Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-19] (Keluaran 25:31-40) Kandil Emas

(Keluaran 25:31-40)
“Haruslah engkau membuat kandil dari emas murni; dari emas tempaan harus kandil itu dibuat, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya -- dengan tombolnya dan kembangnya -- haruslah seiras dengan kandil itu. Enam cabang harus timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain. Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu -- dengan tombol dan kembangnya -- dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain -- dengan tombol dan kembangnya --; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri harus ada empat kelopak berupa bunga badam -- dengan tombolnya dan kembangnya. Juga harus ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama, yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga kaubuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Tombol dan cabang itu harus timbul dari kandil itu, dan semuanya itu haruslah dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya. Sepitnya dan penadahnya haruslah dari emas murni. Dari satu talenta emas murni haruslah dibuat kandil itu dengan segala perkakasnya itu. Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”
 

Kandil emas dibuat dari satu talenta emas murni. Batangnya haruslah ditempa dari satu batang emas murni seberat satu talenta, dengan tiga cabang berada di kedua sisinya, dan tujuh lampu diletakkan di ujung batang dan keenam cabangnya. Karena kandil emas itu terbuat dari satu talenta emas murni, dia begitu megah dan nampak sangat indah dalam pandangan mata.
Di ujung kandil emas, ada tujuh lampu yang berisi minyak, yang dinyalakan untuk menerangi Tempat Kudus setiap saat. Seseorang bisa masuk ke Tempat Kudus hanya dengan menyingkap dan membuka pintu Kemah Suci yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Mereka yang bisa masuk ke tempat ini hanyalah orang-orang yang percaya kepada karya keselamatan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Dengan demikian, tidak seorangpun bisa masuk Tempat Kudus tanpa iman ini, karena tempat ini hanya diijinkan untuk mereka yang mengenali rahasia kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang dinyatakan di dalam tabir pintu Kemah Suci.
Karena itu, hanya mereka yang percaya kepada keselamatan yang ajaib yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya yang bisa menjadi anggota Gereja Allah(Jahweh). Keempat warna tirai pintu Kemah Suci adalah gambaran dari Injil air dan Roh, yang menubuatkan mengenai Yesus yang akan datang, yang menanggung segala dosa dunia dengan dibaptiskan dan menanggung hukuman atas dosa-dosa kita dengan disalibkan dan mencurahkan darah-Nya. 
Tidak lain dari Injil air dan Roh inilah pengampunan dosa yang sejati yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Injil air dan Roh adalah terbuat dari baptisan yang diterima Yesus Kristus dan penghukuman di atas kayu Salib yang ditanggungNya untuk memberikan kepada kita berkat pengampunan dosa. Dengan demikian, hanya mereka yang dengan sepenuh hati percaya kepada kebenaran ini yang bisa ditebus dari dosa-dosa mereka. Allah(Jahweh), dengan kata lain, mengijinkan hanya mereka yang percaya kepada kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya untuk masuk ke dalam Tempat Kudus.
Sebagaimana kandil emas di dalam Tempat Kudus selalu menyinarkan sinar yang terang, demikian juga orang-orang yang menjadi anak-anak Allah(Jahweh) dengan percaya kepada Injil air dan Roh juga menerangi dunia ini dengan terang keselamatan yang menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Dengan kata lain, hanya orang-orang yang sudah menerima pengampunan dosa melalui Injil air dan Roh yang bisa memenuhi peranan sebagai kandil emas yang memberikan terang keselamatan, sehingga banyak orang lain bisa mengenal kebenaran ini juga dan menerima pengampunan dosa-dosa mereka. 
Kandil emas memiliki kembang-kembang, tombol dan kelopak. Sebagaimana Allah(Jahweh) memerintahkan bahwa tujuh lampu harus diletakkan di atas kandil emas, ketika lampu-lampu itu dinyalakan, kegelapan berlalu di Tempat Kudus setiap waktu. Ini berarti bahwa orang-orang benar yang sudah dibasuh dari dosa-dosa mereka dengan percaya kepada Injil air dan Roh akan berkumpul bersama, membangun Gereja Allah(Jahweh), dan menerangi dunia ini. Cahaya dari kandil emas yang bersinar di Tempat Kudus adalah Injil air dan Roh, yang mengusir kegelapand dari dunia ini.
Untuk menyelamatkan kita dari dosa, Yesus Kristus datang ke bumi, berinkarnasi dalam rupa manusia. Dan untuk menanggung atas dosa-dosa kita, Dia dibaptiskan oleh Yohanes, dan untuk menanggung penghukuman atas dosa-dosa kita, Dia adalah disalibkan. Yesus dengan itu sudah menjadi terang keselamatan. Di dalam pelataran Kemah Suci, orang-orang berdosa menanggungkan dosa-dosa mereka kepada korban persembahan dengan menumpangkan tangan mereka ke atas kepalanya dan membiarkannya menanggung penghukuman atas dosa-dosa mereka dengan membunuh korban ini. 
Demikian juga, Yesus Kristus menggenapkan keselamatan kita dengan dibaptiskan dan mati di atas kayu Salib seturut dengan Hukum Allah(Jahweh), dan Dia sudah menjadi terang keselamatan bagi semua manusia. Dengan pelayanan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, Yesus Kristus sudah memenuhi keselamatan manusia. Jadi kita sudah diselamatkan dari dosa-dosa kita dengan percaya kepada Injil baptisan dan darah yang sudah diberikan Yesus Kristus kepada kita. Semua yang percaya kepada Yesus juga harus menemukan terang kebenaran ini.
Yesus Kristus sudah memancarkan terang keselamatan kepada dunia ini supaya hanya mereka yang dilahirkan kembali dari air dan Roh saja yang bisa masuk Kerajaan Allah(Jahweh). Dengan demikian, hanya orang-orang yang dilahirkan kembali dari air dan Roh yang bisa menjadi bagian dari Gereja Allah(Jahweh) dan memenuhi syarat untuk bersinar dan menyebarkan terang air dan Roh ke seluruh dunia. Karena hanya mereka yang percaya kepada Injil air dan Roh dan menyebarkannya, Allah(Jahweh) sudah mempercayakan Injil air dan Roh ini secara khusus kepada mereka dan mengijinkan mereka menyinarkan terang Injil yang sejati. 
Dengan demikian, kita harus menyadari bahwa pekerjaan ini memberitakan Injil ke seluruh dunia hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang percaya kepada Injil air dan Roh sebagai kebenaran yang sejati. Orang-orang berdosa tidak bisa masuk ke Tempat Kudus. Hanya mereka yang percaya kepada Injil yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi di pintu Kemah Suci yang bisa masuk. Jadi, hanya mereka yang mengenal kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi dan percaya di dalamnya di dalam hati mereka yang bisa masuk ke Kemah Suci dan menjalankan tugas menerangi dengan terang keselamatan yang benderang.
Di pintu gerbang pelataran Kemah Suci, sebuah tabir yang terbuat dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi juga menunjukkan jalan. Bagi mereka yang mau masuk ke Kemah Suci untuk memberikan korban mereka di sana, Allah(Jahweh) membuat pintu gerbang di pelataran dengan empat warna yang sama. Tetapi orang-orang di masa Perjanjian Lama tidak menjadi sempurna selamanya melalui korban harian. Mereka harus senantiasa menantikan Mesias. Namun, ketika Yesus Kristus sang Mesias sungguh-sungguh datang, mereka gagal untuk menyadari bahwa Dia menjadi Mesias yang sejati dengan memberikan satu korban kekal seturut dengan wahyu yang dibuat dalam warna-warna tirai pintu Kemah Suci. 
Ini adalah sama dengan beberapa orang Kristen jaman ini yang, bahkan ketika mereka menyebut nama Yesus, tidak tahu bahwa Dia sudah datang dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya dan sudah menyelamatkan kita secara sempurna. Ketika orang-orang di jaman Perjanjian Lama memberikan korban persembahan mereka setiap hari dengan penumpangan tangan dan darah korban, mereka harus percaya bahwa Juruselamat akan datang dengan cara ini, tepat seperti korban persembahan mereka. 
Demikian juga, orang-orang di dunia ini harus juga percaya bahwa Yesus Kristus sang Juruselamat datang ke bumi ini, menanggung atas dosa-dosa dunia dengan dibaptiskan seturut dengan tata cara korban di dalam Perjanjian Lama berupa penumpangan tangan dan darah, disalibkan dan mencurahkan darah-Nya, dan dengan demikian sudah menyelamatkan umat-Nya dari dosa. Tetapi karena mereka bahkan tidak mengenal tata cara korban di dalam Perjanjian Lama, mereka tidak punya gambaran sama sekali apakah Yesus datang dengan baptisan dan darah-Nya, atau hanya dengan darah di atas kayu Salib saja, atau hanya sekedar sebagai Juruselamat yang biasa saja. 
Dalam pandangan Allah(Jahweh), iman yang ditempatkan orang-orang Kristen jaman ini kepada tata cara korban di Perjanjian Lama adalah sama kelirunya dengan yang dimiliki bangsa Israel. Karena mereka tidak memiliki iman yang benar kepada Mesias yang dinyatakan di dalam tata cara korban, mereka tidak bisa percaya bahwa Mesias datang, dibaptiskan, dan mencurahkan darah-Nya. Tetapi semua manusia di dunia ini, termasuk juga orang-orang Israel, harus percaya kepada Injil air dan Roh, bahwa Yesus sudah menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka melalui pelayanan baptisan dan penyaliban-Nya.
Untuk menyelamatkan anda dan saya dari segala dosa dan penghukuman kita, Yesus Kristus dibaptiskan dan mencurahkan darah-Nya. Melalui kebenaran yang terdapat di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang dinyatakan di pintu gerbang Kemah Suci, bayangan dari Injil air dan Roh, kita kemudian bisa mengenal Yesus Kristus. Kebenaran keselamatan ini adalah bahwa manusia bisa menerima pengampunan dosa-dosa mereka dengan percaya kepada Injil yang sejati di dalam hati mereka. Dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang sudah diberikan Yesus Kristus kepada kita dengan sungguh-sungguh datang ke dunia ini, dibaptiskan, dan mati di atas kayu Salib, anda harus memiliki iman yang menyelamatkan anda di dalam hati anda. Kebenaran ini sudah menyelamatkan anda dari segala dosa anda.
Di dalam Bait suci Allah(Jahweh), ada tiga tirai pintu. Semua pintu itu terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Sebagaimana yang sudah berulang-ulang saya katakan, keempat ini menyatakan keselamatan dari Allah(Jahweh) secara tepat: Untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, Allah(Jahweh) menetapkan hukum pengampunan dosa yang digenapi melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Karena itu, kalau kita percaya seturut dengan hukum pengampunan dosa ini, kemudian Allah(Jahweh) akan menerima iman kita dan untuk selamanya menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
Itu adalah dengan percaya kepada Injil air dan Roh yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi bahwa kita bisa diselamatkan dari segala dosa kita selamanya. Dengan memahami dan percaya kepada makna yang sesungguhnya dari tata cara korban yang diberikan oleh Allah(Jahweh), siapa saja bisa menghadap Dia. Di pintu masuk Tempat Kudus, Bait Allah(Jahweh), ada lima tiang, dan ada tirai yang terbuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya adalah digantung diatas tiang-tiang ini. Agar kita bisa menghadap Allah(Jahweh), kita harus memiliki empat iman yang dinyatakan di dalam tirai pintu empat warna itu. 
Iman yang ditunjukkan di dalam kain biru adalah bahwa Yesus Kristus menerima dosa-dosa kita dengan dibaptiskan, dan iman yang dinyatakan di dalam kain kirmizi adalah bahwa Yesus menanggung penghukuman atas dosa dengan disalibkan dan mencurahkan darah-Nya. Iman yang dinyatakan di dalam kain ungu adalah untuk percaya bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) sendiri, dan iman yang dinyatakan di dalam kain lenan halus adalah percaya kepada Firman-Nya yang terperinci bahwa Allah(Jahweh) telah menjadikan kita tidak berdosa dengan menanggung segala dosa dengan tenunan yang sudah disebutkan tadi—yaitu, kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Kebenaran inilah yang disebut sebagai Injil air dan Roh. Dengan demikian, melalui percaya bahwa Yesus sudah menyelamatkan kita melalui air dan Roh, kita bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh). Inilah iman dari mereka yang bisa membuka pintu Kemah Suci dan masuk ke dalam Tempat Kudus.
Pintu gerbang Kemah Suci terbuat dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang memungkinkan kita memahami rencana Allah(Jahweh) tentang bagaimana Dia akan menyelamatkan kita, menunjukkan kepada kita bahwa keselamatan kita, yang asalnya dari pengampunan dosa yang ditetapkan dari Allah(Jahweh), bukanlah didapatkan melalui buatan kita manusia sendiri. Bahkan kalaupun kita meminta pengampunan dosa-dosa kita setiap hari, tanpa korban persembahan untuk pendamaian bagi dosa, penanggungan dosa melalui penumpangan tangan, dan curahan darah, kita tidak bisa diselamatkan dari dosa-dosa kekal kita. Hanya ketika korban persembahan yang datang untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita menanggung dosa-dosa dunia kekal kita saja kita bisa sepenuhnya diselamatkan dengan percaya kepada kebenaran dan kemudian menerima pengampunan dosa.
Kalau kita memiliki di dalam hati kita iman yang percaya kepada Injil kebenaran ini, maka kita akan bisa menyebarkan Injil keselamatan yang memberikan kehidupan kekal untuk semua jiwa yang sesat. Dengan percaya kepada pelayanan Yesus yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, kita bisa menerangi dunia ini dengan kebenaran pengampunan dosa. Kandil emas di Tempat Kudus memiliki tujuh lampu, sehingga ketika lampu itu dinyalakan, cahaya mereka dipantulkan lagi oleh dinding Kemah Suci yang terbuat dari papan yang disalut engan emas, dan dengan itu menerangi keseluruhan bagian dalam Tempat Kudus dengan benderang. Kalau tidak ada kandil emas di dalam Tempat Kudus, maka yang ada hanyalah kegelapan saja. Inilah alasannya mengapa Allah(Jahweh) sudah menempatkan, di dalam dunia yang gelap ini, orang-orang kudus dan para hamba-Nya yang percaya kepada Injil air dan Roh.
 

Apakah Peranan Kandil Emas? 
 
Kandil emas menunjukkan bahwa Allah(Jahweh) sudah memberikan kepada kita iman yang percaya kepada kebenaran, yang menjadi terang dunia ini. Iman kita adalah percaya kepada Yesus Kristus yang sudah dilahirkan ke bumi ini, dibaptiskan, dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib. Allah(Jahweh) mengatakan kepada kita, dengan kata lain, supaya memancarkan terang keselamatan dengan iman ini. Ketika kita memegang iman keselamatan di dalam hati kita dan menyebarkan iman ini, pada saat itulah kita memancarkan terang kebenaran yang bercahaya. Orang-orang kemudian akan melihat dan datang kepada terang yang bercahaya ini, menyadari bahwa Tuhan sudah menyelamatkan mereka dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri. Inilah terang kebenaran Injil air dan Roh yang direncanakan dan dipenuhi oleh Allah(Jahweh) Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Dengan iman kita kepada kebenaran bahwa Yesus datang ke bumi ini, dibaptiskan dan disalibkan, mencurahkan darah-Nya dan mati, dan bangkit kembali dari kematian untuk memberikan pengampunan semua dosa kepada kita, kita memberitakan Injil kepada orang-orang yang rindu diselamatkan. Kalau Yesus Kristus tidak dibaptiskan dan berkorban bagi kita, anda dan saya tidak pernah, sampai kapanpun diselamatkan dari dosa-dosa kita. 
Karena Yesus dibaptiskan, mencurahkan darah-Nya, dan berkorban bagi kita, Dia bisa memberikan kepada semua orang berdosa iman yang menyelamatkan mereka. Kita tidak hanya memberitakan doktrin yang hanya khayalan saja di sini. Di seluruh penjuru dunia, kita memberitakan terang keselamatan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Karena kita memiliki iman yang memahami dan percaya kepada baptisan Yesus dan pengorbanan-Nya di atas kayu Salib, kita memberitakan terang kehidupan kepada mereka yang hatinya berada dalam kegelapan. Semua orang yang sudah diterangi oleh terang ini kemudian memberikan kesaksian akan keajaiban yang luar biasa akan kenyataan bahwa semua dosa mereka lenyap dari hati mereka. Semua orang di dunia ini juga akan datang untuk mengenal baptisan yang diterima-Nya dan pengorbanan di atas kayu Salib yang dipersembahkan-Nya untuk menanggung segala dosa dunia, dan dengan percaya bahwa semua itu untuk pengampunan dosa mereka, mereka akan datang untuk menemukan terang kebenaran.
Mengapa Yesus Kristus harus datang ke bumi ini? Mengapa Dia harus dibaptiskan? Mengapa Dia harus mati di atas kayu Salib? Mengapa Dia harus bangkit dari kematian pada hari yang ketiga? Alasan untuk semuanya ini adalah karena Yesus Kristus itu Mesias. Untuk menggenapi semua karya keselamatan sebagai Mesias, Yesus dibaptiskan dan mencurahkan darah-Nya, dan Dia dengan itu sudah memancarkan terang keselamatan kepada orang-orang berdosa. Karena itu, dengan menyebarkan terang keselamatan ke seluruh penjuru dunia, kita bisa menolong banyak orang lain mengenal kebenaran ini, dan dengan itu menerima kehidupan kekal.
Anda dan saya adalah kandil emas yang menerangi dunia ini dengan terang Injil air dan Roh. Melalui Injil yang kita sebarkan, manusia akan bisa mengenal terang kebenaran yang menyelamatkan mereka. Mereka yang mencari terang itu di dunia yang gelap ini akan melihat cahaya yang benderang yang kita sebarkan, datang kepada terang kebenaran, dan diselamatkan dari segala dosa mereka. Dengan datang kepada iman yang percaya kepada kebenaran ini, semua manusia bisa diselamatkan.
Injil ini bukan sekedar teori saja. Dengan demikian, kita harus percaya dengan sepenuh hati kita. Kita bisa bekerja untuk menyebarkan Injil hanya kalau kita sungguh-sungguh percaya kepada pelayanan Yesus yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Tetapi bahkan kalaupun kita telah menerima pengampunan dosa, tanpa lampu dimana minyak bisa diletakkan, kita tidak akan pernah bisa memancarkan cahaya, dan karena itu Allah(Jahweh) memberikan kepada kita Gereja Allah(Jahweh), kandil kita. Di masing-masing cabang kandil emas, ada kelopaknya, dan di bawahnya ada tombol-tombol hiasan. Ini tidak lain berarti Gereja yang dibangun oleh iman. 
Tempat dimana berkumpul hanya orang-orang yang telah sungguh-sungguh menerima pengampunan dosa dengan percaya di dalam hati mereka adalah Gereja Allah(Jahweh) sejati. Kepala dari Gereja adalah Yesus Kristus, dan Gereja adalah tubuh-Nya. Sama seperti tubuh bergerak tepat sebagaimana yang diperintahkan kepala, Gereja juga menggerakkan kaki dan tangannya sebagaimana perintah Yesus Kristus. Demikianlah caranya Injil dilayani. Apa, kemudian, yang dilihat oleh Gereja Allah(Jahweh)? Terjebak di dalam kegelapan dosa, seluruh dunia sedang menghadapi kematian, dan Gereja melihat jiwa-jiwa di tengah-tengahnya yang tidak bisa menghindar dari masuk neraka. Gereja Allah(Jahweh) menerangi mereka dengan terang keselamatan. Inilah yang anda dan saya lakukan di dalam Gereja-Nya dengan iman kita kepada Injil.
Di Negara-negara dimana ada sejarah panjang dari Kekristenan, ada banyak orang yang sangat terpelajar dan memahami Alkitab. Saya percaya bahwa ketika mereka di antara orang-orang yang demikian yang terus menerus berusaha menemukan kebenaran sejati ada yang akan menemukan kebenaran ini, mereka kemudian akan langsung menerima pengampunan dosa-dosa mereka. Jadi untuk mengabarkan Injil air dan Roh kepada orang-orang yang demikian, saya bekerja dalam kesatuan dengan orang-orang kudus yang sudah dilahirkan kembali oleh iman.
Karena Kekristenan, berbeda dengan agama yang lain, sudah meletakkan dasar imannya kepada Firman, manusia masih akan menerima pengampunan dosa kalau kita akan hanya memberitakan Firman itu dengan benar. Tetapi ada juga orang-orang yang dengan keras melawan kebenaran ini, hanya mencemoohkan dan tidak percaya kepada hal itu, tidak peduli berapa kali diberitakan kepada mereka. Pada khususnya, ada orang-orang mengaku beragama yang keras kepala yang tidak percaya kepada Firman Allah(Jahweh), dan orang yang demikian tidak akan pernah percaya kepada kebenaran air dan Roh ini. Tetapi bagaimana dengan mereka yang menerima Alkitab sebagai Firman Allah(Jahweh)? Orang dalam jumlah yang tidak terhitung banyaknya akan menerima pengampunan dosa dengan mendengar dan percaya kepada Injil ini. 
Itu adalah karena saya memiliki iman ini sehingga saya sudah melayani Allah(Jahweh), bersama dengan anda, sampai kepada hari ini. Di masa yang akan datang, Injil ini akan disebarkan kepada begitu banyak orang dan pekerjaan besar dari Injil akan dibangkitkan. Bahkan mungkin inilah waktunya Allah(Jahweh) bekerja di tempat yang tidak bisa kita lihat dan ribuan orang sungguh-sungguh menerima pengampunan dosa setiap hari. Dan seperti anda dan saya, banyak sekali orang yang akan menjadi lampu dan memberitakan kepada orang dari seluruh dunia tentang iman di dalam hati mereka yang percaya kepada keselamatan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Saya percaya bahwa saat mereka menerangi seluruh dunia, banyak orang percaya baru yang akan bangkit, dan mereka, juga, akan memelihara dan menyebarkan Injil ini pada gilirannya.
Kita yang sekarang telah menjadi lampu Allah(Jahweh) menyinarkan terang keselamatan dengan iman kita yang percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. Kain biru itu memancarkan cahaya kebenaran baptisan Yesus—yaitu, Yesus menanggung segala dosa seluruh dunia dengan dibaptiskan oleh Yohanes; kain ungu memancarkan cahaya kebenaran bahwa Yesus Kristus adalah Raja segala raja; kain kirmizi memancarkan terang kebenaran bahwa Yesus membawa segala dosa dunia ke atas kayu Salib dan mencurahkan darah-Nya di sana; dan kain lenan halus bercahaya terang kebenaran bahwa Firman Allah(Jahweh) sudah menjadikan orang-orang berdosa sebagai orang benar. Firman Injil air dan Roh yang diberikan oleh Allah(Jahweh) adalah terang kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya. 
Injil ini juga menjelaskan bahwa Dia akan kembali ke bumi ini sebagai Tuhan pada kedatangan-Nya yang kedua kali, membangkitkan kita kembali, menjadikan kita memerintah bersama dengan Dia selama seribu tahun di Kerajaan Seribu Tahun, dan memampukan kita masuk ke dalam Kerajaan Allah(Jahweh) yang kekal dan hidup selamanya. Bisakah anda membayangkan apakah kehidupan kekal itu?
Alam semesta ini begitu besar dan luas sehingga para ahli mengatakan bahwa ada tata surya demi tata surya di dalam galaksi-galaksi lain yang tidak terhitung jumlahnya di luar tata surya kita dan Milky Way. Wilayah alam semesta yang Allah(Jahweh) ciptakan memang sungguh-sungguh agung. Di luar alam semesta yang kita kenal, ada keberadaan yang tidak terhitung jumlahnya yang bahkan tidak kita ketahui yang tersebar di seluruh galaksi-galaksi. Bintang jatuh yang nampak sekarang ini sebenarnya adalah pecahan planet yang terlempar dari galaksi-galaksi yang lain milyaran tahun yang lalu, dan baru sekarang mencapai atmosfir bumi dan terbakar.
Jadi kita, dengan kata lain, menyaksikan apa yang sudah terjadi milyaran tahun yang lalu hanya sekarang. Dengan demikian, wilayah yang begitu besar dari alam semesta yang diciptakan oleh Allah(Jahweh) masih tetap belum dikenali. Tetapi meskipun alam semesta itu tidak kita kenal, bagi Allah(Jahweh), alam semesta itu hanyalah sekecil telapak tangan saja. Allah(Jahweh) adalah Yang mahatahu dan mahakuasa yang menciptakan segala sesuatu dan menetapkan segala aturan di alam semesta.
Kita menerangi dunia dengan cahaya kebenaran, bahwa dengan percaya kepada Injil air dan Roh semua orag bisa menerima pengampunan dosa yang kekal dan menikmati kehidupan kekal. Anak-anak Allah(Jahweh) memiliki terang kehidupan kekal yang bercahaya yang memungkinkan mereka untuk hidup selamanya bersama dengan Yesus Kristus. Allah(Jahweh) hidup selamanya di dalam diri kita, memungkinkan kita untuk menikmati kenikmatan-Nya dan mengenakan kemuliaan-Nya. Mengapa? Karena kita percaya kepada terang Injil kuasa-Nya. Sekali kita menemukan terang ini yang memampukan kita mengenal kebenaran, kita tidak bisa tidak menyebarkan terang ini kepada orang lain.
Dan ketika kita melihat pemeliharaan Allah(Jahweh) atas alam semesta, iman kita kepada pekerjaan-Nya tidak bisa tidak bertumbuh. Beberapa bintang lenyap milyaran tahun yang lalu, akan tetapi mata kita masih bisa melihatnya karena jaraknya adalah milyaran tahun cahaya dari planet kita! Kita hanya bisa membayangkan ide mengenai “kekekalan” ketika kita mengeluarkan pendapat mengenai alam semesta yang tidak terhingga. 
Kita yang sudah menjadi bagian dari Gereja Allah(Jahweh) saat ini hidup dengan menyebarkan terang Injil yang sejati, karena kita percaya kepada kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Kita percaya bahwa keselamatan ini menjamin bagi kita kehidupan kekal dan keberkatan di dalam Kerajaan Bapa kita. Dan kita tahu bahwa Allah(Jahweh) menghendaki semua manusia untuk diselamatkan dan memahami kebenaran (1 Timotius 2:4). Karena itu, orang-orang yang memahami terang keselamatan harus melaksanakan penyebaran Injil air dan Roh, tugas yang dipercayakan Allah(Jahweh) kepada mereka. 
Allah(Jahweh) sudah memberkati kita sehingga kita bisa melakukan pekerjaan ini. Memahami betapa agungnya berkat kenyataan ini, yang benar adalah bahwa kita melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita oleh iman. Saya berharap bahwa anda semua akan memenuhi hati anda dengan terang yang mengenal kebenaran Allah(Jahweh). Oleh anugerah Allah(Jahweh), anda dan saya bisa memahami pelayanan keselamatan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan kita sudah menjadi terang keselamatan untuk seluruh dunia, orang-orang yang menyinari seluruh dunia. Haleluya! Saya memberikan semua ucapan syukur saya kepada Allah(Jahweh).