Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-12] (Keluaran 26:31-37) Tirai dan Tiang di Tempat Kudus 

(Keluaran 26:31-37)
“Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun. Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak. Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus. Tutup pendamaian itu haruslah kauletakkan di atas tabut hukum di dalam tempat maha kudus. Meja itu haruslah kautaruh di depan tabir itu, dan kandil itu berhadapan dengan meja itu pada sisi selatan dari Kemah Suci, dan meja itu haruslah kautempatkan pada sisi utara. Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna. Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga.” 
 

Tempat Kudus 
 
Saya ingin merenungkan makna rohani yang terkandung di dalam tiang Tempat Kudus dan warna tabirnya. Kemah Suci yang kita perhatikan di sini memiliki ukuran 13,5 m panjangnya dan 4,5 m lebarnya, dan di dalamnya dibagi menjadi dua ruangan yang bernama Tempat Kudus dam Tempat Maha Kudus. Di dalam Tempat Kudus, ada kaki dian, meja persembahan, Mezbah Pembakaran Ukupan, sementara di dalam Tempat Maha Kudus, ada Tabut perjanjian dan tutup pendamaian. 
Terdiri dari Tempat Kudus dan Tempat Maha Kudus, Kemah Suci ditutup di sisi-sisinya dengan papan dari kayu penaga yang ukurannya 70 cm lebarnya dan tingginya 4,5 m. Dan di pintu Kemah Suci, lima tiang dari kayu penaga yang disalut dengan emas ditempatkan. Pintunya sendiri, yang melaluinya orang masuk ke Kemah Suci dari pelataran luar, terbuat dari tirai yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya.
Di pelataran luar Kemah Suci, ada enam puluh tiang yang berdiri, masing-masing berukuran 2,25 m tingginya. Gerbang pelataran, yang ditempatkan di sebelah timur, yang juga dibuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan hanya dengan melewati gerbang pelataran luar ini saja orang bisa masuk ke dalam pelataran Kemah Suci. Di pelataran Kemah Suci ini terdapat mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan. 
Melewati keduanya, orang akan sampai ke pintu Kemah Suci, yang berukuran 4,5 m tingginya. Pintu Kemah Suci ini memiliki lima tiang, yang alasnya terbuat dari tembaga. Seperti gerbang pelataran Kemah Suci, pintu Kemah Suci juga terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dan tergantung di kaitan dari emas yang ditempatkan di atas kelima tiang itu. Tirai itu adalah pemisah yang memisahkan antara bagian dalam dengan bagian luar Kemah Suci.
 

Yang Harus Kita Perhatikan Lebih Dahulu Adalah Tiang Di Pintu Kemah Suci 
 
Lima tiang di pintu Kemah Suci berukuran 4,5 m tingginya. Di tiang itu, ada tirai yang terbuat dari empat kain yaitu kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dtempatkan. 
Pertama-tama, mari kita pusatkan perhatian kita kepada kenyataan bahwa kelima tiang di pintu Kemah Suci berukuran 4,5 m tingginya. Apa artinya hal ini? Ini berarti bahwa Allah(Jahweh) sendiri membayar harga pengorbanan yang tinggi dalam rangka untuk menghapuskan dosa-dosa kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Karena anda dan saya masing-masing memiliki kekurangan dan makhluk yang lemah pada dasarnya, kita hidup di dunia ini melakukan berbagai macam pelanggaran. Karena anda dan saya adalah orang berdosa terburuk yang tidak bisa tidak melakukan dosa setiap saat di dunia ini, kita memiliki banyak cacat dan pelanggaran. Tiang pintu Kemah Suci menunjukkan bahwa untuk membebaskan kita dari kesalahan dan dosa-dosa dunia, Allah(Jahweh) mengorbankan Anak Tunggal-Nya, Yesus Kristus, sebagai upah bagi dosa-dosa kita, dan bahwa Dia memang sudah dengan itu membebaskan kita dari segala dosa dunia.
Untuk kesalahan dan dosa-dosa yang kita lakukan di dunia ini, dengan kata lain, Yesus Kristus memberikan tubuh-Nya sebagai korban persembahan di hadapan Allah(Jahweh) dan membayar upah dosa dunia lebih dari cukup, dan dengan itu menyelamatkan kita. Kalau seseorang melakukan pelanggaran, dan tidak sengaja berdosa dalam hubungannya dengan hal-hal yang kudus dari Tuhan, maka Dia harus membawa seekor kambing jantan sebagai korban penebus salah, dan Dia harus menambahkan seperlima dari hal itu dan memberikannya kepada para imam (Imamat 5:15-16). Ini berarti bahwa Yesus Kristus sendiri memberikan diri-Nya untuk menyelamatkan anda dan saya dari dosa-dosa kita dan dengan itu sudah membayar upah dosa kita lebih dari cukup. Tuhan kita datang ke bumi ini untuk menghapuskan segala dosa kita dan memberikan diri-Nya sebagai korban penebus salah bagi semua dosa-dosa kita ini.
Korban di dalam Alkitab, seperti korban bakaran, korban penghapus dosa, dan korban pendamaian, adalah diberikan supaya manusia yang berdosa bisa membuat dosa mereka dilenyapkan dengan menumpangkan tangan mereka ke atas korban persembahan mereka dan dengan itu menanggungkan segala dosa mereka kepada binatang itu. Tentang korban itu, korban penebus salah adalah yang diberikan untuk menghapuskan pelanggaran seseorang. Korban penebus salah ini diberikan, ketika seseorang melukai orang lain karena keteledorannya, dalam rangka memberikan ganti rugi kepada korban untuk memulihkan kembali hubungan yang ada. Dan korban penebus salah mencakup juga tambahan 20 persen untuk penggantian dari keseluruhan ganti rugi termasuk denda dan biaya perbaikan. Ini adalah persyaratan dasar dari korban penebus salah. Ini adalah sebuah korban yang diberikan untuk suatu tujuan khusus membereskan kesalahan seseorang ketika Dia melukai orang lain (Imamat 5:14-6:7).
Apakah anda dan saya terpisah begitu jauh dari dosa? Tidakkah kita menjalani seluruh kehidupan kita melakukan dosa? Kita tidak bisa menghindar dari hal itu, karena anda dan saya adalah keturunan Adam. Kita sendiri memahami betapa banyak kelemahan yang kita miliki, dan bagaimana kita menjalani hidup kita sementara melakukan begitu banyak dosa. Berapa banyak kejahatan yang kita lakukan terhadap sesama dan terhadap Allah(Jahweh)? Itu adalah karena kita terlalu lamban dan tidak mampu memahami kejahatan itu sebagai dosa sehingga kita sering melupakan semuanya ketika kita menjalani hidup kita. Tetapi anda dan saya tidak bisa menghindar kecuali mengakui di hadapan Allah(Jahweh) bahwa kita sudah melakukn begitu banyak pelanggaran terhadap sesama dan terhadap Allah(Jahweh), bahwa kita memang orang berdosa di hadapan-Nya.
Untuk membebaskan orang berdosa yang demikian dari semua dosa-dosa mereka, Allah(Jahweh) berkehendak untuk mengutus Yesus Kristus sebagai korban atas pelanggaran mereka. Dengan menjadikan Yesus Kristus menanggung semua penghukuman atas dosa melalui harga pengorbanan-Nya, Allah(Jahweh) sudah memberikan kepada kita anugerah keselamatan. Ketika Allah(Jahweh) Bapa mengutus Anak-Nya ke bumi ini dan membuat Dia dibaptiskan dan disalibkan, semuanya untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita dan menjadikan kita umat-Nya sendiri, bagaimana mungkin kita bisa membandingkan diri kita dengan korban yang begitu berharga itu? Untuk menyelamatkan kita orang berdosa dari segala dosa kita, Tuhan kita berkorban untuk membayar semua upah dosa, dan dengan itu sudah menyelamatkan kita dari segala dosa dunia. Bagaimana ini bisa dikatakan bukan anugerah yang ajaib dari Allah(Jahweh)? Kenyataan yang jelas bahwa tiang di pintu Kemah Suci tingginya 4,5 m menjelaskan mengenai kasih Allah(Jahweh) kepada kita yang diberikan melalui Yesus Kristus.
Untuk membebaskan makhluk yang tidak berharga seperti kita dari penghukuman atas dosa, Tuhan kita sudah menyelamatkan kita melalui korban-Nya sendiri—saya bersyukur kepada-Nya untuk kebenaran ini. Ketika kita tidak bisa menghindar dan hanya bisa ditentukan masuk neraka sebagai hukuman atas dosa-dosa kita, dan ketika Tuhan memberikan tubuh-Nya sendiri bagi kita untuk menyelamatkan kita dari segala dosa kita, bagaimana mungkin kita tidak bersyukur kepada-Nya? Kita bersyukur kepada-Nya! Dengan dibaptiskan oleh Yohanes, Yesus menanggung segala dosa kita ke atas tubuh-Nya yang sangat berharga, membayar upah dosa dengan darah di atas kayu Salib, dan dengan itu sudah menyelamatkan kita dari segala dosa dan penghukuman kita. Kita dengan itu hanya bisa bersyukur kepada-Nya dengan iman kita di dalam Injil ini. Inilah makna keselamatan yang sangat jelas yang terkandung di dalam tiang di pintu Kemah Suci.
Masing-masing dari kelima tiang di pintu Kemah Suci adalah 4,5 m tingginya. Angka “5” mengandung arti “anugerah Allah(Jahweh)” di dalam Alkitab. Karena itu, bahwa ada lima tiang berarti ada anugerah keselamatan yang diberikan Allah(Jahweh) kepada kita. Dengan mengasihi kita dan membuat kita mengenakan kasih keselamatan-Nya, Allah(Jahweh) menjadikan kita tidak berkekurangan dalam apapun untuk menjadi umat-Nya sendiri. Di dalam Alkitab, emas menunjukkan kepada iman yang percaya kepada Allah(Jahweh) yang sudah menyelamatkan kita melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Dengan emas, dengan kata lain, Alkitab berbicara mengenai “iman” yang percaya sepenuh hati kepada kebenaran bahwa Allah(Jahweh) sendiri datang ke bumi ini, menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu sudah menjadikan kita benar sempurna. Inilah sebabnya tiang di Tempat Kudus semuanya dilaput dengan menggunakan emas.
Bahwa alas-alas dari tiang di pintu Kemah Suci terbuat dari tembaga menunjukkan bahwa Tuhan, setelah dihukum sebagai pengganti, sudah menyelamatkan kita, yang sungguh-sungguh tidak bisa menghindar dari ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa kita, melalui baptisan dan darah-Nya di atas kayu Salib. Karena kita begitu penuh dengan cacat, kita sudah menjadi makhluk yang tidak berharga kecuali untuk dihukum mati, akan tetapi untuk menjadikan kita sebagai umat-Nya sendiri, Allah(Jahweh) yang mutlak dan kudus itu mengorbankan diri-Nya, yang jauh lebih berharga disbanding diri kita, dan sudah dengan itu menjadikan kita sebagai anak-anak Allah(Jahweh) Bapa. Inilah sebabnya emas menunjuk kepada iman yang percaya kepada kebenaran ini. Inilah caranya kita harus memahami warna di pintu Kemah Suci, dan kita juga harus merenungkannya, bersyukur atasnya, dan percaya kepada hal itu di dalam hati kita.
 

Kaitan Tembaga di Tiang Kemah Suci 
 
Di dalam Kemah Suci, hanya alas-alas di tiang pintunya yang dibuat dari tembaga. Ini berarti bahwa di bumi ini anda dan saya sudah melakukan banyak dosa terhadap sesama kita dan terhadap Allah(Jahweh), dan bahwa kita dengan itu tidak bisa menghindar dari penghukuman atas dosa-dosa itu. Kebenaran yang tersembunyi di balik alas-alas tembaga itu membuat kita berpikir mengenai mezbah korban bakaran. Hal yang pertama yang ditemui orang berdosa ketika masuk ke pelataran Kemah Suci melalui gerbangnya adalah mezbah korban bakaran ini dimana korban bakaran dipersembahkan.
Kata “mezbah” di sini memiliki makna “naik.” Mezbah korban bakaran menunjuk tidak lain kepada kebenaran bahwa Yesus Kristus sudah dibaptiskan dan kemudian dikorbankan di atas kayu Salib menjadi pengganti bagi kita orang-orang berdosa. Mezbah korban bakaran adalah tempat dimana korban yang sudah menerima dosa-dosa melalui penumpangan tangan dibunuh sebagai penghukuman atas dosa-dosa itu. Para imam meletakkan darah dari korban persembahan di tanduk-tanduk mezbah korban bakaran, menumpahkan sisanya di tanah di bawahnya, dan membakar dagingnya di mezbah dengan api. Itu adalah tempat kematian dimana korban yang sudah menanggung dosa kemudian dibunuh. 
Mezbah korban bakaran ditempatkan di antara gerbang pelataran Kemah Suci dengan Kemah Suci itu sendiri. Dengan demikian, siapa saja yang ingin masuk ke Kemah Suci harus terlebih dahulu melalui mezbah korban bakaran ini. Tanpa melalui mezbah korban bakaran, dengan itu, sama sekali tidak ada jalan untuk masuk ke dalam Kemah Suci. Tidak perlu dikatakan di sini bahwa mezbah korban bakaran adalah tepat sekali menjadi gambaran tentang baptisan Yesus Kristus dan kayu Salib. Dan baptisan Tuhan kita dan kayu Salib adalah yang menebus kelemahan dari semua orang berdosa yang datang ke hadirat Allah(Jahweh). 
Dengan demikian, tanpa terlebih dahulu membawa dosa-dosa mereka dan berhenti di mezbah korban bakaran, dan tanpa mengingat bahwa korban persembahan sudah menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka dengan menanggung segala dosa itu melalui penumpangan tangan dan mencurahkan darah korban di tempat ini, tidak ada orang berdosa yang bisa menghadap ke hadirat Allah(Jahweh). Iman ini adalah jalan untuk menghadap hadirat Allah(Jahweh), dan pada saat yang sama menuntun kita kepada berkat pengampunan dosa dan ditanggungnya penghukuman atas dosa kita (yaitu, mati karena dosa).
Ketika bangsa Israel membawa korban untuk menebus dosa-dosa mereka, mereka terlebih dahulu menanggungkan dosa-dosa mereka dengan menumpangkan tangannya ke atas kepala korban, membunuhnya dan mengambil darah untuk korban, dan kemudian meletakkan darah itu di tanduk mezbah korban bakaran dan menumpahkan sisa darah-Nya di dasar mezbah. Tanah di bawah mezbah korban bakaran adalah bumi. Bumi di sini menunjuk kepada hati manusia. Dengan demikian, dijelaskan di sini bahwa orang berdosa menerima pengampunan dosa dengan percaya di dalam hati mereka bahwa korban persembahan menerima dosa-dosa mereka dan mati menggantikan mereka, semuanya seturut dengan hukum keselamatan. Tanduk mezbah korban bakaran menjelaskan kepada kita tentang dosa-dosa yang sudah tertulis secara rohani di dalam Kitab Penghakiman.
Orang-orang berdosa di masa Perjanjian Lama bisa menerima pengampunan dosa-dosa mereka dengan percaya kepada kenyataan bahwa mereka sudah menumpangkan tangan mereka ke atas korban persembahan dan dengan itu sudah menanggungkan segala dosa mereka ke atasnya, dan bahwa korban ini kemudian mencurahkan darah-Nya dan diletakkan di tanduk mezbah korban bakaran. Kalau tidak ada penumpangan tangan dan kematian serta dibakarnya korban persembahan, yang membuat mungkin bagi orang berdosa untuk diperdamaikan bagi dosa-dosa mereka, jalan bagi mereka untuk menghadap kepada Allah(Jahweh) akan tertutup, dan mereka tidak akan lagi bisa menghadap di hadapan Allah(Jahweh) yang kudus. Singkatnya, tidak ada kebenaran lain kecuali tata cara korban ini yang memampukan mereka untuk menghadap ke hadirat Allah(Jahweh).
Demikianlah, tanpa iman kita kepada baptisan Yesus Kristus, kematian-Nya, dan pengorbanan pendamaian-Nya, tidak ada cara bagi kita untuk menerima pengampunan dosa kita dan menghadap ke hadirat Allah(Jahweh). Tidak perduli bagaimanapun bangsa Israel mungkin membawa anak domba yang paling indah, sempurna, cantik dan tidak bercacat kepada para imam, kalau tangan mereka belum ditumpangkan ke atas kepalanya, kalau binatang itu dengan demikian belum menerima dosa-dosa mereka dan jika itu belum mencurahkan darah dan mati, maka hal itu sama sekali tidak menghasilkan apapun.
Ketika berkaitan dengan iman kita, kalau kita tidak percaya bahwa baptisan yang diterima Yesus Kristus dari Yohanes dan darah yang mahal yang dicurahkan-Nya di atas kayu Salib sudah menebus segala dosa kita, maka kita tidak bisa mengatakan bahwa kita sudah menerima pengampunan dosa yang sempurna. Baptisan yang diterima Yesus dan kematian-Nya di atas kayu Salib dengan jelas berada di antara orang-orang berdosa dengan Allah(Jahweh) Bapa, dan keduanya menjadi pengantara yang menyelamatkan orang berdosa dari semua kelemahan mereka.
Mezbah korban bakaran adalah gambaran yang berisi rencana keselamatan yang sudah dirancangkan oleh Allah(Jahweh) Yang Mahakuasa sendiri di Surga dan yang digenapi di dalam Yesus Kristus. Musa membangun Kemah Suci sesuai dengan cara keselamatan dan pola yang ditunjukkan Allah(Jahweh) kepadanya di Gunung Sinai. Ketika kita melihat Alkitab, kita bisa melihat bahwa perintah ini diberikan berulangkali. Sebagaimana yang dikatakan di dalam Keluaran 25:40, “Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”
Manusia bisa membuat kayu Salib dan menggantungkan Yesus Kristus di sana, tetapi lebih dari itu, mereka tidak bisa melakukan apapun yang lain. Mereka bisa mengikat Dia di tangan dan menyeret-Nya ke Kalvari. Mereka menyalibkan Dia ketika mereka tidak memahami apa yang sedang mereka lakukan di hadapan Allah(Jahweh). Orang-orang berdosa bisa sampai ke sini karena hal-hal itu memang harus digenapi sesuai dengan pemeliharaan yang sudah direncanakan oleh Allah(Jahweh). Namun, Yesus Kristus inilah yang sudah menyelamatkan semua orang berdosa melalui baptisan dan darah-Nya di atas kayu Salib sekaligus, dengan dibaptiskan oleh Yohanes dan dengan itu menanggung segala dosa dunia, membasuhkan semuanya sekaligus, dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib.
Dengan demikian, sebelum kematian Tuhan Yesus Kristus di atas kayu Salib, baptisan yang diterima-Nya dari Yohanes merupakan peristiwa yang paling penting yang tidak bisa dipisahkan dari keselamatan kita. Penanggungan-Nya atas dosa dan penghukuman sudah ditentukan oleh Allah(Jahweh) bahkan sebelum penciptaan. Dalam Yohanes 3, Yesus mengatakan kepada Nikodemus bahwa inilah Injil air dan Roh itu. Jadi, baptisan Yesus dan kayu Salib adalah pemeliharaan yang sudah direncanakan dan ditentukan sebelumnya oleh Allah(Jahweh) di dalam Yesus Kristus. 
Yesus sendiri mengatakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Dan tentang baptisan Yesus, Petrus juga mengatakan, “Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan” (1 Petrus 3:21). Juga ada tertulis di dalam Kisah Para Rasul, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka” (Kisah Para Rasul 2:23).
Baptisan yang diterima Yesus dan darah di atas kayu Salib semuanya digenapi oleh tujuan dan rencana dari Allah(Jahweh) yang Mahakuasa. Dengan demikian, karena tidak seorangpun bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) tanpa menerima kebenaran ini di dalam hati mereka dan percaya kepada kebenaran ini, kita harus sadar bahwa Allah(Jahweh) menuntut dari kita iman, dan kita harus memilikinya. Tanpa iman yang percaya kepada Injil air dan Roh, tidak seorangpun yang akan diselamatkan. Dan kalau Yesus tidak memutuskan, atas kehendak-Nya sendiri, untuk dibaptiskan oleh Yohanes, untuk menyerahkan diri-Nya ke tangan orang berdosa, dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, maka orang-orang berdosa tidak akan bisa menyalibkan Dia. Yesus tidak dipaksa dengan diseret ke Kalvari oleh orang lain, tetapi itu adalah sepenuhnya karena kehendak-Nya sendiri bahwa Dia menanggung segala dosa dunia dengan dibaptiskan, mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, dan dengan itu sudah menyelamatkan orang berdosa dari segala dosa mereka.
Yesaya 53:7 mengatakan, “Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, Dia tidak membuka mulutnya.” Jadi, baptisan Tuhan Yesus Kristus dan kematian-Nya di atas kayu Salib adalah sepenuhnya karena kehendak-Nya sendiri, dan melalui semuanya Dia sudah menyelamatkan, sekaligus, mereka yang percaya kepada baptisan dan darah-Nya di atas kayu Salib dari segala dosa mereka. Tentang pekerjaan Tuhan itu, penulis surat Ibrani juga menuliskan, “Tetapi sekarang Dia hanya satu kali saja menyatakan diriNya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korbanNya” (Ibrani 9:26).
Dalam mezbah korban bakaran yang memberikan kepada kita gambaran tentang baptisan Kristus dan kematian-Nya di atas kayu Salib, kita bisa sungguh-sungguh menyaksikan anugerah keselamatan dari Surga. Kematian korban persembahan di mezbah korban bakaran menunjukkan tidak lain kepada baptisan dan kematian Yesus yang sangat diperlukan karena adanya dosa-dosa manusia. Di dalam Perjanjian Lama, orang-orang berdosa diperdamaikan dari semua kelemahan mereka melalui korban persembahan mereka yang menanggung segala dosa dengan penumpangan tangan dan mati menggantikan mereka. Dengan cara yang sama, di dalam Perjanjian Baru, sebelum Anak Allah(Jahweh) dibunuh oleh tangan-tangan kejam di Kalvari, Dia terlebih dahulu menanggung segala dosa dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes, dan karena inilah Yesus harus disalibkan, mencurahkan darah-Nya, dan mati.
Dengan demikian, Allah(Jahweh) merencanakan dan menentukan Yesus akan ditumpangkan tangan dan akan disalibkan sampai mati, semuanya untuk membawa pendamaian di antara para pembunuh yang membunuh Anak-Nya dengan diri-Nya. Allah(Jahweh) merencanakan hukum keselamatan yang diatur menggunakan penumpangan tangan dan kematian, dan seturut dengan hukum ini, Dia mengijinkan bangsa Israel untuk menerima pengampunan dosa mereka dengan memberikan korban persembahan kepada-Nya. 
Dengan kata lain, Allah(Jahweh) sendiri menjadi korban persembahan semata-mata untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Betapa dalam dan tidak terukurnya, hikmat, dan benar keselamatan dari Allah(Jahweh) ini! Hikmat dan kebenaran-Nya luar biasa ajaib, sangat tidak terkira oleh kita. Siapa yang pernah berani membayangkan bahwa penyediaan-Nya atas keselamatan yang diatur dengan penumpangan tangan dan pencurahan darah-Nya dan dinyatakan dalam mezbah korban bakaran? Seperti Paulus, kita semua hanya bisa takjub, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya!” (Roma 11:33). Injil air, darah dan Roh, adalah satu-satunya Injil kebenaran yang dengannya Allah(Jahweh) sudah menyelamatkan orang berdosa secara sempurna.
 

Tanduk-Tanduk Mezbah Korban Bakaran 
 
Di empat sudut mezbah korban bakaran yang ditempatkan di pelataran Kemah Suci, tanduk-tanduk tembaga ditempatkan. Di dalam Alkitab, tanduk-tanduk itu menunjukkan penghukuman atas dosa (Yeremia 17:1; Wahyu 20:11-15). Ini menunjukkan bahwa Injil kayu Salib itu didasarkan kepada baptisan yang diterima Yesus. Rasul Paulus karena itu mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya” (Roma 1:16). Juga, di dalam 1 Korintus 1:18, dituliskan, “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.” 
Tanduk-tanduk mezbah korban bakaran itu dengan jelas menyaatakan bahwa keadilan penghakiman dan keselamatan Allah(Jahweh) sudah digenapi sepenuhnya melalui baptisan-Nya, kematian-Nya di atas kayu Salib, dan kebangkitan-Nya.
 

Dua kayu Pengusung Di Gelang-Gelang Dari Mezbah Korban Bakaran 
 
Semua peralatan di Kemah Suci yang dibangun di padang gurun bisa dipindahkan. Ini adalah cara yang cocok dengan kebiasaan berpindah di dalam kehidupan bangsa Israel. Mereka harus mengembara di padang gurun sampai mereka akhirnya menetap di tanah Kanaan. Karena kehidupan pengembaraan mereka terus berlangsung sementara mereka melalui padang gurun, Allah(Jahweh) membuat mereka mempersiapkan dua pengusung untuk mengusung mezbah korban bakaran, sehingga para imam mereka bisa membawa mezbah itu ketika bangsa Israel diperintahkan oleh Allah(Jahweh) untuk meneruskan perjalanan.
Sebagaimana dikatakan dalam Keluaran 27:6-7, “Haruslah engkau membuat kayu-kayu pengusung untuk mezbah itu, kayu-kayu pengusung dari kayu penaga dan menyalutnya dengan tembaga. Kayu-kayu pengusungnya itu haruslah dimasukkan ke dalam gelang-gelang itu dan kayu-kayu pengusung itu haruslah ada pada kedua rusuk mezbah itu waktu mezbah itu diangkut.” Karena dua pengusung dimasukkan ke dalam empat gelang-gelang di mezbah korban bakaran di kedua rusuknya, kaum Lewi bisa memikul dipundak mereka dan membawanya ketika bangsa Israel berjalan lagi. Mezbah korban bakaran menyatakan baptisan Kristus dan kayu Salib. Dengan demikian, sebagaimana kaum Lewi mengangkat mezbah korban bakaran dengan dua kayu pengusung dan membawanya di padang gurun, Injil baptisan dan kayu Salib-Nya juga diberitakan di seluruh padang gurun dunia ini oleh para hamba-Nya.
Pokok lain yang harus kita uji sebelum kita maju adalah akan kenyataan bahwa ada dua pengusung yang membuat bangsa Israel bisa memindahkan mezbah korban bakaran. Demikian juga, Injil air dan Roh juga terbentuk dari dua bagian. Satunya adalah baptisan yang diterima Kristus dari Yohanes, dan yang satunya adalah penghukuman yang ditanggung Tuhan Yesus Kristus di atas kayu Salib. Ketika keduanya disatukan, keselamatan pengampunan dosa disempurnakan. Mezbah korban bakaran memiliki dua pengusung. Dengan istilah lain, Dia punya pegangan. Satu pengusung saja tidak cukup, karena kalau hanya satu pengusung, mezbah itu tidak akan bisa seimbang ketika dipindahkan.
Demikian juga, Injil air dan Roh juga terdiri dari dua bagian. Keduanya yaitu baptisan yang diterima Yesus Kristus dari Yohanes dan curahan darah-Nya di atas kayu Salib. Dengan kata lain, baptisan Yesus dan kematian-Nya di atas kayu Salib secara bersama-sama menjadi unsur dari adilnya kebenaran. Baptisan dan darah Yesus secara adil sudah menggenapi pengampunan dosa bagi orang-orang berdosa. Dari keduanya (baptisan Yesus dan kematian-Nya di atas kayu Salib), kalau salah satunya diabaikan, maka sama saja dengan mengabaikan yang satunya lagi. Tidak mungkin ada keselamatan tanpa baptisan Kristus dan pencurahan darah-Nya. 
Kebangkitan-Nya, tentu saja, juga sangat penting. Tanpa kebangkitan Kristus, kematian-Nya akan sia-sia, tidak ada hasilnya sama sekali. Kalau kita hanya percaya kepada Kristus yang mati, maka Dia tidak akan bisa menyelamatkan siapapun, bahkan diri-Nya sendiri. Tetapi Kristus, yang sudah dibaptiskan, mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, dan nmengalahkan kematian untuk hidup lagi sudah menjadi Juruselamat sejati bagi mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh dan menghadap ke hadirat Allah(Jahweh). Dan Dia sudah menjadi Tuhan dan Pelindung mereka yang kekal.
Memberitakan hanya kematian Kristus tanpa kebangkitan-Nya hanyalah kontradiksi dan tidak tepat. Dan tanpa kebangkitan Kristus, kayu Salib-Nya hanya akan menjadi kegagalan Allah(Jahweh). Itu juga hanya akan membuat Yesus hanya sekedar menjadi penjahat yang tidak penting. Bukan hanya itu, tetapi hal itu juga akan menjadikan Allah(Jahweh) pendusta, yang berakibat ejekan terhadap Firman di dalam Alkitab. Karena Kristus dibaptiskan oleh Yohanes, Dia mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu sudah menjadi Juruselamat sejati bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Injil yang mengabaikan baptisan Yesus dari keseluruhan Injil, yang banyak diikuti oleh orang Kristen jaman ini, mengkhianati Allah(Jahweh), menipu orang lain dan membawa jiwa mereka ke neraka. Dan percaya kepada Injil yang demikian adalah mengabaikan dan menolak Firman kebenaran kekal dari Allah(Jahweh). Para nabi palsu yang hanya mengajarkan kayu Salib Kristus sedang menjadikan Kekristenan hanya sekedar salah satu dari banyak agama dunia. Inilah alasannya mengapa Injil yang mereka ikuti sama sekali berbeda dengan Injil air dan Roh. 
Kekristenan adalah satu-satunya agama yang percaya hanya kepada Allah(Jahweh) dan Kristus yang hidup. Namun, meski Kekristenan nampaknya lebih dibandingkan dengan semua agama dunia yang lain dan mengaku diri sebagai kebenaran yang sejati, kalau Dia hanya mengembangkan keyakinan monoteistiknya dan meninggalkan iman kepada Injil air dan Roh, maka Dia bukanlah iman tentang kasih dan kebenaran, tetapi hanya sebuah agama yang didasari kesombongan.
 
 
Lokasi Mezbah Korban Bakaran 
 
Di sini, mari kita perhatikan sekali lagi lokasi dimana mezbah korban bakaran ditempatkan di pelataran Kemah Suci. Dari semua perabot di dalam Kemah Suci, mezbah korban bakaran adalah yang terbesar. Dia juga menjadi alat pertama di Kemah Suci yang didatangi oleh para imam dalam rangkaian kegiatan ketika mereka mau mengadakan ibadah di Tempat Kudus. Mezbah korban bakaran adalah titik awal dari iman kepada Allah(Jahweh), dan Dia menuntut manusia untuk mengikuti rumusnya secara teratur untuk bisa datang kepada-Nya. Dengan kata lain, mezbah korban bakaran menyatakan kebenaran bahwa manusia harus membereskan masalah dosa-dosa mereka dengan menjadi percaya dan bukan menjadi tidak percaya, karena tidak percaya kepada baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes dan kayu Salib membuat dia tidak bisa menghadap ke hadirat Allah(Jahweh) yang hidup.
Dengan percaya kepada baptisan dan kematian Anak Allah(Jahweh) sehingga kita bisa diselamatkan dari segala dosa kita, bukan karena tidak percaya. Kita sudah diselamatkan dari segala dosa kita dan menerima kehidupan baru hanya dengan percaya kepada baptisan dan curahan darah Anak Allah(Jahweh). Karena Injil air dan Roh ini memang sangat penting, mendasar, dan paling sempurna, kita harus terus berulang-ulang merenungkanya di dalam hati kita. Kita harus memahami Injil ini dan percaya kepadanya. Kita harus percaya di dalam hati kita bahwa kita dahulu sudah ditentukan masuk neraka, dan kita juga harus percaya, bersama dengan iman ini, bahwa Tuhan sudah menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan dan menanggung penghukuman atas dosa-dosa kita dengan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib.
Bersama dengan mezbah korban bakaran ini, bahwa kait dari tiang di pintu Kemah Suci ini terbuat dari tembaga juga menjelaskan akan kenyataan bahwa kita semua layak, karena kelemahan kita, untuk dibuang ke dalam neraka. Dan seturut dengan penghukuman Allah(Jahweh), yang menyatakan bahwa “upah dosa adalah maut,” jelas sekali bahwa kita semua ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa kita. 
Tetapi untuk menyelamatkan makhluk yang hina seperti kita, yang sebenarnya harus masuk neraka, dari penghukuman dosa-dosa kita, Tuhan kita berinkarnasi dan datang ke bumi ini, menanggung segala dosa manusia ke atas tubuh-Nya dengan dibaptiskan, membawa dosa-dosa dunia itu ke kayu Salib, dihukum dengan mencurahkan darah-Nya, dan dengan itu sudah menyelamatkan anda dan saya secara sempurna dari dosa-dosa dan penghukuman kita. Hanya mereka yang percaya kepada kebenaran ini bisa bergabung dengan Gereja Allah(Jahweh) dan menjadi umat-Nya. Tirai dan tiang di pintu Kemah Suci menunjukkan kepada kita bahwa hanya mereka yang memiliki iman ini bisa menjadi umat Allah(Jahweh) dan masuk ke dalam KerajaanNya.
 

Kita Harus Percaya Kepada Kebenaran Yang Dinyatakan Dalam Empat Warna Tirai Pintu Kemah Suci 
 
Apakah anda percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan datang ke bumi ini melalui pelayanan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya? Kain ungu berarti bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) sendiri; kain biru berarti bahwa Yesus, Allah(Jahweh) sendiri, sudah menjadi manusia dan menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan di atas bumi ini; dan kain kirmizi berarti bahwa Yesus Kristus, yang sudah menanggung segala dosa kita, mengorbankan tubuh-Nya yang berharga dengan disalibkan. Teramat sangat penting bagi kita untuk percaya bahwa Yesus yang dibaptiskan dan disalibkan bangkit kembali dari kematian dan dengan itu sudah menyelamatkan anda dan saya secara sempurna.
Hanya mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada kebenaran ini bisa menjadi pengerja di Gereja Allah(Jahweh). Tiang di pintu Kemah Suci menunjuk kepada para pengerja. Mereka menunjukkan bahwa hanya orang-orang yang percaya dengan cara ini adalah umat Allah(Jahweh), dan bahwa hanya orang-orang yang demikian yang bisa dipakai oleh Allah(Jahweh) sebagai pengerja dan tiang bagi-Nya.
Kain lenan yang halus, dan berwarna putih itu menjelaskan bahwa orang-orang yang sudah menjadi umat Allah(Jahweh), orang-orang benar, adalah orang-orang yang sungguh-sungguh tidak memiliki dosa sama sekali di dalam hati mereka. Orang-orang benar adalah orang-orang yang sudah menerima pengampunan dosa mereka dengan percaya kepada kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Tuhan kita datang ke bumi ini dan sudah menyelamatkan semua orang berdosa melalui baptisan yang diterima-Nya dari Yohanes dan darah di atas kayu Salib. Karena Tuhan kita sudah menyelamatkan kita dengan memberikan hidup-Nya yang mahal, kita tidak bisa tidak percaya kepada--Nya yang sudah datang dengan air dan darah (1 Yohanes 5:6). 
Kain ungu menunjuk kepada kenyataan bahwa Yesus adalah Raja di atas segala raja. Dengan kata lain, kita harus percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita, yang hina dan penuh dengan kelemahan, dengan memberikan hidup-Nya yang mahal, dan bahwa Dia dengan itu sudah menjadikan kita sebagai umat Allah(Jahweh). Sekarang, kalau kita percaya kepada kebenaran ini di dalam hati kita, maka dengan iman kita kepada keselamatan yang sempurna, kita semua bisa menjadi orang-orang benar yang tidak berdosa. Kita harus mengucapkan syukur kepada Allah(Jahweh) yang memberikan kepada kita anugerah iman ini, sehingga kita bisa memiliki iman yang demikian.
Pada kenyataannya, bahwa kita sudah menjadi percaya kepada kebenaran ini, dengan sendirinya, adalah sebuah anugerah Allah(Jahweh). Keselamatan kita dari dosa juga anugerah dari Allah(Jahweh). Bukankah Allah(Jahweh) sudah membebaskan kita dari segala dosa kita dengan memberikan kepada kita hidup-Nya yang sangat berharga, jauh lebih berharga dibandingkan diri kita? Karena Yesus sudah dibaptiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit dari kematian, dan dengan itu sudah memberikan kepada kita anugerah keselamatan, semua yang sekarang percaya kepada Injil ini bisa menerima anugerah keselamatan dan menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri. Ketika berkaitan dengan keselamatan, sama sekali tidak ada usaha sedikitpun dari pihak kita. Tidak ada yang kita lakukan kecuali percaya kepada Yesus Kristus yang sudah datang dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Keselamatan ini adalah anugerah Allah(Jahweh) kepada kita.
Iman kepada Yesus dimulai dengan terlebih dahulu berpikir mengenai “apakah kita ditentukan masuk neraka atau tidak.” Mengapa? Karena ketika kita terlebih dahulu memahami dan mengakui keberdosaan diri kita sendiri, kita tidak bisa menghindar dari percaya kepada kebenaran bahwa Yesus sudah menjadi korban penebus salah bagi dosa-dosa kita. Bahwa kita bisa diselamatkan meskipun kita sedang melakukan dosa semuanya itu hanya bisa terjadi karena anugerah keselamatan yang diberikan oleh Tuhan yang mengorbankan diri-Nya menggantikan kita. Sudahkah kita diselamatkan hanya dengan percaya kepada-Nya? Sudahkah dengan itu kita menjadi umat Allah(Jahweh) oleh iman? Apakah kita sungguh-sungguh memiliki iman yang demikian? Bisakah kita mengakui bahwa keselamatan kita adalah anugerah Allah(Jahweh), bukan karena karya kita? Apakah kita sungguh-sungguh mengakui bahwa kita sudah ditentukan masuk neraka sebelum kita percaya kepada anugerah keselamatan yang diberikan oleh Allah(Jahweh)? Kita harus menguji kembali akan pokok itu sekali lagi.
 

Kemah Suci Adalah Gambar Terperinci Tentang Yesus 
 
Kebenaran yang dinyaakan di Kemah Suci mengatupkan mulut para nabi palsu. Ketika kita membuka Firman Kemah Suci dan berbicara tentang hal itu di hadapan mereka, tipu daya mereka akan dibukakan. 
Tiang di pintu Kemah Suci adalah semua dilaput dengan emas. Ini menunjukkan bahwa tidak satupun di dalam Kemah Suci memiliki jejak manusia. Semua yang ada di dalam Kemah Suci dilaput dengan emas. Tiang di pintunya dilaput dengan emas, dan penutup di atas tiang itu juga dilaput dengan emas. Namun, alas-alas untuk tiang itu terbuat dari tembaga. Ini menunjukkan kepada kita bahwa karena dosa-dosa dan kesalahan kita, anda dan saya ditentukan masuk neraka. Bukankah memang demikian? Bukankah memang itu yang terjadi? Apakah anda sungguh-sungguh percaya bahwa anda juga memang ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa karena kelemahan yang anda lakukan setiap hari? Bahwa anda ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa anda adalah penghakiman yang adil yang diberikan oleh Allah(Jahweh). Apakah kemudian anda menerima penghakiman ini? Anda harus menerimanya! Ini bukan hanya sekedar pemahaman, tetapi anda harus menerima dan juga percaya kepada hal itu.
Alkitab mengatakan, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Ketika kita mengakui di dalam hati kita bahwa kita memang ditentukan masuk neraka, dan ketika kita percaya kepada kebenaran bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan memberikan kepada kita anugerah keselamatan yang digenapi oleh karya-Nya yang dinyatakan dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, maka kita bisa masuk dan hidup di dalam Tempat Kudus. Kita percaya bahwa Tuhan datang ke bumi ini, bahwa Dia yang jauh lebih berharga dibandingkan dengan kita, menanggung segala dosa kita dengan dibaptiskan, dan bahwa Dia mencurahkan darah-Nya dan mati di atas kayu Salib, dan bahwa dengan melakukan hal itu Dia sudah menghapuskan segala dosa kita dan menyelamatkan kita dari penghukuman kita. Dengan menyelamatkan kita melalui kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, Tuhan sudah menjadikan kita sebagai orang benar. 
Kita harus sungguh-sungguh percaya kepada kebenaran ini di pusat hati kita. Hanya mereka yang percaya kepada kebenaran ini di pusat hatinya yang bisa menjadi umat Allah(Jahweh) dan pengerja-Nya. Menerima kebenaran ini hanya sebagai pikiran buatan manusia bukanlah iman yang benar. “Oh, jadi Kemah Suci memiliki makna ini. Saya sudah sering mendengar tentang kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, dan rupanya maknanya bisa ditafsirkan dengan cara yang demikian!” Meski anda sudah percaya kepada kebenaran hanya di dalam pikiran anda seperti itu sampai saat ini, maka inilah saatnya bagi anda untuk dengan tulus percaya kepada Injil air dan Roh di dalam hati anda.
Alas-alas dari tiang di pintu Kemah Suci terbuat dari tembaga. Tetapi alas-alas tembaga hanya dipakai untuk lima tiang di pintu Kemah Suci; tiang-tiang untuk tabir Tempat Maha Kudus, sebaliknya, tidak memiliki alas-alas tembaga, tetapi keempat alas-alas itu semuanya terbuat dari perak. Di dalam Alkitab, perak menunjuk kepada anugerah dan kasih karunia Allah(Jahweh), sementara emas menunjuk kepada iman yang sejati yang percaya di pusat hati. Tembaga, di sisi lain, menunjuk kepada penghukuman atas dosa. Bukankah kita semua dahulu ditentukan untuk dihukum oleh Allah(Jahweh) karena dosa-dosa kita? Masing-masing kita secara pribadi harus dihakimi karena dosa-dosa dan kesalahan anda di hadapan Allah(Jahweh) dan umat. Bukankah memang itu yang terjadi? Saya tidak mengatakan bahwa hanya anda yang demikian. Bahkan, saya mengakui di hadapan Allah(Jahweh) bahwa saya sendiri dahulu juga demikian. Saya menanyakan hal ini bukan hanya kepada anda, dengan kata lain, tetapi kepada diri saya juga. Dan untuk saya sendiri, saya sepenuhnya mengakui di hadapan Allah(Jahweh) bahwa saya sudah ditentukan untuk dihukum oleh Dia karena kesalahan saya, dan bahwa seturut dengan Hukum-Nya, saya juga ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa saya. Saya mengakuinya dengan jelas.
Untuk makhluk yang sedemikian seperti saya, Tuhan sudah datang ke bumi ini. Dia datang dalam rupa manusia, menanggung segala dosa ke atas tubuh-Nya dengan dibaptiskan, menanggung semua kutuk atas dosa-dosa saya dengan mati di atas kayu Salib, dan sudah menjadi Juruselamat saya yang sempurna dengan bangkit kembali dari kematian. Inilah yang saya percayai. Dan ketika saya percaya demikian, keselamatan saya yang sudah direncanakan Allah(Jahweh) bahkan sebelum penciptaan akhirnya digenapi. Semuanya digenapi sebagaimana saya percayai hal itu di pusat hati saya. 
Hati anda juga seperti itu. Dengan percaya kepada kebenaran ini, keselamatan anda yang sudah direncanakan Allah(Jahweh) di dalam Yesus Kristus bahkan sebelum dasar dunia diletakkan juga digenapi di dalam hati anda. Rencana Allah(Jahweh) untuk menjadikan anda sebagai umat-Nya digenapi ketika anda percaya kepada rancangan ini di dasar hati anda. Itu adalah dengan percaya dengan hati anda sehingga keselamatan anda yang sejati masuk ke dalam pusat hati anda. Keselamatan bukan diperoleh melalui pemikiran daging kita. Keselamatan tidak datang karena doktrin teologi apapun. Namun, keselamatan itu hanya datang melalui iman kepada kebenaran.
 

Keselamatan Ini Sudah Direncanakan di dalam Yesus Kristus Bahkan Sebelum Penciptaan 
 
Keselamatan adalah anugerah yang sudah diberikan kepada kita di dalam Yesus Kristus melalui baptisan dan darah-Nya di atas kayu Salib. Keselamatan ini sebenarnya digenapi di atas bumi ini sekitar 2.000 tahun yang lalu. Dan tidak ada yang dikecualikan dari anugerah keselamatan ini, karena Yesus sudah menggenapi rencana Allah(Jahweh) untuk keselamatan untuk menghapuskan segala dosa semua orang. Dengan demikian, mereka yang percaya kepada keselamatan ini di pusat hati mereka sudah menjadi anak-anak Allah(Jahweh). Semua dosa mereka sudah dihapuskan, seputih salju, dan mereka semua sudah menerima pengampunan dosa mereka secara cuma-cuma. 
Namun masih banyak orang di dunia ini yang belum menerima pengampunan dosa. Siapakah orang-orang itu? Mereka adalah orang-orang yang tidak percaya kepada kebenaran meskipun mereka mengenalnya. Mereka yang belum mengakui di pusat hati mereka bahwa mereka ditentukan masuk neraka, dan mereka yang belum memahami Injil air, darah dan Roh—orang-orang yang demikian tidak mendapatkan bagian di dalam Tuhan. 
Keselamatan Allah(Jahweh) diberikan hanya kepada mereka yang memahami hakekat dosa mereka sendiri dan memahami bahwa mereka ditentukan untuk dihukum dan masuk neraka karena dosa-dosa mereka. Dimanakah kelima tiang untuk tirai pintu Kemah Suci yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, diririkan? Semuanya didirikan di alas-alas tembaga. Anda dan saya ditentukan masuk neraka karena dosa-dosa kita. Hanya ketika kita mengakui akan kenyataan ini keselamatan kita bisa didirikan di atas pengakuan ini. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini,” karena anda dan saya, Tuhan datang ke bumi ini, dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis, mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib dan dikorbankan, dan dengan itu memberikan kepada kita keselamatan dari dosa-dosa kita.
Dengan demikian, anda dan saya harus sungguh-sungguh percaya kepada Injil air dan Roh di pusat hati kita. Paling tidak satu kali, hati kita harus mengakui, “Saya sungguh-sungguh ditentukan masuk neraka, akan tetapi Tuhan sudah menyelamatkan saya melalui air dan Roh.” Kita kemudian harus percaya di dalam hati kita untuk bisa diselamatkan. Sebagaimana dijelaskan Roma 10:10, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” 
Kita harus sungguh-sungguh percaya kepada keselamatan kita di dasar hati kita dan mengakuinya di mulut kita: “Tuhan sudah menyelamatkan saya melalui kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Saya seharusnya ditentukan masuk neraka dan dihukum, tetapi Tuhan sudah membasuhkan segala dosa saya untuk saya, menanggung dosa-dosa saya, menanggung semua penghukuman mengganti saya, dan dengan itu sudah menyelamatkan saya sepenuhnya. Dia sudah secara sempurna menjadikan kita sebagai anak-anak Allah(Jahweh).” Dengan cara ini, kita harus percaya di pusat hati kita dan mengakui dengan mulut kita. Apakah anda percaya?
Apakah anda, entah karena apa, belum mengakui kenyataan bahwa anda ditentukan masuk neraka, meski anda percaya kepada kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, dan meskipun anda percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan cara ini? Alkitab mengatakan, “Semua manusia sudah melakukan dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Iman yang benar adalah percaya bahwa meskipun semua manusia sudah melakukan dosa dan karena itu harus masuk neraka, Tuhan datang ke bumi ini, dibaptiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu secara sempurna sudah menjadikan kita orang-orang benar.
Betapa mengagumkan keselamatan ini? Bukankah dengan sederhana ajaib sekali? Kemah Suci bukan dibuat secara sembarangan, tetapi dibangun sesuai dengan Firman Allah(Jahweh) dengan perincian yang sangat jelas. Melalui Kemah Suci, Allah(Jahweh) menubuatkan secara terperinci bahwa Dia akan menyelamatkan kita dengan memberikan kepada kita hidup-Nya yang sangat berharga. Dia menjelaskan kepada kita, melalui Kemah Suci, bahwa Yesus sudah memberikan kepada kita keselamatan yang sangat berharga dengan dibaptiskan dan mati di atas kayu Salib, dan yang harus kita lakukan adalah percaya kepada hal ini di pusat hati kita. Siapa yang bisa memberikan kepada anda keselamatan untuk anda? Anda bisa diselamatkan dengan percaya kepada Yesus Kristus yang datang dalam rupa manusia sama seperti anda.
Kalau seseorang menanggung segala dosa anda dan dihukum menggantikan tempat anda, anda akan memiliki alasan yang lebih dari cukup untuk berterima kasih, tetapi Tuhan Yesus yang sejuta kali lebih terhormat dan lebih kaya dibandingkan dengan kita menjadikan diri-Nya korban menggantikan kita—betapa besar anugerah in bukan? Bukankah sangat berharga anugerah kenyataan bahwa Tuhan yang dimuliakan sudah memberikan kepada kita keselamatan melalui kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi-Nya? Bukankah tidak terhingga harga anugerah ini? Bagaimana mungkin kita bisa tidak percaya di dalam hati kita? 
Inilah sebabnya semua yang mengakui keberdosaan mereka harus percaya kepada kebenaran ini. Orang-orang yang memenuhi syarat untuk percaya kepada kebenaran ini adalah mereka yang mengakui bahwa mereka tidak bisa menghindar dari hukuman neraka. Hanya orang-orang yang mengakui bahwa mereka sungguh-sungguh orang berdosa, dan bahwa mereka ditentukan masuk neraka, memenuhi syarat untuk percaya kepada keselamatan Allah(Jahweh) yang berharga, dan juga menerimanya oleh iman. Dan mereka yang percaya kepada kebenaran ini di dalam hati mereka bisa menjadi pengerja di Gereja Allah(Jahweh).
Kita hanyalah makhluk hina yang tidak memiliki apapun untuk dibanggakan, bahkan ketika kita membandingkan diri kita dengan mereka yang terkenal di dunia ini bahkan dengan kemampuan yang hanya biasa-biasa saja. Ketika ini yang terjadi, bagaimana mungkin kita bisa berani membanggakan diri kita di hadapan Allah(Jahweh) yang kudus, sempurna, dan mahakuasa? Semua yang bisa kita lakukan di hadapan-Nya adalah hanya mengakui bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita bahkan ketika kita tidak bisa menghindari kematian karena kelemahan-kelemahan kita. 
Alkitab mengatakan kepada kita, “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). Memang, kita-harus membayar upah maut karena dosa-dosa kita. Tetapi karena Tuhan kita sudah menyelamatkan kita, yang sudah ditentukan masuk neraka, kita sekarang bisa masuk Surga dengan iman ini. Kalau kita membuang iman ini, kita semua ditentukan masuk neraka untuk ke seratus kalinya. Bukankah ini yang terjadi? Tentu saja demikian. Kita semua layak untuk dibuang ke dalam neraka.
Tetapi karena Tuhan yang dimuliakan dengan kasih yang tidak terukur sudah datang ke bumi ini, dibaptiskan, dan mencurahkan darah-Nya serta menanggung penghukuman di atas kayu Salib, kita sekarang bisa lepas dari kepastian kita untuk penentuan neraka. Karena Tuhan sudah memberikan hidup-Nya yang berharga bagi kita, kita sudah menerima pengampunan dosa. Ketika ini yang terjadi, bagaimana mungkin kita tidak percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita sekali untuk selamanya, dan bahwa Dia sudah memberikan kepada kita anugerah keselamatan? Bagaimana mungkin kita bisa menolak menjadi orang benar? Bagaimana mungkin anda tidak percaya kepada hal ini? Sebagaimana tiang untuk tirai di pintu Kemah Suci dilaput dengan emas, begitu juga kita harus sepenuhnya menyelubungi hati kita dengan iman. Kita harus menutup diri kita sepenuhnya dan secara lengkap dengan iman. Kita harus percaya kepada Injil air dan Roh di pusat hati kita. Tanpa percaya kepada Injil yang sejati ini di pusat hati kita, kita tidak bisa menghadap ke hadirat Allah(Jahweh).
Adalah dengan iman bahwa kita bisa menjadi orang berdosa yang sungguh-sungguh ditentukan masuk neraka. Adalah dengan iman bahwa kita bisa juga menjadi orang benar di hadapan Allah(Jahweh). Adalah dengan iman, dengan kata lain, bahwa orang berdosa bisa menerima pengampunan dosa mereka—dengan percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan kita melalui air dan darah-Nya. Inilah yang dikatakan Firman Tuhan kita, “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi” (Ibrani 9:27), digenapi. 
Ketika kita dilahirkan ke bumi ini sekali, kita sudah ada di bawah penghukuman untuk dosa-dosa kita. Namun, Allah(Jahweh) sudah memberikan kepada kita anugerah keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus. Dengan percaya kepada Injil air dan Roh di pusat hati kita, kemudian, kita sudah bisa menjadi anak-anak Allah(Jahweh). Allah(Jahweh) sudah memberikan kasih keselamatan-Nya yang tidak bersyarat kepada semua orang yang percaya. Tetapi Dia akan menghakimi dan menjatuhkan kutuk kepada mereka yang tidak percaya kepada Injil ini karena dosa-dosa ketidakpercayaan (Yohanes 3:16-18).
 

Kita Harus Percaya Kepada Kedua Kenyataan Keselamatan Ini
 
Kita dahulu orang berdosa yang harus dihukum dan dihukum mati karena dosa-dosa kita, tetapi dengan percaya kepada kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang direncanakan Allah(Jahweh) dan diberikan kepada kita, kita sudah menerima pengampunan dosa kita. Sesungguhnya, kita harus mengakui kepada Allah(Jahweh), “Saya sungguh-sungguh ditentukan masuk neraka,” dan kita juga harus mengaku, “Tetapi saya percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan saya melalui air dan darah.” Kita harus percaya kepada Injil air, darah, dan Roh; yaitu, di dalam kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Adalah dengan percaya kepada kebenaran ini di pusat hati kita bahwa kita diselamatkan. Itu adalah dengan percaya kepada Injil inilah kita diselamatkan.
Kita sudah diselamatkan dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Manusia bisa menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri hanya kalau mereka percaya bahwa Tuhan sudah menyelamatkan semua manusia yang ditentukan masuk neraka melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Apakah anda percaya? Hanya iman kepada kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya adalah iman yang benar. 
Inilah makna rohani yang dinyatakan di tirai Kemah Suci. Apakah anda percaya? Ketika manusia menjadi percaya kepada kebenaran di dalam hati mereka, mereka kemudian bisa berbicara dengan benar mengenai iman sejati. Iman yang sejati bukan hanya mengakui kebenaran dengan mulut sementara tidak percaya di dalam hati, tetapi mengakui iman seseorang dengan mulutnya sementara percaya kepada kebenaran itu di pusat hatinya. Anda semua harus percaya kepada keselamatan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang sudah menyelamatkan anda sampai selamanya.
Kita tidak akan pernah bisa cukup mengucap syukur kepada Allah(Jahweh) tidak peduli bagaimanapun kita melayani Dia. Bagaimana mungkin kita bisa lupa tentang keselamatan kita? Bagaimana mungkin kita bisa lupa bahwa Tuhan sudah menyelamatkan anda dan saya, yang tidak bisa menghindar dan ditentukan masuk neraka, dari segala dosa kita? Bagaimana kita bisa lupa akan Injil air dan Roh ketika semua kelemahan kita dibukakan setiap hari? Bagaimana kita bisa mengabaikan Injil ini ketika tidak ada cara yang lain untuk diselamatkan kecuali dengan Injil ini? Kita senantiasa penuh syukur. Kita senantiasa bersukacita. Kita tidak bisa tidak memuji Dia selalu.
Mereka yang tidak mengenal kebenaran ini mengatakan bahwa Allah(Jahweh) menciptakan manusia hanya sebagai mainan dan bersenang-senang dengannya. Dengan melawan Allah(Jahweh), mereka mengatakan, “Allah(Jahweh) pasti sedang merasa bosan. Dia menciptakan kita sebagai mainan dan bermain-main dengan kita. Dia tahu bahwa kita akan melakukan dosa, akan tetapi Dia hanya memperhatikan dan membiarkan kita melakukan dosa, dan sekarang Dia mengatakan bahwa Dia sudah menyelamatkan orang berdosa. Tidakkah Dia hanya mempermainkan kita? Dia menciptakan kita, dan kemudian Dia memainkan kita kapan saja Dia mau. Tidakkah Allah(Jahweh) menciptakan kita hanya sebagai mainan saja?” Banyak sekali orang yang berpikiran demikian. Mereka merasa dendam kepada Allah(Jahweh), dan mengatakan bahwa kalau memang Allah(Jahweh) sungguh-sungguh mengasihi mereka, Dia harusnya menciptakan mereka sebagai makhluk sempurna, dan bukannya menjadikan mereka makhluk berdosa yang lemah. Ada banyak sekali manusia yang tidak memahami hati Allah(Jahweh) dan memberikan tuduhan terhadap-Nya.
 

Kita Adalah Makhluk Ciptaan Allah 
 
Seperti tumbuhan dan binatang, manusia juga makhluk yang diciptakan oleh Allah(Jahweh). Tetapi Allah(Jahweh) tidak menciptakan manusia seperti tumbuhan dan binatang. Bahkan sebelum Dia menciptakan kita, Allah(Jahweh) sudah memutuskan untuk menjadikan kita umat-Nya di dalam Yesus Kristus Anak-Nya dan mengijinkan kita bergabung dalam kemuliaan-Nya dan untuk tujuan inilah Allah(Jahweh) menciptakan kita. Tujuan penciptaan manusia berbeda dengan makhluk yang lainnya. Apa, kemudian, tujuan Allah(Jahweh) di dalam menciptakan manusia? Tujuannya adalah supaya mereka hidup selamanya di dalam Kerajaan-Nya dalam semua kemuliaan dan keagungan, tidak seperti tumbuhan dan binatang yang diciptakan semata-mata untuk kemuliaan Allah(Jahweh). Tujuan penciptaan umat manusia oleh Allah(Jahweh) adalah untuk memampukan mereka memahami hakekat keberdosaan mereka, untuk memahami dan percaya kepada Juruselamat yang sudah menyelamatkan mereka sebagai Tuhan atas semua ciptaan, dan dengan itu menjadi lengkap dan masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) di masa yang akan datang.
Allah(Jahweh) tidak menciptakan kita sebagai robot atau mainan, tetapi Dia menciptakan kita supaya kita bisa menjadi anak-anak-Nya dengan mengenal sang Pencipta, percaya kepada Juruselamat, dan dilahirkan kembali dari air dan Roh. Dengan demikian, dengan mengikuti tujuan penciptaan kita ini, kita akan menerima dan menikmati kemuliaan. Meski di dunia ini kita mengorbankan diri untuk melayani jiwa-jiwa lain dengan Injil, di dalam Kerajaan Allah(Jahweh), kita akan dilayani. Apa menurut anda tujuan mendasar dalam Allah(Jahweh) menciptakan manusia? Tujuannya adalah untuk memampukan manusia menikmati keagungan dan kemuliaan Allah(Jahweh) selamanya. Tujuan Allah(Jahweh) menciptakan umat manusia adalah untuk menjadikan mereka umat-Nya dan mengijinkan mereka mengambil bagian di dalam keagungan dan kemuliaan-Nya sendiri.
Mengapa kita dilahirkan? Apa tujuan kehidupan? Dari mana kita berasal, dan kita menuju kemana? Pertanyaan yang filosofis seperti itu belum bisa terjawab, dan karena itu manusia masih berjuang keras menemukan jawaban untuk masalah ini. Tanpa memahami masa depan mereka sendiri, beberapa orang bahkan berpaling kepada para peramal dan tukang sihir. Semua itu mengakibatkan kegagalan manusia untuk memahami Allah(Jahweh) yang sudah menciptakan mereka dan percaya kepada keselamatan yang diberikan-Nya kepada mereka. 
Namun, untuk menjadikan kita anak-Anak-Nya, Allah(Jahweh) menciptakan kita berbeda dengan semua ciptaan lainnya. Dan Dia sudah menyelamatkan kita melalui air dan Roh, sesudah merancang keselamatan kita bahkan sebelum penciptaan dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Dengan menyelamatkan kita melalui hukum keselamatan yang dinyatakan dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, Allah(Jahweh) memang sudah menggenapi tujuan-Nya bagi kita.
Karena itu, kita harus mengenal dan percaya kepada tujuan Allah(Jahweh) yang memberikan kepada kita kehidupan kekal di dalam Yesus Kristus. Kalau kita tidak memahami hal ini, maka rahasia kehidupan akan selamanya tidak terpecahkan. Mengapa kita lahir di dunia ini? Mengapa kita harus hidup? Mengapa kita harus makan? Mengapa kita harus menghidupi kehidupan kita seperti yang kita alami? Bagaimana kita membereskan masalah hidup dan mati, ketuaan dan sakit? Mengapa kita harus masuk neraka karena dosa-dosa kita? Mengapa hidup begitu tragis? Mengapa hidup begitu menyakitkan? Semua pertanyaan itu bisa menemukan jawabannya dari Allah(Jahweh) melalui Injil air dan darah yang sudah menyelamatkan kita di dalam Yesus Kristus. 
Allah(Jahweh) mengijinkan kita untuk dilahirkan ke bumi ini dan Dia membuat kita berharap akan Kerajaan Surga di tengah kelelahan dan kekerasan hidup ini, sehingga Dia bisa menyelamatkan anda dan saya, yang sudah ditentukan masuk neraka, dari segala dosa kita, dan karena itu kita akan menerima kehidupan kekal. Ketika kita percaya kepada Injil air dan Roh, rahasia kehidupan adalah semua dipecahkan.
 

Allah Memiliki Rencana Yang Besar Dan Indah Bagi Anda Dan Saya 
 
Sebagaimana yang direncanakan Allah(Jahweh), Dia mengutus Anak-Nya Yesus Kristus ke bumi ini, menanggungkan segala dosa kita ke atas tubuh-Nya yang berharga dengan membuat Dia dibaptiskan, dihukum dan membuat-Nya mati bagi kita, dan dengan itu sudah menyelamatkan kita, yang sebenarnya menghadapi kebinasaan kekal, dari segala dosa, penghukuman, dan kutuk kita. Sekarang, kita harus percaya kepada kebenaran ini, dan kita harus memberikan syukur kita kepada Allah(Jahweh) karena memindahkan kita dari keadaan kebinasaan yang tidak terelakkan kepada Kerajaan Anak Allah(Jahweh), dan yang memampukan kita menikmati kehidupan kekal. Kebenaran akan keselamatan dari Allah(Jahweh), dengan kata lain, adalah Injil air dan Roh, yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan menggantungnya di pintu Kemah Suci. 
Alas tembaga dari tiang di pintu Kemah Suci menunjukkan kepada kita keberadaan dasar kita yang berdosa, dan dengan itu memampukan kita untuk percaya kepada Injil air dan darah Yesus. Tiang di pintu Kemah Suci dan tirai yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya menyatakan anugerah Allah(Jahweh) yang sudah menyelamatkan kita, yang sudah ditentukan masuk neraka, dari penghukuman kita melalui pengorbanan yang berharga dari Yesus Kristus. Dengan percaya kepada Injil air dan Roh, saya sudah diselamatkan dari segala dosa saya. Apakah anda percaya juga?
Apakah anda percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam Kemah Suci? Anda dan saya sangat beruntung. Ini sungguh-sungguh suatu berkat besar, karena meski ada banyak orang yang sedang menuju neraka, kita sudah menemukan kebenaran dan sekarang hidup di dalam Yesus Kristus. Kita memang dahulu tidak berharga dan tidak ada gunanya di dunia, dimana, walau lahir ke dalamnya, kita tidak bisa menghindari melakukan dosa dan ditentukan masuk neraka, menjalani hidup sebagai pengecut dan dibuang ke neraka. Tetapi meski demikian, Tuhan kita sudah datang ke bumi ini, dibaptiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit dari kematian, dan dengan itu sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita untuk selamanya. Kita tidak bisa tidak takjub akan kenyataan bahwa bukan hanya kita tidak ada hubungannya lagi dengan neraka, tetapi kita juga dimampukan untuk melakukan pekerjaan yang berharga, berguna, dan adil.
Mereka yang bisa masuk ke Tempat Kudus adalah orang-orang yang sudah menerima pengampunan dosa sekali untuk selamanya. Tuhan kita tidak hanya menghapuskan dosa-dosa masa lalu, tetapi dengan dibaptiskan, Dia menanggung segala dosa seumur hidup kita, dan dengan mati di atas kayu Salib, Dia telah mengapuskan segala dosa kita selamanya. Jadi, hanya mereka yang percaya bahwa kepada keselamatan ini digenapkan sekali untuk selamanya menjadi orang-orang yang memiliki iman para imam itu, dan hanya orang-orang yang demikian yang bisa masuk ke Tempat Kudus. 
Harus dikatakan, seturut dengan tata cara Kemah Suci, imam biasa tidak boleh masuk Tempat Maha Kudus, dan hanya Imam Besar yang diperbolehkan. Dan Imam Besar yang kekal tidak lain dari Yesus Kristus. Hanya mereka yang percaya bahwa Yesus Kristus sudah menyelamatkan kita yang bisa masuk ke Rumah Allah(Jahweh), bahkan ke dalam Tempat Maha Kudus bersama dengan Yesus Kristus. 
“Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Dia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni” (Ibrani 10:18-22). Mereka yang mengenali diri mereka sebagai orang jahat yang ditentukan masuk neraka dan menerima pengampunan atas semua dosa mereka dengan dibasuh menggunakan air yang murni (baptisan Yesus) dan darah Yesus bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) untuk berdiam dengan Dia selamanya.
Bukan karena kita setiap hari bertobat atas dosa-dosa kita sehingga kita dibasuhkan, tetapi karena Tuhan sudah datang ke bumi ini, menanggung segala dosa dunia sekali untuk selamanya dengan dibaptiskan, menanggung penghukuman di atas kayu Salib sehingga Dia menghapuskan segala dosa kita. “Karena demikianlah kita menggenapi semua kebenaran.” Yesus dibaptiskan dan menanggung segala dosa manusia sekali untuk selamanya, membawa segala dosa dunia ke kayu Salib dan mati di sana, dan bangkit kembali dari kematian dan dengan itu sudah menyelamatkan kita sekali untuk selamanya. Hanya mereka yang percaya kepada kebenaran ini di pusat hati mereka yang bisa masuk ke Tempat Kudus. Kita menerima pengampunan dosa kita sekali untuk selamanya dengan percaya bahwa Tuhan kita sudah menyelamatkan kita sekali untuk selamanya, dan bahwa Dia membereskan semua dosa di sepanjang hidup kita dan di seluruh alam semesta. 
Apakah anda percaya bahwa Tuhan menanggung segala dosa sekali untuk selamanya dengan dibaptiskan? Dan apakah anda percaya bahwa Dia memikul dosa-dosa dunia, mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan dengan itu sudah menjadi Juruselamat yang sempurna sekali untuk selamanya? Melalui kehidupan-Nya yang 33 tahun, Tuhan kita sudah menghapuskan segala dosa di dunia ini selamanya. Dia sudah membuat semuanya lenyap, tanpa meninggalkan satu titikpun. Saya percaya kepada hal ini di pusat hati saya. Saya percaya bahwa ketika Dia dibaptiskan, Dia menanggung segala dosa dunia sekali untuk selamanya, bahwa Dia menanggung penghukuman atas dosa-dosa saya sekali untuk selamanya dengan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, dan bahwa Dia sudah menjadi Juruselamat saya yang sempurna dengan bangkit dari kematian dan hidup kembali sekaligus. Dengan iman inilah saya diselamatkan dari segala dosa saya.
Dengan percaya kepada hal ini, kita semua bisa masuk Kerajaan Surga, dan sementara hidup di dunia ini, kita harus merenungkan iman ini setiap hari. Mengapa? Karena Tuhan menanggung bahkan dosa-dosa yang belum kita lakukan. Tetapi setiap kali kita melakukan dosa, kita harus mengakuinya. Dan kita harus percaya di pusat hati kita bahwa Tuhan menanggung bahkan dosa-dosa itu dengan baptisan-Nya. Kita harus menyadari bahwa Tuhan membereskan segala dosa dunia dengan percaya sekali lagi. Mengapa? Karena kalau kita tidak merenungkan Injil air dan Roh berulang-ulang, hati kita akan tercemar. Karena Tuhan menanggung bahkan segala dosa yang belum kita lakukan, kapanpun kelemahan kita dibukakan, kita harus bersyukur kepada-Nya dengan iman kita kepada pelayanan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi dari-Nya.
Kita semua harus percaya bahwa Tuhan datang ke bumi ini dan menanggung segala dosa kita sekaligus. Sekali untuk selamanya, segala dosa kita ditanggungkan kepada Yesus Kristus, karena Dia menerima segala dosa dunia melalui baptisan-Nya. Karena Yesus Kristus sudah memberikan kepada kita keselamatan kekal dengan dibaptiskan dan mati di atas kayu Salib, kita harus percaya kepada kebenaran ini dengan teguh dan berani. Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita bisa menerima Kerajaan Allah(Jahweh) dengan keyakinan yang teguh kepada baptisan yang diterima-Nya dari Yohanes. Yesus mengatakan, “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya” (Matius 11:12). Dengan iman inilah kita ditebus dari segala dosa dan kelemahan dari tubuh, pikiran, akal, dan daging kita. Dengan percaya bahwa Tuhan menanggung segala dosa itu dengan baptisan-Nya dan menanggung semua kutuk atas dosa itu, kita harus diselamatkan dari segala dosa untuk menguasai Kerajaan Allah(Jahweh). 
Tidak perduli bagaimana lemahnya anda, kalau anda hanya memiliki iman ini, maka anda adalah manusia iman. Meskipun anda lemah, Tuhan sudah menyelamatkan anda secara sempurna, dan karena itu anda harus percaya kepada hal ini. Seperti Tuhan kita hidup selamanya, demikian juga keselamatan kita sempurna selamanya. Yang harus kita lakukan hanyalah percaya kepada keselamatan yang diberikan Yesus Kristus kepada kita. Itu benar! Kita sudah diselamatkan dengan percaya kepada-Nya di dalam hati kita kita.
Karena Tuhan kita adalah Juruselamat kita yang sempurna, Dia sudah membereskan semua masalah dosa kita. Apakah anda percaya bahwa Tuhan kita dibaptiskan, mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, mati satu kali, bangkit kembali dari kematian, dan sudah dengan itu memberikan kepada kita keselamatan kekal? Betapa ajaib keselamatan ini? Meskipun kita lemah dalam perbuatan kita, kita masih tetap bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) dengan percaya kepada kebenaran ini. Dengan iman inilah kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) dan menikmati semua kemuliaan dan keagungan luar biasa dari Allah(Jahweh). Mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh memenuhi syarat untuk menikmati semuanya. Tetapi tanpa iman ini, tidak ada yang bisa melangkahkan kakinya di Kerajaan Allah(Jahweh).
Kebenaran yang sudah menyelamatkan kita melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya sudah direncanakan oleh Allah(Jahweh) di dalam Yesus Kristus bahkan sebelum penciptaan. Karena Allah(Jahweh) menentukan untuk menyelamatkan kita, Dia datang ke bumi ini, dibaptiskan dan menanggung segala dosa kita sekali untuk selamanya, mati satu kali, bangkit dari kematian satu kali, dan dengan itu memberikan kepada kita keselamatan kekal. Inilah keselamatan kita yang terbentuk dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan kita harus percaya kepada keselamatan ini. Hanya dengan itu kita bisa menjadi umat Allah(Jahweh) secara sempurna dengan iman. Hanya dengan itu kita bisa menjadi pengerja Allah(Jahweh) oleh iman. Kita akan masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) yang sempurna dan hidup selamanya.
Allah(Jahweh) yang sempurna sudah menyelamatkan kita secara sempurna, tetapi kita masih tetap lemah setiap hari, karena daging kita adalah lemah. Bagaimana ini? Ketika Tuhan sudah sepenuhnya dibaptis, sudahkah Dia sungguh-sungguh menanggung segala dosa kita atau tidak? Tentu saja sudah! Karena Tuhan kita menanggung dosa-dosa kita dengan baptisan-Nya, kita memahami bahwa segala dosa kita memang ditanggungkan kepada-Nya dengan baptisan-Nya. Apakah anda memahami bahwa dosa-dosa anda sudah ditanggungkan kepada Yesus? Dengan melakukan hal itu, Yesus membawa dosa-dosa kita dan dosa-dosa dunia ke kayu Salib, disalibkan, dan dengan itu sepenuhnya menggenapkan rencana keselamatan dari Allah(Jahweh). Meskipun kita lemah, kita bisa masuk Kerajaan Allah(Jahweh) dengan percaya. Dengan percaya kepada apa? Kita bisa masuk Kerajaan Allah(Jahweh) dengan percaya kepada pelayanan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dari-Nya.
Setelah kita menerima pengampunan dosa, maka kelemahan itu yang memiliki iman yang baik dan hidup terpuji di dalam Gereja. Gereja bukan tempat dimana yang kuat memerintah, tetapi di sinilah yang lemah memerintah oleh iman. Mengapa? Karena di dalam Gereja Allah(Jahweh), kita masih bisa mengikuti Tuhan dengan iman hanya kalau kita memahami kelemahan kita. Di sini adalah tempat untuk merawat dan menyembuhkan luka. Sebagaimana Surga adalah tempat dimana seorang bayi bisa “memasukkan tangannya ke lubang ular beludak” (Yesaya 11:8) dan tidak akan digigit, firdaus di dunia ini tidak lain dari Gereja Allah(Jahweh). Inilah rahasia yang menakjubkan dari Gereja Allah(Jahweh).
Dengan iman inilah kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh). Iman dalam bentuk yang kokoh inilah yang membawa masuk ke dalam Kerajaan Surga. Apakah anda percaya kepada kebenaran ini di dalam hati anda? Saya, juga, percaya, dan inilah sebabnya saya menaikkan syukur saya kepada Allah(Jahweh). 
Dan karena saya mengucap syukur kepada Allah(Jahweh) inilah saya melayani Injil. Saya hidup untuk kebenaran ini dan melayani Injil, karena masih banyak orang yang belum mengenal kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Tetapi saat ini, tanpa mengingat pertanyaan apakah orang lain melayani Injil atau tidak, yang diperlukan adalah bahwa anda sendiri pertama percaya kepada kebenaran itu. 
Saya berharap dan berdoa agar anda semua akan percaya kepada kebenaran bahwa Yesus sudah menyelamatkan anda dari dosa-dosa anda sekaligus, dan dengan itu diselamatkan dari segala dosa anda.