Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-31] (Keluaran 28:15-30) Tutup Dada Pernyataan Keputusan

(Keluaran 28:15-30)
“Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya. Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya. Haruslah kautatah itu dengan permata tatahan, empat jajar permata: permata yaspis merah, krisolit, malakit, itulah jajar yang pertama; jajar yang kedua: permata batu darah, lazurit, yaspis hijau; jajar yang ketiga: permata ambar, akik, kecubung, jajar yang keempat: permata pirus, krisopras dan nefrit. Dengan berikatkan emas, demikianlah permata-permata itu dalam tatahannya. Sesuai dengan nama para anak Israel, permata itu haruslah dua belas banyaknya; dan pada tiap-tiap permata haruslah ada, diukirkan seperti meterai, nama salah satu suku dari yang dua belas itu. Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu untai berpilin, yang buatannya sebagai tali berjalin, dari emas murni. Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu dua gelang emas dan kedua gelang itu harus kaupasang pada kedua ujung tutup dada. Haruslah kedua untai emas yang berjalin itu kaupasang pada kedua gelang itu, pada ujung tutup dada. Kedua ujung lain dari kedua untai berjalin itu haruslah kaupasang pada kedua ikat emas itu, demikianlah kaupasang pada tutup bahu baju efod, di sebelah depannya. Haruslah engkau membuat dua gelang emas dan membubuhnya pada kedua ujung tutup dada itu, pada pinggirnya yang sebelah dalam, yang berhadapan dengan baju efod. Juga haruslah engkau membuat dua gelang emas dan memasangnya pada kedua tutup bahu baju efod, di sebelah bawah pada bagian depan, dekat ke tempat persambungannya, di sebelah atas sabuk baju efod. Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali ungu tua, sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod. Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN. Dan di dalam tutup dada pernyataan keputusan itu haruslah kautaruh Urim dan Tumim; haruslah itu di atas jantung Harun, apabila ia masuk menghadap TUHAN, dan Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.”
 

Mari kita sekarang mengalihkan perhatian kita dengan mana Imam Besar menghakimi orang-orang Israel. Bagian diatas memberitahu kita bahwa tutup dada pernyataan keputusan terbuat dari tenunan ganda menjadi persegi ukuran sejengkal baik Panjang dan lebarnya. Tenunan ini buatan seorang ahli yang ditenun bersama dengan kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Atas tenunan ini, duabelas batu berharga ditetapkan, tiga masing-masing jajar untuk untuk jumlah empat jajar. Allah(Jahweh) juga memberitahu Musa untuk memakai Urim dan Tumim di tutup dada pengambil keputusan. Urim dan Tumim disini berturut-turut berarti ‘terang dan kesempurnaan.”
 

Standar Penghakiman Imam Besar
 
Seperti yang kita tahu, setiap penghakiman dapat divonis setelah merundingkan kasus dengan standar yang berhubungan dan dengan peraturan perundang-undangan. Lalu, berdasarkan standar apa Imam Besar menghakimi orang Israel? Dia harus menghakimi bangsanya dengan Urim dan Tumim di tutup dadanya, yaitu, ‘terang dan kesempurnaan.’ Dasar iman yang memungkinkan kita untuk dihakimi dengan benar adalah iman di dalam kebenaran yang dinyatakan di dalam lima kain di tutup dada pernyataan keputusan yang dibuat. Dalam kata lain, itu adalah dasar iman percaya di dalam kebenaran yang terbuat dari emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya maka Imam Besar membuat penghakiman untuk orang Israel.
Dengan kata lain, standar penghakiman Imam Besar adalah kebenaran, yang adalah ‘terang dan kesempurnaan’ yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya untuk tutup dada. Dengan percaya kebenaran yang dinyatakan di dalam kelima kain, Imam Besar dapat mencapai keputusan-keputusan yang berwenang untuk semua orang Israel; apakah mereka secara rohani benar atau salah.
Tutup dada ditempatkan di atas jantung setiap Imam Besar, dan Urim dan Tumim dimasukkan di dalamnya. Ini menyiratkan bahwa di jantung Imam Besar, kebenaran terang dan kesempurnaan begitu kuat ditetapkan bahwa dia dapat selalu memimpin orang Israel dan menghakimi apakah atau tidak iman mereka benar, apakah atau tidak mereka memberikan persembahan sesuai system korban Allah(Jahweh), dan apakah atau tidak mereka mengikuti perintah-Nya.
Hari ini, kita, imamat rajani Allah(Jahweh), imam-imam rajani Allah(Jahweh), juga membawa standar dan penghakiman yang sama kepada orang di jaman ini. Kita harus mencapai kesimpulan yang sama bahwa jika orang percaya di dalam kebenaran yang dinyatakan di dalam kelima kain yang digunakan untuk tutup dada, maka mereka bisa menjadi terang dunia dihadapan Allah(Jahweh), dan jika mereka tidak percaya, maka mereka dihukum.
Beberapa mungkin tidak setuju dengan Firman ini berdebat bahwa bisa ada banyak rute untuk mencapai puncak gungung. Pendaki mungkin berkata, “Kamu mengambil jalan paling mudah terakhir kali, tetapi aku akan mengambil jalan bagian timur, jurang yang paling sulit menaklukkan gunung ini.” Tentu, ketika itu datang kepada kasus teknik mendaki gunung, sebuah alternative jalan sangat mungkin. Namun, ketika itu datang kepada alam rohani, itu mengakui tidak ada perbantahan atau kompromi. Satu-satunya standar adalah apa yang Allah(Jahweh) telah tentukan. Untuk kita untuk menjadi terang dunia dihadapan Allah(Jahweh), kita tidak memiliki beberapa cara, tetapi hanya ada satu cara. Cara ini adalah untuk mengenal dan percaya di dalam kebenaran keselamatan yang bersinar yang dinyatakan di dalam kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, yang adalah bahan-bahan tutup dada dan baju efod, dan dengan demikian menerima pengampunan dosa kita dan menjadi anak Allah(Jahweh) sendiri.
Tidak ada jalan lain untuk menjadi terang dunia tetapi dengan percaya bahwa Allah(Jahweh) telah menghapuskan segala dosa kita dan membuat kita orang benar dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Hanya dengan percaya bahan-bahan yang digunakan untuk pakaian emas yang dipakai oleh Imam Besar orang berdosa bisa menjadi orang benar dan yang tidak sempurna bisa menjadi sempurna. Seperti itu, ketika kita dihakimi apakah atau tidak kita telah diselamatkan dihadapan Allah(Jahweh), kita dihakimi berdasarkan Injil Firman air dan Roh yang telah menjadi terang kebenaran yang bersinar.
Jika kita benar-benar ingin menjadi hakim yang benar dihadapan Allah(Jahweh) apakah kita pergi ke Surga atau neraka, kita harus memiliki iman ini yang tahuu dan percaya di dalam bahan-bahan yang digunakan untuk membuat tutup dada pernyataan keputusan. Untuk kita untuk melihat orang lain dan dapat melihat apakah mereka dengan sepenuh hati percaya di dalam kebenaran air dan Roh, kita harus pertama sudah percaya di dalam Injil air dan Roh diri kita. Apa yang kita harus sadari adalah bahwa kebenaran yang dinyatakan di dalam kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, adaah dengan tepa tapa yang memungkinkan kita untuk mencapai penghakiman yang benar tentang pengampunan dosa, dan adalah kebenaran ini yang membawa kesaksian kepada penghakiman yang benar. Bisakah anda sekarang mengerti ini?
Siapa kemudian yang pertama yang bisa membuat penghakiman yang benar atas pengampunan disa hari ini? Itu adalah Yesus Kristus, Imam Besar Surgawi yang kekal. Yesus Kristus menanggung segala dosa kita dengan menanggung segala dosa umat manusia ke atas tubuh-Nya dengan babtisan-Nya, dan dengan mati di datas kayu Salib dan bangkit dari maut, Dia telah selamanya membebaskan kita dari dosa-dosa dunia. Jadi, siapapun yang percaya di dalam Yesus Kristus sesuai kebenaran ini bisa menjadi imamat Rajani dan memiliki hak uuntuk menghakimi orang-orang dengan benar. Sekarang, kita yang dilahirkan kembali memiliki tugas untuk menghakimi yang tidak selamat sesuai standar yang diberikan Allah(Jahweh), Injil air dan Roh. Dan kita harus melakukan tugas ini dengan setia dihadapan Yesus Kristus, Hakim Tertinggi.
Ada beberapa orang yang tidak suka putusan yang dibuat oleh kita imam-iman rohani. Mereka berdiri melawan kita, mengatakan, “Kamu bukan Allah(Jahweh)1 Kamu hanya seorang manusia yang kurang seperti saya, bagaimana kamu bisa menentukan apakan saya telah menerima pengampunan dosa saya atau tidak? Penghakiman yang benar orang berdosa dibuat hanya oleh Allah(Jahweh)! Siapa kamu pikir kamu? Betapa berani kamu menghakimi apakah saya telah diselamatkan atau tidak? Hanya Allah(Jahweh) yang mengetahui ini. Apakah kamu Allah(Jahweh)? Apakah kamu pikir kamu lebih baik daripada setiap orang lain?”
Tetapi alasan mengapa keputusan-keputusan imam-imam rohani adalah sempurna adalah karena mereka telah dipercayakan dengan hak denikian dari Tuhan. Ketika imam-imam Allah(Jahweh) menentukan apa yang benar dan salah, kemudian kita harus percaya di dalam penghakiman ini, karena itu adalah penghakiman yang benar. Seperti dokter-dokter yang mendiagnosa penyakit pasien mereka, itu adalah tergantung imam-imam rohani untuk menguji jiwa-jiwa dan menentukan apakah mereka masih orang berdosa atau mereka telah menjadi orang benar.
Itu adalah iman yang percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya bahwa kita bisa menjadi imam-imam rohani seperti itu. Imam-imam rohani ini adalah yang telah dibebaskan segala dosa mereka dan yang telah menerima Roh Kudus dari Allah(Jahweh) dengan percaya Injil Kebenaran. Mereka yang dengan demikian menjadi imam-imam bisa membedakan orang berdosa dari oran benar. Karena kita telah menerima pengampunan dosa-dosa dengan mendengar dan percaya di dalam Injil yang dimanifestasikan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, kita sekarang dapat menyembuhkan orang berdosa dan memimpin mereka kepada Kristus.
 

Anda Harus Berani Ketika Orang Menantang Imamat Anda
 
Orang-orang berdosa, di dalam pemikiran mereka, juga mencoba kuasa penghakiman yang adil yang dibuat oleh orang benar. Yang lebih buruk, bagaimanapun, adalah kita mungkin tidak yakin akan keimaman kita bahkan meskipun kita telah dilahirkan kembali. Ketika kita yang dilahirkan kembali menghakimi orang lain, adalah mustahil untuk kita untuk berpikir “Tikakkan saya menjadi angkuh kemungkinan? TIdakkah saya melakulan kesalahan disini?” Tetapi tidak ada yang salah disini, karena hanya mereka yang telah menjadi imam-imam Allah(Jahweh) secara rohani bisa membuat penghakiman rohani dengan benar. Jadi, kita yang dilahirkan kembali harus berani ketika orang berdosa menantang kekuasaan kita untuk menghakimi mereka. Yesus telah memberikan hak demikian kepada murid-muridnya, mengatakan, “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yohanes 20:23). Mereka yang sudah nenjadi imam—imam rohani bisa memimpin orang lain dengan Injil yang memampukan mereka untuk menerima pengampunan dosa-dosa.
Melalui dunia, ada banyak orang-orang kudus yang telah menerima pengampunan dosa melalui pelayanan literatur Kristen kami. Bersama dengan pengampunan dosa ini, Allah(Jahweh) telah memberikan mereka kuasa Roh Kudus sehingga mereka juga bisa membedakan secara rohani apakah orang lain telah menerima pengampunan dosa atau tidak. Mereka yang tahu dan percaya di dalam apa yang kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya beritahu mereka adalah yang memiliki kuasa untuk menghakimi orang lain dengan iman. Melalui imam-imam ini, Allah(Jahweh) telah menyelamatkan orangorang dari dosa-dosa dan penghukuman mereka. Adalah dengan percaya kepada Injil air dan Roh bahwa kita telah menjadi anak-anak Allah(Jahweh) secara rohani.
Setelah menjadi anak-anak Allah(Jahweh), kita telah menjadi imam-imamm rohani, dan karena itu kita memiliki hak untuk menghakimi baik mereka yang telah menerima pengampunan dosa dan mereka yang belum. Kita harus memberitahu orang-orang berdosa tanpa ragu bahwa mereka sedang menuju neraka karena dosa-dosa mereka dan bahwa mereka harus menerima pengampunan dosa mereka dengan percaya di dalam Injil air dan Roh. Kita juga harus menghakimi orang-orang oercaya kita, yang telah dilahirkan kembali dari air dan Roh, untuk menuntun mereka kepada jalan yang benar.
Anda harus tidak berpikir bahwa adalah salah untuk kita, yang sudah menajdi imam-imam rohani, untuk menghakimi orang-orang berdosa yang telah seperti belum menerima pengampunan dosa mereka. Anda harus tidak berpikir, di dalam kata lain, bahwa adalah sombong untuk anda untuk melihat orang demikian sebagai orang berdosa. Sebaliknya, karena kita selalu membawa tutup dada penghakiman di dada kita sebagai imam-imam rohani, kita harus menggenapi tugas kita bahkan lebih dengan penuh semangat. Mengesampingkan segala sesuatu yang lain, kita harus, untuk kepentingan Allah(Jahweh), memvonis orang berdosa ini untuk terikat ke neraka. Orang berdosa ini akan kemudian mengenali penghakiman rohani imam sebagai penghukuman Allah(Jahweh), menerima penghakiman ini, percaya di dalam karunia Allah(Jahweh) membasuhkan dosa yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, dan dengan demikian menyelamatkan dari segala dosa mereka. Inilah mengapa jika penghakiman dibuat dengan iman, adalah kemudian penghakiman yang benar.
Kemudian, dengan kriteria apa kita bisa menentukan apakah orang lain telah menerima pengampunan dosa atau tidak? Kita bisa menentukan ini berdasarkan iman yang percaya di dalam kelima kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Dengan kata lain. Kita imamat-imamat Rajani bisa menghakimi orang lain berdasarkan Injil air dan Roh: Yesus Kristus Anak Allah(Jahweh) menanggung segala dosa kita dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis, mati di atas kayu Salib, dikuburkan dan bangkit kembali dari kematian lagi, dan sudah karena itu membasuhkan segala dosa kita dan menanggung penghukuman segala dosa itu. Mereka yang percaya di dalam Kebenaran ini adalah yang telah menerima pengampunan dosa, dan mereka yang tidak percaya seperti ini layak untuk divonisa sebagai orang berdosa.
Standar penghakiman untuk orang benar—yaitu, apakah mereka sudah hidup secara rohani hidup bernnanfaat atau tidak—adalah juga berdasarkan betapa baik mereka telah melayani Injil air dan Roh. Ngomong-ngomong, untuk segala penghukuman, pertanyaan apakah atau tidak seseorang percaya di dalam Injil air dan Roh yang merupakan inti standar yang paling penting. Siapapun yang tidak percaya di dalam Injil asli ini bahkan salah satu dari keempat kain di Perjanjian Lama—yaitu, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya—dari imannya akan selamanya tetap tidak selamat dari dosa, karena keselamatan Allah(Jahweh) membutuhkan iman semua keempat kain ini.
Di antara orang Kristen hari ini, ada banyak yang berkata bahwa mereka telah dilahirkan kembali dengan percaya di dalam darah kayu Salib sendiri. Menghakimi iman orang Kristen ini yang percaya hanya darah di kayu Salib, kita bisa menyimpulkan bahwa iman mereka adalah tidak cukup satu, karena iman mereka tetunan yang meninggalkan kain biru (babtisan Yesus). Dapatkah Yesus menganggung dosa-dosa umat manusia ketika Dia mati di atas kayu Salib? Alasan mengapa adalah mungkin untuk Yesus disalibkan, mencurahkan darah-Nya, dan mati di atas kayu Salib adalah karena dia harus pertama menanggung segala dosa kita dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis di Sungai Yordan sebelumnya. Jika Yesus tidak dibabtiskan oleh Yohanes, bagaimana dosa-dosa dunia telah ditanggungkan ke atas tubuh Yesus Kristus melalui babtisan-Nya bahwa Kristus dapat menanggung segala dosa dunia ini, disalibkan, dan mencurahkan darah-Nya untuk mati untuk menyelesaikan keselamatan kita.
Yesus disalibkan karena Dia harus menerima dosa-dosa umat manusia ketika Dia dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis. Tetapi untuk bebtisan-Nya, bagaimana dengan yang lain Dia bisa menanggung disa-dosa kita? Siapa yang dapat Dia gantung di atas kayu Salib untuk menggenapi kehendak Allah(Jahweh) Bapa? Jika Yesus Kristus belum menanggung dosa-dosa kita dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis, segala dosa anda akan tetap ada utuh di hati anda. Jika tubuh Yesus Kristus tidak menanggung dosa dunia, lalu apa alasan Dia untuk mati di atas kayu Salib menggantikan kita.
 

Pertanyaan Yang Diangkat dari Ketidaktahuan Injil Air dan Roh
 
Ada beberapa orang yang bertanya, “Jika benar bahwa Yesus menanggung segala dosa kita dengan dibabtiskan, kemudian ini berarti bahwa Yesus memiliki dosa di tubuh-Nya, dan jika ini kasusnya, bagaimana Yesus yang penuh dosa ini menjadi Juruselamat orang-orang berdosa?”
Ini adalah pertanyaan yang membuat frustasi yang bangkit dari sepenuhnya mengabaikan Injil air dan Roh. Adalah atas daging-Nya bahwa Yesus menanggung dosa umat manusia ketika Dia dibabtiskan. Dia tidak, dengan kata lain menanggung dosa dunia ke atas roh-Nya. Sifat Ilahi babtisan Yesus tetap dengan sempurna kudus. Dia dibabtiskan hanya di dalam daging-Nya, dan karena itu Dia menanggung dosa dunia hanya ke atas tubuh-Nya. Adalah karena Yesus dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis bahwa Dia dapat disalibkan dan dihukum untuk segala dosa, mencurahkan darah-Nya dan meti di atas kayu Salib. Yesus Sendiri tidak melakukan dosa sama sekali di dunia ini (2 Korintus 5:21). Tetapi karena Yesus Kristus menanggung dosa dunia dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis, dosa-dosa dunia ini ditempatkan di tubuh-Nya sendiri. Jika ini bukan kasusnya, Yesus Kristus tidak pernah menjadi Juruselamat kita.
Apa yang saya sebenarnya ingin katakan kepada orang yang bodoh seperti itu adalah bahwa Yesus tidak menanggung dosa dunia di kayu Salib. Biarkan saya mengatakan ini kepada anda lagi: “Bahwa Yesus mati di atas kayu Salib adalah karena Dia dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis di Sungai Yordan,” Jika ini bukan kebenaran, maka tidak akan ada kesempatan lain untuk Yesus menanggung dosa dunia. Meskipun Yesus menjadi domba korban untuk semmua orang berdosa, berbicara pada dasarnya, Dia tidak memiliki dosa sama sekali di hati-Nya. Ini bukan kasus bahwa Yesus memiliki dosa dari kelahiran-Nya, tetapi lebih, dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis, Dia menerima diosa dunia yang ditanggungkan ke atas tubuh-Nya. Inilah bagaimana Yesus telah menjadi persembahan secara hukum untuk semua orang berdosa di dunia. Dengan kata lain, karena Yesus menanggung dosa umat manusia dengan dibabtiskan, Dia memudiann harus mencurahkan darah-Nya, mati di atas kayu Salib. Setelah semuanya, Dia bangkit dari kematian lagi, dan dengan demikian menjadi juruselamat sejati kita. Dengan melakukan demikian, Dia menanggung segala penghukuman dosa. Karena itu, dengan iman yang percaya di dalam Injil air dan Roh, anda harus diselamatkan dari segala dosa anda jika anda masih memiliki dosa di hati anda.
 

Sejarah Kekristenan Yang Rusak
 
Di masa Gereja Mula-Mula, adalah dengan percaya di dalam babtisan Yesusdan darah di atas kayu Salib bahwa Rasul seperti Paulus dan Petrus dan orang-orang kudus awal dapat juga menjadi dan bekerja sebagai imam-imam rohani. Berbicara secara sejarah, setelah lewat periode Gereja Mula-mula dan periode Bapa-Bapa gereja, Kebenaran Injil air dan Roh mulai dirusakkan, dan Edik Milan pada 313 A.D. dipercepat proses kerusakan demikan. Saya percaya bahwa itu adalah dari kerusakan ini bahwa orang-orang Kristen berdosa telah bertunas hari ini. Sejak kemudian, kumpulan besar orang Kristen nominal telah bangkit, dan mereka mengaku telah menerima pengampunan dosa-dosa bahkan ketika mereka percaya hanya darah di kayu Salib. Dari kemuidian sampai sekarang, Injil dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi tidak disaksikan tetapi tetap tersembunyi. Ini adalah kenyataan yang mengganggu, bahwa ada telah bangkit banyak orang-orang Kristen berdosa yang mempertimbangkan Kekristenan hanya sebagai sebuah agama belaka di dunia ini.
Ketika kita menghakimi orang-orang Kristen hari ini berdasarkan iman yang telah membiarkan kita untuk menjadi imam-imam rohani, kita bisa melihat banyak mereka telah salah paham dan salah mengerti keselamatan yang membiarkan mereka untuk menerima pengampunan dosa-dosa. Kita bisa melihat bahwa setiap pernyataan iman semua denominasi Kekristenan hari ini cukup sama kepada satu sama lain. Mereka hanya berbeda nama denominasi mereka; ketikaitu datang kepada iman mereka, mereka semua berpikir bahwa mereka telah dibebaskan dari dosa dengan percaya hanya darah kayu Salib. Tetapi hati mereka belum benar-benar dibebaskan dari dosa. Bahkan ketika mereka tetap mengabaikan Injil air dan Roh Allah(Jahweh), mereka berpikir diri mereka orang-orang Kristen yang baik. Kita bisa melihat bahkan meskipun orang -orang ini percaya di dalam Yesus sebagai Juruselamat mereka an darah di kayu Salib, mereka masih tergoda hanya dengan doa-doa pertobatan mereka, karena mereka tetap tidak tahu Kebenaran yang memampukan mereka untuk membasuhkan segala dosa mereka. Ada, dalam kata lain, orang-orang yang mencoba dibasuhkan segala dosa mereka bahkan ketika mereka masih tetap lupa kepada kuasa Injil air dan Roh.
Inilah mengapa kita sekarang memberitakan Injil asli air dan Roh ini sekali lagi kepada semua orang di seluruh dunia. Karena melalui dunia orang mengabaikan babtisan yang Yesus terima dari Yohanes Pembabtis, kita mengenali bahwa kita harus memberitakan kepada mereka Injil air dan Roh yang dinyatakan di kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi sebagai bahan-bahan untuk Kemah Suci. Kita semua memberitakan Injil ke seluruh dunia ini bahwa Yesus menanggung dosa-dosa dunia dengan dibabtiskan oleh Yohanes Pembabtis. Dia menanggung segala penghukuman dosa dengan disalibkan dan mati. Kita memberikan ini kepada orang-orang yang tidak tahu Injil air dan Roh untuk memberitakan Injil ini kepada mereka. Kita karena itu menyadari keperluan untuk memberikan mereka sebuah kesempatan untuk mendengar Injil asli ni sehingga mereka boleh datang untuk percaya.
Di beberapa negara, sejarah iman Kekristenan berlalu lebih dari 1,000 atau bahkan 2,000 tahun. Tetapi adalah jelas bahwa kebanyakan orang Kristenn tetap tidak memiliki pemahaman yang jelas atas Injil air dan Roh. Ketika kita menghakimi mereka berdasarkan kebenaran Injil yang dinyatakan di Kemah Suci, ada banyak yang harus percaya di dalam Yesus sebagai Juruselamat semua lagi. Apa yang saya coba katakana disini adalah tanpa memperhatikan betapa lama mereka telah percaya di dalam Yesus, jika mereka tetap belum menerima pengampunan dosa, kita harus kemudian memimpin mereka untuk percaya di dalam Yesus lagi dengan benar. Kita harus menajar Injil air dan Roh kepada mereka dengan sangat. Rasul Paulus juga memiliki pikiran yang sama seperti kita, berkata, “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” (1 Korintus 9:16).
 

Yesus Kristus Adalah Allah(Jahweh) Yang Datang dalam Tubuh Manusia untuk Menyelamatkan Semua Orang Berdosa
 
Beberapa orang, meskipun mereka percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah dan Juruselamat mereka, tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah. Mereka tidak percaya di dalam pelayanan Kristus atas kain ungu. Orang-orang ini akan sebenarnya dibinasakan, karena di hati mereka mereka tidak memiliki iman yang percaya di seluruh Kebenaran yang dinyatakan di kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya dan karena itu belum menerima pengampunan dosa-dosa. Mereka yang tidak benar-benar percaya di hati mereka bahwa Tuhan telah membasuhkan seala dosa-dosa mereka tidak memiliki Roh Kudus di hati mereka karena mereka tidak memiliki Firman Allah yang menyaksikan pembasuhan dosa-dosa mereka.
Ketika kita memanggil Yesus “Tuhan,” kata “Tuhan” disini berarti Guru, menandakan bahwa kita percaya bahwa Yesus adalah Allah sendiri. Anak Allah ini adalah juga Allah sejati. Untuk menjelaskan ini, saya sering menggunakan metafora berikut. Ketika manusia mengandung, mereka melahirkan manusia lainnya. Ketika anjimg melahirkan, mereka melahirkan anak-anak anjing. Burung melahirkan burung. Dalam kata lain, sama seperti ada jenis dan spesies, Allah Bapa hanya melahirkan satu Anak, dan Dia juga Allah. (Mazmur 2:7). Dia adalah sebenarnya setara dengan Allah sendiri di dalam hakekat-Nya (Filipi 2:6), tetapi Dia mengosongkan diri-Nya dan menjadi seperti kita manusia. Untuk menyelamatkan kita dari dosa, Dia datang ke bumi ini, dibabtiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit dari kematian lagi, dan, sebagai Juruselamat sejati kita, telah karena itu memberiikan kita iman keselamatan sejati.
Namun, ada begitu banyak orang yang menyangkal bahwa Yesus adalah Allah. Di sekolah-sekolah, mereka mengjar secara umum bahwa Yesus adalah satu dari Empat Guru yang muncul di zaman kuno. Kutipan demikian aslinya dari pendahulu iman mereka, beberapa di antara mereka memiliki iman yang kuat demikian bahwa mereka membuat pengakuan atas iman mereka dengan memeluk kemartiran, tetapi yang lain menyangkal keilahian Yesus. Beberapa Bapa-Bapa Gereja bahkan menulis secara literal pekerjaan mengemukakan bahwa Yesus adalah Anak Allah tetapi bukan Allah Sendiri.
Baru-baru ini, banyak para teolog telah mulai mendukung pluralism agama. Pengakuan mereka adalah bahwa orang-orang bisa diselamatkan dari dosa dan masuk Surga bahkan jika mereka percaya di agama-agama berbeda selain dari Kekristenan. Katolik adalah pertama menyatakan pernyataan demikian secara umum. Alasan mengapa orang-orang Kristen nominal ini mendukung pendirian demikian adalah mereka sendiri tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah Sendiri dan Pencipta. Mereka ingin percaya di dalam Dia sebagaimana Firman katakana, tetapi mereka tidak bisa membangun iman sejati ini di atas sebuah pengajaran palsu demikian. Mereka adalah manusia bodoh yang membangun rumah mereka di atas pasir (Matius 7:26). Mereka suka belajar segala sesuatu dari agama-agama lain. Contohnya, beberapa gereja barat melakukan program meditasi Budha sekali seminggu. Dari sudut pandang manusia, sebuuah program demikian indah dan lebih progresif. Tetapi siapapun yang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah Sendiri tidak bisa diselamatkan dari dosa.
Bagaimana dengan anda? Bagaimana anda percaya? Kejadian 1:1-3 menyatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang. Lalu terang itu jadi.” Allah menciptakan langit bumi melalui Firman-Nya pada mulanya. Firman ada dari mulanya, dan Firman adalah Allah Sendiri. Karena itu, dunia dibuat melalui Yesus Kristus, jelmaan dari Firman. (1 Yohanes 1:1, Yohanes 1:10). Ini berarti bahwa Yesus Kristus tidak lain adalah Allah Sendiri, Allah atas Firman. Yesus Kristus adalah Pencipta yang membuat alam semesta ini dan Juruselamat yang datang ke dunia ini untuk menyelamatkan kita. Adalah hanya benar untuk kita untuk percaya bahwa Yesus Kristus ini adalah Allah Sendiri yang meninggalkan tahta kemuliaan Surga dan secara Pribadi datang ke bumi inidi dalam daging seorang manusia.
Melalui hamba-hamba-Nya, Allah Sendiri telah menubuatkan tentang kedatangan Mesias, dan sesuai dengan nubuatan ini Juruselamat dikandung di dalam tubuh Anak Dara Maria dan menjelma di dalam daging seorang manusia. Yaitu, Pribadi yang dikandung dan dilahirkan melalui tubuh manusia adalah Allah sendiri. Dan ketika Dia berusia 30 tahun, sebagai Imam Besar Surgawi, Dia menanggung segala dosa kita dan segala dosa umat manusia ke atas tubuh-Nya dengan dibabtiskan. Dia kemudian mati di atas kayu Salib, bangkit dari maut, dan sudah karena itu menyelamatkan kita dengan sempurna dari segala dosa kita. Yesus, dengan kata lain, telah menjadi Juruselamat sejati dan kekal kita.
Di dalam hakekat dasar-Nya, Yesus adalah Allah sendiri yang setara dengan Allah Bapa. Bapa Yesus Kristus adalah juga Allah untuk kita, dan demikian juga Yesus Kristus Sendiri. Mengapa, karena dunia dijadikan melalui Dia, dan melalui Dia kita juga dibuat sebagai manusia. Allah berkata di dalam Kejadian 1:26, “Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” Ketika Allah menjadikan kita dalam gambar-Nya, Yesus Kristus ada disana. Dia adalah Pribadi yang menjadikan kita. Adalah Dia yang menjadikan kita dan adalah Dia yang menyelamatkan kita dari dosa. Yesus Kristus yang datang untuk menyelamatkan kita adalah Juruselamat Sejati kita. Karena Yesus Kristus memberikan kita keselamatan, dan kare Dia adalah Allah Sendiri, kita percaya Dia untuk menjadi Tuhan keselamatan kita. Dengan demikian, anda dan saya tidak lebih lagi heran di sekitar kebingungan kita, tetapi di dalam hati kita kita harus percaya di dalam Tuhan Allah yang datang oleh Injil air dan Roh sebagai Juruselamat.
Ada orang-orang yang tetap meminta dengan tegas bahwa mereka adalah anak-anak Allah bahkan ketika hati mereka masih penuh dosa. Bisakah mereka menjadi umat Allah bahkan ketika hati mereka penuh dosa? Bisakah mereka pergi ke Surga bahkan ketika hati mereka masih penuh dosa? Tentu saja tidak! Ini tidak peduli apakah mereka orang Kristen atau tidak; jika mereka belum menerima pengampunan dosa-dosa karena penyangkalan mereka atas Injil air dan Roh, tidak ada di antara mereka bisa memasuki Surga. Tetapi di dalam komunitas Kekristenan di seluruh dunia, ada begitu banyak orang yang memiliki jenis iman ini.
Siapa kemudian harus memberitakan Injil air dan Roh yang benar dan sejati kepada orang demikian? Kita—yaitu, anda dan saya—harus membuat penghakiman yang benar untuk mereka dan memberitakan Injil Kebenaran air dan Roh kepada mereka. Injil yang dinyatakan di dalam Kemah Suci bukanlah jenis kebenaran yang harus diberitakan hanya sekali atau dua kali dan kemudian menyerah sepenuhnya. Ini adalah Kebenaran keselamatan sebenarnya yang harus diteruskan untuk disebarkan sampai hari Tuhan kita kembali.
Apakah anda tahu Injil air dan Roh yang memampukan anda untuk menerima pengampunan dosa-dosa? Jika orang memiliki dosa, kemudian mereka bukanlah anak-anak Allah. Mereka harus memiliki iman yang percaya di dalam Injil kebenaran keselamatan yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang digunakan untuk Kemah Suci untuk bahan-bahannya. Kita harus memberitakan Injil air da Roh sampai akhir dunia. Apakah kita terlalu malu untuk memberitakan Injil air dan Roh? Pada zaman kuno, ketika Allah memberitahu hamba-Nya, “Pergi dan teruslah bernubuat,” kemudian mereka terus melakukannya, dan ketika Allah memberitahu Yesaya, “Pergi bernubuat telanjang,” dia pergi dan bernubuat telanjang (Yesaya 20:2-5). Hanya ketika kita memberitakan Injil air dan Roh sebagaimana dinyatakan di Kemah Suci kepada semua orang mereka bisa keluar dari murka Allah. Inilah mengapa kita harus terus memberitakan Injil.
Bagaimana dengan anda? Apakah hati anda di dalam kenyataannya memiliki Firman iman yang membawa anda keselamatan sejati? Ketika orang-orang di seluruh dunia tidak memiliki Firman pengampunan dosa dan tetap milik setan, bagaimana anda dapat tetap duduk dan tidak melakukan apapun? Anda tidak bisa hanya duduk. Ada banyak partner kami di seluruh dunia. Mereka dengan jelas percaya Injil pengampunan dosa-dosa, Injil air da Roh. Beberapa diantara mereka memiliki pengakuan kepada kami bahwa mereka dianiaya ketika mereka berbicara Injil air dan Roh kepada kolega mereka. Mereka memiliki keberanian melawan lawan Injil air dan Roh , mengatakan, “Kamu bukan umat Allah karena kamu masih memiliki dosa di dalam hatimu. Kamu sedang menuju ke neraka karena kekotoran dosamu karena ketidakpercayaanmu di dalam Injil air dan Roh. Aku tidak bisa memanggilmu saudara ‘saya’, karena saya bukan orang berdosa seperti kamu lagi.”
Kita tidak pernah menuntun mereka untuk bertindak cara demikian, tetapi Roh Kudus di dalam mereka menuntun mereka apa yang harus dilakukan. Tidak perlu untuk anda menjadi terintimidasi, karena anda memiliki di hati anda Injil air dan Roh yang merupakan standar berdasarkan anda dapat menghakimi semua yang lain. Kemampuan ini untuk dengan benar membedakan pengampunan dosa yang lain yang telah tumbuh kepada anda karena anda telah percaya di dalam Injil Kebenaran yang dinyatakan secara khusus di Kemah Suci. Kita harus berdiri dihadapan Allah dengan iman di dalam Kebenaran bahwa dengan ketiga kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, Tuhan telah menyelamatkan kita dari segala dosa kita dan membuat kita orang benar.
 

Mari Kita Memakai Tongkat Ukuran Keselamatan
 
Kita menyebut Firman Allah(Jahweh) sebagai ‘kanon.’ Kata ‘kanon’ diperoleh dari istilah Ibrani qaneh and dan istilah Yunani kanon, keduanya menunjuk kepada tongkat. Ketika kita perlu mengukur sesuatu, maka kita harus menggunakan sebuah penggaris atau tongkat pengukur untuk mengukurnya dengan benar. Seperti ini, ketika kita perlu melihat keadaan rohani seseorang, yaitu, apakah seseorang telah dilahirkan kembali atau belum, maka kita harus menyelidiki orang tersebut dengan tongkat ukuran dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Seperti penjahit menggunakan penggarisnya untuk mengukur ukuran pelanggannya, kita harus menyelidiki apakah orang itu sudah sungguh diselamatkan dari dosa atau belum. Cara untuk melakukan ini adalah dengan kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Berdasarkan Firman Allah(Jahweh) ini, dalam kata lain, kita harus memilih setiap aspek iman seseorang dan dengan jelas membedakan apa yang salah dibawah standarnya dan apa yang melebihinya.
Khususnya, kita perlu memeriksa iman kita secara menyeluruh dengan tongkat pengukur kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, yaitu, Injil air dan Roh. Jika seseorang percaya di dalam Yesus hanya atas kain ungu dan kain kirmizi, maka keselamatan mereka tidak bisa diakui oleh Allah(Jahweh) sebagai imam-imam rajani Gereja-Nya. Siapa pun ingin dibebaskan dosanya harus percaya di dalam kebenaran keselamatan sempurna yan g dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Kita semua harus percaya bahwa Yesus datang ke bumi ini untuk menyelamatkan semua umat manusia dari dosa, menanggung segala dosa kita dengan dibabtiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit dari maut lagi, dan sudah karena itu menjadi Juruselamat sejati kita. Kita semua harus memiliki standar ini atas penghakiman yang benar. Adalah berdasarkan Firman Allah(Jahweh) sehingga kita bisa memutuskan apakah orang berdosa ataukah benar. Kita tidak bisa melakikan ini berdasarkan pengetahuan dan emosi kita sendiri di dalam dalam kebiasaan. Pekerjaan ini diperlukan untuk iman-iman rohani untuk membawa tugas mereka untuk meberikan korban penghapus dosa untuk bangsa mereka.
Sekarang pada zaman ini, anda dan saya harus menghakimi semua orang di dunia dengan standar yang benar seperti itu. Standar yang sama diterapkan sama untuk semua, kepada anak-anak kita, isteri, suami, ayah dan ibu, sepupu dan cucu. Kita harus membedakan iman orang lain dengan Firman Allah(Jahweh). Mereka yang telah menjadi imam-imam harus menempatkan ukuran tongkat ukuran penghakiman kepada hati setiap orang. Apakah anda tahu dan percaya di dalam kebenaran Yesus atas kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya? Jika anda percaya seperti ini, maka anda diselamatkan, tetapi jika tidak, maka anda tidak diselamatkan.” MEmbuat penghakiman yang jelas seperti ini adalah hal yang benar untuk kita lakukan.
Jika ini adalah yan Imam Besar lakukan sebelumnya, maka anda dan saya yang telah menjadi imam-imam rohani hari ini harus juga melakukan ini tanpa gagal. Jika kita tidak melakukan apa yang kita harus lakukan sebagai imam-imam-Nya, maka kita tidak pernah menghindar ditegur oleh Allah(Jahweh). Beberapa orang berkata, “Itu bukan cara untuk menginjili seseorang. Beginilah cara anda meninjili! Jika kita semua menginjili oranng seperti anda, siapa yang akan percaya di dalam Yesus?
Di dalam teologi, ada kurseu pelatihan yang disebut ‘seni penginjilan.’ Ini menyediakan bagaimana penduan untuk menginjili. Sekali, dalam bentuk ‘Penginjilan bersahabat’ adalah frase untuk setiap bibir peninjil di lading ini. Penganutnya tetap mengajar bahwa mereka bisa mencoba untuk menginjili seseorang, kita harus bersahabat mereka pertama dan secara bertahap menuntun mereka ke gereja. Mereka juga berkata bahwa ketika orang memutuskan untuk percaya di dalam Yesus oleh usaha penginjilan mereka, kemudian mereka membuat orang itu mengulangi yang disebut doa menerima Yesus, shingga orang Kristen dapat datang ke hati seseorang dan dia dapat diselamatkan.
Tetai apa hasil akhir pendekatan ini? Apakah dosa-dosa lenyap dari hati orang yang baru masuk kemudian? Ini bukanlah kasusnya. Mereka pergi ke gereja, tetapi mereka tetap memiliki dosa—dalam kata lain, pendatang baru telah hanya menjadi pengnut agama lain Kekristenan. Setelah membuat orang demikian percaya di dalam Yesus, mereka kemudian membuat mereka memberikan persepuluhan atau persembahan ucapan syukur. Pada akhirnya, meskipun mereka telah menjadi orang Kristen, mereka tidak bisa keluar dari penghakiman Allah(Jahweh), karena mereka masih memiliki dosa.
Mereka memberitahu kami bahwa cara kami memberitakan Injil memberitakan Injil adalah salah, berkata, “Bagaimana anda bisa meminta orang jika mereka memiliki dosa atau tidak ketika anda memiliki dosa ketika anda baru bertemu mereka? Bagaimana anda bisa mengangkat isu keselamatan begitu cepat, membuat penghakiman anda atas apakah mereka diselamatkan atau tidak, ketika anda baru saja mengenal mereka?” Tentu saja, kita perlu memberikan beberapa pertimbangna untuk apa yang mereka katakana, tetapi jiwa yang kita ingin selatmkan memiliki kepribadian yang bisa dengan mudah terluka oleh bibir kita. Tetapi cepat atau lambat, kita harus memberitakan Injil keselamatan kepsda orang yang tidak percaya yang kita tersentuh. Mengapa? Adalah karena jika kita tidak memberitahu mereka tentang Kebenaran sampai akhir, kemudian kita tidak akan memberitakan Injil dengan benar.
Karena itu, kita harus meminta semua orang, apakah pada awal atau akhir pembicaraan kita untuk penginjilan, “Apakah anda memiliki dosa di hati anda?” Jika jawabannya ya, maka kita harus memberitakan Injil ait dan Roh kepada mereka. Tentu saja, kita bisa dimarahi oleh mereka karena sifat agresif kita yang Nampak. Tetapi karena kita adalah imam-imam rohani setelah semuanya, kita harus mengingat bahwa adalah tugas khidmat dita untuk enyuarakan terompet Injil air dan Roh kepada semua orang dengan jelas.
 
 
Satu Tuhan, Satu Babtisan, dan Satu Allah
 
Kita telah dibebaskan atas segala dosa kita, dan tujuan hidup kita terbentang di dalam memberitakan Injil keseluruh dunia. Seperti kita telah diberikan tugas yang sama atas penginjilan yang memberitakan Injil air dan Roh, kita bekerja bersama. Mengapa kita melakukan ini? Karena kita percaya di dalam Allah(Jahweh) yang sama, kita telah menerima hidup yang kekal yang sama, dan kita akan menikmati kemuliaan yang ssama. Kita semua berbeda satu sama lain, masing-masing dengan kepribadian dan sifat kita sendiri, tetapi alasan kita mengesampingkan diri kita dan bersatu bersama dengan satu sama lain adalah menuntun kehidupan kita hanya untuk Allah(Jahweh).
Allah(Jahweh) telah memakaikan tutup dada pernyataan keputusan di atas jantung mereka yang telah menjadi imam-imam hari ini. Dan tutup dada itu terikat “Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali ungu tua, sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod.” (Keluaran 28:28). Ungkapan ini menekankan sekali lagi betapa sangat diperlukan babtisan Yesus dalam setiap keputusan yang kita buat. Jadi, Rasul Paulus juga mengumumkan kepentingan babtisan Yesus, mengatakan “satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,” (Efesus 4:4-5). 
Kita memiliki tanggungjawab untuk memutuskan apakah jiwa orang diselamatkan atau tidak berdasarkan apakah mereka percaya Injil air dan Roh. Dan kepada mereka yang belum menerima pengampunan dosa-dosa, kita harus memberitakan Injil, dan untuk mereka yang sudah menerima pengampunan dosa-dosa, kita harus memberikan mereka pengenalan dan membantu mereka bertumbuh di dalam iman mereka. Ketika kita telah dibebaskan dari dosa, apakah benar untuk kita untuk mengenakan tutup dada pernyataan keputusan secara rohani atau tidak? Dengan kata lain, apakah benar untuk kita untuk menghindari penghakiman keselamatan yang benar atas seseorang? Ini tidak benar. Kita harus memberitakan Injil air dan Roh ke seluruh belahan dunia kepada semua yang sudah atau belum diselamatkan.
 

Lalu, Apakah Kita Sempurna dalam Daging Kita?
 
Ketika kita menghakimi orang-orang berdosa, adalah bukan tindakan mereka yang kita hakimi. Daripada itu, adalah dengan terang injil sejati ini dan kebenaran Allah(Jahweh) bahwa kita melihat mereka. Apakah terang sejati untuk mereka? Menjadi anak-anak Allah(Jahweh) dengan percaya di dalam Injil air dan Roh adalah terang ini untuk mereka. Anak-anak Allah(Jahweh) adalah terang dunia ini. Apakah ini kemudian berarti bahwa mereka yang telah sepenuhnya dibebaskan dari dosa adalah sempurna dalam tindakan mereka? Di hati mereka, tentu saja, mereka adalah sempurna. Tetapi di daging mereka, mereka sepenuhnya tidak cukup.
Di dalam daging kita, kita semua egois, tidak cukup dan lemah, tetapi dihadapan Allah(Jahweh) kita adalah umat-Nya yang sempurna. Apakah mereka yang bertindak tidak cukup tetapi percaya di dalam Injil air dan Roh nanak-anak Allah(Jahweh) atau tidak? Kita yang percaya Injil air dan Roh adalah anak-anak Allah(Jahweh) yang keselamatan adalah sempurna secara rohani. Dalam kata lain, itu bukan tindakan mereka yang menerima pengampunan dosa dengan percaya di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang sempurna, tetapi itu adalah keselamatan mereka yang adalah sempurna. Karena iman kita yang telah menyelamatkan kita dengan lengkap, kita bisa berkelompok hidup bersama satu sama lain di dalam anugerah Allah(Jahweh). Dan karena kita mencapai keputusan kita dengan kebenaran yang tepat atas kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, iman kita dan penghakiman kita tidak pernah bercacat.
Allah(Jahweh) telah memberitahu kita untuk menempatkan standar penghakiman atas hai imam-imam selalu. Kita harus merangkul semua orang di dunia ini di hati kita. Kita harus merangkul jiwa mereka, berdoa untuk mereka, dan sebenarnya menyebarkan Injil air dan Roh kepada mereka. Inilah mengapa kita harus selalu memiliki tutup dada pernyataan keputusan di hati kita. Dan hari ini dan besik, kita harus selalu menghakimi semua orang berdosa sebagai penuh dosa untuk nemberitakan Injil air dan Roh kepada mereka.
Adalah kerinduan tulus hati saya bahwa kebenaran iman ini ditemukan di hati anda. Jika kebenaran ini di hati anda, itu berarti bahwa hak menghakimi semua telah diberikan kepada anda. Percaya di dalam Firman kebenaran. Membuat penghakiman anda selalu berdasarkan Firman Allah(Jahweh) dengan cara ini, dan pada sepanjang waktu percaya dan memberitakan Injil air dan Roh dengan segenap hati anda.
Setiap hari, saya mengingat tutup dada pernyataan keputusan di hati saya, menghakimi segala sesuatu dehadapan Allah(Jahweh), dan terus memberitakan Injil. Betapa dapat dilupakan kita! Ahli ilmu Pendidikan mendesak bahwa pendidikan oleh reputasi adalah cara yang paling tradisional dan efektif dari Pendidikan. Seorang ahli bahasa sekali menyatakan bahwa seorang bayi bisa bersuara sebuah kata dengan benar dengan mengulangi kata lebih dari seribu kali. Dengan demikian, ketika kita dengan melanjutkan dan dengan mengulangi memberitakan Firman kebenaran air dan Roh, itu diukir di hati kita. Saya telah menulis Kebenaran Injil ini lagi dan lagi untuk mencapai pemahaman yang jelas kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, dan untuk percaya di dalamnya. Itulah mengapa kita terus memberitakan Injil Kebenaran ini.
Saudara dan saudari, kita orang-orang kudus harus mengaku iman kita kepada masing-masing yang lain. Ketika kita mengaku iman kita dan membagikan karunia Allah(Jahweh) dengan satu sama lain, hati kita bisa benar-benar bisa hidup bersama satu sama lain, dan sedikit pengetahuan yang salah atau kesalahpahaman yang kita mungkin sudah miliki bisa diperiksa dan diralat. Dan adalah melalui ini bahwa kita bisa bertumbuh secara rohani. Sebagaimana iman kita bertumbuh, kehidupan iman kita juga bergerak maju. Tepat berapa banyak kita sudah memikirkan salah? Tepat berapa banyak pengetahuan berharga kita telah bercacat? Dan berapa banyak itu hanya teori dalam kenyataan? Semua yang percaya yang kita miliki sebelum kita datang untuk tahu Injil air dan Roh adalah teori semata-mata.
Rasul Paulus berkata bahwa siapapun yang memberitakan Injil lain dari Injil yang dia miliki akan dikutuk (Galatia 1:9). Paulus juga berkata bahwa hitungan yang semua dia tahu terpisah dari kebenaran Allah(Jahweh) sebagai sampah. Namun, di dalam Kekristenan hari ini, mereka yang hanya membanggakan pengetahuan agama sampah mereka sendiri benjadi penuh kuasa.
Karena kita yang telah diselammatkan melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya Bersatu dengan satu sama lain, kita bisa Bersatu bersama hati kita. Dan kita tidak bmalu atas Injil air dan Roh ini, karena Kebenaran ini telah membebaskan kita dari penghukuman kekal neraka. Leh=bih, kita tidak bisa tidak memberitakan Injil Kebenaran yang tersembunyi di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi tanpa ragu. Misi ini adalah apa yang kita miliki untuk lakukan dengan sangat.
Ketika saya pertama datang untuk menyadari bahwa Injil air dan Roh ini adalah satu-satunya Kebenaran, saya dengan sangat terkejut. “Ah, ini dia! Ini dia dan tetapi saya belum tahu sampai sekarang. Apakah orang Kristen di seluruh dunia tahu ini? Apakah teolog berbicara ini?” Saya harap ada seseorang diantara teolog yang tahu dan berbicara Kebenaran ini. Jadi saya menyelidiki seua cabang teologi di Kekristenan sepanjang saya dapat temukan jika ada jejak sangat tipis Injil air dan Roh di dalam mereka, tetapi itu semua sia-sia.
Jadi doa pertana saya yang saya berikan setelah menyadari Injil Kebenaran ini adalah ini: “Tuhan, saya percaya Injil air dan Roh. Saya percaya bahwa Engkau menanggung segala dosa saya dengan dibabtiskan, mati di atas kayu Salib, bangkit dari maut lagi, dan bahwa Engkau telah sekarang menyelamatkan saya. Tetapi Tuhan, semua orang diseluruh belahan dunia ini tidak tahu Kebenaran ini. Biarkan saya memberitakan Kebenaran ini keseluruh dunia. Biarkan saya untuk memberitakan Injil asli-Mu sebagaimana adanya.”
Adalah berkat yang menakjubkan bahwa saya telah bertemu engkau, rekan terkasih saya. Adalah lebih baik untuk bertemu beberapa pencari kebenaran yang memandang kepada Allah(Jahweh), untuk memberitakan kebenaran kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya kepada mereka, dan untuk percaya di dalam-Nya dan melayani dengan mereka bersama seperti ini, daripada bertemu dan mengajar ribuan orang yang tidak mendengar atau percaya di dalam Firman Allah(Jahweh). Saya begitu bersyukur kepada Allah(Jahweh) karena anda semua percaya di dalam Firman-Nya!
Sesungguhnya, beberapa orang sesenang anda dan saya. Siapakah di dunia ini memiliki sebanyak saudara dan saudari sebanyak yang kita miliki? Semua hal-hal ini telah sungguh-sungguh datang dari Allah(Jahweh) kebenaran. Ketika Allah(Jahweh) telah memberikan kita berkat berharga demikian, ketika Allah(Jahweh) telah memberikan kita keselamatan berharga demikian, dan ketika Allah(Jahweh) telah mempercayakan kita dengan keimaman berharga, bagaimana kita tidak dapat bekerja untuk Injil-Nya, bagaimana kita kita tidak menghakimi orang berdosa, dan bagaimana kita tidak memberitakan Injil air dan Roh? Ketika kita memberitakan Injil bagaimana kita tidak memisahkan mereka yang telah menerima pengampunan dosa dari mereka yang belum? Ketika Allah(Jahweh) memisahkan terang dari gelap ketika Dia menciptakan langit dan bumi, kita juga memisahkan orang berdosa dari orang benar dengan jelas. Allah(Jahweh) tidak disenangkan ketika kita mencampurkan kebenaran dengan kesalahan. Jadi Dia berkata, “Janganlah kautaburi kebun anggurmu dengan dua jenis benih, supaya seluruh hasil benih yang kautaburkan dan hasil kebun anggurmu jangan menjadi milik tempat kudus. Janganlah engkau membajak dengan lembu dan keledai bersama-sama. Janganlah engkau memakai pakaian yang dua jenis bahannya, yakni bulu domba dan lenan bersama-sama.” (Ulangan 22:9-11). Itulah mengapa kita harus memisahkan orang berdosa, dan membuat penghakiman untuk mereka dengan jelas.
Sekarang adalah waktu untuk mereka yang telah mendengar Firman Allah(Jahweh) untuk percaya itu sebagai kebenaran bahkan jika itu tidak cocok preferensi mereka. Mereka yang percaya di dalam Firman Allah(Jahweh) karena terang dunia di dalam anugerah-Nya, tetapi mereka yang tidak percaya tidak bisa keluar dari kegelapan. Adalah karena kita percaya di dalam Injil air dan Roh bahwa kita telah menjadi Urim dan Timim, yaitu, ‘terang dann kesempurnaan.’ Kita telah menjadi seseorang yang sepenuhnya diselamatkan dari dosa di dalam Allah(Jahweh).
Sudahkah anda sepenuhnya menjadi anak-anak Allah(Jahweh) dengan percaya di dalam Injil air dan Roh? Kita sekarang menjalani kehidupan kita melakukan pekerjaan imamat Rajani, segala ucapan syukur kepada Yesus Kristus yang telah menjadi Raja segala raja untuk dunia ini. Saya bersyukur kepada Allah(Jahweh) untuk memberikan kita Injil keselanmatan ini. Saya berdoa bahwa Allah(Jahweh) akan memungkinkan kita untuk dengan berhasil membawa tugas imamat Rajani sementara di atas bumi ini.
Haleluya! Saya memuji Allah(Jahweh) kita selamanya.