sekarang ini? Iman itu sudah dicemari oleh iman yang hanya mencari berkat-berkat daging, meletakkan kemakmuran dunia mendahului iman dan meremehkan semua perhatian untuk kebaikan rohani. Banyak orang percaya kepada Yesus bukan untuk memperkaya jiwa mereka, tetapi hanya untuk memperkaya dagingnya terlebih dahulu. 
Ada banyak sekte keagamaan di sekitar kita, yang sama beracunnya dengan racun, yang mengatakan bisa memberikan kekayaan dan kesehatan kepada para pengikutnya sebagai balasan untuk penyembahan mereka. Penyembaah Baal oleh Izebel adalah seperti itu. Orang-orang mengikuti sekte yang demikian hanya untuk mengejar kemakmuran dan kesuburan daging mereka sendiri. 
Di gereja dilahirkan kembali jaman ini, ada beberara yang mungkin berusaha menampung iman Izebel untuk mengembangkan anggota mereka. Tetapi pemikiran seperti itu adalah sama dengan meletakkan patung berhala di dalam Bait Allah.
Izebel membawa patung kekafiran Baal bukan hanya ke Israel tetapi juga bahkan ke dalam Bait Allah. Iman yang begini mengejar kemakmuran daging dan keuntungan dunia sementara pada saat yang sama tidak melalaikan pengampunan dosa di dalam Yesus itu sama salahnya dengan penyembahan berhala tepat di hadapan mata Allah sendiri. 
Gereja jaman sekarang di seluruh dunia mengkhotbahkan Yohanes 1:29 dengan mengatakan, “Segala dosa anda sudah diselesaikan, karena Yesus sudah menanggungnya di kayu Salib.” Mereka sudah menjadikan baptisan Yesus hanya sekedar sebagai tambahan saja, dan mengatakan bahwa keselamatan hanya diperoleh melalui kepercayaan dalam taraf tertentu kepada Yesus, meskipun mereka tidak percaya kepada baptisanNya. Tetapi baptisan yang diterima Kristus dari Yohanes, bukanlah sekedar pilihan yang bisa dengan bebas kita masukan ke dalam iman atau tidak. Memperlakukan dan mengajarkan baptisan Yesus hanya sekedar sebagai tambahan Injil itu sama saja dengan memuja Baal.
Mengapa, kemudian, orang-orang ini memberitakan Injil tanpa baptisan Yesus? Hal itu karena pengharapan mereka tidak ditemukan di dalam Kerajaan Allah, tetapi di dalam kekayaan dunia ini. Orang-orang dengan iman yang seperti ini tepat sama dengan mereka yang menyembah dewa kekafiran Baal.
Mereka yang, semula percaya kepada Injil air dan Roh sebelumnya, tetapi sekarang hanya mewartakan darah di kayu Salib, harus menyadari bahwa mereka melakukan dosa yang sangat besar yang sama dengan penyembahan kepada dewa Baal.
Tidak ada seorangpun yang bisa melayani dengan benar dengan menetapkan tujuannya kepada keuntungan dunia ini. Kalau pendeta meninggalkan baptisan Yesus dan hanya mengkhotbahkan mengenai darahNya di kayu Salib, mereka mungkin bisa mendapatkan keuntungan dunia di bumi ini. Tetapi mereka harus menyadari bahwa iman yang begitu bukanlah iman yang benar, dan khotbah yang demikian bukanlah khotbah yang benar.
Dengan melihat kepada kitab Wahyu, kita bisa melihat bahwa para pemimpin Jemaat Tiatira menyembah Baal di dalam Jemaatnya, sama seperti Izebel menyembah Baal. 
Kalau orang tidak percaya kepada Injil air dan Roh, maka Roh Kudus tidak bisa berdiam atau bekerja di dalam hati mereka. Seperti yang dikatakan Rasul Paulus, “orang yang tidak memiliki Roh Kristus, bukanlah milikNya,” kedudukan seseorang menjadi anak Allah atau bukan ditentukan oleh apakah dia memiliki Roh Kristus di dalam hati atau tidak. Alkitab mengatakan bahwa mereka yang tidak memiliki Eroh Kristus akan dibuang.
 

Mereka Yang Mengenal dan Memberitakan Baptisan Yesus 
 
Ketika seseorang percaya kepada baptisan (air) Yesus, yang dengannya Dia menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya, dan di dalam darahNya di kayu Salib, maka Roh Kudus bisa berdiam di dalam hatinya. 
Tetapi kalau seseorang tidak percaya kepada Injil air dan Roh, maka bahkan meskipun ia menjadi martir bagi Yesus, ini bukanlah kemartiran yang benar, dan hanya menegakkan kebenaran mereka sendiri. Beberapa orang, dengan percaya hanya kepada darah di kayu Salib, pergi ke ujung dunia untuk memberitakan Injil, menggunakan sepanjang kehidupannya untuk pekerjaan missi, dan bahkan kadangkala menjadi martir untuk imannya. 
Didasari oleh kasih Kristus, orang-orang bisa menjadi martir bahkan meskipun kalau mereka hanya percaya kepada darah Kristus di kayu Salib. Tetapi seperti yang dikatakan di dalam Matius 7:23, apa gunanya hal itu kalau Tuhan sendiri tidak mau mengakui semua pekerjaan dan pengorbanan mereka? Tidak peduli bagaimana semangan dan setianya mereka memberitakan Injil—seperti, contohnya, yang dilakukan para missionaris Mormon. Karena mereka tidak memberitakan Injil air dan Roh, iman mereka dan semua upaya mereka akan menjadi sia-sia.
Allah menegur pelayan Jemaat Tiatira karena ia sudah mengijinkan para pengikut iman Izebel untuk muncul di dalam gereja dan membiarkan pertumbuhan mereka. Ada banyak pemimpin keagamaan di jaman sekarang ini yang sama seperti itu, yang berusaha mendustai banyak jiwa. Di dalam kelahiran Kristus, baptisanNya, salibanNya, kematianNya, kebangkitanNya, dan kenaikanNya—di dalam semuanya ini, gereja Allah yang benar harus memiliki iman yang benar dan menyebarkan Injil yang benar. Iman mereka kemudian menjadi tidak ada gunanya.
Pengajaran nabi palsu bahwa supaya mereka diselamatkan, sudah cukup hanya dengan percaya kepada darah Kristus di kayu Salib tanpa menyadari kepentingan baptisanNya. Karena mereka meninggalkan kebenaran air, kekristenan sudah dicemarkan dan dibelokkan hanya sekedar menjadi salah satu dari agama dunia. Inilah sebabnya kekristenan tidak lagi bisa membawa keselamatan kepada semua manusia di dunia ini.
Tanpa baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib, kekristenan sudah berubah hanya sekedar menjadi agama yang menekankan mengenai etika dan moral dunia. Di Eropa dan Amerika Utara, dimana mayoritas penduduknya adalah Kristen, agama-agama Timur sekarang cukup digemari. Mengapa? Karena kekristenan yang berpusatkan kepada agama tidak bisa memberikan pengampunan dosa dan iman yang benar kepada Allah, dan kemudian banyak orang yang tertarik oleh sifat mistik dari agama Timur dan berpikir bahwa agama itu memberikan alternatif yang lebih baik daripada agama Barat. Tetapi kekristenan sebenarnya bukanlah agama Barat atau Timur.
Sekarang adalah saatnya untuk kita mempertimbangkan mengenai Injil air dan Roh dan keadaan kekristenan jaman ini. Kita perlu bertanya dan berpikir apa sebabnya kekristenan sudah begitu dicemarkan sampai kepada keadaan seperti sekarang ini, dan mengapa kekristenan jaman ini menjadi tidak berharga dan mengganggu dalam pandangan beberapa orang. Jawabanya ditemukan di dalam Injil air dan Roh. Percaya kepada Yesus tanpa mengenal Injil air dan Roh adalah seperti menyembah Baal tepat di depan mata Allah sendiri. Yang paling jahat di hadapan Allah adalah menolak untuk percaya kepada Injil air dan Roh sebagai kebenaran keselamatan yang sejati.
Kekristenan jaman ini dihiasi bukan dengan keindahan Injil air dan Roh, tetapi dengan keindahan dunia. Ketujuh jemaat di Asia sudah melayani Tuhan dengan percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib. Tetapi, seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab, mereka, juga memiliki ketundukan kepada dunia, dan akhirnya Injil air dan Roh secara perlahan terdorong keluar, dan tempatnya digantikan oleh dunia yang semakin lama semakin menguasa hati manusia.
Apa yang akan terjadi kalau gereja tidak memberitakan kebenaran keselamatan yang sejati, Injil air dan Roh, dan justru hanya memberitakan mengenai darah di kayu Salib? Saya mengajukan pertanyaan ini karena bahkan gereja Allah, kalau mengejar dunia, akan cepat dicemarkan oleh dunia, dan tidak lama kemudian mulai mengatakan bahwa tidak ada masalah kalaupun mengabaikan baptisan Yesus dalam keselamatan. Inilah sebabnya saya menguji kembali dan menyelidiki kembali pentingnya pokok penting ini di dalam firman Allah.
 
 
Perbedaan antara Injil baptisan Yesus dengan Injil tanpa baptisanNya
 
Anda dan saya, kita sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Injil air dan Roh adalah kebenaran Tuhan, ketika baptisan Yesus, darahNya di kayu Salib, dan Roh Kudus adalah bukti keselamatan kita. 
1 Yohanes 5:5-7 dan 1 Petrus 3:21 mengatakan bahwa “air”—baptisan, yaitu—adalah tanda keselamatan kita, dan ini adalah Firman keselamatan yang sama yang muncul di dalam Matius 3:15 dimana Yesus menanggung segala dosa manusia ke atas diriNya di dalam baptisanNya. Kalau baptisan Yesus itu demikian pentingnya, bagaimana mungkin mengabaikan baptisan Kristus dan hanya memberitakan darahNya di kayu Salib bisa membawa kita kepada keselamatan yang sempurna? Mereka yang diselamatkan dari dosa harus bisa menarik garis keselamatan yang jelas dengan percaya kepada Firman. Mereka harus mengingatkan diri mereka terus menerus supaya garis ini akan menjadi semakin lama semakin jelas. 
Kalau seseorang tidak bisa menarik garis batas yang jelas bagi keselamatannya, maka ini berarti bahwa orang itu belumlah diselamatkan. Keliru kalau berpikir bahwa orang itu sudah diselamatkan. Keliru untuk berpikir bahwa pembebasan kita dari segala dosa kita hanyalah langkah lanjutan dari iman. Pembebasan dari dosa bukanlah tahap pengakuan rohani, tetapi ini adalah dasar dari iman itu sendiri, langkah yang paling penting di dalam pembangunan rumah iman di atas batu. 
Juga, kita tidak boleh berpikir mengenai issu keselamatan hanya sekedar sebagai “posisi doktrinal” dari denominasi yang berbeda. Doktrin bisa saja berbeda di antara denominasi yang berbeda, tetapi kebenaran Alkitab, kebenaran bahwa Yesus menanggung segala dosa kita ke dalam diriNya melalui baptisanNya, tidak bisa berbeda dengan iman. Inilah sebabnya kita tidak bisa meninggalkan pentingnya baptisan Yesus ketika kita memberitakan Injil air dan Roh. 
Kita tidak bisa meninggalkan baptisan Kristus dan hanya memberitakan mengenai Yesus sebagai “Anak Domba Allah yang menanggung segala dosa dunia,” atau untuk memberitakan bahwa manusia bisa diselamatkan hanya dengan percaya kepada darah di kayu Salib. Kita harus menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib. Bagaimana mungkin seseorang dihapuskan segala dosanya hanya dengan percaya kepada darah Kristus di kayu Salib tanpa percaya juga kepada baptisanNya? Ketika orang hanya percaya kepada darah di kayu Salib, apakah dosa-dosa di dalam hati nurani mereka juga dilenyapkan? Tentu saja tidak!
Melalui Alkitab, Yesus memberikan kesaksian mengenai kebenaran Allah, dosa-dosa kita, dan penghukumannya. Iman yang benar yang harus kita miliki adalah iman di dalam pemahaman yang benar mengenai kesaksian Kristus. Apa yang saya maksudkan dengan pemahaman yang benar? Maksu saya adalah memiliki pemahaman yang jelas mengenai apakah dosa-dosa kita yang akan dihukum Allah, apakah kebenaranNya, dan apakah jenis iman yang dikutuk di hadapan Allah. Hanya dengan mengenal semuanya ini kita bisa memiliki iman yang benar yang memancar dari pemahaman kita yang benar.
Kalau, di dalam memberitakan Injil, kita meninggalkan baptisan Yesus ataupun darahNya di kayu Salib, maka yang kita sedang wartakan bukanlah Injil air dan Roh. Kalau kita memperlakukan kebenaran Allah dalan pemahaman manusia kita dan mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi tidak berdosa hanya dengan percaya kepada Yesus, maka baik yang memberitakan maupun yang mendengarnya masih tetap menjadi orang berdosa. Perbedaan antara apakah kita memberitakan baptisan Yesus atau tidak sangat menentukan dalam penyelamatan jiwa-jiwa.
Kalau kita memandang kepada iman para rasul, kita bisa melihat bahwa mereka tidak hanya memberitakan mengenai darah di kayu Salib. Mereka semua percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib sebagai kesatuan karya keselamatan. Menjelaskan kalau Yesus membereskan segala dosa kita di kayu Salib tanpa percaya bahwa Ia terlebih dahulu menanggung semuanya dengan baptisanNya bukan hanya pemikiran manusia yang tidak masuk akal, tetapi juga tidak cocok dengan kebenaran Injil air dan Roh. Mereka yang percaya kepada Injil yang hanya berisi setengah seperti itu tidak akan bisa dibebaskan dari dosa-dosa mereka.
 

Pekerjaan para Pemberita Injil 
 
Dari pandangan Alkitab, para perantara rohani adalah merekayang memberitakan Injil air dan Roh. Perantara bagi keselamatan rohani harus menghubungkan antara Tuhan dengan mempelai wanitaNya. Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah memberitakan kepada orang-orang berdosa apa yang sudah Tuhan lakukan bagi mereka. Mereka harus mengajar orang-orang itu bahwa Yesus dibaptiskan untuk menanggung segala dosa mereka ke atas diriNya, dan bahwa Ia dihukum bagi segala dosa itu di kayu Salib. Mereka juga harus membedakan dengan benar apakah mempelai wanitanya sudah sungguh-sungguh percaya atau tidak, dan kalau mempelai wanita itu sudah sungguh-sungguh percaya, maka tugas perantara itu sudah semuanya beres.
Untuk bisa melakukan hal itu, sangat penting bagi perantara untuk menjelaskan kepada mempelai wanita siapakah mempelai prianya dan apa yang sudah dilakukanNya untuk mereka, sehingga mempelai wanita itu bisa dengan mudah memahaminya. Kalau hati mempelai wanita itu sudah menyadari apa yang sudah dilakukan mempelai pria itu untuk mereka, maka perantara itu harus mengajarkan kepada mereka kenyataan bahwa mempelai pria itu sudah menanggung segala dosa mereka dengan air dan darahNya.
Ketika mempelai wanita itu kemudian menerima segala sesuatu yang dilakukan mempelai pria itu untuk mereka, maka mereka menjadi dan disebut sebagai mempelai wanita Kristus. Mereka yang sudah menjadi mempelai wanita Yesus Kristus harus menyadari bahwa mempelai pria sudah membawa tebusan Injil air dan Roh. Mereka harus menyadari bahwa, untuk menjadikan mereka menjadi milikNya, mempelai pria sudah membersihkan segala dosa mereka dengan air dan darahNya, menjadikan mereka seputih salju, dan menerima mereka sebagai mempelai wanitaNya. 
Hanya dengan itu mempelai wanita menghargai dan menerima mempelai pria itu untuk selamanya. Mereka yang sudah menerima pengampunan dosa adalah orang-orang benar, orang-orang benar tidak memiliki dosa, dan yang tidak memiliki dosa adalah mempelai wanita Yesus Kristus. Ketika mempelai wanita memiliki iman yang demikian, mereka bisa menikah dengan mempelai pria, dan mempelai pria bisa menerima mereka ke dalam tanganNya. Dengan demikian, hanya ketika perantara rohani itu menyiapkan mempelai wanita dengan Firman kebenaran mereka bisa berhasil mengatur jalannya pernikahan itu.
Supaya berhasil, perantara keselamatan rohani harus tahu mempelai wanita yang bagaimana yang dikehendaki oleh mempelai pria. Yesus, mempelai pria kita, tidak memiliki dosa. Ia kudus. Inilah sebabnya Yesus menghendaki mempelai wanita yang tidak berdosa tanpa cacat. Dan inilah sebabnya perantara itu memakai karya mempelai pria itu untuk membersihkan dan mendandani mempelai wanita. Dandanan dari mempelai wanita ini berarti bahwa mereka akan dibawa ke hadapan mempelai pria hanya setelah dosa-dosa mereka sepenuhnya dibasuh dengan Injil air dan Roh yang digenapi oleh mempelai pria. Kalau mereka dibawa kepadaNya ketika dosa-dosa mereka barus setengah dibasuh, mempelai pria tidak akan menerima mereka, karena Ia menghendaki mempelai wanitaNya sepenuhnya tidak memiliki dosa. Para hamba Allah yang memainkan peranan ini adalah para perantara bagi keselamatan rohani.
Para hamba Allah, dengan demikian, harus senantiasa mempersiapkan mempelai wanita itu untuk keselamatan rohani mereka. Pada saat yang sama, kita juga harus menyadari bahwa di dalam kekristenan jaman ini ada banyak perantara yang hanya mengeksploitasi dan memanfaatkan hanya untuk keuntungan materi dimana-mana. Para perantara yang ini akan dihukum oleh Yesus Kristus dan juga oleh mempelai wanita yang ditolak. Kita tidak boleh menjadi perantara kedagingan.
 

Mengenal Dalamnya Iblis 
 
Bahkan di antara para hamba Allah dan umatNya, ada banyak yang tidak mengenal dalamnya tipu daya Iblis. Ada banyak, dengan kata lain, yang tidak menyadari bagaimana kerasnya Iblis berusaha untuk menjatuhkan kita. Terlalu banyak hamba Allah yang gagal untuk menyadari bagaimana Iblis sudah mengubah dan mencemari Injil air dan Roh, dan bagaimana Ia sudah mendustai orang-orang percaya supaya mereka mengikuti iman yang keliru darinya. Sebagai akibatnya, banyak orang yang percaya kepada Yesus akhirnya percaya kepada Injil yang palsu dan bukannya Injil air dan Roh yang sejati, dan jiwa mereka, bertentangan dengan kehendak Allah, juga sudah dibinasakan. 
Allah mengatakan kepada kita, “Jangan mengikuti doktrin dari Izebel. Percaya dan wartakan dengan teguh Injil air dan Roh milikmu sampai kedatanganKu kembali. Aku kemudian akan memberikan kepadamu kuasa atas bangsa-bangsa” Tetapi mereka yang didustai oleh iman Izevel, dikatakan oleh Allah, akan dibuang ke dalam kesusahan dan menempa mereka kembali.
Ketika saat kedatangan Kristus datang lagi, kita akan melihat mereka yang sudah percaya dan mewartakan keselamatan hanya melalui darah Yesus mengkhianati iman mereka. Mereka adalah orang-orang yang cenderung membanggakan iman mereka, selalu merasa lebih hebat dibandingkan dengan orang-orang yang berbeda dengan mereka. Tetapi Allah membedakan dan membagi antara iman mereka dan iman orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh: “Dan barangsiapa menang dan melakukan pekerjaanKu sampai kesudahannya, kepadanya akan Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; dan ia akan memerintah mereka dengan tongkat besi; mereka akan diremukkan seperti tembikar tukang periuk -- sama seperti yang Kuterima dari BapaKu.” 
Ketika Tuhan kita kembali ke dunia ini, akan ada banyak orang Kristen yang akan bertemu Tuhan sebelum mereka dilahirkan kembali. Karena mereka tidak percaya kepada Injil air dan Roh, mereka akan bertemu Tuhan dengan masih ada dosa di dalam hati mereka. Tetapi orang-orang yang hatinya sudah diampuni dari dosa-dosa mereka dengan percaya kepada Injil air dan Roh, sebaliknya, akan diubahkan oleh kedatangan Tuhan, dan memerintah bersama dengan Dia. Seperti yang dikatakan di sini, kuasa dari Tuhan dan umatNya adalah seperti tongkat besi yang meremukkan tembikar tukang periuk.
Allah pasti akan memberikan kuasa atas bangsa-bangsa kepada mereka yang mempertahankan iman kepada Injil air dan Roh sampai akhirnya. Tuhan kita mengatakan bahwa kuasa ini sama dengan kuasa yang diterimaNya dari BapaNya. Kita harus melawan dan menang atas nabiah palsu seperti Izebel atau Bileam, sehingga kita akan memerintah sampai kekal dengan kuasa atas bangsa-bangsa yang akan diberikan Tuhan kepada kita.
 

Kejelasan Keselamatan Kebenaran!
 
Untuk menyelamatkan orang berdosa, Tuhan sudah datang ke dunia ini, dan untuk menanggung segala dosa manusia ke atas diriNya, Ia harus dibaptiskan oleh Yohanes. Karena Tuhan dibaptiskan untuk menanggung segala dosa kita, Ia bisa membawa semua dosa itu ke kayu Salib, mati untuk dosa-dosa itu, dan bangkit kembali dari kematian. Ia sudah melakukan tindakan kebenaran bagi kita, karena Ia tidak bisa tahan lagi melihat manusia yang senantiasa melakukan dan bergumul atas dosa-dosa mereka. Injil air dan Roh adalah kebenaran yang akan membebaskan anda dari segala dosa anda.
Dan Tuhan kita bisa menjadi Juruselamat bagi semua yang percaya kepada Injil air dan Roh. Karena Tuhan kita sudah dibaptiskan oleh Yohanes, Ia bisa menghasilkan buah dan hasil yang luar biasa yang disaksikan di dalam Yohanes 1:29 dan Yohanes 19:30: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!” dan “Sudah selesai!” Mereka yang memiliki keyakinan akan penebusan mereka melalui firman Allah bisa memiliki iman yang kuat di dalam Dia karena mereka tahu bahwa Yesus membereskan semua dosa-dosa mereka melalui baptisanNya. Kita harus dengan tulus memperhatikan hati kita sendiri, karena kita tidak percaya kepada Injil air dan Roh, dosa-dosa kita akan tetap ada di dalam hati kita.
Ketika kita memperhatikan dengan seksama apa yang ada di dalam hati orang-orang yang mengabaikan baptisan Yesus dan hanya percaya kepada darahNya di kayu Salib, kita melihat keberadaan dosa di dalam hati mereka tidak bisa disangkali. Kita harus memperhatikan secara seksama kepada baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis dan percaya kepada hal itu dengan lebih kuat lagi, karena kita tidak boleh menambahkan atau menyisipkan pemikiran kita ke dalam firman Allah. Kita semua harus melawan Injil palsu itu, karena hal itu bisa menghancurkan iman mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh. 
Yesus sendiri pernah mengatakan kepada kita. “Waspadalah akan ragi orang Farisi.” “Ragi” di sini bukan menunjuk kepada yang biasa digunakan untuk membuat minuman atau membuat kue, tetapi Injil yang tidak mengandung baptisan Yesus. Kita harus mengenal dan percaya kepada kenyataan bahwa Yesus membawa segala dosa dunia ke atas kayu SalibNya dengan menanggungkannya ke atas diriNya dengan baptisanNya, dan bahwa Ia sudah menjadi Juruselamat kita yang sejati dengan disalibkan di kayu Salib dan bangkit kembali dari kematian. 
Dalam bagian ini, Yesus menerima segala dosa dunia melalui baptisanNya oleh Yohanes, dan menjadikan semuanya lenyap melalui darahNya di kayu Salib. Dari sisi manusia, karena mereka tidak percaya kepada baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes, dosa-dosa mereka akan senantiasa ada. Tanpa percaya kepada kebenaran bahwa Yesus dibaptiskan oleh Yohanes untuk menanggungkan segala dosa dunia ke atas diriNya, dosa-dosa mereka tidak bisa sepenuhnya dihapuskan. Injil air dan Roh adalah Injil kuasa yang membasuh segala dosa kita dan menjadikannya putih seperti salju ketika kita percaya kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib sekaligus.
 

Mari Kita Menjadi Pemenang 
 
Dari bagian ini, kita bisa melihat apa yang dikatakan firman Allah kepada Jemaat Tiatira. Allah berjanji kepada pelayan Jemaat Tiatira bahwa Ia akan memberikan kepada mereka kuasa atas bangsa-bangsa. Semua orang-orang kudus yang dilahirkan kembali hidup dalam perjuangan rohani sedang ada dalam peperangan rohani. Kita harus selalu menang dalam peperangan rohani ini dengan menggunakan iman kita kepada Injil air dan Roh. Peperangan rohani ini dimulai sejak saat seseorang percaya kepada Injil air dan Roh.
Mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh harus mengalahkan Iblis dalam pergumulan mereka. Beberapa di antara kita berjuang melawan Iblis dan akan menang atas Injil palsu sampai hari ketika mereka harus menghadap Allah. Mereka yang menang percaya bahwa Tuhan kita sudah menghapus dosa kita dengan datang ke dunia ini, dibaptiskan, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian. Tidak peduli apapun kata orang lain, mereka tidak goyah dalam iman mereka bahwa tempat pembasuhan dosa-dosa mereka adalh di sungai Yordan, dan bahwa segala dosa mereka ditanggungkan kepada Yesus melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes.
Tuhan kita sudah memerintahkan kepada kita untuk melawan dan menang atas Iblis. Daging kita mungkin berjuang keras dan kadangkala lelah, tetapi iman kita kepada Injil air dan Roh tidak pernah kalah dalam peperangan melawan Injil palsu.
Tuhan mengatakan, “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.” (Matius 7:13-14). Nabi Elia dalam Perjanjian Lama melawan dan menang atas 850 imam Baal. 
Rasul Paulus juga mengatakan bahwa tidak ada Injil lain selain yang diwartakannya (Galatia 1:7). Injil yang diberitakan Paulus ini tidak lain dari iman kepada baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib. Mereka yang percaya kepada Injil ini, walaupun masih memiliki beberapa kelemahan bahkan setelah mereka dilahirkan kembali. Selamanya tidak menanggung dosa apapun di dalam hati mereka. Tuhan kita sudah membasuh segala dosa kita dengan airNya dan Ia menerima semua penghukuman dengan darahNya. Baptisan Yesus dan darahNya di kayu Salib memberikan penebusan kekal kepada semua yang percaya.
Bagi mereka yang diselamatkan, Tuhan memberikan kuasa untuk mempertahankan iman mereka, melawan dan menang sampai kepada akhirnya.