Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-11] (Yohanes 13:1-11) Kita Bukanlah Orang Yang Dibinasakan Karena Dosa-Dosa Kita 

(Yohanes 13:1-11)
“Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-muridNya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. Yesus tahu, bahwa BapaNya telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubahNya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggangNya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-muridNya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggangNya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepadaNya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Kata Petrus kepadaNya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kata Simon Petrus kepadaNya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.” Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.””
 

Semua Firman di dalam Alkitab adalah rahasia bagi para guru palsu yang belum dilahirkan kembali. Karena itu mereka berusaha untuk menafsirkan Firman Allah(Jahweh) dengan cara sendiri berdasar pemikiran manusia. Namun, mereka sendiri tidak yakin akan pengajaran mereka. Sebagai akibatnya, bahkan di antara mereka yang percaya kepada Yesus, banyak yang belum memiliki keyakinan akan keselamatan mereka. 
Mengapa bisa demikian? Hal itu adalah karena mereka mengatakan percaya kepada Yesus meski mereka belum secara jelas memahami Injil air dan Roh. Orang Kristen yang demikian berpikir bahwa mereka tidak akan dibinasakan karena mereka sudah percaya kepada Yesus. Tetapi mereka perlu menyadari bahwa dipandang dari sudut pandang alkitabiah, yang akan terjadi adalah bahwa mereka akan dibinasakan kecuali kalau kemudian mereka dilahirkan kembali dari air dan Roh. 
Secara umum dipercayai oleh banyak orang bahwa meskipun mereka tidak mengenal kebenaran, karena mereka percaya kepada Yesus secara buta, paling tidak mereka tidak akan mengalami kebinasaan. Namun, karena mereka tidak memahami Firman alkitabiah secara benar, mereka tidak akan bisa memahami dari Firman bahwa mereka percaya secara keliru, bahkan ketika mereka tidak diselamatkan secara benar. 
Jadi kalau ada orang yang menafsirkan Firman di dalam Alkitab secara langsung dan memunculkan doktrin mereka sendiri yang didasarkan kepada pemahaman mereka sendiri, maka orang-orang yang demikian, meskipun mereka percaya kepada Yesus, tidak akan bisa menerima pengampunan dosa dan akhirnya akan masuk ke dalam neraka karena dosa-dosa mereka. Dengan demikian, Alkitab bukanlah sesuatu yang bisa dibukakan dengan cara kita sendiri, tetapi haruslah menantikan kepada Allah(Jahweh) untuk memberikan kepada kita pemahaman kita melalui orang-orang kudus-Nya yang sudah dilahirkan kembali dengan Firman kebenaran. Kita juga harus menyadari bahwa semua Firman Allah(Jahweh) dijelaskan di dalam Injil air dan Roh. 
Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Yohanes 3:5). Mereka yang mengenal dan percaya kepada bagian ini dengan benar memang bisa dibebaskan dari dosa-dosa dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Yesus mengatakan bahwa hanya orang-orang yang hatinya sudah dibasuh dari dosa melalui percaya kepada Injil air dan Roh bisa masuk ke dalam Surga. Tetapi kalau ada orang yang tidak memiliki pemahaman akan Injil air dan Roh yang diberikan Tuhan—yaitu, kebenaran yang dinyatakan di dalam warna kain biru dan kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya di dalam Kemah Suci—mereka akan dibinasakan karena dosa-dosa mereka.
Bukankah sangat mengerikan apabila harus dibinasakan karena dosa-dosa kita meskipun kita sudah percaya kepada Yesus? Saya sangat sedih membayangkan bahwa meskipun saat ini ada banyak orang di dunia ini yang percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka, banyak di antara mereka yang tidak bisa menjawab dengan yakin kalau mereka sudah diselamatkan dari segala dosa-dosa mereka. Tidak keliru apabila dikatakan bahwa semua orang berdosa, biar bagaimanapun mereka mengaku percaya kepada Yesus atau tidak, tetap akan dibinasakan karena dosa-dosa mereka. Berapa banyak orang yang akan dibinasakan meskipun mereka sudah percaya kepada Yesus? 
Matius 7 mengatakan bahwa meskipun banyak yang percaya di dalam Tuhan akan mengatakan kepada Yesus kalau mereka sudah bernubuat, mengusir roh jahat, dan melakukan banyak mujizat di dalam nama-Nya, mereka masih tetap akan dibuang oleh-Nya. Yesus mengatakan bahwa Ia tidak akan pernah menerima mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Tuhan kita mengatakan bahwa tidak semua orang yang menyebut nama-Nya akan masuk ke dalam Surga. Demikianlah, Tuhan akan menolak mereka yang sudah salah paham terhadap Injil air dan Roh.
Tetapi banyak orang yang bahkan tidak menyadari kalau mereka sudah salah paham dan percaya dengan cara yang salah kepada Yesus, keadaan yang sangat menyedihkan Tuhan kita. Banyak sekali orang yang, tidak menyadari kenyataan bahwa Tuhan mencela mereka atas iman mereka yang cacat, sedang menuju kepada kebinasaan mereka sendiri. 
Itulah sebabnya hati kita berduka untuk orang Kristen nominal di jaman sekarang ini. Mereka percaya kepada Yesus tanpa memiliki kejelasan, belum bisa menjangkau definisi yang jelas dan alkitabiah dari Injil air dan Roh yang sejati itu. Inilah sebabnya begitu penting dan mendesak tugas bagi kita untuk memberitakan Injil air dan Roh kepada mereka semua.
Teramat sangat penting bagi kita semua untuk mengerti dan percaya kepada kebenaran Injil air dan Roh. Bagaimana, kemudian, kita bisa mengenal kebenaran Injil air dan Roh? Dengan mendengar, tentu saja, kepada pengajaran tentang Injil air dan Roh yang terdapat di dalam Firman Allah(Jahweh). Kita harus sungguh-sungguh mengenal dan percaya kepada Injil kebenaran dan disebut oleh Allah(Jahweh) sebagai orang-orang kudus-Nya. Dengan begitulah kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) dengan iman, menerima pengampunan dosa oleh iman, dan menjadi anak-anak-Nya sendiri oleh iman. 
Inilah sebabnya Kekristenan berpusat kepada keselamatan yang diterima karena iman. Agama dunia mengagungkan tindakan manusia sendiri. Tetapi kebenaran yang sejati mengatakan bahwa keselamatan diberikan oleh Allah(Jahweh), bukan pekerjaan manusia, sehingga tidak ada orang yang patut bermegah (Efesus 2:8-9). Kekristenan yang benar menunjuk kepada jalan untuk diselamatkan dari dosa dan masuk ke Surga hanya dengan mengenal dan percaya kepada Injil air dan Roh.
Bagian utama hari ini dari Yohanes 13 juga mengenai Injil air dan Roh. Mengetahui bahwa saatnya tiba bagi Dia untuk mati di Kayu Salib, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Ini terjadi tepat sebelum Hari Raya Paskah. Hari Raya Paskah adalah sesuatu yang sangat penting bagi orang-orang Yahudi. Itu adalah memperingati hari ketika bangsa Israel keluar dari Mesir dan diselamatkan dari perbudakan mereka, dan menjadi hari raya besar bagi orang-orang Yahudi. Jadi bangsa Israel mengingat Hari Raya Paskah dari Perjanjian Lama dan merayakannya sebagai peringatan dengan mengadakan upacara Paskah bersama-sama. 
Pada saat makan bersama, Yesus mengumpulkan murid-murid-Nya dan menceritakan kepada mereka sesuatu yang mengandung makna sangat penting. Dengan membasuh kaki murid-murid-Nya sebelum Ia mati di atas Kayu Salib, Ia ingin mengajar kepada mereka kebenaran yang sudah membasuh dosa-dosa tindakan mereka. Dengan datangnya Hari Raya Paskah, Yesus tahu bahwa Ia akan ditangkap sebagai Anak Domba Paskah, disalibkan, mati dan bangkit kembali dari kematian. Jadi Yesus berusaha mengajar murid-murid-Nya bahwa sebagai Anak Domba korban, Ia sudah menghapuskan dosa-dosa tindakan mereka. Dengan kata lain, Ia membasuh kaki murid-murid-Nya untuk memberikan kepada mereka pengajaran yang sangat penting sebelum mati di atas Kayu Salib.
 

Alasan Mengapa Tuhan Membasuh Kaki Petrus
 
Mari kita melihat apa yang dikatakan Yesus ketika Ia mau membasuh kaki murid-murid-Nya dan kemudian Petrus menolak, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku” (Yohanes 13:8). Betapa penting dan menakutkannya perkataan ini? Namun, Yesus sungguh-sungguh ingin mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang iman yang bagaimana yang diperlukan untuk membasuh dosa-dosa tindakan mereka, dan betapa pentingnya bagi murid-murid-Nya dan bagi Dia sendiri bahwa Ia harus membasuh kaki mereka sebelum Ia mati di atas Kayu Salib. 
Lalu Yesus berdiri sesudah makan, menanggalkan jubah-Nya, mengambil kain lenan dan mengikat pinggang-Nya, kemudian menuangkan air ke dalam sebuah basi dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya. Kemudian tiba saatnya giliran Petrus, tetapi Petrus tetap saja menolak. Ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Petrus begitu terkejut bahwa Yesus mau membasuh kakinya. Karena ia sudah percaya kepada Yesus dan melayani Dia sebagai Anak Allah(Jahweh), sangat sulit untuk dia menerima keadaan yang sangat membingungkan itu. Inilah sebabnya Petrus bertanaya bagaimana mungkin Tuhan mau membasuh kakinya, dan berpikir bahwa kalau ada orang yang perlu membasuh kaki, maka itu adalah Petrus yang membasuh kaki Tuhan, dan bahwa sangat tidak patut dan tidak sopan bagi dia untuk membiarkan Tuhan membasuh kakinya. Jadi dalam keterkejutan itu, Petrus berkata, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” dan menolak untuk dibasuhkan.
Yesus mengatakan di dalam ayat 7, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Ini artinya, “Engkau tidak tahu mengapa Aku melakukan ini. Tetapi setelah Aku mati di Kayu Salib, bangkit dari kematian dan naik ke Surga, engkau akan menyadari alasan mengapa Aku membasuh kakimu.” Dan kemudian Yesus berkata dengan tegas, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.” Kalau Yesus tidak membasuh kaki Petrus, Petrus dan Yesus tidak akan memiliki hubungan apapun. Tidak mendapat bagian di dalam Yesus berarti tidak memiliki hubungan dengan Dia, dan karena itu Petrus tidak memiliki pilihan lain kecuali menjulurkan kakinya di hadapan Yesus. Yesus kemudian membasuhkan kaki Petrus ke basi, lalu membasuh kakinya dengan kain lenan itu.
Ketika Tuhan berkata kepada Petrus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku,” Petrus, karena terkejut, kemudian mengatakan, “Kalau demikian basuh lebih banyak lagi supaya aku mendapat bagian di dalam engkau. Basuhlah tanganku, kepalaku dan seluruh tubuhku!” Ketika mendengarnya, Yesus kemudian mengatakan, “Orang yang sudah mandi hanya perlu membasiuuh kakinya. Dia sudah bersih. Engkau sudah bersih, tetapi tidak semua kamu bersih.”
Yesus sering mengatakan sesuatu yang membuat orang sesaat mereka bingung dan tidak mengerti. Karena tidak memahami apa yang dikatakan oleh Yesus, mereka kemudian salah paham, salah percaya, dan ada juga yang melakukan hal-hal yang aneh. Mereka yang belum menerima pengampunan dosa karena tidak percaya kepada Injil air dan Roh tidak akan bisa dengan benar memahami apa yang dikatakan Yesus kepada Petrus di sini. Mengapa? Karena mereka yang tidak memiliki Roh Kudus tidak akan bisa memahami makna yang sebenarnya dari Firman Allah(Jahweh). 
Tidak setiap orang bisa memahami kebenaran yang dinyatakan di dalam Alkitab, meskipun ia adalah seorang yang sangat jenius dan pintar dengan kecerdasan duniawi. Kalaupun orang-orang itu memahami dengan jelas Firman di dalam Kitab Suci dalam arti secara literal, kalau mereka tidak memahami kebenaran air dan Roh, mereka tidak akan bisa menyusun semua kebenaran itu menjadi satu dan kemudian menemukan jenis iman yang bagaimana yang sungguh-sungguh bisa membasuh dosa-dosa tindakan mereka meskipun bagaimana kerasnya mereka berjuang. 
Tuhan mengatakan, “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua” (Yohanes 13:10). Bagian ini adalah bagian yang sangat sulit untuk dipahami oleh banyak orang Kristen jaman ini, karena tidak bisa meyakinkan diri mereka mengenai apakah mereka sudah ditebus dari dosa tindakan mereka atau belum. Sebenarnya, mereka menganggap bahwa bagian ini merupakan dasar dari doktrin mengenai doa pertobatan, yang disebut sebagai salah satu doktrin ortodoks di dalam Kekristenan. 
Mereka menafsirkan bagian ini demikian: “Sekali kita percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat kita, maka kita diampuni dari segala dosa termasuk dosa asal kita. Tetapi, karena kita memiliki banyak kelemahan dan tidak mungkin tidak melakukan dosa setiap hari, dan dengan itu menjadi orang berdosa lagi, kita harus meminta pengampunan Allah(Jahweh) untuk bisa ditebuskan dari dosa-dosa tindakan ini. Dengan melakukannya, kita bisa dibasuh dari dosa-dosa kita, dan memulihkan hubungan kita dengan Dia kembali.”
Tidak mungkin! Bisakah anda sungguh-sungguh dibasuhkan dari dosa-dosa tindakan anda dengan menaikkan doa-doa pertobatan? Bagaimana dengan dosa-dosa yang mungkin tidak bisa anda mintakan doa pengampunannya karena kecerobohan anda? Bagaimana dosa-dosa itu kemudian bisa diampuni?
Gereja, tubuh Allah(Jahweh), pada kenyataanya adalah persekutuan dari orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan kita. Jadi ketika Yesus mengatakan bahwa tubuh sudah bersih sepenuhnya, tetapi tidak semua murid-murid-Nya bersih, Ia mengatakan ini dengan menunjuk kepada Yudas yang tidak percaya kepadaNya. Itu adalah karena Ia tahu bahwa Yudas tidak percaya kepada-Nya sehingga Ia mengatakan, “tidak semua kamu.”
Kita harus percaya bahwa Tuhan sudah membasuh segala dosa kita sekaligus dengan Injil air dan Roh, kebenaran yang paling utama di dalam Alkitab. Jadi kalau kita tidak bisa memahami kunci yang paling utama di dalam Firman Allah(Jahweh) dan berusaha memahami Firman Allah(Jahweh) dengan cara kita sendiri, kita akan jatuh ke dalam kesalahan yang sangat besar. Bahkan sampai sekarang, banyak orang, yang karena jatuh kedalam kesalahan yang besar, kemudian meninggalkan semua milik mereka dan bahkan menjadi martir ketika mereka bahkan tidak percaya kepada Yesus secara benar, tetapi pada akhirnya, mereka akan dibinasakan karena dosa-dosa mereka.
 

Alasan Mengapa Yesus Membasuh Kaki Mereka 
 
Mengapa Petrus mendapat bagian di dalam Yesus hanya kalau Yesus membasuh kakinya? Alasannya adalah karena Yesus bisa menjadi Juruselamat Petrus yang sejati hanya kalau Ia membasuh semua dosa-dosa seluruh kehidupannya. Yesus datang ke dunia ini, menanggung semua dosa manusia melalui baptisan yang diterima-Nya dari Yohanes, mati di atas Kayu Salib, bangkit dari kematian, dan dengan itu membasuhkan dosa-dosa Petrus dan semua dosa murid-murid-Nya sekali untuk selamanya. Yesus mau menanamkan kebenaran ini di dalam pikiran mereka. Tetapi karena murid-murid sudah berpikir bahwa pembasuhan-Nya kaki mereka sebagai urusan etika, mereka tidak tahu apa alasan mengapa Yesus membasuh kaki mereka.
Mereka harus menyadari bahwa bukan hanya dosa-dosa sekarang ini saja tetapi dosa-dosa di masa yang akan datang yang akan mereka lakukan kemudian juga mengancam akan membunuh mereka secara rohani. Jadi mereka harus menyadari bahwa bahkan dosa-dosa yang akan mereka lakukan di masa yang akan datang sudah ditanggungkan kepada Yesus dengan iman. Karena Petrus tidak akan mendapat bagian di dalam Yesus kecuali hal itu terjadi, Petrus harus menyadari pelajaran besar tentang Yesus membasuh kaki mereka dan juga kaki murid-murid lainnya. Yesus harus mengajarkan kepada Petrus kebenaran bahwa dengan dibaptiskan, Ia sudah membasuh “setiap dan segala dosa” yang dilakukan oleh Petrus dari kelemahan dan kekurangannya. Inilah sebabnya Yesus harus membasuh kaki Petrus, dan Petrus harus membiarkan kakinya dibasuhkan oleh Yesus. Petrus bisa memiliki bagian di dalam Yesus hanya kalau ia percaya bahwa semua dosa-dosa yang dilakukan olehnya sepanjang masa kehidupannya yang diakibatkan oleh kelemahan dan kekurangannya juga sudah dibasuh sekali untuk selamanya ketika Yesus dibaptiskan oleh Yohanes.
Kita bisa memahami kebenaran air dan Roh dengan mendengar Firman Allah(Jahweh). Dengan mengerti dan percaya kepada Firman Injil air dan Roh yang sudah menebus segala dosa kita sehingga kita bisa dibasuhkan dari segala dosa tindakan kita juga. Yesus mengatakan, “Barangsiapa sudah mandi hanya perlu membasuh kakinya.” Karena Yesus sudah membasuh segala dosa kita dan menjadikan kita bersih, mereka yang percaya kepada hal ini adalah orang-orang yang sudah ditebus dari segala dosanya. 
Yesus Kristus sesungguhnya sudah membasuh segala dosa dengan dibaptiskan di Sungai Yordan dan menanggung segala dosa kita. Dan dengan naik ke atas Kayu Salib, disalibkan, mencurahkan darah-Nya, mati, dan bangkit kembali dari kematian, Ia sudah menjadi Juruselamat kita yang kekal. Dengan baptisan yang diterima-Nya dan darah di Kayu Salib, Tuhan sudah menjadi Juruselamat kita yang sempurna. Dengan demikian, melalui Injil air dan Roh, Tuhan kita sudah memampukan kita dan semua yang percaya kepada-Nya untuk dibasuh dari segala dosa mereka sekaligus dengan iman. 
Mereka yang memahami kebenaran ini dan mempercayainya bisa secara sempurna ditebus dari dosa tindakan mereka juga. Dipandang dari kacamata Allah(Jahweh), sangat benar bahwa semua manusia sudah dibasuhkan dari segala dosa dengan tindakan kebenaran Yesus. Semua yang harus dilakukan adalah untuk sungguh-sungguh dibasuhkan dari segala dosa kita adalah menerima anugerah ini secara cuma-cuma dengan memiliki iman kepada Injil air dan Roh. Bukankah demikian kenyataannya? Tentu saja demikian! Dengan iman kita yang percaya kepada kebenaran ini, kita sudah menjadi orang yang sudah dibasuhkan.
Yesus mengatakan bahwa mereka yang sudah dibasuhkan hanya perlu membasuh kaki mereka, karena meskipun kita melakukan dosa setiap hari dari segi kita, Yesus sudah membasuh segala dosa ketika Dia dibaptiskan dan telah sepenuhnya menyelamatkan kita. Dengan dibaptiskan, Yesus telah membasuhkan dosa-dosa sepanjang hidup kita, dan dengan menegaskan ini setiap hari dari segi kita kemudian kita bisa menyelesaikan masalah dosa tindakan kita. 
Inilah yang dikatakan oleh bagian ini kepada kita. Kenyataannya adalah bahwa meskipun mereka yang sudah menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada Injil air dan Roh—yaitu, Yesus menerima segala dosa melalui baptisan yang diterimaNya dari Yohanes, mati di Kayu Salib ketika menanggung dosa-dosa dunia, dan bangkit kembali dari kematian—masih menjalani kehidupan mereka dan melakukan dosa, karena mereka juga memiiliki daging. Namun, Allah(Jahweh) sudah menanggung bahkan dosa tindakan yang dilakukan manusia pada tiap-tiap harinya setelah percaya kepada Yesus, karena Ia berkuasa.
Melampaui waktu, sejak kekekalan sampai kekekalan, Allah(Jahweh) sudah sekaligus menggenapi karya yang sudah menghapuskan segala dosa manusia ini. Demikianlah, Yesus menerima segala dosa sepanjang kehidupan kita melalui Yohanes setelah Ia dibaptiskan, mati di Kayu Salib ketika menanggung semuanya, bangkit kembali dari kematin, dan dengan itu sudah membasuhkan segala dosa kita. Meskipun sudah demikian, bagaimana kepercayaan kita? Meskipun percaya kepada kebenaran ini, setiap hari kita masih mengalami masalah dengan dosa yang kita lakukan di dalam hidup kita dan kelemahan kita. 
Itulah sebabnya kita harus meneguhkan, dengan iman kita, kebenaran bahwa Yesus menanggung segala dosa yang kita lakukan sepanjang masa kehidupan kita ketika kita berjalan di atas bumi ini. Dengan dibaptiskan, Yesus sudah membasuhkan dosa-dosa dunia sekaligus, tetapi kita harus meneguhkan kebenaran ini dengan iman kita hari lepas hari, waktu demi waktu.
Sebagaimana Petrus, untuk tetap menyatu dengan Yesus oleh iman, harus ingat bahwa Yesus sudah membasuh kakinya, maka bagi kita supaya tetap ada di dalam keselamatan-Nya, kita, juga, harus meneguhkan setiap hari kebenaran bahwa Ia sudah menghapuskan segala dosa kita dengan baptisan dan darahNya di Kayu Salib. Tetapi orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran ini tidak bisa dibasuh dari dosa-dosa mereka sampai selaamanya. Mereka yang belum dibasuh dari segala dosa mereka dengan tidak percaya kepada Injil air dan Roh adalah orang-orang yang tidak memiliki bagian di dalam Yesus. Meskipun mereka setiap hari tiada hentinya berusaha untuk membasuh segala dosa mereka, dosa-dosa mereka tidak dibasuhkan, karena dosa-dosa yang mereka coba untuk basuh dengan menaikkan doa-doa pertobatan bukanlah dosa-dosa yang ringan. Setiap dosa akan diikuti oleh penghakiman dari Allah(Jahweh) yang mengerikan. 
Dengan demikian, mereka yang berusaha untuk membasuh dosa-dosa mereka dengan doa pertobatan mereka sendiri, dan bukannya membasuhnya dengan percaya kepada Injil air dan Roh, akan mengalami dan menyadari bahwa bahkan dosa-dosa mereka yang kecil sekalipun tidak dibasuhkan. Bisakah kita membasuh dosa-dosa kita dengan menaikkan doa-doa pertobatan yang demikian setiap hari? Bahkan kalaupun kita sendiri percaya bahwa kita sudah membasuh dosa-dosa kita dengan doa-doa pertobatan ini, dosa-dosa ini akan tetap tinggal seutuhnya. 
Hanya mereka yang sudah dibasuh keseluruhan tubuhnya dengan percaya kepada Injil air dan Roh bisa memenuhi syarat untuk membasuh kaki mereka saat mereka menghidupi kehidupan mereka, dan hanya mereka yang mengenakan anugerah yang memampukan mereka untuk dibasuh dari dosa-dosa mereka dengan iman setiap hari dan dengan itu bisa memelihara kemurnian mereka sampai selamanya.
Dengan dibaptiskan, Yesus menanggung semua dosa tindakan kita sekaligus. Dengan demikian kita percaya bahwa dengan baptisan-Nya, Yesus juga menanggung segala dosa yang kita lakukan karena kelemahan kita sepanjang kehidupan kita, dan bahwa Ia menanggung semua kutuk atas dosa-dosa itu juga. Yesus mengatakan, dengan kata lain, bahwa tidak perlu lagi ada yang tersandung atau mati atau jatuh ke dalam kelemahan kita sendiri.
Sesudah Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya, yang tersisa bagi Dia adalah untuk mati di Kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan naik ke Surga. Yesus tidak perlu lagi berada di sisi murid-murid-Nya, tetapi sebagaimana Firman yang tertulis, Ia akan berada di sebelah kanan tahta Allah(Jahweh) Bapa. Dan Ia akan datang kembali lagi. 
Tetapi kalau Yesus telah mati di Kayu Salib tanpa mengajarkan kepada murid-murid-Nya mengenai hal ini, bagaimana mereka bisa tetap ada di dalam bumi ini dan memberitakan Injil air dan Roh? Murid-murid Yesus akan tetap menjalani kehidupan sambil tetap melakukan dosa tindakan, karena mereka lemah dan penuh kekurangan, dan tidak memahami apa yang harus dilakukan ketika mereka melakukan dosa iri hati, tamak atau benci, mereka tidak akan bisa hidup oleh iman. Bagaimana kemudian mereka bisa memberitakan Injil kepada orang-orang lain? Mereka tidak bisa melakukan hal itu. Inilah sebabnya Yesus memang harus memberitahukan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia sudah membasuh dosa-dosa mereka semua, dan inilah sebabnya Ia membasuh kaki mereka.
 

Sebagaimana Pengampunan Dosa yang Dinyatakan di dalam Kemah Suci 
 
Ketika kita membuka dan masuk ke dalam gerbang pelataran Kemah Suci, kita akan terlebih dahulu melihat mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan. Pelajaran yang pertama yang bisa kita tarik dari Kemah Suci untuk kehidupan iman kita adalah bahwa kalau kita melakukan dosa di hadapan Allah(Jahweh), penghukuman atas dosa sudah menanti kita. Kehidupan iman kita, sebagaimana yang juga digambarkan oleh mezbah korban bakaran, pada dasarnya dimulai dengan penghukuman atas dosa dan maut. Kita harus dihukum di hadapan Allah(Jahweh) karena dosa-dosa kita, tetapi Tuhan datang ke bumi ini untuk menanggung dosa-dosa kita. 
Sebagaimana korban persembahan di dalam Perjanjian Lama menerima kelemahan orang berdosa dengan penumpangan tangan, mencurahkan darahnya dan mati, dan dagingnya diletakkan di mezbah korban bakaran dan dibakar habis dengan api, dengan itu sebagai pengganti menerima penghukuman bagi kelemaan orang-orang berdosa dengan menerima penghakiman api, demikian juga yang dilakukan Yesus bagi kita. Bukannya kita yang mati, Yesus menerima penumpangan tangan dari Yohanes, mencurahkan darah-Nya dan mati di Kayu Salib, dan dengan itu membayar hutang dosa-dosa kita dengan kematian-Nya sendiri.
Kita melakukan dosa setiap hari, dan kita akan senantiasa melakukan dosa sampai kita mati. Anda dan saya adalah orang-orang yang tidak bisa tidak kecuali mati untuk dosa-dosa kita. Tetapi untuk menyelamatkan orang-orang seperti kita dari dosa-dosa dan penghukuman kita, Tuhan meninggalkan tahta kemuliaan Surga dan datang ke bumi ini, menanggung segala dosa kita dengan menerima baptisan dari Yohanes ke atas tubuh-Nya, memberikan tubuh-Nya di Kayu Salib, disalibkan, dan mencurahkan darah-Nya yang berharga, bangkit dari kematian, dan dengan itu sudah menjadi Juruselamat kita yang sejati. Dengan memahami dan menyadari hukum maut, bahwa kita harus dikutuk dan mati bagi dosa-dosa kita, adalah titik awal dari iman. 
Hanya orang-orang yang memahami dan percaya bahwa mereka harus mati bagi dosa-dosa mereka maka orang itu bisa mencuci pembasuhan dosa dan menerima pengampunan dosa dengan menanggungkan segala dosa merek kepada Yesus dengan iman. Iman yang sejati dimulai dengan kepercayaan yang demikian. Dan kita yang memulai dari kepercayaan ini sudah menjadi utuh dengan menegaskan iman kita bahwa Yesus Kristus sudah menghapuskan segala dosa yang kita lakukan setiap harinya dan membasuh bahkan dosa-dosa yang akan kita lakukan di masa yang akan datang. 
Bahkan Imam Besar dan anak-anaknya di Kemah Suci memberikan juga korban bakaran mereka setiap pagi dan sore. Mereka secara tetap membawa korban persembahan mereka, menumpangkan tangan mereka ke atas kepala korban itu, mengambil darahnya, dan mempersembahkannya kepada Allah(Jahweh). Inilah sebabnya mengapa tidak ada kursi di dalam Kemah Suci. Mereka, dengan kata lain, terus memberikan korban senantiasa sampai mereka tidak punya waktu untuk duduk dan beristirahat. Demikian juga, kita adalah orang-orang yang senantiasa melakukan dosa dan tidak bisa menghindar dari penghukuman-Nya bagi dosa-dosa itu, tetapi Yesus Kristus sudah sepenuhnya mengampuni kita dari segala dosa kita dengan baptisan yang diterima-Nya dan pencurahan darah-Nya. 
Kita harus memulai iman kita dengan kepercayaan bahwa kita tidak bisa tidak selalu mati bagi dosa-dosa kita. Untuk orang-orang seperti kita, Yesus datang ke bumi ini dan menanggung segala dosa kita sekali untuk selamanya dengan dibaptiskan. Sesudah menanggung segala dosa kita melalui baptisan-Nya, Yesus Kristus kemudian membawa segala dosa itu ke Kayu Salib dan membayar upah bagi dosa-dosa itu dengan pencurahan darah-Nya dengan memberikan hidup-Nya sendiri. Dan dengan bangkit kembali dari kematian, Ia sudah menajadi Juruselamat kekal kita.
Roma 6:23 menegaskan, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Kita sebenarnya adalah orang yang sungguh-sungguh harus mati karena dosa-dosa kita, tetapi Yesus Kristus sudah menyelamatkan kita secara sempurna. Dengan kata lain, dengan dibaptiskan, mati di Kayu Salib, dan bangkit dari kematian, Tuhan kita sudah memberikan kepda kita pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Apakah anda percaya kepada hal ini? Dari sinilah iman itu dimulai.
Tetapi entah karena apa, bukankah anda juga pernah berpikir, “Aku tidak bisa lagi mengikut Yesus karena terlalu banyak kelemahan.”? Pernahkah anda berpikir bahwa anda terlalu kotor dan terlalu duniawi, dan bahkan setelah anda percaya kepada Injil air dan Roh, apakah masih terlalu berat bagi anda untuk terus maju? Inilah iman yang akan mengembalikan kita kepada kebinasaan.
Mari kita membuka Ibrani 10:36-39: “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatanganNya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.” Itu adalah dikatakan bahwa kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa. Mereka yang percaya kepada kebenaran ini sudah dianiaya, dihina, dan menghadapi berbagai macam kesulitan. Tetapi warisan Surga, yang tidak akan pernah berlalu sampai selamanya, menantikan kita. Segala hal di Surga menantikan kita sebagai pemilik.
Ibrani 10:34-35 mengatakan, “Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.” Ini benar sekali. Bagi anda dan saya yang percaya kepada Injil air dan Roh, warisan Surga yang kekal menantikan kita. Allah sudah memberikan Surga sebagai anugerah warisan-Nya kepada mereka yang sudah menerima pengampunan dosa. 
Inilah sebabnya Ia mengatakan agar kita jangan sampai meninggalkan keyakinan kita kepada janji-Nya. Dengan memahami bahwa kita akan menerima upah yang besar untuk iman kita, kita jangan sampai mengundurkan diri kepada kebinasaan, tetapi kita harus semakin menguatkan iman kita dan tidak membuang keyakinan kita. Kita harus memiliki iman yang percaya kepada Injil air dan Roh, kebenaran yang sejati, berjuang di dalam peperangan rohani sampai akhir, menyelamatkan jiwa-jiwa dan menang.
Kita orang-orang kudus harus sungguh-sungguh memiliki iman yang percaya kepada Injil air dan Roh ini. Kita harus memiliki iman ini, bahwa bahkan meskipun kita begitu lemah dan melakukan dosa setiap hari sepanjang kita hidup di bumi ini, Tuhan masih menyelamatkan kita sepenuhnya dengan dibaptiskan oleh Yohanes dan mencurahkan darah-Nya di kayu Salib bagi kita. Dengan iman inilah kita bisa memiliki keyakinan yang besar dan menjalani kehidupan kita di dalam kebenaran sampai akhir dunia. Kita harus menghadap Allah(Jahweh) dengan iman, bertanding di dalam pertandingan iman dengan Injil yang benar ini, memberitakan Injil, dan menjalani kehidupan kita dengan melayani Injil. Inilah sebabnya Alkitab mengatakan kepada kita, “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ibrani 10:36). 
“Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya. Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup” (Ibrani 10:38-39). Kita yang hidup oleh iman di dalam Injil air dan Roh, adalah orang-orang yang juga bisa menyelamatkan orang lain dari segala dosa. Kalau ini yang terjadi, sesudah memiliki iman yang bisa menyelamatkan orang lain dari segala dosa, bagaimana mungkin kita akan mengundurkan diri kepada kebinasan lagi? Kalau kita tidak senantiasa memandang ke depan kepada Injil air dan Roh, maka iman kita akan turun dan kita akhirnya akan jatuh ke rawa kematian dan mati sepenuhnya. Sesudah menerima pengampunan dosa, tugas kita sekarang adalah terus melanjutkan perjalanan dengan iman kita mengikuti kehendak Allah(Jahweh), tidak jatuh ke dalam kelemahan kita, tetap di mana kita berada di tempat kita, dan mengakhiri kehidupan dengan mati.
Kita yang percaya kepada Injil air dan Roh bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri kepada kebinasaan. Kita adalah orang-orang yang memiliki iman yang juga bisa menyelamatkan jiwa orang lain. Kalau kita adalah orang-orang yang demikian, bagaimana mungkin kita hanya akan berpangku tangan dan mati karena kelemahan kita? Kita tidak boleh demikian. Mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri kepada kebinasaan. Tidak peduli bagaimanapun kurang dan lemah mungkin anda, kita adalah orang-orang benar yang menjalani kehidupan iman kita dengan keyakinan yang besar di dalam Injil air dan Roh. 
Anda dan saya harus berpikir tentang dari mana mulanya iman kita, keluar dari kebinasaan dan hidup oleh iman. Pada dasarnya, kita dulu adalah orang yang tidak bisa lain kecuali mati, tetapi dengan percaya kepada Injil air dan Roh, Injil yang melaluinya Tuhan kita sudah menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa, kita sudah menerima kehidupan kekal kita. 
Dengan kata lain, karena kita memulai iman kita dengan sepenuhnya mengakui kelemahan, kekurangan, ketidakmampuan dan kejahatan kita yang 100 persen, ketika kita, sesudah menerima pengampunan dosa, berjalan di bumi ini sambil melakukan dosa, kita tidak akan menang kecuali kalau kita menanggungkan segala dosa kita kepada Yesus Kristus dengan percaya kepada Injil air dan Roh dan membasuhkan semuanya dengan iman kepada baptisan-Nya. Inilah sebabnya kita harus paham dengan pasti bahwa kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri kepada kebinasaan, dan sungguh-sungguh menghidup kehidupan kita oleh iman.
Kadangkala, terikat oleh keadaan dan lingkungan kita sendiri, kita bisa saja jatuh ke dalam berbagai pencobaan dan kesulitan, dan karena kita lemah, kehidupan iman kita juga kelihatanya runtuh, tidak bisa terus bertumbuh. Tetapi kita tidak mati. Untuk mengajar mengenai hal ini kepada Petruslah maka Dia mengatakan, “Kalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.” Yesus menghapuskan segala dosa Petrus. Sama seperti pada saat Tuhan dibaptiskan dan menanggung segala dosa yang dilakukan oleh Petrus seumur hidupnya, mati di atas kayu Salib, bangkit dari kematian, dan dengan itu menyelamatkannya, Tuhan juga sudah menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa dan penghukuman kita. 
Kalau Dia tidak melakukan hal itu, bagaimana anda dan saya bisa mendapat bagian di dalam Yesus? Kalau bukan karena Injil air dan Roh, bagaimana kita bisa diselamatkan dari segala dosa kita dan menuntun orang lain untuk diselamatkan juga? Kita tidak bisa melakukan hal itu kalau bukan karena Injil air dan Roh. Kebenaran inilah yang ingin diajarkan Yesus kepada Petrus. 
Anda dan saya sudah mendengar dan memahami pengajaran ini, tetapi bagaimana sebenarnya keadaan kita? Bukankah kita sering merasa tertekan di dalam jiwa kita karena kekurangan kita? Apakah kemudian kita jatuh ke dalam kelemahan kita atau tidak? Karena kita melihat bahwa kita begitu banyak kekurangan dan lemah, kita mudah untuk jatuh ke dalam rasa benci kepada diri kita sendiri. Mungkin anda bahkan pernah mengatakan kepada diri anda sendiri, “Bagaimana saya bisa mengikuti Yesus sampai akhir? Saya lebih baik berhenti mengikuti Dia sampai di sini saja! Saya yakin Tuhan juga menghendaki agar saya berhenti dari Gereja-Nya.” Kalau bukan karena injil baptisan yang diterima Yesus, kita juga akan berakhir kepada kebinasaan kekal.
Percaya kepada kebenaran yang mengatakan bahwa, bahkan meskipun anda dan saya pada dasarnya tidak memiliki pilihan lain kecuali mati untuk dosa-dosa kita, Tuhan kita sudah membebaskan kita dari dosa-dosa dan penghukuman kita. Bahkan kalau daging kita menjadi terlalu lemah dan kita tidak bisa tidak melakukan dosa bahkan setelah menerima pengampunan, kita tetap harus mengakui keselamatan yang sempurna dan kekal yang disempurnakan oleh Yesus melalui baptisan yang diterima-Nya dan pencurahan darah-Nya. 
Anda dan saya harus mengakui iman kita, “Pada dasarnya, saya tidak bisa tidak mati untuk dosa-dosa saya. Itu yang sesungguhnya. Tetapi bukankah Tuhan datang ke bumi ini untuk saya dan menanggung segala dosa yang saya tanggungkan kepada-Nya melalui baptisan-Nya? Dan bukankah Dia sudah mati di atas kayu Salib? Bukankah Dia bangkit kembali dari kematian, dan bukankah Dia sekarang hidup? Karena dosa-dosa saya sudah ditanggungkan kepada Yesus Kristus, tidak peduli bagaimanapun kelemahan saya dinyatakan, saya masih tetap tidak berdosa. Dengan demikian saya bukanlah orang yang mengundurkan diri kepada kebinasaan dan kematian.” Dengan percaya secara demikian, kita harus menyingkirkan kelemahan kita.
Bahkan kalau kita memiliki kelemahan lagi di hari esok, dengan percaya kepada baptisan yang diterima Yesus di dalam Injil air dan Roh, kita bisa senantiasa menyingkirkan kelemahan kita. Dengan iman kita, kita harus menyingkirkan kematian dan kutuk rohani yang mendatangi kita karena kelemahan kita.
Kita harus merenungkan kebenaran ini sesering mungkin, dan mengatakan, “Tuhan sudah menyelamatkan saya. Karena segala dosa saya ditanggungkan kepada Tuhan, apakah saya masih memiliki dosa atau tidak? Tentu saja tidak lagi!” Dengan percaya demikian, kita bisa menyingkirkan kelemahan dan dosa-dosa kita, menegaskan Injil air dan Roh sekali lagi, dan meneguhkan kenyataan bahwa kita sudah diselamatkan sempurna dengan iman. Demikianlah kita bisa datang kepada Allah(Jahweh) setiap hari.
 

Segala dosa Lenyap Ketika Yesus Dibaptiskan 
 
Saudara dan saudari, bagaimanakah pentingnya Firman yang disampaikan oleh Yesus kepada Petrus dan murid-murid-Nya yang lain? Dia mebasuh kaki mereka untuk membuat mereka berdiri teguh di dalam Injil air dan Roh bahkan sesudah masa kematian-Nya, khususnya ketika mereka akan jatuh ke dalam kelemahan mereka. Kalau Yesus tidak membasuh kaki Petrus dan murid-murid lainnya, apa yang akan terjadi kepada murid-murid itu sesudah Yesus mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian setelah tiga hari, dan naik ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh)? Bagaimana kemudian para murid membereskan kelemahan mereka sendiri ketika semua dinyatakan? Mereka harus membereskannya di dalam iman yang percaya kepada baptisan yang diterima Yesus, dan kalau mereka tidak mempercayainya, akan menjadi sulit bagi mereka untuk membereskan kelemahan mereka.
Kita harus menyelesaikan masalah kelemahan kita dan dosa-dosa tindakan kita dengan iman yang memahami dan percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, pelayanan yang dilakukan Yesus. Kalau Yesus tidak mengajarkan kepada murid-murid-Nya mengenai kuasa baptisan yang diterima-Nya, murid-murid-Nya juga akan menjadi kecewa dan mati secara rohani. Mereka tidak akan memiliki kekuatan untuk memiliki iman untuk menyerahkan seluruh kehidupan mereka kepada Injil, membaktikan kehidupan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa lain, dan, pada akhirnya, bahkan menjadi martir, dan mereka kemudian pada akhirnya akan gagal mempertahankan iman mereka dan menjadi putus asa. 
Tetapi menurut tradisi lisan yang diturunkan kepada kita, dikatakan bahwa keduabelas murid Yesus semuanya memberitakan Injil dan mereka semua menjadi martir. Di antara kedua belas murid Yesus, nama murid yang paling ragu adalah Tomas. Tetapi bahkan Tomas ini juga pergi ke India dan menjadi martir di sana.
Dimana, kemudian, iman yang memampukan semua murid-murid-Nya untuk menjadi martir? Iman ini penuh dengan keyakinan, bahwa Yesus menanggung segala dosa seumur hidup mereka dengan dibaptiskan, bahwa mereka sudah sepenuhnya bersih karena segala dosa mereka sudah ditanggungkan kepada Yesus, dan bahwa mereka sudah sepenuhnya menjadi anak-anak Allah(Jahweh) sendiri dan akan mewarisi Kerajaan—semuanya itu karena mereka memiliki iman ini sehingga mereka bisa mengabarkan Injil air dan Roh di atas bumi ini dan pergi ke tempat kemana Allah(Jahweh) memanggil mereka. Kita semua, dengan kata lain, juga bisa menjadi martir dengan iman ini kalau Allah(Jahweh) menghendaki.
Ketika Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali di luar pengadikan Pilatus, Dia sampai kepada kesadaran mengenai apa yang dikatakan Yesus ketika Dia mengatakan kepadanya, “Kalau Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak akan memiliki bagian di dalam Aku.” Sesudah Yesus naik ke Surga, Petrus dan murid-murid Yesus yang lain juga menyadari mengapa Yesus membasuh kaki mereka, dan percaya kepada hal itu serta mengabarkan Injil air dan Roh dengan keyakinan penuh. 
Orang Kristen jaman ini, kalau mereka tidak mengenal kebenaran yang terkandung di dalam baptisan Yesus, juga akan menemukan kesulitan menjalani kehidupan iman mereka dan akhirnya berhenti percaya kepada-Nya. Kalau kita terikat oleh kelemahan kita, hati nurani kita akan dicemarkan karena ketidakmampuan kita menyelesaikan masalah ini, dan karena hati nurani kita dicemarkan, kita tidak akan bisa lagi datang ke gereja. Ini benar untuk semua anggota Gereja-Nya, bahkan untuk anak-anak kita. 
Saudara dan saudara, kalau anda terikat oleh dosa, bisakah anda menyembah Allah(Jahweh)? Saat ini, bahkan mereka yang belum dilahirkan kembali pergi ke gereja, menaikan doa pertobatan karena dosa-dosa mereka, dan menyembah Allah(Jahweh), dan mereka melakukannya karena mereka percaya kepada Yesus hanya sebagai sebuah agama semata.
Tetapi bagi mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh, kalau mereka merasa bahwa jiwa mereka melakukan dosa karena kelemahan mereka dan keterikatannya, mereka tidak bisa datang kepada Allah(Jahweh) dan menyembah Dia. Pada saat seperti ini, kita harus membasuhkan jiwa kia dengan percaya kepada kuasa baptisan yang diterima Yesus, dengan percaya bahwa Yesus menerima dosa-dosa kita melalui baptisan-Nya. 
Orang-orang Kristen nominal yang tidak memahami kebenaran Injil air dan Roh tidak memahami jalan iman, juga, dan karena itu mereka secara buta berusaha untuk ditebus dari dosa mereka melalui doa-doa pertobatan mereka. Sama seperti mereka yang mengikuti agama dunia secara buta memohon kepada dewanya, meminta, “Saya mohon, ampunilah dosa-dosa saya dan berkati keluarga saya. Saya akan melakukan apa saja; saya akan memberi persembahan lebih banyak lagi, saya akan melakukan perbuatan baik; ampunilah dosa-dosa saya,” orang-orang Kristen nominal yang demikian hanyalah mengikuti agama buatan mereka sendiri. 
Yesus berkata kepada Petrus, “Apa yang Aku lakukan tidak kamu pahami sekarang, tetapi kamu akan mengerti setelah ini. Kalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan memiliki bagian di dalam Aku.” Kalau murid-murid Yesus tidak menyadari kebenaran yang tersembunyi di dalam Firman itu bahkan sesudahnya, mereka tidak akan bisa dilahirkan kembali dari air dan Roh yang diberikan Yesus dan melakukan pekerjaan yang akan menyelamatkan orang lain dari dosa. Kalau Yesus, ketika membasuh kaki Petrus, tidak menanamkan di dalam dia keyakinan mengenai keselamatan yang sempurna melalui baptisan yang diterima-Nya, Petrus tidak akan mampu menjadi martir dan menggenapi peranannya sebagai pemimpin di dalam Gereja Allah(Jahweh).
Kalau bukan karena kebenaran Injil air dan Roh, kita juga tidak akan bisa datang kepada Allah(Jahweh) dan memberikan kepada-Nya penyembahan berdasarkan iman karena dosa, karena dosa-dosa yang senantiasa kita lakukan. Mereka yang sudah bersih ditebus dari dosa-dosanya melalui percaya kepada Injil air dan Roh bisa datang ke dalam Gereja-Nya. Dan mereka bisa dibasuhkan dari dosa-dosa mereka oleh iman dimanapun mereka berada. Sama seperti Tuhan sudah mengatakan kepada mereka yang tubuhnya bersih perlu membasuh kakinya, setiap kali kita melakukan dosa karena kelemahan kita, kita harus ingat dan percaya bahwa dosa-dosa yang demikian juga ditanggungkan kepada Yesus ketika Dia dibaptiskan.
Dosa-dosa kita ditanggungkan kepada Yesus ketika Yesus dibaptiskan (Matius 3:15). Kalau dosa-dosa yang di hati kita ditanggungkan kepada Yesus, apakah kita memiliki dosa atau tidak memiliki dosa? Kita tidak memiliki dosa. Karena dosa-dosa kita ditanggungkan kepada Yesus sekaligus melalui baptisan-Nya, kita sudah menjadi bersih karena dosa-dosa kita sudah dibasuh oleh iman, dan karena kita bersih, tidak peduli bagaimanapun kekurangan kita, kita masih tetap imam-imam Allah(Jahweh). Inilah sebabnya orang percaya kepada Injil air dan Roh yang sejati bisa dengan cepat mengatasi kelemahannya dan menghadap Allah(Jahweh) dengan iman, melakukan pekerjaan-Nya dengan iman, mengucap syukur kepada-Nya atas keselamatan yang diberikan-Nya kepada mereka, memberikan kepada-Nya pujian yang memuliakan Dia, dan mengabarkan Injil air dan Roh kepada orang-orang lain juga.
“Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Tahukah anda kebenaran ini ketika anda pertama kali menerima pengampunan dosa? Mungkin tidak. Namun, kita semua sudah mendengar pengajaran ini dan memahaminya. Meskipun anda dan saya melakukan dosa setiap hari dan kekurangan kita dinyatakan, sama seperti Yesus sudah membasuh kaki Petrus, Dia juga telah membasuh kaki kita setiap hari. 
Pada awalnya, kita bersukacita ketika baru percaya bahwa yang sudah terjadi di dalam hati kita sejak dahulu dan dosa-dosa yang kita telah lakukan baru-baru ini semuanya sudah ditanggungkan kepada Yesus, tetapi kita sudah melihat bagaimana kekurangan kita dinyatakan dan bagaimana kita terikat kepada kelemahan kita bahkan setelah menerima pengampunan dosa. Pada saat yang demikian, hanya dengan memahami dan percaya bahwa Yesus sudah menanggung bahkan dosa-dosa yang demikian melalui baptisan-Nya saja kita bisa menanggungkan kepada-Nya segala dosa yang kita akan lakukan di masa yang akan datang juga.
Apakah orang-orang benar, kemudian, melakukan dosa secara sembarangan karena ini? Mereka tidak pernah melakukan hal itu. Roma 1:17 mengatakan, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Beberapa orang melawan Injil air dan Roh, dan mengatakan dengan sembarangan, “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya” (Roma 3:8). Bisakah orang yang dilahirkan kembali melakukan dosa secara bebas setelah mereka menerima pengampunan dosa? Sama sekali tidak! 
Ketika kita berpikir dengan percaya kepada Injil air dan Roh, saudara dan saudara, apakah kita memiliki dosa atau tidak? Tentu saja tidak! Juga, meskipun kita memiliki banyak kekurangan, apakah kita tidak sempurna oleh iman? Kita sempurna. Ketika Yesus mengatakan bahwa seluruh tubuh kita bersih, yang dimaksudkan-Nya adalah bahwa melalui baptisan, darah, dan kebangkitan-Nya, Dia sudah menjadikan kita bersih secara sempurna.
Kita, juga, sudah mengenal kuasa Injil air dan Roh setelah percaya kepada Yesus. Dengan demikian, kita harus menerapkan kuasa Injil air dan Roh ini ke dalam kehidupan kita setiap hari. Ketika kita menerapkan iman ini setiap hari, mungkin kita menjadi lelah pada suatu hari nanti, dan bertanya sampai berapa lama lagi harus melakukannya. Tetapi, pada saat itu juga, kemana kita harus kembali? Kita harus kembali kepada Tuhan dengan percaya bahwa meskipun kita pada dasarnya harus mati karena dosa-dosa kita, Tuhan sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan menanggungnya melalui baptisan-Nya, mati di atas kayu Salib, dan bangkit kembali dari kematian.
Ingat bahwa para imam harus memberikan korban bakaran di di pelataran Kemah Suci setiap hari dan membasuh tangan dan kaki mereka di bejana pembasuhan tembaga setiap kali mereka melewatinya. Seperti mereka, kita juga harus berpikir tentang kasih mula-mula dari Tuhan dan merenungkan tentang hal itu dengan iman kita. Pada dasarnya kita tidak bisa tidak mati, tetapi Tuhan menanggung segala dosa kita dan membasuhkan semuanya, dan dengan dihukum bagi dosa-dosa kita di atas kayu Salib, Dia sudah membawa kutuk dosa dan menyelesaikannya secara sempurna. Dengan cara ini, dengan baptisan dan darah Tuhan, Dia sudah menyelamatkan kita secara sempurna dari dosa-dosa dan penghukuman kita. 
Setiap hari, kita harus mengukirkan ke dalam hati kita kasih sempurna ini yang sudah menyelamatkan kita, yang tidak bisa tidak mati, dan datang kepada Allah(Jahweh) dengan iman yang percaya kepada hal ini. Kita tidak memiliki pilihan lain kecuali mati, tetapi karena Tuhan, kita sudah secara sempurna diselamatkan dan secara sempurna menjadi anak-anak Allah(Jahweh) yang benar. Ketika Tuhan memberikan kepada kita iman yang demikian, bukankah kita harus selalu memiliki iman yang demikian di dalam hidup kita?
Kita adalah pengembara yang hidup di dunia ini hanya sementara dan kemudian pergi. Kata “pengembara” berarti orang yang sedang di dalam perjalanan. Orang yang sedang di dalam perjalanan berarti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kita adalah orang-orang yang di dalam perjalanan yang tinggal untuk sementara waktu dan kemudian pergi ke tempat yang lain kalau kita sudah menyelesaikan urusan kita di sana. Kita adalah pengembara yang akan kembali ke dalam Kerajaan Surga setelah hidup di dalam dunia ini untuk sementara waktu lamanya. Ketika kita menjalani kehidupan kita sebagai pengembara yang akan berpindah dari bumi ini ke dalam Kerajaan Surga, maka ada saat-saat dimana anda, juga, memiliki kemungkinan untuk jatuh, baik secara daging maupun secara rohani. Saat-saat yang demikian mungkin terjadi karena ketika keberadaan diri anda sebenarnya sudah lengkap, keadaan di sekitar anda mungkin kurang mendukung, atau kalapun keadaannya baik, pikiran jahat di dalam kedagingan anda senantiasa muncul. 
Bagi kita yang seperti ini, Tuhan kita sudah memberikan Firman yang sangat penting bagi kita, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.” Ya, sekarang kita mengerti. Ketika kita menjalani kehidupan sebagai pengembara, setiap kali kekurangan kita yang banyak itu dinyatakan, dan setiap kali kita terikat oleh kelemahan kita dan terjebak oleh keadaan kita, kita harus ingat bahwa kita sudah sepenuhnya menerima pengampunan dosa dengan percaya kepada baptisan Yesus yang sudah menghapuskan bahkan hal-hal yang demikian, dan di dalam darah di atas kayu Salib. Dengan percaya kepada Injil air dan Roh, kita sudah menerima pengampunan dosa secara sempurna.
Ketika kita memandang kepada Kemah Suci, kita menembukan betapa terperincinya hal itu. Sebagaimana yang dinyatakan di dalam mezbah korban bakaran juga, upah dari dosa itu maut. Karena kita melakukan dosa setiap hari, kita harus dikutuk dan dihukum mati setiap hari karena dosa-dosa kita ini. Di dalam mezbah korban bakaran dinyatakan mengenai kebenaran bahwa Yesus Kristus datang sebagai Anak Domba korban, menerima penumpangan tangan dan mati menggantikan kita. Ketika melewati mezbah korban bakaran, bejana pembasuhan terlihat, dimana kita merenungkan Injil air dan Roh untuk membasuh segala dosa yang kita lakukan setiap hari. Injil air dan Roh ini adalah kebenaran yang sempurna yang telah menyelamatkan kita dari dosa asal dan dosa tindakan kita.
Apakah anugerah Allah(Jahweh) yang ada di dalam Yesus Kristus Tuhan kita? Bukankah itu adalah pengampunan dosa dan kehidupan kekal? Tuhan telah menyelamatkan kita secara sempurna. Dia sudah sepenuhnya menyelamatkan kita, kita yang seharusnya mati karena dosa-dosa kita setiap saat. Segala dosa yang kita lakukan sepanjang kehidupan kita sudah dibasuhkan oleh iman kita di dalam air dan darah, dan dengan Firman, bahwa Tuhan sudah membasuh bahkan kaki kita juga. Karena Tuhan menanggung segala dosa kita ketika Dia dibaptiskan dan segala dosa yang kita lakukan di sepanjang kehidupan kita ditanggungkan kepadanya, Yesus Kristus, dengan membawa dosa-dosa kita, dihukum untuk semuanya itu di atas kayu Salib dan mati, bangkit dari kematian, dan dengan itu sudah menjadi Juruselamat kita yang sempurna. Ketika kita percaya kepada Yesus Kristus ini secara lengkap itulah kita juga menjadi lengkap. Dan meskipun daging kita mungkin memiliki banyak kekurangan, karena kita memiliki iman yang sempurna, kita akan menjalani kehidupan yang diberkati secara rohani dan masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) yang kekal.
 

Bukankah Anda Sekarang Seperti Petrus?
 
Sebagaimana Yesus sudah membasuh kaki Petrus, bukankah Dia juga sudah membasuh kaki anda? Adalah benar bahwa Yesus juga membasuh kaki kita setiap hari. Itulah sebabnya Yesus menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan, dan untuk dosa-dosa ini, Dia mati di atas kayu Salib menggantikan kita. Dan Dia bangkit kembali dari kematian setelah tiga hari. Demikian juga, melalui baptisan-Nya, dan darah-Nya di atas kayu Salib, dan kebangkitan-Nya, Yesus sudah menjadi Juruselamat kita yang sempurna. Kita percaya kepada Yesus Kristus ini secara lengkap.
Itu adalah dengan iman kita menyembah Allah(Jahweh) sepenuhnya, dan itu adalah dengan iman inilah kita melakukan pekerjaan-Nya sepenuhnya. Tindakan kita tidak bisa sempurna. Iman kitalah yang menjadikan kita sempurna. Inilah sebabnya kita harus hidup sebagai murid Yesus dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Kita bukanlah orang yang mengundurkan diri kepada kebinasaan iman. Meskipun kita mungkin memiliki kekurangan, kita bisa lari oleh iman, dan kita memang semakin harus lebih berlari oleh iman. “Orang benar akan hidup oleh iman.” “Cari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya.” Atas dasar kenyataan bahwa kita sudah menjadi benar karena iman, dan dengan itu seseorang bisa menyelamatkan jiwa orang-orang lain, kalau kita tidak menyerahkan diri sepenuhnya kepada missi yang diberikan Allah(Jahweh) untuk menyelamatkan orang lain, kita kemudian akan jatuh ke dalam rawa kebinasaan dan keputusasaan dan akhirnya mati karena dosa kita.
Orang-orang yang tidak berdosa bersukacita ketika melakukan pekerjaan kebenaran-Nya. Mereka bersukacita untuk mengabarkan Injil Allah(Jahweh) yang menyelamatkan jiwa-jiwa lain. Tetapi orang-orang yang penuh dosa tidak bersukacita untuk melakukan apa yang benar. Bagi mereka yang sudah menerima pengampunan dosa, melakukan apa yang benar adalah makanan sehari-hari. Menyebarkan Injil ke seluruh dunia adalah hal yang benar untuk dilakukan yang menyelamatkan jiwa-jiwa yang lain, tetapi pada saat yang sama, itu juga merupakan makanan bagi kehidupan kita sendiri. Dengan melakukan apa yang benar, hati kita dipenuhi dengan Roh, dan kekuatan baru muncul di dalam diri kita. Ketika roh kita bertumbuh dan menjadi dewasa, kita menjadi semakin berani. Jadi untuk bisa hidup sebagaimana Abraham, untuk diberkati oleh Allah(Jahweh) dan membagikan berkat itu kepada orang-orang lain, kita harus mengasihi kebenaran, mengasihi apa yang benar, dan mengasihi pekerjaan memberitakan Injil. Bahkan meskipun kita lemah, kecuali kalau kita terus melakukan pekerjaan baik itu, maka jiwa kita akan mati. Kita orang-orang benar pasti akan mati secara rohani kalau kita berhenti bekerja bagi missi kebenaran-Nya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Matius 5:6).
Yesus juga mengatakan, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Matius 5:8). Mereka yang menerima pengampunan dosa dan percaya bahwa Tuhan sudah sepenuhnya membasuhkan dosa-dosa kita akan datang dan melihat Allah(Jahweh). Dan mereka akan percaya kepada Allah(Jahweh), mengikuti, dan memberitakan berkat-berkat surgawi itu ke seluruh dunia.
Kita sudah menjadi sempurna karena iman. Kita tidak bisa tidak mati karena dosa-dosa kita, tetapi Tuhan datang ke bumi ini, dibaptiskan, dan mati di atas kayu Salib menggantikan kita, dan dengan itu menyelamatkan kita secara sempurna. Inilah kebenaran, dan jalan menuju kepada Kerajaan Allah(Jahweh). Kesadaran akan hal ini adalah kesadaran akan jalan iman. Tidak ada jalan yang lain kecuali ini. Kita tidak bisa masuk ke dalam Surga melalui perbuatan baik kita. Hanya dengan menyadari dan percaya kepada apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita saja maka kita akan bisa masuk ke dalam Surga.
Secara umum, kalau kita mau membagi manusia ke dalam dua golongan, maka ada yang termasuk orang yang biasa melakukan apa yang baik, dan mereka yang biasa melakukan apa yang jahat. Mereka yang terbiasa melakukan apa yang jahat bukanlah orang-orang yang akan menerima pengampunan dosa. Dengan percaya kepada apa yang sudah dilakukan Tuhan bagi kita, kita sudah menjadi alat kebenaran, tetapi mereka yang tidak menerima pengampunan dosa tidak bisa tidak tetap menjadi alat Iblis, meski bagaimanapun keinginan mereka. 
Pada saat ini, saya mengatakan kepada anda dengan yakin bahwa Allah(Jahweh) sudah memberikan kepada kita keselamatan-Nya yang sempurna, iman yang sempurna, dan pengampunan dosa yang sempurna. Apakah pekerjaan anda sendiri memiliki kekurangan meski anda percaya kepada Injil ini, entah karena apa, dan hati anda dibebani oleh hal ini? Tidak perlu demikian, karena orang-orang benar akan hidup oleh iman. Tidakkah Tuhan, yang tidak mungkin mengabaikan kita di dalam kekurangan dan kelemahan kita, sudah menanggung semuanya itu melalui baptisan-Nya?
Saya akan memberikan kepada anda sebuah contoh dari kehidupan sehari-hari mengenai betapa banyak kekurangan kita. Kita kadangkala bermain sepak bola. Ketika tim saya mengalami masalah, dengan bola yang datang dengan cepat ke gawang kita, saya sering menampis dengan tangan atau bahkan menangkapnya. Apakah saya memang penjaga gawangnya? Tentu bukan. Saya hanya ingin menang. Dalam keadaan yang demikian, kita semua, para pelayan, orang-orang kudus, dan hamba Allah(Jahweh) sama saja melakukan apapun dalam upaya untuk menang. Anda bisa lupa tentang permainan yang enak; untuk menang, kita melakukan segala macam kecurangan. Pertandingan itu begitu keras sampai setiap orang melakukan semua yang mungkin dilakukan untuk bisa menang, sebegitu rupa sampai nampaknya tidak ada pertandingan lain yang menunjukkan keadaan yang sangat terbuka, yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari perilaku manusia melebihi sepak bola. Kalau tim kita ada di dalam masalah, kita tidak akan ragu untuk membuat gerakan pelanggaran, untuk curang, dan memaksakan keinginan kita. 
Semua hal itu tidak menjadi masalah bagi kita, akan tetapi ketika tim yang lain melakukan kesalahan, kita akan berteriak-teriak dan menuntut kepada wasit agar orang yang melakukan pelanggaran diberi kartu kuning, meskipun apapun yang dilakukan oleh wasit juga tidak akan berpengaruh sama sekali. Demikianlah sebenarnya keadaan kita. Kita senantiasa ingin mengambil keuntungan untuk apa yang menjadi milik kita, untuk tim kita, dan untuk diri kita sendiri, dan kita hanya ingin apa yang menguntungkan bagi kita. Tetapi Allah(Jahweh) sudah menyelamatkan orang-orang yang seperti kita. Meskipun kita masih penuh dengan cacat cela dan berlimpah dalam pelanggaran, tetapi kalau berbicara tentang iman, kita sudah menjadi orang-orang yang sudah dilahirkan kembali tanpa cacat cela. 
Tuhan sudah dengan sepenuhnya menyelamatkan kita dari segala dosa kita. Inilah sebabnya kita memanggil Tuhan sebagai Allah(Jahweh) keselamatan, dan Allah(Jahweh) keselamatan sebagai Tuhan. Tuhan adalah Allah(Jahweh) keselamatan kita. Petrus bersaksi, “Engkau adalah Kristus, Anak Allah yang Hidup” (Matius 16:16). Dan Tuhan menyetujui iman yang keberkatan ini sebagai yang diberikan Allah(Jahweh). Kata Kristus di sini berarti Yang menanggung segala dosa ke atas diri-Nya dan menghapuskan semuanya. Yesus Kristus adalah Anak Allah(Jahweh) yang hidup. Sebagai Anak Allah(Jahweh) dan Juruselamat kita, Dia sudah menyelamatkan kita secara sempurna. Jadi, tetaplah miliki keberanian di dalam hati meski apa yang terjadi, meski anda merasa terlalu banyak kekurangan dan kelemahan di dalam melayani Injil.
Jiwa, hati dan tubuh anda jangan sampai menjadi terbungkuk dan lesu; namun, kuatkanlah semuanya dengan iman dan jadilah orang-orang yang berani, orang-orang benar yang hebat yang menyebarkan iman yang diberikan Allah(Jahweh) ke segala penjuru. Perhatikan diri saya. Saya tidak memiliki sesuatupun yang bisa ditunjukkan di dalam tubuh saya, tetapi bukankah saya menyebarkan Injil ke seluruh dunia? Bukankah anda demikian juga? Jangan pernah berpikir bahwa orang-orang yang nampaknya tidak memiliki kekurangan itu sebagai orang-orang yang bebas dari keterbatasan. Orang-orang berdosa adalah orang-orang munafik. Orang-orang munafik, juga, adalah manusia yang sama dengan anda, dan bagaimana mungkin daging bisa menjadi baik, terhormat, dan bersih? Yang selalu penuh kekurangan adalah kedagingan manusia. Anda harus menyadari bahwa mereka yang menunjukkan susila yang baik, khususnya di dalam lingkungan Kristen, hanyalah sekedar memamerkan hakekat kemunafikan dan kepalsuan mereka. 
Allah(Jahweh) kita sudah menyelamatkan kita secara sempurna. Karena itu, kita bisa melayani Injil air dan Roh dengan iman kita yang sudah menyempurnakan kita, menguatkan kita dengan kebenaran sempurna dari Allah(Jahweh) ini. Kita bersyukur kepada Allah(Jahweh) yang memampukan kita untuk diselamatkan oleh iman, melalui kebenaran keselamatan yang sudah direncanakan-Nya bahkan sebelum Dia meletakkan dasar dunia. Segala dosa anda sudah dibasuhkan ketika Yesus dibaptiskan dan mencurahkan darahNya di atas kayu Salib. Saya berharap bahwa anda semua percaya kepada kebenaran ini.