Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-29] (Keluaran 28:1-43) Makna Rohani Tersembunyi di Pakaian Imam Besar

(Keluaran 28:1-43)
“Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku — Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku. Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Untuk itu haruslah mereka mengambil emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus. Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli. Haruslah ada pada baju efod itu dua tutup bahu yang disambung kepadanya, pada kedua ujungnyalah harus baju efod itu disambung. Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya. Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya. Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kauukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat emas harus kaubuat permata itu. Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan. Haruslah kaubuat ikat emas dan dua untai dari emas murni; sebagai utas haruslah kaubuat itu, yang buatannya sebagai tali berjalin dan haruslah kaupasang untai berjalin itu pada ikat itu. Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya. Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya. Haruslah kautatah itu dengan permata tatahan, empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama; jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau; jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung, jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dengan berikatkan emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya. Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu haruslah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata haruslah ada, diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu. Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu untai berpilin, yang buatannya sebagai tali berjalin, dari emas murni. Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu dua gelang emas dan kedua gelang itu harus kaupasang pada kedua ujung tutup dada. Haruslah kedua untai emas yang berjalin itu kaupasang pada kedua gelang itu, pada ujung tutup dada. Kedua ujung lain dari kedua untai berjalin itu haruslah kaupasang pada kedua ikat emas itu, demikianlah kaupasang pada tutup bahu baju efod, di sebelah depannya. Haruslah engkau membuat dua gelang emas dan membubuhnya pada kedua ujung tutup dada itu, pada pinggirnya yang sebelah dalam, yang berhadapan dengan baju efod. Juga haruslah engkau membuat dua gelang emas dan memasangnya pada kedua tutup bahu baju efod, di sebelah bawah pada bagian depan, dekat ke tempat persambungannya, di sebelah atas sabuk baju efod. Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali ungu tua, sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod. Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN. Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya. Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak. Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas, sehingga satu giring-giring emas dan satu buah delima selalu berselang-seling, pada ujung gamis itu. Haruslah gamis itu dipakai Harun, apabila ia menyelenggarakan kebaktian, dan bunyinya harus kedengaran, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus di hadapan TUHAN dan apabila ia keluar pula, supaya ia jangan mati. Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN. Haruslah patam itu engkau beri bertali ungu tua, dan haruslah itu dilekatkan pada serban, di sebelah depan serban itu. Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka. Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya, dari lenan halus, dan membuat serban dari lenan halus dan haruslah kaubuat ikat pinggang dari tenunan yang berwarna-warna. Juga bagi anak-anak Harun haruslah kaubuat kemeja-kemeja dan haruslah kaubuat ikat-ikat pinggang bagi mereka, dan destar-destar haruslah kaubuat bagi mereka untuk menjadi perhiasan kemuliaan. Maka semuanya itu haruslah kaukenakan kepada abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya, kemudian engkau harus mengurapi, mentahbiskan dan menguduskan mereka, sehingga mereka dapat memegang jabatan imam bagi-Ku. Buatlah celana-celana lenan bagi mereka untuk menutupi daging auratnya: celana itu haruslah dari pinggang sampai paha panjangnya. Harun dan anak-anaknya haruslah memakainya, apabila mereka masuk ke dalam Kemah Pertemuan atau apabila mereka datang ke mezbah untuk menyelenggarakan kebaktian di tempat kudus, supaya mereka jangan membawa kesalahan kepada dirinya, lalu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya baginya dan bagi keturunannya.”
 

Pakaian Kudus Imam Besar
 
Hari ini kita akan melihat makna rohani yang tersembunyi di dalam pakaian Imam Besar. Pakaian ini dipakai oleh Harun dan anak-anaknya. Melalui pakaian Imam Besar kita akan mengenal dengan iman dengan rencana Allah(Jahweh) yang telah menyelamatkan kita dari dosa.
Allah(Jahweh) memerintahkan Musa untuk mentahbiskan abangnya Harun dan anak-anak Harun sehingga mereka dapat melayani Allah(Jahweh) sebagai imam. Dan Allah(Jahweh) juga memerintahkan Musa untuk membuat pakaian mereka berdasarkan contoh yang Dia tunjukkan kepadanya.
Dalam ayat 4, Allah(Jahweh) berkata, “Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku.”
Pertama-tama, Imam Besar harus memakai jubah dan celana panjang untuk menutupi daging auratnya. Pakaian ini terbuat dari kain lenan halus yang dipintal benangnya sehingga udara dapat mengalir dengan baik dan dengan demikian mencegah dia dari berkeringat berlebihan. Makna rohani dari ini adalah bahwa Imam Besar harus menyingkirkan usaha keras dagingnya sendiri, dan hanya melayani Allah(Jahweh) berdasarkan iman dan karunia yang Dia telah berikan kepadanya. Kehendak Allah(Jahweh), dalam kata lain, akan digenapi hanya ketika Imam Besar menyingkirkan pemikiran dan ketaatan dagingnya sendiri dan hanya memberikan korban pendamaian sesuai sistem korban yang ditetapkan Allah(Jahweh) dengan iman. Adalah dengan maksud ini bahwa Allah(Jahweh) membuat jubah dan celana panjang Imam Besar seperti itu dan memakaikannya dengannya.
Di atas pakaian ini Allah(Jahweh) kemudian memakaikan Imam Besar dengan gamis biru. Dan di atas gamis biru ini, dia memakai baju efodnya, dan kemudian memakai tutup dada. Tutup dada ditempatkan di dada Imam Besar yang terbuat dari kain tebal dilipat ganda dan buatan seorang ahli dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, dan ukurannya sejengkal baik panjang dan lebarnya. Duabelas batu berharga yang diletakkan di tutup dada, dan ukiran di batu berharga ini adalah nama duabelas suku Israel.
Dia kemudian memakai sorban yang tebuat dari kain lenan halus yang dipintal benangnya. Dan patam dari emas murni, dimana diukir dengan kata-kata, “Kudus bagi TUHAN,” diletakkan pada tali biru yang melekat pada bagian depan serban. Ini adalah gambaran singkat tentang pakaian, serban, dan patam emas yang dikenakan oleh Imam Besar. 
Kebanyakan pakaian Imam Besar dibuat dari emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Dan demikian juga tutup dada Imam Besar. Di atas tutup dada ini, duabelas batu berharga diletakkan, dan ke dalam batu ini nama kedua belas suku orang Israel diukir.
Tugas Imam Besar mencakup hal-hal berikut: Dia harus mengambil dari jemaat anak-anak Israel korban persembahan mereka dengan penumpangan tangannya di atas kepalanya sebagai perwakilan mereka, membunuhnya, dan memberikan darah korban persembahan ini kepada Allah(Jahweh). Untuk kepentingan orang Israel, Imam Besar menumpangkan tangannya di atas kepala korban persembahan di hadapan Allah(Jahweh), memotong lehernya dan mengambil darah-Nya dan meletakkan darah ini di tanduk-tanduk mezbah korban bakaran . Dia kemudian mengambil darah ini ke Ruang Maha Kudus dan memercikkannya di atasnya dan di depan tutup pendamaian. Kematian daging persembahan akan dibawa keluar kemah untuk sepenuhnya dibakar (Imamat 16:3-28). Inilah bagaimana Imam Besar memberikan persembahan. Dengan cara ini, dengan memberi persembahan yang menyenangkan Allah(Jahweh), Imam Besar memenuhi perannya untuk mendamaikan murka Allah(Jahweh). Imam Besar, dengan kata lain, memenuhi peran perantara antara bangsanya dengan Allah(Jahweh).
Seperti ini, Yesus sang Mesias telah menjadi Imam Besar Kerajaan Surga, perantara antara Allah(Jahweh) dan umat manusia. Dengan menerima babtisan-Nya dari Yohanes pembabtis yang melaluinya Dia menanggung dosa umat manusia ke atas tubuh-Nya, dan dengan memberikan tuubuh-Nya di kayu Salib dan dikuduskan, sang Mesias telah membebaskan seluruh umat manusia dari dosa dan maut. Di zaman perjanjian lama, adalah Imam Besar yang memberikan persembahan yang menghapuskan dosa bangsanya, tetapi di dalam Perjanjian Baru, adalah Mesias yang datang oleh nama Yesus dan menggenapi pelayanan Imam Besar yang kekal untuk menghapuskan dosa seluruh umat manusia (Ibrani pasal 7-9).
Dan di zaman Perjanjian Baru, Allah(Jahweh) telah menugaskan pelayanan Imam Besar kepada orang benar yang telah dibasuhkan segala dosa mereka dengan Kebenaran yang tersembunyi di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Inilah mengapa patam emas di atas serban Imam Besar ditandai, “Kudus bagi Tuhan.” Seperti ini, pakaian kudus Imam Besar dengan jelas menunjukkan dengan rinci Injil air dan Roh yang membasuh segala dosa umat manusia.
Jubah Imam Besar adalah tenunan kain biru. Diatas semuanya, jubah biru ini berhubungan dengan babtisan yang tenunan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, seperti kain emas, pakaian kudus-Nya bagus sekali dan keempat warna dibuat dengan jelas terlihat. Pada gamis jubah biru, buah delima ditenun, dengan lonceng emas yang didempetkan di sisinya. Ayat 33 di bagian utama berkata, “Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas.” Jadi ketika Imam Besar memasuki Kemah Suci dan memberikan korban untuk orangnya, orang-orang Israel yang berdiri di luar akan tahu bahwa dia memberikan korban dengan mendengar lonceng-lonceng.
Semua ini berhubungan dengan kebenaran Perjanjian Lama dari Injil air dan Roh, dan mereka cocok satu sama lain. Apa yang Imam Besar lakukan adalah menyucikan dosa-dosa orang-orang, dan itu untuk menyadarkan kita kehendak Allah(Jahweh) untuk membuat dia memakai pakaian seperti itu dan membuat dia memenuhi tugasnya. Di masa Perjanjian Baru, apa yang umat Allah(Jahweh) yang adalah imam-imam sekarang lakukan untuk menyucikan orang lain dari dosa-dosa mereka? Bagi mereka untuk membawa tugas ini, mereka harus pertama-tama menerima pengampunan dosa mereka dengan percaya Injil air dan Roh yang dinyatakan di wahyu kain biru, kain ungu, kain kirmizi. Seperti ini, pakaian Imam Besar dengan jelas menunjukkan kita Injil yang menyucikan segala dosa kita.
Dan kedua di zaman sekarang ini, kita orang-orang benar harus mengerjakan tugas keimaman kita untuk menyucikan hati nurani orang-orang dari dosa-dosa mereka dan memberi mereka kekudusan. Inilah sebabnya patam emas yang dibuat untuk jubah Imam Besar dan tanda “Kudus bagi TUHAN” diukir pada patam itu.
Patam emas yang diukir tanda “Kudus bagi TUHAN” diikat dengan tali biru ke serban yang Imam Besar pakai di kepalanya. Orang-orang dapat melihat Imam Besar pada pandangan pertama; melihat di kepalanya, mereka dapat melihat patam emas da tali biru dengan jelas bersama dengan pakaian luar yang indah yang dibuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Hal ini menunjukkan kita bahwa Imam Besar selalu melakukan pekerjaan menyucikan dosa dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi.
 

Kita Harus Mentaati Kebenaran Penghakiman Hamba-Hamba Allah(Jahweh)
 
Imam Besar harus membawa nama anak-anak Israel di atas tutup dada pernyataan keputusan di atas jantungnya ketika dia memasuki Ruang Kudus. Seperti ini kita harus membawa di hati kita jiwa-jiwa orang-orang berdosa di dunia yang mencari untuk menerima Allah(Jahweh), dan kita harus berdoa kepada mereka. Allah(Jahweh) juga berkata kepada Musa untuk menempatkan dua baru berharga, yang disebut Urim dan Tumim, di tutup dada yang dipakai Imam Besar. Ayat 30 bacaan Kitab Suci hari ini berkata, “Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.” 
Batu berharga dari Urim dan Tumim berarti secara literal “terang dan kesempurnaan.” Dalam kata lain, Allah(Jahweh) telah memberikan hati yang terang kepada Imam Besar untuk menghakimi orang Israel dengan benar dan dengan tepat. Allah(Jahweh) telah memberikan kekuasaan dan kebijaksanaan kepada Imam Besar sehingga dia dapat menghakimi apa yang benar dan salah di kehidupan umat-Nya. Dan Imam Besar memiliki tugas untuk menentukan apa yang benar dan salah di kehidupan rohani orang Israel.
Juga, di jaman ini, Allah(Jahweh) memberikan kemampuan yang sama kepada setiap hamba Allah(Jahweh) untuk menghakimi atau tidak orang yang sudah menerima pengampunan dosa. Dalam kemampuan yang diberikan Allah(Jahweh), hamba-Nya membuat penghakiman yang pasti atas apa yang adalah Injil sejati, apa pengampunan dosa, apa jalan yang benar yang anak-anak Allah(Jahweh) harus jalani, dan apakah seseorang dilahirkan kembali atau tidak. Karena itu, semua ummat Allah(Jahweh) harus mentaati penghakiman dan kepemimpinannya. Mereka harus menyadari bahwa menolak untuk menerima penghakiman yang pasti hamba Allah(Jahweh) adalah sama sebagai menolak kehendak Allah(Jahweh). Jadi orang Israel harus menghasilkan penghakiman hamba Allah(Jahweh), seperti Imam Besar hari ini.
Dengan demikian, di jaman ini, Allah(Jahweh) telah mempercayakan tugas penghakiman “benar dan salah” kepada hamba-Nya. Dengan demikian, kita harus menghargai apa yang pemimpin Gereja-Nya lakukan dan menyatukan hati kita dengan pekerjaan mereka. Kita harus menyadari bahwa adalah hanya benar untuk kita mmengikuti penghakiman dan kepemimpinan yang benar dengan iman dari dalam hati kita. Kita tidak boleh hanya berpikir, “Dia melakukan itu hanya karena dia ditugaskan sebagai Imam Besar, tetapi dia sama seperti kita pada akhirnya.” Beberapa orang mungkin berpikir, “Saya tidak suka sifat pendeta saya! Kepribadiannya terlalu memaksa, keputusannya akan juga kejam. Jadi meskipun saya percaya pada Injil yang sedang beritakan, saya tidak bisa setuju dengan keputusannya yang dia buat dengan cara berpikirnya. Saya juga memiliki tujuan yang berbeda dari tujuannya.” Orang-orang mungkin mencapai kesimpulan yang salah dengan memandang Imam Besar dari pandangan jasmani mereka. Tetapi kesalahan penghakiman demikian harus dihindari.
Kita harus mentaati hamba Allah(Jahweh) yang percaya di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi sebagai keselamatan seperti kita mentaati Allah(Jahweh). Mengapa? Karena penghakiman mereka tidak dari pikiran mereka sendiri, tetapi dibuat berdasarkan iman mereka yang menyenangkan Allah(Jahweh). Dengan kata lain, karena penghakiman Imam Besar hari ini adalah dibuat di dalam terang dan kebenaran Allah(Jahweh), itu adalah penghakiman Allah(Jahweh) dan keputusan-Nya. Jika keputusan mereka tanpa pengaruh yang tak semestinya dari pemikiran kecil mereka sendiri, tetapi dibuat berdasarkan semata-mata Firman Allah(Jahweh) dan berdasarkkan iman mereka di dalam Injil air dan Roh, kemudian penghakiman yang mereka capai adalah benar. Jika keputusan demikian tidak menyimpang dari Firman Allah(Jahweh) dan kehendak-Nya, maka kita harus percaya bahwa keputusan mereka adalah keputusan Allah(Jahweh).
Seperti ini, jabatan Imam Besar adalah sangat genting diperlukan untuk orang-orang. Di jaman ini seperti di jaman Perjanjian Lama, orang yang memimpin umat Allah(Jahweh) tidak lain dari Imam Besar. Di Israel, tidak ada raja lain yang bisa memimpin bangsa terpisah dari Imam Besar.Karena system politik Israel sebenarnya teokratis, seluruh populasi mengikuti keputusan yang dibuat oleh Imam Besar. Sekarang di dalam urusan rohani, umat Allah(Jahweh) harus juga percaya di dalam tuntunan hamba-hamnba yang Allah(Jahweh) telah tunjuk di Gereja Allah(Jahweh) sebagai Firman Allah(Jahweh) dan mengikutinya. Dan Imam Besar harus memutuskan segala sesuatu sesuai kehendak Allah(Jahweh), semua berdasarkan Firman-Nya dan pemeliharaan baik-Nya.
Pakaian kudus Imam Besar memberikan kita banyak pelajaran sesungguhnya. Kita harus pertama tahu arti rohani kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi dan kain emas yang digunakan untuk membuat mereka. Kita sudah belajar kenemaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Melalui pakaian kudus Imam Besar juga, Allah(Jahweh) telah memberitahu kita betapa perlunya dan penting kebenaran yang tersembunyi di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi dan iman yang percaya didalamnya dengan sungguh-sungguh. Kain ini adalah bahan mentah yang sangat perlu yang menunjukkan pengampunan dosa orang-orang. Bahwa Tuhan datang ke bumi ini, dibabtiskan, dan mebcurahkan darah-Nya menyatakan bahwa hanya Injil air dan Roh membebaskan segala dosa setiap orang melalui seluruh dunia. Sebagaimana kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi telah mengajarkan kita bahwa Injil air dan Roh adalah Kebenaran yang memberikan kita pendamaian sempurna kita, kita harus semua mencapai pengetahuan yang benar artinya. Jika kita benar-benar mengetahui ini dengan benar dan percaya di dalamnya, kemudian kita akan selamanya dibasuhkan dosa kita dan menerima hidup yang kekal. Kita harus, karena itu, memiliki iman yang percaya di dalam Kebenaran yang paling jelas yang digenapi Injil air, darah, dan Roh.
 

Kita Harus Mempertahankan Iman Kita di dalam Kain Biru, Kain Ungu, dan Kain Kirmizi
 
Jika kita tidak benar-benar memiliki pengenalan yang tepat dan keras hati iman di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, maka kita tidak bisa mempertahankan Injil asli, dan, yang lebih buruk, Injil ini bahkan mungkin rusak. Agama-agama di dunia ini bisa mengubah diri mereka seiring waktu berlalu. Tetapi melalui warna-warna pakaian Imam Besar, Allah(Jahweh) telah menunjukkan kita Kebenaran mutlak yang tidak berubah dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Melalui pakaian Imam Besar, melalui segala perabotan yang ditemukan di dalam Kemah Suci, dan melalui pola persembahan yang diberikan di Kemah Suci, Allah(Jahweh) membuat perwujudan sempurna kasih dan rencana-Nya bagi kita. Dengan demikian, kita harus dengan setia mempertahankan iman kita di dalam Kebenaran kekal ini yang telah datang kepada kita sebagai Injil kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Apa yang tidak pernah berubah bahkan ketika waktu berubah adalah iman kita di dalam Injil air dan Roh. Iman ini adalah yang percaya di dalam keselamatan kekal yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi.
Bagaimana kita dapat benar-benar membiarkan Injil kain biru, kain ungu dan kain kirmizi yang kita percayai pernah berubah? Jika Allah(Jahweh) memberitahu kita bahwa Dia telah menyelamatkan kita dari disa dengan Injil kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, maka ini adalah kebenaran. Di dalam Perjanjian Lama, Allah(Jahweh) menghapuskan kesalahan orang-orang berdosa dengan kedua penumpangan tangan dan pecurahan darah, dan hari ini, di jaman ini juga, Dia telah menggenapi keselamatan dosa yang sempurna untuk kita baik dalam babtisan yang diterima Yesus dari Yohanes Pembabtis (Matius 3:15) dan kematian-Nya di kayu Salib. Dengan Injil air dan Roh, Allah(Jahweh) telah menghapuskan kesalahan semua orang berdosa seluruh dunia.
Betapa mententramkan hati ini! Allah(Jahweh) menunjukkan ‘iman’ di dalam Alkitab. Karena itu, kain emas bersama dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi di pakaian Imam Besar menunjuk kepada sangat perlunya iman kita di dalam Injil air dan Roh. Karena Allah(Jahweh) telah menetapkan cara yang menghapuskan segala dosa kita dan tidak membiarkannya untuk berubah, bahkan ketika kita menghadapi keadaan yang sulit sewaktu-waktu, kita tetap damai. Ini juga karena Kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang Allah(Jahweh) telah tunjukkan kepada kita.
 

Ikat Pinggang Imam Besar
 
Diantara pakaian Imam Besar adalah ikat pinggang. Pengikat ini, yang dipakai Imam Besar di baju efodnya, juga terbuat dari kain kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Pengikat baju efod adalah lambang kekuatan. Seperti Alkitab katakan, “Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,” (Efesus 6:14) ikat pinggang Imam Besar menunjuk kepada kekuatan yang berasal dari iman di dalam Injil Kebenaran. Ini memberitahu kita, dengan kata lain, bahwa iman yang percaya di dalam Kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya memungkinkan kita untuk diselamatkan dari segala dosa kita. Karena itu, itu semua sia-sia untuk percaya di dalam Injil palsu lain terpisah dari yang dinyatakan di sini di kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Mereka yang lemah di dalam daging juga bisa disucikan dari segala dosa mereka dengan sempurna dengan percaya Injil air dan Roh yang diberikan oleh Tuhan, karena dosa-dosa dunia telah ditanggungkan kepada Yesus Kristus dengan Kebenaran pengampunan dosa yang digenapi oleh Allah(Jahweh) (Matius 3:15; Imamat 16:1-22). Karena itu, mereka yang percaya bahwa pekerjaan Yesus dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi telah menyelamatkan mereka bisa tentram bahkan jika daging dan kemauan mereka lemah. Ketika kita tinggal di dalam Injil air dan Roh yang Yesus Kristus Imam Besar Surgawi telah berikan kepada kita, siapa yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Keselamatannya yang sempurna bisa menjadi milik kita hanya ketika kita percaya di dalam Kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Agar imam-imam membawa tugas imamat mereka, mereka harus tidak mengikuti doktrin buatan manusia yang terpisah dari sistem korban yang ditunjukkan di Kemah Suci. Dengan demikian, hamba-hamba Allah(Jahweh) hari ini seharusnya tidak membiarkan Injil yang berbeda yang menyimpang dari Injil sejati untuk berakar di jiwa-jiwa yang hilang (Galatia 1:6, 9). Mereka yang membeitakan Injil paslsu demikian, tidak peduli seberapa baik mereka memberikan khotbah mereka, tidak bisa memberikan bantuan apapun kepada jiwa-jiwa yang hilang karena mereka tidak membawa kesaksian yang benar kepada Injil air dan Roh Allah(Jahweh) yang dinyatakan di Kemah Suci. Mereka adalah penipu dan guu-guru palsu. Ketika datang untuk percaya di dalam Yesus Kristus Imam Besar Surgawi sebagai Juruselamat kita, kita tidak bisa gagal mengetahui sistem korban penumpangan tangan dan pencurahan darah yang dinyatakan di sistem Kemah Suci. Kita harus menyadari bahwa ada banyak Injil palsu di dunia ini. Juga, tidak peduli siapa yang memberitakan Injil, jika seseorang memberitakan Kebenaran Injil air dan Roh berdasarkan Firman Allah(Jahweh), kita harus kemudian mendengar dan percaya.
Satu dari alasan mengapaKekristenan hari ini memiliki begitu banyak masalah adalah karena ada begitu banyak penipu rohani mengaku memenuhi tugas imamat mereka dengan baik bahkan mereka tidak mengenal Injil air dan Roh. Langkah pertama untuk menjadi imam-imam sejati dihadapan Allah(Jahweh) adalah untuk percaya Injil air dan Roh. Hanya mereka yang memiliki iman ini bisa memberikan persembahan yang benar kepada Allah(Jahweh). Seperti ini, mereka yang mengenal dan percaya di dalam Injil air dan Roh dapat benar-benar mengasihi semua orang. Untuk apa anda pikir Gereja Allah(Jahweh) ada? Saya bisa berkata kepada anda bahwa Gereja Allah(Jahweh) ada untuk memberitakan Injil air dan Roh kepada orang-orang berdosa.
Ketika kita parcaya dengan sepenuh hati di dalam kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi yang dinyatakan di Alkitab, kita akan diselamatkan dari dosa-dosa kita dan menjadi orang-orang berdosa. Dengan percaya di dalam Injil air dan Roh, damai sejati ditemukan di hati kita, dan karena kita hidup dalam damai, kita tidak pernah terpisah dari Allah(Jahweh). Kita percaya di dalam Injil sempurna, hidup dengan iman, dan kemudian kita akan memasuki Kerajaan Tuhan dan tinggal di dalamnya. Tuhan kita telah menuntun kita kepada kedamaian, dan dengan memimin semua orang di dunia kepada Alllah, sama seperti patam emas di depan serban Imam Besar diukir, “Kudus bagi TUHAN,” Dia menerangi mereka dengan terang sejati pengampunan dosa-dosa. Allah(Jahweh) sudah karena itu mempercayakan kita dengan pekerjaan yang memungkinkan mereka untuk juga menerima pengampunan dosa-dosa mereka. Allah(Jahweh) telah mempercayakan diantara kita yang percaya Injil dari kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi dengan tugas yang sama atas imam-imam Perjanjian Lama.
Kita sangat berterimakasih kepada Allah(Jahweh) karena membiarkan kita untuk melakukan pekerjaan berharga demikian di dalam terang kebenaran sempurna-Nya. Ketika saya pertama mendengar Firman Injil dari Allah(Jahweh) saya diselimuti dengan sukacita. Dan ketika saya membaca Alkitab, Injil ini melintas begitu jelas. Setelah itu mata rohani saya terbuka, dan Roh Kudus di dalam saya telah mengajar Firman Allah(Jahweh) kepada saya dengan rinci. Saya datang untuk tahu bahwa semua bagian Alkitab dengan jelas menyaksikan Injil air dan Roh adalah satu-satunya Injil sejati yang Allah(Jahweh) berikan kepada kita. Di zaman Perjanjian Lama, Injil ini dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Di zaman perjanjian baru juga, semua Rasul dan penulis Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa Yesus telah menerima babtisan dan mencurahkan darah-Nya sampai dengan sempurna menyelamatkan kita dari dosa. Untuk kita untuk memakai jubah keselamatan, kita harus percaya di dalam Injil air dan Roh; itu tidak dengan memberikan doa-doa pertobatan kita bahwa kita bisa menerima pengampunan dosa dari Tuhan. Injil air dan Roh adalah satu-satunya Injil sejati dan sempurna.
Imam Besar harus memakai pakaian kudus yang dibuat dengan bebas seperti Allah(Jahweh) telah perintahkan. Jika Imam Besar, diganggu oleh angin dingin, telah berpikir bahwa tidak ada perlu untuknya untuk memakai jubah yang Allah(Jahweh) telah buat untuknya dan malah memakai jubah tipis lain terus menerus, dia akan dimasukkan ke kematian dengan seketika. Jika Imam Besar telah memasuki Ruang Maha Kudus mengenakan hanya jubah yang terbuat dari kain lenan halus yang dipintal benangnya, maka dia akan juga dibunuh. Dia harus memakai jubah biru dan baju efod tenunan kain emas, kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi.
Ketika kita mengikuti dengan tepat cara Allah(Jahweh) telah rencakan, Tuhan berjalan kita, memimpin kita, dan bekerja di dalam segala sesuatu di hidup kita. Allah(Jahweh) merencanakan untuk mengutus sang Mesias untuk kita dan Dia telah juga menyatakan rencana ini untuk kita. Jika kita tercaya di dalam Injil air dan Roh dan mengikuti rencana Allah(Jahweh), Dia akan bekerja di dalam kehidupan kita. Inilah mengapa bukan oleh beberapa tindakan di bagian kita bahwa kita bisa menerima pengampunan dosa, tetapi adalah dengan percaya di dalam rencana keselamatan Allah(Jahweh) yang dinyatakan di dalam kain emas, kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang digunakan untuk pakaian kudus Imam Besar bahwa kita harus menerima pengampunan dosa kita.
Apa yang kita imam-imam Allah(Jahweh) harus lakukan adalah untuk percaya di dalam apa yang Allah(Jahweh) telah rencanakan untuk kita dan mengikutinya sesuai dengan itu. Ini adalah iman yang asli. Melayani Allah(Jahweh) dengan memnuat segala jenis rencana picik kita sendiri bukanlah iman yang benar di dalam Allah(Jahweh). Ketika itu datang kepada usaha kita untuk memberitakan Injil air dan Roh ke luar negeri, ini juga, tidak dicapai dengan melakiukan sesuatu yang fakta melalui skema dan muslihat buatan manusia sendiri, tetapi itu dicapai oleh bantuan-Nya yang diberikan kepada umat-Nya melalui iman mereka. Inilah kehendak Allah(Jahweh). Ketika kita melakukan sesuatu dengan iman, maka istirahat diperhatikan oleh Allah(Jahweh). Ketika kita tahu kehendak Allah(Jahweh) dan memberitakan Injil air dan Roh, Allah(Jahweh) menyentuh hati mereka yang membaca buku kami, membawa mereka kepada kebangunan mereka, membuat mereka percaya di dalam Injil air dan Roh ini, dan memerikas pikiran salah mereka sehingga mereka boleh percaya. Dan mereka. Dalam gilirannya, juga datang untuk memberitakan Injil air dan Roh.
 

Untuk Memberitakan Injil Air dan Roh, Kita Harus Terdahulu Mempercayainya Sepenuh Hati
 
Saya berkata pemberitaan Injil sejati tidak dicapai oleh kita melakukan sesuatu entah bagaimana, tetapi itu dicapai hanya ketika kita melayaninya dengan iman dalam kesatuan dengan kehendak Allah(Jahweh). Ini bukan oleh usaha dan ketaatan kita sendiri bahwa jiwa-jiwa diubahkan, tetapi ini ketika kita mencari kehendak Allah(Jahweh) dengan percaya di dalam pekerjaan-Nya dan Injil air dan Roh bahwa pemeliharaan Allah(Jahweh) digenapi. Adalah oleh iman bahwa kita harus melayani Injil air dan Roh. Di jaman ini juga, kita perlu iman yang sama seperti masa Perjanjian Lama. Sekarang di zaman ini, seperti sebelumnya, anak-anak Allah(Jahweh) harus memberitakan iman kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi.
Kita harus percaya dan memberitakan kain kirmizi sebagaimana kain ungu, tetapi kita pertama harus mengenal apa yang dinyatakan di dalam kain biru—yaitu, babtisan bahwa Yesus Mesias terima. Ketika kita memberitakan kebenaran kain biru kepada jiwa-jiwa yang terhilang, kita menemukan bahwa mereka bisa mengerti seluruh gambaran Kebenaran ebih mudah dan memiliki iman di dalamnya dengan yakin. Mengapa? Adalah karena Yesus Mesias menanggung dosa-dosa seluruh umat manusia ke atas tubuh-Nya dengan dibabtiskan. Ketika orang-orang, dengan percaya babtisan Yesus, datang untuk tahu bahwa Yesus telah menyucikan segala dosa-dosa mereka, mereka kemudian tak bisa diacuhkan datang untuk mengenal bahwa Dia juga mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa mereka. Dalam kata lain, orang-orang datang untuk percaya di dalam kain kirmizi dan kain ungu hanya ketika mereka mengenal dan percaya rahasia babtisan yang Yesus sang Mesias, hakekat sejati kain biru, yang diterima dari Yohanes Pembabtis. Mereka datang untuk sungguh-sungguh menyadari, “Ah, Dia menanggung segala dosa kita dengan dibabtiskan, Yesus Kristus adalah Allah(Jahweh) sejati dan Juruselamat semua umat manusia. Inilah Kebenaran!”
Untuk banyak orang, iman di dalam kain ungu, bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) Sendiri, disadari setelahnya. Dari saat kita mulai percaya di dalam Yesus sebagai Juruselamat, kita harus mengaku, “Yesus adalah Allah(Jahweh) yang mutlak,” tetapi ini adalah gambaran abstrak semata. Adalah hanya setelahnya ketika kita datang untuk memiliki iman yang nyata bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) Sendiri, Pribadi yang hidup yang membantu kita dan bekerja di kehidupan kita, dan iman kita di dalam Yesus secara bertahap tumbuh. Dengan demikian, agar orang-orang menerima pengampunan dosa, mereka harus percaya di dalam Injil kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang ditetapkan oleh Allah(Jahweh).
 

Apa Yang Harus Imam-Imam Hari Ini Layani?
 
Apa yang Imam Besar lakukan di Kemah Suci? Apa yang mereka nyatakan melalui sistem korban? Mereka menyatakan kebenaran bahwa Mesias akan menghapuskan segala dosa kita dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Hamba Allah(Jahweh) di jaman ini juga harus berhasil kepada tugas dan pelayanan seperti itu. Mereka menghapuskan dosa orang dengan Injil air dan Roh.
Tidak terhitung orang mencoba untuk mengumpulkan Injil versi mereka sendiri. Injil demikian tidak percah terdengar Alkitab, atau menyelamatkan orang sama sekali. Mereka mahir meminjam doktrin buatan manusia dari sini dan sana dan mencocokkan mereka bersama. Tetapi Injil air dan Roh bukanlah sesuatu yang telah dibuat dari mencocokkan doktrin Kristen yang berbeda bersama.
Itu adalah dengan percaya Injil air dan Roh bahwa orang menerima pengampunan dosa tanpa gagal. Firman, dalam kata lain, adalah hanya keselamatan. Membasuhkan dosa orang-orang hanya dicapai sesuai standar yang ditetapkan Allah(Jahweh). Standar ini adalah Injil air dan Roh. Di luar Injil keselamatan sejati tidak seorangpun bisa dibebaskan dosanya dan menerima kekudusan. Untuk dibasuhkan segala dosa dihadapan Allah(Jahweh) dan menerima kekudusan adalah mungkin hanya oleh percaya di dalam Yesus yang datang dengan babtisan di sungai Yordan dan darah di kayu Salib sebagai Juruselamat. Untuk orang dibebaskan dari segala dosa mereka, mereka harus percaya di dalam Yesus Kristus yang datang di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi sebagai Juruselamat dengan tepat seperti ini. Tidak ada cara lain untuk mereka menerima pengampunan dosa.
Dan hamba Allah(Jahweh) yang telah menjadi imam-Nya harus percaya di dalam Injil asli ini yang dibuat dari kain emas, kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang digunakan untuk pakaian Imam Besar. Jika mereka tidak percaya di dalam kebenaran Ini, mereka tidak bisa kemudian memenuhi syarat sebagai hamba-Nya. Mereka hanyalah orang beragama dunia. Dari tidak terhitung agama di dunia, mereka hanya melayani repektif mereka sendiri dari meminjam hanya nama Yesus. Hamba sejati Allah(Jahweh) harus memiliki iman yang percaya di dalam Yesu Kristus yang datang oleh air, darah, dan Roh Kudus sebagai Juruselamat. Karena itu, mereka harus menyaksikan babtisan-Nya untuk membuat iman yang benar mereka dinyatakan dan menyinarkan terang Kebenaran Allah(Jahweh) dengan jelas. Hanya mereka yang melakukan demikian adalah hamba Allah(Jahweh) dan orang yang telah diselamatkan dihadapan-Nya. 
Mereka yang meninggalkan babtisan Yesus, salib-Nya, atau kenyataan bahwa Dia adalah Allah(Jahweh) Sendiri, seperti mereka yang memberitakan pengetahuan demikian hanya sebagai teori tanpa iman, adalah hamba Setan yang tidak memiliki apapun untuk dilakukan dengan Allah(Jahweh).
Hari ini, ada tidak terhitung “yang disebut penginjil” di dunia ini. Mereka mengaku bahwa siapa pun percaya di dalam Yesus bisa dibasuhkan segala dosa mereka dengan iman, dan karena itu menjadi tidak berdosa. Pada awalnya, saya pikir mereka hanya memberitakan Kebenaran kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, tetapi pada waktunya saya menyadari bahwa ini bukanlah kasusnya. Mereka tidak memberitakan Injil air dan Roh, berpikir dan percaya bahwa doktrin buatan pikiran mereka adalah Injil sejati. Meskipun mereka memanggil diri mereka “penginjil,” mereka hanya mengejar keegoisan diri mereka sendiri dan perkara duniawi, mereka hanya objektif untuk menyaksikan keinginan mereka sendiri.
Mereka banyak dipanggil Imam bahkan sekarang di bumi ini. Tetapi mengapa mereka menolak menerima Injil sejati yang bisa memampukan mereka menjadi benar-benar kudus? Pada dasarnya adalah bangga atas kepercayaan mereka di dalam Firman itu sendiri. Tetapi faktanya adalah orang-orang yang demikian bukanlah sebenarnya orang konservatif. Ketika Firman dengan jelas dinyatakan di dalam Injil air dan Roh, mengapa mereka meninggalkan babtisan Yesus dari iman mereka? Ingat bahwa Nadab dan Abihu mati ketika mereka memberikan api yang asing dihadapan Tuhan Allah(Jahweh). Ketika imam ini tidak memberikan persembahan sesuai cara yang Allah(Jahweh) tetapkan untuk mereka, api datang dari Allah(Jahweh) dan membakar mereka sampai mati (Bilangan 26:61).
Imam Besar dihukum mati jika dia tidak memakai bahkan yang ditetapkan Allah(Jahweh) (ayat 43). Tidak peduli betapa rajin orang berdosa membawa persembahan korban mereka ke Kemah Suci, itu tidak berarti apa-apa kecuali mereka menumpangkan tangan mereka di atas kepala binatang. Tanpa iman ini yang percaya di dalam penumpangan tangan, yang melaluinya mereka telah mengaku kelemahan mereka dan menanggungkan mereka ke atas persembahan mereka, iman mereka adalah tidak peduli betapa banyak mereka mungkin telah percaya di dalam darahnya. Tidak peduli seberapa sering Imam Besar membawa darah, mengangkat tabir, masuk ke dalam Ruang Maha Kudus, dan memercikkan darah di atas tutup pendamaian, jika mereka tidak datang dengan memakan “biru” yang ditetapkan oleh Allah(Jahweh), mereka akan kemudian akan mati. Karena itu, segala sekte harus membuang cara lama mereka ata iman dan kembali kepada Injil yang bisa menuntun mereka kepada “terang dan kesempurnaan,” yaitu, “Urim dan Tumim” (Keluaran 28:30).
Allah(Jahweh) disenangkan hanya oleh mereka, meskipun kekurangan, percaya dan menikuti Firman-Nya dan kehendak-Nya. Inilah mengapa Allah(Jahweh) telah memanggil kita yang percaya di dalam Injil air dan Roh. Dan Allah(Jahweh) telah mempercayakan kita dengan Injil air dan Roh. Ketika kita bersatu bersama dan memberitakn Injil dengan iman, Allah(Jahweh) membiarkan kita untuk membawa pekerjaan mengherankan dengan terus.
Kita percaya bahwa Allah(Jahweh) akan segera sepenuhnya digenapi. Sungguh, kita benar-benar senang di hadapan Allah(Jahweh), Di dalam daging kita, kita memiliki banyak kekurangan. Saya berpikir saya yang paling dari semuanya. Jika saya mengakui diri saya terus terang dihadapan anda, wajah saya akan berubah semuanya merah karena begitu banyak kekurangan di sisi manusia saya. Kekurangan saya tidak sementara. Ketika waktu berlalu, lebih saya melayani Injil, lebih saya menyadari bagaimana kurang saya di hadapan Allah(Jahweh). Dan memandang pada rekan kerja kami, saya melihat bahwa mereka juga lemah seperti saya, tetapi syukur kepada karunia Allah(Jahweh) kita semua tetap melayani Injil. Allah(Jahweh) telah membuat kita percaya bahwa Dia bekerja di dalam kita, sehingga kita boleh melayani dan mengikuti-Nya dengan percaya di dalam Injil Allah(Jahweh) dan rencana-Nya.
Adalah melalui kita, yang lemah, bahwa Tuhan kita dimuliakan. Semakin kita lemah, semakin Injil air dan Roh bersinar di dalam hati kita-adalah karena ini bahwa Allah(Jahweh) dimuliakan. Ketika kita mengenali diri kita malu dan lebih sombong kita, Allah(Jahweh) kemudian mulai merasa tidak nyaman. Inilah kehendak Allah(Jahweh) yang ingin menerima pujian melalui kita, yang lemah.
Anda dan saya begitu kurang. Tepat seberapa kurang kita? Tidak dapat dijelaskan! Namun, setiap orang merasakan kekurangannya dengan berbeda, seperti dalamnya laut atau sungai berbeda dar. Mereka yang tahu bahwa mereka tidak terukur kurang kasih Tuhan lebih, karena mereka tahu bahwa mereka kepada dunia. Mereka yang sadar akan kekurangan mereka dan percaya bahwa lebih lagi. Inilah mengapa mereka Injil Tuhan lebih, mengambil begitu banya kebanggaan yang lebih besar di dalamnya dan mengikutinya bahkan lebih. Tetapi mereka yang tidak tahu kekurangan mereka sendiri kasih Allah(Jahweh) kurang, karena mereka berpikir bahwa yang telah dilepaskan hanya kecil dan bahwa Tuhan mengharapkan terlalu banyak dari mereka hanya untuk menulis utang yang sedemikian kecil.
Bagaimana kemudian orang-orang yang tahu sangat sedikit kekurangan mereka datang untuk menyadari betapa besar kekurangan mereka? Ini tidak bisa atas mereka. Tetapi ketika mereka melayani Injil dengan percaya bahwa itu adalah kehendak Allah(Jahweh) kepada mereka untuk melayaninya bahkan meskipun mereka kurang, kelemahan mereka akan dinyatakan lebih lagi pada waktunya, dan semakin mereka dinyatakan lebih dalam kasih Allah(Jahweh) mereka menjadi.
Adalah tidak berguna untuk kita untuk tahu kekurangan kita hanya secara teoritis. Kita hanya bisa mengenali kekurangan kita ketika kita menghadapi waktu yang sulit ketika mencoba melayani Injil sebenarnya. Ini karena semakin kita melayani Tuhan, semakin berharga Dia menjadi kita. Adalah karena Tuhan bahwa kita bisa berani, dan adalah karena Dia bahwa kita dimuliakan. Kita bisa hidup dengan iman dan mengabdikan diri kita kepada pekerjaan yang diberkati karena Tuhan. Jika bukan karena Tuhan, anda dan saya tidak apa-apa.
Yohanes Pembabtis berkata, “Dia harus menjadi lebih besar, tetapi aku harus menjadi lebih kecil” (Yohanes 3:30). Allah(Jahweh) telah memberikan kita pengampunan dosa dan berkat kesempatan melayani Injil ini. Keberadaan kita hanya digunakan sebagai alat memberitakan Injil, dan Tuhan sendiri adalah Pribadai yang menerima kemuliaan. Kenyataan bahwa Tuhan menggunakan kita sebagai alat demikian adalah di dalam dirinya sesuatu sangat bersyukur.
Kita memberikan syukur kita kepada Allah(Jahweh) karena memberikan kita berkat ini membawa pekerjaan Imam Besar. Yesus adalah Imam Besar Surgawi untuk kita dan Gembala Agung. Hamba-Nya adalah gembala kecil. Anda dan saya telah menjadi gembala kecil yang mengikuti setelah apa Gembala Agung telah lakukan untuk kita. Anda dan saya harus percaya di dalam Firman Allah(Jahweh) dengan tepat sebagaimana adanya, bertindak sesuai Firman sebagaimana adanya, dan mengikutinya sebagai yang tertulis. Kita harus melayani dengan tepat sebagaimana Tuhan telah lakukan. Kita harus meniru dengan tepat sebagaimana Tuhan telah lakukan, percaya dan mengikuti-Nya dengan sesuai. Apa yang harus kita lakukan adalah percaya dan mengikuti seperti yang Dia telah perintahkan kepada kita dan rencanakan untuk kita, dan untuk memberitakan Injil air dan Roh. Iman yang benar dihadapan Allah(Jahweh) adalah untuk menerima Firman-Nya dalam kemurnian dan memberitakan Injil air dan Roh dengan percaya di dalamnya.
Kita memberikan syukur sepenuh hati kita kepada Tuhan kita yang telah menjadi Imam Besar kita sendiri.