Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-2] (Yesaya 52:13-53:9) Tuhan Kita Yang Menderita Bagi Kita 

(Yesaya 52:13-53:9)
“Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, 
ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia – 
begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --
demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, 
raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; 
sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, 
dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami
Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, 
dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN 
dan sebagai tunas dari tanah kering. 
Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, 
dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya.
Ia dihina dan dihindari orang, 
seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; 
ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.
Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, 
dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, 
dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; 
ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, 
dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, 
tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas 
dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; 
seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, 
dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? 
Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, 
dan karena pemberontakan umatKu ia kena tulah.
Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, 
dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, 
sekalipun ia tidak berbuat kekerasan 
dan tipu tidak ada dalam mulutnya.”
 
 
Injil Ini Sekarang Tersebar ke Seluruh Dunia
 
Jaman ini memang sedang menuju kepada kebinasaan. Dari sisi politik dan ekonomi, semuanya menuju kebinasaan. Secara khusus, angin peperangan berhembus kencang, karena negara-negara superpower masih berusaha mengembangkan pengaruhnya ke seluruh dunia. Dekat dengan tempat tinggal saya, Korea Utara baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka mengembangkan senjata nuklir, yang menyebabkan adanya pergolakan di lingkungan internasional. Pada saat dunia ini sedang ditempa dengan krisis, saya hanya bisa berharap bahwa semua orang yang terlibat di dalam perselisihan ini akan bisa menyelesaikan semua masalah mereka dengan kebijaksanaan, bukan dengan kebodohan, dan saling membuat persetujuan sehingga semuanya bisa mencapai kemakmuran.
Kita harus berdoa setiap hari, sehingga Allah akan memberikan kepada kita waktu yang lebih lama yang memungkinkan kita untuk bisa memberitakan Injil lebih banyak lagi. Itu bukan karena saya takut mati. Alasannya adalah karena masih ada negara-negara dimana Injil yang benar masih belum diberitakan, dan ada juga negara-negara dimana Injil ini mulai berkembang. Kerinduan saya adalah untuk melanjutkan pemberitaan Injil yang benar dengan semakin luas, pada waktu Injil itu masih baru tumbuh dan berkembang, karena Injil ini masih perlu diberitakan semakin luas.
Tentu saja, Allah membuat segala sesuatu bekerja untuk kebaikan, tetapi yang saya khawatirkan adalah bahwa manusia bisa bersikap begitu bodoh. Di dalam kenyataannya ada orang-orang yang mengancam kehidupan orang lain ketika mereka sendiri tidak tahu sama sekali tentang kapan dan bagaimana mereka menghadapi kematian mereka sendiri, ada yang bahkan sampai berusaha untuk membantai semua orang.
Saya percaya bahwa Allah pasti menguasai hati para pemimpin di dunia ini. Dan saya juga percaya bahwa Ia akan memberikan kedamaian kepada kita.
Di jaman ini, bangsa Israel masih menantikan Mesias yang dijanjikan bagi mereka. Mereka seharusnya menyadari bahwa Mesias tidak lain adalah Yesus. Mereka harus mengakui Yesus sebagai Mesias yang sedang mereka nantikan, dan percaya kepadaNya demikian. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Injil yang menyenangkan hati Tuhan akan masuk ke Israel, dan juga negara-negara lain dimana pintu untuk Injil saat ini belum terbuka. Bahkan, Injil ini berkembang dengan sangat baik ke seluruh dunia sehingga berkembang sampai matang di akhir jaman ini.
Saya mendengar bahwa sebuah Sekolah Teologi di Bangladesh sudah menjadikan buku-buku terbitan kami yang berbahasa Inggris sebagai bacaan wajib bagi para mahasiswa untuk mendapat gelar mereka. Setelah bertemu dengan Injil air dan Roh untuk pertama kalinya, para mahasiswa di Sekolah Teologi ini sekarang akan menerima pengampunan dosa, bahkan sebelum mereka memiliki kesempatan untuk merasa takjub. 
Demikian, saya berharap bahwa pertama-tama para teologi di dunia ini akan menerima pengampunan dosa dengan mengenal serta percaya kepada Injil air dan Roh. Dan kemudian kita yang menerima pengampunan dosa sebelum hal itu terjadi harus senantiasa berdoa agar hal itu terjadi. Kita bukan hanya harus berdoa, tetapi kita juga harus senantiasa hidup dengan iman.
 

Mesias Datang Ke Dunia Ini Sekitar 700 Tahun Setelah Nubuat Yesaya
 
Yesaya adalah seorang nabi yang hidup sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Yesus Kristus di dunia ini. Meskipun ia mendahului kedatangan Yesus Kristus 700 tahun, karena ia tahu banyak tentang Mesias, Yesaya menubuatkan segala sesuatu tentang Mesias yang akan datang dan bagaimana karya keselamatan yang akan dikerjakanNya, seperti ia sudah melihat Mesias itu dengan matanya sendiri. Dari Yesaya 52:13 dan sepanjang pasal 53 dan 54, Yesaya terus bernubuat, secara sangat terperinci, tentang bagaimana Mesias akan menyelamatkan semua umat manusia dari dosa. Sangat luar biasa bahwa ia begitu tepat menubuatkan bahwa Yesus Kristus memang akan datang ke dunia ini, menanggung segala dosa melalui baptisanNya, mencurahkan darahNya di kayu Salib, dan dengan itu membawa keselamatan bagi semua manusia. Dan setelah 700 tahun berlalu sejak nubuat Yesaya diucapkan, Yesus Kristus sungguh-sungguh datang ke dunia ini dan menggenapi semua karyaNya tepat seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya.
Yesaya menubuatkan bahwa Mesias yang akan datang ini akan bertindak dengan hikmat. Seperti yang tertulis di dalam Yesaya 52:13, “Sesungguhnya, hambaKu akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.” Karena Yesus Kristus datang ke dunia ini dalam rupa manusia dan sungguh-sungguh menanggung segala dosa dunia ke atas diriNya melalui baptisanNya, Ia bisa menyerahkan hidupNya di kayu Salib, dan dengan demikian dihukum bagi semua dosa seluruh umat manusia. Sama seperti yang dinubuatkan oleh Yesaya, semua yang dikatakanNya memang berhasil dilaksanakan dengan bijaksana. Karena Yesus Kristus, segala dosa manusia sudah lenyap, diselesaikan dengan berhasil, dan namaNya memang sudah ditinggikan, disanjung dan dimuliakan, semuanya sesuai dengan apa yang sudah dinubuatkan sebelumnya. Yang dinubuatkan oleh Yesaya tentang Kristus memang sungguh-sungguh sudah menjadi kenyataan.
Namun, ketika Tuhan kita datang ke dunia ini, orang Israel tidak mengenal Dia sebagaimana seharusnya. Meskipun Tuhan kita datang ke dunia ini dan sungguh-sungguh menanggung segala dosa dunia termasuk dosa-dosa bangsa Israel, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian, orang Israel bahkan tidak percaya kepada baptisan Mesias, ataupun kepada darahNya. Bahkan, bangsa Israel tidak mengetahui bahwa Mesias sudah lahir di antara bangsa mereka, dan bahwa dengan baptisan dan kayu SalibNya Ia sudah menyelesaikan bukan hanya dosa-dosa bangsa Israel, tetapi juga dosa-dosa manusia seluruh dunia. Mereka tidak menyadari bahwa Yesus ini memang dalam kenyataannya Anak Allah, Mesias yang sejati bagi bangsa Israel. Orang-orang Israel harus menyadari dengan benar bahwa Yesus memang Mesias yang sudah mereka nantikan selama bertahun-tahun.
 

Penderitaan Yesus Adalah Untuk Melenyapkan Dosa-dosa Dunia
 
Ketika Yesus datang ke dunia ini, Ia memang menderita sengsara yang sangat luar biasa yang tidak terkatakan. Seperti yang dijelaskan di dalam Yesaya 53, Mesias memang disebut sebagai seorang yang penuh dengan kesengsaraan. Karena menanggung begitu banyak dosa-dosa kita, Ia menderita dengan sangat sengsara—begitu besar sehingga Alkitab sampai mengatakan bahwa kita, kemudian, menutup muka terhadap Dia. 
Tetapi hanya sedikit yang sungguh-sungguh mengerti Yesus sebagai Mesias. Karena Ia sudah mengalami penderitaan yang begitu banyak oleh umat dijamanNya, maka banyak yang tidak bisa mengerti dan percaya kepada Yesus Kristus sang Mesias sebagai Juruselamat. Tuhan kita memang datang ke dunia ini dalam ketaatan kepada kehendak Bapa untuk menggenapi karyaNya menyelamatkan manusia dari dosa-dosa dunia, dan untuk melakukan itu, Ia mengalami begitu banyak penderitaan. Tidak cukup bagi Dia datang ke dunia ciptaanNya ini dalam rupa manusia, yang Ia sendiri ciptakan sesuai dengan gambarNya, tetapi Ia bahkan, dibenci, dihina, disiksa, dan ditindas, sebegitu banyaknya sampai Alkitab mengatakan bahwa kita menutup muka terhadap Dia karena telalu banyak yang harus dia tanggung. Jauh dari menerima penghormatan dari dunia ini sebagai Mesias, Ia diperlakukan buruk dan disiksa seolah-olah Dia orang gila, yang kerendahan hatiNya bahkan tidak akan bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sama seperti ketika kita menutup mata pada saat melihat seseorang yang dengan sangat jelas dihina dan dipermalukan, Mesias disiksa di hadapan ciptaanNya sendiri, begitu buruk sampai bangsa Israel pada saat itu bahkan menyembunyikan wajah mereka dariNya. 
Ketika Yesus datang ke dunia ini, terlihat seperti apakah dia? Ketika Mesias datang ke dunia ini, Ia sebenarnya seperti tanaman yang lembut, seperti tunas dari tanah kering. Tidak banyak yang bisa dikatakan, dengan kata lain, mengenai penampilan luarnya. Bahkan, kalau kita membandingkan antara Tuhan kita dengan diri kita sendiri, hanya sedikit saja ketampanan atau kemenarikan dari Mesias itu. Penampilan luar Mesias kita adalah sedemikian sampai tidak ada yang layak untuk dibanggakan. 
Ketika Mesias datang ke dunia ini, memang tidak ada yang indah dari penampilan bagian luarnya yang bisa membuat kita terdorong untuk mengagumiNya. Tetapi bagaimanapun penampilan ini, sebagai Mesias, Ia berhasil menyelesaikan semua, dan menerima penumpangan tangan dari Yohanes untuk menanggung segala dosa kita ke atas tubuhNya sesuai dengan sistem korban, disalibkan dan mencurahkan darahNya, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu menyelamatkan kita dari dosa kita. Karena Mesias ini menanggung segala dosa ke atas diriNya dengan sungguh-sungguh dibaptiskan oleh Yohanes, Ia bisa disalibkan dan mencurahkan darahNya bagi kita. 
Seperti yang dikatakan didalam Yesaya 53:3, “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan.” Karena Mesias kita harus datang ke dunia ini dan membuat segala dosa dunia ini dilenyapkan dengan menerima penumpangan tangan serta mencurahkan darahNya, Ia kemudian harus diperlakukan demikian rupa oleh orang Israel dan tentara Romawi.
 

Penderitaan Mesias Dinubuatkan 700 Tahun Yang Lalu 
 
Bahwa Mesias akan sungguh-sungguh datang ke dunia ini, dibaptiskan oleh Yohanes, mencurahkan darahNya di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Kristus. Seperti yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya mengenai Mesias yang akan datang, Yesus Kristus memang datang ke dunia ini tepat seperti yang dinubuatkannya. Yaitu, Mesias akan dilahirkan oleh seorang anak dara di dalam sebuah palungan dengan kerendahan hati, menanggung segala dosa melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes Pembaptis, naik ke kayu Salib, dimana Dia mencurahkan darahNya dan mati bagi keselamatan kita, dan pada hari yang ketiga bangkit kembali dari kematian.
Sama seperti tangan orang ditumpangkan ke atas kepala hewan korban penghapus dosa dan darahnya dicurahkan di Hari Raya Pendamaian (Imamat 16), dan kemudian dosa-dosa selama setahun diperdamaikan, Yesus memang menanggung segala dosa kita dengan baptisan yang diterimaNya dari Yohanes dan mencurahkan darahNya serta mati di kayu Salib, semuanya sesuai dengan Firman nubuat yang sesungguhnya. Setelah menerima segala dosa dunia dengan baptisanNya, Yesus kemudian mengalami tiga tahun kesengsaraan pada masa penampilan kehidupanNya di depan umum. Alasan mengapa Yesus sang Mesias disalibkan adalah karena, melalui baptisanNya dari Yohanes Pembaptis, segala dosa dunia ditanggungkan kepadaNya, dan inilah juga sebabnya Ia begitu dihina, dianiaya dan disengsarakan oleh semua orang.
Bahkan, orang tidak hanya menyangkal bahwa Yesus itu sang Mesias, tetapi beberapa di antara orang-orang Yahudi dan Romawi membenci dan menganiaya Yesus melampaui deskripsi apapun. Ia dibenci dan ditolak oleh orang-orang itu dengan teramat sangat. 
Yesus sebenarnya menanggung segala dosa manusia sekaligus dengan menerima baptisanNya dari Yohanes Pembaptis di sungai Yordan, dan kemudian Ia mencurahkan darahNya di kayu Salib. Mesias dibaptiskan oleh Yohanes dan mencurahkan darahNya di kayu Salib untuk menggenapi kehendak Bapa. Ia ditelanjangi di kayu Salib dan diludahi. Semua orang-orang yang mengerumuninya pada saat itu mengolok-olok Yesus, dan mengejekNya, “Kalau Engkau sungguh-sungguh Anak Allah, turunlah dan selamatkan diriMu sendiri!”
Ketika Yesus memulai pelayanan umumNya dengan baptisanNya, Ia memang harus menjalani begitu banyak kesengsaraan yang disebabkan oleh manusia. Meskipun Yesus Kristus memang sudah menanggung segala dosa dunia melalui baptisan bagi umat manusia, orang-orang pada jaman itu, yang tidak bisa memahami hal itu, membenci Yesus, yang datang sebagai Mesias mereka sendiri, terus menerus menganiayai Dia, mengakibatkan penderitaan yang sangat hebat bagiNya, menolak dan menghina Dia. Bahkan, Yesus sang Mesias sangat dibenci sampai Alkitab mengatakan bahwa Ia diperlakukan seperti cacing ketika Ia berada di dalam dunia ini.
Memang, anda tidak tahu berapa banyak orang-orang Farisi membenci Yesus. Orang-orang Farisi itu tidak bisa meninggalkan Mesias sendirian, yang nampaknya sangat mengancam kepemimpinan dan kepopuleran mereka. Karena itu mereka membenci Mesias, senantiasa berusaha untuk menemukan kesalahanNya, dan tidak ragu-ragu untuk meluncurkan semua jenis serangan pribadi terhadapnya setiap kali sekma mereka gagal. Yesaya memang sudah menubuatkan tentang bagaimana Mesias itu akan disengsarakan. Kita kemudian bisa mengkonfirmasikan, dari perincian yang dibuat oleh nabi Yesaya lebih dari 700 tahun sebelum kedatangan Mesias, tentang bagaimana perlakuan yang diterima Yesus di dunia ini.
 

Apakah Orang Percaya Kepada Yesus Kristus Sang Mesias Yang Datang dengan Air dan Darah?
 
Namun, meskipun mengalami kesengsaraan ini, Yesus sang Mesias dengan tenang melakukan dan menggenapi karyaNya. Sekarang orang Israel dan semua manusia di dunia ini harus menyadari dan percaya bahwa Mesias ini adalah Yesus Kristus. Untuk membuat dosa-dosa orang Israel dan semua manusia di seluruh dunia ini terhapus, Mesias memang menerima baptisanNya dalam bentuk penumpangan tangan, memang sungguh-sungguh disalibkan, dan dengan itu menerima kesengsaraan yang teramat sangat—dan dengan melakukan hal itu, Ia dengan sempurna menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada pelayananNya dari segala dosa mereka, dan sudah menerima iman dari orang-orang percaya itu sebagai iman yang penuh. Meskipun kenyataan bahwa Mesias datang ke dunia ini dengan rendah hati, dan meskipun kenyataan bahwa Ia sudah dibaptiskan, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian untuk membuat dosa semua manusia terhapus, mereka yang percaya kepadaNya hanya terhitung sangat sedikit. Agar kita bisa hidup, kita harus percaya bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Juruselamat dan Mesias yang sejati, bahwa Ia bukan hanya Mesias bagi orang Israel, tetapi bagi semua manusia.
Meskipun Yesus sungguh-sungguh menanggung segala dosa kita dengan baptisanNya dan menanggung semua penderitaan kita, penyakit kita, dan kutuk kita, beberapa orang mungkin bertanya-tanya, “Dosa apa yang Dia lakukan di dunia ini sampai Ia menghadapi kesengsaraan yang demikian?” Tetapi Yesus, pada kenyataannya, adalah Anak Allah yang tidak berdosa. Dengan menanggung segala dosa kita, Mesias menggantikan kita menanggung derita, kutuk, kepedihan, dan kesengsaraan karena dosa-dosa kita. Melalui kesengsaraan yang sudah dihadapi Yesus sepanjang 33 tahun kehidupanNya sejak Ia datang ke dunia ini, Ia sudah menyelamatkan kita dari dosa kita.
Saat itu, ketika mendengar firman Allah yang dikatakan oleh nabi Yesaya, apakah orang-orang pada jaman itu percaya kepada Yesus Kristus sang Mesias, yang datang dengan air dan Roh? Siapakah yang percaya kepada Injil air dan Roh yang kita beritakan sekarang ini? Bahkan sampai sekarang, banyak orang yang tidak tertarik kepada Injil air dan Roh, meskipun mereka mengaku percaya kepada Yesus. 
Di sini, di bagian yang kita baca, nabi Yesaya sedang menubuatkan bahwa Anak Allah akan datang ke dunia ini, bertindak dengan bijak, menanggung segala dosa kita, dihukum untuk dosa-dosa itu, dan dengan itu menyelamatkan kita. Tetapi tidak banyak yang menerima kebenaran yang digenapiNya. Namun, saya yakin bahwa sejak saat ini, semua orang dari segala bangsa akan mengakui Yesus Kristus sebagai Mesias mereka dan meninggikan Dia. Apakah anda menyadari bahwa Yesus sang Mesias disengsarakan karena dosa-dosa orang Israel, karena dosa-dosa anda dan saya, dan karena dosa-dosa semua manusia? Nabi Yesaya, yang sungguh-sungguh ingin agar anda memahami dan percaya kepada hal ini, kemudian menubuatkan pelayanan Mesias seperti itu.
 

Mesias adalah Seperti Tunas dari Tanah Kering
 
Beginilah nabi Yesaya menubuatkan mengenai kedatangan Yesus Kristus sang Mesias, yaitu bahwa ketika Ia datang ke dunia ini, Ia akan datang dalam rupa yang sangat menyedihkan. Yesaya mengatakan bahwa Mesias akan “Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering” (Yesaya 53:2). Ketika Yesus Kristus datang ke dunia ini dalam rupa manusia, Ia bukanlah seseorang yang dipandang oleh manusia sebagai orang yang menarik. Ia tidak memiliki bentuk tubuh yang berotot, tinggi dan tegap, seperti Arnold Schwarzenegger atau Sylvester Stallone. Bahkan, Ia sangat tidak menarik sampai-sampai kalau kita melihat Dia, kita akan merasa kasihan kepadaNya, iba dan bersimpati dengan Dia. Namun demikian, Firman yang diucapkanNya adalah seperti pedang bermata dua yang tajam.
Yesus sang Mesias bukan hanya agak kurang menarik dalam penampilanNya, tetapi Ia juga miskin secara materi. Yusuf, ayahNya secara manusia, hanyalah seorang tukang kayu biasa. Sebuah keluarga yang hanya disokong oleh penghasilan seorang tukang kayu, baik dulu maupun sekarang, tidaklah mencukupi, dan jauh dari kelimpahan. Hanya dengan bekerja keras saja seorang tukang kayu bisa memenuhi kebutuhan yang terpenting saja.
Mesias juga, ketika datang ke dunia ini, tidak menjalani kehidupan sekolah. Dan karena itu orang-orang Farisi berusaha untuk mempermalukan Dia karena kenyataan itu, tetapi mereka tidak berhasil melakukannya, karena hal itu justru menunjukkan bahwa Yesus Kristus sang Mesias memang Anak Allah. Yesus bahkan tidak pernah menginjakkan kakiNya di Sekolah Gamaliel, sekolah orang Yahudi yang memiliki mutu yang paling baik pada jaman itu, dimana seorang dari antara ahli Taurat yang paling hebat, Gamaliel, menjadi pengajar tentang hukum Taurat. Di sekolah ini, para siswanya bisa belajar dari para guru hukum Taurat yang hebat, yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan dunia ini, tetapi juga mengajarkan hukum Taurat itu sendiri. Tetapi Yesus tidak pernah belajar di sekolah semacam itu. Tidak ada catatan apapun yang menuliskan bahwa Dia pernah bersekolah. Tetapi meski demikian, tidak ada sesuatupun mengenai hukum Taurat dari Perjanjian Lama yang tidak diketahuiNya, dan di bagian-bagian dimana Perjanjian Lama mengajarkan tentang Mesias, Ia memiliki pemahaman yang lebih banyak dan iman yang lebih besar dibandingkan dengan siapapun. Tidak ada satupun perkataan yang dikatakanNya yang tidak masuk akal atau yang menyimpang dari hukum Taurat Allah.
 

Mengapa Mesias Harus demikian Disengsarakan, Dipermalukan, dan Diejek?
 
Untuk sungguh-sungguh menjadi Mesias yang sebenarnya bagi bangsa Israel, dan untuk menyelamatkan mereka dari segala dosa mereka serta menjadikan mereka umat Allah, Mesias kita datang ke dunia ini dan dengan rela menerima semua penderitaan, hinaan, ejekan, dan cemoohan. Penderitaan dan penghinaan yang sungguh-sungguh dialami oleh Mesias bagi bangsa Israel adalah sebuah pengorbanan dan kesengsaraan yang tidak terkatakan. Kesengsaraan yang diderita oleh Mesias bagi kita adalah sebuah penderitaan yang sangat luar biasa yang membuat kita bahkan menutup muka terhadap Dia. Karena Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan kita dari dosa dan penghukuman kita, Ia memang telah membebaskan kita dari segala dosa dengan menderita sengsara dan dihina melebihi semua yang bisa dikatakan di hadapan manusia. Yesus dengan demikian menderita sengsara bagi dunia ini.
Karena Yesus sang Mesias begitu tertindas dan dibenci, orang-orang di jaman itu tidak tahan untuk memandang keberadaanNya. Kita tidak boleh melupakan bahwa meskipun Yesus datang sebagai Mesias saya dan anda, sebagai Mesias bagi seluruh manusia, untuk menggenapi dan melengkapi peranan serta karya Mesias, Ia sangat disengsarakan, dan dengan hal itu Ia membebaskan kita dari segala dosa kita dan kutuk atas dosa itu. 
Bahkan ketika Mesias disalibkan, orang tidak berhenti untuk mencemooh Dia: “Mengapa Engkau tidak turun saja ke sini? Kalau Engkau sungguh-sungguh Anak Allah, turun saja dari kayu Salib itu. Bagaimana mungkin Engkau adalah Anak Allah. Kalau Engkau memang Anak Allah, turunlah dan selamatkan para pencuri yang tersalib di sisiMu; atau lebih baik lagi, turunlah dan selamatkanlah diriMu sendiri!” Mereka meneruskan cemoohan mereka: “Oh, ya, mengapa Engkau tidak mengubahkan batu ini menjadi roti? Kalau Engkau memang Anak Allah, berikan buktinya kepada kami! Tunjukkan bukti kepada kami supaya kami bisa percaya. Kalau Engkau tidak bisa melakukan hal itu, Mesias macam apa Engkau itu? Betapa menjijikan!” 
Orang dengan itu menghina Mesias, mencela Dia dan mengejek Dia tanpa henti. Mereka menelanjangi Dia, menampar wajahNya, dan meludahiNya. Kristus menderita terhadap olokan, perendahan, dan hinaan yang terbesar, yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan tidak akan pernah terjadi lagi. Ia juga menanggung kutuk dengan hukuman penyaliban, hukuman yang disediakan untuk penjahat yang paling jahat pada masa itu. Mesias kita dicambuk oleh prajurit-prajurit, baik tangan dan kakiNya dipaku di kayu Salib, dan tertumpahlah semua darah yang dimilikiNya di tubuhNya.
Yesus sungguh-sungguh menanggung semua penghinaan, kesakitan dan kesengsaraan, supaya Ia bisa menggenapi pelayananNya sebagai Mesias, bagi kita semua. Dengan disalibkan, Ia menanggung segala dosa kita, semua kutuk kita, semua penyakit kita, dan semua penghukuman dosa kita. Ia menggantikan kita menanggung semua kesengsaraan yang seharusnya anda dan saya tanggung, dan demi kita semua Ia memberikan hidupNya. Mesias ini sekarang sudah menjadi Juruselamat bagi orang-orang yang percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat kita. Ia datang ke dunia ini sesuai dengan kehendak Bapa, dan menanggung segala dosa kita serta penghukuman atas dosa kita di kayu Salib bagi kita semua, dan bangkit kembali dari kematian—semuanya itu untuk menyelamatkan kita! 
Saudara-saudariku, apakah anda pikir mudah bagi Yesus untuk menjalani semua penderitaan dan penghinaan di hadapan semua orang-orang itu? Kalau kita mengalami apa yang dialamiNya, kalau kita yang harus menghadapi semua penghinaan, ditelanjangi, dihina, disiksa, dan disalibkan, bukan hanya di hadapan keluarga kita atau suami atau istri kita, tetapi di hadapan musuh-musuh kita, kita pasti akan menjadi gila sebelum kita mati! Kristus disalibkan, sehingga semua manusia bisa melihat penghinaan yang dialamiNya, bukan di tempat tersembunyi, tetapi di tempat yang tinggi, sehingga semuanya bisa menunjuk dan meludahi Dia.
Penderitaan, kesedihan dan kesulitan yang lebih besar menimpa Kristus sebelum penyalibanNya. Sebelum menyalibkan Yesus, orang-orang memastikan bahwa Ia akan melalui segala macam penderitaan. Ia dibawa ke hadapan orang banyak dan diadili di hadapan mereka, diludahi, dan wajahNya bahkan ditampar oleh salah seorang hamba imam besar. Ia diludahi! Orang-orang menampar wajahNya, mencambuk Dia, dan melempari Dia! Yesus sang Mesias harus menjalani semua kesengsaraan ini tidak lain hanya untuk kita semua!
Alkitab mengatakan bahwa Ia memang mengalami kesengsaraan bagi kita, dan mengatakan, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita” (Yesaya 53:5). Mesias menjalani penderitaan yang demikian supaya Ia bisa membebaskan semua manusia termasuk orang-orang Israel dari dosa-dosa mereka dan kutukan atas dosa-dosa mereka itu. Mesias mengurus dosa dunia dan penghukuman atas dosa dengan menerima baptisan dari Yohanes, dan menggenapi pelayananNya dengan ditindas oleh umatNya sendiri, prajurit Romawi, dan orang-orang dari berbagai bangsa. 
Allah menubuatkan bahwa Mesias akan menyelamatkan orang-orang yang saat itu melawan Dia dari segala dosa mereka—memang, dari segala dosa yang pernah dilakukan oleh seluruh umat manusia—dan sama seperti yang dinubuatkan, Yesus Kristus memang datang ke dunia ini sebagai Mesias, sungguh-sungguh menjalani semua kesengsaraan ini, dan menyelamatkan anda dan saya dari dosa-dosa dan kutuk atas dosa-dosa itu dengan mencurahkan darahNya yang sangat mulia.
Bahwa kita diselamatkan dari dosa dan kutuk dosa dengan percaya kepada Mesias bukanlah sesuatu kenyataan yang terjadi tanpa adanya korban yang harus dibayar. Karena Yesus Kristus datang ke dunia ini dan menghadapi semua kesengsaraan itu sehingga saat ini kita bisa menjadi tidak berdosa, dan karena Mesias ini dihakimi untuk segala dosa kita sehingga kita bisa, hanya dengan percaya di dalam hati kita, menerima anugerah keselamatan dan pengampunan dosa, dan menjadi anak-anak Allah. Karena Mesias kita, kita bisa menjadi orang-orang yang bahagia.
Kita harus mengucap syukur kepada Mesias yang memberikan kepada kita kebahagian ini dan mencurahkan berkat-berkatNya kepada kita. Keselamatan yang diberikan Mesias kepada kita hanya melalui iman, karena meskipun kita tidak memberikan kepadaNya korban apapun dari diri kita, Ia sendiri sudah memberikan korban yang tidak ternilai harganya di hadapan Allah Bapa. Kita harus percaya bahwa Allah sendiri memang sudah menyelamatkan kita dengan menderita semua kesengsaraan ini, dan kita harus mengucapkan syukur kepadaNya untuk hal itu.
 

Dengar, O Israel, Berbaliklah dan Percaya Kepada Yesus Kristus
 
Orang-orang Israel harus bertobat saat ini dan percaya kepada Yesus sang Mesias sebagai Juruselamat mereka. Bahkan sampai saat ini, bangsa Israel masih tidak mengakui bahwa Mesias mereka sudah datang. Sama seperti yang sudah dinubuatkan oleh nabi Yesaya bahwa sang Mesias, Hamba Allah, akan datang ke dunia ini, dan sama seperti yang dinubuatkan Firman ini bahwa Mesias akan, setelah datang ke dunia ini, menyelamatkan kita dengan menanggung segala dosa-dosa manusia melalui baptisanNya dan disalibkan di kayu Salib, Yesus Kristus memang sudah menggenapi semua karya keselamatanNya. Orang-orang Israel sekarang harus berbalik, dan mengenal serta percaya kepada kebenaran ini. Mereka harus mengakui dosa yang dilakukan oleh bangsa mereka yang menyalibkan Yesus. Dan mereka harus menyadari keberadaan diri mereka sebagai segumpal dosa sejak mereka lahir, dan dengan percaya kepada Mesias ini sekarang mereka bisa diselamatkan dari dosa mereka dan kutuk atas dosa. 
Sekarang ini tidak ada Mesias yang lain. Karena Yesus Kristus sudah datang sebagai Mesias, tidak ada Mesias yang lain. Bagaimana mungkin ada Mesias yang lain? Bagaimana mungkin ada Juruselamat yang lain? Ketika bangsa Israel mengalami penderitaan yang semakin berat di masa yang akan datang, apakah mereka akan mengharapkan munculnya semacam pahlawan yang hebat versi Hollywood, seperti Superman, yang akan muncul dan menjadi Mesias mereka?
Bahkan sejak saat ini, orang-orang Israel harus mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat Mesias mereka. Mereka harus percaya bahwa Yesus Kristus memang Mesias mereka yang sesungguhnya. Mesias mereka sudah datang ke dunia ini 2000 tahun yang lalu, dan untuk menghapus segala dosa mereka dan menjadikan mereka anak-anak Abraham yang sesungguhnya, Ia dibaptiskan, sama seperti mereka sudah disunatkan, dan kemudian disalibkan, semua itu supaya mereka menerima sunat rohani. Mesias menjadi Juruselamat sejati bagi bangsa Israel dengan menanggung segala dosa mereka dengan baptisanNya dari Yohanes, memikul kayu Salib dan mencurahkan darahNya untuk menanggung sengsara, dan bangkit kembali dari kematian.
Orang-orang Israel harus bertobat dan percaya kepada Mesias. Mereka saat ini harus percaya kepada Yesus Kristus sebagai Mesias mereka. Satu-satunya yang belum digenapi saat ini adalah bahwa bangsa Israel percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka. Mereka harus menyadari bahwa Mesias yang dinubuatkan oleh Yesaya adalah sungguh-sungguh Yesus Kristus ini. Nubuat di dalam Perjanjian Lama semuanya sudah digenapi melalui Yesus Kristus, dan sama sekali tidak meninggalkan huruf yang terkecil ataupun titik yang paling tipis. Di dalam bagian yang kita baca tadi, dikatakan bahwa banyak bangsa akan tercengang.
Yesaya 52:14-15 menyatakan, “Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia -- begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi --demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.” 
Dengan datang ke dunia ini, Yesus Kristus menghadapi penderitaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan semua hukuman mati yang dijatuhkan kepada penjahat yang mana saja. Ia mengorbankan diriNya dengan mengambil lebih banyak kesakitan dan kesengsaraan dibandingkan dengan semua penjahat di dunia ini, semuanya itu untuk membuat semua manusia menjadi umatNya. Ia menyelamatkan umatNya yang mau menerima pengampunan dosa dengan percaya kepadaNya. Demikianlah Dia menyelamatkan manusia.
Manusia akan mendengar kabar indah tentang keselamatan ini, yang tidak pernah mereka dengar atau mereka lihat sebelumnya. Semua orang yang belum pernah mendengar bahwa Mesias itu adalah Yesus Kristus akhirnya akan mendengarnya dan percaya kepada hal itu.
 

Yesus adalah Mesias, Yang Sudah Datang dan Akan Datang Kembali
 
Saat ini, kita sedang mendekati akhir jaman. Masa ini akan menjadi masa kematian dan kesengsaraan. Mereka yang percaya kepada Mesias, bagaimanapun, tidak memiliki ketakutan akan kematian. Sebaliknya, mereka bahkan menantikan kebahagian Surgawi dan kebangkitan yang akan terjadi sesudah kematian mereka. Bahwa kegelapan turun ke atas dunia ini tidak berarti bahwa kita, orang-orang benar, juga akan mengalami kegelapan. Ketika Injil ini sudah sungguh-sungguh disebarkan, Mesias kemudian akan datang kembali.
Yesus Kristus, Mesias kita, datang ke dunia ini sebagai Anak Domba Allah, sebagai korban persembahan, dan memberikan tubuhNya dibaptiskan oleh Yohanes, dan menyerahkannya di kayu Salib. Seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian, Yesus sang Mesias dengan tenang menanggung segala dosa kita, menghadapi penderitaan besar dengan menanggung penghukuman atas dosa kita di kayu Salib, bangkit kembali dari kematian pada hari yang ketiga dan dengan itu menjadi Juruselamat yang sempurna bagi semua yang percaya.
Hanya sedikit yang tahu bahwa Mesias adalah Yesus Kristus pada masa itu. Hanya sedikit yang tahu bahwa Yesus Kristus menjadi Mesias kita ketika dilahirkan tanpa kemeriahan di dunia ini sekitar 2000 tahun yang lalu, yang bersaksi tentang Injil kerajaan selama 3 tahun sesudah baptisanNya, mati di kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian. Orang-orang yang hanya sedikit itu, yang mencari dan percaya kepada Allah, menyaksikan bahwa Tuhan kita adalah Mesias yang sejati yang dengan tenang menggenapi semua karyaNya. 
Hamba-hamba Allah ini menyebarkan berita itu ke seluruh penjuru dunia bahwa Mesias sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan datang ke dunia ini dan mengalami kesengsaraan. Allah sendiri, sesungguhnya, memberitakan Injil air dan Roh dengan mengijinkan cara percetakan berkembang, dengan menggerakkan sejarah dunia, dan dengan membuat bangsa-bangsa yang memberitakan Injil menjadi kuat dan kaya.
“Yesus adalah sang Mesias. Yesus adalah sang Mesias. Yesus adalah sang Mesias! Kalau anda percaya kepada Yesus sebagai Mesias anda, anda akan diselamatkan. Yesus adalah Anak Allah. Yesus adalah Pencipta yang menjadikan seluruh alam semesta. Ia adalah Allah. Ia adalah Mesias Juruselamat kita.” Hamba Allah senantiasa memberitakan kepada manusia bahwa Yesus adalah Mesias, dan juga tentang baptisan, kematianNya di kayu Salib, dan kebangkitanNya.
Beberapa orang muda Israel sudah menyadari bahwa 2000 tahun yang lalu, ada seorang manusia yang bernama Yesus datang ke dunia ini, dan ketika Ia berusia 30 tahun, Ia menanggung segala dosa manusia dengan dibaptiskan oleh Yohanes. Pada saat itu, hanya murid-murid Yesus sendiri yang tahu bahwa Dia memang Mesias, dan pengetahuan ini kemudian dibagikan hanya kepada sedikit saja orang-orang yang sungguh-sungguh takut akan Allah—sedangkan semua orang lain tidak mengenal kebenaran ini. Secara keseluruhan, hanya ada sekitar 500 orang kudus (1 Korintus 15:6) di antara bangsa Israel yang tahu bahwa Mesias menanggung segala dosa dunia ini ke atas kayu Salib, bahwa Ia mati untuk hal itu, dan bahwa Ia bangkit kembali dari kematian. Semua orang yang lain sama sekali tidak memiliki pemahaman ini.
Sesudah lima puluh hari sejak kematian Yesus Kristus dan kebangkitanNya, Roh Kudus sungguh-sungguh turun ke atas murid-muridNya. Ketika murid-murid Kristus berdoa di sebuah ruangan lantai atas, Roh Kudus turun ke atas mereka, membuat mereka berkata-kata dalam bahasa lidah dan menyaksikan bahwa Mesias adalah Yesus Kristus. Kemudian, murid-muridNya, tanpa takut akan kematian, dengan berani menyaksikan, “Yesus adalah Mesias. Mesias adalah Juruselamat kita. Yesus yang bangkit adalah Mesias kita.” Banyak orang yang kemudian percaya pada saat itu.
Melalui Yesus sang Mesias, Allah memang sudah menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa kita dan kutuk atas dosa itu. Karena Ia menderita kesengsaraan yang begitu besar untuk bisa menyelamatkan kita dari dosa-dosa dan penghukuman, kita sungguh-sungguh harus percaya kepadaNya; mereka yang tidak percaya harus bertobat, berbalik dan percaya juga; dan kita semua harus memberitakan kebenaran ini dengan iman.
Bangsa Israel, sesungguhnya, saat ini sedang ada dalam ketakutan karena situasi yang sangat menegangkan. Mereka kemudian harus mendengar Firman Kemah Suci yang sungguh-sungguh dikatakan Allah kepada mereka. Kita sekarang juga memasuki akhir jaman. Injil air dan Roh yang dinyatakan di dalam sistem korban di Kemah Suci sesungguhnya akan menjadi semakin mendekat kepada orang-orang Israel. Mereka, juga, akan menjadi percaya bahwa Yesus Kristus memang sungguh-sungguh Mesias yang sudah dikatakan Allah kepada mereka.
Allah sudah mengatakan kepada orang-orang Israel mengenai sistem korban, dan mereka percaya kepada hal itu. Kenyataannya, mereka masih ingin memberikan korban kepada Allah sesuai dengan sistem korban Kemah Suci. Di antara bangsa Israel, masih ada beberapa orang fundamentalis yang tinggal di padang gurun. Bahkan sampai saat ini, orang-orang yang hidup di padang gurun ini masih memberikan korban dengan cara yang demikian. Mereka, dengan kata lain, memberikan jenis korban yang pernah dipersembahkan di Kemah Suci sebelumnya. Mungkin mereka adalah keturunan Harun. Untuk memelihara tradisi keluarga mereka, mereka hidup di padang gurun dan bukan di kota-kota. Meskipun mereka juga bangsa Israel, mereka hidup dalam kelompok-kelompok yang terpisah, yang terperincil dari orang-orang lainnya. Kepada orang-orang ini juga, kita harus memberitakan Firman Kemah Suci bahwa Mesias sudah datang kepada kita dan menyelamatkan kita sesuai dengan iman kita.
Kita harus bersyukur kepada Yesus yang datang ke dunia ini, menanggung sengsara, dan dihukum menggantikan kita, semua itu untuk menyelamatkan anda dan saya, sebagai Juruselamat kita, dari dosa-dosa dan kutuk atas dosa kita.
 

“Cinta Kuat Seperti Maut, Kegairahan Gigih Seperti Dunia Orang Mati”
 
Bahwa kita memang sudah diselamatkan dari dosa dan penghukuman dosa bukanlah diperoleh secara kebetulan, seolah-olah itu datang dengan pengiriman surat yang tidak disengajai. Keselamatan kita bukanlah sekedar seperti sebuah surat berantai yang senantiasa menyuruh kita untuk meneruskan surat ini kepada 20 orang yang lain dan kalau kita tidak melakukannya kita akan menerima celaka. Keselamatan pengampunan dosa kita juga bukan seperti iklan-iklan makanan seperti pizza, dimana yang harus kita lakukan hanyalah sekedar menelpon saja dan memenuhi perut kita dengan isi hati kita. 
Keselamatan kita, sebenarnya, terjadi karena Allah mengutus AnakNya untuk kita, dengan menanggungkan segala dosa kepadaNya, dan dengan membuat Dia menderita serta mengalami kesengsaraan bagi semua dosa kita. Inilah sebabnya anda dan saya harus dengan sepenuh hati percaya dan bersyukur kepadaNya. Dengan mengerti bagaimana datangnya keselamatan kita, bagaimana kita bisa membuangnya seperti kita membuang sepatu bekas, lalu menyingkirkannya seperti meletakkan barang-barang yang tidak berharga yang biasa diletakkan di loteng, atau mengabaikannya seperti keselamatan itu adalah milik orang lain?
Apakah ada di antara anda, yang meskipun masuk ke dalam Gereja Allah, belum menerima pengampunan dosa? Apakah ada orang yang sebenarnya belum percaya kepada Injil air dan Roh? Kalau memang ada orang-orang yang demikian, mereka semua harus bertobat dan percaya kepada Allah sebelum terlambat. Kalau anda tersesat, dan tidak tahu jalan mana yang ditempuh, percaya saja kepada Firman kebenaran dengan segenap hati anda. Mereka yang tidak percaya sebenarnya sedang menolak kasih Anak Allah, kasih yang dengannya Ia menyelamatkan mereka dengan menjalani semua penderitaan yang tidak lain adalah bagi keselamatan mereka.
Mereka yang meremehkan nilai kasihNya dan kemudian menolaknya akan diikuti oleh kutukan. Alkitab mengatakan kepada kita, “cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati” (Kidung Agung 8:6). Kasih Allah begitu kuat dan hebat yang kemudian akan membawa penghukuman yang sangat gigih bagi orang-orang yang menolakNya sampai akhir. Ini mengatakan kepada kita, dengan kata lain, bahwa kalau seseorang mati ketika ia masih memiliki dosa, ia memang akan mengalami penderitaan yang tidak berbelas kasihan di dalam neraka seperti dunia orang mati. Kebencian adalah segigih dunia orang mati. Ketika Mesias mengasihi anda sedemikian, dimana Ia kemudian dibaptiskan, mencurahkan darahNya, dan menderita segala macam kesengsaraan, semua hanya untuk menyelamatkan anda, kalau anda tidak percaya dan kemudian menolaknya, anda pasti akan mengalami penderitaan yang gigih ini. Ini tidak lain menunjuk kepada neraka.
Allah kemudian mengatakan, “manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27). Ketika kita mati, tubuh kita memang akan lenyap, tetapi di hadapan Allah, itu bukanlah akhir keberadaan kita. Untuk membalas dengan gigih kepada mereka yang menolak kasih Allah, Allah sudah membuat mereka menjalani kehidupan yang kekal dan tidak pernah mati, dan kemudian akan menimpakan kepada mereka penderitaan yang tidak berbelas kasihan. Ia akan, dengan kata lain, sungguh-sungguh membuang mereka ke dalam api yang menyala selamanya, dan membuat mereka merasakan penderitaan itu dengan tidak berhenti, tidak pernah selesai, dan selama-lamanya. Penderitaan yang sangat gigih ini tidak lain adalah kebencian yang sangat gigih dari Allah. Apakah anda berpikir bahwa Allah tidak akan pernah melakukan hal demikian? Jangan lupa bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah!
Kasih Allah yang sangat hebat dan agung bagi kita, dengan menanggung derita kita, sudah menyelamatkan kita dari semua kutuk kita, segala dosa kita, dan semua penghukuman kita. Yang bisa menyelesaikan semua masalah anda adalah kasih sang Mesias. Memang, tidak ada yang lebih besar dibandingkan dengan kasih Mesias. Tanpa iman kepada Mesias ini, kasih Allah tidak akan bisa menjadi milik kita. Kasih ini diberikan kepada kita hanya oleh Allah, Dia yang sudah menjadi Mesias kita, dan sang Bapa yang mengutus Dia bagi kita. Allah Tritunggal yang Mahakuasa sudah mengasihi kita dengan cara demikian, dan sudah menyelamatkan kita dari segala dosa dan penghukuman. Inilah sebabnya kita harus percaya kepada Mesias, mengapa kita harus mengucap syukur kepadaNya, mengapa kita harus memuliakan Dia, dan mengapa kita harus merasa puas dengan iman kita kepada Mesias ini.
Betapa bersyukurnya kita bahwa Mesias sudah memberikan kepada kita Injil air dan Roh? Kalau ada orang yang tidak mengenal betapa tidak ternilainya kasih ini, yang tidak bisa digantikan oleh apa saja yang ada di dunia ini, ia pastilah orang yang paling bodoh dan bebal. Bagaimana hebatnya penderitaan dan kesakitan yang sudah diderita oleh Tuhan kita bagi kita? Karena kita begitu bersyukur atas kasihNya, meskipun kita tidak sempurna, kita masih berusaha untuk memakai sisa kekuatan kita untuk memberitakan Injil ini kepada orang-orang yang masih belum mengetahui tentang hal ini.
Untuk melakukan karya Allah yang demikian, kita juga harus menghadapi kesulitan dan penderitaan. Kita tidak bisa berusaha untuk maju sendirian. Kalau kita memang sudah diselamatkan dengan menerima kasih pengorbanan dan mengenakan kebenaran itu, kita juga harus membagikan kasih ini kepada orang-orang lain. Sama seperti Yesus Kristus menghadapi semua penderitaanNya untuk membuat dosa-dosa kita lenyap, bukan dengan kasih kedagingan, tetapi dengan kasihNya yang sejati, kita juga harus melakukan pekerjaanNya dengan iman, dengan rela menahan kesulitan, kesengsaraan, kebencian, penderitaan dan hinaan, kalau itu berarti bahwa orang lain juga akan menerima pengampunan atas dosa-dosa mereka. Kita harus menderita kebencian atas nama cinta. Jika Anda dan saya sudah sungguh menerima pengampunan dosa, maka saya percaya bahwa kasih seperti itu memang ditemukan di dalam hati kita.
Dan orang-orang yang dilahirkan kembali, yang sungguh-sungguh tahu siapa diri mereka sebelumnya dan betapa hebat serta kuat kasih keselamatan Yesus, menghasilkan buah. Orang-orang yang diselamatkan adalah pohon yang menghasilkan buah keselamatan, “Sebab dari buahnya pohon itu dikenal” (Matius 12:33). Sebelum anda diselamatkan, anda sepenuhnya tenggelam di dalam dosa anda, dan dengan itu tidak bisa mengeluh sama sekali kalau anda dimasukkan ke dalam neraka. Tetapi anda percaya bahwa Allah sudah menjadi Juruselamat anda dengan datang ke dalam dunia ini dalam rupa manusia dan mengalami kesengsaraan bagi anda, dan bahwa dengan penderitaan karena anda Ia sudah menyelamatkan anda dari dosa dan penghukuman anda. Dengan percaya demikian, anda sudah diselamatkan. Kalau memang anda menerima kasih ini, maka anda dan saya pasti memiliki hati yang berkehendak untuk hidup bagi orang lain.
Kalau seseorang tidak memiliki hati yang demikian, maka ia belum menerima pengampunan dosa. Atau tepatnya, orang itu hanyalah berpura-pura sudah menerima pengampunan dosa. 
Sama seperti Kristus menghadapi semua penderitaan dan sudah menyelamatkan kita dari segala dosa dan penghukuman karena Ia mengasihi kita, kalau kita memang sudah diselamatkan karena percaya kepada kasih ini, maka kasih ini juga akan ada di dalam hati kita. Mengapa? Karena Kristus sekarang ini hidup di dalam hati kita. Seperti Ia telah menanggung sengsara bagi kita dan sudah mengasihi kita, kita juga harus memiliki keinginan untuk hidup bagi orang lain dan menghadapi kesulitan bagi mereka. Karena kita yang sudah menerima pengampunan dosa tidak lagi memiliki dosa yang tersisa di dalam hati kita, hati kita semua sudah diubahkan, menjadi seperti hati Yesus Kristus. 
Saya bersyukur kepada Yesus yang datang ke dunia ini, yang dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di kayu Salib, yang menerima semua penderitaanNya bagi kita, dan yang kemudian menjadi Mesias yang sudah membebaskan kita dari segala dosa kita.