Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-23] (Keluaran 27:9-19) Tiang-Tiang Pelataran Kemah Suci

(Keluaran 27:9-19)
“Haruslah engkau membuat pelataran Kemah Suci; untuk pelataran itu pada sebelah selatan harus dibuat layar dari lenan halus yang dipintal benangnya, seratus hasta panjangnya pada sisi yang satu itu. Tiang-tiangnya harus ada dua puluh, dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Demikian juga pada sebelah utara, pada panjangnya, harus ada layar yang seratus hasta panjangnya, tiang-tiangnya harus ada dua puluh dan alas-alas tiang itu harus dua puluh, dari tembaga, tetapi kaitan-kaitan tiang itu dan penyambung-penyambungnya harus dari perak. Dan pada lebar pelataran itu pada sebelah barat harus ada layar yang lima puluh hasta, dengan sepuluh tiangnya dan sepuluh alas tiang itu. Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta, yakni lima belas hasta layar untuk sisi yang satu di samping pintu gerbang itu, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; dan juga untuk sisi yang kedua di samping pintu gerbang itu lima belas hasta layar, dengan tiga tiangnya dan tiga alas tiang itu; tetapi untuk pintu gerbang pelataran itu tirai dua puluh hasta dari kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan dari lenan halus yang dipintal benangnya — tenunan yang berwarna-warna — dengan empat tiangnya dan empat alas tiang itu. Segala tiang yang mengelilingi pelataran itu haruslah dihubungkan dengan penyambung-penyambung perak, dan kaitan-kaitannya harus dari perak dan alas-alasnya dari tembaga. Panjang pelataran itu harus seratus hasta, lebarnya lima puluh hasta dan tingginya lima hasta, dari lenan halus yang dipintal benangnya, dan alas-alasnya harus dari tembaga. Adapun segala perabotan untuk seluruh perlengkapan Kemah Suci, dan juga segala patoknya dan segala patok pelataran: semuanya harus dari tembaga.”
 

Bagian ini menjelaskan tiang-tiang, tirai gerbang, layar dari kain lenan putih, kaitan-kaitan, alas-alas, alas-alas tembaga, dan pasak tembaga di pelataran Kemah Suci. Kemah Suci adalah tempat dimana Alah tingal. Ukuran empat persegi panjang pelataran diukur kira-kira 45 m (disisi utara dan selatannya) mendekati 22.5 m (ditimur dan di baratnya). Kemah Suci sendiri adalah struktur kecil dengan atapnya dari empat lipat tudung. Pelataran Kemah Suci sebaliknya, luas seperti halaman terbuka yang besar.
Tiang-tiang pelataran berukuran 2.25 m tingginya, dan keliling temboknya dibangun dengan menempatkan total 60 tiang-tiang kayu dan layar lenan putih di seluruh sisinya kecuali gerbang. Tembok tersebut dibuat dari tiang-tiang kayu ini, untuk mendukung pilar satu sama lain. Di tanah, pita-pita perak ini kemudian dilekatkan pada pasak perunggu, sehingga memasang pilar dengan aman
 
 
Apa Makna Rohani Yang Dinyatakan di Tiang-Tiang Kemah Suci?
 
Apakah yang tiang-tiang di pelataran Kemah Suci beritahu kepada kita? Mereka memberitahu kita dengan jelas bagaimana Yesus Kristus telah menyelamatkan masing-masing dan setiap orang dari kita dari dosa-dosa dunia.Tiang-tiang kayu Kemah Suci menunjuk kepada anda dan saya—yaitu, setiap orang kudus yang dilahirkan kembali. Apa kemudian alas-alas tembaga dibawah tiang-tiang kayu pelatatan beritahu kepada kita? Mereka memberi tahu kita bahwa meskipun faktanya kita tidak dapat menghindar tetapi menghadapi penghukuman kita karena dosa-dosa kita, namun Allah(Jahweh) sudah menyelamatkan kita dari segala dosa kita.
Di sisi lain, bahwa tiang-tiang kayu ditutupi dengan ujung-ujung emas memberitahu kita bahwa Allah(Jahweh) telah memberikan kita karunia keselamatan dengan menyelamatkan semua orang berdosa dari dosa-dosa dan pelanggaran mereka melalui Injil kain biru, ungu, dan kirmizi. Bahwa kaitan-kaitan perak ditempatkan di atas ujung-ujung perak ini, dan bahwa penyambung-penyambung perak didempetkan ke kaitan-kaitan ini dan atok tembaga di atas tanah, juga memberi tahu kita bahwa meskipun kita menghadapi kematian yang tidak dapat dihindarkan karena dosa-dosa kita, Tuhan kita telah memberikan kita karunia pengampunan dosa melalui Kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya—yaitu, melalui Injil keselamatan.
Dengan cara ini, tiang-tiang pelataran Kemah Suci menunjukkan kepada kita kebenaran bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita dari segala dosa kita dengan dating ke bumi ini, dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis, dan menanggung segala penghakiman dosa, dan menyalibkan diri-Nya sendiri dengan darah-Nya yang berharga di atas kayu Salib. Mereka menunjukkan kita, dengan kata lain, karunia pengampunan dosa, bahwa Tuhan telah menyelamatkan kita sepenuhnya dari segala dosa kita dan telah membuat kita umat-Nya. Tiang-tiang kayu ini merupakan tembok di sekitar pelataran Kemah Suci memberitahu kita bahwa Tuhan kita telah menyelamatkan semua orang berdosa dari dosa-dosa dunia dengan sempurna sekaligus dengan pelayanan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, yaitu, dengan dibabtiskan dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib. Karena kebenaran ini begitu tentu, saya tidak bisa tidak bersyukur untuk itu dan memberitakannya ke seluruh belahan dunia.
 

Alas-Alas Tembaga di bawah Tiang-Tiang
 
Alas-alas dari tiang berdiri di tembok ini debuat dari tembaga, sementara ujung atas tiang, kaitian-kaitan mereka, dan penyambung-penyambung mereka semua terbuat dari perak.
Markus 7:21-22 berkata, “sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” Masing-masing dari kita dilahirkan dengan semua hal jahat ini di hati kita. Inilah sebabnya Allah(Jahweh) memberitahu kita bahwa kita terikat untuk menjalani sisa hidup kita di dalam dosa ini sampai kematian kita sendiri, dan bahwa kita tidak dapat membantu diri kita sendiri tetapi hidup di jalan orang berdosa ini. Dan jika kita mengakui Firman ini sebagaimana adanya, maka kita tidak dapat tidak mengaku bahwa sifat dasar kita adalah sangat berdosa bahwa kita dalam kenyataannya tidak dapat menghindari penghukuman untuk dosa-dosa kita.
Tetapi dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi, Tuhan kita telah menyelamatkan makhluk yang rusak seperti kita dari segala dosa kita. Karena Tuhan kita menanggung segala dosa kita dengan menerimanya ke atas tubuh-Nya melalui babtisan yang Dia terima dari Yohanes Pembabtis, Dia dapat membawa dosa-dosa dunia ke atas tubuh-Nya melalui babtisan yang Dia terima dari Yohanes Pembabtis, Dia dapat membawa dosa-dosa dunia ke kayu Salib dan menanggung hukuman untuk semua dosa itu. Inilah bagaimana Yesus telah menyelamatkan kita dari segala dosa kita.
Kita tidak bisa cukup berterimakasih kepada Allah(Jahweh) untuk ini. Tidak lain dari ini adalah keselamatan bahwa Allah(Jahweh) telah membebaskan kita dari segala dosa kita bahkan ketika kita terikat ke neraka, adalah hadiah yang paling berharga, paling diberkati, dan paling bernilai di seluruh dunia ini. Tidak ada yang lain yang kita bisa lakukan selain menundukkan kepala kita kepada Tuhan, percaya di dalam Injil ini yang telah menyelamatkan kita dengan kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi, dan berterimakasih kepada Tuhan kita untuk ini. Melalui bahan-bahan yang digunakan untuk tiang-tiang pelataran Kemah Suci, Allah(Jahweh) menunjukkan kepada kita bahwa keselamatan Tuhan kita adalah kebenaran sempurna yang tidak kurang sedikit pun suplemen atau pelengkap.
Semua rahasia bahan-bahan bangunan Kemah Suci diselesaikan melalui pengertian kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Rahasia keselamatan kebenaran yang tidak pernah bisa diselesaikan tanpa kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Semua pengertian Sistem Kemah Suci, bersama dengan rahasia system korbannya, tersembunyi di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya ini.
Pada dasarnya, sebagai fakta, andan dan saya demikian di hadapan Allah(Jahweh) yang tidak bisa tidak terikat ke neraka karena dosa-dosa kita. Teerang, kita terus melakukan dosa bahkan sekarang, tetapi Tuhan telah meskipun demikian memberikan kita pengampunan sejati atas dosa dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, dan dengan percaya di dalam karunia keselamatan ini, kita menerima pengampunan dosa. Itu adalah karena Allah(Jahweh) telah menyelamatkan kita dengan sempurna dari segala dosa kita dan telah membuat kita anak-anak-Nya bahwa kita telah menjadi pewaris-Nya yang akan menikmati kemuliaan dan kemegahan Keranaan-Nya. Terpisah dari keselamatan yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita, tidak ad acara lain untuk menjadi anak-anak-Nya yang dilahirkan kembali. Adalah karena Tuhan kita telah menyelamatkan kita dari segala dosa kita bahwa kita memberikan rasa syukur kita kepada-Nya.
Kita bodoh sepanjang waktu tenntang siapa kita sebenarnya dalam diri mendasar kita, mengukur hanya gaya berat dosa-dosa kita sesuai dengan standar kita sendiri. Tetapi itu tidak penting apakah kita telah melakukan beberapa jenis dosa atau tidak, karena kita pada dasarnya kuburan orang berdosa semua terikat ke neraka dari kelahiran kita tanpa membperhatikan perbuatan kita. Tetapi dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, Tuhan kita telah menyelamatkan orang demikian seperti kita dari segala dosa kita. Samma seperti Tuhan telah berjanji di dalam masa Perjanjian Lama, membawa dosa-dosa ini ke atas kayu Salib, membayar upah segala dosa kitga dengan pengorbanan-Nya dengan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, dan sudah dengan demikian menyelamatkan kita dari segala dosa kita dan memberikan kita karunia keselamatan ini. Inilah bagaimana anda dan saya telah menerima karunia keselamatan dari segala dosa kita dengan percaya di dalam Yesus Kristus.
 

Mengapa Layar Kain Lenan Putih Ditempatkan diatas Tiang-Tiang Pelataran Kemah Suci?
 
Sejumlah 60 tiang ditempatkan mengelilingi pelataran Kemah Suci, dan mereka semua ditutupi dengan jalinan yang baik dari layar kain lenan putih. Layar-layar ini memberitahu kita bahwa meskipun kita semua makhluk tidak bersih yang kotor dengan dosa-dosa kita, dan meskipun kenyataan bahwa kita karena itu layak untuk dihukum atas dosa-dosa kita dan dilemparkan ke neraka, Tuhan kita meskipun begitu telah menyucikan kita dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya Dalam kata lain, layar-layar memberitahu kita kebenaran bahwa Yesus Kristus telah membasuh kita dari segala dosa kita sekaligus dengan dibabtis oleh Yohanes Pembabtis.
Ketika Yesus datang ke bumi ini dan dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, wakil umat manusia, dosa-dosa dunia semua ditanggungkan kepada Yesus. Dengan itu setelah menerima segala dosa dunia, Yesus kemudian disalibkan dan mencurahkan darah-Nya untuk membawa penghukuman dosa-dosa, dan Dia kemudian bangkit dari kematian lagi. Dan setelah bangkit dari kematian, Dia sekarang telah menjadi Juruselamat kita yang hidup. Ini adalah rahmat keselamatan yang Tuhan kita telah genapi melalui pelayanan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya; dan ini adalah kasih Tuhan kita yang telah menyucikan kita dari segala dosa kita dan membuat kita tidak bercela dan tanpa kekurangan untuk menjadi unat Allah(Jahweh). Dengan memberi kita hadiah keselamatan ini, Tuhan kita telah mengubahkan diantara kita yang percaya di dalam kebenaran ini menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri.
Kain lenan putih yang menggantung di tiang-tiang Kemah Suci memberitahu kita kekudusan Allah(Jahweh), tetapi juga berbicara tentang kekudusan kita, kekudusan orang-orang percaya sejati. Karena itu, jika kita ingin menjadi anak-anak Allah(Jahweh), kita juga harus disucikan dari segala dosa kita dan menjadi kudus dengan percaya pelayanan Yesus atas kain biru, kain ungu, kain kirmizi. Allah(Jahweh) memberitahu kita, “Jadilah kudus, sebab Aku ini kudus.” (Imamat 11:45), tetapi bagaimana kita menjadi kudus melalui perbuatan kita? Karena kita tidak bisa menghindari dosa tidak peduli betapa keras kita mencoba, kita tidak pernah bisa menjadi kudus melalui usaha kita sendiri. Tetapi melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi, Tuhan kita telah sepenuhnya menguduskan bahkan makhluk seperti anda dan saya. Inilah bagaimana anda dan saya sudah dengan sempurna menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri. Tidak ada cara lain tetapi percaya di dalam Injil kebenaran Allah(Jahweh) dan menjadi kudus dengan disucikan dari segala dosa kita.
 

Alas-Alas Tembaga dan Patok-Patok Tembaga 
 
Ujung-ujung perak menutupi kepala tiang-tiang. Dan kaitan-kaitan perak dan penyambung-penyambung perak juga dibuat untuk menyambung dan untuk mengatur tiang-tiang satu sama lain. Masing-masing tiang disangga ke alas-alas tembaga. Dan sepasang patok tembaga mengikat masing-masing tiang tembok keliling Kemah Suci dari atas sampai ke tanah.
Ini menunjukkan kita bahwa mensikpun kita terikat dihukum dan dilemparkan ke neraka karena dosa-dosa kita, Allah(Jahweh) telah meskipun begitu membuat kita umat-Nya yang kudus dengan memberikan kita karunia keselamatan yang telah membebaskan kita dari segala dosa kita. Karena Allah(Jahweh) telah membuat kita umat-Nya yang kudus dengan rahmat keselamatan ini, kita tidak dapat tidak memuji dan berterimakasih kepada Allah(Jahweh) untuk rahmat-Nya. Setelah percaya di dalam Allah(Jahweh) melalui Firman kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya ini, kita tidak hanya memuji Allah(Jahweh), tetapi kita juga tidak bisa tidak menyebarkan Firman ini.
Adakah benar-benar hari ketika kita tidak pernah melakukan dosa? Tidak ada. Bahkan di antara kita yang percaya di dalam Firman Allah(Jahweh) dan telah dlahirkan kembali melalui rahmat-Nya juga melakukan dosa setiap hari. Jika seseorang bahkan sedikit memusuhi kita atau tidak cukup bersahabat, kita menyerang dan mengutuk orang ini dalam sekejab. Katakanlah jika ada seseorang yang tiba-tiba mengganggu anda sementara anda berkendara dengan tenang dan hamoir menyebabkan kecelakaan serius, apakah anda tidak bereaksi dengan marah atas pengendara yang sembrono ini? Oh ya! Saya mungkin mengutuk pengendara yang sembrono dengan keras dengan klakson berisik saya. Tetapi apakah ini benar-benar hal yang benar untuk dilakukan? Ini pastinya bukan hal yang benar untuk dilakukan, tetapi masalahnya adalah bahwa kita adalah makhluk sedemikian rupa yang tidak dapat tidak berdosa setiap saat.
Kita adalah makhluk yang ditentukan ke neraka karena kelemahan kita. Namun, Allah(Jahweh) telah memberikan kita “jalan yang baru dan yang hidup bagi kita” (Ibrani 10:20). Ini sepenuhnya karunia Allah(Jahweh) yang telah sepenuhnya semata-mata oleh Yesus Kristus berdasarkan kehendak Allah(Jahweh) Bapa.
Apakah karunia keselamatan yang telah Allah(Jahweh) berikan kepada kita? Dia telah memberikan karunia keselamatan kita dari dosa-dosa, yang telah digenapi melalui keempat kain di Kemah Suci―kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Bagaimana kita dapat kemudian mungkin tidak memuji Allah(Jahweh)? Ketika kita bebar-benar sudah menerima keselamatan sejati ini, bagaimana bisa kedamaian sejati tidak ada di hati kita? Keselamatan kita tidak bisa diperoleh dengan membayar emas atau perak, juga tidak seperti kabut atau embun pagi yang lenyap segera setelah muncul, tetapi kita telah diselamatkan dengan kekal dan sempurna. Allah(Jahweh) sangat mengasihi orang-orang berdosa sehingga Dia telah memberikan mereka rahmat keselamatan-Nya sebagai hadiah cuma-cuma, dan dalam hadiah ini Dia telah memakaikan kita orang-orang percaya dengan kebenaran-Nya.
Diantara barang-barang tembok pelataran Kemah Suci, semua alas-alas dan patok-patok yang menyentuh tanah semua terbuat dari tembaga. Tetapi ujung di kepala tiang-tiang terbuat dari perak. Semua catatan ini menunjukkan kepada kita bahwa meskipun kenyataannya kita semua pada dasarnya terikat ke neraka, kita telah menjadi anak-anak Allah(Jahweh) dengan menerima arunia keselamatan yang diberikan oleh Tuhan kita. Setiap orang dari kita telah menerima karunia ini dengan percaya di dalam Firman-Nya. Mengingat hal ini, betapa pasti keselamatan ini dari dosa-dosa kita yang kita terima? Ini adalah karunia yang Allah(Jahweh) telah berikan atas kita, dan ini adalah kepastian keselamatan dan berkat kita yang tidak pernah bisa ditukar. Adalah karena kita tahu ini bahwa kita tidak bisa cukup berterimakasih kepada Alah dengan segenap keberadaan kita.
Bahwa anda dan saya telah diselamatkan dari segala dosa kita adalah karunia Allah(Jahweh) yang paling pasti. Keselamatan kita tidaklah yang tidak sempurna yang dengan mudah lenyap kapan pun kelemahan kita dinyatakan. Untuk orang berdosa yang buruk seperti anda dan saya, Tuhan kita dating ke bumi ini dan memberikan kita karunia keselamatan dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Dengan demikian, semua yang percaya di dalam kebenaran ini adalah dengan kekal diselamatkan dari segala dosa mereka. Karena keselamatan Tuhan kita atas orang-orang berdosa begitu sempurna, dan karena Dia bahkan memperhatikan segala kekurangan, kelemahan, dan cacat daging kita, Dia telah membuat kita sepenuhnya sehingga kita tidak akan berhubungan dengan dosa. Mereka yang mengenal dengan jelas dan percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya semua diselamatkan dengan sempurna selamanya.
Mengingat ini, betapa berharga dan bernilai karunia keselamatan yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita? Saya sungguh-sungguh bersyukur untuk karunia keselamatan ini, karena itu telah membawa begitu banyak istirahat di hati kita dan telah menyamankan dan memberkati kita begitu banyak. Tuhan kita membawa istirahat ke hati kita. Inilah yang Dia katakana, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Saya begitu bersyukur kepada Allah(Jahweh) karena memberikan kepada saya karunia pengampunan dari segala dosa saya. 
Saya percaya bahwa tidak hanya saya tetapi semua anda juga sangat berharga kepada Allah(Jahweh). Allah(Jahweh) telah menyelamatkan anda dan saya dengan Injil kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Allah(Jahweh) berkata bahwa Dia telah memberikan karunia keselamatan ini kepada semua mereka yang percaya di dalam Firman ini, dan karena saya percaya di dalam apa yang Dia katakana, saya berpikir dan percaya bahwa anda juga semua sangat berharga kepada Allah(Jahweh).
Belakangan ini, ketika kita telah berusaha keras untuk perkerjaan Allah(Jahweh) bahkan melebihi kekuatan kita, ada waktu ketika kita merasa cukup melelahkan. Karena itu, saya ingin menghibur dan membesarkan hati rekan kerja melalui maksud daging seperti memecahkan roti bersama. Tetapi saya tahu dengan baik kita tida bisa sungguh-sungguh terhibur dengan hiburan daging. Kita malahan dibesarkan hati dengan mengingat karunia keselamatan pasti kita yang Tuhan berikan kepada kita, penghibur sejati kita, dan kedamaiannya yang tidak dikenal dunia. Kita dihibur dengan dan dipuaskan dengan berkat rohani bahwa Allah(Jahweh) sudah berikan kepada hati kita. Karena kita untuk menerima penghargaan besar demikian dan berkat di karunia keselamatan iniyang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita, hati kita merasa damai dan diberkati, seperti yang tidak dikenal dunia ini.
Allah(Jahweh) telah memberikan karunia keselamatan yang sempurna kepada masing-masing dan setiap anda, karunia terbesar dari semua yang tidak dikenal di dunia ini. Ada banyak orang yang mengaku tidak berdosa dengan hanya ketaatan agama mereka, bahkan ketia mereka tidak percaya di dalam kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, tetapi kepenuhan mereka perasaan setia akan menguap seketika. Kedamaian yang mereka capai dengan pikiran mereka seniri lenyap seperti kabut pagi kapan pun mereka berdosa bahkan sedikit atau pada kesulitan pandangan yang paling sedikit.
Tetapi untuk mereka yang percaya di dalam keselamatan yang diberikan Tuhan atas kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, semakin sulit mereka hadapi, semakin dengan hebat kedamaian pikiran mereka bersinar. Meskipun kita terinjak-injak, terluka, dan dalam kesedihan, kesempurnaan dan rasa syukur mengalir dari pikiran kita dari karunia keselamatan yang diberikan Tuhan di hati kita. Kita adalah orang yang telah sepenuhnya diselamatkan yang tidak pernah bisa kembali ke Mesir, atau mmenghadapi dosa kita dan penghukuman lagi. Allah(Jahweh) telah memberkati kita yang mengenal dan percaya di kebenaran keselamatan ini yang Dia telah berikan atas kita sehingga kita bisa selalu bersyukur kepada-Nya dengan sepenuhnya dengan iman kita. Inilah mengapa kita bersyukur kepada Allah(Jahweh) dengan iman kita.
Saya tidak bisa cukup bersyukur, karena saya dapat terima dari-Nya, keselamatan yang pasti atas kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, dan karena Allah(Jahweh) telah mengasihi saya, memberkati saya dengan hebat, dan membuat saya memberitakan Injil berharga ini, karena saya tahu saya tidak berhakk mendapatkan mereka. Bahkan jika saya bersyukur kepada Tuhan setiap hari, saya tidak bisa cukup bersyukur kepada-Nya karena membuat saya hidup hanya untuk Injil. Saya tidak bisa tidak tetapi bersyukur kepada-Nya setiap hari. Ketika saya bersyukur kepada Allah(Jahweh) untuk karunia keselamatan yang besar yang telah Dia berikan kepada saya, dan ketika saya mencoba mengungkapkan rasa syukur hati saya, saya menyadari betapa kurang kosakata dan ekspresi saya.
Kita adalah yang percaya di dalam Keselamatan yang dinyatakan di dalam Injil kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Demi kepentingan anda, Yesus dilahirkan ke bumi ini, menanggung segala dosa anda ke atas diri-Nya dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis pada usia 30, menanggung dosa-dosa ini ke kayu Salib, mencurahkan darah-Nya dan mati di atasnya, bangkit dari maut, dan sekarang duduk di sebelah kanan tahta Allah(Jahweh) Bapa. Yesus Kristus initelah memberikan karunia keselamatan yang sempurna kepada mereka yang menerimanya dengan iman. Kecuali kita menghianati iman ini, keselamatan ini yang kita sekali terima tidak akan pernah dihapuskan. Tidak peduli apa kekurangan yang kita miliki, dan tidak peduli apa kesalahan yang kita buat, kita semua telah menjadi umat-Nya sendiri yang mengenakan karunia keselamatan yang sempurna.
 

Kain Lenan Putih Yang Dipintal Benangnya di Tiang-Tiang Pelataran Kemah Suci
 
Bayangkan memandang layar kain lenan putih yang dipintal benangnya untuk sementara. Layar kain lenan putih yang dipintal benangnya ini tidak terbuat dari nilon, tetapi mereka adalah jalinan bersama dengan kain lena putih. Jika anda mengangkat layer kain lenan putih di keadaan padanng gurun, mereka akan terkena pasir seketika. Akankah Allah(Jahweh) mengangkat kain lenan putih ini tanpa alasan, tanpa mengenal bahwa mereka akan menjadi kotor dalam seketika? Dia memberitahu orang Israel untuk mengangkat layer kain lenan putih ini untuk menunjukkan karunia keselamatan yang Dia telah berikan kepada kita, mereka yang menerima karunia ini melalui iman. Adalah untukk membuat kita tahu dengan jelas dan menandai hati kita bahwa Dia telah karena itu menyelamatkan kita dari segala kekotoran dosa sepenuhnya dan dengan bersih.
Allah(Jahweh) membuat orang Israel. Ini menyiratkan bahwa kita harus memuji-Nya selamanya dan bersyukur benar-benar dengan melihat dan percaya di keselamatan-Nya yang sempurna yang dinyatakan di dalam layar kain lenan putih. Melalui layer kain lelan punit ini, Allah(Jahweh) dengan demikian memberikan anugerah keselamatan dengan lengkap. Keselamatan kita yang diberika oleh-Nya adalah seperti kain lenan putih ini.
Kita sungguh-sungguh makhluk kotor dan rusak akhlak yang tidak bisa menghindar tetapi terikat ke neraka karena dosa. Kita harus membasuh pakaian pikiran kita beberapa kali hanya dalam sehari. Namun Allah(Jahweh) telah memmbuat hati kita yang demikian sepenuhnya putih. Tuhan kita telah, dengan kata lain, membuat orang seperti kita sempurna. Kuasa Allah(Jahweh) adalah begitu besar dan mengagumkan bahwa Dia telah dengan sempurna mengubahkan kita, yang menjijikkan, kotor, mudah berpasir, menjadi umatnya yang kudus.
Hari ini anda dan saya yang percaya di dalam Injil air dan Roh adalah yang telah menerima karunia keselamatan sempurna dari Allah(Jahweh). Kita adalah orang yang dosa-dosa hatinya telah dibasuhkan sepenuhhnya, dan kita telah menjadi putih seperti salju.
Apakah anda tetap memiliki dosa di hati anda? Tentu saja tidak! Tidak lain dari hati anda sendiri telah semua menjadi seputih salju, kain lenan bersih yang menggantung di tembok pelataran Kemah Suci. Anda dan saya dengan demikian menjadi sepenuhnya bersih. Meskipun kenyataan bahwa kita telah pada dasarnya terikat untuk dihukum karena dosa-dosa kita, kita telah dengan demikian diselamatkan. Keselamatan ini datang tidak dari kebaikan atau kesetiaan kita, tetapi dari anugerah Allah(Jahweh) yang memakaikan kita kusa-Nya, seperti pasak-pasak tiang-tiang Kemah Suci yang didempetkan kepada ujung-ujung perak dengan mengaitkan mereka Bersama dengan penyambung-penyambung perak. Meskipun kita benar-benar terikat ke neraka dan penghukuman, dengan percaya bahwa Allah(Jahweh) telah memakai kita dengan anugerah keselamatan-Nyakita semua menjadi umat-Nya yang percaya. Ini adalah Kebenaran yang dinyatakan di tembok pelataran Kemah Suci.
Ke-60 tiang-tiang pelataran Kemah Suci menunjuk kepada kita, orang-orang percaya sejati. Masing-masing tiang ini, dalam kata lain, menunjuk kepada setiap kita. Kita adalah makhluk demikian yang tidak dapat menjadi umat Allah(Jahweh) atau memasuki Rumah-Nya, dan tetapi Allah(Jahweh) memberikan anugerah keselamatan-Nya kepada orang tak berharga seperti kita. Dia datang ke bumi ini, menyelesaikan anugerah keselamatan, memberikan kita anugerah kebenaran ini, dan ketika kita tahu dan percaya di dalam kebenaran ini, Dia telah membuat kita umat-Nya yang diselamatkan sepenuhnya dan tidak akan pernah dikutuk lagi.
Betapa berkat yang menakjubkan ini? Seperti tian-tiang pelataran Kemah Suci, oleh diri kita kita tidak bisa berediri sendiri tapi jatuh. Tetapi alas an mengapa kita tidak jatuh setelah diselamatkan dari segala dosa kita adalah karena kita orang-orang percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya yang sempurna, Tuhan telah membasuhkan kita dari segala dosa kita dan dengan demikian menyelamatkan kita semua sepenuhnya dengan membawa segala penghukuman dosa-dosa kita pribadi. Dan adalah dengan iman bahwa kita bisa berdiri dihadapan ALlh kapanpun, memuji-Nya, melayani pekerjaan-Nya, dan selalu bersyukur kepada-Nya karena anugerah keselamatan ini.
Ada waktu ketika kita tersandung karena kelemahan daging kita. Meskipun kita percaya bahwa kita telah diselamatkan dari segala disa dan penghukuman kita, ada waktu setelah keselamatan kita ketika kita kelelahan dan bosan, bingung mengapa kita harus hidup di cara demikian. Meskipun kita dibayangi pikiran daging demikian, alas an mengapa kita tidak terpisah dari Allah(Jahweh) dan hidup iman kita tanpa tergoncangkan setelah keselamatan kita adalah karena, ketika kita melihat kebelakang siapa kita sebenarnya, kita merasa bahkan lebih bersyukur untuk anugerah keselamatan dan karunia pembebasan yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita.
Itulah mengapa kita bisa berdiri lebih teguh atas iman kita. Kita bisa berdiri lagi dengan iman dari segala kegagalan kita bersyukur kepada Injil asli. Meskipun kita selalu penuh kekurangan, kita hanya bisa bersyukur kepada Allah(Jahweh) untuk keselamatan-Nya yang sempurna. Kita tidak pernah bisa sombong, tidak bahkan sedikit, daripada kita bersyukur kepada-Nya karena membuat kita anak-anak-Nya melalui anugerah keselamatan ini, berdiri teguh dihadapan-Nya, dan dengan setia membawa tugas imam-imman. Apa yang membuat kita setia dan berdiri teguh atas iman kita adalah tidak lain dari kenyataan bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan yang besar dan anugerah yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita. Jika kita tahu hakekat dasar kita seperti itu, kita tidak bisa tidak menerima pengampunan dosa yang Allah(Jahweh) telah berikan melalui Firman kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, dan melayani Tuhan.
Ketika kita menerima ke dalam hati kita dengan tahu dan percaya betapa bersyukur itu, iman kita tidak bisa digoncangkan lagi. Itu menjadi lebih teguh. Tidak peduli apa jenis tipuan orang yang lemparkan kepada kita, tidak peduli apa jenis omong kosong yang mereka dukung dengan mengatakan bahwa mereka sekarang sempurna karena mereka sediri telah mati dengan percaya di dalam hanya darah yang berharga kayu Salib, iman kita tidak bisa digoncangkan. Meskipun hakekat dasar kita adalah jahat, tetapi dengan percaya di dalam kebenaran pasti bahwa Tuhan telah membebaskan kita melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, kita bisa semua dengan berani bertarung kebohongan dan berdiri di atas iman yang teguh.
Di dalam cara ini, kita bisa melawan kebohongan ini, berkata, “Apa? Kita diselamatkan hanya dengan darah berharga di kayu Salib? Jika kita eninggalkan satupun elemaen keselamatan yang ulung dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, tidak ada yang kita bisa banggakan. Kebohongan jenis apa ini?”
Tetapi jika kita menyimpang dari anugerah keselamatan yang Allah(Jahweh) telah berikan atas kita, kita tidak dapat melihat diri kita sendiri, dan sebagai hasilnya, kita akan menjadi percaya diri dan sombong, dan berakhir menjadi jahat. Adalah dengan memandang diri kita sebagaimana kita bahwa kita menemukan karunia keselamatan Allah(Jahweh) bahkan pada tingkat yang lebih besar. Inilah bagaimana kita datang untuk mentaati rekomendasi-Nya yang berkata, “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah(Jahweh) di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Thesalonika 5:16-18).
Alasan mengapa kita bisa benar-benar berdiri dengan teguh dihadapan Allah(Jahweh) adalah karena kita percaya bahwa Tuhan menanggung segala kutuk kita untuk kita, seperti tiang-tiang ini didukung oleh penyambung-penyambung perak dan diikat ke patok tembaga. Dengan demikian, bahkan ketika kita tersandung, kita bisa menemukan keseimbangan kita lagi dengan penyambung-penyambung perak yang memegang kita dengan kuat. Seperti masing-masing penyambung melekat ke kaitan-kaitan dan patok-patok menahan tiang-tiang dengan kuat, karena hati kita mengenali siapa kita sebenarnya, dan karena ada rahmat Allah(Jahweh) yang telah menyelamatkan kita melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, kita tidak terperosok. Karena ini, kita berdiri tegak, tidak goyah ke kana atau ke kiri.
Karena karunia keselamatan yang sempurna yang Allah(Jahweh) berikan kepada kita, dan karena kebenaran Allah(Jahweh), kita tidak akan jatuh di atas muka kita atau belakang atau samping, tetapi berdiri teguh di atas alas-alas tembaga. Alas-alas tembaga menyiratkan bahwa kita dihukum ke neraka mula-mula. Tetapi mengingatkan kembali kita bahwa kita telah diselamatkan dari tempat penghukuman yang tidak dapat dielakkan, kita selalu bisa memberikan syukur kita kepada Allah(Jahweh), dan berdiri teguh dan aman dengan iman.
Injil air dan Roh adalah kebenaran keselamatan yang mengagumkan. Itu tidak dapat diperoleh dari seminari dan lulusan sekolah teologi yang tidak terhitung di dunia ini. Dann karena ini adalah dasar dan pokok iman; karena itu teologi yang tidak tahu dan belajar kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya adalah seperti rumah yang dibangun di atas pasir yang akan akhirnya runtuh dan menggelepar. Dasar iman sejati anda harus padat seperti batu dasar marmer besar.
 

Apakah Teologi Itu?
 
Berbicara dengan luas, ada dua arus utama yang membagi teologi: Teologi theosentris dan teologi antroposentris, salah satu atau keduanya diajarka dalam seitap seminari. Secara sederhana, iman yang dengan keras berdasarkan Firman adalah theocentisme, sementara iman yang mengaku pikiranmanusia kepada Firman adalah antroposentrisme. Teologi antroposentris tidak terutama tertarik di dalam apa yang Alkitan sebenarnya katakana, tetapi posisi kesarjanaan mereka diperkuat atau dikecam tergantung kesarjanaan yang berwenang yang menjelaskan secara rinci apa pandangan dan siapa mengikuti mereka. Karena itu, teologi antroposentris tidak pernah dipertimbangkan sebagai teologi yang benar.
Secara umum, orang-orang belajar teologi berdebat bahwa hanya titik pandang teologi mereka sendiri yang benar. Contohnya, bahkan sekarang ada cukup banyak orang yang menghadiri Gereja Adven Hari Ketujuh menempatkan kepentingan hanya hari Sabat. Gereja Presbyterian, di disi lain, mendukung hanya “yang disebut” Lima Titik Kalvinisme. Arminianisme, contoh yang lain, berdebat bahwa meskipun Allah(Jahweh) telah menyelamatkan kita, umat manusia harus juga percaya di dalam kenyataan ini dengan kehendaknya. Dalam beberapa cara, Arminianisme dapat dipertimbangkan sebagai sebuah pendirian teologi yang pendekatan dan tafsiran Alkitab dengan sudut pandang manusia.
Sebaliknya, ketika kita memandang Lima Titik Kalvinnisme, kita bisa menemukan bahwa imannya adalah entahapa theosentris tetapi juga fatalistis. Mengapa? Kazrena kaum Kalvinis mendukung doktrin penentuan dan pemilihan mereka sebagai kebenaran, berdebat, “Sebelum anda dilahirkan, beberapa di antara anda telah dipilih oleh Allah(Jahweh) sebagai umat-Nya, sementara yang lain ditinggalkan dair pemilihan-Nya. Ada hanya pilihan berkuasa Allah(Jahweh).” Klaim berbahaya demikian tidak bisa diterima oleh Firman Allah(Jahweh).
Jadi ketika kita membandingkan doktrin Kristen ortodoks kepada Firman Allah(Jahweh), kita bisa menemukan bahwa mereka sebenarnya sangat berbeda dari kebenaran. Tentu saja, dalam beberapa isu, mereka datang mendekati kebenaran, tetapi teologi Kristen atas kebanyakan denominasi hari ini jauh dari kebenaran Alkitab. Tentu saja, ada beberapa bagian yang bertepatan dengan kebenaran Alkitab dalam doktrin mereka, tetapi pengajaran yang sangat penting mereka terlalu keliru untuk datang mendekat Firman Allah(Jahweh). Dan inilah mengapa kita harus berhenti belajar doktrin keliru demikian.
 

Pengampunan Dosa Kita Sepenuhnya Karunia dari Allah(Jahweh)
 
Kepada mereka yang sungguh-sungguh percaya di dalam Firmman Allah(Jahweh), Allah(Jahweh) telah menjamin keselamatan kepada mereka sebagai karunua-Nya.
Tembok pelataran kemah Suci dibangun dengan 60 tiang kayu. Di atas tiang-tiang ini, ujung perak ditempatkan, dan di bagian bawah alas tembaga diletakkan. Setiap tiang dikaitkan dengan penambung perak kepada satu sama lain dan diikat ke patok tembaga yang ditanam ke dalam tanah. Tiang-tiang kayu ditetapkan setiap 5 hasta atau jarak 2.25 m, dan di tiang-tiang ini layer kain lenan putih ditempatkan.
Seperti tiang-tiang diikat dengan teguh oleh patok tembaga, dan dihubungkan satu sama lain dengan kokoh dengan penyambung-penyambung perak, layer kain lenan putih tidak dapat dihapuskan dari tempat mereka. Sebagaimana layer kain lenan putih ditempatkan di tiang kayu yang ditanam dengan kuat, layar-layar tinggal ditetapkan dan tidak bergerak ketika itu ditarik dengan dengan ketat pada setiap arah.
Layar kain lenan halus menunjuk kepada kekudusan dan kebenaran Allah(Jahweh). Dalam kata lain, kebenaran Allah(Jahweh) telah membuat kita orang-orang kuat iman yang tidak pernah bisa digoncang lagi, karena iman kita di dalam keselamatan-Nya ditetapkan oleh anugerah sempurna Allah(Jahweh). Allah(Jahweh) telah memberikan kita keselamatan sempurna ini sebagai karunia-Nya untuk kita. Betapa bersyukur kita! Inilah bagaimana anda dan saya bisa menjadi diselamatkan oleh iman.
Sebaliknya, ketika saya memandang orang Kristen hari ini di seluruh dunia, saya menemukan mereka menertawakan, menggelikan, dan mengesalkan sekaligus. Saya sedih dan fristasi oleh mereka karena saya melihat bahwa mereka bahkan tidak memiliki pengetahuan yang benar atas isu yang paling mendasar Kekristenan yang sebenarnya, bahkan ketika mereka mengaku percaya di dalam Allah(Jahweh) dan mengaku menyebarkan Firman-Nya.
Baru-baru ini, banyak yang telah khawatir bahwa kebanyakan siswa SMA telah menjadi lebih lemah mengenai pokok pelajaran mereka. Pada kenyataannya, siswa yang cenderung mengabaikan pokok-pokok tidak bisa diharapkan menghasilkan pencapaian pelajaran mereka dalam kemajuan. Karena itu, untuk melatih pelajar mahasiswa perguruan tinggi di pelajaran professional mereka masing-masing dan mempersiapkan mereka untuk tempat kerja, universitas perlu memastikan bahwa mereka pertama memiliki pemahaman fundamental yang kuat subjek utama sebelum mereka diperkenalkan pengetahuan yang lebih maju. Rupanya, percobaan ini tidak terlihat berhasil sepanjang waktu.
Alasan mengapa saya membawa cerita ini adalah untuk menjelaskan bahwa sama seperti tidak ada kemajuan di dalam pengetahuan di dunia ini tanpa pemahaman fundamental yang kuat, iman di dalam Allah(Jahweh) juga pasti menggelepar tanpa dasar yang kuat. Iman sejati adalah yang percaya kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Tanpa iman pokok ini, segala sesuatu yang lain tidak berarti apa-apa sama sekali. Meskipun orang mungkin menikmati dan menjadi cukup mengabdi kepada Allah(Jahweh) pertama, berkata bahwa mereka telah menjadi tidak berdosa dengan percaya di dalam Yesus, tetapi kerika waktu berlalu bahkan sedikit, mereka segera keluar dari kebenaran mereka sendiri, sukacita mereka menguap ke udara yang tipis, mereka lemah segala kekuatan mereka, dan mereka akhirnya berakhir meninggalkan iman mereka di dalam Allah(Jahweh) karena dosa-dosa mereka yang tetap ada utuh di hati mereka. Segala fenomena ini adalah dibawa oleh kurangnya pengetahuan pokok iman Kristen.
Apakah ada seseorang yang lumpuh di antara anda? Orang-orang yang memiliki masalah dengan kaki mereka memiliki waktu yang sulit ketika mereka mencoba untuk menaiki tangga. Ketika mereka berjuang menaiki tangga, akankah bukan tindakan yang baik dan penuh syukur jika seseorang membantu mereka? Tetapi ada beberapa orang lumpuh tidak semua yang malah menjadi marah, berkata, “Tinaggalkan saya sendiri. Saya bisa melakukannya dengan diri saya sendiri.” Secara umum, orang lumpuh memiliki rasa hormat diri yang besar dan bisa pada waktu tertentu cukup keras kepala. Ketika bagian dari tubuh mereka cacat, pikiran mereka juga menjadi cacat. Sebagai hasilnya, hati mereka nbisa pada waktunya dikeraskan oleh keadaan rendah yang rumit, perasaan kalah, dan perasaan kehilangan. Inilah mengapa beberapa di antara mereka memiliki kecenderungan tidak mengambil kebaikan orang lain sebagaimana adanya, tetapi mengubah maksud aslinya.
Sebenarnya tidak perlu untuk mereka untuk memiliki rasa rendah yang kompleks atas ketidakmampuan mereka. Mereka mungkin terganggu oleh mereka, tetapi setelah mereka dengan pasti tidak berdosa sama sekali. Tetapi jika mereka membiarkan diri mereka tinggal di dalam segala jenis pikiran yang menyimpang muncul dari ketidakmampuan mereka dan membiarkan mereka perasaan buruk untuk berkembang menjadi rasa rendah kompleks yang tidak terhitung, maka mereka akan berakhir menjadi sungguh-sungguh tidak mampu bahkan di hati mereka. Jika anda orang yang tidak mampu, semua yang harus anda lakukan adalah hanya mengenal diri anda sebagaimana anda, mencari bantuan ketika anda memerlukan bantuan, dan berdiri teguh di atas tanah anda sendiri ketika anda bisa.
Ketika ada sesuatu yang saya tidak tahu atau perlu beberapa bantuan, saya meminta orang lain dan meminta bantuan mereka. Saya tidak bisa tetapi meminta dan mencari bantuan orang lain karena kekurangan saya. Dan ketika seseorang lain yang tahu tentang itu menjelaskannya dan membantu saya, saya kemudian bersyukur kepada orang ini. Meskipun kita mungkin memiliki banyak kekurangan di daging kita, tidak ada alasan untuk mereka untuk menganggap kita tidak dapat juga di hati kita. Karena itu, yang harus kita lakukan adalah untuk mengenal kekurangan kita, percaya di dalam Injil air dan Roh Tuhan, yaitu, keselamatan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya yang telah membuat kekurangan kita ini lengkap dan melayani Injil dengan rajin. Dan adalah di dalam Injil Tuhan kita ini bahwa kita bangga dan memberikan syukur kita. Karena kita telah menerima karunia keselamatan yang diberikan oleh Allah(Jahweh) melalui iman kita, semua yang kita harus lakukan adalah hanya bersyukur kepada-Nya. Kita bisa beristirahat, mengasihi satu sama lain, dan Bersatu bersama, semua di dalam karunia keselamatan ini.
Adalah karena banyak orang Kristen hari ini lemah di dalam pokok iman mereka bahwa iman mereka tergoncang dalam segala arah. Tuhan kita telah menyelamatkan anda dan saya dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Hanya dengan mengenal dan percaya di dalam ini saja kita telah menerima karunia keselamatan dan menjadi lengkap. Kita semua terikat ke neraka di tempat pertama, tetapi karena Allah(Jahweh) telah menyelamatkan kita sepenuhnya dengan memberikan kita karunia keselamatan sempurna, kita telah menjadi anak-anak-Nya yang sempurna. Karena kita telah sekarang sudah menerima karunia keselamatan melalui iman kita, jika kita menjalani kehidupan kita percaya bahwa kita uamt Allah(Jahweh), dan dengan Batasan iman ini, kita kemudian nisa menjalani iman kita dengan Tuhan dengan berhasil.
Setelah saya benar-benar dilahirkan kembali, dua perubahan baru datang ke hati hati saya, yang tidak pernah dialami sebelumnya. Sebelumnya, kasih saya untuk orang lain digunakan secara bersifat munafik, menganggap diri untuk mengasihi mereka tanpa syarat ketika saya sebenarnya membenci mereka di hati saya. Karena Allah(Jahweh) telah memberikan kita karunia keselamatan sempurna-Nya, dan karena Injil ini adalah begitu berharga, semua yang percaya di dalamnya muncul begitu mulia dan bagus dimata saya. Saya tidak bisa tidak tetapi mengasihi mereka, bahkan jika saya mencoba untuk tidak.
Perubahan kedua yang tidak seperti masa lampau, saya telah menjadi sensitive kepada perasaan orang lain. Sebelumnya, ketika seseorang melakukan sesuatu yang saya tidak bisa toleransi, tanpa memperhatikan siapa orang ini, saya biasa cukup kasar dalam omelan saya. Tetapi sekarang saya telah menyadari bahwa saya perlu memandang kelemahan setiap orang, dan lebih peduli di perjanjian saya dengan mereka, melindungi mereka ketika mereka perlu dilindungi dan menegur mereka ketika mereka perlu untuk ditegur, semua dengan sewajarnya. Mereka yang memiliki kelemahan atau kekurangan bisa dengan mudah mengeraskan hati mereka juga, dan jadi saya datang lebih sadar kekurangan mereka, ketika ada waktu ketika saya perlu bantuan mereka dengan diam-diam, dan ada juga waktu ketika saya harus tidak membantu mereka bahkan jika saya tahu bahwa mereka perlu bantuan saya dengan putus asa. Saya datang untuk sadar atas hal ini karena orang demikian lemah, tetapi sepanjang watu, saya tetap sangat kuat dan berani di dalam iman saya.
Ada waktu ketika kita harus tidak menegur orang lain karena mereka juga lemah, tetapi ada juga waktu ketika kita perlu menegur mereka dengan kuat daripada hanya sabar menghadapi mereka. Inilah mengapa kita lebih sadar keperluan mereka, tetapi ketika kita melihat di dalam iman; kasih untuk mereka adalah pasti, sempurna, benar, dan kuat. Jika kita memandang keadaan kita dari sudut pandang daging, semua yang kita bisa lihat adalah hanya hal-hal yang dikhawatkan. Karena kita juga lemah dan kurang di tempat pertama, jika kita mulai khawatir tentang daging lemah kita, tidak sehari akan berlalu khawatir dan perhatian. Tetapi ketika kita berdiri di dalam iman yang sempurna yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita, segala kekhawatiran kita dan perhatian kita lenyap, dan ketika Yesus telah menyelamatkan kekukarangan dan cacat demikian seperti kita kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya dan telah membuat kita menjadi bejana pekerjaan baik-Nya, dorongan iman ini, lebih daripada apapun yang lain yang membuat kita kuat.
Dorongan hati kita datang dari karunian keselematan yang sempurna yang diberikan oleh Tuhan ke dalam hati kita, semua dorongan lain yang berakar dari kedagingan semata hanya sementara. Ini tidak berarti, tentu saja, bahwa penghiburan daging tidak kuat bahkan kita perlu saudara dan saudari kita kadangkala bahkan di dalam bentuk daging.
Apa yang jelas, bagaimanapun, adalah bahwa seperti kiri kita lemah, Yesus Kristus datang ke dunia ini dan telah menyelamatkan kita sepenuhnya. Alkitab memberitahu kita bahwa ketika Lazarus mati, melihat kakaknya, Maria dan Marta, dan tetangga mereka meratap, Yesus juga menangis. Yesus, dengan kata lain, memiliki pengampunan atas mereka karena Dia melihat betapa mengeluh untuk manusia untuk mati karena dosa-dosa mereka. Tetapi karena Tuhan kita datang sesuai kehendak Allah(Jahweh), Dia berkata, “Akulah kebangkitan dan hidup” (Yohanes 11:25), dan menyelamatkan mereka yang mati karena dosa-dosa mereka. Dia telah menghibur kita baik di dalam roh maupun tubuh.
Anda dan saya memiliki dua sisi roh dan daging. Jadi ketika pergi melalui waktu yang sulit dalam daging, kita perlu dihibur di dalam daging, juga rohani, dan kita juga perlu untuk memiliki kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya ini. Seperti ini, dengan mengenal untuk menikmati iman untuk karunia keselamatan, mengingatkan diri kita sekali lagi bahwa kita adalah yang telah menerima karunia ini, hati kita bisa sesungguhnya bersukacita di dalam Kristus. Inilah bagaimana kita datang untuk memberikan kemuliaan kepada Allah(Jahweh).
Allah(Jahweh) telah dengan kuat menanam setiap kita dalam iman, seperti tiang-tiang Kemah Suci dan telah juga meminta kita untuk hidup oleh iman. Jadi bahkan ketika kekurangan daging kita berlimpah-limpah setiap hari, kita bisa merasa jauh di dalam hati kita betapa berharga keselamatan Allah(Jahweh), menyadari bahwa kita layak untuk dihukum. Anda juga bisa sekarang datang memahami kebenaran keselamatan ini yang dinyatakan di dalam layar pelataran Kemah Suci.
Sekarang anda bisa juga membuka dan masuk gerbang pelataran Kemah Suci yang terletak di sisi sebelah timur. Ketika anda membuka dan masuk ke dalam gerbang pelatan Kemah Suci, ada sesuatu bahwa anda akan datang pertama. Akan jadi apa ini? Ini tidak lain daripada mezbah korban bakaran.
Ketika anda melewati mezbah korban bakaran dengan iman, ada bejana pembasuhan tembaga, dan ketika anda melewati bejana pembasuhan ini, anda akan kemudian akhirnya memasuki Rumah Allah(Jahweh), Kemah Suci sendiri. Ketika melihat ini dengan iman, semua hal ini dengan mudah ulung. Meskipun Firman Kemah Suci mungkin terlihat sulit dimengerti pada awalnya, itu sebenarnya sangat mudah untuk anda dan saya untuk mengerti karena kita, yang dasar iman adalah kuat, memandang kepadanya dalam prinsip yang iman iman yang benar bahwa kita sudah akui. Karena keselamatan Allah(Jahweh) adalah begitu bernilai, Dia membuatnya mudah untuk setiap orang untuk mengertinya melalui system Kemah Suci. Tetapi untuk mencegah siapa pun untuk menafsirkan Firman Kemah Suci ini dengan salah atas pemikirannya sendiri, Allah(Jahweh) telah membuatnya tidak terlihat kepada mata mereka yang belum dilahirkan kembali. Karena itu, bahkan untuk theologi, jika mereka tidak memiliki arti rohani yang tepat mengapa gerbang pelataran Kemah Suci adalah kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, karena Allah(Jahweh) telah tersembunyi kebenaran ini dari pendusta.
Kain biru menunjuk kepada babtisan Yesus yang diterima dari Yohanes Pembabtis. Melalui babtisan yang diterima dalam bentuk penumpangan tangan, Dia menanggung segala dosa ke atas diri-Nya. Kain kirmizi menunjuk kepada pengorbanan kematian-Nya bahwa Yesus Kristus mencurahkan darah sampai mati di atas kayu Salib untuk segala dosa kita. Kain ungu menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) sendiri. Kain lenan halus yang dipintal benangnya menunjuk kepada Firman keselamatan yang melaluinya Dia, Allah(Jahweh) Sendiri, janjikan kepada kita umat manusia. Mereka yang belum dilahirkan kembali dengan percaya Injil air dan Roh tidak bisa berbicara kebenaran Allah(Jahweh) yang dinyatakan di gerbang Kemah Suci dengan tepat seperti ini.
Allah(Jahweh) berjanji dari permulaan umat manusia, yaitu, dari Adam dan Hawa dan semua hamba-Nya, “untuk menyelamatkanmu, Aku akan datang kepadamua melalui air, darah, dan Roh, dan Aku akan sesungguhnya menyelamatkanmu.” Sesuai Firman ini, Yesus Kristus datang ke bumi ini, dibabtiskan, mencurahkan darah-Nya dan mati, bangkit dari maut, dan dengan demikian menyelamatkan kita. Kain lenan halus yang dipintal benangnya adalah janji Firman Allah(Jahweh), dan itu juga menggenapi Firman. Kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi memberitahu kita babtisasan Yesus Kristus, bahwa Dia adalah Allah(Jahweh) kita, dan bahwa Dia menanggung segala penghukuman dosa dengan membawa dosa dunia dan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib. Dan mereka memberitahu kita bahwa Yesus Kristus telah menyelamatkan kita dengan bangkit dari kematian lagi. Kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi adalah kebenaran keselamatan kekal yang tidak pernah berselisih pendapat dibiarkan.
Untuk anda dan saya, Allah(Jahweh) telah memberikan kita karunia keselamatan ini. Ujung tiang telah disalut dengan ujung perak. Kita harus selalu mengingat kita adalah yang telah menerima karunia keselamatan dari Allah(Jahweh). Karena adalah dengan menerima karunia bahwa kita bisa menjadi orang benar, tidak berdosa dan umat Allah(Jahweh), kita telah sama sekali tidak ada yang kita pernah bisa banggakan terpisah dari karunia Allah(Jahweh). Jika ada hal yang kita boleh banggakan, itu hanya bahwa kita telah menjadi anak-anak Allah(Jahweh) yang memiliki iman kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya ini. Ini mungkin hanya karena Yesus Kristus telah menyelamatkan dari segala dosa kita melalui hanya Injil air dan Roh yang baik dan berharga. Karena itu, kita harus hidup oleh iman ini, percaya bahwa kita telah menjadi lengkap hanya karena Allah(Jahweh) telah memberikan karunia keselamatan dan bahwa melalui karunia ini bahwa kita kita telah menjadi umat Allah(Jahweh) sendiri. Hari ini dan besok, kita harus selalu hidup oleh iman ini.
Saya percaya bahwa sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk memberitakan Firman ini tentang Kemah Suci. Ad waktu sebelum ketika banyak orang bingung oleh teori pengangkatan pre-tribulasi yang membuat tidak masuk akal sama sekali, tetapi Allah(Jahweh) membuat kita dengan tepat untuk waktu ini, memberitakan Firman Kitab Wahyu dan karena itu memungkinkan banyak yang melemparkan iman keliru mereka dann untuk untuk mengaku iman sejati. Dengan demikian, di dalam era hari ini, adalah sangat cocok bahwa kita harus memberitakan iman kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Karena kita telah mencapai karunia keselamatan dari Allah(Jahweh). Sasya percaya bahwa memberitakan karunia keselamatan ini adalah hal paling menyenangkan untuk dilakukan, Saya memberikan segala ucapan syukur saya kepada Allah(Jahweh).