Search

Khotbah-Khotbah

Pokok 3: Injil air dan Roh

[3-2] Baptisan Yesus dan Pendamaian Dosa (Matius 3:13-17)

Baptisan Yesus dan Pendamaian Dosa
(Matius 3:13-17)
“Kemudian Yesus datang dari Galilea ke Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis olehnya. Dan Yohanes mencoba mencegah-Nya, dengan berkata, ‘Aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?’ Tetapi Yesus menjawab dan berkata kepadanya, ‘Izinkanlah hal itu sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran.’ Kemudian dia mengizinkan-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Ia melihat Roh God turun seperti merpati dan hinggap di atas-Nya. Dan tiba-tiba terdengarlah suara dari sorga, ‘Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.’”
 
 
Adakah Orang yang Masih Menderita Karena Dosa?
 
Apakah perbudakan kita terhadap dosa telah berakhir?
Ya.
 
Lord(Tuhan) God kita telah melepaskan belenggu dosa bagi semua orang. Setiap orang yang bekerja keras di bawah dosa adalah budak dosa. Dia menghapuskan segala dosa kita. Adakah orang yang masih menderita karena dosa?
Kita harus memahami bahwa peperangan kita melawan dosa telah berakhir. Kita tidak akan pernah lagi menderita karena dosa. Perbudakan kita pada dosa berakhir ketika Yesus menebus kita; semua dosa berakhir saat itu juga. Segala dosa kita telah ditebus oleh Putra-Nya. God membayar semua dosa kita melalui Yesus yang memerdekakan kita selamanya.
Tahukah Anda berapa banyak orang yang menderita karena dosa-dosa mereka? Dimulai sejak zaman Adam dan Hawa. Umat manusia menderita karena dosa yang diwarisi Adam.
Namun God kita membuat sebuah perjanjian yang tertulis dalam Kejadian 3:15, dan perjanjian tersebut adalah bahwa Dia akan melepaskan semua orang berdosa. Ia mengatakan bahwa manusia akan ditebus dari dosa-dosanya melalui pengorbanan Yesus Kristus melalui air dan Roh. Dan ketika saatnya tiba, Dia mengutus Juruselamat kita, Yesus, untuk tinggal di antara kita.
Dia juga berjanji untuk mengutus Yohanes Pembaptis mendahului Yesus dan Dia menepati janji-Nya.
Dalam Markus 1:1-8, ‘Permulaan Injil Yesus Kristus, Anak God. Sebagaimana tertulis dalam para Nabi: “Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Suara seseorang yang berseru di padang gurun: “Persiapkan jalan bagi Lord(Tuhan); Luruskan jalan-Nya.” Yohanes datang membaptis di padang gurun dan memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya). Kemudian seluruh tanah Yudea dan penduduk Yerusalem pergi kepadanya dan semua orang dibaptis olehnya di Sungai Yordan sambil mengaku dosa mereka. Yohanes mengenakan pakaian bulu unta dan ikat pinggang kulit di pinggangnya, dan ia makan belalang dan madu hutan. Dan dia berkhotbah, katanya, “Setelah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa daripada aku, yang tali kasutnya tidak layak untuk aku turunkan dan lepaskan. Aku memang membaptis kamu dengan air, tetapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”’
 
 

Yohanes Pembaptis, Saksi dan Pelopor Injil

 
Siapakah Yohanes Pembaptis?
Imam Besar terakhir dan wakil seluruh umat manusia
 
Mereka yang percaya kepada Yesus telah dibaptis. Baptisan berarti; ‘dibasuh, dikuburkan, ditenggelamkan, diteruskan’. Ketika Yesus dibaptis, kebenaran God digenapi. ‘Kebenaran’ adalah ‘Δικαίωση (dikaiosune)’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘menjadi adil’, dan juga berarti ‘paling tepat’, ‘paling sesuai’.
Bagi Yesus, dibaptis adalah agar Dia menjadi Juruselamat dengan cara yang paling tepat dan sesuai. Oleh karena itu, mereka yang percaya kepada Yesus menerima karunia penebusan dari God dengan percaya kepada Pembaptisan dan Salib-Nya, air dan Roh Kudus.
Dalam Perjanjian Baru, Yohanes Pembaptis adalah imam besar terakhir dalam Perjanjian Lama. Mari kita lihat Matius 11:10-11. Kitab Suci mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah wakil umat manusia. Dan sebagai Imam Besar di era Perjanjian Baru, dia menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus; Dengan demikian, menjalankan tugas imam besar Perjanjian Lama.
Yesus telah bersaksi langsung tentang Yohanes. Dia berkata, dalam Matius 11:13-14, “Sebab semua nabi dan kitab Hukum Taurat bernubuat sampai zaman Yohanes. Dan jika kamu bersedia menerimanya, dialah Elia yang akan datang.” Oleh karena itu Yohanes Pembaptis yang membaptis Yesus adalah keturunan Imam Besar Harun dan Imam Besar terakhir. Alkitab juga memberi kesaksian tentang Yohanes sebagai keturunan Harun dalam Perjanjian Lama (Lukas 1:5, 1 Tawarikh 24:10).
Lalu mengapa Yohanes tinggal di padang gurun sendirian, mengenakan kain yang terbuat dari bulu unta? Untuk mengemban tugas sebagai imam besar. Dan sebagai wakil umat manusia, Yohanes Pembaptis tidak dapat hidup di tengah-tengah manusia. Maka ia berseru kepada orang-orang, “Bertobatlah, hai kamu keturunan ular beludak!” dan membaptiskan mereka sebagai buah pertobatan, yang akan mengembalikan manusia kepada Yesus, yang akan menghapuskan semua dosa mereka. Yohanes Pembaptis menyerahkan dosa-dosa dunia kepada Yesus untuk keselamatan kita.
 
 
Dua Jenis Baptisan
 
Mengapa Yohanes Pembaptis membaptis orang?
Untuk memimpin orang-orang bertobat dari segala dosa mereka dan percaya kepada baptisan Yesus untuk keselamatan
 
Yohanes Pembaptis membaptis orang dan kemudian membaptis Yesus. Yang pertama adalah ‘baptisan pertobatan’ yang menyerukan orang-orang berdosa untuk kembali kepada God. Banyak orang yang mendengar firman God melalui Yohanes meninggalkan berhala mereka dan kembali kepada God.
Baptisan yang kedua adalah baptisan Yesus, baptisan yang menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus. Yohanes Pembaptis membaptis Yesus untuk menggenapi kebenaran God. Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis untuk menyelamatkan semua orang dari dosa mereka (Matius 3:15).
Mengapa Yohanes harus membaptis Yesus? God harus memberikan semua dosa dunia kepada Yesus melalui Yohanes agar orang-orang yang percaya kepada Yesus dapat diselamatkan dari dosa mereka.
Yohanes Pembaptis adalah hamba God yang pekerjaannya menolong semua manusia untuk dibasuh dari dosa-dosa mereka dan dia adalah wakil umat manusia yang bersaksi tentang Injil penebusan. Oleh karena itu, Yohanes harus hidup seorang diri di padang gurun. Pada zaman Yohanes Pembaptis, bangsa Israel semuanya rusak dan busuk sampai ke akar-akarnya. 
Maka God telah berfirman dalam Perjanjian Lama, Maleakhi 4:5-6, “Sesungguhnya, Aku akan mengutus kepadamu nabi Elia, sebelum datangnya hari Lord(Tuhan) yang besar dan dahsyat itu. Ia akan membalikkan hati bapa kepada anak-anak dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya, supaya jangan Aku datang dan menghukum bumi dengan kutuk.”
Di mata God, seluruh bangsa Israel yang menyembah Yahweh adalah orang-orang yang korup. Tidak ada seorang pun yang benar di hadapan-Nya. Para pemimpin agama di kuil, misalnya, pendeta, ahli hukum, dan ahli Taurat, khususnya sangat busuk. Israel dan para imam tidak mempersembahkan kurban menurut Hukum Taurat God.
Para imam telah meninggalkan penumpangan tangan dan ritual persembahan darah yang telah diajarkan God kepada mereka untuk penebusan dosa-dosa mereka. Tercatat bahwa para imam pada zaman Maleakhi telah meninggalkan pengorbanan, penumpangan tangan, dan persembahan darah dalam ritual tersebut.
Oleh karena itu Yohanes Pembaptis tidak dapat tinggal bersama mereka. Maka pergilah Yohanes Pembaptis ke padang gurun dan berseru. Apa yang dia katakan?
Tertulis dalam Markus 1:2-3, dalam sabda nabi Yesaya, ‘“Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Suara seseorang yang berseru di padang gurun: “Persiapkan jalan bagi Lord(Tuhan); Luruskan jalan-Nya.”’
Suara di padang gurun berseru kepada orang-orang agar menerima baptisan pertobatan. Apa yang dimaksud dengan ‘baptisan pertobatan’ yang dibicarakan dalam Alkitab? Baptisan itulah yang diteriakkan oleh Yohanes baptisan pertobatan; baptisan pertobatan yang memanggil orang-orang kembali kepada Yesus sehingga mereka percaya kepada Yesus yang akan menghapus segala dosa mereka dan diselamatkan. Baptisan pertobatan adalah untuk menuntun mereka menuju keselamatan. 
“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis, dan Yesus akan dibaptis dengan cara yang sama untuk menghapus segala dosamu.” Seruan Yohanes Pembaptis adalah agar Yesus menghapuskan segala dosa dunia dan dihakimi di kayu Salib untuk menyelamatkan semua orang sehingga mereka bisa kembali kepada God.
“Aku memang membaptis kamu dengan air, tetapi Dia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus” (Markus 1:8). ‘Membaptis kamu dengan Roh Kudus’ artinya menghapuskan segala dosamu. Membaptis berarti ‘membasuh’. Pembaptisan Yesus di sungai Yordan memberitahu kita bahwa Anak God dibaptis dan menghapus segala dosa kita untuk menyelamatkan kita.
Oleh karena itu kita harus berbalik dari dosa dan percaya kepada-Nya. Dialah Anak Domba yang menghapus dosa semua manusia. Dan inilah Injil penebusan yang disaksikan oleh Yohanes Pembaptis.
 
 
Tugas Imam Besar untuk Pendamaian Dosa
 
Siapa yang mempersiapkan jalan keselamatan?
Yohanes Pembaptis
 
Nabi Yesaya telah bernubuat, “Berbicaralah penghiburan kepada Yerusalem, dan berserulah kepadanya, bahwa peperangannya telah berakhir, bahwa kesalahannya telah dihapus; sebab ia telah menerima dari tangan Lord(Tuhan) dua kali lipat dari segala dosanya” (Yesaya 40:2).
Yesus Kristus menghapus dosa Anda dan saya dan semua orang tanpa kecuali; dosa asal, dosa saat ini, dan bahkan dosa di masa depan telah dihapuskan melalui Pembaptisan-Nya. Dia menebus kita semua. Kita semua harus tahu tentang penebusan.
Untuk diselamatkan dari segala dosa kita, kita harus percaya kepada Injil yang menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa kepada Yesus melalui baptisan. 
Adalah sebuah kesalahpahaman jika kita berpikir bahwa “karena God adalah kasih, kita dapat masuk ke dalam kerajaan surga hanya dengan percaya kepada Yesus, meskipun kita memiliki dosa di dalam hati kita.” 
Untuk ditebus dari segala dosa kita, kita harus percaya kepada baptisan-Nya, yang melaluinya Yohanes Pembaptis menyerahkan semua dosa dunia kepada Yesus. Melalui ‘air’ Yohanes Pembaptis menyerahkan semua dosa manusia kepada Yesus.
Hal pertama yang God lakukan untuk menyelamatkan kita adalah mengutus Yohanes Pembaptis ke dunia ini. Utusan God, Yohanes Pembaptis diutus sebagai duta Raja, yang menyerahkan semua dosa dunia kepada Yesus melalui baptisan. Dia melayani sebagai imamat besar bagi seluruh umat manusia. 
God mengatakan kepada kita bahwa Dia mengutus utusan-Nya Yohanes Pembaptis kepada kita. “Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau.” Di hadapan wajah-Mu berarti di hadapan Yesus. Apa alasan God mengutus Yohanes Pembaptis di hadapan Yesus? Itu adalah untuk menyerahkan semua dosa dunia kepada Yesus, Anak God, melalui baptisan. “Ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Inilah yang Dia maksudkan.
Siapakah orang yang mempersiapkan jalan sehingga kita dapat ditebus dan masuk surga? Yohanes Pembaptis. ‘Engkau’ berarti Yesus dan ‘Aku’ berarti God sendiri. Oleh karena itu, ketika Dia berfirman, “Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu,” apa maksudnya?
Siapakah yang mempersiapkan jalan kita agar kita bisa masuk surga? Yohanes Pembaptis memindahkan semua dosa kita kepada Yesus agar kita percaya bahwa Yesus telah menghapus semua dosa kita untuk kita; tugasnya adalah memberikan baptisan kepada Yesus Kristus untuk memindahkan semua dosa dunia kepada Yesus. Yesus dan Yohanes-lah yang memungkinkan kita untuk percaya pada kebenaran dan ditebus.
Keselamatan kita bergantung pada apa? Hal ini tergantung pada apakah kita percaya pada karya Yesus, Anak God, dan fakta bahwa utusan God telah menyerahkan semua dosa dunia kepada-Nya. Kita semua harus mengetahui Injil tentang pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya). God Bapa mengutus utusan-Nya terlebih dahulu, yang akan membaptis Anak-Nya, dan menjadikan Dia sebagai wakil umat manusia. Dengan demikian, Dia menyelesaikan pekerjaan penebusan bagi kita.
God mengutus hamba-Nya Yohanes Pembaptis untuk membaptis Anak-Nya, agar Yohanes Pembaptis dapat mempersiapkan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya kepada Anak-Nya. Itulah alasan baptisan Yesus. Baptisan yang diterima Yesus dari Yohanes Pembaptis merupakan penebusan yang melaluinya segala dosa umat manusia ditanggungkan kepada Yesus agar semua orang percaya kepada Yesus dan masuk surga.
Bahkan dosa umat manusia di masa depan ditanggungkan kepada Yesus melalui baptisan-Nya. Yesus dan Yohanes Pembaptis bersama-sama mempersiapkan jalan menuju surga bagi kita. Dengan cara ini, God mengungkapkan rahasia penebusan melalui Yohanes Pembaptis.
Sebagai wakil dari kita masing-masing, Yohanes Pembaptis membaptis Yesus agar kita dapat percaya akan penebusan kita dan masuk surga. Dia menyerahkan semua dosa kepada Yesus melalui baptisan. Ini adalah kabar gembira tentang penebusan, yaitu Injil.
 
 
Mengapa Yohanes Pembaptis Lahir?
 
Melalui siapa kita dapat percaya kepada Yesus?
Yohanes Pembaptis
 
Dalam Maleakhi 3:1, tertulis, “Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku, dan ia akan mempersiapkan jalan di hadapan-Ku.” Anda harus membaca Alkitab dengan saksama. Mengapa God mengutus utusan-Nya sebelum Yesus? Mengapa Yohanes Pembaptis dilahirkan 6 bulan sebelum Yesus? 
Kita harus memahami tentang apa isi Alkitab. Ada satu bagian dalam Perjanjian Lama yang menceritakan tentang pelayanan Imam Besar Harun. Harun adalah kakak laki-laki Musa. Dia dan putra-putranya diurapi sebagai imam oleh God. Orang-orang Lewi lainnya bekerja di bawah mereka, membawakan berbagai macam peralatan, mencampur adonan roti dan sebagainya, sementara putra-putra Harun mempersembahkan kurban di dalam Kemah Suci.
Maka anak-anak Harun diurapi untuk membagi jumlah pekerjaan yang sama di antara mereka, tetapi pada Hari Pendamaian, hari kesepuluh bulan ketujuh, hanya imam besar yang mempersembahkan korban pendamaian bagi umatnya.
Dalam Lukas 1:5, ada cerita tentang silsilah Yohanes Pembaptis. Kita harus memahami dengan benar tentang utusan God ini untuk memahami Yesus dengan benar. Kita cenderung banyak memikirkan tentang Yesus, namun mengabaikan banyak hal tentang Yohanes Pembaptis yang datang sebelum Dia. Saya ingin membantu Anda memahaminya.
‘Permulaan Injil Yesus Kristus, Anak God. Sebagaimana tertulis dalam para Nabi: “Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu”’ (Markus 1:1-2). Injil surga selalu dimulai dengan Yohanes Pembaptis.
Ketika kita memahami dengan baik tentang Yohanes Pembaptis, kita dapat dengan jelas memahami dan percaya kepada Injil penebusan Yesus. Hal ini mirip dengan mendengarkan duta besar yang kami kirim ke seluruh dunia untuk memahami situasi semua negara. Ketika kita mengetahui tentang Yohanes Pembaptis, kita dapat memahami dengan baik penebusan God.
Namun sayang sekali, banyak orang Kristen saat ini yang tidak menyadari pentingnya Yohanes. God tidak mengutus Yohanes Pembaptis karena Dia bosan dan tidak punya pekerjaan lain. Keempat Injil Perjanjian Baru berbicara tentang Yohanes Pembaptis sebelum berbicara tentang penebusan Yesus.
Namun para penginjil masa kini mengabaikannya sepenuhnya dan mengatakan kepada orang-orang bahwa percaya kepada Yesus saja sudah cukup untuk diselamatkan. Mereka sebenarnya memimpin orang-orang untuk hidup sebagai orang berdosa sepanjang hidup mereka dan berakhir di neraka. Jika Anda hanya percaya kepada Yesus tanpa memahami peran Yohanes Pembaptis, agama Kristen hanya menjadi agama lain bagi Anda. Bagaimana Anda bisa ditebus dari dosa-dosa Anda jika Anda tidak mengetahui kebenaran? Itu tidak mungkin.
Injil penebusan tidak sesederhana itu dan tidak semudah itu. Begitu banyak orang berpikir bahwa penebusan terletak pada iman kita kepada Salib karena Yesus mati di Kayu Salib untuk kita. “Namun, jika seseorang tidak mengetahui kebenaran bahwa dosa telah ditransfer dan hanya percaya pada salib, tidak peduli seberapa kuat imannya, ia tidak akan mencapai keselamatan yang sempurna.”
Oleh karena itu God mengutus Yohanes Pembaptis untuk memberi tahu dunia bagaimana penebusan harus dilaksanakan dan bagaimana Yesus akan menghapus dosa dunia. Hanya jika kita mengetahui kebenaran maka kita akan memahami bahwa Yesus adalah Anak God yang menanggung segala dosa kita ke atas diri-Nya.
Yohanes Pembaptis memberi tahu kita tentang kebenaran penebusan. Dia memberitahu kita bagaimana dia datang untuk memberikan kesaksian tentang keilahian Yesus, dan bagaimana orang-orang tidak mau menerima Dia ketika Terang turun ke dunia ini. Dia juga bersaksi dalam Yohanes 1 bahwa dialah yang mempersiapkan Injil penebusan dengan membaptis Yesus Kristus.
Jika kita tidak memiliki kesaksian Yohanes Pembaptis tentang penebusan, bagaimana kita bisa percaya kepada Yesus? Kita belum pernah melihat Yesus, dan jika kita berasal dari budaya dan agama yang berbeda, bagaimana mungkin kita bisa percaya kepada Yehuwa?
Dengan adanya berbagai macam agama di seluruh dunia, bagaimana kita dapat mengenal Yesus Kristus? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Yesus adalah Anak God yang telah menebus kita dengan menanggung semua dosa dunia?
Oleh karena itu, kita harus melihat ke dalam Perjanjian Lama untuk menemukan kata-kata penebusan sejak awal dan mengetahui bahwa Yesus adalah Juruselamat kita. Kita harus mendapatkan pengetahuan yang benar untuk dapat percaya dengan benar. Tidak ada yang dapat kita lakukan tanpa pengetahuan yang benar. Untuk percaya kepada Yesus dan diselamatkan, kita harus mengetahui Injil penebusan yang disaksikan oleh Yohanes Pembaptis dan perannya di dalamnya. Untuk memiliki iman yang sempurna kepada Kristus, kita harus mengetahui kebenaran tentang penebusan. 
Oleh karena itu, seperti yang Yesus katakan, “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yohanes 8:32), kita harus mengetahui kebenaran tentang penebusan di dalam Yesus.
 
 
Bukti-bukti dalam Alkitab
 
Dari titik manakah keempat Injil dimulai?
Dari kedatangan Yohanes Pembaptis
 
Mari kita lanjutkan dan jelajahi semua bukti penebusan di dalam Alkitab. Mari kita menyingkap apa yang dikatakan oleh keempat Injil tentang Yohanes Pembaptis, tentang siapa dia, mengapa dia disebut sebagai ‘wakil umat manusia’ atau ‘imam besar yang terakhir’, bagaimana segala dosa dunia ditanggungkan kepada Yesus melalui dia, dan apakah Yesus menanggung segala dosa ke atas diri-Nya atau tidak.
Keempat Injil dimulai dengan Yohanes Pembaptis. Yohanes 1:6 memberi tahu kita faktor terpenting dalam Injil. Diceritakan kepada kita siapa yang melakukan tugas menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus. “Ada seorang yang diutus God, namanya Yohanes. Orang ini datang sebagai kesaksian, untuk memberi kesaksian tentang Terang, supaya melalui dia semua orang percaya” (Yohanes 1:6-7).
Dikatakan, ‘melalui dia semua orang percaya’, dan bahwa dia ‘untuk memberi kesaksian tentang Terang’. Terang itu adalah Yesus Kristus. Ini berarti Yohanes harus memberi kesaksian tentang Yesus sehingga semua orang dapat percaya melalui dia. Sekarang, mari kita lihat lebih dekat pada Matius.
Dalam Matius 3:13-17, ‘Kemudian Yesus datang dari Galilea ke Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis olehnya. Dan Yohanes mencoba mencegah-Nya, dengan berkata, “Aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Tetapi Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Izinkanlah hal itu sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran.” Kemudian dia mengizinkan-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Ia melihat Roh God turun seperti merpati dan hinggap di atas-Nya. Dan tiba-tiba terdengarlah suara dari sorga, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”’
 
Mengapa kita harus memahami silsilah Yohanes?
Karena Alkitab mengatakan bahwa Yohanes adalah imam besar bagi seluruh umat manusia.
 
Yohanes Pembaptis membaptis Yesus. Yohanes Pembaptislah yang menyerahkan segala dosa dunia kepada Yesus Kristus. Dalam Lukas 1, Lukas berbicara tentang garis keturunan Yohanes Pembaptis. Mari kita lihat.
Dalam Lukas 1:1-14, “Sejauh banyak orang telah mengambil tindakan untuk menyusun narasi tentang hal-hal yang telah digenapi di antara kita, sama seperti mereka yang sejak semula menjadi saksi mata dan pelayan firman telah menyampaikan hal-hal itu kepada kita, tampaknya baik bagi saya juga, setelah memiliki pemahaman yang sempurna tentang segala sesuatu sejak awal, untuk menulis kepadamu sebuah laporan yang teratur, wahai Teofilus yang paling baik, supaya kamu dapat mengetahui dengan pasti hal-hal yang telah diperintahkan kepadamu. Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam bernama Zakharia, dari rombongan Abia. Istrinya berasal dari keturunan Harun dan namanya Elisabet. Dan keduanya adalah orang benar di hadapan God, mereka hidup menurut segala perintah dan ketetapan Lord(Tuhan) dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, karena Elisabet mandul dan usia mereka berdua sudah lanjut. Demikianlah, ketika ia sedang melayani sebagai imam di hadapan God sesuai dengan urutan pembagiannya, menurut kebiasaan imamat, undinya jatuh untuk membakar ukupan ketika dia pergi ke bait suci Lord(Tuhan). Dan seluruh umat sedang berdoa di luar pada saat pembakaran dupa. Kemudian seorang malaikat Lord(Tuhan) menampakkan diri kepadanya, berdiri di sebelah kanan mezbah dupa. Dan ketika Zakharia melihatnya, dia gelisah dan ketakutan menimpanya. Namun malaikat itu berkata kepadanya, “Jangan takut, Zakharia, karena doamu terkabul; dan isterimu Elisabet akan melahirkan bagimu seorang anak laki-laki, dan kamu akan menamakan dia Yohanes. Dan kamu akan bersukacita dan bergembira, dan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya.”’
Lukas memberi tahu kita secara rinci silsilah Yohanes. Lukas, murid Yesus, menjelaskan silsilah Yohanes sejak awal. Lukas telah mengajarkan Injil kepada seorang pria bernama Teofilus, yang berasal dari budaya berbeda dan tidak mengenal Lord(Tuhan).
Jadi, untuk mengajari dia tentang Yesus, Juruselamat orang berdosa, Lukas berpikir bahwa dia perlu menjelaskan silsilah Yohanes Pembaptis secara rinci.
Dalam Lukas 1:5-9, ia menceritakan, “Pada zaman Herodes, raja Yudea, ada seorang imam bernama Zakharia, dari rombongan Abia. Istrinya berasal dari keturunan Harun dan namanya Elisabet. Dan keduanya adalah orang benar di hadapan God, mereka hidup menurut segala perintah dan ketetapan Lord(Tuhan) dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, karena Elisabet mandul dan usia mereka berdua sudah lanjut. Demikianlah, ketika ia sedang melayani sebagai imam di hadapan God sesuai dengan urutan pembagiannya, menurut kebiasaan imamat.”
Di sini, sebuah peristiwa terjadi ketika Zakharia sedang melayani God menurut adat istiadat imamat. Lukas memberi kesaksian dengan jelas bahwa Zakharia adalah keturunan Harun. Lalu Zakharia termasuk dalam divisi apa? Ini adalah poin yang sangat penting.
Ia menjelaskan, “Ketika ia sedang melayani sebagai imam di hadapan God sesuai dengan urutan pembagiannya.” Kita dapat melihat bahwa Lukas mengetahui dengan baik tentang Zakharia sehingga ia menjelaskan Injil penebusan melalui Zakharia dan Elisabet.
Karena kita juga bangsa Kafir dan berbeda ras, kita tidak bisa memahami Keselamatan Yesus jika tidak dijelaskan secara detail, langkah demi langkah. Mari kita cari tahu apa saja detailnya. Yohanes Pembaptis lahir dari pasangan Zakharia dan istrinya Elisabet, yang merupakan salah satu putri Harun. Sekarang, mari kita lihat silsilah Zakharia dan Yohanes.
 
 
Silsilah Yohanes Pembaptis
 
Keturunan siapakah Yohanes Pembaptis?
Harun, Imam Besar
 
Untuk memahami silsilah Yohanes Pembaptis, kita harus membaca Perjanjian Lama, 1 Tawarikh 24:1-19.
“Inilah rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun adalah Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar. Dan Nadab dan Abihu meninggal sebelum ayah mereka, dan tidak mempunyai anak; oleh karena itu Eleazar dan Itamar melayani sebagai imam. Kemudian Daud bersama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar membagi mereka menurut jadwal dinas mereka. Di antara bani Eleazar terdapat lebih banyak pemimpin daripada di antara bani Itamar, sehingga mereka terpecah belah. Di antara anak-anak Eleazar ada enam belas kepala keluarga ayah mereka, dan delapan kepala keluarga ayah mereka di antara anak-anak Itamar. Demikianlah mereka dibagi-bagi berdasarkan undian, kelompok yang satu dengan kelompok yang lain, karena ada para pemuka Tempat Kudus dan para pemuka rumah God, dari bani Eleazar dan dari bani Itamar. Dan juru tulis itu, Semaya bin Netaneel, salah satu orang Lewi, menuliskannya di hadapan raja, para pemimpin, Imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar, dan para kepala keluarga para imam dan orang-orang Lewi, satu rumah ayah diambil untuk Eleazar dan satu lagi untuk Itamar. Undian yang pertama jatuh ke tangan Yoyarib, dan undian kedua ke tangan Yedaya, yang ketiga untuk Harim, yang keempat untuk Seorim, yang kelima pada Malkia, yang keenam pada Miyamin, yang ketujuh pada Hakos, yang kedelapan pada Abia, yang kesembilan pada Yesua, yang kesepuluh pada Sekhanya, yang kesebelas pada Elyasib, yang kedua belas pada Yakim, yang ketiga belas pada Hupa, yang keempat belas pada Yesebeab, yang kelima belas pada Bilga, yang keenam belas pada Imer, yang ketujuh belas pada Hezir, yang kedelapan belas pada Hapizes, yang kesembilan belas pada Petahya, yang kedua puluh pada Yehezkel, yang kedua puluh satu pada Yakhin, yang kedua puluh dua pada Gamul, yang kedua puluh tiga pada Delaya, yang kedua puluh empat pada Maazya. Itulah jadwal pelayanan mereka untuk memasuki rumah Lord(Tuhan) menurut tata cara mereka melalui tangan Harun ayah mereka, sebagaimana Lord(Tuhan) God Israel telah perintahkan kepadanya.”
Mari kita baca ayat 10 lagi. “Yang ketujuh pada Hakos, yang kedelapan pada Abia.” Di sini, Daud memberikan undian kepada masing-masing anak Harun sehingga korban dipersembahkan secara berurutan. (Seperti yang Anda ketahui, Harun adalah kakak laki-laki Musa. God menahbiskan Musa sebagai wakil-Nya, dan Harun sebagai imam besar di Kemah Suci di hadapan umat Israel).
Semua orang Lewi lainnya berada di bawah para imam dan Harun serta anak-anaknya bertanggung jawab atas semua pengorbanan di hadapan God. Sebelum Daud menetapkan undian, para imam, keturunan Harun, harus mengundi setiap kali dan hal itu menyebabkan banyak kebingungan.
Oleh karena itu David mengatur sistemnya dengan mengurutkan setiap divisi. Ada 24 regu secara berurutan yang berasal dari cucu Harun, dan regu kedelapan adalah Abia. Dan dikatakan, “Ada seorang imam bernama Zakharia, dari rombongan Abia.” Jadi Zakharia dan istrinya Elisabet, keduanya adalah keturunan Imam Besar Harun.
Adalah Zakharia, seorang imam dari rombongan Abia, yang merupakan ayah dari Yohanes Pembaptis. Kita tahu dari Alkitab bahwa mereka biasa menikah dalam keluarga mereka.
Seperti yang Anda ketahui, Yakub menikahi putri pamannya dari pihak ibunya. Penjelasan mengenai silsilah inilah yang sangat penting. Dikatakan, “Ada seorang imam bernama Zakharia, dari rombongan Abia.” 
Oleh karena itu, ia jelas merupakan keturunan Harun. Siapa? Zakharia, ayah dari Yohanes Pembaptis. Ini adalah faktor penting dalam menjelaskan penebusan Yesus, pelayanan Yohanes Pembaptis, dan penyerahan dosa-dosa dunia kepada Yesus.
 
 
Hanya Anak-anak Harun yang Boleh Melayani Sebagai Imam
 
Siapakah yang dapat melayani sebagai imam besar pada masa Perjanjian Lama?
Harun dan keturunannya
 
Lalu di mana di dalam Alkitab disebutkan bahwa anak-anak Harun harus melayani sebagai imam? Mari kita lihat.
Dalam Bilangan 20:22-29, ‘Maka bani Israel, seluruh jemaah, berangkat dari Kadesh dan tiba di Gunung Hor. Dan Lord(Tuhan) berbicara kepada Musa dan Harun di Gunung Hor dekat perbatasan tanah Edom, mengatakan: “Harun akan dikumpulkan kepada umatnya, karena dia tidak akan memasuki tanah yang telah Aku berikan kepada bani Israel, karena kamu memberontak terhadap firman-Ku di sumber air Meriba. Bawalah Harun dan Eleazar, putranya, dan bawa mereka ke Gunung Hor; dan menanggalkan pakaian Harun dan mengenakannya pada Eleazar, putranya; karena Harun akan dikumpulkan kepada bangsanya dan mati di sana.” Maka Musa melakukan seperti yang diperintahkan Lord(Tuhan), dan mereka naik ke Gunung Hor di hadapan seluruh jemaah. Musa melucuti pakaian Harun dan mengenakannya pada Eleazar, putranya; dan Harun mati di sana, di puncak gunung. Kemudian Musa dan Eleazar turun dari gunung. Ketika seluruh jemaah melihat bahwa Harun telah mati, maka seluruh kaum Israel berduka atas Harun selama tiga puluh hari.’
Dalam kitab Keluaran, tercatat Hukum Taurat God yang mengatakan bahwa anak-anak imam besar harus memangku jabatan imam besar, seperti yang dilakukan ayah mereka ketika mereka sudah dewasa.
Dalam Keluaran 28:1-5, “Sekarang bawalah Harun, saudaramu, dan anak-anaknya bersamanya, dari tengah-tengah bani Israel, agar ia dapat melayani Aku sebagai imam, Harun dan anak-anak Harun: Nadab, Abihu, Eleazar, dan Itamar. Dan haruslah kamu membuatkan pakaian kudus bagi Harun, saudaramu, untuk kemuliaan dan keindahan. Demikianlah engkau harus berbicara kepada semua perajin yang berbakat, yang telah Kupenuhi dengan roh hikmat, agar mereka dapat membuat pakaian Harun, untuk menguduskannya, agar ia dapat melayani Aku sebagai imam. Dan inilah pakaian yang harus mereka buat: tutup dada, baju efod, jubah, tunik yang ditenun dengan terampil, serban, dan ikat pinggang. Demikianlah mereka harus membuatkan pakaian kudus bagi Harun saudaramu dan anak-anaknya, agar ia dapat melayani Aku sebagai imam. Mereka harus mengambil benang emas, kain biru, kain ungu, kain merah, dan linen halus.”
God dengan jelas menugaskan Harun, saudara laki-laki Musa, untuk menjadi imam. Imamat tidak terbuka bagi pria lain mana pun. Oleh karena itu God memerintahkan Musa untuk menguduskan Harun sebagai imam besar, dan membuatkan pakaian yang pantas untuknya sesuai dengan ketentuan-Nya. Kita tidak boleh melupakan firman God.
Juga dalam Keluaran 29:1-9, “Dan inilah yang harus kauperbuat terhadap mereka untuk menguduskan mereka sebagai imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela, dan roti tidak beragi, kue tidak beragi yang dicampur dengan minyak, dan wafer tidak beragi yang diolesi minyak (buatlah dari tepung terigu). Kamu harus memasukkannya ke dalam satu keranjang dan membawanya ke dalam keranjang, bersama seekor sapi jantan dan dua ekor domba jantan. Harun dan anak-anaknya harus kamu bawa ke pintu Kemah Pertemuan, lalu kamu harus membasuh mereka dengan air. Kemudian engkau harus mengambil pakaian itu, mengenakan jubah pada Harun, dan jubah efod, baju efod, dan penutup dada, dan ikatkan padanya tali efod yang ditenun dengan rumit. Haruslah kamu memasangkan serban pada kepalanya, dan memasangkan mahkota suci pada serban itu. Dan engkau harus mengambil minyak urapan itu, menuangkannya ke atas kepalanya, dan mengurapi dia. Kemudian engkau harus membawa anak-anaknya dan mengenakan jubah pada mereka. Haruslah engkau mengikatkan ikat pinggang kepada mereka, yaitu Harun dan anak-anaknya, dan memakaikan topi kepada mereka. Imamat akan menjadi milik mereka untuk suatu ketetapan yang kekal. Demikianlah engkau harus menguduskan Harun dan anak-anaknya.”
Ikatlah mereka dengan ikat pinggang, Harun dan anak-anaknya, dan kenakanlah topi kepada mereka. Keimaman akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya. Demikianlah engkau harus menguduskan Harun dan anak-anaknya. God menetapkan bahwa hanya Harun dan anak-anaknya yang akan dikuduskan untuk melayani keimaman selamanya. Ketika Dia secara khusus mengatakan “untuk suatu ketetapan yang kekal,” hal itu berlaku bahkan setelah Yesus datang ke dunia ini. 
Oleh karena itu, Lukas menjelaskan secara mendalam bahwa Zakharia adalah keturunan Harun sang imam besar. Ketika Zakharia sedang melayani sebagai imam di hadapan God di Bait Lord(Tuhan), seorang malaikat menampakkan diri kepadanya dan memberitahukan bahwa doanya didengar; dan bahwa istrinya, Elisabet, akan melahirkan seorang anak laki-laki baginya.
Zakharia tidak dapat mempercayai hal ini dan berkata, “Istriku sudah sangat tua, bagaimana mungkin ia dapat melahirkan seorang anak laki-laki?” Karena keraguannya, God membuatnya bisu untuk sementara waktu untuk menunjukkan bahwa perkataan-Nya adalah benar. 
Pada waktunya, istrinya hamil dan beberapa waktu kemudian, Maria yang masih perawan juga hamil. Kedua peristiwa tersebut merupakan karya persiapan God bagi keselamatan kita. Untuk menyelamatkan manusia yang rusak, God harus mengutus hamba-Nya Yohanes dan Anak-Nya yang tunggal, Yesus, lahir ke dunia ini.
Oleh karena itu, God mengutus Anak-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes agar memikul semua dosa dunia, sehingga mereka yang percaya kepada-Nya akan.
 
 
Pemeliharaan Khusus God!
 
Siapakah yang God persiapkan sebelum Yesus untuk pekerjaan penebusan?
Yohanes Pembaptis
 
God mempersiapkan Yohanes untuk dilahirkan ke dalam dunia ini sebelum Yesus. Yohanes dilahirkan agar ia dapat membaptis Yesus dan menyerahkan semua dosa dunia kepada-Nya. Seorang keturunan imam besar harus mempersembahkan korban pendamaian untuk menggenapi Perjanjian God yang dibuat dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; agar Injil penebusan Yesus dapat dipercayai dan dilaksanakan dengan benar. 
Dalam Keluaran, God memberikan Hukum Taurat dan Perjanjian-Nya kepada Israel; Hukum Taurat God dan tata cara mempersembahkan kurban di dalam Kemah Suci, sampai ke pakaian para imam, rincian pengorbanan, dan suksesi keimaman kepada putra-putra imam. God menetapkan Harun dan keturunannya sebagai imam besar untuk selamanya.
Oleh karena itu seluruh keturunan Harun boleh mempersembahkan kurban dan para imam besar hanya boleh datang dari kaum Harun. Apakah Anda melihat bagaimana keadaannya?
Namun di antara banyak keturunan Harun, God memilih seorang imam bernama Zakharia dan istrinya Elisabet. Dia telah berkata, “Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau.” Ketika God mengatakan kepada Zakharia bahwa Dia akan memungkinkan Elisabet untuk memiliki seorang anak laki-laki, dan bahwa Dia akan menamainya Yohanes, dia sangat terkejut sehingga dia menjadi bisu karena perintah-Nya sampai anak laki-laki itu lahir dan diberi nama.
Dan sungguh, telah lahir seorang anak laki-laki di rumahnya. Ketika tiba waktunya memberi nama bayi menurut adat istiadat Israel, mereka bermaksud menamai anak laki-laki itu dengan nama ayahnya. 
‘Setelah genap waktunya bagi Elisabet untuk bersalin, ia melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya dan sanak saudaranya mendengar, bahwa Lord(Tuhan) telah menunjukkan kasih setia-Nya yang besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Jadi, pada hari kedelapan, mereka datang untuk menyunatkan anak itu; dan mereka akan memanggilnya dengan nama ayahnya, Zakharia. Tetapi jawab ibunya, “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.” Tetapi mereka berkata kepadanya, “Tidak ada di antara sanak saudaramu tidak ada yang bernama demikian.” Lalu mereka membuat tanda-tanda kepada ayahnya, dengan nama apa ia hendak menamai anak itu. Lalu ia meminta sebuah loh-loh dan menulis, katanya, “Namanya Yohanes.” Maka takjublah mereka semua. Segera mulutnya terbuka dan lidahnya terlepas, dan dia berbicara, memuji God. Maka datanglah ketakutan ke atas semua orang yang tinggal di sekeliling mereka, dan semua perkataan itu dibicarakan orang di seluruh daerah pegunungan Yudea. Dan semua orang yang mendengarkannya menyimpan hal itu di dalam hatinya sambil berkata, “Anak macam apa dia nanti?” Dan tangan Lord(Tuhan) menyertai dia’ (Lukas 1:57-66).
Zakharia bisu pada saat itu. Ketika tiba waktunya untuk memberi nama bayi tersebut, kerabatnya menyarankan agar bayi tersebut diberi nama Zacharias. Namun ibunya bersikeras agar namanya adalah John. Mendengar hal ini, kerabatnya mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki nama itu di keluarganya dan bayi tersebut harus diberi nama sesuai nama ayahnya.
Ketika Elisabet terus mendesak agar diberi nama, kerabatnya menemui Zakharia dan bertanya apa nama bayi itu. Zakharia, karena dia belum dapat berbicara, meminta sebuah papan tulis dan menulis ‘Yohanes’. Semua kerabat bertanya-tanya dengan pilihan nama yang tidak biasa ini.
Namun setelah diberi nama, mulut Zacharias langsung terbuka. Dia memuji God dan dia dipenuhi dengan Roh Kudus dan bernubuat.
Lukas menceritakan tentang kelahiran Yohanes Pembaptis di rumah Zakharia. “Ada seorang imam bernama Zakharia, dari rombongan Abia.” Dalam pemeliharaan khusus God, Yohanes Pembaptis, wakil umat manusia dilahirkan dari Zakharia, keturunan Harun.
Dan melalui Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus, God telah menggenapi keselamatan umat manusia. Kita diselamatkan dari segala dosa kita dengan percaya kepada pekerjaan penebusan yang dilakukan melalui Yohanes dan Yesus Kristus.
 
 

Pembaptisan Yesus

 
Mengapa Yesus dibaptis oleh Yohanes?
Untuk menghapus segala dosa dunia
 
Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Yesus adalah Anak God dan Dia menanggung segala dosa kita. Dia adalah Yohanes Pembaptis, hamba God yang memberi kesaksian tentang keselamatan kita. Ini tidak berarti bahwa God tidak memberi tahu kita bahwa Dia adalah Juruselamat kita. God bekerja melalui hamba-hamba-Nya di gereja, dan melalui mulut seluruh umat-Nya yang telah diselamatkan.
God berkata, “Berbicaralah penghiburan kepada Yerusalem, dan berserulah kepadanya, bahwa peperangannya telah berakhir, bahwa kesalahannya telah dihapus; sebab ia telah menerima dari tangan Lord(Tuhan) dua kali lipat dari segala dosanya. Rumput layu, bunga layu, Tetapi firman God kita berdiri selamanya” (Yesaya 40:2, 8).
“Kamu bukan orang berdosa lagi. Aku telah menebus semua dosamu dan peperangan telah berakhir.” Demikianlah suara Injil penebusan terus berseru kepada kita. Inilah yang disebut Injil yang telah dipersiapkan.
Ketika kita memahami pekerjaan Yohanes Pembaptis, ketika kita benar-benar memahami bahwa segala dosa dunia ditanggungkan kepada Yesus melalui Yohanes Pembaptis, kita semua dapat terbebas dari dosa-dosa kita.
Keempat Injil menceritakan kepada kita tentang Yohanes Pembaptis, dan nabi terakhir Perjanjian Lama juga memberi kesaksian tentang Yohanes Pembaptis, hamba God. Dan Perjanjian Baru dimulai dengan kelahiran Yohanes Pembaptis dan penerusan dosa melalui dia.
Lalu mengapa kita memanggilnya Yohanes Pembaptis? Itu karena dia membaptis Yesus. Apa arti baptisan? Artinya ‘melewati, dikuburkan, dibasuh’― sama dengan ‘penumpangan tangan’ dalam Perjanjian Lama.
Dalam Perjanjian Lama, ketika seseorang berbuat dosa, ia menanggungkan dosanya ke atas kepala korban penghapus dosa, yaitu korban yang tidak bercela, dengan meletakkan tangannya di atas korban penghapus dosa, dan korban tersebut mati bersama dengan dosa-dosa tersebut. ‘Penumpangan tangan’ berarti ‘mewariskan kepada’. Oleh karena itu, ‘penumpangan tangan’ dan ‘baptisan’ mempunyai arti yang sama tetapi dengan nama yang berbeda.
Lalu apa maksudnya baptisan Yesus? Baptisannya adalah satu-satunya cara untuk melakukan penebusan dalam pentahbisan God.
Dalam Perjanjian Lama, orang-orang berdosa harus meletakkan tangan mereka di atas kepala hewan kurban untuk memindahkan dosa-dosa mereka ke kepalanya. Kemudian mereka harus memotong lehernya dan para imam membawa darahnya untuk dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah persembahan bakaran. Ini adalah cara untuk menebus dosa-dosa harian. 
Lalu, bagaimana mereka menebus dosa tahunan? 
Harun, imam besar mempersembahkan kurban untuk seluruh umat Israel. Karena Yohanes Pembaptis dilahirkan dalam keluarga Harun, maka sudah sepantasnya dia menjadi imam besar, dan God telah menentukan dia dari semula untuk menjadi imam besar terakhir sesuai dengan janji penebusan-Nya.
Yohanes Pembaptis adalah wakil seluruh umat manusia dan imam besar terakhir seluruh umat manusia karena Perjanjian Lama berakhir ketika Yesus Kristus lahir. Siapa lagi selain Yohanes Pembaptis yang menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus di Perjanjian Baru sama seperti Harun telah menebus dosa umatnya di Perjanjian Lama? Sebagai imam besar terakhir dalam Perjanjian Lama dan wakil seluruh umat manusia, Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus ketika ia membaptis-Nya.
Karena Yohanes menyerahkan semua dosa kepada Yesus, kita dapat ditebus dengan percaya kepada Injil air dan Roh. Yesus menjadi Anak Domba untuk menyelamatkan semua orang berdosa, dengan demikian melaksanakan pekerjaan penebusan seperti yang telah direncanakan God. Yesus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir, imam besar terakhir yang menyerahkan semua dosa dunia kepada-Nya.
Mengapa Yesus tidak dapat melakukannya sendiri? Mengapa Dia membutuhkan Yohanes Pembaptis? Ada alasan mengapa Yohanes Pembaptis datang enam bulan sebelum Yesus. Itu adalah untuk menggenapi Hukum Taurat Perjanjian Lama, untuk menyempurnakan Perjanjian Lama.
Yesus lahir dari perawan Maria, dan Yohanes Pembaptis lahir dari seorang wanita tua bernama Elizabeth.
Ini adalah pekerjaan God, dan Dia merencanakannya untuk menyelamatkan semua orang berdosa. Untuk menyelamatkan kita dari peperangan terus-menerus melawan dosa, dan semua penderitaan umat manusia yang berdosa, Dia mengutus hamba-Nya Yohanes, dan kemudian Putra-Nya sendiri, Yesus. Yohanes Pembaptis diutus sebagai wakil seluruh umat manusia, imam besar terakhir.
 
 
Manusia Terhebat yang Lahir dari Wanita
 
Siapa orang terhebat di dunia?
Yohanes Pembaptis
 
Mari kita lihat Matius 11:7-14. ‘Ketika mereka berangkat, Yesus mulai berkata kepada orang banyak mengenai Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun untuk melihat? Buluh yang terguncang oleh angin? Tetapi kamu keluar untuk melihat apa? Seorang pria mengenakan pakaian lembut? Memang, orang yang memakai pakaian halus berada di rumah raja. Tetapi kamu keluar untuk melihat apa? Seorang nabi? Ya, Aku berkata kepadamu, dan lebih dari seorang nabi. Sebab inilah dia yang tentangnya ada tertulis: ‘Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.’ “Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah muncul seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis; tetapi dia yang terkecil dalam kerajaan surga, lebih besar dari dia. Dan sejak zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang, Kerajaan Surga mengalami kekerasan, dan orang-orang yang melakukan kekerasan merebutnya dengan kekerasan. Sebab semua nabi dan kitab Hukum Taurat bernubuat sampai zaman Yohanes. Dan jika kamu bersedia menerimanya, dialah Elia yang akan datang.”’
Orang-orang pergi ke padang gurun untuk melihat Yohanes Pembaptis, yang berseru, “Bertobatlah, hai kamu keturunan ular beludak!” Dan Yesus berkata, “Tetapi kamu keluar untuk melihat apa? Seorang pria mengenakan pakaian lembut? Memang, orang yang memakai pakaian halus berada di rumah raja.”
Yesus sendiri bersaksi tentang kebesaran Yohanes. “Kamu keluar untuk melihat apa? Orang barbar yang mengenakan bulu unta dan berteriak sekuat tenaga? Dia pasti memakai bulu unta. Apa yang ingin kamu lihat? Seorang pria mengenakan pakaian lembut? Mereka yang mengenakan pakaian lembut berada di rumah raja. Tapi dia lebih besar dari raja,” Yesus bersaksi. “Memang, orang yang memakai pakaian halus berada di rumah raja. Tetapi kamu keluar untuk melihat apa? Seorang nabi? Ya, Aku berkata kepadamu, dan lebih dari seorang nabi.”
Pada zaman dahulu, para nabi lebih hebat dari raja. Yohanes Pembaptis lebih dari sekedar raja dan lebih dari seorang nabi. Dia lebih dari semua nabi Perjanjian Lama. Faktanya, Yohanes, imam besar terakhir dan wakil umat manusia, lebih tinggi dari pada Harun imam besar pertama. Yesus sendiri bersaksi tentang Yohanes.
Siapakah wakil umat manusia? Kecuali Kristus sendiri, siapakah manusia terhebat di muka bumi? Yohanes Pembaptis. “Aku berkata kepadamu, dan lebih dari seorang nabi. Sebab inilah dia yang tentangnya ada tertulis: ‘Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.’”
Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa perang melawan dosa telah berakhir. “Lihatlah! Anak Domba God yang menghapus dosa dunia!” Yohanes Pembaptislah yang bersaksi bahwa Yesus menanggung segala dosa dunia.
Dalam Matius 11:11, “Aku berkata kepadamu, Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah muncul seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.” Apakah ada orang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan?
Apa maksudnya ‘dilahirkan oleh perempuan’? Artinya seluruh umat manusia. Kecuali Adam, seluruh umat manusia dilahirkan dari perempuan. Ya, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan, belum ada yang lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Oleh karena itu dialah Imam Besar terakhir dan wakil umat manusia. Yohanes Pembaptis adalah imam besar, nabi, dan wakil kita.
Dalam Perjanjian Lama, Harun dan anak-anaknya ditahbiskan oleh God untuk melayani selama-lamanya. Segala dosa harus dihapuskan melalui Harun dan anak-anaknya. Itu seperti yang diperintahkan God.
Jika ada orang Lewi lain yang maju dan berani turun tangan, dia pasti sudah mati. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mengumpulkan kayu untuk api di altar, menguliti hewan, membersihkan usus, dan mengambil lemaknya. Jika mereka cukup lancang untuk mencoba melakukan pekerjaan pendeta, mereka hanya akan mati. Itu adalah Hukum Taurat God. Mereka tidak bisa melewati batas.
Di dunia ini, tidak ada orang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Dia adalah perwakilan dari semua orang di dunia. “Dan sejak zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang, Kerajaan Surga mengalami kekerasan, dan orang-orang yang melakukan kekerasan merebutnya dengan kekerasan” (Matius 11:12).
Penebusan umat manusia telah digenapi ketika Yohanes Pembaptis membaptis Yesus, dan mereka yang percaya kepada Yesus dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Mereka menjadi orang benar. Mari kita lihat bagaimana ayah Yohanes bersaksi tentang anaknya.
 
 
Kesaksian Zakharia, Bapa Yohanes
 
Apakah yang dinubuatkan Zakharia tentang putranya?
Yohanes akan mempersiapkan jalan Lord(Tuhan) dengan memberikan pengetahuan tentang keselamatan kepada umat-Nya.
 
Mari kita baca Lukas 1:67-80. ‘Sekarang ayahnya, Zakharia, dipenuhi dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: Terpujilah Lord(Tuhan), God Israel, karena Ia telah melawat dan menebus umat-Nya, Dan yang telah menumbuhkan tanduk keselamatan bagi kita di rumah hamba-Nya Daud, Sebagaimana Dia berfirman melalui mulut para nabi-Nya yang kudus, yang telah ada sejak dunia dijadikan, Supaya kita harus diselamatkan dari musuh-musuh kita Dan dari tangan semua orang yang membenci kita, Untuk melaksanakan rahmat yang dijanjikan kepada nenek moyang kita Dan untuk mengingat perjanjian-Nya yang kudus, Yaitu sumpah yang diikrarkan-Nya dengan nenek moyang kita Abraham: Untuk mengaruniakan kepada kita, setelah dilepaskan dari tangan musuh-musuh kita, agar kita dapat melayani Dia tanpa takut, Dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. “Dan engkau, hai anakku, engkau akan disebut nabi Yang Mahatinggi, karena engkau akan menghadap hadirat Lord(Tuhan) untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, Untuk memberikan pengetahuan keselamatan kepada umat-Nya Melalui pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya) mereka, Karena belas kasihan God kita yang lembut, Dengan mana Surya pagi dari tempat tinggi telah mengunjungi kita; Untuk memberikan terang kepada mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang kematian, Untuk membimbing kaki kita ke jalan kedamaian.” Demikianlah anak itu bertumbuh besar dan menjadi kuat dalam rohnya, dan ia tinggal di padang gurun sampai pada hari Ia menyatakan diri-Nya kepada bangsa Israel.’
Zakharia menubuatkan dua hal. Dia meramalkan bahwa Raja segala raja telah datang. Dari ayat 68 hingga 73, ia bernubuat dengan sukacita bahwa God tidak melupakan janji-janji-Nya dan bahwa Yesus, seperti yang telah dijanjikan God kepada Abraham, lahir dari anak dara Maria untuk menyelamatkan keturunannya dari tangan musuh-musuhnya. 
Dan kemudian dari ayat 74, “Untuk mengaruniakan kepada kita, setelah dilepaskan dari tangan musuh-musuh kita, agar kita dapat melayani Dia tanpa takut.” Ini adalah pengingat akan Janji God kepada Abraham dan bangsa Israel, dan dia telah bernubuat. “Untuk mengaruniakan kepada kita, agar kita dapat melayani Dia tanpa takut.”
Dari ayat 76, dia bernubuat kepada putranya. “Dan engkau, hai anakku, engkau akan disebut nabi Yang Mahatinggi, karena engkau akan menghadap hadirat Lord(Tuhan) untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, Untuk memberikan pengetahuan keselamatan kepada umat-Nya Melalui pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya) mereka, Karena belas kasihan God kita yang lembut, Dengan mana Surya pagi dari tempat tinggi telah mengunjungi kita; Untuk memberikan terang kepada mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang kematian, Untuk membimbing kaki kita ke jalan kedamaian.”
Di sini beliau berkata, “Untuk memberikan pengetahuan keselamatan kepada umat-Nya Melalui pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya) mereka.” Melalui siapakah Dia mengatakan bahwa pengetahuan tentang keselamatan akan diberikan? Yohanes Pembaptis. Bisakah kalian semua melihat ini? Yohanes Pembaptis, melalui firman God, memberi kita pengetahuan bahwa Yesus adalah Anak God yang menghapus dosa dunia.
Sekarang, mari kita lihat Markus 1. ‘Permulaan Injil Yesus Kristus, Anak God. Sebagaimana tertulis dalam para Nabi: “Lihatlah, Aku mengutus utusan-Ku mendahului Engkau, yang akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.” Suara seseorang yang berseru di padang gurun: “Persiapkan jalan bagi Lord(Tuhan); Luruskan jalan-Nya.” Yohanes datang membaptis di padang gurun dan memberitakan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa(dosa telah lenyap sepenuhnya). Kemudian seluruh tanah Yudea dan penduduk Yerusalem pergi kepadanya dan semua orang dibaptis olehnya di Sungai Yordan sambil mengaku dosa mereka’ (Markus 1:1-5).
Ketika bangsa Israel mendengar dari Yohanes Pembaptis, mereka berbalik dari menyembah berhala bangsa-bangsa lain dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Tetapi Yohanes bersaksi, “Aku membaptis kamu dengan air supaya kamu kembali kepada God. Tetapi Anak God akan datang dan dibaptis olehku sehingga semua dosamu akan berpindah kepada-Nya. Dan jika kamu percaya kepada baptisan-Nya, sama seperti kamu percaya kepada baptisan yang kuberikan kepadamu, maka segala dosamu akan ditanggungkan kepada-Nya, sama seperti dosa-dosa yang ditanggung melalui penumpangan tangan dalam Perjanjian Lama.” Itu adalah yang dijadikan kesaksian oleh John.
Fakta bahwa Yesus dibaptis di sungai Yordan berarti Dia dibaptis di sungai kematian. Kita bernyanyi di sebuah pemakaman, “♪Dalam kesunyian, kita akan bertemu di pantai yang indah. Kita akan bertemu di pantai yang indah itu.♪” Ketika kita mati, kita akan menyeberangi Sungai Yordan. Sungai Yordan adalah sungai kematian. Yesus dibaptis di sungai kematian.
 
 
Pembaptisan Yang Memindahkan Dosa Kita
 
Apakah yang dimaksud dengan ‘penumpangan tangan’ dalam Perjanjian Baru?
Pembaptisan Yesus
 
Dalam Matius 3:13-17, kita membaca, ‘Kemudian Yesus datang dari Galilea ke Yohanes di sungai Yordan untuk dibaptis olehnya. Dan Yohanes mencoba mencegah-Nya, dengan berkata, “Aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Tetapi Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Izinkanlah hal itu sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran.” Kemudian dia mengizinkan-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan tampaklah langit terbuka bagi-Nya dan Ia melihat Roh God turun seperti merpati dan hinggap di atas-Nya. Dan tiba-tiba terdengarlah suara dari sorga, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”’
Yesus datang ke sungai Yordan dan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. “Baptislah Aku.” Yohanes Pembaptis berkata: “Aku yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Imam besar langit dan bumi bertemu bersama.
Menurut Ibrani, Yesus Kristus adalah Imam Besar selamanya menurut peraturan Melkisedek. Dia tidak memiliki silsilah. Dia bukan keturunan Harun, dan bukan pula keturunan manusia mana pun di muka bumi. Dia adalah Putra God, Pencipta kita. Oleh karena itu Dia tidak memiliki silsilah. Namun Dia membuang kemuliaan surga dan turun ke bumi untuk menyelamatkan umat-Nya.
Alasan Dia turun ke dunia ini adalah untuk menyelamatkan semua orang berdosa yang menderita tipu daya setan. Selain itu, Ia menanggung segala dosa dunia dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. ‘Tetapi Yesus menjawab dan berkata kepadanya, “Izinkanlah hal itu sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran.” Kemudian dia mengizinkan-Nya.’ 
“Izinkanlah hal itu sekarang.” Izinkanlah hal itu! Yesus memerintahkan kepada Yohanes Pembaptis, perwakilan seluruh umat manusia, dan menundukkan kepala-Nya. Dalam Perjanjian Lama, ketika sebuah korban dipersembahkan kepada God, baik orang berdosa atau imam besar menumpangkan tangannya ke atas kepala korban dan meneruskan dosa-dosa. ‘Menumpangkan tangan’ berarti ‘mewariskan’.
Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Maknanya sama dengan penumpangan tangan dalam Perjanjian Lama. ‘Meneruskan’, ‘dikuburkan’, ‘dimandikan’, dan ‘dikorbankan’ juga sama. Perjanjian Baru adalah realitasnya, sedangkan Perjanjian Lama adalah bayangannya.
Ketika seorang berdosa menumpangkan tangannya ke atas anak domba dalam Perjanjian Lama, dosanya diteruskan ke anak domba dan anak domba itu mati. Ketika anak domba itu mati, ia dikuburkan. Dosa orang yang menumpangkan tangannya ke atas anak domba itu diteruskan ke anak domba sehingga anak domba itu mati dengan dosa tersebut! Ketika dosa dipindahkan kepada domba, apakah orang yang membawa domba tersebut juga menjadi tanpa dosa?
Katakanlah saputangan ini adalah dosa dan mikrofon ini adalah anak domba. Dan ketika saya menumpangkan tangan saya ke mikrofon ini, dosa ini diteruskan ke mikrofon ini, yaitu anak domba. God sendiri yang memutuskan bahwa hal itu akan terjadi. “Letakkan tanganmu di atasnya.” Oleh karena itu, untuk ditebus dari dosa, penumpangan tangan harus dilakukan. Setelah itu, ia tidak berdosa. Pembaptisan Yesus adalah untuk membasuh, menguburkan, dan menyerahkan dosa kepada-Nya. Itulah maksudnya.
 
Apa yang dimaksud dengan menggenapi segala kebenaran?
Artinya adalah menghapuskan segala dosa dengan menyerahkan dosa-dosa itu kepada Yesus.
 
Jadi, ketika Yesus dibaptis untuk menanggung semua dosa dunia, apakah semua dosa itu benar-benar diteruskan kepada-Nya? Segala dosa dunia ditanggungkan kepada Yesus dan semua orang ditebus. Hal ini sama dengan pelimpahan dosa kepada korban dalam Perjanjian Lama. Yesus datang ke dunia ini dan di sungai Yordan, Dia berkata, “Izinkanlah hal itu sekarang, karena demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran” (Matius 3:15).
Kemudian Yohanes membaptis Yesus. Jesus mengatakan kepada Yohanes bahwa itu adalah pantas bagi mereka untuk memenuhi seluruh kebenaran melalui baptisan-Nya. ‘Segala kebenaran’ artinya ‘yang paling pantas dan pantas’. ‘Karena demikianlah’ adalah sepatutnya bagi mereka untuk menggenapi seluruh kebenaran. Ini berarti bahwa Yohanes berhak membaptis Yesus, dan Yesus dibaptis oleh Yohanes, sehingga segala dosa dunia dapat ditanggungkan kepada Yesus.
God memberikan penebusan berdasarkan baptisan Yesus, pengorbanan-Nya, dan iman kita. “Seluruh umat manusia menderita karena dosa dan disiksa oleh iblis karena dosa-dosa mereka. Oleh karena itu, agar mereka dapat diselamatkan dan dikirim ke surga, engkau sebagai wakil umat manusia dan keturunan Harun hendaknya membaptis Aku untuk semua orang. Aku akan dibaptis olehmu. Maka pekerjaan penebusan akan digenapi.”
Lalu dia mengizinkan.
Maka Yohanes membaptis Yesus. Dia meletakkan tangannya di atas kepala Yesus dan menanggungkan segala dosa dunia kepada Yesus. Yesus adalah Juruselamat yang menghapus segala dosa kita. Kita diselamatkan karena percaya kepada penebusan-Nya. Apakah kamu percaya?
Yesus menerima baptisan sebagai pekerjaan pertama dalam pelayanan publik-Nya di Yordan melalui tangan perwakilan seluruh umat manusia, kemudian Dia melakukan perjalanan sambil mengkhotbahkan Injil selama tiga setengah tahun dengan semua dosa dunia di kepala-Nya.
Dia mengatakan kepada wanita yang tertangkap basah melakukan perzinahan, “Aku juga tidak menghukum engkau.” Dia tidak dapat menghukumnya karena Dia telah menanggung segala dosanya dan akan mati di kayu Salib untuk dosa-dosa itu. Saat Dia berdoa di sebuah tempat bernama Getsemani, Dia berdoa tiga kali memohon kepada Bapa agar membiarkan cawan itu berlalu dari-Nya, namun segera menyerah dan berkata, “Bukan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi” (Lukas 22:42).
 
 
“Lihatlah! Anak Domba God yang Menghapus Dosa Dunia!”
 
Berapa banyak dosa yang Yesus hapus?
Semua dosa dunia
 
Dalam Yohanes 1:29, ‘Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang ke arahnya, dan berkata, “Lihatlah! Anak Domba God yang menghapus dosa dunia!”’ Yohanes Pembaptis membaptis Yesus. Dan keesokan harinya, Yesus datang ke arahnya, dan dia berkata kepada orang-orang, “Lihatlah! Anak Domba God yang menghapus dosa dunia!” Itu adalah kesaksiannya.
Anak God datang ke dunia ini dan menanggung segala dosa dunia. Yohanes Pembaptis kembali bersaksi. Dalam Yohanes 1:35-36, ‘Keesokan harinya, Yohanes berdiri bersama dua orang muridnya. Dan sambil memandang Yesus ketika, Dia berjalan, dia berkata, “Lihatlah Anak Domba God!”’
Anak Domba God berarti Dia adalah entitas yang benar dan nyata dari pengorbanan Perjanjian Lama, yang mati untuk dosa-dosa Israel. Bagi Anda dan saya, Anak God, Pencipta kita, turun ke dunia ini dan menghapus segala dosa kita; segala dosa sejak penciptaan dunia sampai hari kiamat, dari dosa asal sampai segala kesalahan kita, dari kekurangan kita sampai kesalahan kita. Dia menebus kita semua dengan baptisan dan darah-Nya di Kayu Salib.
Yesus menghapuskan segala dosa kita dan memberi kita penebusan. Apakah kamu mengerti ini? “Anak Domba God yang menghapus dosa dunia.”
Sudah sekitar 2000 tahun. Artinya sekitar 2000 tahun telah berlalu sejak Dia turun ke dunia ini. Dan pada tahun 30 M, Yesus menanggung segala dosa dunia. Tahun 1 Masehi adalah tahun kelahiran Yesus. Kami menyebut waktu sebelum Kristus B.C. Jadi, hampir 2000 tahun telah berlalu sejak Yesus datang ke dunia ini.
Pada tahun 30 M, Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Dan keesokan harinya Yohanes berseru kepada orang banyak, “Lihatlah! Anak Domba God yang menghapus dosa dunia!” “Lihatlah!” Dia mengatakan kepada orang-orang untuk percaya kepada Yesus yang menghapus segala dosa mereka. Dia bersaksi bahwa Yesus adalah Anak Domba God, yang menyelamatkan kita dari segala dosa kita.
Yesus menghapuskan segala dosa kita dan mengakhiri perang abadi kita melawan dosa. Kita sekarang tidak berdosa karena Anak God menanggung segala dosa kita. Yohanes Pembaptis bersaksi bahwa Dia menanggung segala dosa kita, dosa Anda dan saya. “Orang ini datang sebagai kesaksian, untuk memberi kesaksian tentang Terang, supaya melalui dia semua orang percaya” (Yohanes 1:7).
Tanpa kesaksian Yohanes, bagaimana kita bisa tahu bahwa Yesus menanggung segala dosa kita? Alkitab sering kali mengatakan bahwa Dia telah mati untuk kita, tetapi pada saat itu, hanya Yohanes Pembaptis yang bersaksi bahwa Dia telah menanggung segala dosa kita.
 
Berapa banyak dosa yang ada di dunia ini?
Semua dosa manusia dari awal hingga akhir dunia
 
Banyak yang bersaksi setelah kematian Yesus, namun hanya Yohanes yang bersaksi ketika Dia masih hidup. Tentu saja murid-murid Yesus juga bersaksi tentang penebusan Yesus. Mereka bersaksi bahwa Yesus menghapus dosa kita, bahwa Dia adalah Juruselamat kita.
Yesus menghapus dosa dunia. Sekarang, kamu belum berumur 100 tahun, benar? Yesus menghapus dosa dunia ketika Dia berumur 30 tahun. Sekarang, perhatikan diagram ini.
 
Baptisan Yesus dan Pendamaian Dosa
 
Katakanlah itu adalah 4000 tahun sebelum Yesus datang. Dan sudah lebih dari 2000 tahun sejak Yesus datang. Kita tidak tahu berapa lama lagi, tetapi akhirnya pasti akan tiba. Dia berkata, “Akulah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Pertama dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).
Jadi pasti akan ada akhirnya. Dan kita berada pada titik yang ditunjukkan oleh tahun 2024. Kristus menanggung dosa-dosa kita pada tahun 30 Masehi, dan itu adalah 3 tahun sebelum Dia mati di kayu salib. 
“Lihatlah! Anak Domba God yang menghapus dosa dunia.” Dia menanggung dosa dunia, dosa Anda dan saya. Sekitar 2000 tahun telah berlalu sejak kelahiran Yesus. Kita sekarang hidup sekitar 2000 tahun setelah Yesus menanggung dosa-dosa kita. Dan kita masih hidup dan berbuat dosa di zaman sekarang ini. Yesus adalah Anak Domba God yang menghapus dosa dunia. Kita mulai hidup di dunia ini sejak kita dilahirkan.
Apakah kita semua berdosa sejak kita dilahirkan, atau tidak? ―Kita berdosa.― Mari kita bahas semuanya. Sejak kita dilahirkan hingga kita berusia 10 tahun, apakah kita berdosa atau tidak? ―Kita berdosa.― Lalu apakah dosa-dosa itu ditanggungkan kepada Yesus atau tidak? ―Ya, ditanggungkan.― Karena semua dosa telah diserahkan kepada Yesus, Dia adalah Juruselamat kita. Jika tidak, bagaimana mungkin Dia bisa menjadi Juruselamat kita? Semua dosa telah diserahkan kepada Yesus. 
Sejak usia 11 hingga 20 tahun, apakah kita berbuat dosa, atau tidak? Kita berdosa di dalam hati kita, di dalam perbuatan kita. Kita sangat ahli dalam hal itu. Kita telah diajar untuk tidak berbuat dosa tetapi kita melakukannya dengan sangat mudah. 
Dan God memberitahu kita bahwa dosa-dosa itu ditanggungkan kepada Yesus. Dia tahu apa adanya kita, jadi Dia telah menghapus dosa-dosa tersebut sebelumnya.
Dan berapa lama biasanya kita hidup di dunia ini? Katakanlah itu sekitar 70 tahun. Jika kita menjumlahkan semua dosa yang kita lakukan selama 70 tahun itu, seberapa beratkah dosa itu? Jika kita memuatnya ke truk seberat 8 ton, mungkin muatannya akan jauh lebih dari 100 truk.
Coba bayangkan berapa banyak dosa yang kita lakukan selama hidup kita. Apakah itu dosa-dosa dunia, atau bukan? Dosa-dosa itu adalah dosa-dosa dunia. Kita berdosa sejak lahir, sampai umur 10, 10 sampai 20, 20 sampai 30... sampai hari kematian kita, tapi semua dosa itu termasuk dalam dosa dunia yang sudah ditanggungkan kepada Yesus melalui baptisan-Nya.
 
 
Juruselamat Manusia, Yesus Kristus
 
Berapa banyak dosa yang dihapuskan oleh Yesus?
Semua dosa nenek moyang kita, kita dan keturunan kita, sampai akhir dunia
 
Yesus mengatakan kepada kita bahwa Dia telah membasuh semua dosa-dosa itu. Karena Yesus tidak bisa membaptis diri-Nya sendiri, jadi God mengutus hamba-Nya Yohanes, perwakilan terpilih dari semua manusia. “Namanya akan disebut Ajaib, Penasihat, God yang Perkasa” (Yesaya 9:6). Melalui diri-Nya sendiri, melalui kebijaksanaan-Nya, melalui dewan-Nya, Dia mengutus wakil umat manusia terlebih dahulu, dan diri-Nya sendiri, Anak God, datang dalam wujud manusia dan menanggung segala dosa dunia melalui dia. Bukankah ini keselamatan yang luar biasa?
Sungguh luar biasa, bukan? Jadi, sekali saja, hanya dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Dia menghapus semua dosa manusia di seluruh dunia dan membebaskan semua orang dari dosa dengan disalibkan. Dia membebaskan kita semua. Pikirkanlah tentang hal ini. Semua dosa Anda dari 20 hingga 30, 30 hingga 40, 40 hingga 60, hingga 70, hingga 100, dan kemudian ada juga dosa-dosa anak-anak Anda. Apakah Dia menghapuskan semua dosa-dosa Anda, atau tidak? Ya, Dia melakukannya. Dia adalah Yesus Kristus, Juruselamat manusia.
Karena Yohanes Pembaptis menanggungkan segala dosa kita kepada Yesus, dan karena God telah merencanakannya demikian, kita bisa diselamatkan dengan percaya kepada Yesus. Apakah Anda dan saya orang berdosa? Apakah semua dosa kita sudah diserahkan kepada Yesus atau belum? ―Kita bukan lagi orang berdosa, dan segala dosa kita telah ditanggungkan kepada Yesus.―
Siapa yang berani mengatakan bahwa ada dosa di dunia ini? Yesus menanggung segala dosa dunia. Dia tahu bahwa kita akan berdosa dan juga mengambil semua dosa masa depan. Beberapa dari kita berusia di atas 50 tahun dan beberapa bahkan belum menjalani separuh hidup kita, namun kita berbicara tentang diri kita sendiri, termasuk diri saya sendiri, seolah-olah kita telah hidup selamanya.
Ada begitu banyak dari kita yang menjalani kehidupan yang penuh gejolak. Izinkan saya menjelaskannya seperti ini. Berapa separuh umur mayfly? Ini sekitar 12 jam. 
“Ya ampun! Saya bertemu dengan orang ini dan itu, dan dia mengayunkan pemukul lalat ke arah saya, dan saya hampir mati tertindih, dan tahukah Anda.” Dia baru hidup 12 jam dan tidak bisa berhenti bicara. Tapi itu sudah separuh hidupnya.
Pada jam 7 atau 8 malam, dia menghadapi senja dalam hidupnya, dan dalam waktu singkat, kematian. Beberapa bertahan hidup selama 20 jam, beberapa 21 jam, dan beberapa hidup hingga usia lanjut 24 jam. Mereka mungkin berbicara tentang pengalaman seumur hidup mereka, tetapi bagaimana dengan kita? Saat kita hidup sampai usia 70, atau 80 tahun, kita mungkin akan berkata, “Jangan buat saya tertawa.” Pengalaman mereka tidak ada apa-apanya di mata kita.
God itu kekal. Dia hidup untuk kekekalan. Dia yang menentukan awal dan akhir. Karena Dia hidup selamanya, Dia hidup dalam kerangka waktu kekekalan. Dia melihat kita dari posisi kekekalan-Nya. 
Sekian lama yang lalu, Dia telah menanggung semua dosa dunia, mati di kayu salib, dan berkata, “Sudah selesai.” Dia dibangkitkan setelah 3 hari dan naik ke surga. Dia sekarang tinggal dalam kekekalan. Sekarang, Dia melihat ke bawah pada kita masing-masing. 
Dan seseorang berkata, “Ya ampun, saya telah berdosa begitu banyak. Meskipun saya baru hidup 20 tahun, saya telah banyak berdosa.” “Saya telah hidup selama 30 tahun dan telah berdosa terlalu banyak. Itu terlalu banyak. Bagaimana mungkin saya bisa diampuni?”
Namun Lord(Tuhan) kita dalam kekekalan-Nya akan berkata, “Jangan membuat Aku tertawa. Aku tidak hanya menebus dosamu sampai sekarang, tetapi juga dosa nenek moyangmu sebelum kamu dilahirkan, dan dosa seluruh generasi keturunanmu yang akan hidup setelah kematianmu.” Dia mengatakan ini kepadamu dari kerangka waktu yang kekal. Apakah Anda percaya ini? Percaya itu. Dan terimalah anugerah keselamatan yang diberikan cuma-cuma kepadamu. Dan masuklah ke dalam kerajaan surga.
Jangan percaya pada pikiran kita, tapi pada firman God. ‘Demikianlah sepatutnya bagi kita untuk menggenapi segala kebenaran.’ Segala kebenaran sudah digenapi oleh Anak Domba God yang menghapus dosa dunia. Yesus menanggung segala dosa dunia. Benarkah Dia melakukannya, atau tidak? Ia telah melakukannya.
 
Apa yang Yesus katakan pada akhirnya di Kayu Salib?
“Sudah selesai.”
 
Yesus Kristus menanggung segala dosa dunia, dijatuhi hukuman mati di istana Pontius Pilatus, dan disalibkan di kayu Salib.
“Dan Dia, memikul salib-Nya, pergi ke suatu tempat yang disebut Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota, di mana mereka menyalibkan Dia, dan dua orang lainnya bersama Dia, satu di kedua sisi, dan Yesus di tengah. Sekarang Pilatus menulis sebuah gelar dan menaruhnya di kayu salib. Dan tulisannya adalah: YESUS DARI NAZARET, RAJA ORANG YAHUDI. Kemudian banyak orang Yahudi yang membaca judul ini, karena tempat penyaliban Yesus berada di dekat kota; dan itu ditulis dalam bahasa Ibrani, Yunani, dan Latin” (Yohanes 19:17-20).
Mari kita lihat apa yang terjadi setelah Dia disalibkan di kayu salib. “Setelah ini, Yesus, mengetahui bahwa segala sesuatu sudah selesai, agar Kitab Suci dapat tergenapi, berkata.” Dia telah menanggung semua dosa kita sesuai dengan Kitab Suci. Dia berkata, ‘“Aku haus!” Di sana ada sebuah bejana yang penuh dengan anggur asam; dan mereka mengisi bunga karang dengan anggur asam, menaruhnya di atas hisop, dan menaruhnya ke mulut-Nya. Setelah Yesus menerima anggur asam itu, Ia berkata, “Sudah selesai!” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya, Dia menyerahkan roh-Nya’ (Yohanes 19:28-30).
Setelah Yesus menerima anggur asam itu, Dia berkata, “Sudah selesai!” lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan roh-Nya. Ia telah mati. Dan Yesus Kristus dibangkitkan setelah 3 hari dan naik ke surga.
Mari kita buka Ibrani 10:1-9. ‘Karena Hukum Taurat, memiliki bayangan akan hal-hal baik yang akan datang, dan bukan gambaran sebenarnya dari hal-hal tersebut, tidak akan pernah bisa dengan pengorbanan yang sama ini, yang mereka persembahkan terus-menerus tahun demi tahun, membuat mereka yang mendekat menjadi sempurna. Kalau begitu, bukankah mereka akan berhenti mempersembahkan korban? karena mereka yang melakukan ibadah akan disucikan untuk selamanya dan tidak akan lagi menyadari dosa-dosanya. Tetapi dalam korban-korban itu ada pengingat akan dosa setiap tahun. Karena tidak mungkin darah lembu jantan dan kambing dapat menghapus dosa. Oleh karena itu, ketika Yesus Kristus datang ke dunia, Dia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, melainkan tubuh yang telah Engkau persiapkan bagi-Ku. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu aku berkata, ‘Lihatlah, aku datang datang—Dalam kitab suci ada tertulis tentang Aku—Untuk melakukan kehendak-Mu, ya God.’” Setelah sebelumnya berkata, “Korban sembelihan dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” (yang dipersembahkan menurut Hukum Taurat), kemudian Dia berkata, “Lihatlah, Aku telah datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya God.” Dia menghapus yang pertama agar Dia dapat menetapkan yang kedua.’
 
 
Penebusan yang Kekal
 
Bagaimana kita dapat mengatasi masalah dosa sehari-hari setelah percaya kepada Yesus?
Dengan menegaskan bahwa Yesus telah menghapuskan semua dosa melalui baptisan-Nya
 
Hukum Taurat adalah bayangan dari hal-hal baik yang akan datang. Pengorbanan dalam Perjanjian Lama, berupa domba dan kambing, menyatakan kepada kita bahwa Yesus Kristus akan datang dan menanggung dosa-dosa kita dengan cara yang sama untuk menghapuskan semua dosa kita. 
Semua orang dalam Perjanjian Lama, Daud, Abraham, dan yang lainnya tahu dan percaya apa arti sistem pengorbanan bagi mereka. Hal ini mengungkapkan bahwa Mesias, Kristus (Kristus berarti Juruselamat), akan datang suatu hari nanti dan menghapuskan semua dosa mereka. Mereka percaya akan penebusan mereka dan diselamatkan oleh iman mereka.
Hukum Taurat adalah bayangan dari hal-hal baik yang akan datang. Mempersembahkan korban untuk dosa-dosa mereka hari demi hari, tahun demi tahun, tidak akan pernah bisa menebus kita sepenuhnya. Oleh karena itu, Wujud yang sempurna dan kekal, yang tidak bercacat, Anak God harus datang ke bumi. 
Dan Ia berkata bahwa Ia datang untuk melakukan kehendak Bapa-Nya seperti yang tertulis dalam kitab yang ada tentang Dia. ‘Kemudian Dia berkata, “Lihatlah, Aku telah datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya God.” Dia menghapus yang pertama agar Dia dapat menetapkan yang kedua.’ Kita ditebus dari dosa-dosa kita karena Yesus Kristus telah menghapus dosa-dosa kita seperti yang tertulis di dalam Perjanjian Lama, dan karena kita percaya kepada-Nya. 
Mari kita baca Ibrani 10:10. “Sesuai dengan kehendak-Nya, kita telah dikuduskan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus sekali untuk selamanya.” Oleh karena itu kita telah dikuduskan melalui persembahan tubuh Yesus Kristus satu kali untuk selama-lamanya. Sudahkah kita dikuduskan atau belum? ―Sudah.―
Apa artinya ini? God Bapa mengutus Anak-Nya dan menanggungkan segala dosa kita kepada-Nya melalui Baptisan dan menghakimi Dia sekali untuk selama-lamanya di Kayu Salib. Dengan demikian, Dia melepaskan kita semua yang menderita karena dosa. Itu adalah kehendak God.
Untuk melepaskan kita, Yesus mempersembahkan diri-Nya, satu kali untuk selama-lamanya, agar kita dapat dikuduskan. Kita telah disucikan. Yesus mengorbankan diri-Nya untuk segala dosa kita dan Dia mati menggantikan kita sehingga kita tidak perlu dihakimi.
Pengorbanan Perjanjian Lama dipersembahkan setiap hari karena semua dosa baru memerlukan persembahan lain untuk dihapuskan.
 
 

Makna Spiritual dari Pembasuhan Kaki Petrus oleh Yesus

 
Dalam Yohanes 13, ada kisah Yesus membasuh kaki Petrus. Dia membasuh kaki Petrus untuk menunjukkan kepadanya bahwa Petrus akan berbuat dosa di masa depan dan untuk mengajarkan kepadanya bahwa Dia telah menebus semua dosa itu juga. Yesus tahu bahwa Petrus akan berbuat dosa lagi di kemudian hari, jadi Dia menuangkan air ke dalam baskom dan membasuh kakinya.
Petrus berusaha menolak, namun Yesus berkata, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan mengetahuinya setelah ini” (Yohanes 13:7). Maksudnya adalah, ‘Kamu akan berbuat dosa lagi setelah ini. Kamu akan menyangkal Aku dan berbuat dosa lagi setelah Aku membasuh segala dosamu. Kamu akan berbuat dosa bahkan setelah KenaikanKu. Oleh karena itu Aku membasuh kakimu untuk memperingatkan Setan agar tidak menguji kamu karena Aku sudah menghapus dosa-dosamu di masa depan.’
Apakah menurut Anda Dia membasuh kaki Petrus untuk memberi tahu kita bahwa kita harus bertobat setiap hari? Tidak. Jika kita harus bertobat setiap hari agar bisa ditebus, Yesus tidak akan menghapuskan segala dosa kita untuk selamanya.
Namun Yesus berkata bahwa Dia menguduskan kita satu kali untuk selama-lamanya. Jika kita harus bertobat setiap hari, mungkin kita juga kembali ke zaman Perjanjian Lama. Lalu siapa yang bisa menjadi orang benar? Siapa yang dapat ditebus sepenuhnya? Sekalipun kita percaya kepada God, siapa yang bisa hidup tanpa dosa?
Siapa yang bisa menjadi dikuduskan melalui pertobatan? Kita berbuat dosa tanpa henti setiap hari, jadi bagaimana kita bisa meminta pengampunan atas setiap dosa? Bagaimana kita bisa begitu tidak tahu malu hingga mengganggu Dia setiap hari demi penebusan? “Kita berdosa tanpa henti setiap hari, jadi bagaimana kita bisa meminta agar setiap dosa dihapuskan?” Tidak mungkin bagi kita untuk sepenuhnya bertobat dari segala dosa kita.
Oleh karena itu, Yesus dibaptis satu kali dan mempersembahkan diri-Nya di Kayu Salib satu kali saja agar kita bisa disucikan satu kali untuk selama-lamanya. Bisakah kamu memahami ini? Kita telah ditebus satu kali atas segala dosa kita. Kita tidak ditebus setiap kali kita bertobat.
 
Apakah masih ada dosa yang harus kita doakan untuk bertobat?
Tidak
 
Kita telah diselamatkan dari dosa-dosa kita dengan percaya bahwa Yesus menanggung segala dosa kita, dosa Anda, dan dosa saya.
‘Dan setiap imam berdiri melayani setiap hari dan berulang kali mempersembahkan kurban yang sama, yang tidak akan pernah bisa menghapus dosa. Tetapi Dia, setelah mempersembahkan satu korban karena dosa untuk selama-lamanya, duduk di sebelah kanan God, sejak saat itu menunggu sampai musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya. Karena dengan satu persembahan Dia telah menyempurnakan selamanya mereka yang sedang dikuduskan. Namun Roh Kudus juga memberikan kesaksian kepada kita; karena setelah Dia bersabda sebelumnya, “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka setelah hari itu, demikianlah firman Lord(Tuhan): Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku ke dalam hati mereka, dan ke dalam pikiran mereka akan Aku tuliskan,” Kemudian Dia menambahkan, “Dosa-dosa mereka dan perbuatan melanggar hukum mereka tidak akan Aku ingat lagi.” Sekarang di mana ada pengampunan(dosa telah lenyap sepenuhnya) dari hal-hal ini, tidak ada lagi persembahan karena dosa’ (Ibrani 10:11-18).
Apa yang dimaksud dengan “Sekarang di mana ada pengampunan(dosa telah lenyap sepenuhnya) dari hal-hal ini”? Dalam 10:18, artinya dosa itu sendiri, dosa apa pun, telah ditebus untuk selama-lamanya, tanpa kecuali. God telah menghapuskan segala dosa dunia. Apakah Anda percaya ini? “Sekarang di mana ada pengampunan(dosa telah lenyap sepenuhnya) dari hal-hal ini, tidak ada lagi persembahan karena dosa.”
Mari kita rangkum semuanya sebagai berikut. Jika Yohanes Pembaptis tidak menumpangkan tangannya ke atas Yesus, dengan kata lain, jika dia tidak membaptis Yesus, dapatkah kita ditebus? Kami tidak mungkin melakukannya. Mari kita berpikir mundur. Jika Yesus tidak memilih Yohanes Pembaptis sebagai wakil seluruh umat manusia dan menghapus segala dosa melalui dia, dapatkah Dia menghapuskan segala dosa kita? Dia tidak bisa.
Hukum God itu adil. Ini adil. Tidak bisa dikatakan hanya karena Dia adalah Penyelamat kita, Dia menghapus semua dosa kita hanya dengan kata-kata. Dia harus menghapus dosa kita secara fisik. Mengapa Yesus, God, datang kepada kita dalam wujud manusia? Karena Dia mengetahui segala dosa umat manusia, dosa hati dan dosa daging, untuk menghapuskan segala dosa umat manusia, Dia, Anak God, harus datang kepada kita dalam wujud manusia.
Jika Yesus Kristus tidak dibaptis, dosa kita akan tetap ada. Jika Dia disalibkan tanpa terlebih dahulu menghapuskan dosa-dosa kita, maka kematian-Nya tidak ada artinya. Itu tidak ada hubungannya dengan kami. Sama sekali tidak ada artinya.
Jadi, ketika Dia memulai pelayanan publik-Nya pada usia 30 tahun, Dia datang kepada Yohanes Pembaptis di sungai Yordan untuk dibaptis. Pelayanan publik-Nya dimulai pada usia 30 tahun dan berakhir pada usia 33 tahun. Ketika Dia berusia 30 tahun, Dia datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis. “Izinkan ini terjadi sekarang, karena ini adalah yang tepat bagi kita untuk melakukan hal ini agar semua orang dapat diselamatkan dan menjadi benar. Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Sekarang, baptiskan Aku.” Ya, Yesus Kristus dibaptis untuk penebusan semua orang.
Karena Yesus dibaptis dan menanggung segala dosa kita, dan karena segala dosa kita ditanggungkan kepada-Nya melalui tangan Yohanes Pembaptis, God sendiri memalingkan pandangan-Nya ketika Yesus mati di Kayu Salib. Sekalipun Yesus adalah Putra tunggal-Nya, Ia harus membiarkan Putra-Nya mati.
God itu kasih, tetapi Dia harus membiarkan Anak-Nya mati. Jadi, selama tiga jam, terjadilah kegelapan di seluruh negeri. Yesus berseru sesaat sebelum Dia meninggal, ‘“Eli, Eli, lama sabachthani?” yaitu, “Ya God, Tuhanku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”’ (Matius 27:46). Yesus menanggung segala dosa kita dan menerima penghakiman di Kayu Salib bagi kita. Demikianlah Dia menyelamatkan kita. Tanpa baptisan Yesus, kematian-Nya tidak ada artinya.
 
Apakah Anda orang berdosa atau orang benar?
Orang benar yang tidak memiliki dosa apa pun di hatinya.
 
Jika Yesus mati di kayu Salib tanpa menghapus segala dosa kita, tanpa dibaptis, Kematian-Nya tidak akan menyelesaikan penebusan. Untuk menebus kita, Yesus dibaptis oleh Yohanes, wakil seluruh umat manusia, dan menerima penghakiman di Kayu Salib agar semua orang yang percaya kepada-Nya dapat diselamatkan.
Oleh karena itu, sejak zaman Yohanes Pembaptis sampai sekarang, kerajaan surga mengalami kekerasan. Karena Yohanes Pembaptis menyerahkan semua dosa dunia kepada Yesus, dosa Anda dan saya dapat ditebus. Oleh karena itu Anda dan saya sekarang dapat menyebut God sebagai Bapa kami dan dengan berani memasuki kerajaan surga.
Dalam Ibrani 10:18, “Sekarang di mana ada pengampunan(dosa telah lenyap sepenuhnya) dari hal-hal ini, tidak ada lagi persembahan karena dosa.” Apakah Anda semua orang berdosa? Sekarang setelah Yesus melunasi semua utang Anda, apakah Anda masih harus membayar utang? 
Ada seorang pria yang suka minum minuman keras sehingga ia berhutang kepada banyak kreditur. Kemudian, suatu hari, putranya menghasilkan banyak uang dan melunasi semua utang ayahnya, dan juga membayar sejumlah uang muka yang cukup besar. Ayahnya tidak lagi memiliki utang, tidak peduli seberapa banyak dia minum.
Inilah yang Yesus lakukan bagi kita. Dia telah membayar lebih dari cukup untuk semua dosa kita. Bukan hanya dosa seumur hidup kita, tapi semua dosa dunia. Semuanya diserahkan kepada Yesus ketika Dia dibaptis. Jadi, apakah kamu orang berdosa sekarang? Tidak, Kamu tidak.
Seandainya kita mengetahui Injil penebusan ini sejak awal, betapa mudahnya bagi kita untuk percaya kepada Yesus. Tapi sepertinya ini terdengar sangat baru sehingga banyak orang bertanya-tanya.
Namun ini bukanlah sesuatu yang baru. Itu sudah ada sejak awal. Kita hanya tidak mengetahuinya sebelumnya. Injil air dan Roh selalu dicatat dalam Kitab Suci dan selalu berlaku. Itu sudah ada di sana sepanjang waktu. Itu ada di sini sebelum Anda dan saya lahir. Itu sudah ada sejak penciptaan bumi.
 
 
Injil Penebusan Kekal
 
Apa yang harus kita lakukan di hadapan God?
Kita harus percaya Injil penebusan kekal.
 
Yesus Kristus, yang menghapuskan segala dosa kita, telah melakukannya bahkan sebelum Anda dan saya dilahirkan. Dia mengambil semuanya. Apakah kamu berdosa? ―Tidak.― Lalu bagaimana dengan dosa yang akan kamu lakukan besok? Dosa itu juga termasuk dalam dosa dunia.
Mari kita hapus dosa-dosa masa depan sekarang. Dosa-dosa yang kita lakukan selama ini juga termasuk dalam dosa dunia, bukan? Apakah mereka diteruskan kepada Yesus atau tidak? Ya, benar.
Lalu apakah dosa hari esok juga ditanggungkan kepada-Nya? Ya, Dia mengambil semua dosa, tanpa kecuali. Dia tidak meninggalkan satu dosa pun. Injil memberitahu kita untuk percaya dengan sepenuh hati bahwa Yesus menghapus segala dosa kita, sekali untuk selamanya, dan membayar semuanya. 
“Permulaan Injil Yesus Kristus, Anak God” (Markus 1:1). Injil surga adalah kabar gembira. Dia bertanya kepada kita, “Aku menghapus segala dosamu. Akulah Juruselamatmu. Apakah kamu percaya kepada-Ku?” Di antara sekian banyak orang, hanya sedikit yang menjawab, “Ya, saya percaya. Saya percaya seperti yang Anda katakan kepada kami. Itu sangat sederhana sehingga saya dapat langsung memahaminya.” Mereka yang mengatakan hal ini menjadi orang benar seperti Abraham.
Namun yang lain berkata, “Saya tidak dapat mempercayainya. Kedengarannya sangat baru dan aneh bagi saya.”
Kemudian Dia bertanya, “Katakan saja kepada-Ku, apakah Aku telah menghapus semua dosamu atau tidak?”
“Aku diajari bahwa Engkau hanya menghapus dosa asal, bukan dosa harianku.” 
“Saya menyadari Anda terlalu cerdas untuk percaya apa yang saya katakan. Karena saya tidak memiliki apa lagi untuk dikatakan kepada Anda, Anda harus pergi ke neraka.”
Kita telah diselamatkan karena percaya kepada penebusan-Nya yang seutuhnya. Semua orang yang bersikeras bahwa mereka berdosa harus masuk neraka. Itu adalah pilihan mereka sendiri.
Injil penebusan dimulai dari kesaksian Yohanes Pembaptis. Karena Yesus menghapus segala dosa kita dengan dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, kita menjadi disucikan ketika kita percaya.
Rasul Paulus banyak berbicara tentang baptisan Yesus dalam Suratnya. Dalam Galatia 3:27, “Karena sebaik kalian yang telah dibaptis di dalam Kristus telah mengenakan Kristus.” Dibaptis ke dalam Kristus berarti kita berada di dalam Kristus. Ketika Yesus dibaptis, segala dosa kita ditanggungkan kepada-Nya melalui Yohanes Pembaptis, dan segala dosa kita dihapuskan.
Dalam 1 Petrus 3:21, “Air sekarang menjadi tanda yang menyelamatkan kita—yaitu baptisan (bukan penghapusan kotoran daging, tetapi jawaban dari suatu hati nurani yang baik terhadap God), melalui kebangkitan Yesus Kristus.”
Hanya mereka yang percaya kepada kesaksian Yohanes Pembaptis, baptisan Yesus, dan darah di Kayu Salib, yang mempunyai rahmat penebusan di dalam diri mereka.
Terimalah dalam hatimu baptisan Yesus, lambang keselamatan, dan selamatlah.
 
Khotbah ini juga tersedia dalam format ebook. Klik pada sampul buku di bawah ini.
SUDAHKAH ANDA BENAR-BENAR DILAHIRKAN KEMBALI DARI AIR DAN ROH? [Edisi Revisi Baru]