Khotbah-Khotbah

Pokok 11: Kemah Suci

[11-33] (Keluaran 28:1-14) Bahan-Bahan yang Digunakan untuk Pakaian Imam Besar

(Keluaran 28:1-14)
“Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku — Harun dan anak-anak Harun, yakni Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. Haruslah engkau membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, sebagai perhiasan kemuliaan. Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku. Inilah pakaian yang harus dibuat mereka: tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya, serban dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuat pakaian kudus bagi Harun, abangmu, dan bagi anak-anaknya, supaya ia memegang jabatan imam bagi-Ku. Untuk itu haruslah mereka mengambil emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus. Baju efod itu harus dibuat mereka dari emas, kain ungu tua dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: buatan seorang ahli. Haruslah ada pada baju efod itu dua tutup bahu yang disambung kepadanya, pada kedua ujungnyalah harus baju efod itu disambung. Sabuk pengikat yang ada pada baju efod itu haruslah sama buatannya dan seiras dengan baju efod itu, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya. Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya. Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kauukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat emas harus kaubuat permata itu. Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan. Haruslah kaubuat ikat emas dan dua untai dari emas murni; sebagai utas haruslah kaubuat itu, yang buatannya sebagai tali berjalin dan haruslah kaupasang untai berjalin itu pada ikat itu.”
 

Mari kita sekarang mengallihkan perharian kita kepada bahan-bahan yang digunakan untuk pakaian Imam Besar. Baju efod adalah barang unik diantara pakaian yang dikenakan Imam Besar. Baju efod ini adalah jalinan dari kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Pakaian kudus Imam Besar ini dibuat oleh seorang ahli yang secara artistik menenun kelima kain ini.
Kain emas yang disebutkan disini di dalam Alkitab berbicara atas iman sejati. Kain biru yang digunakan di pakaian Imam Besar menunjuk kepada babtisan Yesus Kristus yang harus diterima dari Yohanes Pembabtis untuk menanggung dosa-dosa umat manusia (Matius 3:15). Kain untu berbicara tentang Raja segala Raja, dan kain kirmizi berbicara tentang persembahan yang Yesus Kristus buat ketika Dia menanggung penghukuman dosa-dosa umat manusia. Kain lenan putih yang digunakan untuk pakaian Imam Besar menyatakan kebenaran Allah(Jahweh) yang telah menghapuskan dosa semua orang dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi.
Diantara tugas Imam Besar, yang paling penting adalah tugas memberi persembahan kepada Allah(Jahweh). Dengan memenuhi tugas mempersembahkan korban kepada Allah(Jahweh) sesuai dengan sistem korban, Imam Besar tidak hanya melayani Allah(Jahweh), tetapi ini juga berarti bahwa dia membantu orang Israel untuk dibebaskan dari dosa-dosa mereka. Kita harus mengingat bahwa tugas pertama dan terpenting dari Imam Besar adalah memberikan persembahan untuk melayani dan menyembah Allah(Jahweh).
Untuk membuktikan poin ini, biarkan saya menunjukkan kepada anda peristiwa yang dijelaskan di Keluaran 32. Ketika Musa naik ke Gunung Sinai untuk menerima Sepuluh Perintah, orang-orang Israel, melihat bahwa dia menunda turun dari gunung, berkata kepada Harun, “Mari, buatlah untuk kami Allah(Jahweh), yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” (Keluaran 32:1). Lalu Harun mengambil gelang, anting-anting, dan cincin emas orang Israel, dan membuat anak lembu tuangan. Orang Israel kemudian berkata, “Hai Israel, inilah Allah(Jahweh)mu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!” (Keluaran 32:4). Melihat ini, Harun mendirikan mezbah di hadapan anak lembu emas itu dan menyatakan hari berikutnya untuk mengadakan pesta untuk Allah(Jahweh) Yehuwa. 
Ketika hari berikutnya datang, orang Israel memberikan korban bakaran dan membawa korban pendamaian; mereka lalu duduk dan makan, dan bangkit untuk berpesta. Hal ini menjadi dosa besar dihadapan Allah(Jahweh), membuat orang Israel menderita penghakiman hebat-Nya. Kita harus mengingat ini dalam pikiran. Imam Besar Harun juga memiliki sisi lemah, tentu saja, tetapi meskipun demikian dia tetap harus menaati kehendak Allah(Jahweh), tidak melupakan bahwa untuknya untuk melayani Allah(Jahweh) adalah tugas yang paling penting sebagai Imam Besar. Tetapi Harun telah gagal untuk dengan setia kepada tugasnya sebagai Imam Besar. Untuk membawa tugas Imam Besar, dia harus memberikan korban bakaran dan membawa korban pendamaian sesuai dengan sistem korban yang telah ditetapkan oleh Allah(Jahweh), tidak peduli apakah bangsanya mengikutinya atau tidak.
Singkatnya, Harun Imam Besar harus melayani Allah(Jahweh) saja. Seperti ini, pendeta-pendeta hari-hari ini semua terlalu sering bekerja hanya untuk orang-orang, dan tidak untuk Allah(Jahweh). Hal ini sangat menyedihkan saya sangat dalam untuk berpikir bahwa banyak imam-imam modern hari ini mendukung pikiran sesat seperti itu. Tetapi saya tidak sangat khawatir, karena imam-imam yang benar masih dapat ditemukan diantara mereka. Untuk mendamaikan dosa-dosa orang, imam-imam harus memenuhi tanggungjawab mereka untuk memberikan persembahan kepada Allah(Jahweh) dengan benar sesuai sistem korban.
Kita harus secara khusus memperhatikan bagian ini dimana Allah(Jahweh) berkata kepada Musa “Engkau harus menyuruh abangmu Harun bersama-sama dengan anak-anaknya datang kepadamu, dari tengah-tengah orang Israel, untuk memegang jabatan imam bagi-Ku” (Keluaran 28:1). Allah(Jahweh) memakaikan Harun dengan pakaian Imam Besar yang dibuat khusus untuknya untuk dia melayani Allah(Jahweh) pertama dan terutama. Setiap pelayan imam hari ini harus tidak melupakan ini: Pakaian Imam Besar terbuat dari kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
 

Untuk Memenuhi Tugas Imam Besar
 
Pada Hari Pendamaian, untuk membebaskan dosa-dosa orang Israel sekali setahu, Imam Besar harus menanggungkan dosa-dosa mereka ke korban persembahan dengan menumpangkan tangannya ke atas kepalanya, menamgil darahnya, dan membawanya ke mezbah korban bakaran dan memercikkannya di atasnya dan di hadapan tutup pendamaian. Seperti ini, Yesus, Imam Besar Surgawi sejati kita, datang ke bumi ini, menerima babtisan melaluinya Dia menanggung dosa-dosa umat manusia, mencurahkan darah-Nya dan mati di atas kayu Salib, bangkit kembali dari kematian, dan sudah karena itu membawa kemenangan keselamatan kepada mereka yang percaya.
Ketika melayani Allah(Jahweh) sebagai Imam Besar, Harun harus memakai pakaian aneh yang disebut “baju efod” yang terbuat dari kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Dengan pakaian Imam Besar ini, Allah(Jahweh) sedang mengajarkam kita bagaimana kita harus memberikan persembahan kita untuk menerima pengampunan dosa. Untuk menyadari arti yang dalam yang dipegang di kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya yang digunakan untuk pakaian Imam Besar, kita harus tahu pengampunan dosa-dosa yang digenapi oleh kebenaran Allah(Jahweh) dan kasih-Nya.
Melalui kelima kain yang digunakan untuk pakaian Imam Besar, Allah(Jahweh) telah menunjukkan kita bahwa Dia menetapkan pengampunan dosa yang kekal di dalam Yesus Kristus bahkan sebelum pondasi dunia (Efesus 1:4). Karena itu, untuk kita untuk membawa tugas imam kita dengan baik, kita harus pertama mengerti rahasia penyucian dosa terjadi di dalam Injil air dan Roh dan dengan mempercayainya. Ini adalah pemeliharaan keselamatan yang Allah(Jahweh) Bapa telah tetapkan untuk kita di dalam Yesus Kristus.
Agar Imam Besar menggenapi tugas keimamannya dengan baik dia harus memberikan persembahan kepada Allah(Jahweh) dengan benar—yaitu, untuk pengampunan dosa bangsanya, dia harus menumpangkan tangannya di kepada persembahan korban dan menanggungkan dosa-dosa mereka keatasnya dengan benar sesuai sistem korban. Pada hari Pendamaian, Imam Besar menumpangkan tangannya di atas kepala persembahan korban dan memotong tenggorokannya untuk mengambil darahnya. Dengan penumpangan tangan ini, segala dosa tahunan orang Israel ditanggungkan ke atas korban persembahan. Dan dengan pencurahan darahnya, segala dosa-dosa mereka diperdamaikan. Dia kemudian mencurahkan darahnya dan membakar dagingnya untuk penyelesaian persembahan ini. Dia karena itu memberikan persembahan ini untuk pengampunan dosa-dosa bangsanya.
Disini kita harus memberi perhatian ke poin ini. Imam Besar harus mengajar bangsanya bahwa dosa-dosa mereka telah ditanggungkan ke korban persembahan sebelum dibakar dengan api, dan bahwa pengampunan dosa-dosa mereka degenapi melalui penumpangan tangan dan pencurahan darah persembahan. Ini adalah tugas terbesar setiap Imam Besar. Imam Besar adalah seseorang yang harus mempertahankan Kebenaran. Dalam kata lain, dia harus dengan setia melindungi Injil air dan Roh. Meskipun Imam Besar juga manusia yang lemah seperti orang Israel biasa, dengan percaya di dalam Kebenaran yang dinyatakan di dalam sistem korban dan memberi persembahan kepada Allah(Jahweh) untuk mereka, dia meskipun demikian memungkinkan bangsanya untuk menerima pengampunan dosa-dosa mereka. Dalam cara yang sama, meskipun kita makhluk yang kurang, dengan percaya pada apa yang Yesus Kristus Imam Besar Surgawi telah lakukan untuk kita dan menerima pengampunan dosa-dosa kita, kita dapat berjalan dengan Allah(Jahweh).
Sistem korban yang dinyatakan di dalam sistem Kemah Suci adalah kebijaksanaan keselamatan yang telah datang dari Allah(Jahweh). Kebijaksanaan Allah(Jahweh) yang telah menyelamatkan kita dari dosa terjadi di dalam kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya yang digunakan untuk pakaian Imam Besar. Agar Imam Besar untuk dengan berhasil memenuhi tugasnya, dia harus mengajar bahwa satu-satunya cara yang mampu membuat umat manusia tidak berdosa adalah dicapai dengan sistem korban yang ditetapkan oleh Allah(Jahweh). Kita, sebagai imamat rajani sekarang ini (1 Petrus 2:9), juga harus selalu membawa kesaksian kepada kenyataan bahwa Yesus datang ke bumi ini, menanggung dosa-dosa dunia sekali dan untuk selamanya dengan dibabtis, mencurahkan darah-Nya dan mati menggantikan kita, dikuburkan, dan bangkit dari maut untuk kita.
Bisakah manusia menghapuskan dosa-dosa mereka sendiri? Bisakah agama-agama di dunia ini membuat dosa-dosa umat manusia lenyap? Lenyapnya dosa-dosa kita menjadi mungkin hanya oleh Kebenaran keselamatan yang terdapat di dalam babtisan Yesus dan darah-Nya yang Imam Besar ajarkan kepada kita. Adalah hanya melalui Injil keselamatan yang ditetapkan oleh Allah(Jahweh) bahwa kita bisa menerima pengampunan segala dosa kita. Pembebasan dosa-dosa umat manusia adalah sesuatu yang bisa dilakukan hanya oleh Yesus, Imam Besar Surgawi yang kekal. Dalam kata lain, karena Yesus Kristus yang adalah Allah(Jahweh) Sendiri datang ke bumi ini dalam daging manusia dan menanggung segala dosa kita dengan dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, Dia dapat mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib untuk menyucikan segala kesalahan kita orang-orang berdosa. Adalah karena Tuhan memikul segala dosa kita dengan babtisan-Nya bahwa Dia membawa penghukuman segala dosa kita dengan disalibkan, mencurahkan darah-Nya, dan mati di atas kayu Salib. Dan Dia sudah menyelesaikan keselamatan umat manusia dari dosa melalui perbuatan kebenaran ini (Roma 5:18). Kalau bukan karena apa yang Yesus telah capai untuk kita, kita tidak pernah dapat diselamatkan. Imam Besar Surgawi ini yang membuat kita anak-anak Allah(Jahweh) yang Kudus dengan sempurna menghapuskan segala dosa-dosa kita dengan Injil Kebenaran air dan Roh tidak lain dari Yesus Kristus.
Imam Besar Surgawi tahu segalanya tentang rencana keselamatan Bapa yang ditentukan untuk pengampunan dosa-dosa kita. Itulah sebabnya Tuhan berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.” (Wahyu 22:13). Dengan pengetahuan-Nya yang sempurna atas awal dan akhir, Tuhan menggenapi keselamatan kita sesuai janji-Nya yang ditunjukkan di sistem korban. Dia telah membuatnya mungkin untuk kita untuk tidak pernah dihukum dan dibinasakan karena dosa-dosa dan kelemahan kita. Apa yang Imam Besar Surgawi telah lakukan untuk kita—yaitu, menanggung dosa umat manusia dengan dibabtis dan menghapuskannya dengan mecurahkan darah-Nya. Dia dengan demikian menyelesaikan dengan sempurna keselamatan untuk kita. Kebijaksanaan Allah(Jahweh) menyediakan keselamatan semua manusia dari dosa-dosa mereka. Itu digenapi dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Di dalam Yesus Kristus, Allah(Jahweh) Bapa merencanakan pengmpunan dosa-dosa yang kekal dengan Kebenaran yang tersembunyi di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi, dan untuk semua orang-orang yang percaya di dalam Kebenaran ini, Dia sudah membiarkan keselamatan sempurna ini.
 

Penyambung-Penyambung Baju Efod Imam Besar
 
Di antara pakaian Imam Besar terdapat penyambung –penyambung untuk baju efod. Penyambung-penyambung ini, sebuah ikat pinggang yang dipakai oleh Imam Besar untuk baju efod, juga terbuat dari kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Penyambung biasanya menunjukkan “kekuatan” Ini memberitahu kita, dengan kata lain, bahwa iman yang percaya di dalam keselamata yang telah datang dengan kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya memiliki kekuatan untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Hanya Injil air dan Roh asli ini memiliki kekuatan Allah(Jahweh) yang membebaskan semua orang yang percaya (Roma 1:16). Jadi, adalah percobaan yang sia-sia untuk percaya Injil palsu yang lain terpisah dari yang dinyatakan di sini di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Mereka yang memiliki banyak kekurangan juga bisa disucikan dari dosa-dosa mereka dengan sempurna dengan percaya Injil air dan Roh yang diberikan Tuhan ini, karena dosa-dosa dunia semua ditanggungkan kepada Yesus Kristus oleh Kebenaran pengampunan dosa-dosa ini yang digenapi oleh Allah(Jahweh) (Matius 3:15-17; Imamat 16:1-22). Karena itu, mereka yang percaya bahwa pekerjaan kebenaran Yesus ini yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi telah menyelamatkan mereka bisa tenang bahkan jika tekad daging mereka sangat lemah. Ketika kita tinggal di dalam Injil air dan Roh yang Yesus Kristus Imam Besar Surgawi telah berikan kepada kita, apa yang mungkin dapat memisahkan kita dari kasih Allah(Jahweh)? Iman kita di dalam keselamatan Allah(Jahweh) telah lengkap oleh iman kita yang percaya di dalam Kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Untuk imam-imam membawa tugas keimaman mereka, mereka tidak dapat mentoleransi injil palsu yang tidak taat sistem korban yang dengan jelas ditunjukkan di Kemah Suci. Mereka yang memberitakan injil-injil palsu, tidak peduli betapa pandai berbicara mereka menyampaikan khotbah-khotbah mereka, tidak bisa memberikan bantuan apapun kepada siapa pun karena mereka tidak membawa kesaksian Injil asli Allah(Jahweh) air dan Roh yang dinyatakan di Kemah Suci. Karena itu, mereka adalah semata-mata penipu dan pencari nafkah. Ketika datang untuk percaya di dalam Yesus Kristus Imam Besar Surgawi sebagai Juruselamat kita, kita tidak bisa gagal mengenal sistem korban penumpangan tangan dan pencurahan darah yang dinyatakan di sistem Kemah Suci. Kita harus menyadari bahwa ada banyak injil-injil palsu di dunia ini. Juga, tidak peduli siapa pengkhotbahnya, jika pengkhotbahnya memberitakan Injil Kebenaran air dan Roh, kita harus kemudian mendengar dan menerima semua pengajarannya.
Kelima bahan-bahan yang digunakan untuk baju efod dan penyambung-penyambungnya menunjukkan keselamatan sejati kita. Mereka adalah bahan-bahan yang enyatakan korban persembahan yang membawa pengammpunan dosa kepada orang berdosa ketika itu dipersembahkan dengan tepat sesuai sistem korban yang diberikan Allah(Jahweh) di dalam Perjanjian Lama, dan ini terutama merupakan penumpangan tangan dan percurahan darah. Bahan -bahan ini sesepatnya menyatakan dirinya di dalam Perjanjian Baru oleh babtisan Yesus dan pencurahan darah-Nya; Yesus sudah karena itu membawa keselamatan pengampunan dosa kepada mereka yang percaya, Siapapun yang percaya di dalam Injil air dan Roh dengan sepenuh hati menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Kebenaran ini dibicarakan kepada semua yang benar-benar dilahirkan kembali telah dipercayakan dengan tugas Imam Besar hari ini.
Imam Besar duniawi menanggungkan dosa bangsanya dengan penumpangan tangan di atas kepala korban persembahan; dia kemudian memotong lehernya dan mengambil darahnya, memercikkan darah di atas tutup pendamaian, dan dengan itu menggenapi tugas keimamannya mempertahankan Injil asli dihadapan Allah(Jahweh). Tetapi Imam Besar Surgawi adalah Pribadi yang dibabtiskan untuk menanggung dosa dunia ke atas tubuh-Nya sendiri; Dia telah sepenuhnya menghapuskan segala dosa bangsa-Nya dengan memberikan tubuh-Nya, mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib, dan bangkit dari kematian lagi. Dengan melakukan demikian, Dia telah membiarkan umat-Nya untuk dibebaskan dosa-dosa mereka dan membawa pemeliharaan baik Allah(Jahweh) kepada penggenapannya. Hari ini, adalah ketika murid-murid Yesus memberitakan Injil bahwa Yesus Kristus telah menghapus segala dosa umat manusia dan bahwa mereka dengan berhasil membawa tugas keimamannya.
Satu alasan mengapa Kekristenan hari ini memiliki begitu banyak masalah adalah karena ada banyak pengecoh di dalam komunitasnya yang mengaku memenuhi tugas keimaman mereka bahkan ketika mereka tidak tahu Injil air dan Roh. Cara untuk menjadi imam-imam sejati dihadapan Allah(Jahweh) adalah untuk percaya Injil air dan Roh. Hanya mereka yang memiliki iman ini bisa memberikan persembahan penghapus dosa yang benar kepada Allah(Jahweh) dan benar-benar mengasihi orang lain. Untuk apa anda pikir Gereja Allah(Jahweh) ada? Saya bisa berkata kepada anda bahwa Gereja Allah(Jahweh) ada untuk memberitakan Injil air dan Roh kepada orang berdosa. Dan inilah bagaimana untuk melayani Allah(Jahweh) dan mengasihi semua jiwa yang diciptakan di dalam gambar-Nya.
 

Semua Orang di Dunia Harus Mengenal Injil Air dan Roh
 
Kekristenan hari ini diseluruh dunia harus tahu Injil air dan Roh. Tuhan kita berkata, “Kamu adalah garam dunia…. Kamu adalah terang dunia.” (Matius 5:13-14). Kita yang percaya Injil air dan Roh adalah terang sejati dan garam rohani dunia. Mereka yang tahu dan percaya di dalam Injil air dan Roh adalah imam-imam rohani yang membawa manfaat kepada orang-orang dan memampukan mereka untuk menerima pengampunan dosa-dosa mereka. Tetapi, di sisi lain, pendeta-pendeta yang mengaku memenuhi tugas keimaman mereka bahkan ketika mereka tidak tahu Injil air dan Roh tidak lebih dari sekedar pencari nafkah. Mereka yang membawa tugas keimaman mereka hanya sebagai pencari nafkah mungkin dapat membuat membuat orang-orang Kristen nominal, tetapi mereka tidak dapat menuyucikan dosa-dosa yang ditemukan di semua pengikut-pengikut mereka.
Imam-imam sejati adalah mereka yang dosa-dosa telah ditebus, mereka yang berdiri tanpa dosa dihadapan Allah(Jahweh) dengan percaya Injil air dan Roh. Adalah dengan memberikan mereka tugas keimaman mereka dan membuat mereka memberi korban persembahan menurut hukum korban persembahan yang menyucikan segala dosa umat-Nya bahwa Allah(Jahweh) memungkinkan setiap orang untuk disucikan dari segala dosa mereka. Adalah melalui imam-imam demikian bahwa Allah(Jahweh) telah memungkinkan umat manusia untuk tahu karya keselamatan-Nya, percaya kepada mereka, dan dengan itu kembali kepada-Nya dan menuntun kehidupan yang benar. Imam-imam adalah orang yang memiliki tanggungjawab dan tugas untuk membuat setiap orang menyadari rahasia kain biru, kaun ungu, dan kain kirmizi, dan untuk memberitakan Kebenaran ini. Karena itu, imamat rohani adalah sangat penting seperti Injil air dan Roh sendiri.
Allah(Jahweh) telah memberikan kita Firman Injil air dan Roh sehingga kita boleh memenuhi imamat rohani kita dengan berkuasa. Kita harus berterimakasih kepada-Nya karena memberi kita iman ini (kain emas) yang percaya Injil asli yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Ketika kita belajar pakaian yang dipakai oleh Imam Besar, kita bisa menemukan bagaimana pengampunan dosa umat manusia telah digenapi. Atas pemeriksaan lebih dekat atas pakaian Imam Besar, Injil air dan Roh menjadi sangat jelas. Adalah bukan melalui Injil palsu yang disebarkan oleh pendusta bahwa Allah(Jahweh) telah menyelamatkan umat manusia dari dosa-dosa dunia. Tetapi sebaliknya, Allah(Jahweh) telah merencanakan keselamatan kita dari dosa di dalam Yesus Kristus sebelum pondasi dunia, dan Dia telah menggenapi rencana ini dengan tepat melalui babtisan dan pencurahan darah Yesus Kristus.
Diantara pakaian Imam Besar, ada juga jubah dan celana lenan buatan ahli. Kita juga memakai pakaian dalam, tetapi pakaian Imam Besar ini berbeda dari pakaian dalam yang mereka pakai. Jubah Imam Besar adalah pakaian panjang memanjang kebawah sampai lutut. Karena itu kain lenan halus yang dipintal benangnya, udara dapat mengalir dengan bebas. Ketika imam-imam memberi korban bakaran, mereka harus membawa potongan-potongan persembahan ke mezbah korban bakaran untuk membakar mereka di atasnya. Mezbah ini dibuat relatif tinggi, dan karena itu bagian bawah tubuh Imam Besar dapat terlihat ketika mereka datang mendekat mezbah korban bakaran. Jadi, Allah(Jahweh) menyuruh Musa untuk membuat jubah dan celana lenan untuk menutupi bagian bawah tubuh Imam Besar secara menyeluruh kalau tidak dia mungkin mendatangkan kesalahan dan mati.
Betapa baik sekali pakaian Imam Besar itu? Tutup dada yang ditempatkan di dadanya megah dengan duabelas batu berharga yang ditempatkan di atasnya, dan tali pengikat bahu juga memiliki batu berharga. Tutup dada diikat ke tali pengikat bahu dengan dua untai berpilin emas murni yang dibuat seperti tali berjalin, dan itu terikat ke sabuk baju efod sehingga itu tidak akan terlepas dari baju efod. Jadi ketika Imam Besar berjalan, tali berjalin emas murni berayun-ayun dan berkilauan. Lebih jauh, duabelas batu berharga di tutup dada pernyataan keputusan juga berkilau, dan batu berharga besar yang ditempatkan di dua tali pengikat bahu juga berkedip, dan dahi juga bergemerlapan di dalam emas dengan patam emas yang menggantung di serban yang terbuat dari kain lenan halus yang dipintal benangnya.
Berapa banyak emas di Kemah Suci? Semua papan-papannya disalut dengan emas, dan tutup pendamaian, kandil, meja roti sajian, dan banyak perabotan demikian dati Ruang Kudus juga terbuat dari emas. Kemah Suci adalah sangat luar biasa. Seperti ini, ketika kita memasuki kekuasaan Yesus Kristus, kita bisa menyadari betapa baik sekali bidang ini. Ketika melihat ari luar, Kemah Suci mungkin tidak terlihat mengesankan, tetapi siapa pun yang tahu tentang jumlah emas yang digunakan untuk itu tahu bahwa gabungan berat emas ini berjumlah lebih dari satu ton. Total emas yang digunakan untuk Kemah Suci adalah dua puluh sembilan talenta dan tujuh ratus tiga puluh syikal (Keluaran 38:24) dan ketika kita menghitung ini ke ukuran sekarang itu akan lebih satu ton atau lebih kurang, karena satu talenta atau kikar (=3000 syikal) beratnya 42 kilogram.
Sudahkah anda mempersiapkan pakaian iman yang terbuat dari kain emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya? Kain emas disini menunjuk kepada iman; kain biru menunjuk kepada babtisan yang Yesus terima; kain ungu menunjuk kepada Keillahian Yesus sebagai Allah(Jahweh) Sendiri; kain kirmizi menjelaskan kepada kita bahwa Yesus Kristus menanggung segala dosa kita dengan babtisan-Nya. Dia harus mencurahkan darah-Nya yang berharga di kayu Salib; dan kain lenan halus yang dipintal benangnya berbicara tentang Firman Allah(Jahweh) yang menyatakan kebenaran Allah(Jahweh). Seperti ini, kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi yang digunakan untuk pintu Kemah Suci dan pakaian Imam Besar menjelaskan kepada kita bahwa Allah(Jahweh) telah menghapuskan segala dosa kita. 
 

Ketika Kita Datang di hadapan Allah dengan Iman Kebenaran Ini, Kita Bisa Menerima Pengampunan Segala Dosa Kita
 
Ketika kita datang dihadapan Allah(Jahweh), kita harus memiliki iman yang percaya di dalam Kebenaran keselamatan yang tedapat di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya yang dinyatakan di pakaian Imam Besar seperti di pintu Kemah Suci. Ketika Imam Besar memberi korban Hari raya Pendamaian, dia harus menumpangkan tangan-nya di atas kepala korban persembahan dan kemudian memotong lehernya untuk mengambil darahnya. Dengan penumpangan tangan ini, dosa-dosa semua bangsanya ditanggungkan ke binatang korban itu dan dengan pencurahan darahnya, semua dosa itu diampuni. Siapa pun yang tidak memiliki iman ini tidak bisa pergi kepada Allah(Jahweh). Mencoba untuk memberikan persembahan kepada Allah(Jahweh) tanpa iman ini adalah sepenuhnya tak masuk akal. Sistem korban dan bahan-bahan Kemah Suci semua berhubungan dengan iman yang percaya di dalam Injil air dan Roh. Adalah dengan imannya di dalam Firman yang dikatakan Allah(Jahweh) bahwa Imam Besar dapat datang ke hadapan Allah(Jahweh) dan menggenapi tugas imamatnya untuk bangsanya dengan memberikan korban yang menghapuskan segala dosa mereka.
Bagaimana, kemudian, iman kita? Di jaman sekarang ini, anda dan saya yang tahu dan percaya di dalam Kebenaran ini dan tinggal di hadapan Allah(Jahweh) dengan iman adalah juga imam-imam rajani-Nya (1 Petrus 2:9). Apakah iman anda sama dengan iman yang percaya di sistem korban yang dinyatakan di Perjanjian Lama? Iman sejati haruslah iman yang percaya di dalam Injil asli yang dibicarakan di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bentuk luar iman bisa berbeda dari waktu ke waktu, tetapi isi iman sejati pasti sama. Imam Besar yang diakui oleh Allah(Jahweh) adalah orang yang memberikan persembahan mereka sesuai sistem korban.
Ketika Alkitab berkata bahwa baju efod adalah “buatan seorang ahli” itu berarti bahwa itu adalah tenunan terperinci dalam rincian yang baik. Imam Besar harus memakai baju efod yang sepenuhnya ditenun, dengan tidak adan dari kelima kain khusus hilang darinya. Seperti ini, adalah dengan iman yang benar-benar percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya bahwa mereka yang sudah menjadi imam-imam bisa terdahulu memakai kekudusan, dan hanya kemudian datang ke hadapan Allah(Jahweh), dan memberikan korban penghapus dosa untuk orang lain.
Bagaimana iman anda kemudian? Apakah anda mengenal dan percaya di dalam Injil air dan Roh dengan benar? Iman para imam di Perjanjian Lama yang percaya di dalam Kebenaran yang dinyatakan di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya adalah sama dengan iman yang percaya di dalam Injil air dan Roh di masa Perjanjian Baru. Iman ini adalah mutlak Kebenaran keselamatan yang tidak seorang pun bisa ubah. Tanpa iman ini, tidak seorang pun bisa datang ke hadapan Allah(Jahweh), atau memberitakan Injil kudus-Nya. Akhirnya, ini berarti bahwa mereka yang belum menerima pengampunan dosa-dosa mereka dengan Injil asli ini tidak bisa memenuhi tugas imamat mereka untuk orang lain.
Melalui beranda kita, kita mendengar kabar dari banyak negara-negara lain. Kita mendengar dari seluruh dunia, dari Peru sampai China dan dari Uganda sampai Belanda, bahwa orang-orang menerima pengampunan dosa melalui Buku Kristen Gratis. Melalui buu-buku ini yang memegang Injil air dan Roh, orang-orang yang kita belum bertemu menerima pengampunan dosa-dosa mereka. Jika orang-orang di setiap negara menerima pengampunan dosa dan mereka memberitakan Injil sebagai rekan kerja rohani kita, betapa banyak pekerjaan besar yang akan dicapai? Jika Buku Kristen Kita hanya bisa membuat jalan mereka di setiap negara, tidak akan terlalu sulit untuk banyak orang di seluruh dunia untuk benar-benar dilahirkan kembali. Tidak terhitung jiwa-jiwa di seluruh dunia sekarang menerima pengampunan dosa-dosa dengan membaca buku-buku kami. Kita harus karena itu terus setia terhadap tugas imamat kita dan memberitakan Kebenaran keselamatan ini yang dinyatakan di sistem Kemah Suci dengan iman.
Rekan-rekan seiman yang terkasih, adalah hanya ketika anda menjadi tidak berdosa dan kudus bahwa anda bisa memberitakan Injil sejati kepada orang-orang di seluruh dunia, dan bukan sebelumnya. Untuk kita menjadi imam-imam, kita harus memiliki dan menyebarkan iman yang percaya di dalam empat kebenaran yang dinyatakan di Kemah Suci. Tuhan kita, yang adalah Allah(Jahweh) Sendiri yang sejati, telah membebaskan segala dosa kita dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Dengan datang ke bumi ini, dengan dibabtiskan, dan mencurahkan darah-Nya, Tuhan kita telah menyucikan segala dosa kita, dan dengan mengalami sendiri menanggung penghukuman untuk segala dosa ini menggantikan kita, Dia telah menyelamatkan mereka yang percaya dari segala dosa mereka. Siapa pun yang percaya di dalam Injil air dan Roh yang membuat kita orang benar dan tidak berdosa bisa memakai pakaian kudus ini. Ketika kita memakai pakaian ini, datang ke hadapan Allah(Jahweh), berdoa kepada-Nya, meminta bantuan-Nya, dan melayani-Nya, kita bisa kemudian memenuh tugas imamat kita dengan memberitakan Injil ini.
Sudahkah anda menerima pengampunan dosa-dosa anda dengan percaya Injil air dan Roh ini? Apakah iman seperti kain emas ini ditemukan di hati anda? Adalah tidak cukup untuk kita hanya tahu Injil Kebenaran ini untuk diri kita, tetapi kita juga harus percaya di dalamnya dengan sepenuh hati. Kita harus tidak meninggalkan apa pun dari kebenaran ini yang ditemukan di keempat kain yang digunakan untuk pakaian Imam Besar dan pintu Kemah Suci; setiap dari mereka harus ditemukan di dalam iman kita. Siapakah orang-orang percaya palsu hari ini? Ketika sesuatu terlihat sama tetapi atas pemeriksaan lebih dekat isinya sangat berbeda, kita kemudian menyebut ini sebuah peniruan. Apakah ini bukan tentang injil-injil palsu? Mereka yang tidak percaya di dalam Injil air dan Roh tetapi malah percaya di dalam injil palsu yang lain adalah semua hanya orang-orang yang memiliki iman gadungan.
 

Pertahankan Iman Anda dan Perjuangkan Peperangan Anda sebagai Tentara-Tentara Rohani
 
Untuk sementara, ada banyak reporter pura-pura menganggap diri jurnalis sejati dan menggelapkan uang orang. Jurnalis palsu ini lupa mandat dan cukup baik menganggap diri jurnalis sebenarnya, banyak orang diperdaya oleh mereka. Hari ini, ada di dalam kenyataan banyak orang yang memberitakan beberapa Injil palsu lain yang mungkin mirip Injil asli tetapi kebenaran adalah, mereka dalam kenyataannya berbeda dari Injil air dan Roh. Karena itu, sebelum percaya di dalam semua Injil, kita harus mengujinya dengan dekat dengan memberi perhatian keterangan untuk melihat apakah atau tidak itu mengandung masing-masing kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, dan apakah atau tidak siapapun ditinggalkan. Allah(Jahweh) memerintahkan Musa untuk membuat pakaian kudus Imam Besar dengan menenun semua mereka oleh buatan ahli tanpa meninggalkan salah satu kain; ini berarti bahwa imam-imam hari ini tidak boleh meninggalkan elemen dari Injil air dan Roh ketika itu datang kepada iman mereka. Jika kita tidak percaya bahwa Allah(Jahweh) telah menggenapi keselamatan kita dengan keempat kain ini—kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya— kita kemudian tidak bisa diterima oleh Allah(Jahweh).
Bagaimana kita bisa membedakan apaka atau tidak iman seseorang adalah palsu? Ketika kita melihat kepada warna pakaian kudus yang dipakai oleh Imam Besar, kita bisa menyadari bahwa hari ini, hanya iman mereka yang percaya di dalam Injil air dan Roh adalah utuh. Jika seseorang percaya di dalam Injil sejati seperti orang ini, maka anda bisa mempertimbangkan orang ini sebagai seseorang yang telah sepenuhnya dibebaskan dosa-dosanya. Ada orang yang berpikir bahwa iman mereka adalah utuh, bahkan ketika mereka tidak percaya di dalam kebenaran kain biru, babtisan Yesus, dan hanya percaya di dalam darah di kayu Salin. Orang-orang demikian bukanlah yang percaya dalam injil yang sempurna. Karena orang ini tidak tahu Injil sejati dihadapan Allah(Jahweh), mereka tidak bisa memberitakan tentang pengampunan dosa rohani.
Rekan seiman saya, anda harus dapat membedakan iman mereka yang percaya Injil palsu dari mereka yang percaya Injil sejati. Ada banyak pendeta di bumi ini yang percaya di dalam Injil palsu. Di dalam Perjanjian Lama, pakaian kudus Imam Besar dibuat dengan lima bahan, dan adalah dengan memiliki iman ini bahwa kita telah menerima pengampunan dosa-dosa. Inilah mengapa kita berperang pertarungan rohani kita melawan Setan.
Rasul Paulus menyebut masalah ini di Kitab Efesus. Mari kita beralih ke Efesus 6:10-18: “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.”
Rasul Paulus sedang memberitahu kita untuk “hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya,” dan untuk “Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah” agar kita “dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” Apakah baju perang ini oleh Allah(Jahweh)? Ini adalah Firman Allah(Jahweh), Paulus memberitahu kita , dengan kata lain, untuk berperang melawan iman palsu ini dengan percaya kepada Firman Allah(Jahweh), dengan memakainya dan memegangnya. Inilah mengapa dia berkata, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Dia menasehatkan kita untuk berperang melawan para penguasa zaman ini, melawan mereka yang di pihak dunia, dan melawan roh jahat si Setan.
Paulus memberitahu kita, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” Paulus memberitahu kita ini agar kita., setelah melakukan segala hal ini, dapat berdiri dihadapan Allah(Jahweh). Karena kita percaya di dalam Injil air dan Roh dihadapan Allah(Jahweh), kita menerima pengampunan dosa dan berdiri dihadapan Allah(Jahweh) untuk menikmati hidup yang kekal dengan-Nya.
Kita semua lemah di dalam daging kita. Kita harus karena itu memakai korset iman. Dengan memnberitahu kita untuk memakai tutup dada kebenaran, Paulus sedang memberitahu kita bahwa kita harus percaya di dalam Injil ini dengan segenap hati kita. Sebagai Imam Besar yang memakai duabelas batu berharga di atas tutup dada diatas dadanya dan nama setiap suku dari duabelas suku Israel diukir di setiap batu, dia sedang mengatakan bahwa kita harus merangkul semua orang di hati kita dan memimpin mereka kepada Kristus. Bahwa Imam Besar memakai duabelas batu berharga ini yang menjulang di atas tutup dada dan membawanya di atas dadanya berarti bahwa dia membawa semua orang Israel di hatinya.
Sebagaimana Paulus katakan disini, “berikatpinggangkan kebenaran” kita harus dengan pasti dan tentu memiliki iman yang percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Ketika kita tidak takut kelemahan kita tetapi memegang iman kita di dalam kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi di hati kita, hati kita dikuatkan. Adalah oleh iman ini bahwa kita bisa berdiri teguh di atas iman kita yang tidak goyah. Karena itu, kita harus memakai tutup dada kebenaran dan percaya di dalamnya di pikiran kita dan juga di hati kita.
Kita harus kemudian memakai sepatu untuk memberitakan Injil dengan persiapan Injil damai sejahtera. Dengan Injil air dan Roh, Allah(Jahweh) telah memberikan damai. Allah(Jahweh) telah memberitahu kita untuk percaya di dalam Injil air dan Roh yang telah membawa kita damai sejahtera dan untuk memimpin hidup kita dengan melayani Injil.
Allah(Jahweh) juga telah memberitahu kita untuk mengambil “perisai iman”” dan “untuk memadamkan semua panah api dari si jahat.” Di masa kuno, panah api sering pilihan senjata pertama untuk dikembangkan dalam pertempuran. Paulus sedang mengatakan kepada kita bahwa ini adalah bagaimana Setan menyerang kita. Ketepatan si iblis dan kelangsungan serangannya di kelemahan dan ketidakcukupan kita, mengatakan, “Kamu pikir kamu siapa? Omong kosong jenis apa ini? Tidakkah anda berpikir anda terlalu congkak? Mengapa kamu tidak meluruskan diri anda pertama? Jika anda bingung oelh panah api dan kemudian menyerah karenanya, berkata, “Engkau benar,” lalu anda harus bertanya diri anda, “Jenis imam apa saya benar-benar ketika saya bahkan tidak dapat mengatur diri saya dengan benar?” Jika ini terjadi ketika jiwa anda akan mati dan anda akan mati secara rohani. Inilah mengapa Rasul Paulus memberitahu kita, Di atas semua, kenakan perisai iman. Apa yang meilindungi kita dari pikiran daging ini yang Setan coba tanam di hati kita membuat kita jatuh kepada kelemahan kita? Adalah iman yang tidak tergoyahkan yang percaya di dalam kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya. Inilah perisai iman.
Ketika panah api menghujani kita secara tidak pandang bulu, Tuhan kita telah berkata kepada kita untuk menangkal mereka dengan iman ini: Tuhan telah membuat saya benar dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Saya percaya ini dengan sepenuh hati.” Adalah dengan iman demikian bahwa kita bisa menolak panah api ini dan semua skema dan serangan yang direncanakan oleh Setan.
Apakah anda lemah? Daging anda pasti kurang. Mengingat ini, anda harus berurusan dengan segala hal dengan iman yang percaya di dalam pemeliharaan baik Allah(Jahweh) dan Injil air dan Roh. Setelah menerima pengampunan dosa-dosa, pertama anda mungkin dapat berurusan dengan sia kecil oleh iman, tetapi setelahnya, banyakk kesulitan lain yang benar-benar tidak dapat diurus oleh arti lain tetai hanya oleh iman akan datang mengetuk pada into anda. Pada mulanya, kelemahan anda akan terus dinyatakan di dalam bahkan tingkat yang lebih besar dan jauh lebih kasar. Secepatnya, anda akan dibanjiri oleh banyak kelemahan bahwa mereka akan membuat anda kecit hati dari diri anda.
Pada waktu seperti ini, ketika anda mulai memiliki keraguan tentang apakah anda sudah sebenarnya menerima pengampunan dosa anda atau tidak, bahwa Setan meluncurkan serangan kerasnya terhadap anda. Dengan iman anda, karena itu, anda harus dapat peduli kelemahan anda juga. Dalam kata lain, anda harus mencegah diri anda dari memmiliki jenis pikiran daging yang memimpin anda kepada kehancuran diri anda sendiri karena kelemahan anda. Dengan perisai iman, anda harus mmenangkal serangan Setan dan berseru, “Pergilah, Setan! Seperti Roma 1:17 katakan, ‘Orang benar akan hidup oleh iman.’ Saya masih orang benar oleh iman saya di dalam kebeanran Allah(Jahweh) bahkan meski saya memiliki banyak kekurangan.” Orang benar akan hidup oleh iman.
Apakah ada sesuatu yang kita miliki yang bisa dibanggakan atas diri anda sendiri di dunia ini? Kita tidak memiliki apapun untuk dibanggakan di bentuk dunia, tetapi kita tetap bisa berbicara dengan percaya diri dihadapan orang-orang dunia ini. Orang-orang di dunia ini mungkin berkata kepada anda, “Jika anda orang benar, maka saya juga orang benar, maka abda harus menjawab mereka, ‘Dengarkan, jika anda orang benar, maka saya ibu semua yang benar.” Ada banyak orang yang tidak memiliki pemahaman dan menyerang kita dengan menyeret kekurangan kita. “Kamu bukan pelajar yang baik. Kamu tidak bisa melakukan ini, dan kammu juga tidak bisa melakukan itu juga.” Bahkan jika mereka menyerang kita seperti ini, sama sekali tidak perlu ada alasan untuk kita untuk terkait. Anda bisa menjawab. “Engkau benar. Saya tidak begitu baik dalam hal itu. Tetapi mwskipun demikian, saya percaya di dalam Injil asli ini. Apakah anda tahu apa Injil ini? Apakah anda tahu apa kain biru itu? Apa kain ungu itu? Apakah kain kirmizi itu? Apakah kain lenan halus yang dipintal benangnya itu? Lihatlah teks aslinya. Itu akan kemungkinan membawa anda sedikitnya sebualan Minggu sebelum anda menemukan arti mereka. Tidak, sebenarnya, anda akan beruntung jika anda dapat menguraikan rahasianya bahkan setelah setahun. Itu akan mungkin mengambil 500 generasi untuk anda bahkan mulai menyadari mereka. Apakah anda tahu apakah kain ema situ? Baiklah, tidak seperti anda, saya tahu dan percaya di dalam semua hal ini.” Seperti ini, anda harus menghindari segala serangan Setan dengan berani dengan iman anda. Anda harus memiliki iman yang kuat, dan dengan iman ini anda harus menolaknya.
“Meskipun saya lemah, saya tetap melayani Injil Allah(Jahweh). Melayani Injil air dan Roh adalah melayani Allah(Jahweh). Bahkan meski saya kurang, saya tetap seorang raja di Kerajaan Allah(Jahweh). Saya adalah imamat raja yang seperti seorang raja. Jika saya tidak memberitakan Injil, anda kemudian semua berakhir di neraka.” Saudara dan saudari, anda semua harus memiliki iman yang berani demikian. Iman ini bukanlah sesuatu yang Allah(Jahweh) telah berikan kepada kita, dan dengan demikian semua yang anda harus lakukan adalah hanya mengambilnya dengan percaya. Sudahkah anda menerima iman ini dengan percaya?
Di dalam Efesus 6:17 Rasul Paulus menasehatkan kita untuk “terimalah ketopong keselamatan.” Anda tahu apa ketopong, benar? Ingat satria Abad Pertengahan? Mereka memakai ketopong terbuat dari logam dan berduel melawan satu sama lain di atas punggung kuda dengan tombak Panjang. Ketika mereka memakai ketopong ini yang ditutupi dengan wajah mereka, luka mereka cukup buruk untuk membunuh mereka kecuali mereka ditusuk melalui mata. Apa yang ruangan rumah sakit serangan tombak dan melindungi mereka mereka adalah ketopong buatan khusus ini, Dengan demikian, ketopong keselamatan memainkan peran demikiian.
Seperti ini, di dalam kepala kita juga, pengetahunan Kebenaran kita harus sempurna. Injil Kebenaran harus diorganisasi dengan baik secara dengan beralasan di dalam pengetahuan kita juga. “Apakah ini benar atau tidak? Apakah ini benar atau salah?” —daripada sibuk sekali tentan ketidakpastian kita seperti ini, kita harus memiliki pemahaman dengan jelas disaring di kepada kita: “Tuhan telah membuat saya dengan sempurna benar dengan kain biru, kain ungu, dan kain kirmizi. Saya percaya di dalam ini.” Hanya ketika kita melakukan ini tidak akan ada celah melaluinya Setan bisa mencoba memasikinya. Ini adalah untuk melengkapi diri kita dengan ketopong keselamatan. Kita harus percaya dengan pengetahuan Kebenaran yang tepat.
Dan Paulus juga memberitahu kita memiliki pedang Roh. Pedang Roh ini adalah Firman Allah(Jahweh), dan jadi ketika kita belajar, tahu, dan percaya di dalam Firman, adalah memiliki senjata yang besar. Setan menyerang dengan cerdik melalui orang lain, melalui uang, melalui lawan jenis, dan melalui kelemahan anda sendiri juga, tetapi kita bisa menolak mereka semua dengan iman kita di dalam Firman Allah(Jahweh).
Di dalam Efesus, memggunakan analogi ini dari pakaian kudus Imam Besar, Rasul Paulus menjelaskan kepada kita apakajj iman sejati di dalam cara ini: “Kenakanlah tutup dada kebenaran.” Dia sedang memberitahu kita, dalam kata lain, untuk mengenakan tutup dada Kebenaran bahwa Allah(Jahweh) telah buat kita orang benar. Paulus juga memberitahu kita untuk “mengenakan ketopong keselamatan dan perdang Roh.” Dengan menggunakan contoh ini, dia sendang memberitahu kita untuk bertarung melawan Setan, untuk memukul dan mengalahkannya dengan memiliki pengetahuan yang lengkap Kebenaran dan percaya di dalam Firman Allah(Jahweh). Dia sedang memberitahu kita untuk membunuh tanpa ragu semua rintangan jahat yang berkelahi inan kita. Mereka yang memiliki Injil palsu adalah satu yang mengaku untuk sudaj membasuhkan segala dosa mereka bahkan kerika mereka hanya percaya di satu bagian, yaitu, darah Yesus di atas kayu Salib dan sifat keilahian-Nya sebagai Anak Allah(Jahweh). Apa yang kita harus tolak dan buang adalah dengan tepat iman sok ini.
Iman yang percaya di dalam Yesus tanpa pelayanan-Nya atas kain biru adalah seperti Imam Besar yang memakai pakaian palsu. Namun di dunia ini, ada banyak orang Kristen palsu yang meninggalkan kain biru dari iman mereka bahwa kita tidak bisa bahkan menghitung nereka semua. Namun, kita mengenakan Injil air dan Roh di dalam buku kita dan membawa kesaksian kepada Injil ini yang telah datang melalui kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, Injil yang kita percayai. Tanpa memperhatikan apakah orang mempercayainya atau tidak, adalah untuk memberikan mereka setidaknya kesempatan untuk membaca, mengenal, dan percaya di dalam Kebenaran bahwa kita membuat buku kami memegang Firman Allah(Jahweh) yang tepat. Mereka yang hanya percaya bahwa Yesus adalah Allah(Jahweh) dan bahwa Dia telah membasuhkan dosa-dosa mereka dengan mencurahkan darah-Nya di atas kayu Salib adalah mudah menempatkan dasar iman mereka berdasarkan emosi dengan ditipu orang lain dan bahkan diri mereka. Tetapi kita yang percaya di dalam Kebenaran tahu, percaya, dan memberitakan bahwa adalah dengan dibabtiskan dan mencurahkan darah di atas kayu Salib bahwa Yesus, yang adalah Allah(Jahweh) Sendiri, telah menyelamatkan kita dengan sempurna.
Apakah anda sekarang percaya bahwa pakaian Imam Besar dibuat dari kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya? Mereka yang telah sepenuhnya memakai di dalan kekudusan adalah mereka yang memakai pakaian kudus dengan iman yang terbuat dari kelima iman ini. Mereka yang di hatinya percaya di dalam pengampunan dosa yang telah datang oleh kain emas kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya adalah Injil sejati iman dan imam-imam rohani yang percaya bahwa mereka telah benar-benar diselamatkan dari segala dosa mereka.
Ada sesuatu yang mereka yang sudah sekarang menjadi imam-imam rohani tidak pernah bisa lupakan. Adalah maksud kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, bayangan Injil sejari. Adalah dengan kelima iman yang membuat pakaian kudus kudus pengampunan dosa-dosa, memakai mereka dengan iman, dan datang dihadapan Allah(Jahweh). Ini berbica iman sejati kita. Karena iman kita yang percaya di dalam Kebenaran ini, Allah(Jahweh) sudah membuat hati kita kudus, sama seperti Dia telah melakukan demikian untuk Imam Besar Perjanjian Lama. Dengan percaya di dalam Kebenaran ini, kita telah semua menjadi imam-imam dihadapan Allah(Jahweh). Kita adalah imam-imam kerajaan yang melayani Allah(Jahweh).
Saudara dan saudari, saya meminta anda untuk memiliki iiman yang percaya di dalam Kebenaran ini, dan dengan iman ini berjuang melawan Setan dan menggenapi tugas imamat anda. Dan dengan melakukannya, saya berharap dan berdoa bahwa anda dapat membawa tugas keimaman anda dengan setia selamanya. Saya berkata ini karena jika anda berhenti di dalam Injil kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan kain lenan halus yang dipintal benangnya, imamat anda akan diamnbil dari anda. Saya berdoa bahwa semua anda dapat mennjadi bahkan lebih imam-imam setia yang menyenangkan Allah(Jahweh) dengan iman anda yang tak tergoncangkan di dalam Injil asli. Adalah harapan saya bahwa anda dapat semua percaya di dalam Injil sejati ini sampai akhir, jadi bahwa anda tidak meungkin kehilangan Injil hidup yang kekal, mempertahankan iman, dan melakukan tugas keimaman anda selamanya.